Permintaan Baja Diprediksi Naik Selepas Lebaran, Kontraktor Mulai Berburu Stok Material Nasional
Nasional
Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:10 WIB

Permintaan Baja Diprediksi Naik Selepas Lebaran, Kontraktor Mulai Berburu Stok Material

Jakarta, katakabar.com - Setiap tahun, periode selepas lebaran sering menjadi momentum meningkatnya aktivitas pembangunan di berbagai sektor industri. Banyak proyek konstruksi yang sebelumnya berjalan lebih lambat selama bulan Ramadhan kembali bergerak dengan cepat setelah masa libur Lebaran berakhir. Situasi ini tidak hanya terlihat pada proyek pembangunan skala besar, tetapi juga pada berbagai proyek fasilitas industri seperti gudang logistik, workshop produksi, hingga renovasi area operasional pabrik. Ketika aktivitas bisnis mulai kembali normal, perusahaan biasanya ingin memastikan bahwa infrastruktur operasional mereka siap digunakan untuk mendukung peningkatan aktivitas produksi maupun distribusi. Tidak heran jika permintaan terhadap material konstruksi, terutama material berbasis baja, sering kali meningkat dalam periode ini. Banyak kontraktor bahkan mulai mengamankan stok material sebelum Lebaran agar proyek dapat langsung berjalan ketika aktivitas kerja kembali dimulai. Libur panjang Lebaran sering menjadi titik jeda bagi banyak proyek pembangunan. Aktivitas di lapangan biasanya dihentikan sementara karena sebagian besar tenaga kerja mengambil cuti untuk merayakan hari raya bersama keluarga. Setelah periode libur berakhir, aktivitas proyek sering kembali berjalan dengan intensitas yang lebih tinggi. Banyak perusahaan memanfaatkan momentum ini untuk memulai proyek baru atau melanjutkan pembangunan yang sempat tertunda. Di sektor industri, proyek yang sering dimulai setelah Lebaran antara lain pembangunan gudang penyimpanan, renovasi fasilitas produksi, serta pengembangan area distribusi. Infrastruktur tersebut menjadi sangat penting untuk mendukung aktivitas bisnis yang biasanya meningkat setelah masa libur. Ketika banyak proyek berjalan hampir bersamaan, kebutuhan material konstruksi pun meningkat secara signifikan. Dalam berbagai proyek konstruksi industri, material baja masih menjadi pilihan utama karena memiliki kekuatan struktur yang tinggi serta daya tahan yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan. Material berbasis baja juga dikenal fleksibel untuk berbagai kebutuhan konstruksi. Banyak komponen dapat digunakan untuk berbagai fungsi, mulai dari struktur bangunan hingga kebutuhan fabrikasi industri. Karena alasan tersebut, berbagai jenis material baja hampir selalu menjadi bagian penting dari proyek pembangunan gudang, workshop, hingga fasilitas produksi. Beberapa material yang sering digunakan antara lain hollow galvanis, besi CNP, pipa baja, serta berbagai jenis plat logam. Material tersebut memiliki peran yang berbeda-beda dalam konstruksi bangunan, tetapi semuanya memiliki satu kesamaan: mampu mendukung proses pembangunan yang efisien dan kuat secara struktural. Strategi Kontraktor Amankan Material Lebih Awal Menghadapi potensi meningkatnya permintaan material setelah Lebaran, banyak kontraktor memilih untuk mengamankan kebutuhan material mereka lebih awal. Langkah ini biasanya dilakukan untuk menghindari beberapa risiko yang dapat menghambat jalannya proyek. Salah satu risiko yang sering terjadi adalah keterlambatan pasokan material. Ketika banyak proyek memesan material pada waktu yang hampir bersamaan, distributor sering harus menyesuaikan kapasitas pengiriman mereka. Selain itu, fluktuasi harga material juga menjadi pertimbangan bagi kontraktor. Dengan membeli material lebih awal, biaya proyek dapat direncanakan dengan lebih stabil. Strategi ini juga membantu memastikan bahwa proyek dapat langsung berjalan tanpa harus menunggu pengiriman material ketika pekerjaan di lapangan dimulai kembali. Salah satu jenis proyek yang sering mengalami peningkatan setelah Lebaran adalah pembangunan fasilitas logistik. Gudang penyimpanan, pusat distribusi, hingga area loading barang sering menjadi fokus pembangunan karena berkaitan langsung dengan aktivitas bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan sektor distribusi dan logistik membuat kebutuhan akan fasilitas penyimpanan semakin meningkat. Banyak perusahaan memperluas kapasitas gudang mereka untuk mengakomodasi peningkatan volume barang. Proyek-proyek tersebut biasanya membutuhkan berbagai jenis material baja untuk mendukung struktur bangunan serta fasilitas operasional di dalamnya. Pentingnya Distributor Material Stabil Ketika permintaan material meningkat, kontraktor biasanya lebih selektif dalam memilih distributor yang dapat menyediakan produk secara konsisten. Distributor dengan ketersediaan stok yang lengkap dapat membantu kontraktor menjaga kelancaran proyek mereka. Selain itu, kualitas material juga menjadi faktor yang sangat penting karena akan mempengaruhi daya tahan bangunan dalam jangka panjang. Dengan dukungan pasokan material yang stabil, kontraktor dapat memastikan bahwa proyek pembangunan berjalan sesuai jadwal tanpa kendala berarti.

