Makin

Sorotan terbaru dari Tag # Makin

Makin Mudah dan Terintegrasi! Dari Stasiun KAI Daop 1 Jakarta ke Beragam Destinasi Favorit di Jakarta Nasional
Nasional
Rabu, 16 Juli 2025 | 21:10 WIB

Makin Mudah dan Terintegrasi! Dari Stasiun KAI Daop 1 Jakarta ke Beragam Destinasi Favorit di Jakarta

7. Stasiun Jatinegara Terintegrasi: KRL, Transjakarta Akses ke: TMII, pusat perbelanjaan timur Jakarta 8. Stasiun Bekasi Terintegrasi: KRL, LRT Jabodebek via Angkuta Umum Dekat ke: Summarecon Mall, Kalimalang, Alun-Alun Kota Bekasi Fasilitas Lengkap untuk Kenyamanan dan Aksesibilitas Seluruh stasiun utama KAI Daop 1 Jakarta telah dilengkapi dengan: Ruang tunggu nyaman ber-AC & ramah disabilitas Toilet bersih, musala, dan ruang laktasi Lift, eskalator, guiding block, dan jalur disabilitas Loket manual dan tiket otomatis Area komersial serta tenant makanan dan minuman Informasi digital dan petunjuk arah yang jelas

Layanan Makin Diminati, LRT Jabodebek Layani 2,29 Juta Pengguna Sepanjang Mei 2025 Nasional
Nasional
Kamis, 05 Juni 2025 | 20:00 WIB

Layanan Makin Diminati, LRT Jabodebek Layani 2,29 Juta Pengguna Sepanjang Mei 2025

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) catat kinerja positif pengoperasian LRT Jabodebek. Sepanjang bulan Mei 2025, sebanyak 2.293.124 pengguna tercatat telah memanfaatkan layanan LRT Jabodebek, meningkat sebesar 10 persen atau sebanyak 209.733 pengguna dibandingkan bulan April. Kinerja ini turut ditopang pertumbuhan pengguna baik pada hari kerja maupun akhir pekan. Rata-rata pengguna harian pada hari kerja mencapai 98.000 orang, naik 3 persen dibandingkan April yang mencatat 95.031 orang. Sementara, rata-rata pengguna akhir pekan meningkat signifikan menjadi 44.794 orang, atau tumbuh 11 persen dari sebelumnya. Lonjakan jumlah pengguna pun kembali tercatat pada hari-hari tertentu. LRT Jabodebek mencatat rekor tertinggi sepanjang operasional, yakni 114.000 pengguna dalam satu hari pada 28 Mei 2025. Angka ini menjadi pencapaian baru dalam sejarah pengoperasian LRT Jabodebek sejak diluncurkan. Sepanjang bulan Mei, LRT Jabodebek juga telah mengoperasikan 10.077 perjalanan dengan tingkat ketepatan waktu (On Time Performance) mencapai 99,48 persen, menunjukkan konsistensi dalam pelayanan yang efisien dan andal. Adapun tiga stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi selama bulan Mei 2025 adalah: • Stasiun Dukuh Atas BNI: 352.898 pengguna tap in dan 321.018 pengguna tap out • Stasiun Harjamukti: 263.768 pengguna tap in dan 271.977 pengguna tap out • Stasiun Kuningan: 206.779 pengguna tap in dan 195.656 pengguna tap out Secara kumulatif, hingga akhir Mei 2025, jumlah total pengguna LRT Jabodebek telah mencapai 10.727.798 pengguna. Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan LRT Jabodebek.

Wuih! Bos Sawit Maki Cuan Lantaran Harga CPO Terus Meroket Sawit
Sawit
Rabu, 29 Januari 2025 | 17:56 WIB

Wuih! Bos Sawit Maki Cuan Lantaran Harga CPO Terus Meroket

Jakarta, katakabar.com - Harga kontrak minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali naik, Selasa (28/1) kemarin, ini kali ketiga berturut-turut harga CPO naik. Data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan kontrak berjangka CPO untuk Februari 2025 menunjukkan naik 26 Ringgit Malaysia menjadi 4.535 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Maret naik 42 Ringgit Malaysia menjadi 4.392 Ringgit Malaysia per ton. Begitu pun April 2025 naik 61 Ringgit Malaysia menjadi 4.279 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Mei 2025 juga terkerek 73 Ringgit Malaysia menjadi 4.190 per ton. Pada Juni melonjak 81 Ringgit Malaysia menjadi 4.135 per ton, dan Juli 2025 juga naik 84 Ringgit Malaysia menjadi 4.099 per ton.

Dendam Elektoral, Deja vu, Piye Jal? Opini
Opini
Rabu, 13 Desember 2023 | 09:50 WIB

Dendam Elektoral, Deja vu, Piye Jal?

Makin ke sini, makin ke sana. Anies, Prabowo, Ganjar, bisa apa, apa bisa? Rakyat selalu sabar di kapal harapan-harapan, tapi mereka butuh nahkoda yang memberi kepastian ketika gelombang pasang datang. Kapan janji kesejahteraan tidak dibayar dengan utang. Rakyat sudah biasa menderita, bahkan mereka butuh kerja tidak untuk kaya. Sebab kerja adalah simbol wibawa keluarga. "Ora obah, ora mamah". Kerja, kerja, kerja, disebutnya tiga kali oleh pak Jokowi. Sementara rakyat hanya butuh satu saja, "kerjaaa!" Kerja itu amal baik, kerja itu harga diri. Negara yang rakyatnya tidak bekerja berarti negara itu tidak memiliki harga diri. Bagaimana dengan kerja-kerja politik yang padat logistik, sarat intrik, sering diikuti dengan adu otot di akar rumput. Relawan, buzzer yang tak henti berdengung. Plus emosi yang melahirkan konflik dan polarisasi. 'Banteng Ketaton' lama untuk disembuhkan. 'Obat merah' tak sanggup menghilangkan perih. Sebab Megawati-Jokowi tak setali, meski sama-sama kepingin nyebrang kali. (Kalimantan, negeri impian). Sudah 25 tahun politik kekuasaan reformasi, tak sehat jika selalu menyalahkan masa lalu Indonesia. Reformasi kemana saja, ketika Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Kapitalisme politik, binalitas dan banalitas korupsi justru menjadi-jadi. Jasad reformasi tergeletak di meja-meja makan atas nama demokrasi. Ruhnya telah lama pergi bersama nostalgia api. Reformasi menjadi arogan, jumawa, tapi gagap, gugup, bisu menjawab kemiskinan dan ketidakadilan. Siapa sejatinya yang merobek agenda-agenda reformasi? Hanya untuk menang, lalu menyimpan dendam elektoral berkepanjangan. _Deja vu? "Piye jal?"_ Pilpres 2024 akan menjadi batu nisan orde reformasi.