Lebaran 2026

Sorotan terbaru dari Tag # Lebaran 2026

Ini Tiga Pelabuhan Penumpang Terpadat Masa Angkutan Lebaran 2026 di Pelindo Multi Terminal Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 19 April 2026 | 10:30 WIB

Ini Tiga Pelabuhan Penumpang Terpadat Masa Angkutan Lebaran 2026 di Pelindo Multi Terminal

Jakarta, katakabar.com - Mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi laut melalui terminal penumpang yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, tercatat meningkat selama masa Angkutan Lebaran 2026. Selama periode H-15 hingga H+15 atau 6 Maret hingga 5 April 2026, Pelindo Multi Terminal mencatat total pergerakan penumpang sebanyak 1.129.281 orang. Angka ini naik 14,83 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 983.454 orang. Puncak arus mudik terjadi pada H-2 (19 Maret 2026) dengan jumlah penumpang sebanyak 53.595 orang, sementara puncak arus balik tertinggi tercatat pada H+8 (29 Maret 2026) dengan 61.774 orang. Dari total trafik tersebut, terdapat tiga terminal penumpang dengan aktivitas terpadat selama periode Angkutan Lebaran 2026. Tanjung Balai Karimun mencatat pergerakan jumlah penumpang sebanyak 268.777 orang, disusul Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) yang berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak dengan 267.678 orang, serta Tanjungpinang sebanyak 263.675 orang. VP Komunikasi Korporasi Pelindo Multi Terminal, Farid Chairmawan, menuturkan selama periode Angkutan Lebaran 2026, perusahaan mengelola 15 terminal penumpang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Sulawesi. “Momentum libur lebaran identik dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Karena itu kami memastikan kesiapan operasional di seluruh terminal penumpang berjalan optimal, didukung koordinasi lintas stakeholders, serta penguatan layanan di lapangan. Upaya ini kami lakukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi setiap penumpang,” ucap Farid. Di tengah tingginya mobilitas tersebut, Pelindo Multi Terminal berharap setiap perjalanan yang dilalui masyarakat tidak sekadar menjadi perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi menjadi bagian dari momen berharga untuk kembali bertemu dan berbagi kebahagiaan bersama keluarga. Dengan layanan yang terus ditingkatkan, perusahaan berkomitmen untuk hadir sebagai bagian dari perjalanan itu dengan menghubungkan jarak, menjaga kenyamanan, dan memastikan setiap langkah pulang berlangsung dengan aman dan penuh makna.

KAI Bandara Catat Peningkatan Penumpang Saat Angkutan Lebaran 2026 Nasional
Nasional
Minggu, 05 April 2026 | 18:03 WIB

KAI Bandara Catat Peningkatan Penumpang Saat Angkutan Lebaran 2026

Jakarta, katakabar.com - Kereta Apai Indonesoa (KAI) Bandara catat pertumbuhan jumlah penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 11 Maret 2026 hingga 1 April 2026. Peningkatan ini terlihat baik di wilayah Yogyakarta maupun Sumatera Utara dibandingkan periode Angkutan Lebaran tahun sebelumnya. Di wilayah Yogyakarta, total penumpang KA Bandara mencapai 207.869 penumpang, meningkat sebesar 0,64% dibandingkan periode 21 Maret 2025 hingga 11 April 2025 yang mencatat 206.553 penumpang. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kinerja positif layanan KA Bandara YIA yang mencatat 131.951 penumpang atau meningkat 3,66% dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 127.296 penumpang. Sementara itu, KA Bandara Xpress melayani 75.918 penumpang. Di Sumatera Utara, KAI Bandara melayani total 288.897 penumpang, meningkat 5,34% dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar 274.253 penumpang. Volume tersebut terdiri dari layanan KA Srilelawangsa relasi Medan–Kualanamu dan Medan–Binjai–Kuala Bingai yang terus menjadi pilihan masyarakat dalam mendukung mobilitas selama masa Lebaran. Secara keseluruhan, total penumpang KAI Bandara di kedua wilayah mencapai 496.766 penumpang, meningkat 3,32% dibandingkan periode Angkutan Lebaran 2025 yang mencapai 480.806 penumpang. KAI Bandara menyampaikan peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi berbasis rel yang terintegrasi dengan bandara. “Tren positif ini menunjukkan bahwa KA Bandara semakin menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya pada periode peak season seperti Lebaran. Ke depan, kami akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, kapasitas operasional, serta kenyamanan perjalanan bagi seluruh pengguna jasa,” ujar perwakilan manajemen KAI Bandara. KAI Bandara juga terus memastikan seluruh layanan berjalan dengan optimal melalui peningkatan aspek keselamatan, ketepatan waktu, serta pelayanan pelanggan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode angkutan Lebaran. KAI Bandara juga mengimbau kepada seluruh penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan masing-masing, datang lebih awal ke stasiun, serta memanfaatkan layanan digital pembelian tiket KA Bandara dapat dipesan mulai H 7 keberangkatan melalui aplikasi KA Bandara agar perjalanan selama masa Angkutan Lebaran dapat berlangsung dengan lancar dan nyaman.

