LRT Jabodetabek

Sorotan terbaru dari Tag # LRT Jabodetabek

Selama Libur Panjang April 2026, Pengguna LRT Jabodebek Melonjak Signifikan Tumbuh 138 Persen Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 10 April 2026 | 10:08 WIB

Selama Libur Panjang April 2026, Pengguna LRT Jabodebek Melonjak Signifikan Tumbuh 138 Persen

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan signifikan jumlah pengguna LRT Jabodebek selama periode libur panjang akhir pekan pada 3 hingga 5 April 2026 lalu. Total pengguna selama tiga hari tersebut mencapai 270.696 pengguna, meningkat tajam dibandingkan periode libur panjang tahun 2025 yang tercatat sebanyak 113.606 pengguna. Secara persentase, terjadi kenaikan sebesar 138,2 persen, menunjukkan semakin kuatnya peran LRT Jabodebek sebagai moda transportasi pilihan masyarakat perkotaan dalam mengisi periode libur. Jika dirinci per hari, jumlah pengguna pada periode tersebut adalah: • 3 April 2026: 90.078 pengguna • 4 April 2026: 95.152 pengguna • 5 April 2026: 85.466 pengguna Puncak tertinggi terjadi pada 4 April 2026, mengindikasikan mobilitas masyarakat berada pada fase optimal di tengah periode libur. Dari sisi stasiun, akumulasi tiga hari menunjukkan bahwa tiga stasiun dengan volume pengguna tertinggi adalah: • Stasiun Dukuh Atas: 46.408 pengguna • Stasiun Harjamukti: 34.649 pengguna • Stasiun Cikoko: 27.418 pengguna Sebagai pembanding, pada periode 18 hingga 20 April 2025, tiga stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi tercatat: • Dukuh Atas BNI: 39.922 pengguna • Harjamukti: 28.725 pengguna • Cikoko: 21.982 pengguna Perbandingan ini menunjukkan bahwa seluruh stasiun utama mengalami peningkatan volume pengguna yang konsisten, dengan Dukuh Atas tetap menjadi simpul mobilitas tertinggi, sekaligus memperkuat fungsi integrasi antarmoda di pusat kota. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan tren ini mencerminkan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih transportasi publik. “Peningkatan signifikan ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin dipercaya sebagai solusi mobilitas yang efisien, terutama saat periode libur panjang. Integrasi antarmoda, waktu tempuh yang pasti, serta kenyamanan layanan menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik,” ujar Radhitya. Ke depan, LRT Jabodebek akan terus mengoptimalkan layanan, baik dari sisi operasional maupun konektivitas, guna mengantisipasi pertumbuhan pengguna yang diproyeksikan akan terus meningkat, terutama pada periode-periode dengan mobilitas tinggi seperti libur panjang dan hari besar nasional.

Libur Panjang, 270 Ribu Warga Gunakan LRT Jabodebek untuk Akses Wisata Nasional
Nasional
Rabu, 08 April 2026 | 13:06 WIB

