Krakatau Steel

Sorotan terbaru dari Tag # Krakatau Steel

Dukung Ekosistem MBG Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik Nusantara
Nusantara
Sabtu, 18 April 2026 | 18:11 WIB

Dukung Ekosistem MBG Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik

Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group (KRAS) perkuat komitmen dukung program prioritas nasional melalui audiensi strategis dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto. Pertemuan ini membahas integrasi industri baja dengan pengembangan desa tematik yang diproyeksikan sebagai pilar pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Integrasi Desa Tematik Ketahanan Pangan Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menyampaikan bahwa perusahaan siap menyelaraskan langkah dengan rencana Kementerian Desa dalam membangun ekosistem desa di wilayah Serang. Menteri Desa mengarahkan agar desa-desa tersebut memiliki fokus komoditas spesifik atau tematik, seperti pusat produksi telur ayam dan sektor pertanian, guna menjamin ketersediaan pasokan pangan bagi program MBG di masa depan "Sinergi ini langkah nyata dalam memastikan industri nasional dan pembangunan perdesaan berjalan beriringan. Kami berkomitmen mendukung penuh inisiatif Bapak Menteri dalam menjadikan desa di sekitar area operasional sebagai sentra produksi pangan yang mandiri," ujar Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman IISIA dan ALFI/ILFA. Percepatan Infrastruktur Sosial dan Aksesibilitas Selain fokus pada ketahanan pangan, Krakatau Steel dan Kemendes PDTT juga menyepakati percepatan rehabilitasi Jembatan Cigedung – Cikolelet sebagai prioritas infrastruktur sosial. Proyek ini merupakan manifestasi misi TJSL Krakatau Steel dalam membangun konektivitas di wilayah penyangga, guna mengatasi hambatan geografis serta mempererat keterhubungan antara pusat industri dengan pemukiman warga. Perbaikan jembatan ini menjadi krusial untuk menjamin keamanan mobilitas harian, khususnya bagi anak sekolah dan kendaraan roda dua. Selain meningkatkan keselamatan di jalur vital, penguatan aksesibilitas ini diharapkan memperlancar distribusi hasil bumi dari desa-desa tematik, sehingga keberadaan industri memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar secara berkelanjutan. Pengembangan Kawasan dan Komitmen Berkelanjutan Dalam aspek pengembangan kawasan, Mendes PDTT Yandri Susanto menyatakan dukungannya terhadap percepatan pembebasan lahan seluas 425 hektar dengan potensi perluasan hingga 2.000 hektar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 3. Selain itu, pertemuan ini turut membahas pengembangan Pelabuhan Kramat sebagai pusat pemrosesan kapal bekas (scrap ships), di mana material besi bekasnya akan diserap kembali sebagai bahan baku produksi Krakatau Steel yang lebih efisien. Melalui penguatan kolaborasi ini, Krakatau Steel dan Kementerian Desa berkomitmen untuk terus mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui integrasi sektor industri, logistik, dan pemberdayaan ekonomi desa yang berkelanjutan bagi kemajuan nasional.

Krakatau Steel Dorong Kehadiran Negara Hadapi Distorsi Pasar Baja Global Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 25 Februari 2026 | 07:09 WIB