KAI Daop 2 Bandung Catat Tingginya Kepercayaan Pelanggan Tujuan Jakarta dan Jateng Dominasi Nasional
Nasional
Minggu, 05 April 2026 | 12:13 WIB

KAI Daop 2 Bandung Catat Tingginya Kepercayaan Pelanggan Tujuan Jakarta dan Jateng Dominasi

Bandung, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung catat kinerja positif di masa Angkutan Lebaran 2026, khususnya dari sisi penjualan tiket, tingkat okupansi, serta tingginya minat masyarakat terhadap sejumlah relasi favorit. Tingginya kepercayaan pelanggan terhadap moda transportasi kereta api kembali tercermin dalam capaian tahun ini. Selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung selama 22 hari, KAI Daop 2 Bandung mengoperasikan sebanyak 29 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang berangkat dari seluruh wilayah Daop 2 Bandung. Jumlah tersebut mencakup 24 perjalanan KA reguler, 1 perjalanan KA Fakultatif, dan 4 perjalanan KA Tambahan yang dihadirkan guna mengakomodasi lonjakan kebutuhan masyarakat. Dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 345.840 kursi, dengan program angkutan sebesar 439.061 pelanggan. Sedang, dari program yang dicanangkan KAI Daop 2 Bandung berhasil mencatat penjualan tiket keberangkatan mencapai 441.610 tiket. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan capaian ini hasil dari berbagai upaya peningkatan layanan serta penyesuaian kapasitas angkutan. “Tingginya tingkat okupansi hingga program angkutan menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik dan balik pada momen Lebaran,” ucapnya. Secara keseluruhan, jumlah penumpang yang dilayani di wilayah Daop 2 Bandung pada Angkutan Lebaran 2026 tercatat sebanyak 441.610 pelanggan melebihi 1% dari target sebesar 439.061 pelanggan yang diprogramkan. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 5 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencatat sebanyak 420.468 pelanggan pada periode yang sama. Puncak penjualan tiket keberangkatan tertinggi selama masa Angkutan Lebaran 2026 terjadi pada tanggal 23 Maret dengan jumlah pelanggan mencapai 26.517 orang. Terus masa arus mudik, puncak keberangkatan tercatat pada tanggal 18 Maret dengan total 20.619 pelanggan yang diberangkatkan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung. Menurut Kuswardojo, tingginya volume penumpang pada tanggal-tanggal tertentu telah diantisipasi melalui pengoperasian KA tambahan serta pengaturan pola perjalanan yang adaptif. “Kami terus memantau dinamika penjualan tiket dan melakukan langkah-langkah antisipatif agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” bebernya. Adapun sejumlah relasi favorit pada Angkutan Lebaran 2026 didominasi oleh rute-rute menuju Jakarta dan wilayah Jawa Tengah serta Jawa Timur. Relasi Bandung – Gambir menjadi yang paling diminati, diikuti oleh Bandung – Yogyakarta, Kiaracondong – Kutoarjo, Kiaracondong – Gombong, Bandung – Solo Balapan, serta Bandung – Surabaya Gubeng. Tingginya minat pada relasi tersebut menunjukkan kuatnya mobilitas masyarakat antara Kota Bandung dengan kota-kota besar di Pulau Jawa, baik untuk keperluan mudik, silaturahmi, liburan, maupun aktivitas lainnya selama periode Lebaran. Kuswardojo apresiasi seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mereka kepada kereta api. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama Angkutan Lebaran 2026. Kepercayaan ini akan terus kami jaga dengan menghadirkan layanan yang semakin baik ke depannya,” tandasnya.

