Ketika Kampus Tak Lagi Cukup Sekadar Digital: Metranet dan Masa Depan PTI Pendidikan
Pendidikan
Minggu, 13 September 2026 | 13:03 WIB

Ketika Kampus Tak Lagi Cukup Sekadar Digital: Metranet dan Masa Depan PTI

Jakarta, katakabar.com - Lewat konsep Building Impactful Universities untuk membangun perguruan tinggi yang bermutu, berdampak, dan mampu berdaya saing global, Metranet melihat teknologi sebagai enabler. Perguruan tinggi Indonesia (PTI) tengah memasuki fase baru dalam pemanfaatan teknologi. Digitalisasi tidak lagi cukup dimaknai sebagai upaya memindahkan layanan dan proses ke platform digital, tetapi perlu diarahkan untuk membangun institusi yang lebih adaptif, berbasis data, inovatif, dan mampu menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Perspektif tersebut menjadi salah satu konteks kehadiran Metranet, anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dalam Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 yang berlangsung di Aula Timur dan Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, pada 31 Agustus hingga 1 September 2026. Usung tema “Empowering PDDikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi) through IDREN Collaboration: Advancing IT Governance, Cyber Resilience, and Operational Excellence”, forum ini mempertemukan pimpinan teknologi informasi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia bersama pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan terkait. Selama dua hari, forum ini membahas sejumlah agenda strategis yang menjadi fondasi pengembangan pendidikan tinggi berbasis teknologi, mulai dari integrasi dan pelaporan PDDikti, perluasan konektivitas melalui Indonesia Research and Education Network (IDREN), tata kelola teknologi informasi, pemerintahan digital, ketahanan siber, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk analitik data dan pelaporan. Diskusi juga diperluas melalui sesi meja bundar yang membahas tata kelola dan kebijakan TI, ekosistem data pendidikan tinggi, transformasi digital, ketahanan siber, serta SDM digital dan kepemimpinan TI. Bagi Metranet, berbagai agenda tersebut menunjukkan bahwa masa depan kampus digital membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Teknologi perlu ditempatkan sebagai enabler yang menghubungkan kebutuhan akademik, operasional, data, inovasi, dan aktivitas ekonomi kampus sehingga menghasilkan nilai yang nyata. Pandangan tersebut dituangkan Metranet melalui kerangka “Building Impactful Universities”, yang menggambarkan evolusi perguruan tinggi menuju empat area utama: AI-Ready Campus, Digital University, Campus Economic Hub, serta Research to Impact to Market. Keempat area tersebut didukung oleh kapabilitas Metranet Group pada lima area, yaitu technology, AI, data, commerce, dan ecosystem. “Kami melihat transformasi perguruan tinggi bukan semata-mata mengenai seberapa banyak teknologi yang digunakan, tetapi seberapa besar nilai yang dapat dihasilkan dari pemanfaatannya. Teknologi harus mampu meningkatkan kualitas layanan, memperkuat pengambilan keputusan, membuka ruang inovasi, dan mendukung perguruan tinggi menghasilkan dampak yang lebih besar. Karena itu, Metranet mengambil posisi sebagai Digital Enabler for Nation untuk membantu menghadirkan kapabilitas yang relevan dengan kebutuhan tersebut,” kata Faisal Yusuf, Direktur Bisnis Metranet. Dalam visi tersebut, digitalisasi bukan sekadar membangun layanan berbasis teknologi, melainkan menyatukan berbagai aspek perguruan tinggi, mulai dari akademik dan riset hingga pengalaman mahasiswa dan operasional. Dukungan data dan AI kemudian memungkinkan institusi mengambil keputusan secara lebih cerdas, meningkatkan kualitas layanan, dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi seluruh ekosistemnya.  Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Metranet menghadirkan sejumlah kapabilitas melalui portofolionya, antara lain SCALA sebagai digital transformation enabler, Xooply sebagai e-commerce platform, Cazbox sebagai community platform, dan Uzone sebagai digital literacy platform. Metranet juga memperkuat kapabilitasnya melalui kolaborasi dengan Google untuk produk Google Education dan Zoom Communications untuk produk Zoom Workplace di sektor pendidikan. Portofolio tersebut merepresentasikan pendekatan Metranet yang tidak hanya berfokus pada penyediaan teknologi, tetapi juga pada bagaimana berbagai kapabilitas dapat menjawab kebutuhan institusi secara lebih utuh, mulai dari transformasi proses, pengembangan layanan, penguatan komunitas, hingga peningkatan literasi digital. “Perguruan tinggi memiliki kebutuhan yang sangat beragam dan tidak dapat diselesaikan oleh satu solusi saja. Karena itu, pendekatannya harus berbasis ekosistem. Pemerintah memiliki peran dalam kebijakan dan arah nasional, perguruan tinggi memahami kebutuhan akademik dan institusionalnya, sementara industri dan technology partner dapat membawa kapabilitas untuk mempercepat implementasi. Metranet ingin mengambil peran sebagai penghubung kekuatan tersebut,” lanjut Faisal. Pendekatan berbasis ekosistem ini menjadi semakin relevan ketika pendidikan tinggi dihadapkan pada tantangan yang bersifat lintas institusi. Perbedaan tingkat kematangan teknologi, kualitas dan interoperabilitas data, risiko keamanan siber, serta kebutuhan mengadopsi cloud dan AI secara strategis menjadi sejumlah isu yang perlu dijawab bersama oleh ekosistem pendidikan tinggi. Karena itu, Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 menjadi ruang untuk menyamakan perspektif dan menyusun langkah bersama. Forum ini diarahkan untuk membangun kesepahaman mengenai arah transformasi digital pendidikan tinggi sekaligus memperkuat tata kelola TI, infrastruktur dan konektivitas, keamanan siber, pemanfaatan AI, serta jejaring kolaborasi antar-CIO dengan perguruan tinggi. Bagi Metranet, keterlibatan dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperluas kontribusi TelkomGroup dalam mendukung kemajuan pendidikan Indonesia. Dengan mempertemukan kapabilitas teknologi, mitra strategis, dan kebutuhan institusi, Metranet melihat peluang untuk membantu perguruan tinggi bergerak menuju institusi yang tidak hanya digital, tetapi juga bermutu, berdampak, dan mampu berdaya saing secara global. “Pada akhirnya, teknologi bukanlah tujuan akhir. Teknologi adalah enabler untuk menciptakan perguruan tinggi yang bermutu, berdampak, dan mendunia. Kami percaya ketika pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan technology partner bergerak bersama, transformasi yang dihasilkan tidak hanya memperkuat institusi, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia,” sebut Faisal.

