Lestarikan

Sorotan terbaru dari Tag # Lestarikan

KTI dan PJT II Kolaborasi Lestarikan Lingkungan Lewat Aksi Bersih Sungai Cikoneng Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 08 Maret 2026 | 14:02 WIB

KTI dan PJT II Kolaborasi Lestarikan Lingkungan Lewat Aksi Bersih Sungai Cikoneng

Serang, katakabar.com - Untuk memperkuat komitmen terhadap kelestarian sumber daya air dan keberlanjutan lingkungan, PT Krakatau Tirta Industri (KTI) yang merupakan bagian dari Krakatau Steel Group bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta II (PJT II) melaksanakan kegiatan bersih-bersih Sungai Cikoneng yang berlokasi di Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Kegiatan ini bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diinisiasi oleh KTI serta tindak lanjut dari Program Manfaat Langsung Balai Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air (BJPSDA) KTI. Melalui kegiatan ini, perusahaan menegaskan perannya sebagai pelaku industri yang memiliki tanggung jawab sosial dalam menjaga keberlanjutan sumber air baku, terutama di wilayah yang menjadi daerah tangkapan air penting bagi kebutuhan industri dan masyarakat. ”Melalui kegiatan bersih-bersih sungai Cikoneng ini, saya mewakili PT Krakatau Tirta Industri berharap semoga kegiatan seperti ini bisa terus kita jalankan bersama. Karena, sebagai industri yang berfokus pada pengelolaan air, sudah perannya untuk menjaga dan melestarikan sumber air yang ada khususnya sungai Cikoneng demi pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan” ucap Dendin Hermawan, Direktur Utama PT KTI. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara kolaboratif, melibatkan berbagai pihak di antaranya Petani Peduli Sungai, Pemerintah Desa Batukuwung dan Curug Goong, unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), perwakilan TJSL PJT II, BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Cidanau-Ciujung-Cidurian, serta masyarakat sekitar. Sinergi lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sumber daya air memerlukan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai hasil yang optimal. ”Sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi fondasi yang penting dalam kegiatan hari ini, kegiatan bersih-bersih sungai Cikoneng ini tidak bisa hanya dilakukan oleh KTI saja, tapi perlu adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sekitar untuk turut berperan sebagai agen dalam pelestarian sungai Cikoneng ini, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," sambungnya. Melalui aksi bersih-bersih ini, para peserta bersama-sama melakukan pembersihan aliran Sungai Cikoneng dari sampah serta aktivitas penanaman vegetasi di sekitar bantaran sungai. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas lingkungan, menjaga ekosistem perairan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan. Kegiatan di Sungai Cikoneng ini juga menjadi bagian dari rangkaian upaya berkelanjutan PT Krakatau Tirta Industri dalam mendukung program pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidanau, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama pasokan air baku bagi operasional industri di kawasan Krakatau Steel Group. Dengan menjaga kelestarian lingkungan hulu, KTI turut berkontribusi dalam memastikan keberlanjutan pasokan air bersih yang berkualitas bagi masyarakat dan dunia industri. Selain berdampak pada aspek lingkungan, kegiatan ini juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Keterlibatan masyarakat lokal diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap sumber daya alam di sekitar mereka, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian sungai. Kegiatan ini salah satu bentuk nyata penerapan prinsip sustainability yang diusung oleh KTI, di mana keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group yang dipimpin Dr. Akbar Djohan selaku Direktur Utama sangat mendukung program ini. Dan program yang berdampak kemajuan/kesejahteraan masyarakat Indonesia ini bagian dari ASTA CITA Presiden RI, H Prabowo Subianto. Selain itu, Akbar Djohan juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia atau Indonesian Logistics and Forwarders Association/ILFA).