KAI Daop 2 Bandung: Terima Kasih ke 872 Ribu Pengguna Jasa KA Angkutan Lebaran 2026 Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 05 April 2026 | 10:23 WIB

KAI Daop 2 Bandung: Terima Kasih ke 872 Ribu Pengguna Jasa KA Angkutan Lebaran 2026

Bandung, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung sampaikan apresiasi, dan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah percayakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan selama masa Angkutan Lebaran 2026. Kepercayaan ini jadi bukti kuat bahwa kereta api tetap menjadi andalan masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik maupun balik. Selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Daop 2 Bandung mencatat sebanyak 441.610 pelanggan berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung. Sedang, jumlah pelanggan yang datang mencapai 430.569 orang, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama momen Lebaran. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan capaian tersebut bentuk kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI yang terus berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu. “KAI Daop 2 Bandung mengucapkan terima kasih kepada 441.610 pelanggan berangkat dan 430.569 pelanggan datang yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama Angkutan Lebaran 2026. Kepercayaan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya. Kuswardojo menambahkan tingginya jumlah pelanggan ini juga menunjukkan kereta api menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat karena menawarkan kenyamanan, keamanan, serta ketepatan waktu dalam perjalanan. KAI Daop 2 Bandung selama masa Angkutan Lebaran 2026 memastikan seluruh operasional perjalanan berjalan dengan lancar dan aman. Berbagai langkah antisipatif dilakukan, mulai dari peningkatan kesiapan petugas di lapangan, pemeriksaan sarana dan prasarana, hingga optimalisasi pelayanan di stasiun dan selama perjalanan. Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan guna menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api, terutama dalam menghadapi potensi gangguan perjalanan selama periode dengan mobilitas tinggi tersebut. Kuswardojo menegaskan keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak, termasuk pelanggan yang turut menjaga ketertiban dan mengikuti aturan selama menggunakan layanan kereta api. “Kami mengapresiasi seluruh pelanggan yang telah tertib dan mengikuti aturan selama perjalanan. Hal ini sangat membantu dalam menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman bagi semua,” tambahnya. KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi operasional maupun fasilitas, guna menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang terhadap layanan transportasi publik yang andal. Dengan berakhirnya masa Angkutan Lebaran tahun ini, KAI Daop 2 Bandung kembali mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat, serta mengajak seluruh pelanggan untuk terus menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.

Posko Angkutan Lebaran 2026 Berakhir, Tapi Pelayanan ke Pelanggan Tak Pernah Berhenti Nasional
Nasional
Rabu, 01 April 2026 | 20:12 WIB

Posko Angkutan Lebaran 2026 Berakhir, Tapi Pelayanan ke Pelanggan Tak Pernah Berhenti