Libur Panjang, 270 Ribu Warga Gunakan LRT Jabodebek untuk Akses Wisata

Jakarta, katakabar.com -LRT Jabodebek mencatat 270.696 pengguna selama libur panjang 3-5 April 2026, dengan Stasiun Dukuh Atas dan TMII sebagai destinasi populer. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pengguna LRT Jabodebek selama periode libur panjang dalam rangka memperingati Wafat Yesus Kristus dan Paskah pada 3 hingga 5 April 2026 sebanyak 270.696 pengguna LRT Jabodebek. Angka ini meningkat lebih dari 2 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 pada long weekend 18-20 April 2025, tercatat sebanyak 113.606 pengguna. Peningkatan ini menunjukkan semakin kuatnya peran LRT Jabodebek sebagai pilihan masyarakat untuk mengisi waktu libur, tidak hanya untuk mobilitas harian, tetapi untuk mengakses berbagai destinasi wisata dan ruang publik di kawasan Jabodebek secara praktis dan terintegrasi. Selama periode tersebut, sejumlah stasiun yang terhubung dengan kawasan strategis dan destinasi populer mencatat volume pengguna yang tinggi. Stasiun Dukuh Atas konsisten menjadi titik dengan jumlah pengguna tertinggi, mencerminkan perannya sebagai simpul mobilitas menuju kawasan pusat kota dengan konektivitas antarmoda seperti KRL, KA Bandara, MRT, dan Transjakarta. Di sisi lain, Stasiun TMII mencatat sebanyak 13.627 pengguna selama long weekend tersebut, mengindikasikan tingginya minat masyarakat untuk berwisata, khususnya pada akhir periode libur, seiring tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kemudahan akses melalui LRT serta dukungan konektivitas lanjutan menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata keluarga yang semakin diminati. Tingginya pengguna LRT Jabodebek juga terlihat di Stasiun Cikoko yang mencatat volume 27.418 pengguna dan Bekasi Barat sebanyak 23.337 pengguna. Hal ini menunjukkan pergerakan masyarakat dari kawasan hunian menuju pusat aktivitas dan destinasi rekreasi di Jakarta dan sekitarnya selama masa libur panjang. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa tren ini mencerminkan perubahan pola mobilitas masyarakat yang semakin menjadikan transportasi LRT Jabodebek sebagai bagian dari pengalaman berwisata, dan juga transportasi menikmati libur akhir pekan. “KAI menyampaikan terima kasih atas kepercayaannya menggunakan LRT Jabodebek yang tidak hanya digunakan untuk mobilitas rutin, tetapi juga menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian selama libur panjang. Kemudahan akses ke berbagai destinasi wisata dan ruang publik menjadikan LRT sebagai solusi perjalanan yang praktis dan nyaman,” ujarnya. LRT Jabodebek menghadirkan perjalanan yang bebas macet, tepat waktu, serta terintegrasi dengan berbagai moda transportasi seperti KRL Commuter Line, KA Bandara, Kereta Cepat Whoosh, MRT Jakarta, hingga TransJakarta.

LRT Jabodebek Amankan 168 Barang Tertinggal, 47 Sudah Dikembalikan ke Pemilik Nasional
Nasional
Kamis, 02 April 2026 | 16:17 WIB

LRT Jabodebek Amankan 168 Barang Tertinggal, 47 Sudah Dikembalikan ke Pemilik

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek catat 168 barang tertinggal selama libur Lebaran 2026, dengan petugas melakukan pengamanan dan verifikasi kepemilikan untuk mengembalikan barang kepada pemiliknya. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 168 barang tertinggal di layanan LRT Jabodebek selama periode libur Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, 47 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya, sementara sisanya masih dalam proses pengamanan oleh petugas. Selama periode libur Lebaran 2026, KAI melayani sebanyak 294.659 pengguna LRT Jabodebek. Jumlah ini meningkat sekitar 33 persen dibandingkan periode yang sama pada libur Lebaran 2025 yang tercatat sebanyak 221.040 pengguna. Peningkatan volume pengguna tersebut turut berkontribusi terhadap meningkatnya potensi barang tertinggal, baik di area stasiun maupun di dalam rangkaian kereta. Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan petugas secara rutin melakukan pemeriksaan di area stasiun maupun di dalam kereta untuk memastikan barang tertinggal dapat segera diamankan. Selain itu, penggunaan sistem CCTV turut mendukung proses identifikasi barang temuan secara lebih cepat dan akurat. “Seluruh barang temuan ditangani melalui mekanisme layanan lost and found yang terintegrasi. Petugas juga melakukan verifikasi kepemilikan untuk memastikan barang kembali kepada pemilik yang sah sehingga kepercayaan pengguna LRT Jabodebek terhadap layanan tetap terjaga,” ujarnya. Dari keseluruhan barang yang ditemukan, tiga jenis barang yang paling sering tertinggal adalah payung, tumbler, dan kartu uang elektronik. Barang-barang tersebut umumnya merupakan perlengkapan yang digunakan dalam aktivitas harian sehingga lebih rentan tertinggal saat mobilitas tinggi. Optimalisasi layanan penanganan barang tertinggal ini menjadi bagian dari upaya LRT Jabodebek dalam menjaga kualitas layanan di tengah peningkatan mobilitas masyarakat. Pengelolaan barang temuan yang tertib dan terstruktur tidak hanya memastikan barang pengguna tetap aman dan dapat ditelusuri, tetapi juga mendukung kenyamanan perjalanan secara keseluruhan. KAI mengimbau seluruh pengguna LRT Jabodebek untuk lebih memperhatikan barang bawaan selama perjalanan, termasuk memastikan barang tidak tertinggal saat berpindah moda maupun saat meninggalkan kereta dan area stasiun. Pengguna juga diharapkan menempatkan barang pada area yang telah disediakan agar tidak mengganggu ruang gerak dan kenyamanan pengguna lain. Bagi pengguna yang merasa kehilangan barang, pelaporan dapat dilakukan melalui petugas di stasiun terdekat atau melalui layanan pelanggan resmi LRT Jabodebek untuk proses penelusuran lebih lanjut.