Krakatau Steel Dorong Kehadiran Negara Hadapi Distorsi Pasar Baja Global

Jakarta, katakabar.com - Struktur pasar baja global kian menunjukkan ketimpangan yang sistemik. Konsentrasi pasokan bahan baku di sisi hulu, kelebihan kapasitas produksi di berbagai negara, serta intervensi kebijakan yang agresif telah menjauhkan industri baja dari asumsi persaingan yang setara. Dalam kondisi ini, mekanisme pasar murni tidak lagi cukup untuk menjaga keberlanjutan industri nasional. Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji dari Steel dan Mining Insights, menegaskan dominasi segelintir perusahaan tambang global atas pasokan bijih besi telah melemahkan posisi tawar produsen baja di banyak negara. “Ketika struktur pasar global terdistorsi, sikap negara yang sepenuhnya pasif justru berisiko membiarkan industri domestik tergerus secara struktural,” tulis Widodo. Pembelajaran Global: Konsolidasi sebagai Instrumen Kebijakan Widodo menyoroti langkah Pemerintah Tiongkok membentuk China Mineral Resources Group (CMRG) sebagai respons kebijakan terhadap kegagalan mekanisme pasar dalam menghadapi dominasi tambang global. Melalui konsolidasi pengadaan bahan baku strategis, Tiongkok berupaya mengoreksi ketimpangan posisi tawar yang selama ini membebani industri bajanya. Kebijakan tersebut, menurut Widodo, bukan untuk menggantikan mekanisme pasar, melainkan mengoreksi kegagalan pasar yang bersifat struktural. Pengalaman ini menjadi rujukan penting bagi negara-negara lain dalam merumuskan kebijakan daya saing industri yang lebih kontekstual. Tantangan Industri Baja Nasional Dalam konteks Indonesia, tekanan struktural industri baja tidak hanya datang dari sisi bahan baku, tetapi juga dari derasnya arus impor produk baja yang terdistorsi. Kondisi ini menekan utilisasi kapasitas industri dalam negeri, melemahkan kepastian pasar, serta meningkatkan risiko investasi jangka panjang. Widodo menilai bahwa persoalan daya saing industri nasional tidak dapat disederhanakan sebagai masalah efisiensi perusahaan semata. Tanpa penataan struktur pasar, perbaikan internal hanya akan memberikan dampak yang terbatas. Krakatau Steel: Negara Hadir Jaga Ketahanan Industri PT Krakatau Steel (Persero)/Tbk. Krakatau Steel Group memandang pentingnya kehadiran negara yang presisi dalam menata struktur pasar baja nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian industri, sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan industri baja nasional membutuhkan persaingan pasar yang sehat agar mampu tumbuh berkelanjutan. “Penataan pasar domestik dan pengelolaan arus impor baja yang terukur menjadi kunci untuk menjaga ketahanan industri nasional dan memastikan industri baja Indonesia mampu bersaing secara sehat,” kata Dr. Akbar Djohan, sekaligus Chairman Indonesia Iron & Steelk9l Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Menata Arah Kebijakan Baja ke Depan Krakatau Steel Group menilai bahwa pengalaman internasional, termasuk kebijakan Tiongkok, tidak perlu ditiru secara mekanis. Namun, logika kebijakan di baliknya, yakni kehadiran negara untuk mengoreksi distorsi pasar, relevan untuk Indonesia.

Krakatau Steel Dorong P3DN Hadapi Distorsi Impor Baja Nusantara
Nusantara
Kamis, 22 Januari 2026 | 14:38 WIB

