Masa Depan
Sorotan terbaru dari Tag # Masa Depan
Jawab Kebutuhan Industri, Kolaborasi Kampus dan Industri Kunci Siapkan Talenta Masa Depan
Jakarta, katakabar.com - Mahasiswa didorong pahami tantangan bisnis nyata untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang Di tengah percepatan transformasi industri global dari elektrivikasi hingga rantai pasok, Indonesia menghadapi satu tantangan krusial yakni memastikan talenta yang dihasilkan tidak hanya siap kerja, juga siap menghadapi kompleksitas dunia bisnis secara nyata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari lulusan universitas masih menjadi perhatian dengan nilai 5,39% pada tahun 2025. Sementara, laporan World Economic Forum memproyeksikan 39 persen keterampilan inti tenaga kerja akan berubah dalam lima tahun ke depan, menegaskan kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri kian nyata. Menjawab tantangan tersebut, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri bukan lagi pilihan tetapi kebutuhan strategis. Dari Teori ke Realitas Industri Melalui kemitraan Binus Internasional program International Business dan perusahaan Bosch di Indonesia, mahasiswa tidak hanya belajar konsep, tetapi diajak langsung membedah tantangan bisnis yang riil, mulai dari strategi adaptasi pasar lokal hingga dinamika rantai pasok industri global, antara lain: Masa Depan Mobilitas: Peralihan menuju kendaraan listrik dan hidrogen sebagai masa depan industri otomotif global termasuk di Indonesia. Strategi Adaptasi Lokal: Pentingnya pendekatan “local-for-local”, di mana produk dan strategi disesuaikan untuk menjawab permintaan unik pasar domestik. Resiliensi Rantai Pasok: Studi kasus mengenai keputusan investasi strategis, diantaranya pada industri semikonduktor, sebagai respon terhadap dinamika geopolitik dan ekonomi global. Pendekatan ini membawa mahasiswa keluar dari zona teoritis ke dalam kompleksitas pengambilan keputusan bisnis yang sesungguhnya. Bentuk Cara Berpikir Bukan Sekedar Keterampilan “Melalui inisiatif integrated project pada mata kuliah Multinational Corporation Management, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam memahami kompleksitas operasional perusahaan multinasional,” ujar Dr Ami Fitri Utama, Head of Program International Business BINUS International. “Pengalaman ini tidak hanya memperkaya wawasan praktis mahasiswa, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membentuk kompetensi global mereka agar siap menghadapi tantangan dan peluang di dunia bisnis internasional,” timpal Dr Ami. Dari sisi industri, berbagi pengalaman praktis dipandang sebagai kontribusi penting untuk membangun ekosistem talenta yang kuat. Hal ini tidak hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk pola pikir yang tangkas dan adaptif. “Di pasar seperti Indonesia, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh inovasi, tetapi juga oleh kemampuan mengelola biaya, menjaga kualitas, dan memastikan kepatuhan terhadap standar global. Melalui kolaborasi ini, kami ingin berbagi perspektif tersebut secara langsung kepada generasi muda.” ungkap Bernard Simanjuntak, Country Sales Director Bosch Mobility Indonesia. Ia menegaskan sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk memahami dinamika bisnis di pasar berkembang, mulai dari skala pasar, kompleksitas regulasi, hingga kebutuhan lokalisasi. Menurutnya, dalam konteks ini, kolaborasi antara Bosch dan Binus tidak hanya berkontribusi pada pendidikan, tetapi juga pada penguatan ekosistem talenta nasional yang selaras dengan kebutuhan industri masa depan. Bosch Dorong Model Kolaborasi Lebih Luas Program ini akan berlangsung hingga Juni 2026 dan akan ditutup dengan presentasi solusi inovatif dari mahasiswa terhadap tantangan industri yang diberikan. Lebih dari sekadar program akademik, inisiatif ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan dan industry, yang mampu mempercepat kesiapan talenta Indonesia sekaligus mendukung daya saing ekonomi nasional.
Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Kunci Hadapi Dominasi Impor
Jakarta, katakabar.com - Perdagangan baja global memasuki fase baru yang semakin ditentukan oleh kebijakan negara melalui tarif, kuota impor, hingga instrumen pengamanan perdagangan. Kondisi ini menuntut penguatan kebijakan perdagangan nasional agar industri baja domestik tetap kompetitif di tengah tekanan global yang meningkat. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan pentingnya konsistensi kebijakan perdagangan untuk menjaga keberlanjutan industri baja nasional. “Perdagangan baja global saat ini semakin ditentukan oleh kebijakan negara. Karena itu, penguatan instrumen pengamanan perdagangan dan konsistensi kebijakan impor menjadi penting agar industri baja nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Dr. Akbar Djohan, sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Pasar Baja Global Semakin Tertutup Pengamat Industri Baja dan Pertambangan Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining Insights menilai bahwa lanskap perdagangan baja global kini semakin bergeser dari mekanisme pasar terbuka menuju sistem yang dikendalikan oleh kebijakan negara. Berbagai negara mulai mengombinasikan instrumen tarif, Tariff Rate Quota (TRQ), serta kebijakan pengamanan perdagangan untuk membatasi akses pasar baja impor. Selain tarif dan kuota, instrumen anti-dumping dan countervailing duties juga semakin sering digunakan untuk mengendalikan tekanan kelebihan kapasitas produksi global. Di sisi lain, Uni Eropa memperkenalkan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) yang menambah beban biaya bagi impor baja melalui mekanisme sertifikat karbon. Menurut Widodo, kombinasi kebijakan tersebut membuat pasar-pasar utama dunia semakin tertutup secara simultan. Akibatnya, kelebihan pasokan global cenderung mencari pasar alternatif yang relatif lebih terbuka. Risiko Tekanan Impor di Pasar Domestik Dalam situasi tersebut, Indonesia berpotensi menjadi tujuan realokasi perdagangan baja global. Ketika akses pasar di Amerika Utara dan Eropa semakin ketat, produk baja dari negara produsen besar dapat mengalir ke pasar yang lebih terbuka, termasuk Asia Tenggara. Tekanan tersebut tidak selalu muncul dalam bentuk lonjakan impor yang mendadak, tetapi dapat terjadi melalui tekanan harga yang persisten dan persaingan pasar yang semakin ketat di dalam negeri. Adapun upaya penguatan industri baja nasional sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi nasional dan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong kemandirian industri strategis dan memperkuat daya saing sektor manufaktur.
Waka MPR RI Hadir di Binus @Bandung Bahas Peran GM dan DU Masa Depan Berkelanjutan
Bandung, katakabar.com - Upaya menjaga hak masyarakat atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat kembali menjadi sorotan nasional. Dampak perubahan iklim tidak hanya dirasakan pada sektor lingkungan, tetapi pengaruhi stabilitas ekonomi, keberlanjutan industri, hingga kualitas hidup masyarakat. Menyadari pentingnya peran generasi muda dalam menjawab tantangan tersebut, Binus @Bandung menghadirkan Seminar Kebangsaan MPR Goes to Campus yang menghadirkan Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., Selasa (3/3) di Binus @Bandung Kampus Paskal. Isu lingkungan hidup yang diangkat dalam seminar bukan sekadar persoalan ekologi, melainkan menyangkut hak konstitusional warga negara. Pasal 28H ayat (1) UUD NRI 1945 menegaskan setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, serta memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat. Berangkat dari amanat konstitusi tersebut, transisi menuju energi terbarukan diposisikan sebagai agenda kebangsaan yang perlu dipahami, dipercepat, dan didukung oleh seluruh elemen, dari pemerintah, dunia pendidikan, hingga pelaku bisnis. Kehadiran Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., memberi pemaparan yang menyoroti aspek pendidikan dan partisipasi publik. Dalam penjelasannya, ia menggarisbawahi MPR Goes to Campus kali ini tidak