KS

Sorotan terbaru dari Tag # KS

Perkuat Sinergi Strategis: KS Akselerasi Hilirisasi dan Jaga Kedaulatan Baja Nasional Nasional
Nasional
Jumat, 17 April 2026 | 15:10 WIB

Perkuat Sinergi Strategis: KS Akselerasi Hilirisasi dan Jaga Kedaulatan Baja Nasional

Cilegon, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group (KRAS) pertegas perannya sebagai tulang punggung industri baja nasional melalui penguatan sinergi strategis dengan pemerintah. Hal ini ditandai dengan kunjungan lapangan Dewan Pertahanan Nasional (DPN) dan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) ke fasilitas operasional Krakatau Steel Group di Cilegon, Selasa (14/4) lalu. Kunjungan kerja ini dilakukan sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya guna meninjau secara langsung progres fasilitas produksi di Pabrik Hot Strip Mill (HSM), Cold Rolling Mill (CRM), serta operasional PT Krakatau Bandar Samudera/Krakatau International Port. Deputi Bidang Geoekonomi DPN, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., menyampaikan kegiatan ini tindak lanjut koordinasi strategis antara pemerintah dan Krakatau Steel dalam memastikan kesiapan industri baja nasional mendukung agenda hilirisasi yang diarahkan Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto. “Kami melihat Krakatau Steel memiliki peran penting dalam mendukung penguatan industri nasional melalui hilirisasi. Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku industri, kami optimistis pengembangan industri baja ke depan akan semakin kuat dan terintegrasi,” ujarnya. Selain potensi pengembangan, DPN menyoroti tantangan berat yang dihadapi industri baja nasional akibat tekanan produk impor murah yang terindikasi dumping. Kondisi ini dinilai dapat menghambat pertumbuhan industri strategis dalam negeri. Lantaran itu, Dr. Yayat, menekankan perlunya dukungan nyata dari sisi regulasi. “Diperlukan keberpihakan kebijakan, termasuk penguatan instrumen anti-dumping serta dukungan penuh terhadap penggunaan produk dalam negeri agar industri baja kita tetap berdaya saing,” jelasnya. Krakatau Steel Siap Akselerasi Transformasi Direktur Infrastruktur dan Operasi Krakatau Steel, Sidik Darusulistyo, menegaskan kesiapan Perseroan dalam mendukung hilirisasi melalui penguatan operasional dan integrasi bisnis. “Kami terus meningkatkan kinerja produksi sekaligus menyiapkan penguatan sektor hulu untuk menciptakan rantai industri baja yang lebih terintegrasi dan berdaya saing,” jelas Sidik," terangny. Ia menambahkan langkah strategis ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita untuk mendorong kemandirian industri berbasis sumber daya domestik," terangnya. Krakatau Steel di bawah pimpinan Direktur Utama, Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman IISIA dan ALFI/ILFA menyatakan optimistis dalam sinergi dengan pemerintah akan memperkuat posisi perseroan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Dukungan Negara untuk Integrasi Hulu–Hilir Deputi Bidang Geoekonomi DPN, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., ucapkan apresiasinya dan menyebut Krakatau Steel sebagai kebanggaan industri nasional. Ia menegaskan peran strategis Perseroan dalam mendukung agenda hilirisasi nasional yang diarahkan Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto. “Kami melihat potensi besar Krakatau Steel untuk berkembang lebih jauh melalui penguatan lini hulu, termasuk pengolahan bijih besi dan nikel menjadi produk hilir bernilai tambah seperti stainless steel,” ulas Dr. Yayat Selain potensi pengembangan, DPN menyoroti tantangan berat yang dihadapi industri baja nasional akibat tekanan produk impor murah yang terindikasi dumping. Kondisi ini dinilai dapat menghambat pertumbuhan industri strategis dalam negeri. Oleh karena itu, Dr. Yayat menekankan perlunya dukungan nyata dari sisi regulasi. “Diperlukan keberpihakan kebijakan, termasuk penguatan instrumen anti-dumping serta dukungan penuh terhadap penggunaan produk dalam negeri agar industri baja kita tetap berdaya saing,” bebernya. Krakatau Steel Siap Akselerasi Transformasi Direktur Infrastruktur dan Operasi Krakatau Steel, Sidik Darusulistyo, menegaskan kesiapan Perseroan dalam mendukung hilirisasi melalui penguatan operasional dan integrasi bisnis. “Kami terus meningkatkan kinerja produksi sekaligus menyiapkan penguatan sektor hulu untuk menciptakan rantai industri baja yang lebih terintegrasi dan berdaya saing,” jelas Sidik. Langkah strategis ini, imbuhnya, sejalan dengan visi besar Presiden RI, H Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita untuk mendorong kemandirian industri berbasis sumber daya domestik.