Krakatau Steel Dorong P3DN Hadapi Distorsi Impor Baja

Jakarta, katakabar.com - Pernyataan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di forum Business Matching Kementerian Perindustrian pada Desember 2025 mengenai kuatnya pengaruh mafia impor menegaskan tantangan industri nasional bersifat struktural. Dikatakannya, tekanan impor berharga rendah yang tidak mencerminkan struktur biaya wajar telah mendistorsi pasar dan melemahkan industri dalam negeri. Pengamat industri baja dan pertambangan, Widodo Setiadharmaji, menilai persoalan impor tidak sehat harus dipahami sebagai isu kebijakan industri. “Ketika pasar terdistorsi oleh impor yang disubsidi dan praktik tidak sehat, kehadiran negara melalui kebijakan menjadi keharusan untuk memulihkan fairness,” tulis Widodo dalam analisanya pada laman SM Insights. P3DN Kebijakan Sah dan Sejalan Praktik Global Pada konteks tersebut, kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) melalui TKDN ditempatkan sebagai instrumen korektif yang sah, terukur, dan sejalan dengan ketentuan perdagangan internasional. P3DN bekerja melalui pengadaan publik, bukan pelarangan impor, sekaligus membuka ruang penciptaan lapangan kerja dan penguatan struktur industri nasional. Widodo menegaskan pendekatan ini sejalan dengan praktik global. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, India, hingga Jepang secara aktif memanfaatkan preferensi domestik dan pengadaan strategis untuk melindungi industri mereka. “P3DN Indonesia berada dalam arus utama kebijakan industri dunia, bukan penyimpangan,” tegasnya. Keberlanjutan Industri Baja Nasional PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) menilai bahwa P3DN merupakan instrumen kunci dalam menjaga keberlanjutan industri baja nasional, mengingat baja merupakan produk utama dalam berbagai proyek pemerintah dan proyek strategis nasional. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menyampaikan bahwa P3DN memberikan kepastian arah kebijakan bagi industri. “P3DN adalah sinyal kuat kehadiran negara untuk memastikan persaingan yang adil. Kepastian ini penting agar industri baja nasional dapat terus berinvestasi, berproduksi, dan mendukung pembangunan nasional,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Implementasi P3DN sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan kemandirian ekonomi dan industrialisasi nasional. Melalui P3DN, belanja publik diarahkan untuk menutup ruang praktik impor tidak sehat sekaligus memperkuat fondasi industri strategis nasional.

Panen Perdana Greenhouse Hidroponik, KS Perkuat PPM dan KPN Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 16 Januari 2026 | 11:35 WIB

Panen Perdana Greenhouse Hidroponik, KS Perkuat PPM dan KPN

Cilegon, katakabar.com - Krakatau Steel Group melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali menunjukkan komitmen mendukung ketahanan pangan berbasis masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan panen perdana melon hidroponik di fasilitas Greenhouse Krakatau Steel Group Peduli yang berlokasi di Pondok Pesantren Amalul Ummah, Rabu (14/1). Panen perdana ini menjadi momen kebahagiaan tersendiri bagi para santri dan tim TJSL Krakatau Steel Group, setelah melalui masa tanam selama kurang lebih 70 hari. Melon premium jenis White Kirin dan Diva 16 yang dibudidayakan dengan sistem pertanian modern tersebut menghasilkan buah berkualitas tinggi, baik dari sisi ukuran, tekstur, maupun tingkat kemanisan yang mencapai brix 