hanya menjadi wahana edukasi, melainkan juga ajakan langsung kepada mahasiswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan hidup dan hak atas udara yang sehat sebagaimana diamanatkan konstitusi. “Hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta udara bersih merupakan hak setiap warga negara sebagaimana tercantum dalam Pasal 28H UUD NRI 1945. Lantaran itu, percepatan transisi menuju energi terbarukan menjadi langkah penting yang harus didorong secara bersama oleh pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda,” jelasnya. Ia menyampaikan harapan agar forum ini menjadi ruang tukar gagasan yang produktif dan menjadi saluran masukan dari civitas academica, mahasiswa, dosen, dan peneliti mengenai arah kebijakan pengembangan energi terbarukan yang lebih presisi, dan implementatif. "Mari mahasiswa untuk lebih aktif berperan dalam mendorong solusi inovatif terhadap tantangan lingkungan. Menurutnya, generasi muda memiliki potensi besar dalam menciptakan gagasan baru yang mampu menjawab kebutuhan masa depan, termasuk dalam pengembangan teknologi dan model bisnis yang berkelanjutan," serunya. Sementara dari pihak tuan rumah, Dr. Johan Muliadi Kerta, S.Kom., M.M. selaku Campus Director BINUS @Bandung, mengatakan peran perguruan tinggi sebagai simpul penggerak perubahan yang menyatukan dialog, riset, dan kolaborasi untuk menjawab tantangan transisi energi. “Binus @Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang diskusi dan kolaborasi yang mendorong mahasiswa memahami tantangan global, termasuk isu transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Melalui forum seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara akademis, tetapi juga didorong untuk berpikir kritis dan solutif terhadap berbagai permasalahan nyata di masyarakat,” ulasnya. Sejalan dengan itu, Deputy Campus Director bidang Academic, Research & Student Development, Dr. Rudy Aryanto, S.E., M.M., menuturka perspektif akademik mengenai relevansi lintas disiplin dari teknologi, kebijakan, hingga model bisnis agar solusi transisi energi berjalan saling menopang dan berdampak. Diskusi berkembang hingga menghasilkan gagasan mengenai pentingnya penggunaan teknologi yang efisien, serta peran generasi muda dalam mendorong inovasi menjadi sorotan utama. Seluruh pemikiran yang muncul diharapkan dapat memperkaya arah kebijakan dan mendorong terciptanya langkah-langkah praktis yang dapat diimplementasikan secara bertahap. Melalui penyelenggaraan Seminar Kebangsaan MPR Goes to Campus, Binus @Bandung berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah kolaboratif untuk merumuskan perspektif kebijakan yang lebih progresif sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung percepatan transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Sinergi antara lembaga negara dan institusi pendidikan diharapkan mampu menghasilkan gagasan serta solusi yang lebih komprehensif dalam menghadapi tantangan krisis iklim di masa depan. Sebagai Creative Technology & Entrepreneurship Campus, Binus @Bandung mengambil peran yang konsisten dalam menghubungkan kajian teknologi, kebijakan publik, dan pemikiran kewirausahaan.
Binus University @Semarang Gelar SMARTA 2026, Wadah Inovasi Pelajar Demi Masa Depan Berkelanjutan
Semarang, katakabar.com - Di tengah percepatan perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, generasi muda dihadapkan pada tantangan besar untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi pencipta inovasi yang mampu memberikan solusi bagi masa depan yang berkelanjutan. Pada kenyataannya, masih banyak pelajar yang memiliki ide kreatif dan potensi besar, tetapi belum memiliki ruang kompetitif dan ekosistem yang tepat untuk mengembangkan gagasan tersebut menjadi inovasi nyata. Melihat kebutuhan tersebut, Binus University @Semarang menghadirkan sebuah wadah kompetisi nasional yang dirancang untuk mendorong kreativitas, pemikiran kritis, serta kemampuan problem solving generasi muda Indonesia. Pada tahun 2026 ini, Binus University @Semarang menyelenggarakan SMARTA 