Kras Reborn: Strategi Baru Krakatau Steel Perkokoh Fondasi Organisasi Nasional
Nasional
Jumat, 13 Maret 2026 | 07:00 WIB

Kras Reborn: Strategi Baru Krakatau Steel Perkokoh Fondasi Organisasi

Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) secara resmi perkenalkan strategi transformasi terbaru bertajuk KRAS Reborn. Inisiatif ini langkah visioner perusahaan untuk mengonversi dinamika volatilitas global dan disrupsi teknologi menjadi peluang pertumbuhan yang berkelanjutan. Strategi ini menandai fase krusial bagi perusahaan untuk beranjak dari sekadar bertahan menuju ambisi besar menjadi pemimpin industri baja yang tangguh di kancah global. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menegaskan momentum ini titik balik krusial bagi Perseroan. "Kita harus menyadari bahwa Krakatau Steel tidak pernah kehilangan kekuatannya, hari ini kita sedang membangkitkan kesadaran kolektif atas kapabilitas besar yang selama ini terpendam. Melalui Kras Reborn, kita secara resmi meninggalkan pola pikir bertahan dan mulai melangkah dengan mentalitas juara yang berlandaskan pada kolaborasi tanpa batas serta standar kualitas kelas dunia," tegas Dr. Akbar Djohan, yang menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Framework REBORN: Arsitektur Transformasi Krakatau Steel Strategi Kras Reborn memposisikan energi organisasi dan ketangguhan mental talenta sebagai fondasi utama. Melalui sinergi Resilient Mindset dan Execution Excellence, setiap insan perusahaan dipacu untuk menghasilkan kinerja optimal di tengah dinamika industri. Transformasi ini merevolusi SDM menjadi Business-Driven People yang didukung penuh oleh kelincahan organisasi (Organizational Agility). Dengan menjadikan Renewal through Innovation sebagai motor penggerak, seluruh upaya ini bermuara pada satu visi kolektif: mewujudkan Krakatau Steel sebagai National Pride with Global Standards melalui pencapaian KPI yang terukur dan akuntabel. Akselerasi Budaya Kerja: Bangun Organisasi Adaptif dan Inovatif Langkah nyata percepatan transformasi ini telah dikukuhkan dalam agenda strategis bertajuk “Strategi Navigasi Transformasi: Dari Survival Mode Menuju Reborn” yang berlangsung pada 26 hingga 27 Februari 2026 di Gedung Pusdiklat Cilegon. Dalam arahannya, Direktur SDM Krakatau Steel, Suryantoro Waluyo, memaparkan bahwa esensi dari KRAS REBORN adalah sebuah intervensi energi organisasi yang menyeluruh. Fokus utamanya bukan sekadar peningkatan kompetensi teknis, melainkan penyelarasan aspek budaya kerja, ketangguhan mental, dan optimalisasi kinerja berbasis target yang terukur untuk memastikan setiap individu di dalam perusahaan bergerak sebagai mitra bisnis strategis yang berkontribusi langsung pada pendapatan perusahaan melalui pengaktifan Sense of Awareness, Sense of Belonging, dan Sense of Urgency. Satu Visi, Satu Kekuatan: Jemput Target Strategis 2026 Melalui KRAS Reborn, Perseroan menetapkan visi untuk mencapai target pendapatan konsolidasi sebesar USD 1,6 Miliar sebagaimana tertuang dalam RKAP 2026. Target ini bukan sekadar angka finansial, melainkan transformasi mentalitas menuju Reborn State yang mengedepankan ketangkasan dan kolaborasi lintas entitas antara holding dan anak perusahaan. Dengan fokus pada penyelesaian tugas yang berdampak langsung pada profitabilitas dan efisiensi, perusahaan berkomitmen untuk memastikan setiap insan Krakatau Steel menjadi penggerak utama dalam mewujudkan kebanggaan nasional berstandar dunia melalui pencapaian target strategis.