Zero Accident di Lingkungan Kantor, LRT Jabodebek Catat Kinerja Keselamatan Kerja Optimal Awal 2026 Nasional
Nasional
Minggu, 29 Maret 2026 | 21:48 WIB

Zero Accident di Lingkungan Kantor, LRT Jabodebek Catat Kinerja Keselamatan Kerja Optimal Awal 2026

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek pertahankan capaian zero accident pada Januari-Februari 2026, dengan tidak ada kasus LTI, Near Miss, FAC, MTC, maupun FAT, serta produktivitas kerja yang stabil. Hal itu melanjutkan capaian serupa pada 2025 lalu. Konsistensi ini terjadi di tengah tingginya aktivitas kerja yang mencapai 205.648 jam kerja kumulatif dalam dua bulan pertama tahun ini. Data Divisi LRT Jabodebek menunjukkan, tidak terdapat kasus Lost Time Injury (LTI), Near Miss, First Aid Case (FAC), Medical Treatment Case (MTC), maupun Fatality (FAT) sepanjang periode tersebut. Capaian ini mempertahankan tren nihil kecelakaan kerja yang juga tercatat sepanjang 2025. Dari sisi produktivitas, volume kerja karyawan tercatat 107.888 jam pada Januari dan 97.760 jam pada Februari, dengan rata-rata 102.824 jam kerja. Pada periode yang sama, jumlah karyawan relatif stabil di angka 613 orang pada Januari dan 611 orang pada Februari, menunjukkan kesinambungan kapasitas operasional. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa kinerja keselamatan kerja ini menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas operasional LRT Jabodebek secara keseluruhan. Lingkungan kerja yang aman dan terkendali berkontribusi langsung terhadap keandalan layanan, konsistensi perjalanan, serta minimnya gangguan operasional yang berdampak pada pengguna. Dengan terjaganya aspek keselamatan internal, LRT Jabodebek dapat memastikan proses operasional berjalan lebih disiplin dan terstandarisasi, sehingga mendukung pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat. Upaya menjaga kinerja keselamatan kerja dilakukan melalui penerapan pengawasan rutin, edukasi berkelanjutan, serta penguatan budaya preventif di lingkungan kerja. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mempertahankan performa operasional yang stabil dan berkelanjutan. Keberlanjutan capaian zero accident ini memperkuat posisi LRT Jabodebek sebagai penyedia layanan transportasi publik yang mengedepankan keselamatan, baik bagi pekerja maupun pengguna jasa.

Libur Lebaran 2026, Pengguna LRT Jabodebek Meningkat 33 Persen Dibanding 2025 Nasional
Nasional
Jumat, 27 Maret 2026 | 15:10 WIB