2026 (Semarang Smart Talent Competition) dengan mengusung tema “Youth Innovation for Sustainable Future.” Kompetisi nasional ini terbuka bagi pelajar SMA dan SMK dari seluruh Indonesia yang ingin menunjukkan ide, kreativitas, serta inovasi mereka di bidang teknologi, bisnis, dan kreativitas. SMARTA 2026 menjadi bagian dari komitmen Binus University @Semarang dalam menghadirkan Digital Transformation and AI Experience Campus, yakni ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan pendekatan inovatif dalam proses pendidikan. Melalui kompetisi ini, para pelajar tidak hanya berkompetisi, tetapi juga dapat merasakan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan teknologi masa depan. Di kompetisi SMARTA 2026, peserta dapat memilih lima cabang kompetisi yang dirancang untuk mengasah kemampuan di berbagai bidang. Cabang pertama adalah SMARTA LOGIKA (Innovation Tech Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Computer Science dan Digital Psychology. Kompetisi ini menantang peserta untuk mengembangkan ide teknologi inovatif serta melatih kemampuan berpikir adaptif dalam menghadapi tantangan teknologi yang terus berkembang. Cabang kedua adalah SMARTA IDEA (Idea Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Smart Industrial Engineering. Kompetisi ini mendorong peserta untuk menciptakan ide inovatif, berupa desain produk atau alat yang dapat memberikan solusi terhadap permasalahan sehari-hari, khususnya yang berorientasi pada keberlanjutan dan ramah lingkungan. Cabang berikutnya adalah SMARTA BIZTECH (Business Case Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Information System. Kompetisi ini mengajak peserta untuk merancang solusi bisnis berbasis teknologi yang mengintegrasikan User Experience (UX), Artificial Intelligence (AI), dan smart technology dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu terdapat SMARTA DIGITAL (Business Model Canvas Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Digital Business. Kompetisi ini dirancang untuk menginspirasi generasi muda dalam mengembangkan ide bisnis digital yang inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi masa depan. Sementara, bagi pelajar yang memiliki minat di bidang kreativitas visual, SMARTA juga menghadirkan SMARTA KREATIVA (Motion Poster Competition) yang diinisiasi oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV). Kompetisi ini mendorong peserta untuk menyampaikan pesan inovasi dan keberlanjutan melalui pendekatan visual yang kreatif dan komunikatif. Seluruh rangkaian kompetisi SMARTA 2026 dapat diikuti secara gratis oleh pelajar SMA dan SMK dari seluruh Indonesia. Peserta yang lolos ke tahap final akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, termasuk workshop dan pembinaan langsung dari akademisi Binus University @Semarang. Grand Final SMARTA 2026 akan dilaksanakan secara onsite di Binus University @Semarang pada 9 Mei 2026. Direktur Kampus Binus University @Semarang, Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom, menyampaikan kompetisi ini menjadi bagian dari upaya Binus membangun generasi inovator masa depan yang siap menghadapi transformasi digital global. “Melalui SMARTA 2026, Binus University @Semarang ingin memberikan ruang bagi generasi muda Indonesia untuk mengekspresikan ide, kreativitas, dan inovasi mereka. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembelajaran bagi pelajar untuk memahami bagaimana teknologi, bisnis, dan kreativitas dapat berkolaborasi dalam menciptakan solusi nyata bagi masa depan yang berkelanjutan. "Hal ini juga sejalan dengan komitmen kami dalam menghadirkan Digital Transformation and AI Experience Campus yang mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital dan kecerdasan buatan,” ujarnya. Dengan adanya SMARTA 2026, Binue University @Semarang berharap semakin banyak talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia yang berani mengembangkan ide, menciptakan inovasi, dan berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan melalui teknologi, kreativitas, dan pemikiran solutif.