18. Inisiatif Berkelanjutan Pendidikan dan Kemandirian Pesantren Pembangunan greenhouse ini tidak semata-mata difokuskan pada penyediaan infrastruktur fisik, melainkan dirancang sebagai program keberlanjutan untuk mendukung pendidikan pertanian modern di lingkungan pesantren. Melalui program ini, Krakatau Steel mendorong kemandirian ekonomi pesantren sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas. Program greenhouse pesantren ini merupakan kolaborasi end-to-end Krakatau Steel Group dengan melibatkan unit-unit usaha yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Perancangan desain dilakukan oleh Engineer PT Krakatau Baja Konstruksi (KBK), dukungan material baja ringan oleh PT Krakatau National Indonesia (KNI), konstruksi oleh PT Krakatau Perbengkelan & Perawatan (KPDP), serta pendampingan budidaya hingga panen oleh tim TJSL Krakatau Steel Group. Pembiayaan program ini merupakan kolaborasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama Group Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI), Group Krakatau Baja Konstruksi (KBK), dan PT Krakatau Baja Industri (KBI). Penguatan Kapasitas Santri dan Ekosistem Usaha Selain pembangunan fasilitas, Krakatau Steel juga memberikan pelatihan komprehensif kepada para santri, mencakup teknik budidaya hidroponik, manajemen operasional greenhouse, hingga strategi pemasaran hasil panen. Dalam pelaksanaannya, PT Krakatau Steel melibatkan pesantren yang telah berhasil mengembangkan greenhouse di Provinsi Banten, yakni Pesantren Al Markas Serang, sebagai bagian dari transfer pengetahuan agar hasil panen sesuai dengan target yang direncanakan. “Pembangunan greenhouse hingga panen perdana ini merupakan wujud nyata dukungan Krakatau Steel terhadap pengembangan masyarakat sekitar, khususnya pesantren. Kami ingin pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat inovasi pertanian modern yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan memberikan pembelajaran nyata yang tidak hanya diperoleh dari buku,” ujar Direktur SDM PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Suryantoro Waluyo. Dukungan Ketahanan Pangan Nasional Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan program greenhouse pesantren ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam percepatan ketahanan pangan nasional. “Program TJSL Krakatau Steel melalui pengembangan greenhouse hidroponik di pesantren merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung Asta Cita, terutama pada agenda percepatan ketahanan pangan. Kami percaya ketahanan pangan nasional harus dibangun dari akar rumput, dengan melibatkan komunitas pendidikan seperti pesantren agar tercipta sistem pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan inklusif,” kata Dr. Akbar Djohan, sekaligus Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Kepastian Pasar dan Keberlanjutan Program Untuk memastikan keberlanjutan program, Krakatau Steel turut menyiapkan ekosistem pemasaran yang terintegrasi. Sebagian hasil panen pesantren binaan akan diserap langsung oleh Krakatau Steel Group, serta dipasarkan melalui kerja sama dengan pengelola ekowisata, di mana pengunjung dapat melakukan aktivitas petik buah langsung di greenhouse. Skema ini memberikan kepastian pasar sekaligus mendorong perputaran ekonomi pesantren secara berkelanjutan. Melalui inisiatif TJSL ini, Krakatau Steel berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat hubungan yang harmonis antara perusahaan dan lingkungan.