Bandung, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengakhiri kegiatan Posko Angkutan Lebaran 2026, Senin (30/3). Penutupan posko ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah operasional KAI setelah berlangsung selama 18 hari, sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Di wilayah Daerah Operasi 2 Bandung, prosesi penutupan Posko Angkutan Lebaran 2026 berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Operasi PT KAI, Awan Hermawan Purwadinata, yang secara langsung memimpin jalannya penutupan posko di Daop 2 Bandung dengan dihadiri oleh jajaran Managemen Daop 2 Bandung, jajaran Kantor Pusat PT KAI, jajaran Anak Perusahaan PT KAI, dan para petugas Posko Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Daop 2 Bandung. Penutupan Posko Angkutan Lebaran 2026 di Daop 2 Bandung ditandai dengan pelepasan pin posko oleh jajaran manajemen sebagai simbol berakhirnya masa siaga pelayanan terpadu selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran dan keselamatan operasional selama masa angkutan Lebaran. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan keberhasilan pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026 merupakan hasil kerja keras seluruh insan KAI serta kolaborasi dengan berbagai pihak terkait. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi selama masa posko, serta kepada para pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mudiknya menggunakan kereta api,” ujarnya. Kuswardojo menambahkan selama periode posko, KAI Daop 2 Bandung berhasil menjaga operasional perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan terkendali, meskipun terjadi peningkatan volume penumpang yang signifikan. Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari peningkatan pengawasan, penambahan petugas, hingga optimalisasi pelayanan di stasiun dan di dalam kereta. Berdasarkan update data KA Jarak Jauh hingga Senin (30/3) sekitar pukul 15.00 WIB, jumlah penumpang yang berangkat hari ini dari wilayah Daop 2 Bandung tercatat sebanyak 15.965 pelanggan. Rinciannya, keberangkatan dari Stasiun Bandung sebanyak 4.170 pelanggan dan Stasiun Kiaracondong sebanyak 2.215 pelanggan. Angka ini menunjukkan mobilitas masyarakat masih cukup tinggi hingga hari terakhir masa posko lebaran 2026. Sementara, untuk kedatangan penumpang KA Jarak Jauh hari ini di seluruh wilayah Daop 2 Bandung, tercatat sebanyak 17.867 pelanggan tiba di berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung. Dari jumlah tersebut, 5.621 pelanggan tiba di Stasiun Bandung dan 4.744 pelanggan di Stasiun Kiaracondong. Data ini mencerminkan arus balik yang masih berlangsung dan terlayani dengan baik oleh KAI. Dari sisi penjualan tiket, secara kumulatif selama periode Angkutan Lebaran 2026 mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, tercatat sebanyak 416.214 tiket telah terjual. Jumlah tersebut setara dengan tingkat okupansi mencapai 120,3 persen dari total 345.840 tempat duduk yang disediakan, yang menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. Kuswardojo juga menegaskan bahwa berakhirnya Posko Angkutan Lebaran bukan berarti pelayanan kepada pelanggan berhenti. “Meskipun posko telah resmi ditutup hari ini, KAI tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, terlebih karena masa Angkutan Lebaran 2026 masih berlangsung hingga 1 April 2026,” jelasnya. Selama sisa periode Angkutan Lebaran, KAI Daop 2 Bandung tetap mengoperasikan perjalanan kereta api sesuai jadwal yang telah ditetapkan, serta memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama. Selain itu, KAI juga terus mengimbau kepada para pelanggan untuk tetap memperhatikan jadwal keberangkatan, datang lebih awal ke stasiun, serta mengikuti aturan yang berlaku demi kelancaran perjalanan bersama. Penutupan Posko Angkutan Lebaran 2026 ini menjadi penanda berakhirnya masa siaga intensif KAI dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat. Tetapi, semangat pelayanan dan komitmen KAI untuk menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan akan terus dijaga dalam setiap perjalanan kereta api. Dengan berakhirnya posko ini, KAI Daop 2 Bandung berharap seluruh rangkaian Angkutan Lebaran 2026 dapat ditutup dengan hasil yang positif, serta memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi seluruh pelanggan.

Di Balik Ramainya Angkutan Lebaran 2026, Ratusan Porter Hadirkan Kenyamanan di Daop 2 Bandung Lingkungan
Lingkungan
Senin, 30 Maret 2026 | 22:14 WIB

Di Balik Ramainya Angkutan Lebaran 2026, Ratusan Porter Hadirkan Kenyamanan di Daop 2 Bandung