Rumah Perdana Bukan Seberapa Besar Penghasilan, Tapi Keberanian Mengambil Langkah Perdana Buat Masa Depan Nasional
Nasional
Senin, 07 September 2026 | 09:30 WIB

Rumah Perdana Bukan Seberapa Besar Penghasilan, Tapi Keberanian Mengambil Langkah Perdana Buat Masa Depan

Jakarta, katakabar.com - Dari pedagang sembako seperti Rosmini, tukang becak, ustaz, pedagang cilok, satpam, asisten rumah tangga, hingga generasi muda berusia 19 hingga 25 tahun, setiap penerima manfaat memiliki cerita dan titik awal yang berbeda. Tetapi, mereka membuktikan impian memiliki rumah dapat diwujudkan ketika ada kemauan untuk berusaha dan keberanian mengambil kesempatan. Warung milik Rosmini, seorang pedagang sembako di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pernah roboh diterjang angin puting beliung. Sempat terpikir untuk berhenti, Rosmini memilih bangkit dan kembali berjualan. Dari berjualan nasi, ia mengembangkan usahanya dengan menjual gorengan, makanan ringan hingga kebutuhan sehari-hari. Kini, bukan hanya usahanya yang kembali berdiri. Rosmini juga telah memiliki rumah sendiri melalui Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Perumahan Puri Delta 12 City Side, Kabupaten Batang. “Warung saya memang pernah roboh, tapi semangat jangan sampai ikut roboh. Sampai akhirnya saya diberitahu oleh saudara bahwa melalui BP Tapera kami bisa punya rumah sendiri. Sekarang warung ini juga ikut pindah ke rumah,” tutur Rosmini. Kisah Rosmini menjadi gambaran bahwa memiliki rumah pertama tidak selalu harus menunggu penghasilan besar. Melalui Program FLPP, Pemerintah memberikan dukungan pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar dapat memiliki rumah yang layak dan terjangkau. Program ini dikelola BP Tapera dan disalurkan melalui bank penyalur kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengajak masyarakat yang belum memiliki rumah, termasuk generasi muda yang telah memenuhi persyaratan, untuk memanfaatkan kesempatan kepemilikan rumah melalui Program FLPP. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan Program FLPP. Menariknya, berdasarkan realisasi sementara hingga 4 September 2026, penerima manfaat tertinggi justru berasal dari kelompok usia 19–25 tahun atau Generasi Z. Ini menunjukkan bahwa generasi muda mulai memiliki kesadaran dan keberanian untuk merencanakan kepemilikan rumah sejak dini. Jangan merasa harus menunggu sampai memiliki penghasilan besar untuk memiliki rumah pertama. Yang penting adalah memahami kemampuan, memenuhi persyaratan, dan berani mengambil langkah pertama,” kata Heru. Heru mengatakan, rumah pertama bukan sekadar bangunan tempat tinggal, tetapi menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik bersama keluarga. “Rumah pertama bukan tentang seberapa besar penghasilanmu. Tapi tentang keberanian mengambil langkah pertama untuk masa depan. Setiap orang memiliki perjalanan dan kemampuan yang berbeda, tetapi kesempatan untuk memiliki rumah dapat dimulai ketika kita berani mengambil langkah dan memanfaatkan kesempatan yang ada,” tambah Heru. Pada 2026, Pemerintah menyediakan kuota sebanyak 350.000 unit rumah subsidi melalui Program FLPP. Artinya, kesempatan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memiliki rumah pertama masih terbuka. Hingga 4 September 2026, realisasi sementara Program FLPP periode 1 Januari hingga 3 September 2026 telah mencapai 144.691 unit rumah, dengan nilai pembiayaan sebesar Rp17,99 triliun. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat. Dengan kuota yang masih tersedia, BP Tapera mendorong masyarakat yang belum memiliki rumah untuk mulai mencari informasi, mempertimbangkan kemampuan finansial, dan melihat peluang kepemilikan rumah melalui Program FLPP. Dari pedagang sembako seperti Rosmini, tukang becak, ustaz, pedagang cilok, satpam, asisten rumah tangga, hingga generasi muda berusia 19–25 tahun, setiap penerima manfaat memiliki cerita dan titik awal yang berbeda. Namun, mereka membuktikan bahwa impian memiliki rumah dapat diwujudkan ketika ada kemauan untuk berusaha dan keberanian mengambil kesempatan. Karena rumah pertama bukan tentang seberapa besar penghasilanmu. Tapi tentang keberanian mengambil langkah pertama untuk masa depan.

Pelaku Industri Soroti Masa Depan Kripto: Tokenisasi, Edukasi dan Regulasi Jadi Kunci Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Pelaku Industri Soroti Masa Depan Kripto: Tokenisasi, Edukasi dan Regulasi Jadi Kunci