Komit Pasokan Jangka Panjang dan Sinergi Strategis Krakatau Steel Perkuat Pondasi Bisnis Nasional
Nasional
Minggu, 11 Januari 2026 | 16:01 WIB

Komit Pasokan Jangka Panjang dan Sinergi Strategis Krakatau Steel Perkuat Pondasi Bisnis

Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS)/Krakatau Steel Group mengawali tahun 2026 dengan meneguhkan fondasi bisnis yang solid melalui kesepakatan strategis jangka panjang. Perseroan menandatangani perjanjian pemenuhan pasokan produk baja Cold Rolled Coil (CRC) dengan PT Tata Metal Lestari sebanyak 10 kilo ton per bulan selama satu tahun. Langkah konkret ini bukan hanya sekadar transaksi, tetapi merupakan cerminan dari kekuatan operasional dan strategi bisnis Krakatau Steel Group dalam membangun kepastian dan stabilitas rantai pasok nasional. Kesepakatan Long Term Supply Agreement (LTSA) ini merefleksikan kekuatan positioning Krakatau Steel Group sebagai pemain kunci di industri hulu baja nasional. Komitmen ini menciptakan landasan bisnis yang predictable, mendukung efisiensi operasional, dan memperkuat struktur industri yang terintegrasi. Hal ini menjadi modal penting bagi Perseroan untuk tetap kompetitif di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif. “Bagi Krakatau Steel, LTSA ini tidak hanya berbicara soal volume penjualan, tetapi tentang membangun struktur industri yang lebih sehat. Ketika produsen hulu dan hilir nasional saling memperkuat, maka ketahanan industri dalam negeri akan semakin solid,” ujar Dr. Akbar Djohan, sekaligus Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Kekuatan bisnis Krakatau Steel juga ditopang sinergi berkelanjutan dengan mitra hilir seperti Tata Metal Lestari, yang telah terjalin sebelumnya. Kolaborasi ini telah terbukti menghasilkan kinerja ekspor yang membanggakan, termasuk menembus pasar Amerika Serikat dengan total 15.000 ton pada periode Februari dan September 2025. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa produk Krakatau Steel telah memenuhi standar kualitas global dan dikelola dengan model bisnis yang kompetitif. Lebih luas, komitmen bisnis jangka panjang ini selaras dengan visi pemerintah untuk mempercepat hilirisasi dan industrialisasi. Dengan pondasi bisnis yang semakin kuat melalui kemitraan strategis, Krakatau Steel siap berkontribusi lebih besar dalam memperkuat ketahanan industri nasional dan mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia. Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Hernowo, meyatakan bahwa kerja sama antara Krakatau Steel Group dan PT Tata Metal Lestari bukanlah kolaborasi yang pertama. Hubungan kemitraan yang telah terjalin sebelumnya menjadi fondasi penting bagi penguatan ekosistem industri baja nasional, khususnya dalam mendorong pemanfaatan produk baja dalam negeri dan peningkatan nilai tambah industri hilir. “Dan sinergi ini juga menunjukkan konsistensi kedua perusahaan dalam membangun kolaborasi berbasis kepercayaan jangka panjang, sejalan dengan kebutuhan industri nasional akan pasokan baja yang stabil dan berkualitas” beber Hernowo. Rekam Jejak Global Tembus Pasar Amerika Serikat Sebelumnya, Krakatau Steel Group bersama PT Tata Metal Lestari telah menunjukkan kapabilitas industrinya melalui ekspor produk baja lapis ke Amerika Serikat sebesar 10.000 ton pada September 2025 dan 5.000 ton pada Februari 2025. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa industri baja Indonesia mampu bersaing di pasar dengan tingkat proteksi tinggi. Keberhasilan menembus pasar Amerika Serikat menegaskan bahwa produk Krakatau Steel Group memenuhi standar kualitas global dan dapat diterima oleh pasar internasional. Percepatan Industrialisasi Nasional Kerja sama strategis ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi dan industrialisasi dalam negeri. Dengan industri baja nasional yang semakin solid, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional dan berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen.

KS Produksi Food Tray dari Bahan Minyak Nabati Dukung Program MBG Nusantara
Nusantara
Sabtu, 27 September 2025 | 17:32 WIB

KS Produksi Food Tray dari Bahan Minyak Nabati Dukung Program MBG

Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group menegaskan komitmennya mendukung program Makan Bergizi Gratis atau MBG dengan meluncurkan produksi food tray yang memiliki bahan berkualitas. Produk hilir berbasis baja ini diharapkan menjadi solusi nasional sekaligus unggulan global dalam penyediaan peralatan makan berkualitas. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menjelaskan produksi food tray telah dimulai sejak awal Juni 2025 dengan hasil 400.000 unit. Jumlah ini meningkat menjadi 600.000 unit pada Juli 2025, dan diproyeksikan mencapai 1 juta unit per bulan mulai Oktober 2025. Peningkatan kapasitas produksi ini dilakukan melalui investasi sistem produksi robotic. “Krakatau Steel selanjutnya menugaskan PT Krakatau Baja Industri untuk untuk memasok food tray dengan skema kerja sama strategis, guna menghasilkan food tray yang lebih aman terhadap makanan. Produksi ini juga berkontribusi terhadap penyerapan baja domestik sesuai kebijakan hilirisasi industri dalam Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto,” ujar Akbar. Adapun kelebihan dari food tray produksi Krakatau Steel Group ini memiliki plat yang lebih tebal dengan menggunakan material yang aman (minyak nabati) dan kualitas bahan baku SUS 304. Selain itu, konstruksi food tray didesain sedemikian rupa sehingga memiliki kekakuan yang baik dan mampu menahan beban, dan dalam proses poduksi dari hulu ke hilir dijamin halal. Kolaborasi Industri untuk Hilirisasi Baja Produksi food tray dilakukan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Krakatau Baja Konstruksi, PT Welindo Mathotech Sukses, PT Sumber Karya Baja Utama dan PT Pakis Logam Perkasa yang bergerak di bidang manufaktur komponen logam, dies & jig fabrication, serta product engineering solution. Sementara itu, distribusi penjualan dikelola oleh PT Krakatau Niaga Indonesia.