BRI Finance Perkokoh Manajemen Risiko, Jaga NPF Tetap Batas Aman Pasca Lebaran Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 27 Maret 2026 | 22:01 WIB

BRI Finance Perkokoh Manajemen Risiko, Jaga NPF Tetap Batas Aman Pasca Lebaran

Jakarta, katakabar.com - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menegaskan komitmen menjaga kualitas portofolio pembiayaan tetap solid pasca perayaan Lebaran 2026. Perseroan memproyeksikan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) akan tetap terkendali dan berada dalam koridor risk appetite yang telah ditetapkan, seiring dengan terjaganya kemampuan bayar nasabah di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi musiman. Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, mengatakan momentum Lebaran secara konsisten menjadi katalis bagi perputaran ekonomi nasional, baik dari sisi konsumsi rumah tangga maupun aktivitas produktif masyarakat. Dinamika tersebut memberikan ruang yang positif terhadap profil risiko pembiayaan. “Kami melihat tren pasca Lebaran tetap kondusif. Rasio NPF diproyeksikan berada pada level yang sehat dan sejalan dengan strategi pengelolaan risiko perusahaan,” ujarnya. Untuk memastikan kualitas aset tetap terjaga, kata Wahyudi, BRI Finance terus memperkuat disiplin manajemen risiko secara end-to-end. Perseroan mengedepankan proses underwriting yang lebih prudent melalui pendalaman analisis terhadap profil risiko dan kapasitas finansial calon nasabah, serta mengakselerasi pemanfaatan sistem early warning guna mengidentifikasi potensi penurunan kualitas pembiayaan secara lebih dini. "Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas portofolio," jelasnya. Di sisi lain, sambungnya, BRI Finance juga mengintensifkan engagement dengan nasabah, khususnya dalam periode setelah Lebaran, melalui edukasi dan komunikasi proaktif guna mendorong kedisiplinan pembayaran. Dalam penanganan pembiayaan bermasalah, Perseroan tetap mengedepankan pendekatan yang persuasif dan berbasis solusi, dengan mempertimbangkan kondisi finansial masing-masing nasabah. Mengacu pada data internal terkini, posisi NPF BRI Finance masih berada dalam batas aman yang ditetapkan manajemen. Wahyudi menambahkan, kami terus mengedepankan pendekatan yang konstruktif dalam pengelolaan pembiayaan, sehingga stabilitas kualitas aset dapat terjaga sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sepanjang 2026.

Hadirkan Nuansa Lebaran di 18 Stasiun, LRT Jabodebek Ciptakan Pengalaman Perjalanan Lebih Hangat Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 22 Maret 2026 | 13:23 WIB

Hadirkan Nuansa Lebaran di 18 Stasiun, LRT Jabodebek Ciptakan Pengalaman Perjalanan Lebih Hangat

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek menghadirkan nuansa Lebaran 2026 di 18 stasiun dengan dekorasi tematik, dan busana muslim petugas untuk memberikan pengalaman perjalanan lebih hangat agar berkesan kepada masyarakat. Nuansa Idul Fitri 1447 Hijriah dihadirkan melalui berbagai elemen visual di area stasiun, seperti ornamen khas Lebaran berupa ketupat, dominasi warna hijau dan emas, serta dekorasi tematik lainnya yang menciptakan suasana kebersamaan dan memperkuat atmosfer Hari Raya di ruang publik transportasi. Selain itu, suasana Lebaran juga terasa dari sisi pelayanan. Sebanyak 243 petugas frontliner yang terdiri dari passenger service dan ticketing officer mengenakan busana muslim selama periode Idul Fitri. Kehadiran petugas dengan balutan busana tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat. Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan inisiatif ini bentuk komitmen LRT Jabodebek dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang tidak hanya nyaman secara operasional, tetapi relevan dengan momen yang dirasakan masyarakat. “Idul Fitri momen yang identik dengan kebersamaan dan kehangatan. Melalui hadirnya nuansa Lebaran di stasiun dan layanan kami, LRT Jabodebek ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih dari sekadar perpindahan, tetapi menjadi bagian dari suasana Hari Raya yang dirasakan masyarakat,” kata Radhitya. Selain di area stasiun, ujarnya, sentuhan Idul Fitri juga dihadirkan di dalam kereta melalui elemen visual dan informasi layanan yang disesuaikan dengan momentum Lebaran, sehingga menciptakan pengalaman perjalanan yang konsisten dari stasiun hingga di dalam kereta. Inisiatif ini menjadi bagian dari pendekatan layanan berbasis pengalaman (customer experience) yang terus dikembangkan oleh LRT Jabodebek, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran. LRT Jabodebek berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal, sekaligus mampu memberikan nilai tambah melalui pengalaman perjalanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Lintasarta Perkuat Infrastruktur AI dan Jaringan Nasional Cegah Lonjakan Trafik Digital Selama Lebaran Default
Default
Kamis, 19 Maret 2026 | 17:10 WIB

Lintasarta Perkuat Infrastruktur AI dan Jaringan Nasional Cegah Lonjakan Trafik Digital Selama Lebaran