Bukan Komoditas Monokultur Dunia: Minyak Sawit Jawaban Lestarikan Keanekaragaman Hayati Default
Default
Selasa, 16 Desember 2025 | 14:58 WIB

Bukan Komoditas Monokultur Dunia: Minyak Sawit Jawaban Lestarikan Keanekaragaman Hayati

katakabar.com - Perkebunan kelapa sawit bukan komoditas pertanian monokultur terluas di dunia. Umumnya komoditas pertanian utama dunia dibudidayakan secara monokultur. Misalnya gandum, jagung, kacang-kacangan, padi, dan tanaman lain yang ditanam di berbagai negara dibudidayakan secara monokultur. Budidaya komoditas pertanian menggunakan sistem monokultur karena dinilai lebih menguntungkan, produktif, efisien, dan mampu mencapai skala ekonomi atau economic of scale (PASPI, 2023). Menurut data USDA (2022), secara global luas areal gandum mencapai 221 juta hektare, luas areal jagung mencapai 202 juta hektare, dan luas areal padi mencapai 167 juta hektare. Budidaya tanaman minyak nabati utama dunia juga menggunakan sistem monokultur dengan luas areal terbesar adalah kedelai (130 juta hektare), kemudian diikuti rapeseed (37,8 juta hektare), bunga matahari (28,4 juta hektare), dan kelapa sawit (25 juta hektare). Sedang, jurnal PASPI (2023) berjudul Kelapa Sawit dan Biodiversitas, mengatakan perkebunan kelapa sawit bukan komoditas pertanian monokultur yang terluas di dunia. Berdasarkan data tersebut di atas, luas perkebunan kelapa sawit dunia masih jauh di bawah komoditas pertanian lain. Dengan luas areal paling hemat di antara berbagai komoditas lain maka perkebunan kelapa sawit memiliki biodiversity loss yang jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan berbagai komoditas lain. Alhasil, penggunaan minyak sawit untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati global justru turut berkontribusi positif pelestarian keanekaragaman hayati. Berikut ini beberapa hal yang membuat kelapa sawit memiliki dampak positif terhadap pelestarian biodiversitas yakni bukan tanaman monokultur terluas di dunia, tingkat biodiversity loss rendah, serta biodiversitas bertumbuh. Bukan Tanaman Monokultur Terluas: Seperti disampaikan sebelumnya, perkebunan kelapa sawit bukanlah tanaman monokultur yang terluas di dunia. Apalagi, perkebunan sawit sebetulnya tidak dapat dikategorikan sebagai monokultur murni seperti tanaman minyak nabati lain. Diketahui pada fase penanaman dan pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) di sela-sela tanaman kelapa sawit ditanam tumbuhan cover crop berupa tanaman kacang-kacangan (Prawirosukarto et al., 2005; Yasin et al., 2006; PASPI Monitor, 2021ª). Selain itu, pelaku usaha perkebunan kelapa sawit mengembangkan berbagai pola integrasi seperti integrasi sawit dengan tanaman pangan (Partohardjono, 2003; Singerland et al., 2019; Baihaqi et al., 2020; Kusumawati et al., 2021) pada masa TBM/immature dan integrasi sawit-ternak pada fase tanaman menghasilkan/mature (Batubara, 2004; Sinurat et al., 2004; Ilham dan Saliem, 2011; Utomo dan Widjaja, 2012; Winarso dan Basuno, 2013). Dengan demikian cukup jelas bahwa budidaya monokultur pada perkebunan kelapa sawit hanya terjadi pada fase land clearing dan penanaman. Setelah fase tersebut, perkebunan kelapa sawit justru berkembang menjadi polikultur baik melalui integrasi sawit-tanaman pangan, sawit-sayuran, sawit-buah, sawit-ternak, dan pola integrasi lain maupun pertumbuhan alamiah biodiversitas. Sistem budidaya integrasi (polikultur) kelapa sawit dengan komoditas pertanian yang demikian mendukung kelestarian biodiversitas di dalam areal perkebunan kelapa sawit (Ghazali et al, 2016) sekaligus juga menjadi solusi dari upaya untuk mencegah degradasi lahan dan penurunan emisi gas rumah kaca atau GRK (Khasanah et al., 2020). Tingkat Biodiversity Loss Rendah: Beyer et al. (2020) dan Beyer & Rademacher (2021) melakukan studi tentang komparasi kehilangan keanekaragaman hayati atau biodiversity loss global pada produksi minyak nabati dunia. Indikator yang digunakan untuk mengukur jejak biodiversity loss adalah species richness loss (SRL) per liter minyak yang dihasilkan. Secara relatif dengan SRL minyak sawit sebagai pembanding menunjukkan bahwa indeks SRL minyak kedelai 284 persen, indeks SRL minyak rapeseed 179 persen, dan indeks SRL minyak bunga matahari 144 persen. Artinya, minyak sawit adalah minyak nabati dengan tingkat biodiversity loss paling rendah, sedangkan minyak nabati yang memiliki tingkat biodiversity loss paling besar adalah minyak kedelai. Biodiversitas Bertumbuh: Secara alamiah seiring dengan pertambahan umur maka tanaman kelapa sawit juga mengalami pertumbuhan biodiversitas. Karakteristik perkebunan kelapa sawit yang memiliki siklus produksi (life span) selama 25-30 tahun memungkinkan perkembangan kembali biodiversitas seperti pada hutan (PASPI Monitor, 2021ª). Studi Santosa et al. (2017) mengungkapkan bahwa jumlah jenis biodiversitas pada perkebunan kelapa sawit dewasa tidak selalu lebih rendah apabila dibandingkan dengan biodiversitas yang ada pada lahan sebelum dijadikan perkebunan kelapa sawit (ecosystem benchmark) maupun biodiversitas pada areal berhutan (high conservation value/HCV). Itu sebabnya, tidak mengherankan jika species richness loss per liter minyak nabati dari perkebunan kelapa sawit jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan berbagai tanaman minyak nabati lain seperti minyak kedelai, minyak rapeseed, minyak biji bunga matahari, minyak kacang tanah, hingga minyak zaitun