Bandung, katakabar.com - Di tengah tingginya mobilitas masyarakat di masa angkutan libur Lebaran 2026, terdapat sosok-sosok yang turut menghadirkan kenyamanan bagi pelanggan kereta api. Mereka adalah para petugas porter di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung yang setia melayani di stasiun, bahkan di saat banyak orang lainnya berkumpul bersama keluarga. KAI Daop 2 Bandung mencatat total 236 petugas porter yang tersebar di Stasiun Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, dan Banjar. Para porter ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelayanan, khususnya dalam membantu pelanggan mengangkut barang bawaan dari ruang tunggu menuju kereta ataupun sebaliknya. Peran porter tidak hanya sebatas membantu membawa barang, tetapi memberikan rasa nyaman dan kemudahan bagi pelanggan, terutama bagi lansia, keluarga dengan anak, maupun pelanggan dengan barang bawaan cukup banyak. Kehadiran mereka menjadi salah satu wujud pelayanan humanis di lingkungan stasiun bukan hanya sekedar membawa barang bawaan saja, tetapi membantu menginformasikan letak jalur kereta dan tempat duduk para pelanggan sesuai dengan tiketnya termasuk menginformasikan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta di stasiun tersebut. Di balik peran penting tersebut, tersimpan kisah pengorbanan para porter di stasiun. Tidak sedikit dari para porter yang memilih tetap bekerja dan tidak mudik ke kampung halaman demi menghadirkan layanan yang optimal bagi para pelanggan. Mereka tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, meskipun harus menunda momen kebersamaan dengan keluarga. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, sampaikan apresiasi atas dedikasi para porter yang turut berkontribusi memberikan pelayanan kepada pelanggan terutama pada momen Angkutan Lebaran 2026. “Para petugas porter ini memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Bahkan, di momen Lebaran sekalipun, ada di antara mereka yang rela tidak mudik demi tetap membantu pelanggan di stasiun,” kata Kuswardojo. Kuswardojo menambahkan profesi porter memiliki tantangan tersendiri, termasuk dari sisi penghasilan yang tidak menentu setiap harinya. “Kami memahami bahwa penghasilan para porter tidak selalu tetap, tergantung pada jumlah pelanggan yang menggunakan jasa mereka. Namun demikian, mereka tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan terbaik,” jelasnya. KAI Daop 2 Bandung juga terus mengimbau kepada pelanggan untuk dapat memanfaatkan layanan porter yang tersedia di stasiun. Selain membantu meringankan barang bawaan, penggunaan jasa porter juga menjadi bentuk dukungan terhadap para pekerja yang telah berkontribusi dalam pelayanan transportasi kereta api. Di sisi lain, pelanggan juga diingatkan untuk tetap membawa barang bawaan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga kenyamanan bersama serta kelancaran mobilitas di area stasiun maupun di dalam kereta api. “Dengan memanfaatkan layanan porter dan membawa barang secukupnya, pelanggan tidak hanya mendapatkan kenyamanan, tetapi juga turut mendukung ekosistem pelayanan di stasiun. Kami berharap semangat kebersamaan ini dapat terus terjaga,” imbuh Kuswardojo. Melalui dedikasi para porter dan sinergi seluruh petugas, KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkesan, bahkan di tengah momen-momen penting seperti Lebaran.

Periode Mudik Lebaran 2026 Tingkat Kemantapan Jalan Nasional Banten Capai 96 Persen Nusantara
Nusantara
Minggu, 29 Maret 2026 | 20:30 WIB

Periode Mudik Lebaran 2026 Tingkat Kemantapan Jalan Nasional Banten Capai 96 Persen

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional di Provinsi Banten selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 capai kemantapan 96 persen. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, Direktorat Jenderal Bina Marga telah membereskan berbagai pekerjaan preservasi jalan sebelum batas waktu H -10 Lebaran guna menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya menuju kawasan penyeberangan Merak–Bakauheni. "Seluruh pekerjaan yang berpotensi mengganggu lalu lintas kami targetkan selesai sebelum H -10 Lebaran. Dengan begitu, badan jalan sudah bersih dari alat berat maupun material sehingga masyarakat dapat memanfaatkan jalan nasional secara optimal selama periode mudik," tutur Menteri PU, Dody Hanggodo. Ia menjelaskan pemerintah berkomitmen pastikan jaringan jalan nasional dalam kondisi mantap agar perjalanan masyarakat, khususnya menuju kawasan penyeberangan Merak–Bakauheni, berlangsung aman dan nyaman. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, Primawan Avicenna, mengatakan secara umum jaringan jalan nasional di Provinsi Banten sepanjang 560 kilometer berada dalam kondisi baik dengan tingkat kemantapan mencapai 96 persen. Beberapa pekerjaan fisik saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir. "Target kami H -10 Lebaran seluruh pekerjaan sudah rampung sehingga pengguna jalan dapat melintas dengan nyaman. Setelah periode tersebut, tidak ada lagi pekerjaan pengaspalan maupun pembetonan di badan jalan," ujar Primawan. Tetapi, BPJN Banten tetap siapkan langkah antisipatif terhadap potensi kerusakan akibat cuaca ekstrem. Penanganan cepat akan dilakukan melalui metode Tambalan Cepat Mantap (TCM) menggunakan material CPHMA yang didukung kesiagaan peralatan di lapangan. Selain itu, ulasnya, Kementerian PU menyiagakan delapan posko Lebaran di sepanjang jalan nasional Banten yang akan beroperasi selama masa mudik untuk membantu para pengguna jalan. "Sebagai gerbang utama menuju Pulau Sumatera, arus kendaraan di Banten biasanya meningkat signifikan, terutama yang mengarah ke Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ)," terangnya. Sejumlah skenario rekayasa lalu lintas telah disiapkan guna mengantisipasi kepadatan. Kendaraan menuju Pelabuhan Merak akan diatur dari Exit Tol Kilometer 98, dan apabila terjadi antrean panjang, arus akan diarahkan melalui Simpang Gerem menuju jalur arteri. Tidak cuma itu, diterapkan juga sistem penundaan (delaying system) dengan mengalihkan arus secara bertahap ke Simpang Susun Cilegon Barat hingga Cilegon Timur jika terjadi kondisi darurat, seperti cuaca buruk yang menghambat aktivitas bongkar muat kapal. Kementerian PU petakan sejumlah titik rawan kepadatan, meliputi akses menuju Pelabuhan Merak–Kota Cilegon, Simpang Gerem–Jalan Arteri Cilegon, akses Pelabuhan Ciwandan, serta koridor utama Serang–Cilegon. Untuk mendukung kelancaran distribusi kendaraan dari Jakarta menuju Banten, Kementerian PU bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) turut mengoperasikan Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 2 (Cikulur–Cileles) secara fungsional. Jalur fungsional tersebut dapat diakses tanpa tarif oleh kendaraan Golongan I pada periode 12 hingga 26 Maret 2026, yang diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh Jakarta menuju Banten Selatan menjadi sekitar dua jam. Program kerja ini bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Pengguna KA dari Stasiun Garut Meningkat Saat Angkutan Lebaran 2026 Default
Default
Minggu, 29 Maret 2026 | 20:05 WIB