Jakarta, katakabar.com - Antisipasi Lonjakan Trafik Digital Sepanjang Idul Fitri (lebaran), Lintasarta Perkuat Infrastruktur AI dan Jaringan Nasional Menyambut periode libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah, Lintasarta memastikan kesiapan penuh infrastruktur digital dan kecerdasan artifisial (AI) untuk menjaga keandalan layanan pelanggan di berbagai sektor strategis nasional. Sebagai Beyond AI Factory di bawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, Lintasarta memproyeksikan trafik jaringan akan meningkat sekitar 8–10% selama periode 18–25 Maret 2026, seiring melonjaknya aktivitas transaksi digital, mobilitas masyarakat, dan kebutuhan layanan berbasis teknologi menjelang akhir Ramadan hingga puncak Lebaran. Kesiapan ini menjadi penting karena periode Idulfitri merupakan salah satu momentum dengan intensitas aktivitas digital tertinggi dalam setahun. Layanan pada sektor keuangan, transportasi, ritel, distribusi, pariwisata, hingga layanan publik dituntut tetap berjalan stabil di tengah lonjakan trafik dan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap layanan digital yang cepat, aman, dan tanpa gangguan. Sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital nasional, Lintasarta terus memperkuat fondasi infrastruktur AI dan digital yang menopang operasional pelanggan enterprise di berbagai industri. Langkah ini sejalan dengan pendekatan Beyond Infrastructure, di mana Lintasarta tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga memastikan infrastruktur digital yang aman, andal, compliant, dan terintegrasi dengan kebutuhan operasional pelanggan Director dan Chief Telco Services Officer Lintasarta, Zulfi Hadi, mengatakan kesiapan infrastruktur digital yang andal menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran aktivitas bisnis dan layanan masyarakat selama periode Lebaran. “Lintasarta berkomitmen memastikan keandalan layanan digital bagi pelanggan, khususnya pada sektor yang sangat bergantung pada konektivitas jaringan dan keamanan data. Dengan kesiapan infrastruktur, sistem monitoring jaringan yang terintegrasi, serta dukungan tim operasional yang siaga selama periode Lebaran, kami ingin memastikan layanan pelanggan tetap berjalan optimal dan masyarakat Indonesia dapat menikmati layanan digital dengan lancar tanpa gangguan,” kata Zulfi. Untuk mengantisipasi lonjakan trafik tersebut, Lintasarta telah melakukan optimalisasi kapasitas jaringan dan mengoperasikan Network Operation Center (NOC) yang memantau infrastruktur layanan selama 24 jam penuh. Sebagai perusahaan dengan mayoritas pelanggan dari segmen business-to-business (B2B), Lintasarta menempatkan stabilitas layanan sebagai prioritas utama, terutama bagi pelanggan yang menjalankan sistemmission-critical selama libur nasional. Melalui NOC, Lintasarta melakukan monitoring dan analisis trafik jaringan secara real-time selama 24/7. Pendekatan ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi gangguan, sehingga mitigasi dan penanganan dapat dilakukan dengan cepat, terukur, dan terkoordinasi. Tidak hanya itu, Lintasarta juga menyiapkan penambahan kapasitas untuk pengendalian trafik guna memastikan distribusi trafik data tetap optimal di berbagai jalur konektivitas. Perusahaan turut menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi lonjakan trafik pada titik-titik tertentu selama periode puncak Lebaran. Di sisi operasional, tim teknis Lintasarta disiagakan di kantor pusat maupun regional seluruh Indonesia selama 24 jam guna memastikan setiap potensi gangguan dapat segera ditangani. Kesiapan ini diperkuat dengan koordinasi lintas fungsi agar kontinuitas layanan tetap terjaga di seluruh area operasional pelanggan. Kesiapan Lintasarta selama Idulfitri merupakan bagian dari pendekatan Beyond Infrastructure yang dikembangkan Lintasarta dalam mendukung transformasi digital pelanggan melalui integrasi solusi 4C (Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration). Pendekatan integrasi sosial ini dirancang untuk mendukung transformasi digital pelanggan secara end-to-end. Dengan model ini, Lintasarta tidak hanya menyediakan jaringan yang andal, tetapi juga menghadirkan dukungan cloud, perlindungan keamanan siber, serta solusi kolaborasi digital terintegrasi agar operasional bisnis pelanggan tetap aman, efisien, dan berkelanjutan selama periode libur panjang. Untuk memastikan pelanggan tetap memperoleh dukungan optimal selama libur Lebaran, Lintasarta juga menyiagakan layanan contact center 14052 serta virtual assistant Talita melalui situs resmi perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman layanan yang responsif dan mudah diakses kapan pun dibutuhkan pelanggan. Dengan kesiapan infrastruktur digital, penguatan sistem monitoring terintegrasi, serta dukungan tim operasional yang siaga penuh, Lintasarta menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan layanan digital bagi pelanggan di berbagai sektor strategis selama periode Idulfitri 1447 Hijriah. Lebih dari sekadar menjaga konektivitas, Lintasarta terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis transformasi digital nasional yang memastikan aktivitas bisnis dan layanan publik tetap berjalan dengan aman, stabil, dan berkelanjutan.