Krakatau Steel Bangun Rumah Modular Tahan Gempa Default
Default
Jumat, 29 Agustus 2025 | 09:39 WIB

Krakatau Steel Bangun Rumah Modular Tahan Gempa

Cilegon, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/KS Group, sebagai produsen baja terkemuka di Indonesaia mendukung program Tentara Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke 125 Kodim 0623 Cilegon dengan membangun rumah modular tahan gempa di Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon. Proyek ini wujud komitmen Krakatau Steel dalam mendukung program pemerintah Indonesia dengan memberikan bantuan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus menunjukkan inovasi perusahaan dalam menyediakan solusi hunian yang aman dan efisien. Program bantuan penyerahan rumah layak huni diharapkan dapat memberikan sejumlah dampak positif dalam lingkup sosial bagi penerima bantuan, di antaranya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan perlindungan masyarakat dari risiko gempa di masa depan. Bagi Krakatau Steel, program ini menjadi simbol penguatan sinergitas antara Krakatau Steel Group dan Kodim 0623 Cilegon. Pada acara penutupan TMMD 125 yang juga dihadiri oleh Gubernur, Walikota, Kapolda, Pangdam serta pejabat daerah dan militer lainnya pada minggu lalu di Cilegon, Kepala Staf Angkatan Darat atau KASAD, Maruli Simanjuntak mengapresiasi segala bentuk kolaborasi strategis untuk kesejahteraan masyarakat. “Khususnya pembangunan infrastruktur dasar, termasuk rumah layak huni merupakan hal penting, dan TNI (Tentara Nasional Indonesia) mengapresiasi dukungan semua pihak dalam program TMMD," ujar Jenderal Maruli Simanjutak. Rumah tahan gempa yang dibangun menggunakan teknologi baja modular dikembangkan oleh PT Krakatau Baja Konstruksi atau KBK yang merupakan anak perusaan Krakatau Steel. Baja dikenal sebagai material yang kuat, tahan lama, dan memiliki fleksibilitas yang tinggi, menjadikannya pilihan ideal untuk konstruksi di daerah rawan gempa dan akses terbatas. Adapun keunggulan utama dari rumah modular di antaranya ketahanan terhadap gempa, di mana rangka baja modular mampu menyerap dan mendistribusikan energi gempa dengan lebih baik, sehingga struktur bangunan tetap kokoh. Kedua, waktu pengerjaan pembangunan yang cepat dan efisien, di mana sistem modular memungkinkan komponen rumah diproduksi di pabrik dan dirakit di lokasi dengan cepat. Sebagai contoh, pembangunan 1 unit rumah hanya membutuhkan waktu 14 hari, artinya waktu pengerjaan yang singkat tentunya berkontribusi pada efisiensi waktu dan penghematan biaya. Dan yang terakhir tentunya ramah Lingkungan, dikarenakan material baja dapat didaur ulang, menjadikannya pilihan material yang lebih berkelanjutan. "Krakatau Steel Group terus berkomitment untuk mendukung program pemerintah, khususnya inovasi dalam bidang industri baja. Untuk Rumah modular tahan gempa, dalam 3 tahun terakhir PTKS telah membangun serta menyumbangkan 108 unit rumah layak huni bagi masyarakat Cilegon" timpal Direktur Sumber Daya Manusia KS Group, Agus Nizar Vidiansyah dalam acara serah terima kunci rumah layak huni pada penutupan program TMMD.

