Kritis

Sorotan terbaru dari Tag # Kritis

MIND ID di Pusat Ekosistem, Transisi Energi Butuh Mineral Kritis Nasional
Nasional
Senin, 02 Maret 2026 | 11:37 WIB

MIND ID di Pusat Ekosistem, Transisi Energi Butuh Mineral Kritis

Jakarta, katakabar.com -Percepatan transisi energi nasional seperti tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) tempatkan sektor mineral dan batubara fondasi penting mendukung pengembangan energi bersih. Sekertaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Yudha menegaskan, peningkatan porsi energi surya dan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) ke depan tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan mineral kritis yang menjadi komponen utama sistem energi masa depan. “Kalau kita melihat peta transisi energi dalam PP KEN, energi surya akan mempunyai porsi sangat besar, PLTN juga signifikan pada 2060. Dengan begitu, mineral-mineral untuk baterai dan komponen pendukungnya ada di sektor Minerba. Itu mendukung langsung transisi energi,” jelas Satya. Kata Satya, keterkaitan antara kebijakan energi nasional dan sektor minerba bersifat dua arah. Di satu sisi, mineral kritis seperti nikel, bauksit, tembaga hingga material ikutan menjadi bahan baku utama teknologi energi bersih. Di sisi lain, proses hilirisasi di sektor minerba sendiri membutuhkan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan. “Smelter tidak mungkin berjalan tanpa listrik, apalagi ke depan kita berbicara listrik yang lebih hijau dan sustainable. Jadi sektor energi dan minerba ini saling menopang,” ucap Satya. Ia menimpali, skenario KEN terbaru, transisi energi tidak hanya berbicara mengenai bauran pembangkit, tetapi juga kesiapan rantai pasok mineral yang menopang teknologi energi bersih. Peningkatan kapasitas pembangkit energi surya, pengembangan PLTN, hingga sistem penyimpanan energi akan meningkatkan kebutuhan terhadap mineral strategis yang selama ini dikelola sektor pertambangan nasional. “Agenda kita adalah agenda transisi. Kalau energi surya porsinya besar, kalau PLTN masuk signifikan, maka kebutuhan mineral untuk baterai, kabel, komponen listrik, itu otomatis meningkat. Artinya sektor Minerba berada di jantung ekosistem transisi,” terangnya. Pada konteks tersebut, peran holding industri pertambangan seperti MIND ID menjadi krusial. Sebagai entitas yang membawahi sejumlah BUMN tambang strategis, MIND ID dinilai memiliki posisi sentral dalam memastikan ketersediaan dan pengolahan mineral kritis guna mendukung transformasi energi nasional. Satya menegaskan, keberhasilan kebijakan energi nasional tidak bisa dilepaskan dari kesiapan industri dalam menyediakan bahan baku strategis sekaligus menjalankan hilirisasi bernilai tambah. “Sehebat apa pun skenario energi nasional, itu tidak lepas dari supply dan demand. Siapa yang men-supply? Siapa yang memakai? Industri adalah pengguna energi terbesar sekaligus penyedia bahan baku penting bagi transisi. Karena itu kolaborasi antara pembuat kebijakan dan pelaku industri menjadi sangat penting,” bebernya. Menurutnya, Dewan Energi Nasional berperan merumuskan arah kebijakan, sementara implementasinya bergantung pada sinergi lintas sektor, termasuk industri minerba. Dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan komitmen menuju net zero emission 2060, penguatan ekosistem mineral kritis menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi ketahanan energi nasional. “Transisi energi ini bukan hanya soal mengganti sumber energi, tetapi juga membangun fondasi industrinya. Dan di situlah peran sektor Minerba, termasuk MIND ID, menjadi strategis,” imbuh Satya.

Risiko Koreksi Bitcoin Membesar, Investor Pantau Level Kritis US$79.600 Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 05 Desember 2025 | 09:33 WIB