Sambut Arus Mudik Lebaran, Pelindo Multi Terminal Siagakan 15 Terminal Penumpang Sumut
Sumut
Kamis, 19 Maret 2026 | 07:03 WIB

Sambut Arus Mudik Lebaran, Pelindo Multi Terminal Siagakan 15 Terminal Penumpang

Medan, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, memastikan kesiapan layanan terminal penumpang di seluruh wilayah operasionalnya guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Pelindo Multi Terminal siagakan 15 terminal penumpang untuk menghadapi potensi peningkatan arus penumpang selama masa angkutan lebaran. Berbagai langkah kesiapan dilakukan mulai dari penguatan fasilitas terminal, penyiapan personel operasional, hingga pengaturan jalur pergerakan penumpang dan kendaraan guna memastikan proses pelayanan berjalan aman, tertib, dan lancar. Terminal penumpang yang dikelola tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yakni: Sumatera (Terminal Penumpang Sibolga, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Harapan, Sri Bintan Pura, Kijang), Jawa (Terminal Penumpang Tanjung Emas, Gresik, Gapura Surya Nusantara, Kalianget, Tanjung Wangi), Nusa Tenggara (Terminal Penumpang Gili Mas, Kedaro, Bima), Kalimantan (Terminal Penumpang Bandarmasih), serta Sulawesi (Terminal Penumpang Parepare). Direktur Operasi Pelindo Multi Terminal, Arif Rusman Yulianto, mengatakan, perusahaan terus berupaya memastikan pengalaman perjalanan masyarakat melalui terminal penumpang dapat berlangsung nyaman dan tertib selama periode Angkutan Lebaran. “Pelindo Multi Terminal telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan layanan terminal penumpang dapat berjalan optimal selama periode Angkutan Lebaran, mulai dari penguatan personel dan fasilitas di pelabuhan, peningkatan standar prosedur operasi, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di pelabuhan. Kami berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman dan aman selama menggunakan layanan transportasi laut,” kata Arif. Sebagai bagian dari upaya peningkatan kenyamanan bagi para penumpang, Pelindo Multi Terminal juga siapkan berbagai fasilitas pendukung di area terminal seperti ruang tunggu yang nyaman, area informasi, fasilitas keamanan, hingga akses jaringan gratis yang dapat dimanfaatkan oleh penumpang selama berada di terminal. “Momentum mudik Lebaran merupakan periode dengan mobilitas yang tinggi, karena itu kami terus berupaya memastikan seluruh layanan terminal penumpang yang kami kelola dapat memberikan kenyamanan serta keamanan bagi masyarakat selama melakukan perjalanan. Kami berharap masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman dengan penuh kebahagiaan, serta dapat kembali ke tempat aktivitasnya dengan selamat dan lancar,” jelas Arif.

Gegara Sabu Warga Balai Makam Lebaran di Bilik Penjara Polsek Mandau Hukrim
Hukrim
Rabu, 18 Maret 2026 | 08:10 WIB

Gegara Sabu Warga Balai Makam Lebaran di Bilik Penjara Polsek Mandau

Bathin Solapan, katakabar.com - Warga Jalan Pahlawan Gang Rengas Desa Balai Makam, Kecamatan Mandau belakangan diketahui bernama MU alias U 40 tahun lebaran di bilik penjara Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Mandau, Polres Bengkalis, gegara narkotika jenis sabu. Pelaku terduga penyalahgunaaan tindak pidana, setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan atau memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu ditangkap tim opsnal Reskrim Polsek Mandau, Senin (16/3) sekitar pukul 04.30 WIB. Menurut Kapolsek Mandau, Kompol Primadona C, melalui Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Damauli kepada wartawan, Selasa malam, pelaku ditangkap setelah dilakukan penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Mandau berkat informasi dari masyarakat, serta keterangan dari pelaku yang diamankan ianya mengakui benar telah melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu. "Modus pelaku melakukan tindak pidana tersebut diduga untuk diperjualbelikan kembali melihat jumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan pelaku," ujar Kasi Humas Polsek Mandau. Ditegaskan Betty, pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat adanya penyalahgunaan narkotika jenis sabu di kawasan Jalan Pahlawan, Desa Balai Makam, Kecamatan Bathin Solapan. Setelah mendapat informasi tim opsnal Reskrim Polsek Mandau melakukan penyelidikan, dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka. "Kini pelaku sudah dijebloskan ke dalam penjara Polsek Mandau guna proses lebih lanjut. Di mana barang bukti yang berhasil diamanakan, berupa dua bungkus plastik pack berisi diduga sabu, satu unit handphone merek OPPO Reno 11, dan satu unit sepeda motor Scoopy merah," jelasnya. Kepada tersangka, sambungnya, dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo pasal 609 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2026 tentang tentang penyesuaian pindana. Untuk itu, imbau Kasi Humas Polsek Mandau, Polres Bengkalis melalui Polsek Mandau berkomitmen untuk melakukan penegakan hukum secara cepat, tegas, profesional, dan tuntas. Bila masyarakat membutuhkan kehadiran petugas kepolisian segera hubungi Call Center 110.