Memajukan Masa Depan AI Inklusif bagi Global South
Oleh: Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia Jakarta, katakabar.com - India akan menjadi tuan rumah Global AI Impact Summit 2026 di New Delhi pada 16 hingga 20 Februari 2026. KTT ini akan mempertemukan lebih dari 100 negara dan organisasi internasional, dengan tujuh kelompok kerja khusus, atau “Chakras,” yang diketuai bersama oleh India dan dua negara lainnya, untuk merumuskan hasil yang relevan bagi Global North maupun Global South. Melalui sidang pleno para pemimpin, forum diskusi CEO, tantangan inovasi pemuda, serta simposium riset berdampak tinggi, tujuan KTT ini adalah membangun visi bersama bahwa masa depan kecerdasan buatan harus bersifat inklusif, transparan, dan dikelola melalui tata kelola kolaboratif. Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong dampak nyata dan dapat ditingkatkan skalanya dalam berbagai bidang, mulai dari prediksi pandemi hingga efisiensi pertanian, pemantauan iklim, serta peningkatan keterampilan digital bagi komunitas yang kurang terlayani. Indonesia memainkan peran aktif dalam membentuk hasil nyata dari KTT ini, yang dapat berkontribusi pada pengembangan solusi berbasis AI yang berpusat pada manusia dan berlandaskan etika. Dalam beberapa pekan terakhir, Indonesia, bersama Belanda, telah memberikan kontribusi signifikan dalam Kelompok Kerja “AI untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Kebaikan Sosial.” Mengingat banyaknya kesamaan pendekatan India dan Indonesia dalam membangun ekosistem AI yang human-centric, partisipasi aktif Indonesia, baik dalam proses pembentukan hasil KTT maupun dalam pelaksanaan KTT itu sendiri, akan memberikan manfaat besar bagi Global South secara keseluruhan. Strategi AI Nasional Indonesia (Stranas KA), sejalan dengan visi AI yang berpusat pada manusia dan beretika. Visi jangka panjang menuju tahun 2045 menekankan pengembangan talenta serta penerapan AI secara terarah di sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, pertanian, dan layanan publik. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam menerjemahkan inovasi menjadi nilai sosial yang nyata. Pengalaman Indonesia dalam membangun “Sahabat,” sebuah ekosistem model bahasa besar (Large Language Model/LLM) yang dirancang untuk beroperasi dalam Bahasa Indonesia dan berbagai bahasa daerah lainnya, merupakan upaya pionir yang patut dibagikan untuk direplikasi secara global. Indonesia juga melakukan investasi penting dalam kapasitas GPU (graphics processing unit) serta pusat data. Berdasarkan Stanford AI Index Report 2025 dan sumber lainnya, Indonesia termasuk dalam 10 negara teratas dalam pertumbuhan talenta AI, dengan peningkatan konsentrasi talenta AI hampir 200 persen antara tahun 2016 hingga 2024. Hal yang menggembirakan adalah Indonesia termasuk negara paling optimistis di dunia terhadap AI, dengan 80 persen penduduk memandang AI sebagai sesuatu yang bermanfaat. Indonesia juga diakui sebagai pemimpin regional di Asia Tenggara dalam hal adopsi AI. Pendekatan India terhadap AI tidak terbatas pada kemajuan teknis dan keuntungan ekonomi semata. India menargetkan dampak sosial-ekonomi yang nyata, dengan memanfaatkan AI untuk meningkatkan layanan kesehatan, mengoptimalkan pertanian, mentransformasi pendidikan, serta memperkuat ketahanan iklim. Ambisi India adalah memberdayakan setiap warga negara dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan serta inklusif, khususnya bagi Global South. Laporan Stanford menempatkan India pada posisi ketiga secara global dalam hal daya saing AI. Peringkat ini menyoroti pertumbuhan pesat India dalam lanskap AI global. Laporan tersebut mengukur pertumbuhan dan inovasi AI dari tahun 2017 hingga 2024, yang mencerminkan meningkatnya talenta AI India, kapabilitas riset yang kuat, ekosistem startup yang dinamis, investasi dan dampak ekonomi, infrastruktur, serta kebijakan dan tata kelola. Berlandaskan visi “Making AI in India and Making AI Work for India,” India meluncurkan IndiaAI Mission pada Maret 2024, dengan alokasi anggaran sekitar US$100 miliar selama lima tahun. Misi ini menjadi langkah penting dalam menjadikan India pemimpin global dalam kecerdasan buatan. Sejak diluncurkan, misi ini telah menunjukkan kemajuan besar dalam memperluas infrastruktur komputasi nasional. Dari target awal 10.000 GPU, India kini telah mencapai 38.000 GPU, sehingga menyediakan akses terjangkau terhadap