Bali, katakabar.com - Industri aset digital mulai bergerak melampaui narasi spekulasi dan kenaikan harga semata. Munculnya produk seperti tokenized stocks, meningkatnya keterlibatan institusi, hingga kebutuhan akan edukasi dan pengelolaan risiko menjadi sejumlah indikator bahwa industri kripto memasuki fase yang semakin matang. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai perubahan tersebut juga terlihat dari perkembangan industri dibandingkan masa-masa awal ketika aset kripto masih kerap dipandang dengan skeptis oleh masyarakat. Kini, semakin jelasnya kerangka regulasi dan perlindungan konsumen membuat proses adopsi aset digital menjadi lebih terbuka. “Dulu, aset kripto mungkin dianggap seperti scam. Saat ini, regulasinya sudah jauh lebih jelas dan perlindungan konsumen juga semakin diperkuat. Memang dulu lebih sulit, tetapi sekarang sudah jauh lebih mudah,” ujar Calvin dalam Tokocrypto Beach Horizon Topic Showcase, bagian dari perhelatan Coinfest 2026, di Bali pada Jumat (21/8) lalu. Diskusi bertajuk “Navigating the Future: Macroeconomics, Regulation, and the Path to Mainstream Crypto in Indonesia” tersebut turut menghadirkan Founder Malaka Project Ferry Irwandi dan Founder ASTRONACCI Gema Goeyardi dengan dimoderatori oleh Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Yudhono Rawis. Uli Agustina, Kepala Departemen Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), turut hadir dan tampak mengikuti rangkaian acara. Menurut Calvin, salah satu perubahan yang kini mulai terlihat adalah semakin luasnya penggunaan teknologi aset digital untuk membuka akses terhadap instrumen keuangan. Tokenized stocks, misalnya, memungkinkan pengguna memperoleh eksposur terhadap saham global melalui aset digital dengan nominal yang lebih fleksibel. “Banyak orang ingin berinvestasi di saham Amerika, tetapi sebelumnya harus membuka brokerage account di luar negeri dan melalui banyak layer. Dengan tokenized stocks, aksesnya menjadi lebih mudah,” jelas Calvin. Ia mengatakan, perkembangan produk seperti tokenized stocks mencerminkan potensi aset digital untuk menjembatani ekosistem keuangan tradisional dan teknologi Web3. Ke depan, menurutnya, akses yang semakin mudah perlu tetap berjalan beriringan dengan pemahaman pengguna terhadap instrumen yang digunakan. Membutuhkan Edukasi dan Investasi Jangka Panjang Calvin menilai pertumbuhan industri aset digital tidak hanya ditentukan oleh munculnya inovasi dan produk baru. Edukasi tetap menjadi faktor penting agar kemudahan akses tidak justru mendorong keputusan investasi yang hanya didasarkan pada euforia pasar. “Edukasi itu sangat penting. Tanpa edukasi, akhirnya orang hanya FOMO dan berinvestasi secara asal. Kami sangat mengedepankan edukasi sebelum mereka benar-benar berinvestasi, supaya mereka tahu apa yang mereka investasikan, bukan hanya mengejar cuan-nya,” ucap Calvin. Pandangan tersebut diperkuat oleh Gema Goeyardi, yang menilai kematangan industri juga perlu diikuti oleh perubahan perilaku investor. Ia mengatakan pertumbuhan pasar aset digital tidak seharusnya terus dikaitkan dengan budaya mencari keuntungan secara instan. “Budaya get-rich-quick itu harus di-cancel,” timpal Gema. Ia menilai semakin beragamnya instrumen di industri aset digital, termasuk perdagangan futures, perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap profil risiko dan pengelolaan portofolio. Menurut Gema, investor perlu menghindari keputusan yang semata-mata didorong oleh keinginan memperoleh keuntungan dalam waktu singkat. Sementara, Ferry Irwandi melihat perkembangan aset digital sebagai bagian dari transformasi teknologi yang lebih besar. Menurutnya, industri kripto telah menunjukkan ketahanan melalui berbagai siklus dan kini perlu dilihat tidak hanya dari pergerakan harga asetnya. “Cryptocurrency selalu disebut sebagai masa depan. Artinya, kita memang seharusnya melihat ke masa depan,” imbuh Ferry. Ia juga menekankan pentingnya memberikan pemahaman yang lebih baik kepada generasi yang tumbuh bersama teknologi digital. Menurut Ferry, industri yang berkembang pesat tetap membutuhkan edukasi agar partisipasi masyarakat dapat berlangsung secara lebih sehat dan berkelanjutan. Menuju Ekosistem Aset Digital 24/7 Pembahasan kemudian berlanjut pada sesi kedua bertajuk “The Mechanics of Market Dynamics: Tokenizing Real-World Assets, Base Infrastructure, and Algorithmic Liquidity”. Sesi ini menghadirkan Rohit Mulani, President Southeast Asia Alpaca; Nicholas Soong, BD Director Exchanges Circle; dan Dharmawan Tjokro, Head of Marketing Xenorize, dengan Bonifacio, Head of TKO Token, sebagai moderator. Rohit melihat tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA) berpotensi mendorong pasar keuangan menuju sistem yang beroperasi lebih fleksibel dan 24/7. Menurutnya, semakin banyaknya modal yang dapat dipindahkan secara on-chain akan membuat penggunaan modal menjadi lebih efisien. “Kita bergerak menuju pasar 24/7, 365 hari. Jam bursa dan jam perbankan akan semakin tidak relevan, sementara modal dapat berpindah lebih mudah antara aset likuid dan aset produktif,” tukas Rohit. Nicholas Soong menyoroti potensi tokenized money market funds dalam meningkatkan efisiensi penggunaan modal. Menurutnya, aset yang digunakan sebagai collateral tidak lagi harus sekadar “diam” selama proses perdagangan, tetapi tetap dapat menghasilkan imbal hasil. “Ini membuat penggunaan modal jauh lebih efisien. Collateral dapat digunakan untuk trading sekaligus tetap menghasilkan yield karena aset dasarnya merupakan money market fund,” tutur Nicholas. Dari sisi pelaku pasar, Dharmawan menyebutkan, perkembangan tersebut juga akan meningkatkan akses investor ritel terhadap pasar modal sekaligus mendorong penggunaan teknologi seperti algorithmic trading. Namun, ia menekankan pentingnya memastikan investor memahami risiko dan mekanisme aset yang diperdagangkan. Di sisi lain, para panelis menilai regulasi dan fragmentasi likuiditas masih menjadi tantangan utama dalam memperluas adopsi tokenized assets. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pelaku industri aset digital, institusi keuangan tradisional, bursa, dan regulator agar inovasi dapat berkembang secara terukur sekaligus tetap memberikan perlindungan bagi pengguna. Ketersediaan dan Hal-hal Perlu Diketahui Aset tokenisasi ini mengacu pada saham referensi yang dirancang untuk mengikuti pergerakan harga saham acuan tersebut. Produk ini tidak memberikan hak sebagai pemegang saham, seperti hak suara maupun dividen, serta tidak dapat ditukarkan menjadi saham acuan, kecuali dinyatakan secara eksplisit dalam ketentuan produk. Tokenized stocks memang dapat diperdagangkan di luar jam operasional pasar saham, tetapi harga dan likuiditasnya dapat bervariasi, terutama ketika pasar saham acuan sedang tutup. Disclaimer: Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian. Pengguna diimbau untuk memahami seluruh risiko serta syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum melakukan transaksi. Informasi yang disampaikan hanya bertujuan untuk memberikan edukasi dan bukan merupakan nasihat maupun rekomendasi investasi. Setiap keputusan untuk membeli, menjual, menyimpan, atau melakukan transaksi aset digital sepenuhnya menjadi pertimbangan dan tanggung jawab masing-masing pengguna.  Tokocrypto tidak mewajibkan, mengarahkan, merekomendasikan, maupun memengaruhi pengguna untuk melakukan transaksi aset digital tertentu.

Bittime Gelar Event di Bali, Bahas Potensi dan Masa Depan Futures di Indonesia Nasional
Nasional
Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:09 WIB