Libur Lebaran 2026, Pengguna LRT Jabodebek Meningkat 33 Persen Dibanding 2025

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek mencatat peningkatan 33 persen pengguna selama libur Lebaran 2026, dengan 294.659 pengguna, berkat integrasi moda transportasi dan layanan yang optimal. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan jumlah pengguna LRT Jabodebek selama periode libur Lebaran tanggal 18 hingga 24 Maret 2026. Di periode tersebut tercatat sebanyak 294.659 pengguna LRT Jabodebek. Jumlah ini meningkat sekitar 33 persen dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025 yang tercatat sebanyak 221.040 pengguna LRT Jabodebek. Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan peningkatan ini menunjukkan perubahan perilaku masyarakat memilih moda transportasi LRT Jabodebek, khususnya pada periode libur Lebaran 2026. “Peningkatan jumlah pengguna yang signifikan menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin dipercaya dan mulai menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya pada momen dengan mobilitas tinggi seperti Lebaran,” ujarnya. Data ini menunjukkan LRT Jabodebek tidak lagi diposisikan sebagai moda alternatif, tetapi mulai menjadi pilihan utama masyarakat. Dari sisi operasional, selama periode libur Lebaran 18 hingga 24 Maret 2026 KAI mengoperasikan 270 perjalanan setiap hari. Khusus pada H1 dan H2 Lebaran atau 21 dan 22 Maret, jumlah perjalanan ditingkatkan menjadi 430 perjalanan per hari dengan tarif Rp1. Meningkatnya minat masyarakat tidak terlepas dari berbagai kemudahan yang ditawarkan LRT Jabodebek, antara lain: * Terintegrasi dengan berbagai moda transportasi seperti KRL, KA Bandara, Kereta Cepat Whoosh, MRT, TransJakarta, hingga akses ke terminal bus; * Terhubung dengan pusat aktivitas masyarakat seperti kawasan bisnis, pusat perbelanjaan, dan destinasi rekreasi; * Memberikan kepastian waktu perjalanan tanpa terpengaruh kemacetan. “Berbagai keunggulan ini menjadikan LRT Jabodebek sebagai solusi mobilitas yang efisien, khususnya pergerakan masyarakat pada saat Lebaran 2026,” jelasnya. Melalui konektivitas antarmoda yang luas, pengguna dapat dengan mudah berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya hingga mencapai tujuan akhir, baik untuk bersilaturahmi, berwisata, maupun beraktivitas di pusat kota. Dengan layanan yang semakin optimal, KAI berharap LRT Jabodebek terus menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan yang cepat, terintegrasi, dan berkelanjutan.

LRT Jabodebek Perkuat Integrasi Antarmoda dan Akses ke Destinasi Wisata Wisata
Wisata
Selasa, 24 Maret 2026 | 20:13 WIB

LRT Jabodebek Perkuat Integrasi Antarmoda dan Akses ke Destinasi Wisata

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek jadi pilihan transportasi masyarakat selama Lebaran 2026 dengan konektivitas antarmoda yang luas dan akses langsung ke destinasi wisata serta pusat aktivitas di Jabodebek. Stasiun Dukuh Atas menjadi yang paling ramai dengan 30.086 pengguna naik dan 32.599 pengguna turun. LRT Jabodebek memperkuat perannya sebagai penghubung mobilitas masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan menghadirkan konektivitas antarmoda yang luas serta akses langsung ke berbagai destinasi wisata dan pusat aktivitas di wilayah Jabodebek. Di tengah meningkatnya pergerakan masyarakat untuk bersilaturahmi dan berwisata, LRT Jabodebek menjadi pilihan transportasi yang menghubungkan berbagai kawasan strategis secara efisien tanpa ketergantungan pada kendaraan pribadi. Melalui integrasi langsung dengan berbagai moda transportasi utama seperti KRL Commuter Line, KA Bandara, Kereta Cepat Whoosh, MRT Jakarta, TransJakarta, hingga Terminal Kampung Rambutan. Selain itu, LRT Jabodebek juga memberikan kemudahan akses menuju beragam destinasi selama libur Lebaran, seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta kawasan bisnis dan gaya hidup di Kuningan, Rasuna Said, dan Setiabudi. Berbagai pusat perbelanjaan, area kuliner, dan ruang publik di sepanjang lintasan turut menjadi bagian dari ekosistem mobilitas yang dilayani LRT Jabodebek. Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menuturkan LRT Jabodebek tidak hanya melayani perjalanan harian, tetapi juga menjadi solusi mobilitas masyarakat untuk menikmati libur Lebaran. “Integrasi antarmoda dan kemudahan akses ke berbagai destinasi memungkinkan masyarakat bepergian dengan lebih efisien, nyaman, dan terhindar dari kemacetan,” ujarnya. Selama periode 21 hingga 23 Maret 2026, sejumlah stasiun mencatat volume pengguna yang signifikan, khususnya pada stasiun-stasiun yang memiliki konektivitas tinggi dan akses ke pusat aktivitas, dengan rincian: - Stasiun Dukuh Atas: 30.086 pengguna naik dan 32.599 pengguna turun - Stasiun Harjamukti: 19.237 pengguna naik dan 19.330 pengguna turun - Stasiun Cikoko: 14.693 pengguna naik dan 13.891 pengguna turun - Stasiun Bekasi Barat: 14.552 pengguna naik dan 15.366 pengguna turun - Stasiun Jatimulya: 11.132 pengguna naik dan 11.156 pengguna turun - Stasiun TMII: 8.679 pengguna naik dan 8.346 pengguna turun - Stasiun Cawang: 8.586 pengguna naik dan 7.256 pengguna turun - Stasiun Jatibening Baru: 6.395 pengguna naik dan 6.156 pengguna turun - Stasiun Rasuna Said: 4.306 pengguna naik dan 4.825 pengguna turun - Stasiun Kampung Rambutan: 3.402 pengguna naik dan 2.973 pengguna turun Data tersebut menunjukkan tingginya pemanfaatan LRT Jabodebek sebagai moda transportasi yang terintegrasi dan mampu menjangkau berbagai titik tujuan masyarakat selama periode libur Lebaran. Dengan dukungan konektivitas yang luas serta kemudahan akses menuju berbagai pusat aktivitas dan destinasi wisata, LRT Jabodebek terus memperkuat perannya sebagai bagian dari ekosistem transportasi publik modern di wilayah Jabodebek. Komitmen ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang lebih efisien, nyaman, dan berkelanjutan.