Edukasi Pelajar, Green Policing Konsep Polres Kepulauan Meranti Lestarikan Lingkungan Hukrim
Hukrim
Senin, 08 Desember 2025 | 17:43 WIB

Edukasi Pelajar, Green Policing Konsep Polres Kepulauan Meranti Lestarikan Lingkungan

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti taja Sosialisasi Green Policing edukasi peduli lingkungan dan penanaman bibit pohon di SD Negeri 13 Selatpanjang Kota Kecamatan Tebing Tinggi serta SD Negeri 9 Selatpanjang Timur. Selain itu, personel bagian Satbinmas Polres Kepulauan Meranti melaksanakan kegiatan serupa ke siswa Di SD Negeri 13 Selatpanjang Kota Kecamatan Tebing Tinggi, personel Satbhinmas kegiatan edukatif perihal kegiatan peduli lingkungan dari rumah hingga lingkungan sekolah, interaktif usung tema peduli lingkungan dan penanaman lima bibit pohon Mangga. Sementara, Babinkantibmas Polres Kepulauan Meranti melaksanakan program sama ke siswa SD Negeri 09 Kelurahan Selatpanjang Timur Kecamatan Tebing Tinggi. "Peduli lingkungan dengan melakukan penanaman empat bibit pohon Pinang di lingkungan sekolah," ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kasat Binmas, AKP Gunawan SH kepada wartawan, Senin (8/12) Ia mengatakan konsep Green Policing sebagai pendekatan straregis dan humanis menjaga ketertiban sosial dan keberlanjutan lingkungan hidup. Selain itu, dengan konsep Green Policing untuk menghadirkan pemolisian yang menghadirkan tantangan zaman dan krisis lingkungan. "Green Policing jawaban atas tantangan zaman seperti krisis lingkungan, perubahan iklim, karhutla hingga patologi sosial berbasis ekonomi dan ekologi," ucapnya. Dijelaskannya, Polres Kepulauan Meranti Polda Riau terjemahkan konsep Green Policing yang menjadi kebijakan Kapolda Riau dalam bentuk kegiatan edukasi perlindungan lingkungan dan penanaman pohon di sekolah-sekolah, serta pantai di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. "Dengan melaksanakan pogram Green Policing Polres Kepulauan Meranti di sekolah dan pantai melakukan kegiatan viralisasi kegiatan Green Policing Polres Kepulauan Meranti, diharapkan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan dapat majaga dan melestarikan lingkungan ke depan, sebut AKP Gunawan.