Pengguna KA dari Stasiun Garut Meningkat Saat Angkutan Lebaran 2026

Garut, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah pengguna jasa kereta api dari Stasiun Garut selama periode Angkutan Lebaran 2026. Kenaikan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu untuk perjalanan mudik maupun balik. Stasiun Garut sebagai salah satu stasiun penting di wilayah selatan Jawa Barat terus menunjukkan peran strategisnya dalam melayani mobilitas masyarakat. Terlebih pada momen Angkutan Lebaran, volume penumpang mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa. Berdasarkan data yang dihimpun, pada periode hari biasa rata-rata harian penumpang yang naik kereta api jarak jauh (KA JJ) dan KA Lokal (Commuter Line) mencapai 1.337 pelanggan per hari. Dengan rincian rata-rata jumlah penumpang KA Jarak Jauh yang berangkat dari Stasiun Garut sebanyak 590 pelanggan dan KA Lokal Commuter Line, mencapai 747 pelanggan. Pada periode Angkutan Lebaran 2026 data sampai dengan Jumat (27/3), terjadi peningkatan yang cukup signifikan sebesar 48 persen dari hari biasanya di Stasiun Garut. Rata-rata jumlah penumpang KA Jarak Jauh dan KA Lokal Commuter Line mencapai 1.976 pelanggan per hari. Jumlah penumpang KA Jarak Jauh yang berangkat dari Stasiun Garut meningkat menjadi 704 pelanggan, sedangkan KA Lokal Commuter Line melonjak menjadi 1.272 pelanggan. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan peningkatan ini merupakan indikasi kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan kereta api, khususnya di wilayah Garut dan sekitarnya. “Peningkatan jumlah pelanggan dari Stasiun Garut selama Angkutan Lebaran ini menunjukkan bahwa kereta api menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian. Selain faktor kenyamanan dan ketepatan waktu, kami juga terus meningkatkan kualitas pelayanan agar pelanggan merasa aman dan terlayani dengan baik,” ujar Kuswardojo. Kuswardojo menambahkan Stasiun Garut saat ini melayani berbagai perjalanan kereta api, baik jarak jauh maupun lokal, yang memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam memilih jadwal perjalanan. Dari Stasiun Garut, pelanggan dapat menikmati layanan 2 KA Jarak Jauh yaitu KA Cikuray dan KA Papandayan, yang menghubungkan Garut dengan berbagai kota tujuan. Selain itu, tersedia pula 2 layanan KA Lokal Commuter Line yang melayani mobilitas harian masyarakat di wilayah Daop 2 Bandung. KAI Daop 2 Bandung terus berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan, terutama di masa Angkutan Lebaran yang identik dengan lonjakan penumpang. Berbagai upaya dilakukan mulai dari optimalisasi sarana dan prasarana hingga penambahan petugas pelayanan di stasiun, termasuk adanya posko Komunitas Pencinta Kereta Api dari Garut Railfans. Dengan adanya peningkatan ini, KAI Daop 2 Bandung mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, datang lebih awal ke stasiun, serta mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku demi kelancaran dan kenyamanan bersama selama perjalanan menggunakan kereta api.