Arus Mudik Lebaran, Pengiriman Hewan Peliharaan Via KAI Logistik Meningkat Serba Serbi
Serba Serbi
Rabu, 18 Maret 2026 | 07:12 WIB

Arus Mudik Lebaran, Pengiriman Hewan Peliharaan Via KAI Logistik Meningkat

Jakarta, katakabar.com - Memasuki periode puncak arus mudik Lebaran 2026, PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat adanya peningkatan pengiriman hewan peliharaan melalui layanan ritel KALOG Express. Peningkatan ini seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang turut membawa atau mengirimkan hewan kesayangan ke kampung halaman selama momentum Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri. Menurut Ayi, seiring semakin dekatnya periode Idul Fitri, KAI Logistik mencatat rerata pengiriman di minggu ketiga Ramadan mencapai sekitar 523 hewan peliharaan per hari, atau meningkat sekitar 7 persen dibandingkan rerata harian pada hari biasa, serta tumbuh sekitar 5 persen dibandingkan pada momen awal Ramadan. "Kondisi ini menunjukkan masyarakat mulai mempersiapkan perjalanan mudik sekaligus memastikan hewan peliharaan mereka dapat tetap bersama keluarga di kampung halaman atau tiba lebih dulu di kota tujuan," jelas Ayi. Dari sisi rute pengiriman, sejumlah kota menjadi tujuan favorit pengiriman hewan peliharaan, di antaranya Yogyakarta, Bandung, Purwokerto, dan Jakarta. Sedang, pengiriman banyak berasal dari beberapa kota di Jawa Timur seperti Tulungagung, Blitar, dan Jombang yang menjadi titik keberangkatan utama pengiriman hewan peliharaan melalui layanan KAI Logistik. Jika dibandingkan dengan periode angkutan Lebaran tahun sebelumnya, tren pengiriman tahun ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada periode Lebaran tahun lalu (21 Maret-11 April 2025), KAI Logistik mengangkut sebanyak 5.492 hewan peliharaan dengan rerata sekitar 250 hewan per hari. Sementara pada periode Ramadan tahun ini saja, rerata pengiriman telah mencapai lebih dari 500 hewan per hari, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan rerata pengiriman pada periode Lebaran sebelumnya. “Tren peningkatan pengiriman hewan peliharaan menjelang Idul Fitri tahun ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan KALOG Express. Kami memastikan setiap pengiriman dilakukan dengan standar penanganan khusus untuk menjaga keamanan dan kenyamanan hewan selama perjalanan,” ucap Ayi. Ia menambahkan KAI Logistik menerapkan prinsip animal welfare melalui pemeriksaan kondisi fisik awal, verifikasi kandang sesuai standar, penempatan di area bersirkulasi udara baik, serta pelabelan khusus “Live Animal” agar proses penanganan dilakukan lebih hati-hati oleh petugas. Selain itu, pemilik dianjurkan mempersiapkan hewan peliharaan sebelum perjalanan, seperti memberi makan sekitar 2 hingga 4 jam sebelum keberangkatan serta menyediakan wadah makan dan minum anti-tumpah di dalam kandang. Selama perjalanan, petugas memastikan posisi kandang tidak tertumpuk barang dan sirkulasi udara tetap terjaga. Adapun hewan yang dapat dikirimkan meliputi hewan domestik, seperti kucing, anjing, kelinci, burung, hamster, dan ikan hias, dengan estimasi waktu pengiriman sekitar satu hari mengikuti jadwal perjalanan kereta api serta biaya berkisar Rp100.000 hingga Rp250.000 tergantung ukuran hewan dan kandang. Secara kapasitas, KAI Logistik menyediakan sekitar 400 ton kapasitas angkutan pulang pergi untuk mendukung kebutuhan logistik selama periode angkutan Lebaran. Perusahaan optimis kapasitas tersebut masih mampu mengakomodasi peningkatan dan potensi lonjakan permintaan pengiriman barang. “Seluruh pengiriman akan libur beroperasi ke tujuan tertentu mulai 18 Maret, dan layanan KALOG Express akan kembali beroperasi secara normal pada 25 Maret 2026,” beber Ayi. “Melalui keunggulan moda transportasi kereta api yang memiliki jadwal pasti dan relatif minim hambatan lalu lintas, KAI Logistik berkomitmen menghadirkan layanan pengiriman hewan peliharaan yang aman, nyaman, dan terpercaya, khususnya pada momentum peningkatan pengiriman seperti periode Ramadan dan menjelang Idul Fitri,” tandas Ayi.

Pariwisata Malioboro Saat Ramadhan dan Lebaran: Tren Wisata Kota dan Alternatif Berbasis Komunitas Wisata
Wisata
Jumat, 13 Maret 2026 | 23:08 WIB

Pariwisata Malioboro Saat Ramadhan dan Lebaran: Tren Wisata Kota dan Alternatif Berbasis Komunitas