Bittime Gelar Event di Bali, Bahas Potensi dan Masa Depan Futures di Indonesia

Bali, katakabar.com - Bittime, PAKD yang terdaftar dan diawasi OJK, menggelar side event di Bali bahas potensi Bittime Futures dan perkembangan pasar derivatif kripto di Indonesia. Bittime menargetkan pertumbuhan volume perdagangan Bittime Futures hingga 10 kali lipat dalam tahun pertama, dengan fokus pada edukasi, strategi trading, dan manajemen risiko. Bittime sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menggelar event di Bali pada 19 Agustus 2026. Acara ini menjadi forum bagi Bittime untuk membahas target Bittime Futures, potensi perdagangan derivatif kripto di Indonesia, sekaligus memperkuat pemahaman trader mengenai strategi dan manajemen risiko. Sekitar 150 audiens diperkirakan hadir dalam acara tersebut, yang terdiri dari VIP Customer, KOL, trader, komunitas, serta mitra institusi Bittime. Melalui pertemuan ini, Bittime mempertemukan berbagai pelaku ekosistem aset digital untuk berbagi perspektif mengenai perkembangan Futures dan peluangnya di Indonesia. Pasar Futures Global Terus Berkembang Potensi Futures juga terlihat dari perkembangan pasar derivatif aset kripto secara global. Berdasarkan data dan riset CoinMarketCap, perdagangan derivatif pada periode tertentu menyumbang sekitar 79% dari total volume perdagangan aset kripto global, menunjukkan besarnya aktivitas derivatif dalam ekosistem aset digital. Di Indonesia, perdagangan aset kripto saat ini masih didominasi pasar spot. OJK mencatat nilai transaksi aset kripto mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, meningkat 24,20% secara month-to-month (mtm) dibandingkan Rp23,01 triliun pada Mei 2026. Jumlah investor aset kripto Indonesia juga telah mencapai lebih dari 22 juta. Perkembangan tersebut membuka peluang bagi pasar Futures untuk semakin berkembang seiring meningkatnya pemahaman pelaku pasar terhadap berbagai instrumen perdagangan aset digital. Bittime Futures Hadir dengan 49 Trading Pairs Perkembangan Bittime Futures menjadi salah satu fokus utama dalam side event tersebut. Saat ini, Bittime Futures menyediakan 49 trading pairs, posisi Long dan Short, leverage hingga 25x, serta pilihan Cross Margin dan Isolated Margin. Pengguna juga diwajibkan menyelesaikan knowledge test sebelum mengakses Futures sebagai bagian dari upaya Bittime memastikan pengguna memahami karakteristik dan risiko produk. Pada periode beta, lima pasangan Futures dengan aktivitas perdagangan tertinggi di Bittime adalah BTC/USDT, ETH/USDT, PUMP/USDT, HYPE/USDT, dan PEPE/USDT. Aktivitas tersebut menunjukkan minat trader yang tidak hanya tertuju pada Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga berbagai aset kripto alternatif. Bittime melihat pasar Futures Indonesia masih berada pada tahap awal dan memiliki ruang untuk berkembang. Sejalan dengan peluang tersebut, Bittime menargetkan pertumbuhan volume perdagangan Bittime Futures hingga 10 kali lipat dalam tahun pertama. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan perkembangan Futures perlu didukung dengan pemahaman yang lebih baik dari pelaku pasar. “Pasar Futures Indonesia masih memiliki ruang yang besar untuk berkembang. Seiring semakin banyaknya pelaku pasar yang memahami karakteristik Futures, kami melihat peluang bagi produk ini untuk menjadi bagian yang semakin penting dalam ekosistem aset digital Indonesia,” ujar Ryan. Menurut Ryan, edukasi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan Futures karena penggunaan leverage dapat meningkatkan potensi keuntungan sekaligus risiko kerugian. Bittime Dorong Trader Kenali Strategi Futures Futures memberikan fleksibilitas bagi trader untuk mengambil posisi Long maupun Short berdasarkan analisis dan strategi masing-masing. Fleksibilitas tersebut memungkinkan trader merespons kondisi pasar yang berbeda, baik ketika harga bergerak naik maupun turun. Melalui side event ini, Bittime tidak hanya memperkenalkan perkembangan Bittime Futures, tetapi juga mendorong trader dan pelaku ekosistem untuk memahami mekanisme Futures secara lebih baik sebelum melakukan transaksi. Bittime menilai pertumbuhan aktivitas Futures perlu berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan manajemen risiko. Dengan pendekatan tersebut, Futures diharapkan dapat menjadi bagian yang semakin berkembang dalam ekosistem aset digital Indonesia.

Aspekpir Puji Holding PTPN Kemitraan PalmCo dan Petani Perkuat Masa Depan Sawit Indonesia Sawit
Sawit
Jumat, 17 Juli 2026 | 16:06 WIB

Aspekpir Puji Holding PTPN Kemitraan PalmCo dan Petani Perkuat Masa Depan Sawit Indonesia