Tarif Baja Era Trump Tegaskan Baja Instrumen Geopolitik, KS Tangkap Peluang Penguatan ISN Internasional
Internasional
Rabu, 11 Maret 2026 | 21:42 WIB

Tarif Baja Era Trump Tegaskan Baja Instrumen Geopolitik, KS Tangkap Peluang Penguatan ISN

Jakarta, katakabar.com - Dinamika perdagangan global semakin menjadikan tarif baja sebagai instrumen geopolitik membuka peluang strategis bagi penguatan industri baja nasional. Bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbkp/Krakatau Steel Group erubahan ini menegaskan pentingnya baja sebagai komoditas strategis bernilai ekonomi tinggi sekaligus fondasi ketahanan industri. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan realitas global tersebut harus dibaca sebagai peluang untuk memperkuat fondasi industri baja nasional secara berkelanjutan. “Baja kini diakui secara global sebagai komoditas strategis yang menentukan ketahanan industri dan ekonomi suatu negara. Bagi Krakatau Steel, ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi sebagai industri baja nasional yang berdaya saing, efisien, dan mampu mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia,” kata Dr. Akbar Djohan yang menjabat Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Bagi Krakatau Steel Group, perubahan lanskap global ini mempertegas nilai strategis baja nasional sebagai tulang punggung pembangunan dan ketahanan ekonomi. Pergeseran dari rezim perdagangan netral menuju rezim berbasis kepentingan nasional menciptakan ruang bagi negara untuk memperkuat industri bajanya secara lebih terintegrasi. Dr. Akbar Djohan menjelaskan, penguatan industri baja nasional juga berperan penting dalam menjaga kepercayaan investor, karena menunjukkan adanya arah kebijakan yang konsisten dalam melindungi sektor strategis dari volatilitas geopolitik global. Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji dari Steel & Mining Insights, menimpali kebijakan tarif Amerika Serikat di era Presiden Donald Trump, termasuk ancaman terhadap negara-negara Eropa dan NATO terkait isu Greenland, menunjukkan perdagangan baja global tidak lagi sepenuhnya bergerak dalam logika pasar. Baja kini diposisikan sebagai instrumen kekuasaan dan keamanan nasional, sebuah realitas yang harus dibaca sebagai sinyal bisnis dan strategi jangka panjang bagi industri baja Indonesia. Widodo menilai kasus Greenland menandai babak baru dalam perdagangan global, di mana tarif digunakan sebagai alat tekanan politik, bukan lagi sekadar koreksi distorsi pasar. “Untuk pertama kalinya secara sangat terbuka, tarif tidak lagi dikaitkan dengan dumping atau lonjakan impor, tetapi dijadikan tuas untuk memengaruhi sikap politik negara lain. Dalam konteks ini, perdagangan telah bertransformasi menjadi bahasa kekuasaan,” terang Widodo. Menurutnya, akses pasar Amerika Serikat kini diperlakukan sebagai leverage strategis, bahkan untuk isu yang berada di luar domain perdagangan. Pergeseran ini mengaburkan batas antara kebijakan ekonomi, keamanan nasional, dan politik luar negeri. Pergeseran perdagangan baja global ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, khususnya memperkuat ketahanan ekonomi nasional, hilirisasi industri, dan kemandirian sektor strategis. Industri baja tidak lagi dapat diposisikan semata sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai instrumen kedaulatan ekonomi. Pada konteks ini, Krakatau Steel terus mendorong transformasi bisnis, efisiensi operasional, serta penguatan pasar domestik sebagai basis pertumbuhan jangka panjang. Strategi tersebut tidak hanya menjawab tantangan global, tetapi juga memastikan industri baja nasional menjadi bagian integral dari arsitektur ketahanan ekonomi Indonesia. Dengan dinamika global yang semakin menempatkan baja sebagai komoditas strategis, Krakatau Steel Group memandang penguatan industri baja nasional bukan sekadar respons defensif, melainkan peluang bisnis untuk membangun industri yang tangguh, bernilai tambah tinggi, dan relevan dalam peta kepentingan strategis global.