Yogyakarta, katakabar.com - Kawasan Malioboro kembali menjadi salah satu pusat aktivitas wisata di Yogyakarta selama periode Ramadhan 1447 Hijriah Tahun 2025 Masehi hingga libur Lebaran. Selain dikenal sebagai ikon wisata kota, kawasan ini juga menjadi titik pertemuan berbagai aktivitas budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif yang meningkat signifikan menjelang hari raya. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat periode libur Lebaran secara konsisten menjadi salah satu puncak kunjungan wisatawan ke wilayah ini. Data dari Dinas Pariwisata DIY menunjukkan bahwa pada masa libur Lebaran beberapa tahun terakhir, jumlah wisatawan yang datang ke Yogyakarta dapat mencapai ratusan ribu hingga lebih dari satu juta orang dalam satu periode liburan, dengan Malioboro menjadi salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi. Menurut Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, kawasan Malioboro memiliki daya tarik yang relatif stabil bagi wisatawan domestik sebab lokasinya yang strategis? serta keberadaan berbagai fasilitas wisata di sekitarnya. “Malioboro tetap menjadi magnet wisatawan ketika datang ke Yogyakarta, terutama saat musim libur panjang seperti Lebaran, karena kawasan ini mudah diakses dan memiliki banyak aktivitas wisata dalam satu area,” ujarnya lewat keterangan kepada media. Kurun beberapa tahun terakhir, kawasan Malioboro mengalami penataan yang cukup signifikan. Relokasi pedagang kaki lima ke Teras Malioboro serta pengaturan jalur pedestrian membuat kawasan ini lebih ramah bagi pejalan kaki. Wisatawan yang datang ke Malioboro umumnya melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki di sepanjang Jalan Malioboro, mengunjungi pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo, menikmati kuliner malam, hingga berfoto di titik-titik ikonik seperti Titik Nol Kilometer dan Tugu Yogyakarta. Selama bulan Ramadhan, kawasan ini juga memiliki suasana yang berbeda. Menjelang waktu berbuka puasa, sejumlah pedagang kuliner musiman muncul di sekitar Malioboro dan kawasan sekitarnya, menawarkan berbagai makanan tradisional yang menjadi bagian dari tradisi berbuka puasa masyarakat Yogyakarta. Di malam hari, aktivitas wisata biasanya berlanjut dengan wisata kuliner dan pertunjukan seni jalanan yang kerap muncul di sekitar kawasan tersebut. Tren Wisata Lebaran di Yogyakarta Selain Malioboro, wisatawan yang datang ke Yogyakarta pada periode Lebaran biasanya juga mengunjungi berbagai destinasi populer seperti kawasan Keraton Yogyakarta, Taman Sari, hingga desa wisata di wilayah Sleman dan Bantul. Terapi beberapa tahun terakhir, tren wisata di Yogyakarta juga mulai bergerak ke arah pengalaman yang lebih personal dan berbasis komunitas. Wisatawan tidak hanya mencari tempat wisata populer, tetapi juga kegiatan yang memberi pengalaman langsung dengan kehidupan masyarakat setempat. Salah satu bentuk wisata alternatif yang berkembang di Yogyakarta adalah wisata susur gang, yang memperkenalkan sisi kota melalui lorong-lorong kecil, kampung tua, dan cerita sejarah lokal. Beberapa komunitas yang aktif mengembangkan kegiatan ini antara lain: Gang-Gangan, yang mengajak peserta menjelajahi gang-gang kecil di pusat kota sambil mendengar cerita sejarah kawasan kampung. Mlampah Ziarah, yang memadukan perjalanan kaki dengan narasi sejarah tokoh dan situs budaya di Yogyakarta. Walk The Past, komunitas tur sejarah yang fokus pada kisah masa lalu kota melalui rute-rute bersejarah. Alon Mlampah, yang menawarkan tur jalan kaki santai untuk mengenal kehidupan masyarakat dan dinamika ruang kota. Kegiatan ini biasanya dilakukan dalam kelompok kecil sehingga peserta dapat lebih memahami cerita lokal yang jarang ditemukan dalam tur wisata konvensional. Selain tur sejarah, wisata berbasis komunitas juga berkembang melalui kegiatan eksplorasi kuliner lokal. Salah satu komunitas yang cukup aktif adalah Krida Kuliner, yang kerap mengadakan tur kuliner tradisional di berbagai sudut kota Yogyakarta. Kegiatan ini biasanya mengajak peserta mencicipi makanan khas lokal sekaligus mengenal cerita di balik warung atau pedagang legendaris. Bagi wisatawan yang datang saat libur Lebaran, kegiatan semacam ini dapat menjadi alternatif untuk menikmati kuliner Yogyakarta dengan pendekatan yang lebih kontekstual, sekaligus mendukung pelaku usaha kecil di tingkat lokal. Sebagai pusat wisata kota, kawasan Malioboro memiliki berbagai pilihan akomodasi, mulai dari hotel skala besar hingga penginapan kecil yang berada di sekitar pusat kota. Kedekatan kawasan ini dengan berbagai objek wisata utama membuat banyak wisatawan memilih menginap di area sekitar Malioboro agar lebih mudah menjangkau berbagai destinasi. Salah satu hotel yang berada di kawasan tersebut adalah Liberta Malioboro, yang menjadi salah satu opsi akomodasi di sekitar pusat wisata kota dengan akses yang relatif dekat ke Malioboro, Stasiun Tugu, serta sejumlah destinasi budaya di Yogyakarta. Meski kunjungan wisatawan meningkat setiap tahun, sejumlah pihak menilai pentingnya pengelolaan pariwisata kota yang tetap memperhatikan kenyamanan ruang publik dan keberlanjutan budaya lokal. Pengembangan wisata berbasis komunitas, seperti tur susur gang dan eksplorasi kuliner tradisional, dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas pengalaman wisata sekaligus menyebarkan manfaat ekonomi ke berbagai kampung di Yogyakarta.