Pekanbaru, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo terus perkuat kemitraan strategis dengan petani sebagai bagian dari upaya membangun industri kelapa sawit nasional yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut mendapat apresiasi atau pujian dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia yang menilai pola kemitraan antara PTPN IV PalmCo dan petani layak menjadi role model pengembangan perkebunan sawit nasional. Ketua DPP Aspekpir Indonesia, Setiyono, menuturkan masa depan sawit rakyat Indonesia sangat ditentukan oleh penguatan kemitraan yang sehat dan saling menguntungkan antara petani, perusahaan, dan pemerintah. Menurutnya, pola kemitraan yang dijalankan PTPN IV PalmCo menunjukkan bagaimana hubungan antara perusahaan dan petani dapat tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan. "Produksi sawit petani meningkat karena kemitraan. Masa depan sawit rakyat Indonesia adalah kemitraan, dan bermitra dengan PTPN IV merupakan pilihan yang tepat," ujar Setiyono saat diskusi panel rangkaian peluncuran buku "Setiyono, Kisah dan Rahasia Sukses Petani Sawit Plasma Transmigrasi" di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Rabu (1/7) lalu. Kegiatan tersebut turut dihadiri mantan Wakil Menteri Pertanian yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Aspekpir Indonesia, Rusman Heriawan, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Arya Sandhiyuda, perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Togu Rudianto Saragih, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mukti Sardjono, serta ratusan pengurus organisasi petani sawit dari berbagai daerah. Kata Setiyono, melalui kemitraan, petani dapat menerapkan Good Agricultural Practices (GAP), mulai dari penggunaan bibit unggul, pengelolaan lahan, pemupukan, pengendalian hama, hingga proses panen sesuai standar. Penerapan praktik budidaya yang baik tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga daya saing industri sawit Indonesia di tengah tuntutan keberlanjutan yang semakin tinggi di pasar global. Data Aspekpir Indonesia menunjukka, program kemitraan melalui pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR) maupun Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA) saat ini tersebar di 20 provinsi dengan luas kebun plasma mencapai lebih dari 813 ribu hektare dan melibatkan sekitar 406 ribu kepala keluarga pekebun. Menurutnya, sebagian besar kebun sawit rakyat kini telah memasuki generasi kedua sehingga membutuhkan program peremajaan untuk menjaga produktivitas. Aspekpir sendiri telah melaksanakan peremajaan sejak 2012 melalui program Revitalisasi Perkebunan dan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Ia menambahkan, salah satu keunggulan kemitraan dengan PTPN IV PalmCo adalah penerapan pola single management, yakni sistem pengelolaan terpadu mulai dari peremajaan hingga pemanenan dengan standar operasional perusahaan. Sistem tersebut mencakup penerapan operational excellence, kesetaraan produktivitas antara kebun inti dan plasma, pemberdayaan petani melalui program cash for works, korporatisasi kelembagaan petani, serta prinsip transparansi dalam pengelolaan kebun. Setiyono menilai penerapan sistem tersebut mampu mendorong produktivitas kebun plasma hingga mendekati produktivitas kebun inti perusahaan sekaligus memperkuat tata kelola kemitraan yang lebih profesional dan berkeadilan. Ia juga menilai transformasi yang dilakukan PTPN IV PalmCo dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan positif dalam hubungan kemitraan antara perusahaan dan petani, terutama melalui penguatan komunikasi, tata kelola, serta peningkatan fokus terhadap kesejahteraan petani plasma. "Kalau B50 ingin berhasil, maka produktivitas petani harus naik. Dan cara paling efektif untuk mewujudkannya adalah melalui kemitraan yang sehat antara petani dan perusahaan," jelasnya. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, menimpali pola kemitraan telah mengubah kehidupan masyarakat dan menggerakkan roda ekonomi di berbagai sentra perkebunan sawit di Provinsi Riau. Menurutnya, hubungan antara Aspekpir dan PTPN IV tidak sekadar kerja sama, tetapi juga telah membangun ikatan sosial yang kuat di tengah masyarakat perkebunan. Kemitraan yang terbangun selama puluhan tahun tersebut dinilai telah berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani, pertumbuhan ekonomi pedesaan, serta mendorong lahirnya pusat-pusat ekonomi baru di wilayah perkebunan. "Kemitraan yang dilangsungkan oleh Aspekpir telah banyak mengubah kehidupan dan menggerakkan ekonomi di akar rumput. Saya sudah enam tahun di Riau, hampir seluruh acara saya ikuti. Dan kita sama-sama rasakan, setiap asosiasi atau kelompok biasanya punya nuansa berbeda. Di Aspekpir, suasananya sangat berbeda, penuh kekeluargaan, mungkin karena latar belakang berdirinya jadi berpengaruh terhadap substansi dan suasana kebatinan," terangnya. Senada, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyuda aminkan Supriadi. Ia menilai di tengah meningkatnya kebutuhan minyak sawit sebagai bahan baku pangan dan energi, penguatan kemitraan antara perusahaan dan petani menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan minyak sawit nasional. Peningkatan produktivitas kebun rakyat melalui pola kemitraan juga semakin memperkuat ketersediaan bahan baku crude palm oil (CPO) untuk mendukung implementasi program mandatori biodiesel B50 yang tengah dipersiapkan pemerintah. "Kebijakan B50, yang meningkatkan campuran biodiesel berbasis minyak sawit menjadi 50 persen, diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan CPO domestik secara signifikan. Karena itu, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi perkebunan perusahaan, tetapi juga pada kemampuan jutaan petani sawit rakyat dalam meningkatkan produktivitas dan mempercepat peremajaan kebun secara berkelanjutan," beber Arya. Dengan luas perkebunan rakyat yang mencapai lebih dari 40 persen dari total areal sawit nasional, petani memegang peran strategis dalam menjaga keseimbangan pasokan bahan baku bagi industri pangan dan energi. Pada konteks tersebut, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo terus perkuat kemitraan yang saling menguntungkan dengan petani sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat, serta memastikan manfaat ekonomi industri sawit dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. Program kemitraan sekaligus menjadi wujud komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem sawit nasional yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Keterampilan Abad 21 Untuk Mahasiswa: Bekal Penting Masa Depan Karier Pendidikan
Pendidikan
Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:05 WIB

Keterampilan Abad 21 Untuk Mahasiswa: Bekal Penting Masa Depan Karier

Jakarta, katakabar.com - Di era transformasi digital, perubahan dunia kerja berlangsung semakin cepat. Perusahaan tidak lagi hanya mencari lulusan dengan nilai akademik yang tinggi, tetapi juga individu yang memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu beradaptasi, berkolaborasi, serta memanfaatkan teknologi secara efektif. Inilah yang dikenal sebagai Keterampilan Abad 21 (21st Century Skills). Bagi mahasiswa, keterampilan ini menjadi bekal utama untuk menghadapi persaingan kerja, membangun karier, hingga menciptakan peluang usaha di masa depan. Lantaran itu, pengalaman kuliah seharusnya tidak hanya berfokus pada teori di ruang kelas, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan berbagai kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Apa Itu Keterampilan Abad 21? Keterampilan Abad 21 merupakan seperangkat kemampuan yang dibutuhkan seseorang agar mampu berkembang di tengah perubahan teknologi, ekonomi, dan sosial yang sangat dinamis. Keterampilan ini menjadi standar penting dalam dunia pendidikan dan dunia kerja karena membantu seseorang menjadi lebih adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global. 1. Berpikir Kritis dan Problem Solving Kemampuan berpikir kritis membantu mahasiswa menganalisis suatu masalah secara objektif, mengevaluasi berbagai informasi, dan menemukan solusi yang tepat. Di dunia kerja, kemampuan ini sangat dibutuhkan ketika menghadapi tantangan yang kompleks, mengambil keputusan strategis, maupun meningkatkan efisiensi proses kerja. Mahasiswa dapat melatih kemampuan ini melalui diskusi kelas, penelitian, studi kasus, maupun proyek kolaboratif. 2. Kreativitas dan Inovasi Perusahaan saat ini menghargai individu yang mampu menghasilkan ide-ide baru dan menciptakan solusi inovatif. Kreativitas tidak hanya dibutuhkan dalam bidang desain atau seni, tetapi juga dalam bisnis, teknologi, pendidikan, hingga pelayanan publik. Mahasiswa dapat mengembangkan kreativitas melalui kegiatan organisasi, kompetisi, proyek kewirausahaan, maupun berbagai aktivitas yang mendorong eksplorasi ide baru. 3. Komunikasi yang Efektif Kemampuan menyampaikan ide secara jelas, baik secara lisan maupun tulisan, merupakan salah satu keterampilan yang paling dicari oleh perusahaan. Mahasiswa perlu terbiasa melakukan presentasi, menulis laporan, berdiskusi, hingga berkomunikasi secara profesional menggunakan media digital. Komunikasi yang baik juga membantu membangun hubungan kerja yang produktif dengan rekan maupun klien. 4. Kolaborasi dan Kerja Tim Sebagian besar pekerjaan saat ini dilakukan secara kolaboratif. Oleh karena itu, kemampuan bekerja sama dengan individu dari berbagai latar belakang menjadi nilai tambah yang sangat penting. Melalui kerja tim, mahasiswa belajar menghargai perbedaan pendapat, menyelesaikan konflik secara profesional, membangun kepercayaan, serta mencapai tujuan bersama. 5. Literasi Digital Perkembangan teknologi membuat hampir seluruh bidang pekerjaan memanfaatkan platform digital. Mahasiswa perlu memahami penggunaan teknologi, aplikasi produktivitas, analisis data dasar, keamanan digital, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bertanggung jawab. Literasi digital yang baik akan meningkatkan produktivitas sekaligus membuka lebih banyak peluang karier di masa depan. 6. Adaptabilitas dan Kemampuan Belajar Sepanjang Hayat Perubahan industri membuat banyak pekerjaan berkembang bahkan berganti dalam waktu singkat. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki pola pikir untuk terus belajar (lifelong learning). Kemampuan beradaptasi terhadap teknologi baru, perubahan lingkungan kerja, serta tuntutan industri menjadi salah satu faktor penting agar tetap relevan sepanjang karier. 7. Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Seorang pemimpin bukan hanya mereka yang memimpin organisasi, tetapi juga individu yang mampu mengambil inisiatif, bertanggung jawab, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Mahasiswa dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan melalui organisasi kampus, kegiatan sosial, kepanitiaan, maupun berbagai program pengembangan diri. Bagaimana Mahasiswa Dapat Kembangkan Keterampilan Abad 21? Mengembangkan keterampilan ini membutuhkan pengalaman belajar yang aktif. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain: Aktif mengikuti organisasi dan komunitas kampus.Mengikuti program magang atau praktik industri.Berpartisipasi dalam seminar, workshop, dan pelatihan.Mengembangkan portofolio melalui proyek nyata.Meningkatkan kemampuan digital dan memanfaatkan teknologi terbaru.Membangun jaringan profesional sejak masih kuliah.Terus belajar melalui berbagai sumber, baik di dalam maupun di luar kampus. Memilih Kampus yang Mendukung Pengembangan Skill Selain usaha dari mahasiswa, lingkungan belajar juga memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk keterampilan Abad 21. Kampus yang menerapkan pembelajaran berbasis industri, memanfaatkan teknologi digital, serta memberikan pengalaman langsung di dunia kerja akan membantu mahasiswa menjadi lebih siap menghadapi tantangan karier. Satu University sebagai bagian dari Binus Higher Education menghadirkan pengalaman belajar modern melalui teknologi hybrid, kurikulum berbasis industri dan kewirausahaan, serta program enrichment yang memberikan kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman praktik di dunia profesional. Dengan dukungan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga membangun keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Saatnya Persiapkan Masa Depanmu Bersama Satu University Kesuksesan karier dimulai dari keputusan yang kamu ambil hari ini. Jika kamu ingin kuliah di kampus yang tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan Abad 21, pengalaman industri, dan pembelajaran berbasis teknologi, Satu University adalah pilihan yang tepat. 🌐 Kunjungi sekarang: www.satu.ac.id Daftarkan dirimu sekarang dan wujudkan masa depan karier yang lebih siap, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja bersama Satu University.