BRI Finance Siap Kebanjiran Nasabah Multiguna Pasca Lebaran Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 29 Maret 2026 | 12:04 WIB

BRI Finance Siap Kebanjiran Nasabah Multiguna Pasca Lebaran

Jakarta, katakabar.com - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) memproyeksikan peningkatan signifikan permintaan pembiayaan multiguna pasca periode lebaran 2026, seiring dengan meningkatnya kebutuhan likuiditas masyarakat setelah fase konsumsi musiman. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjukkan, penyaluran pembiayaan baru industri multifinance pada Januari 2026 mencapai Rp78,16 triliun, dengan segmen multiguna mendominasi sebesar 47,47 persen setara Rp37,10 triliun. Sementara, pembiayaan investasi tercatat Rp18,72 triliun dan modal kerja Rp17,04 triliun. Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, menilai dominasi pembiayaan multiguna didorong oleh dua faktor utama, yakni tingginya kebutuhan dana cepat di masyarakat serta kemudahan akses pinjaman berbasis agunan seperti BPKB kendaraan. Ia juga menyoroti adanya fenomena monetisasi aset kendaraan, di mana tingginya kepemilikan sepeda motor dan mobil di Indonesia menjadi potensi besar bagi pertumbuhan debitur potensial. Di sisi lain, dari perspektif industri, pembiayaan multiguna menawarkan imbal hasil yang relatif lebih tinggi dibandingkan jenis pembiayaan lainnya, meskipun disertai dengan risiko gagal bayar yang lebih besar. “Ke depan, kredit multiguna akan tetap menjadi tren utama, dengan tingkat persaingan yang tidak hanya datang dari KTA perbankan, tetapi juga dari platform pembiayaan digital seperti paylater,” kata Bhima. Menanggapi dinamika tersebut, Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyatakan perusahaan telah menyiapkan strategi untuk menangkap peluang pertumbuhan, khususnya pada momentum pasca lebaran yang secara historis diikuti peningkatan kebutuhan dana tunai. “Pasca Lebaran, kebutuhan dana masyarakat biasanya meningkat, baik untuk keperluan konsumsi maupun produktif. Kami melihat potensi lonjakan nasabah baru di segmen multiguna, dan BRI Finance siap mengoptimalkan peluang tersebut dengan pendekatan yang terukur,” jelas Wahyudi. Tetapi, BRI Finance juga mencermati sejumlah tantangan yang dihadapi industri, termasuk tekanan inflasi yang berpotensi mempengaruhi kemampuan bayar debitur, serta ketidakpastian global yang berdampak pada harga energi dan pangan. Untuk itu, BRI Finance menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kualitas portofolio di tengah ekspansi bisnis. “Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, mulai dari analisis kemampuan bayar, kualitas agunan, hingga pemetaan risiko wilayah. Pertumbuhan harus diiringi dengan kualitas pembiayaan yang sehat,” tegas Wahyudi. Menurutnya, BRI Finance menilai segmen multiguna akan tetap menjadi motor utama pertumbuhan industri dalam jangka menengah. Dengan dukungan ekosistem BRI Group serta penguatan kapabilitas digital, BRI Finance optimistis dapat memanfaatkan momentum pasca Lebaran untuk memperluas basis nasabah, sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Kementerian PU Buka Sepuluh Tol Secara Fungsional Saat Periode Mudik Lebaran 2026 Nasional
Nasional
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:10 WIB

Kementerian PU Buka Sepuluh Tol Secara Fungsional Saat Periode Mudik Lebaran 2026