sumber daya AI berkelas dunia. GPU tersebut tersedia bagi para pengembang aplikasi dengan tarif bersubsidi, yaitu kurang dari satu dolar per jam. Salah satu pilar IndiaAI Mission, yakni “AIKosh,” mengembangkan kumpulan data besar untuk melatih model AI. Platform ini mengintegrasikan data dari sumber pemerintah maupun nonpemerintah. AIKosh memiliki lebih dari 5.500 dataset serta 251 model AI dan teknologi bahasa yang mencakup 20 sektor. Melalui inisiatif seperti BHASHINI dan BharatGen, India mendemokratisasi akses terhadap alat AI multibahasa. India dan Indonesia memiliki pendekatan bersama terhadap AI yang inklusif, yang didasarkan pada keyakinan kuat bahwa teknologi harus meningkatkan kualitas hidup dan memperluas peluang. AI tidak dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai penggerak pembangunan yang sejalan dengan visi Viksit Bharat atau India Maju 2047 dan Indonesia Emas 2045. Dengan skala besar, demografi muda, serta ekosistem inovasi yang terus berkembang, kedua negara berada pada posisi yang kuat untuk menjadi pemimpin regional dalam AI yang bertanggung jawab. Kedua negara kita juga menyadari bahwa keberagaman dan keseimbangan gender dalam ekosistem AI bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Bias dalam data akan menghasilkan bias dalam hasil. Inklusi dalam desain menentukan inklusi dalam dampak. Hal ini juga memperkuat alasan untuk mengembangkan bersama model AI multibahasa serta sumber daya bahasa yang dikembangkan secara lokal guna mengurangi bias data dan memastikan relevansi kontekstual bagi masyarakat Global South. Patut dicatat bahwa Stranas KA dan kerangka etika AI Indonesia menekankan kepercayaan, transparansi, pengembangan talenta, serta akuntabilitas dalam mengintegrasikan AI ke sektor-sektor prioritas nasional. Berdasarkan Indeks Kesiapan AI IMF, muncul alasan kuat bagi terbentuknya aliansi AI antara India dan Indonesia, karena skor masing-masing negara menunjukkan “kekuatan” institusional yang saling melengkapi. Kekuatan India terletak pada skala, keterampilan STEM, Digital Public Infrastructure (DPI, India Stack), riset dan pengembangan (volume paten AI yang tinggi), perusahaan teknologi besar, serta investasi asing yang signifikan di sektor ini. Sementara, Indonesia memiliki skor yang kuat dalam kesiapan infrastruktur, regulasi dan etika, serta konektivitas telekomunikasi. Dengan menyelaraskan kerangka regulasi dan kebijakan, dua raksasa Asia ini dapat mencegah Global South menjadi “lahan uji coba” bagi model bisnis pihak lain yang bersifat oportunistik, sekaligus menetapkan standar yang adil dan berpusat pada manusia sesuai semangat “AI untuk Semua.” Bidang kerja sama lain yang layak dipertimbangkan adalah investasi kolaboratif serta pengembangan bersama pusat data dan kapasitas pemrosesan, yang juga dapat berguna secara strategis. Isu-isu tersebut menjadi inti pembahasan dalam acara pra-KTT Global AI Impact Summit yang diselenggarakan di Jakarta. Diskusi tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada langkah-langkah konkret untuk membangun ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan menjelang Global AI Impact Summit 2026. Bagi negara seperti India dan Indonesia, pertanyaan seputar AI bukanlah hal yang abstrak atau jauh. Isu ini bersifat segera, berdampak besar, dan sangat terkait dengan jalur pembangunan nasional. Dengan populasi yang besar dan beragam, sistem pemerintahan demokratis, keragaman bahasa, serta prioritas pembangunan yang masih terus berkembang, pilihan yang kita ambil terkait AI akan membentuk tidak hanya hasil nasional tetapi juga norma global tentang bagaimana AI dikelola, diterapkan, dan dialami. Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Menteri Nezar Patria dalam acara pra-KTT, kemitraan antara Indonesia dan India dapat menghadirkan peluang besar bagi pengembangan kecerdasan buatan yang berorientasi pada kepentingan Global South secara lebih luas, serta membentuk wacana masa depannya melalui pendekatan yang berpusat pada manusia. Secara keseluruhan, diskusi pra-KTT menegaskan perlunya pergeseran dari strategi menuju implementasi, dengan kerja sama Selatan–Selatan muncul sebagai jalur utama menuju AI yang inklusif dan akuntabel. Hanya melalui aksi kolektif kesenjangan AI dapat dijembatani. India tetap berkomitmen kuat untuk memajukan AI yang inklusif dan dapat ditingkatkan skalanya, serta siap bermitra dan menciptakan solusi bersama.