PHR Wujudkan Senyum Sehat Generasi Masa Depan Rokan Lewat Khitanan Massal Riau
Riau
Jumat, 03 Juli 2026 | 18:06 WIB

PHR Wujudkan Senyum Sehat Generasi Masa Depan Rokan Lewat Khitanan Massal

Pekanbaru, katakabar.com - Kantor Nuri, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, jadi saksi bisu anak-anak saat mengikuti khitanan massal. Senyum mengambang sesekali tegang saat menunggu giliran. Puluhan anak-anak ini sedang bersiap menghadapi salah satu fase penting dalam hidup mereka, yakni khitanan. Melalui semangat berbagi, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) hadir di tengah masyarakat melalui aksi sosial usung tema “Bersama Kita Wujudkan Senyum Sehat Generasi Masa Depan”. Kegiatan khitanan massal yang digelar di wilayah sekitar daerah operasi menjadi wujud nyata PHR hadir merawat kehidupan sosial di tengah operasi menjaga ketahanan energi nasional. Di Wilayah Minas, total 40 anak dari berbagai desa di Kecamatan Minas berkumpul dengan antusiasme tinggi. Kehadiran mereka membawa kehangatan tersendiri bagi para pekerja PHR yang menginisiasi kegiatan ini. Selain itu di Minas, rona bahagia anak-anak juga terasa Wilayah Duri. Sebanyak 20 anak mendapatkan giliran untuk dikhitan. Mereka terdiri dari 12 anak yang berasal dari sekitar kawasan Gabus - Wonosobo dan Harapan Baru, serta 8 anak lainnya yang bermukim di sekitar area Kulin TS-1. Sedang, di Wilayah Libo, nuansa keceriaan dikemas lewat kegiatan bertajuk "Khitan Ceria 2026: Berani dan Penuh Senyum Menuju Generasi Sehat dan Berakhlak". Aksi kolaboratif ini menyasar 25 anak. Sebanyak 11 anak telah dikhitan pada 28 Juni lalu, dan 14 anak menyusul Minggu, 5 Juli 2026. Kesuksesan agenda di Libo ini terwujud berkat sinergi dan dukungan penuh dari Badan Dakwah Islam (BDI) PHR, Masjid AlMujahidin Libo, Energi Kebaikan Rokan (EKR) serta Klinik AHT. Pjs. GM Zona Rokan, Pramudya Agus Harlianto, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan wujud kepedulian yang tulus dari pekerja PHR kepada masyarakat yang selama ini berdampingan langsung dengan wilayah operasi perusahaan. “Kami sangat mengharapkan doa dari masyarakat agar operasi Rokan berjalan lancar, safe (aman), dan sehat. Kesuksesan kami adalah kesuksesan bersama,” kata Pramudya hangat. Langkah nyata PHR menuai apresiasi pemerintah setempat. Camat Minas, Nurfa Octolita, mengatakan rasa terima kasihnya karena aksi kepedulian ini menyentuh langsung kebutuhan dasar warganya. “Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PHR. Kami berharap kegiatan positif seperti ini terus berlanjut dan mencakup bidang yang lebih luas lagi di masa depan,” tutur Nurfa. Rasa syukur para orang tua dan anak-anak semakin lengkap. Pasalnya, setiap anak yang telah selesai dikhitan tidak hanya mendapatkan layanan medis yang higienis dan profesional. Sebagai bentuk kasih sayang dan dukungan moral dari para pekerja PHR, masing-masing anak juga pulang dengan semringah sembari membawa sembako, perlengkapan sekolah baru serta uang saku. Melalui langkah kecil yang penuh makna, PHR dan masyarakat di Blok Rokan membuktikan bahwa sinergi yang kuat mampu mengalirkan energi kebaikan yang berkelanjutan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Global Millennial MUN 2026 Sukses Lebih Seribu Delegasi dari Sepuluh Negara Bahas Masa Depan Berkelanjutan Internasional
Internasional
Minggu, 21 Juni 2026 | 13:30 WIB

Global Millennial MUN 2026 Sukses Lebih Seribu Delegasi dari Sepuluh Negara Bahas Masa Depan Berkelanjutan