Risiko Koreksi Bitcoin Membesar, Investor Pantau Level Kritis US$79.600

Jakarta, katakabar.com - Menurut analisis terbaru, harga Bitcoin (BTC) saat ini berada kondisi cukup rentan. BTC berisiko besar jatuh ke bawah level psikologis US$ 80.000 apabila gagal merebut kembali area resistance krusial di sekitar US$ 90.300. Tekanan yang terjadi kali ini bukan lagi semata-mata berasal dari likuidasi posisi leverage, melainkan dari tekanan jual riil yang datang dari pasar spot. Ini menandakan bahwa sebagian investor mulai melakukan aksi ambil untung secara nyata, bukan sekadar efek volatilitas jangka pendek. Data on-chain menunjukkan bahwa sekitar 15.924 BTC dengan nilai mendekati US$ 1,43 miliar mengalir masuk ke berbagai exchange dalam kurun waktu lima hari terakhir. Arus masuk dalam jumlah besar ke bursa sering kali menjadi sinyal bahwa pelaku pasar bersiap untuk menjual asetnya. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor setelah reli panjang yang sebelumnya membawa Bitcoin ke area harga yang lebih tinggi. Tekanan jual dari sisi spot ini juga memperkuat pandangan bahwa pasar tengah memasuki fase konsolidasi, bahkan berpotensi berlanjut pada koreksi lebih dalam. Secara teknikal, struktur support utama Bitcoin saat ini berada di kisaran US$ 89.600 hingga US$ 79.500. Di dalam area tersebut, terdapat target Fibonacci yang mengarah ke level US$ 79.600 sebagai zona support penting berikutnya. Jika level ini tidak mampu dipertahankan, maka area di bawah US$ 80.000 berpotensi menjadi zona “bottom” sementara yang baru. Artinya, tanpa adanya pemulihan cepat yang disertai dengan dorongan beli baru yang kuat, Bitcoin sangat mungkin mengalami penurunan lebih lanjut, bahkan menembus batas psikologis yang selama ini cukup kuat dijaga pasar. Situasi ini membuat banyak analis menilai bahwa pasar kripto sedang berada di fase krusial. Di satu sisi, masih ada optimisme jangka panjang terhadap adopsi aset digital. Namun di sisi lain, kondisi makro global, pergerakan suku bunga, serta penguatan dolar AS tetap menjadi faktor eksternal yang bisa menekan harga kripto dalam jangka pendek. Ketidakmampuan Bitcoin untuk segera kembali di atas US$ 90.300 akan memperkuat sentimen negatif dan membuka peluang koreksi lanjutan. Di tengah dinamika pasar yang semakin kompleks ini, investor membutuhkan akses informasi yang cepat, akurat, dan terintegrasi. Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek langsung melalui aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di aset kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan tepat untuk memulai sekaligus mengeksplor berbagai koin kripto lainnya. Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang terpercaya serta aman, sehingga cocok digunakan baik oleh investor pemula maupun yang sudah berpengalaman. Bagi investor yang baru memulai, tidak perlu khawatir soal keamanan. Hanya di aplikasi ini, aset kamu mendapatkan proteksi dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas, yang memberikan lapisan keamanan ekstra dalam berinvestasi aset digital. Selain itu, Nanovest juga telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga aspek legalitas dan perlindungan investor terjamin. Untuk informasi lebih lengkap mengenai fitur dan layanan Nanovest, kamu dapat mengunjungi situs resmi mereka di www.nanovest.io. Bagi para penggiat investasi yang ingin mulai menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store, sehingga dapat diakses dengan mudah kapan saja dan di mana saja.

DPW PWMOI Riau Konsolidasi di Kepulauan Meranti, Ini Bentuk Tanggungjawab dan Kritis Konstruktif Riau
Riau
Minggu, 02 November 2025 | 10:48 WIB

DPW PWMOI Riau Konsolidasi di Kepulauan Meranti, Ini Bentuk Tanggungjawab dan Kritis Konstruktif

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Tim Konsolidasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perwakilan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Provinsi Riau kesekian kali gelar konsolidasi di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PWMOI Kepulauan Meranti. Ketua DPW PWMOI Provinsi Riau, H. Rio Kasairy yang diwakili Bendahara DPW PWMOI, Nurhayati didampingi Humas DPW PWMOI Riau, Hendra Saputra serta Sadrial selaku Sekretaris Bidang OKK DPW PWMOI Riau ucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat antusias kedatangan Tim Konsolidasi DPW PWMOI Riau oleh DPD PWMOI Meranti di Kepulauan Meranti ini. "Harapannya bendera PWMOI di Kepulauan Meranti bisa berkibar kembali untuk periode keduanya," ujar Nurhayati di caffe Hashtag Kota Meranti, Sabtu (1/11) malam. Sekretaris Bidang OKK DPW PWMOI Riau, Sadrial, mengatakan konsolidasi ini untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi DPW dengan DPD PWMOI menjelang pelantikan DPW, DPD PWMOI se Provinsi Riau di bulan Desember 2025 nanti. Di konsolidasi tadi, banyak hal yang dibahas, di mana intinya untuk periode sekarang DPW PWMOI sedikit berbeda dengan periode sebelumnya. "Periode ini kita akan sedikit kritis, tapi tetap bersifat konstruktif atau kritik membangun, tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas Sadrial. Di kegiatan sama, calon ketua DPD PWMOI Kepulauan Meranti, Edi Saputra Hasibuan ucapkan selamat datang Tim Konsolidasi DPW PWMOI Riau di Kabupaten Kepulauan Meranti. Semoga dengan adanya konsolidasi ini, dapat menjalin komunikasi yang baik, serta silaturahmi antara DPW dengan DPD dapat terus terjalin dengan baik," ujar Hasibuan sapaan akrabnya. Kita sepakat dengan apa yang disampaikan Sekretaris Bidang OKK tadi, kita (PWMOI) akan bersikap kritis yang bersifat konstruktif atau membangun, tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku.