Kukuhkan Guru

Sorotan terbaru dari Tag # Kukuhkan Guru

Jawab Tantangan AI di Dunia Akuntansi, BU Kukuhkan Guru Besar Bidang Ilmu Akuntansi Default
Default
Jumat, 18 Juli 2025 | 14:06 WIB

Jawab Tantangan AI di Dunia Akuntansi, BU Kukuhkan Guru Besar Bidang Ilmu Akuntansi

Jakarta, katakabar.com - Binus University kembali buktikan dedikasi, dan komitmen pengembangan ilmu pengetahuan dengan mengukuhkan Guru Besar tetap di bidang Ilmu Akuntansi, Prof. Ang Swat Lin Lindawati, S.E., M.Com (Hons)., Ph.D. Di kegiatan yang berlangsung di Auditorium Binus @Kemanggisan, Prof. Linda menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Ketika Angka Kehilangan Makna: Merumuskan Ulang Hakikat Akuntansi di Era AI untuk Indonesia Emas 2045". Pada orasinya, Prof. Linda mengajak seluruh pemangku kepentingan dunia akuntansi, baik di ranah akademik, profesi, maupun industri untuk menyadari peran akuntansi bukan semata-mata mengelola angka, tapi menjadi penjaga nilai, akuntabilitas, dan etika dalam era disrupsi teknologi yang kian kompleks. “Ketika angka kehilangan makna karena dikendalikan oleh sistem otomatis dan algoritma kecerdasan buatan, maka akuntan masa depan harus menjadi penjaga integritas, bukan hanya pelapor data. Akuntansi harus kembali ke hakikatnya membangun kepercayaan, menegakkan transparansi, dan menciptakan nilai bagi masyarakat luas,” ujar Prof. Linda dalam pidatonya. Melalui riset dan pengamatannya, Prof. Linda menyoroti bagaimana transformasi digital dan kemunculan Artificial Intelligence atau AI telah menggeser peran manusia dalam proses pelaporan keuangan dan pengambilan keputusan. Hal ini menuntut dunia pendidikan akuntansi untuk tidak hanya fokus pada aspek teknis, tapi pada pembentukan karakter dan penguatan nilai etis. Sebagai seorang akademisi sekaligus praktisi yang telah aktif dalam pengembangan ilmu akuntansi baik di dalam maupun luar negeri, Prof. Linda juga menekankan bahwa Indonesia membutuhkan akuntan yang tidak hanya andal dalam keterampilan teknis, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial serta kesadaran akan tanggung jawab kebangsaan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.