Tarif Spesial Rp1 Bikin Pengguna LRT Jabodebek Melonjak H1 dan H2 Lebaran 2026 Nasional
Nasional
Senin, 23 Maret 2026 | 19:35 WIB

Tarif Spesial Rp1 Bikin Pengguna LRT Jabodebek Melonjak H1 dan H2 Lebaran 2026

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek mencatat peningkatan signifikan jumlah pengguna pada H1 dan H2 Lebaran 2026, dengan 102.648 pengguna, berkat kebijakan tarif Rp1 dan operasional 430 perjalanan per hari. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan jumlah pengguna LRT Jabodebek pada periode Hari Pertama dan Kedua Lebaran 1447 H (21 hingga 22 Maret 2026). Selama 2 hari tersebut, tercatat 102.648 pengguna LRT Jabodebek, meningkat 79 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebanyak 57.308 pengguna LRT Jabodebek. Berikut data volume pengguna LRT Jabodebek selama 21 hingga 22 Maret 2026 atau H1 dan H2 lebaran 2026 dibanding tahun 2025, yakni: - H1 (21 Maret 2026): 39.850 pengguna LRT Jabodebek (meningkat 74% dari 22.844 pada lebaran 2025); - H2 (22 Maret 2026): 62.798 pengguna LRT Jabodebek (meningkat 82 persen dari 34.464 pada lebaran 2025). Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan peningkatan ini sejalan dengan kebijakan tarif spesial Rp1 yang diterapkan pada H1 dan H2 Lebaran 2026, serta dukungan operasional sebanyak 430 perjalanan per hari, yang memberikan fleksibilitas dan kemudahan mobilitas bagi masyarakat selama momen H1 dan H2 Lebaran 2026. “Lonjakan pengguna LRT Jabodebek tahun 2026 dibandingkan tahun lalu menunjukkan kebijakan tarif Rp1 efektif dalam mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik. Tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, namun juga memperkuat peran LRT Jabodebek sebagai moda transportasi andalan di kawasan Jabodebek, khususnya pada momen Lebaran,” jelasnya. Menurutnya, berdasarkan pelayanan petugas di stasiun, masih terdapat masyarakat yang baru pertama kali menggunakan LRT Jabodebek, terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait cara pembelian tiket dan penggunaan layanan. “Ini menunjukkan kebijakan tarif Rp1 efektif membuka akses sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju transportasi publik. Secara langsung, LRT Jabodebek turut berkontribusi pada efisiensi ekonomi masyarakat, pengurangan kemacetan, serta mendukung transportasi yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya. Berdasarkan akumulasi data 2 hari, stasiun dengan volume pengguna tertinggi adalah: Penumpang Masuk (Tap In) Tertinggi : 1. Dukuh Atas : 20.892 pengguna; 2. Harjamukti : 13.138 pengguna; 3. Bekasi Barat : 9.924 pengguna; 4. Cikoko : 10.085 pengguna; 5. Jatimulya : 7.689 pengguna. Penumpang Keluar (Tap Out) Tertinggi : 1. Dukuh Atas : 22.530 pengguna; 2. Harjamukti : 13.325 pengguna; 3. Bekasi Barat : 10.407 pengguna; 4. Cikoko : 9.370 pengguna; 5. Jatimulya : 7.891 pengguna. Tingginya pergerakan di stasiun tersebut menunjukkan peran LRT Jabodebek dalam menghubungkan kawasan hunian dengan pusat aktivitas dan simpul transportasi. Selain tarif terjangkau, peningkatan pengguna juga didorong oleh : - Konektivitas dengan moda lain seperti KRL, Kereta Cepat Whoosh, KA Bandara, MRT, hingga Transjakarta; - Akses ke pusat aktivitas, kawasan bisnis, dan destinasi rekreasi; - Layanan yang konsisten dengan frekuensi perjalanan tinggi. Dengan peningkatan pengguna LRT Jabodebek dibandingkan tahun sebelumnya, LRT Jabodebek menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung mobilitas masyarakat selama Lebaran, sekaligus memperluas basis pengguna melalui pengalaman pertama yang positif.