Penyelamat di Masa Puncak: Mulia Box Jamin Stok Ready-to-Go Saat Pesanan Lebaran Membludak Nasional
Nasional
Jumat, 13 Maret 2026 | 22:06 WIB

Penyelamat di Masa Puncak: Mulia Box Jamin Stok Ready-to-Go Saat Pesanan Lebaran Membludak

Bandung, katakabar.com - Di balik keriuhan pesanan hampers yang membanjiri para pelaku usaha menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masegi, terselip sebuah kekhawatiran nyata kehabisan kemasan di tengah jalan. Saat permintaan pelanggan sedang tinggi-tingginya, keterlambatan suplai kotak bisa menjadi mimpi buruk bagi kelangsungan bisnis. Memahami situasi kritis tersebut, Mulia Box hadir sebagai mitra sigap dengan menjamin ketersediaan stok Ready-to-Go untuk mendukung kelancaran operasional para pengusaha. Momen menjelang Lebaran adalah waktu di mana kecepatan menjadi segalanya. Banyak pemilik brand lokal seringkali terjebak dalam situasi di mana stok kemasan habis lebih cepat dari perkiraan, sementara vendor lain memerlukan waktu produksi yang lama. Mulia Box memecah kebuntuan ini dengan menyediakan sistem pembelian satuan yang bisa langsung didapatkan tanpa harus menunggu proses pre-order. "Kami sering melihat kepanikan para pengusaha kuliner atau fashion ketika pesanan mereka membludak tapi kotak habis. Di saat itulah kami hadir. Kami ingin menjadi sandaran yang bisa diandalkan, sehingga mereka bisa fokus pada kualitas produknya tanpa perlu pusing memikirkan kemasan yang belum tersedia," ujar Martha Meilita, Owner Mulia Box. Meskipun tersedia secara cepat, kualitas tetap menjadi prioritas utama. Menggunakan material corrugated (karton gelombang) yang terbukti kokoh, kotak dari Mulia Box mampu menahan beban hantaran dengan aman. Kekuatan material ini sudah dibuktikan oleh puluhan brand besar yang telah melakukan custom box Lebaran di Mulia Box. Selain kuat, desain yang ditawarkan pun eksklusif dan modern, memberikan karakter kuat pada paket hantaran tanpa terlihat membosankan. Bagi para pelaku usaha yang membutuhkan solusi cepat di masa kritis, stok Ready-to-Go kami kini dapat dibeli langsung di gudang produksi kami bagi pelanggan yang ingin melihat kualitas material secara dekat, serta tersedia di berbagai jaringan ritel ternama seperti Borma, Prama, dan Setiabudi Supermarket. Kehadiran fisik di berbagai titik ini memastikan bahwa solusi kemasan kami selalu dekat dan siap menyelamatkan operasional bisnis Anda, bahkan di tengah puncak kesibukan menjelang Idul Fitri. Untuk memastikan Anda mendapatkan produk asli Mulia Box, silakan kunjungi titik distribusi resmi kami berikut ini: Pembelian Langsung (Gudang/Pabrik): PT Mulia Mitra Boxindo – Jl. Radio Palasari no 102, Dayeuhkolot, Bandung Jaringan Ritel (Offline): 1. Jaringan Borma Toserba Borma Toserba Cijerah: Jl. Raya Cijerah No.90, Cijerah, Kec. Bandung Kulon, Kota Bandung. BORMA Toserba Cikutra: Jl. Cikutra Barat No.66, Cigadung, Kec. Cibeunying Kaler, Kota Bandung. BORMA Toserba Gempol Sari: Jl. Gempol Sari, Melong, Kec. Cimahi Sel., Kota Cimahi. BORMA Toserba Kerkof: Jl. Kerkof No.35, Leuwigajah, Kec. Cimahi Sel., Kota Cimahi. 2. Jaringan Prama Toserba & Fresh Prama Toserba Banjaran: Jl. Raya Banjaran Barat No.588, Lebakwangi, Kec. Arjasari, Kabupaten Bandung. Prama Toserba Babakan Sari: Jl. Babakan Sari No.11, Babakan Sari, Kec. Kiaracondong, Kota Bandung. PRAMA Toserba Ciparay: Jl. Raya Laswi No.382, Serangmekar, Kec. Ciparay, Kabupaten Bandung. Prama Fresh Burangrang: Jl. Burangrang No.37, Malabar, Kec. Lengkong, Kota Bandung. Prama Fresh Garuda: Jl. Garuda No.81, Garuda, Kec. Andir, Kota Bandung. PRAMA Fresh Mekarwangi: Jl. Mekar Laksana No.1, Mekarwangi, Kec. Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Prama Fresh Perintis: Jl. Perintis No.72, RT.13/RW.06, Sarijadi, Kec. Sukasari, Kota Bandung. 3. Retailer Lainnya Setiabudi Supermarket: Jl. Dr. Setiabudi No.42-46, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung. TIKMA Soreang: Jl. Raya Soreang-Ciwidey No.90-94, RT.01/RW.002, Pamekaran, Kec. Soreang, Kabupaten Bandung. Shopee Resmi: Mulia Box Kardus.