Dukung Transformasi KS, Kemenko Perekonomian RI Sebut Industri Baja FPN Nasional
Nasional
Minggu, 20 Juli 2025 | 11:46 WIB

Dukung Transformasi KS, Kemenko Perekonomian RI Sebut Industri Baja FPN

Cilegon, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terima kunjungan kerja Asisten Deputi Pengembangan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Bidang Industri Manufaktur, Agro, Farmasi, dan Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Mochamad Edy Yusuf guna penguatan industri baja nasional, Kamis (17/7) lalu, di Saphire Meeting Room Hotel Royal Krakatau, Cilegon. Agenda ini meliputi tinjauan kondisi aktual, kebutuhan penguatan daya saing, serta prioritas investasi dan realisasi belanja modal atau capital expenditure atau Capex perusahaan. Menurut Mochamad Edy Yusuf, Industri baja bagian integral dari kelompok industri logam dasar yang memiliki peran strategis sebagai fondasi pembangunan nasional. "Kami memberikan atensi yang besar terhadap industri manufaktur khususnya baja karena kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi termasuk yg paling besar," ujar Yusuf. Tapi, ia turut menjelaskan di tengah potensi dan dampak ekonomi yang besar, tantangan struktural tetap membayangi. Industri baja kini menghadapi kondisi kelebihan kapasitas yang serius. Kondisi ini diperparah dengan ekspor besar-besaran dari Tiongkok, yang sering dijual dengan harga sangat rendah di pasar internasional. Merespon hal ini, ia mendukung langkah transformasi Krakatau Steel dan Group sebagai BUMN yang memegang peranan kunci sebagai produsen baja terintegrasi di Indonesia. “Penguatan industri baja nasional memerlukan dukungan kebijakan terintegrasi, perlindungan pasar, jaminan bahan baku, insentif investasi, serta kolaborasi seluruh pihak”, tuturnya. Upaya ini tidak hanya bertujuan mendorong peningkatan investasi di sektor hilir, jelasnya, tapi berkontribusi signifikan penyerapan lapangan kerja, sekaligus memperkuat ketahanan industri baja nasional secara berkelanjutan, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi. Sementara, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan menyampaikan, perseroan saat ini sudah mulai menunjukkan sejumlah perbaikan dan titik terang, terlebih pasca diumumkan secara resmi bahwa Krakatau Steel tergabung di dalam holding Danantara Indonesia. "Kehadiran Danantara memberikan secercah harapan untuk Perseroan, karena Krakatau Steel dikategorikan sebagai salah satu industri strategis nasional yang memiliki fungsi kemandirian dan ketahanan bangsa," kata Akbar. Ia berharap kunjungan ini menghasilkan rekomendasi nyata dan sinergi semua pihak dalam memperluas kapasitas produksi Krakatau Steel dan Group, meningkatkan investasi dan menjadikan industri baja sebagai pilar pembangunan ekonomi nasional yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan.

Krakatau Steel Perkuat Posisi Kembangkan Potensi Kerja Sama Strategis Nasional
Nasional
Senin, 14 Juli 2025 | 07:42 WIB

Krakatau Steel Perkuat Posisi Kembangkan Potensi Kerja Sama Strategis

antidumping, maupun kebijakan yang berpihak pada pengembangan industri baja nasional,” tegas Akbar. Menutup pernyataannya Akbar menyebutkan, Krakatau Steel hingga saat ini sudah melakukan transformasi yang masif, restrukturisasi yang saat ini dilanjutkan bersama Danantara, melakukan perbaikan kinerja di mana target ke depan Krakatau Steel dapat mengoptimalkan produksi hingga 3 juta ton per tahun.

Krakatau Steel Tunjukkan Optimisme Songsong 2025 Bersama Danantara Nasional
Nasional
Jumat, 27 Juni 2025 | 08:23 WIB

Krakatau Steel Tunjukkan Optimisme Songsong 2025 Bersama Danantara

Haryo Bimo sebagai Komisaris. Selain itu, RUPS Tahun Buku 2024 ini disahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, Persetujuan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta pengesahan Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil atau PUMK, menyetujui penetapan tantiem/insentif kinerja/insentif khusus tahun buku 2024 termasuk gaji/honorarium Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.