Hadirkan Nuansa Lebaran di 18 Stasiun, LRT Jabodebek Ciptakan Pengalaman Perjalanan Lebih Hangat Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 22 Maret 2026 | 13:23 WIB

Hadirkan Nuansa Lebaran di 18 Stasiun, LRT Jabodebek Ciptakan Pengalaman Perjalanan Lebih Hangat

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek menghadirkan nuansa Lebaran 2026 di 18 stasiun dengan dekorasi tematik, dan busana muslim petugas untuk memberikan pengalaman perjalanan lebih hangat agar berkesan kepada masyarakat. Nuansa Idul Fitri 1447 Hijriah dihadirkan melalui berbagai elemen visual di area stasiun, seperti ornamen khas Lebaran berupa ketupat, dominasi warna hijau dan emas, serta dekorasi tematik lainnya yang menciptakan suasana kebersamaan dan memperkuat atmosfer Hari Raya di ruang publik transportasi. Selain itu, suasana Lebaran juga terasa dari sisi pelayanan. Sebanyak 243 petugas frontliner yang terdiri dari passenger service dan ticketing officer mengenakan busana muslim selama periode Idul Fitri. Kehadiran petugas dengan balutan busana tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat. Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan inisiatif ini bentuk komitmen LRT Jabodebek dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang tidak hanya nyaman secara operasional, tetapi relevan dengan momen yang dirasakan masyarakat. “Idul Fitri momen yang identik dengan kebersamaan dan kehangatan. Melalui hadirnya nuansa Lebaran di stasiun dan layanan kami, LRT Jabodebek ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih dari sekadar perpindahan, tetapi menjadi bagian dari suasana Hari Raya yang dirasakan masyarakat,” kata Radhitya. Selain di area stasiun, ujarnya, sentuhan Idul Fitri juga dihadirkan di dalam kereta melalui elemen visual dan informasi layanan yang disesuaikan dengan momentum Lebaran, sehingga menciptakan pengalaman perjalanan yang konsisten dari stasiun hingga di dalam kereta. Inisiatif ini menjadi bagian dari pendekatan layanan berbasis pengalaman (customer experience) yang terus dikembangkan oleh LRT Jabodebek, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran. LRT Jabodebek berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal, sekaligus mampu memberikan nilai tambah melalui pengalaman perjalanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Nikmati Perjalanan Mudik Lebaran 2026 dengan LRT Jabodebek Terintegrasi, Nyaman dan Terjangkau Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 18 Maret 2026 | 23:40 WIB

