Manggarai

Sorotan terbaru dari Tag # Manggarai

Balai Yasa Manggarai Jadi Pilar Strategis KAI Perawatan dan Inovasi Sarana Peningkatan Layanan Nasional
Nasional
Minggu, 31 Agustus 2025 | 13:29 WIB

Balai Yasa Manggarai Jadi Pilar Strategis KAI Perawatan dan Inovasi Sarana Peningkatan Layanan

Jakarta, katakabar.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menegaskan peran penting Balai Yasa Manggarai sebagai pusat kompetensi perawatan sarana perkeretaapian nasional. Di kunjungannya Kamis (29/8), Bobby menyampaikan, Balai Yasa Manggarai terus berkembang menjadi lokomotif inovasi yang mendukung transformasi layanan KAI menuju standar kelas dunia. “Balai Yasa Manggarai memiliki peran strategis dalam mendukung operasional kereta api nasional. Dengan kompetensi yang terus berkembang, saya melihat Balai Yasa mampu mandiri, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan layanan KAI di bidang sarana,” kata Bobby, lewat keterangan resmi diterima katakabar.com, Sabtu siang Sepanjang Semester I 2025, Balai Yasa Manggarai mencatatkan kinerja mengesankan. Sebanyak 267 unit kereta berhasil menjalani perawatan dua tahunan dan empat tahunan sesuai program. Pada perawatan Genset MO/GO, realisasi bahkan melampaui target dengan 25 unit dari rencana 24 unit atau setara 104 persen pencapaian. Hasil ini mencerminkan ketepatan, ketelitian, dan konsistensi Balai Yasa Manggarai dalam menjaga kesiapan sarana untuk pelayanan penumpang. Balai Yasa Manggarai juga berperan penting dalam program investasi Kereta Ekonomi New Generation Modifikasi. Dari target 52 unit, hingga Agustus 2025 sebanyak 48 unit telah berhasil diselesaikan atau setara 92,3 persen. Sisanya ditargetkan rampung pada September 2025 sehingga dapat segera mendukung peningkatan kenyamanan perjalanan bagi pelanggan. Pada 2023 lalu, Balai Yasa Manggarai berhasil memodifikasi 12 kereta New Generation, 4 kereta kompartemen, serta 3 kereta makan. Tahun 2024, capaian meningkat signifikan dengan 60 kereta New Generation, 1 kereta kompartemen, dan 2 kereta makan. Tahun 2025, inovasi berlanjut dengan target pengerjaan 52 kereta New Generation dan 4 kereta kompartemen yang saat ini dalam proses penyelesaian. Vice President Public Relations KAI, Anne Purba menekankan, pencapaian Balai Yasa Manggarai mencerminkan kompetensi internal KAI yang semakin berkembang. “Inovasi dan kinerja yang dihasilkan Balai Yasa Manggarai menunjukkan kualitas sumber daya KAI yang unggul. Setiap pencapaian memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan pelanggan, sekaligus memperkuat posisi KAI sebagai penyedia transportasi publik yang modern, aman, dan andal,” ujar Anne.

Di Stasiun Tebet, Peron 2 Manggarai Jakarta Kota Opini
Opini
Selasa, 09 Januari 2024 | 21:16 WIB

Di Stasiun Tebet, Peron 2 Manggarai Jakarta Kota

Oleh: Agung Marsudi Duri Institute katakabar.com - Bisa dibayangkan, duduk bersama orang gila, lalu ngobrol dengannya. Laki-laki tirus, dengan pandangan kosong, berkaos Barcelona. Ngomyang sendiri, dengan beragam ekspresi. Bisa dibayangkan, kalau yang ngomyang sendiri itu para elit negeri ini. Suka-suka, tapi tidak gila. Sementara hasil ngomyangnya membuat rakyat menderita. Di ruang tunggu stasiun Tebet, peron 2 Manggarai, Jakarta Kota. Ada Indonesia di mata orang gila. Tak perlu ditanya kenapa dia gila. Hanya gila. Tidak gila jabatan, gila pangkat atau gila kedudukan. Hanya gila. Tidak tergila-gila kekuasaan. Ketawanya tak nista, hingar tangisnya tak mengganggu siapa-siapa. Di ruang tunggu stasiun Tebet, peron 2 Manggarai, Jakarta Kota. Seorang petugas cleaning service KAI perempuan, berkacamata. Berseragam merah hitam sedang membersihkan guiding block warna kuning. Caution Wet Floor. Di punggungnya bertuliskan 'Kurangi Emisi Karbon'. Iklan karbon, yang hanya korban. Di ruang tunggu stasiun Tebet, peron 2 Manggarai, Jakarta Kota. Seorang anak laki-laki buta, dengan tongkat di tangan, duduk, sambil jualan kerupuk. Satu, dua penumpang KAI yang lalu lalang, mengeluarkan uang dua ribuan untuk satu plastik kerupuk, ukuran sedang. Siapa percaya, fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. "Negara kok begini, begini kok negara!"