Geliat UMK Daerah Tambang, Optimalkan Momentum Lebaran Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 11 Maret 2026 | 10:12 WIB

Geliat UMK Daerah Tambang, Optimalkan Momentum Lebaran

Jakarta, katakabar.com - Ramadhan hingga Lebaran selalu menjadi musim penuh harapan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) di berbagai daerah, termasuk wilayah sekitar tambang. Lonjakan permintaan pada periode ini membuat produk-produk dengan kearifan lokal semakin dicari, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan, memperluas pasar, dan naik kelas. Bagi sebagian pelaku UMK, momentum ini juga menjadi penanda perjalanan panjang dalam membangun usaha dari skala kecil hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Salah satunya dirasakan Hera 53 tahun dari Bangka Belitung, pemilik merek Mirrando, produsen sirup dan jelly candy jeruk kunci khas daerah. Usahanya berawal dari dapur rumah, memanfaatkan jeruk kunci yang banyak tumbuh di sekitar wilayah tempat tinggalnya. Dari percobaan sederhana itu, ia berhasil menciptakan produk bercita rasa asam segar yang kini menjadi ciri khasnya. Tetapi perjalanan awal usahanya tidak mudah. Modal terbatas, pemasaran yang minim, hingga keterbatasan akses pasar sempat menjadi tantangan besar. Situasi mulai berubah setelah Hera menjadi mitra binaan PT Timah (Persero) Tbk. Melalui program pembinaan, ia mendapatkan akses permodalan bergulir, pelatihan manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga kesempatan mengikuti berbagai pameran produk. Dengan dukungan tersebut, usaha Hera berkembang pesat. Kini ia mampu mempekerjakan lebih dari belasan pekerja yang terlibat dalam proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. “Dulu rasanya semua serba sendiri. Sekarang ketika pesanan naik menjelang Lebaran, kami jauh lebih siap,” ujarnya, Senin (9/3). Optimisme serupa datang dari Rosi Fitriani, pemilik UMK FnR Craft, mitra binaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Rosi mengolah wastra khas Sumatra Selatan seperti songket dan jumputan menjadi tas etnik dengan karakter desain yang bernilai seni tinggi. Di awal perjalanan usahanya, Rosi menjelaskan bisnisnya menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari desain produk yang belum matang hingga jaringan pemasaran yang terbatas. Melalui pendampingan PTBA, FnR Craft mendapatkan berbagai dukungan, mulai dari kurasi desain, peningkatan standar kualitas produk, hingga promosi dalam berbagai pameran. Seiring waktu, produk tas etniknya mulai dikenal lebih luas. Kini, karya FnR Craft telah menembus pasar internasional seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Rosi bahkan kerap diundang untuk berbagi pengalaman dan keterampilan kepada pelaku UMK lainnya. “Pendampingan dari PTBA membuat kami lebih percaya diri untuk masuk ke pasar korporasi hingga pasar luar negeri,” cerita Rosi. Bagi Grup MIND ID, perjalanan Hera dan Rosi mencerminkan bagaimana ekosistem ekonomi masyarakat dapat tumbuh di wilayah tambang seluruh Indonesia. Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, menegaskan pembinaan UMK merupakan bagian penting dari upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah. MIND ID menargetkan agar para mitra binaan dapat terus berkembang dan naik kelas setiap tahun, baik dari sisi kapasitas usaha maupun peningkatan omzet. “Kami ingin memastikan para mitra binaan tidak hanya menjalankan usaha, tetapi membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan. Ketika kearifan lokal diperkuat dengan kapasitas produksi, kualitas, dan akses pasar, maka produk daerah tidak lagi berhenti sebagai komoditas lokal. Ia bisa naik kelas menjadi bagian dari rantai nilai yang lebih luas, bahkan global. Di situlah pemberdayaan ekonomi lokal tidak sekadar program sosial, melainkan strategi memperdalam struktur ekonomi nasional," ucap Dany. Melalui berbagai program pembinaan, Grup MIND ID memberikan dukungan mulai dari akses permodalan, mentoring bisnis, kurasi kemasan dan desain, peningkatan standar mutu, hingga penguatan strategi pemasaran digital. Selain itu, Grup MIND ID juga membuka akses pasar melalui berbagai pameran, kanal pemasaran business-to-business (B2B), serta gerai kurasi produk. Dukungan tersebut membuat UMK binaan semakin siap menghadapi lonjakan permintaan, termasuk pada periode Bulan Suci Ramadan dan Lebaran, melalui perencanaan produksi hingga pengelolaan distribusi yang lebih optimal. Momentum ini juga dioptimalkan melalui partisipasi 31 UMK binaan Grup MIND ID dalam Bazar UMKM Kementerian ESDM yang diselenggarakan pada 9 hingga 11 Maret 2026. Beragam produk ditampilkan dalam kegiatan ini, mulai dari panganan khas daerah, kriya dan wastra, produk herbal, hingga cendera mata lokal. Bagi Hera dan Rosi, ajang ini menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring pasar sekaligus memperkenalkan produk daerah kepada lebih banyak pelanggan. “Kami belajar mengelola pesanan Lebaran dengan lebih rapi. Bangga rasanya ketika produk daerah kami menjadi buah tangan. Tas etnik ini bukan hanya cantik, tapi juga membawa cerita tentang Sumatra Selatan,” beber Rosi. Bagi MIND ID, geliat UMK di wilayah tambang pada momentum Lebaran menunjukkan ketika kapasitas pelaku usaha diperkuat dan akses pasar dibuka, nilai tambah tidak berhenti di sektor industri saja, tetapi juga hadir dalam kehidupan masyarakat, mulai dari dapur keluarga hingga menjadi buah tangan yang membawa kearifan lokal, kebanggaan nusantara, dan harum di kancah global.