Nikmati Perjalanan Mudik Lebaran 2026 dengan LRT Jabodebek Terintegrasi, Nyaman dan Terjangkau

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek mengoperasikan 270 perjalanan setiap hari dengan tarif maksimal Rp10.000 selama periode 18 hingga 24 Maret 2026, menyediakan solusi mobilitas efisien bagi masyarakat di wilayah Jabodebek. Layanan ini terintegrasi dengan berbagai moda transportasi dan pusat aktivitas masyarakat. Masyarakat kini dapat menikmati perjalanan mudik maupun silaturahmi Lebaran 2026 dengan lebih praktis melalui layanan LRT Jabodebek yang terintegrasi, nyaman, dan terjangkau. Selama periode 18 hingga 24 Maret 2026, LRT Jabodebek mengoperasikan 270 perjalanan setiap hari dengan tarif maksimal Rp10.000, memberikan solusi mobilitas efisien bagi masyarakat di wilayah Jabodebek selama masa Angkutan Lebaran. LRT Jabodebek menghadirkan kemudahan perjalanan melalui integrasi antarmoda dengan berbagai layanan transportasi, seperti: - KRL Commuter Line - KA Bandara - Kereta Cepat Whoosh - Transjakarta - serta moda lanjutan lainnya Integrasi ini memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan secara lebih seamless, mulai dari kawasan hunian hingga titik tujuan akhir tanpa hambatan berarti. Selain itu, LRT Jabodebek juga terhubung dengan berbagai pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata keluarga seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Hal ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan momen Lebaran untuk berwisata maupun berkumpul bersama keluarga. Untuk memastikan layanan tetap optimal selama periode Angkutan Lebaran, KAI menyiagakan 770 petugas layanan dan pengamanan, yang terdiri dari: • 243 petugas frontliner (119 passenger service dan 124 ticketing officer) • 527 personel pengamanan Kehadiran petugas ini bertujuan untuk menjaga keamanan, kenyamanan, serta kelancaran operasional di seluruh area layanan LRT Jabodebek. Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa LRT Jabodebek hadir sebagai solusi mobilitas perkotaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat Lebaran. “Melalui integrasi antarmoda, tarif yang terjangkau, serta konektivitas ke berbagai destinasi strategis, LRT Jabodebek siap mendukung perjalanan masyarakat selama Lebaran menjadi lebih mudah, aman, dan nyaman," ulasnya.

Tarif LRT Jabodebek Maksimal Rp10 Ribu Selama Libur Panjang 18 Hingga 24 Maret Ekonomi
Ekonomi
Senin, 16 Maret 2026 | 20:10 WIB

Tarif LRT Jabodebek Maksimal Rp10 Ribu Selama Libur Panjang 18 Hingga 24 Maret

Jalarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (setiap hari guna memastikan layanan transportasi publik tetap tersedia bagi masyarakat. “Melalui kebijakan tarif ini, KAI mendorong masyarakat untuk memanfaatkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan efisien selama periode libur panjang, baik untuk bersilaturahmi, rekreasi, maupun aktivitas lainnya,” ujarnya. LRT Jabodebek menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat karena terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya. Dengan konektivitas antarmoda yang terintegrasi, LRT Jabodebek memudahkan masyarakat melanjutkan perjalanan ke berbagai tujuan melalui KA Bandara, KRL Commuter Line, Kereta Cepat Whoosh, Transjakarta, hingga akses menuju Terminal Kampung Rambutan. Selain itu, LRT Jabodebek juga memberikan kemudahan akses menuju sejumlah pusat aktivitas dan destinasi populer, seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), mal, serta berbagai kawasan perbelanjaan dan pusat kegiatan masyarakat di wilayah Jabodebek. KAI memastikan seluruh layanan LRT Jabodebek tetap beroperasi secara optimal selama periode libur panjang guna memberikan alternatif transportasi publik yang andal di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat. “LRT Jabodebek hadir untuk memberikan kepastian perjalanan bagi masyarakat, khususnya pada periode libur panjang ketika mobilitas masyarakat meningkat,” sebut Radhitya.