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) siapkan sepuluh ruas jalan tol fungsional sepanjang 291,13 kilometer dan 15 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) untuk mendukung kelancaran arus mudik serta balik Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah. Pengoperasian ruas tol dan TIP fungsional ini diharapkan dapat membantu mengurai potensi kepadatan pada jalur-jalur utama mudik sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat. Menteri PU, Dody Hanggodo di Jakarta, mengatakan pengoperasian ruas tol dan TIP fungsional secara terbatas tersebut bertujuan mengurai potensi kepadatan lalu lintas di jalur-jalur utama mudik dan meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat. "Langkah ini dilakukan untuk menambah kapasitas jaringan jalan tol sekaligus mengurai potensi kepadatan di ruas-ruas utama," ucap Dody. Kesepuluh ruas tol konstruksi yang difungsionalkan itu tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Di Sumatera, terdapat tiga ruas sepanjang 90,73 km yang disiapkan. Ruas tersebut meliputi Tol Ruas Sigli–Banda Aceh sepanjang ±24,67 km dengan progres ±94,25% akan difungsikan dua jalur dua arah (A&B) untuk seluruh golongan kendaraan. Sementara itu ruas Palembang–Betung sepanjang 53,20 km dengan progres 90–91% juga akan dioperasikan dua jalur dua arah, namun khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus). Adapun ruas Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat sepanjang ±12,86 km dengan progres 100% siap difungsikan penuh dua jalur dua arah untuk semua golongan kendaraan. Sedang di Pulau Jawa, Kementerian PU bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyiapkan enam ruas sepanjang 148,03 km. Ruas Probolinggo–Banyuwangi Seksi 1 dan 2 sepanjang 24,08 km telah mencapai progres 100% dan dapat difungsikan dua jalur dua arah untuk seluruh golongan kendaraan. Sementara Seksi 3 sepanjang 25,60 km dengan progres 95,98% difungsikan dengan skema serupa, namun khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus). Ruas Serang–Panimbang Seksi 2 sepanjang ±24,17 km dengan progres ±98,10% akan dioperasikan satu jalur satu arah melalui jalur A untuk kendaraan Golongan I (non-bus). Selanjutnya ruas Ciawi–Sukabumi Seksi 3 hingga akses Karangtengah sepanjang ±4,97 km dengan progres ±71,95% akan difungsikan satu jalur satu arah khusus Golongan I (non-bus). Ruas Jakarta–Cikampek II Selatan sepanjang ±52 km dengan progres antara 72% hingga 94% akan difungsikan secara khusus untuk arus balik dari Sadang menuju Jakarta bagi kendaraan Golongan I (non-bus). Selain itu, ruas Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo Seksi 1 Paket 1.2B sepanjang 12,23 km (progres 93,30%) serta ruas Yogyakarta–Bawen Seksi 6 sepanjang 4,98 km (progres 89,93%) masing-masing akan dioperasikan satu jalur satu arah untuk kendaraan Golongan I (non-bus). Adapun di wilayah Kalimantan, Akses Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) sepanjang 52,37 km akan difungsikan melalui dua jalur dua arah, khusus untuk kendaraan Golongan I. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa skema operasional ruas tol fungsional ini akan bersifat fleksibel dan situasional menyesuaikan dinamika kondisi lalu lintas di lapangan. "Pengaturan dan skema lalu lintas, baik satu arah maupun dua arah terbatas, akan diterapkan sesuai diskresi Kepolisian termasuk dengan waktu operasionalnya," tutur Wilan Oktavian. Guna melengkapi infrastruktur jalan, sebanyak 15 TIP fungsional juga disiapkan. Sejumlah TIP tersebut telah dilengkapi fasilitas dasar seperti area parkir, SPBU modular, tempat ibadah, toilet, hingga gerai UMKM. Di antaranya, TIP Sigli–Banda Aceh pada KM 37+000 A/B dan TIP Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat pada KM 99+800 A/B yang telah siap 100%. TIP Palembang–Betung di KM 71+000 A/B dengan progres sekitar ±95% juga disiapkan dengan fasilitas serupa. Selain itu, tersedia TIP sementara di ruas Cipali KM 77B yang memanfaatkan eks Gerbang Tol Cikopo dengan fasilitas minimal berupa parkir, tempat ibadah, toilet, dan tenant UMKM terbatas. Di wilayah Jawa Barat, TIP Cileunyi–Sumedang–Dawuan KM 203+000 A/B dengan progres ±34% turut disiapkan. Sementara di Jawa Tengah, TIP Semarang–Solo KM 439+000 A dan KM 444+000 B telah siap 100% dengan fasilitas yang lebih lengkap termasuk bengkel, pos kesehatan, ruang laktasi, serta ATM center. Selanjutnya, TIP Solo–Yogyakarta–NYIA KM 19+000 A disiapkan dengan fasilitas sementara, serta TIP Pasuruan–Probolinggo KM 844 A/B dengan progres 30,96% yang dilengkapi SPBU, SPKLU, serta fasilitas pendukung lainnya. Adapun TIP Probolinggo–Banyuwangi KM 888 A juga difungsikan dengan fasilitas dasar berupa area parkir, tempat ibadah, dan toilet. Pengoperasian seluruh fasilitas fungsional ini akan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.