Perkebunan Kelapa Sawit Sukses Lestarikan Plasma Nutfah Mitos dan Fakta
Mitos dan Fakta
Sabtu, 15 Maret 2025 | 22:43 WIB

Perkebunan Kelapa Sawit Sukses Lestarikan Plasma Nutfah

katakabar.com - Perkebunan kelapa sawit sukses lestarikan plasma Nutfah, dan berhasil lestarikan multifungsi baik fungsi ekonomi, fungsi lingkungan, dan fungsi sosial. Paradigma sejumlah pihak ekspansi perkebunan kelapa sawit hanya melihat dampak lingkungan, selain salah kaprah juga mengabaikan adanya fungsi lingkungan inheren melekat dalam perkebunan sawit (PASPI, 2021). Pertanian termasuk perkebunan memiliki multifungsi antara lain fungsi jasa lingkungan yakni green function dan blue function (OECD, 2001; Huylenbroeck et.al., 2007; Moon, 2012). Green function terkait dengan jasa carbon sink (penyerap karbon), sequestrasi (proses penyimpanan CO2 dari atmosfer), dan produksi oksigen. Sedangkan, blue function terkait dengan pelestarian hidrologis serta konservasi tanah dan air (PASPI, 2021 dalam jurnal berjudul Multifungsi Ekologis dari Perkebunan Sawit Indonesia). PASPI (2021) menejelaskan, karakteristik perkebunan sawit sebagai perennial plant, memiliki ukuran yang relatif besar dan tinggi, canopy cover mendekati 100 persen dan siklus usia tanaman sekitar 25 tahun, berimplikasi pada fungsi dan manfaat ekologis yang dimilikinya.

Tentang Capaian LindungiHutan Lestarikan Lingkungan Sepanjang 2023 Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 04 Agustus 2024 | 08:55 WIB

Tentang Capaian LindungiHutan Lestarikan Lingkungan Sepanjang 2023

Semarang, katakabar.com - LindungiHutan rilis laporan tahunan atas pencapaian, dan dampak yang didapatkan sepanjang tahun 2023. LindungiHutan berhasil mengumpulkan donasi lebih dari lima miliar rupiah atas dukungan 5.347 donatur, 83 mitra perusahaan atau brand, dan 261 penggalang sepanjang tahun 2023. Dengan dukungan ini, tercipta 358 kampanye alam sebagai bentuk pelestarian lingkungan di Indonesia. Penanaman pohon tersebar di lima pulau besar di Indonesia, meliputi Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Sedang, lima lokasi penanaman terbanyak berada di Mangunharjo (Semarang) 20.913 pohon, Pulau Pari (DKI Jakarta) 17.562 pohon, Desa Bedono (Kendal) 16.398 pohon, Tambakrejo (Semarang) 15.452 pohon, dan Trimulyo (Semarang) 15.036 pohon.

Komitmen Lestarikan Budaya Lampu Colok, Bupati Bengkalis Apresiasi Semua Pihak Riau
Riau
Minggu, 07 April 2024 | 20:12 WIB

Komitmen Lestarikan Budaya Lampu Colok, Bupati Bengkalis Apresiasi Semua Pihak

Bengkalis, katakabar.com - Bupati Bengkalis Kasmarni diwakili Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso menyambut baik dan apresiasi kepada semua pihak yang senantiasa berkomitmen tinggi untuk terus melestarikan kearifan lokal lampu colok yang dilaksanakan setiap tahunnya ini dalam menyambut datangnya idul fitri. Demikian hal itu disampaikan saat membuka festival lomba lampu colok tingkat Kabupaten Bengkalis, Sabtu 6 April 2024, di Desa Pangkalan Batang Barat. Festival Lampu Colok tingkat Kabupaten Bengkalis tahun ini, diikuti sebanyak 25 peserta. Dalam sambutan Bupati Kasmarni disampaikan Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso mengatakan, festival budaya lampu colok yang diselenggarakan mulai malam ke-27 ramadhan, atau yang biasa kita sebut dengan malam tujuh likur ini, keberadaannya memang harus terus kita lestarikan, karena lampu colok ini sudah mendapat pengakuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai warisan budaya. Dan yang tak kalah pentingnya, selain sebagai warisan budaya tak benda, festival lampu colok yang kita selenggarakan ini juga dapat kita jadikan sebagai salah satu bentuk syiar. karena ada banyak hikmah maupun tunjuk ajar kehidupan yang dapat kita petik dari penyelenggaraan festival budaya ini,"ujarnya. Semangat masyarakat dan pemuda Kabupaten Bengkalis untuk kembali mengangkat budaya lampu colok ini kepermukaan tentunya perlu diapresiasi dan didukung bersama. oleh karenanya, menjadi tugas bersama seluruh elemen yang ada didaerah ini, untuk terus melestarikan serta menghidupkan tradisi budaya lokal zaman ke zaman ini. Agar kearifan lokal yang memiliki kekhasan dan keunikan ini, dapat membuat warga Kabupaten Bengkalis yang saat ini berada di perantauan, rindu untuk pulang berhari raya di kampung halamannya, serta dapat menarik kunjungan wisatawan. "Mari kita do'akan, dan kita gaungkan serta kita upayakan, semoga festival lampu colok di negeri junjungan ini, akan menjadi kalender wisata religi baru, di tingkat Provinsi Riau bahkan ditingkat nasional. dan untuk mewujudkan itu semua, tentunya kami butuh dukungan dari semua pihak, khususnya generasi milenial kabupaten bengkalis,"tutur Kasmarni. Turut hadir pada peresmian tersebut, anggota DPRD Provinsi Riau terpilih, Forkopimda Bengkalis, para Staf Ahli Bupati, sejumlah Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Ketua Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkalis, Ketua DWP Kabupaten Bengkalis, Camat Bengkalis dan seluruh para tamu undangan terhormat lainnya.