Dari Aceh hingga Makassar, Baja Modular KS Hadir Wujudkan Pemerataan Fasilitas Publik Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 10 Maret 2026 | 08:10 WIB

Dari Aceh hingga Makassar, Baja Modular KS Hadir Wujudkan Pemerataan Fasilitas Publik

Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) perkuat komitmen pembangunan nasional melalui inovasi infrastruktur baja modular yang cepat bangun dan adaptif. Langkah ini dirancang sebagai solusi konkret untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Indonesia secara luas. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menyampaikan transformasi produk baja modular merupakan manifestasi nyata keberpihakan perusahaan terhadap kepentingan publik. Menurutnya, baja modular bukan sekadar inovasi konstruksi, melainkan sebuah gerakan sosial (social movement) untuk menyediakan fasilitas fisik yang aman, layak, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. “Fokus kami melampaui aspek komersial. Kami berkomitmen memastikan teknologi baja nasional hadir sebagai solusi kemanusiaan sekaligus pilar pembangunan berkelanjutan,” ujar Dr. Akbar Djohan, sekaligus menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron dan Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Baja Modular: Inovasi Humanis Krakatau Steel untuk Negeri Bagi Krakatau Steel Group, baja bukan sekadar komoditas, melainkan solusi kemanusiaan yang nyata. Melalui teknologi modular yang cepat bangun, Perseroan mengawali tahun 2026 dengan aksi nyata di tiga titik strategis Indonesia. Langkah dimulai pada 2 Februari 2026 lalu di Sumatra Utara, melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengakselerasi program Makan Bergizi Gratis. Komitmen ini berlanjut ke Bener Meriah, Aceh pada 12 Februari, di mana Klinik Darurat Waskita hadir sebagai respons cepat bagi warga terdampak banjir bandang. Perjalanan ini kemudian mencapai Makassar pada 18 Februari dengan tuntasnya SPPG Modular di Universitas Hasanuddin. Rangkaian proyek ini membuktikan di tangan Krakatau Steel, kekuatan baja telah bertransformasi menjadi infrastruktur pelayanan publik yang adaptif, aman, dan sepenuhnya berpihak pada kesejahteraan rakyat. Inovasi Hijau untuk Masa Depan Berkelanjutan Baja modular Krakatau Steel bukan sekadar soal kecepatan, melainkan manifestasi konstruksi masa depan yang ramah lingkungan. Melalui optimalisasi material yang minim limbah, tahan lama, dan fleksibel untuk dipindahkan, inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan pembangunan hijau di Indonesia. Langkah strategis ini selaras dengan agenda nasional pembangunan berkelanjutan yang tertuang dalam visi Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto. Dengan memadukan efisiensi industri dan pelestarian lingkungan, Krakatau Steel memastikan setiap infrastruktur yang dibangun hari ini adalah warisan yang aman dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.