Jakarta, katakabar.com - Konferensi Model United Nations usung tema “Forging a Sustainable Future”  menjadi forum diplomasi pemuda terbesar di Asia Tenggara, menghadirkan para pemimpin dari UNESCO, WHO, IOM, UNHCR, dan OISAA. Global Millennial Model United Nations (GM MUN) 2026 edisi ke 21 resmi berakhir dengan penuh keberhasilan setelah berlangsung selama tiga hari, yakni 12 hingga 14 Juni 2026, di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta. Konferensi yang digelar Globy ini berhasil menghimpun lebih dari 1.000 delegasi yang berasal dari 200 institusi dan 10 negara, termasuk Indonesia, Singapura, Thailand, Lebanon, Brunei Darussalam, Malaysia, dan lainnya, dalam satu forum diplomasi kepemudaan yang berfokus pada isu-isu keberlanjutan global. Angkat tema 'Sentral Forging a Sustainable Future', GM MUN 2026 menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan diplomasi, berpikir kritis, dan bernegosiasi dalam kerangka simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Para delegasi didorong untuk merumuskan solusi atas tantangan global yang nyata, mulai dari perubahan iklim, migrasi lintas batas, hingga akses pendidikan yang inklusif. Selain itu, GM MUN 2026 juga telah dikurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia, sehingga nilai sertifikatnya akan lebih kuat untuk mendaftar ke beasiswa maupun perguruan tinggi, Keynote Speakers: Suara dari Garis Depan Diplomasi Global Upacara pembukaan pada Jumat, 12 Juni 2026, diwarnai oleh kehadiran langsung sejumlah tokoh internasional yang memberikan keynote address kepada para delegasi: Santosh Khatri (Chief of Education Unit, UNESCO), berbicara mengenai peran pendidikan dalam membangun ketahanan generasi muda menghadapi krisis global. Ayunita Khairunnisa Mahdy (Partnership Officer, World Health Organization (WHO)), memaparkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan kesehatan global yang semakin kompleks. Joshua Mahawira Aswinabawa (Executive Director, A&T Holidays), menyoroti peluang ekonomi berkelanjutan melalui sektor pariwisata yang bertanggung jawab. Nugraha Akbar Nurrochmat (Vice Coordinator of OISAA for America and Europe), berbagi perspektif mengenai kiprah pemuda Indonesia di panggung internasional. Selain kehadiran langsung, dua tokoh global turut menyampaikan pesan video yang ditayangkan pada sesi pembukaan: Emily Bojovic (Senior Protection Officer, UNHCR) dan Jeffrey Labovitz (IOM Chief of Mission to Indonesia). Pesan keduanya menegaskan pentingnya keterlibatan aktif pemuda dalam membangun tata kelola global yang lebih inklusif dan berkeadilan. “Model United Nations bukan sekadar simulasi sidang. Ini adalah laboratorium kepemimpinan di mana generasi muda belajar mendengar, berargumen secara terstruktur, dan mencari solusi bersama atas masalah nyata dunia. GM MUN hadir untuk memastikan pemuda Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor aktif di panggung global," kata Muflih Dwi Fikri, Founder & CEO, Globy Selanjutnya: GM MUN Oktober 2026 di Grand Sahid Jakarta Keberhasilan edisi ke 21 ini menjadi fondasi kuat bagi penyelenggaraan GM MUN berikutnya. Globy akan kembali menggelar Global Millennial MUN pada 16 hingga 18 Oktober 2026 di Grand Sahid Jakarta dengan skala yang lebih besar, committee yang lebih beragam, dan jangkauan internasional yang semakin luas. Sekolah, lembaga pendidikan, dan individu yang tertarik untuk berpartisipasi dapat mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi GM MUN di Instagram @globalmillennialmun dan Instagram @globy_id.

Simbiosis Manusia-AI: Bagaimana Pasar Berkembang Lebih Dulu Bangun Masa Depan Opini
Opini
Rabu, 03 Juni 2026 | 09:23 WIB