LindungiHutan: Ayo Masyarakat Aktif Lestarikan Hutan Lewat Program Sedekah Pohon Lingkungan
Lingkungan
Senin, 25 Maret 2024 | 19:17 WIB

LindungiHutan: Ayo Masyarakat Aktif Lestarikan Hutan Lewat Program Sedekah Pohon

Semarang, katakabar.com - LindungiHutan seru masyarakat aktif lestarikan hutan, dengan diluncurkan inisiatif baru selama bulan Ramadhan, yakni program Sedekah Pohon. Hal ini sebagai komitmen untuk melestarikan hutan Indonesia. Makanya LindungiHutan umumkan program tahunan selama bulan Ramadan Sedekah Pohon. Program tersebut program unggulan dari LindungiHutan mengajak setiap orang berperan aktif menjaga hutan dengan berkontribusi melalui upaya penghijauan terutama di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan bulan penuh berkah bagi umat muslim seluruh dunia. Sedekah Pohon jadi ajang bagi umat muslim untuk beramal dengan cara yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi lingkungan. Program ini pun dapat diikuti dari berbagai latar belakang tanpa memandang agama, ras, suku, hingga kewarganegaraan. Mereka dapat ikut serta menjaga kelestarian hutan dengan cara berdonasi pohon hingga melakukan aksi nyata penanaman pohon di berbagai lokasi di Indonesia. CEO LindungiHutan, Miftachur Robani, menyatakan, program Sedekah Pohon menjadi ajang untuk berbuat kebaikan selama ramadhan memberikan dampak berkelanjutan untuk lingkungan dan masyarakat. Setiap individu, komunitas, organisasi, hingga perusahaan dapat bergabung melalui program Sedekah Pohon dengan cara mengunjungi laman https://lindungihutan.com/sedekahpohon/. Melalui Sedekah Pohon, Anda dapat berkontribusi untuk upaya: 1. Mengurangi Dampak Perubahan Iklim Pohon memiliki kemampuan untuk menyerap partikel emisi karbon di bumi sehingga membantu untuk mengurangi dampak dari perubahan iklim. 2. Meningkatkan Kelestarian Lingkungan Menanam pohon membantu untuk menjaga kelestarian lingkungan dan sangat berperan dalam mengatasi lahan yang rusak atau terdegradasi. Pohon bermanfaat untuk menciptakan kehidupan baru bagi makhluk hidup yang membutuhkannya. 3. Menyejahterakan Masyarakat Penanaman pohon di sekitar hutan membantu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pohon mampu menghasilkan hasil hutan berupa kayu maupun non-kayu yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. LindungiHutan mengundang berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam program Sedekah Pohon selama bulan Ramadan ini. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi laman https://lindungihutan.com/sedekahpohon/ dan ikuti akun Instagram LindungiHutan (lindungihutan). Kontak: Intan Widianti Kartika Putri Head of Partnership Email: kartika@lindungihutan.com Phone: +62 823-2901-5769 Jl. Lempongsari 1 No. 405, Lempongsari, Gajah Mungkur, Kota Semarang 50231 Website: https://lindungihutan.com/