Simbiosis Manusia-AI: Bagaimana Pasar Berkembang Lebih Dulu Bangun Masa Depan

Oleh: Shraddha Thanawala, Remiges Apac Pte Ltd katakabar.com - Selama empat dekade terakhir, pasar berkembang menempuh jalur yang berbeda dalam mencapai kematangan teknologi. Alih-alih mengikuti model yang digunakan negara maju, mereka justru melompati infrastruktur lama dan langsung membangun sistem berbasis cloud-native serta API-driven sejak awal. Kini, ketika Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara perusahaan beroperasi, pertanyaannya bukan lagi siapa yang paling cepat mengadopsi teknologi, melainkan siapa yang memiliki fondasi yang tepat untuk menggunakannya secara bertanggung jawab. Tulisan ini membahas bagaimana lahirnya generasi baru “perancang sistem” mampu mengisi kekosongan dalam ekosistem teknologi, serta mengapa AI justru memperkuat keunggulan organisasi yang memiliki infrastruktur modern dan pengambilan keputusan manusia yang disiplin. Tiga Era Teknologi di Pasar Berkembang Era 1: Ketergantungan pada Produk MNC (1980-an–2000-an) Pada masa awal, perusahaan besar di pasar berkembang hanya memiliki dua pilihan: menggunakan produk perusahaan multinasional (MNC) yang mahal dan kaku seperti SAP, Oracle, atau mainframe, atau membangun solusi seadanya yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Sebagian besar perusahaan menengah memilih opsi kedua. Mereka membangun sistem tambal sulam yang dipimpin programmer senior berbakat, tetapi tanpa disiplin arsitektur yang matang. Pada masa itu, desain sistem belum dianggap sebagai disiplin tersendiri. Yang penting sistem bisa berjalan. Spreadsheet digunakan untuk menutupi berbagai kekurangan. Akibatnya, sistem menjadi rapuh, mahal dirawat, dan sulit berkembang ketika bisnis mulai membesar. Era 2: Munculnya Perancang Sistem (2005–2020) Perubahan besar mulai terjadi ketika generasi baru teknolog dari India, Vietnam, dan Filipina tidak lagi sekadar mengeksekusi spesifikasi, tetapi mulai merancang sistem secara menyeluruh. Perusahaan seperti Infosys, Wipro, TCS, dan berbagai perusahaan teknologi boutique menghadirkan sesuatu yang sebelumnya sulit diakses perusahaan menengah: arsitek teknologi kelas dunia dengan biaya jauh lebih terjangkau dibanding perusahaan multinasional besar. Untuk pertama kalinya, perusahaan menengah dapat berkata: Era 3: Keunggulan Leapfrog (2020–Sekarang) Ketika negara maju menghabiskan dekade 2010-an untuk memodernisasi sistem lama yang rumit, pasar berkembang justru sudah lebih dulu membangun fondasi berbasis cloud-native dan API-first. Hasilnya, banyak perusahaan di India, Vietnam, dan pasar berkembang lainnya kini memiliki arsitektur teknologi yang lebih modern dibanding sejumlah perusahaan di negara maju. Ini bukan kebetulan. Pasar berkembang terpaksa membangun dengan cara berbeda karena mereka tidak mampu membayar “biaya mahal” produk MNC. Keterbatasan itulah yang akhirnya berubah menjadi keunggulan kompetitif. Paradigma Baru: AI sebagai Kolaborasi yang Disiplin AI adalah lompatan besar berikutnya dalam produktivitas, tetapi hanya jika diperlakukan sebagai kecerdasan kolaboratif, bukan solusi otomatis sepenuhnya. Nilai AI sesungguhnya bertumpu pada dua hal utama: 1. Human-in-the-loop AI adalah asisten yang sangat cerdas, tetapi bukan pengganti manusia sepenuhnya. Nilainya bergantung pada kualitas prompt, penilaian, dan validasi manusia di setiap tahap. Developer yang memahami logika bisnis, konteks industri, dan batasan arsitektur akan mendapatkan manfaat jauh lebih besar dari AI dibanding mereka yang menganggap AI sebagai pengganti proses berpikir. Dan itu memang tujuan desain AI sejak awal. 2. Guard Rails AI juga membawa risiko baru, mulai dari kode dengan dependensi tersembunyi, logika probabilistik dalam sistem penting, hingga kasus-kasus tertentu yang belum mampu ditangani dengan baik oleh model AI saat ini. Tanpa guard rails, penggunaan AI dalam pengembangan justru berpotensi menciptakan technical debt baru. Guard rails mencakup automated testing, code review, audit trail, hingga mekanisme fallback yang memastikan kode hasil AI tetap memenuhi standar produksi. Kesimpulan: Integrator yang Bijak Akan Menjadi Pemenang Paradoks adopsi teknologi menunjukkan satu hal menarik: terlambat mengadopsi sistem lama justru membuat pasar berkembang lebih cepat memasuki era arsitektur modern. Pasar berkembang bukan sekadar mengejar ketertinggalan dari Barat. Mereka melewati jalan buntu tersebut dan langsung membangun fondasi masa depan. Organisasi yang memiliki fondasi modern, talenta dengan kemampuan desain sistem, dan disiplin produksi tidak hanya mampu mengadopsi AI lebih cepat, tetapi juga lebih baik. Mereka menggabungkan seni (design thinking), sains (validasi yang ketat), dan kecerdasan (pengembangan berbasis AI) menjadi hasil yang berkelanjutan. Pada akhirnya, masa depan bukan milik mereka yang paling cepat mengadopsi teknologi baru, melainkan mereka yang paling bijak mengintegrasikannya — mereka yang memahami bahwa kecerdasan bukan tentang mesin menggantikan manusia, tetapi manusia yang mampu mengarahkan mesin dengan disiplin dan tujuan yang jelas. Bagi pasar berkembang, inilah momen untuk memimpin.

MTsN 2 Rohul Ukir Masa Depan Lepas 230 Lulusan Lahirkan Penghafal Al Quran Perdana Pendidikan
Pendidikan
Kamis, 21 Mei 2026 | 11:22 WIB

MTsN 2 Rohul Ukir Masa Depan Lepas 230 Lulusan Lahirkan Penghafal Al Quran Perdana

Ujung Batu, katakabar.com  - Langit pagi saksikan kebanggaan yang terpancar di halaman MTs Negeri 2 Rokan Hulu, Kamis (21/5). Ribuan haru dan doa menyatu di acara Penyerahan Peserta Didik Kelas IX Tahun Pelajaran 2025-2026. Sebanyak 230 siswa resmi menutup lembar perjalanan pendidikan mereka, siap melangkah menuju gerbang masa depan yang lebih tinggi. Momen ini menjadi semakin bersejarah karena menjadi kali pertama madrasah ini mewisuda para santri penghafal Al Quran sebanyak 2 Zus. Sebuah capaian membanggakan yang diraih setelah program unggulan ini berjalan selama satu tahun di empat kelas, membuktikan MTsN 2 Rohul tidak hanya mencetak generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Di atas mimbar, dengan penuh wibawa dan kasih sayang, Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Rokan Hulu, Akhirman, S.Pt., M.Pd. memandang anak-anak didiknya dengan mata berbinar. Baginya, wisuda ini bukan sekadar upacara, melainkan titik tolak peluncuran generasi emas. "Alhamdulillah, hari ini kita melepas 230 putra-putri terbaik kita. Kami bersyukur, program tahfidz yang kami gagas telah membuahkan hasil. Tetapi, perjuangan belum selesai," ujar Akhirman lembut tetapi tegas. Di bawah komando Akhirman, MTsN 2 Rokan Hulu terus berbenah dan bertransformasi. Ia bertekad menjadikan madrasah ini setara dengan sekolah-sekolah favorit di Provinsi Riau. "Kami ingin membekali mereka dengan ilmu yang mumpuni. Melalui program Tahfidz, penguatan Bahasa Arab dan Inggris, kami yakin mereka mampu bersaing dan diterima di sekolah-sekolah idaman hingga ke Pekanbaru," tegasnya. Tak berhenti di situ, demi menjawab tantangan zaman, Akhirman mengumumkan terobosan besar untuk tahun depan. Madrasah akan meluncurkan 5 Program Super, yakni Tahfidz, Sekolah Olimpiade, Kelas Digital, serta penguasaan Bahasa Inggris dan Arab. "Program ini standarnya sama dengan sekolah unggulan. Kami ingin lulusan kami siap menghadapi dunia. Kami juga berharap banyak yang melanjutkan ke MAN 2 Ujung Batu agar tetap menimba ilmu di lingkungan yang islami," tambahnya. Acara yang digelar sederhana penuh makna ini turut dihadiri oleh Kepala KUA Ujung Batu, Camat Ujung Batu Ibu Nurmi Aisyah, unsur Babinsa, Komite Sekolah, serta orang tua wali murid. Suasana semakin hidup dengan gemuruh seni budaya yang ditampilkan siswa, mulai dari gemuruh Rabana hingga gerakan anggun Tari Melayu yang memukau. Dalam sambutannya, Camat Nurmi Aisyah memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menilai bahwa di bawah kepemimpinan Akhirman, MTsN 2 Rohul telah menjadi kebanggaan kecamatan dan rujukan pendidikan di Rokan Hulu. "Teruslah jaga nama baik almamater tercinta ini. Bawalah ilmu dan akhlak yang kalian dapatkan di sini untuk menjadi penerang di mana pun kalian berada," pesan Nurmi. Acara ditutup dengan suasana haru saat penyerahan cenderamata dari Kepala Madrasah kepada para sesepuh dan tokoh pendidikan, sebagai simbol rasa hormat dan syukur atas satu perjalanan indah yang telah terlampaui, menanti kisah baru yang lebih gemilang.