Rebranding KVB Indonesia: Langkah Strategis Menuju Masa Depan Trading Global
Jakarta, katakabar.com - Dalam industri finansial yang terus berkembang, perubahan bukan hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga tentang bagaimana sebuah brand merepresentasikan visi jangka panjangnya. KVB Indonesia kini hadir dengan branding baru yang lebih modern dan relevan, sebagai bagian dari langkah strategis untuk memperkuat posisinya di pasar trading global. Branding baru ini bukan sekadar pembaruan visual, melainkan simbol pertumbuhan perusahaan, komitmen terhadap kualitas layanan, serta arah jangka panjang yang semakin fokus pada pengalaman trader di Indonesia. Sebagai bagian dari transformasi brand, KVB Indonesia memperkenalkan logo yang telah disempurnakan. Pembaruan ini mencerminkan identitas yang lebih kuat, profesional, dan selaras dengan perkembangan industri trading yang semakin kompetitif. Logo baru ini menjadi representasi dari perjalanan KVB Indonesia dalam membangun kepercayaan, memperluas layanan, serta menghadirkan pengalaman trading yang lebih terintegrasi bagi trader modern. Dengan desain yang lebih clean dan dinamis, branding baru ini juga menegaskan komitmen KVB untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar dan teknologi. Pembahasan lengkap mengenai peluncuran logo baru dan makna di balik penyempurnaan branding KVB dapat dibaca melalui artikel berikut Di era digital, trader tidak hanya mencari broker dengan platform yang cepat, tetapi juga brand yang memiliki reputasi kuat dan arah bisnis yang jelas. Rebranding ini menjadi langkah penting untuk menunjukkan bahwa KVB Indonesia terus bertumbuh dan siap menghadapi tantangan pasar global dengan standar layanan yang lebih tinggi. Branding baru juga menjadi sinyal bahwa KVB Indonesia semakin fokus pada inovasi, transparansi, dan kenyamanan pengguna dalam mengakses berbagai instrumen trading seperti forex, emas, indeks, dan komoditas. Sebagai broker yang terus berkembang, Broker Trading KVB Indonesia hadir dengan layanan trading yang didukung teknologi modern, akses instrumen global, serta komitmen untuk memberikan pengalaman terbaik bagi trader Indonesia. Dengan branding baru ini, KVB Indonesia menegaskan posisinya sebagai mitra trading yang profesional dan berorientasi jangka panjang. Bagi Anda yang ingin memulai perjalanan trading bersama broker dengan identitas baru dan visi yang kuat, pendaftaran akun dapat dilakukan melalui link ini Branding baru KVB Indonesia bukan hanya perubahan tampilan, tetapi langkah nyata untuk terus bertumbuh, memperkuat kepercayaan, dan menghadirkan layanan trading yang semakin relevan di masa depan.
Emas Kembali Cetak All Time High, Apakah Aset Kripto Masih Unggul Investasi Masa Depan?
Jakarta, katakabar.com - Pasar keuangan dunia saat ini sedang saksikan fenomena menarik di mana harga emas meroket hingga menembus angka $5.500 per troy ounce. Kenaikan tajam ini menambah nilai kapitalisasi pasar emas hingga 1,5 triliun dolar Amerika Serikat hanya dalam satu hari. Fenomena ini menjadi bahan sentimen hangat di berbagai platform media digital, dan berdampak pada aktivitas jual-beli investor. Tren ini juga turut mendorong minat terhadap emas digital berbasis aset kripto seperti Tether Gold ($XAUT), yang pergerakannya kini semakin aktif di pasar aset kripto. Dalam laporan yang dipublikasikan oleh Tether pada senin lalu, terdapat pergeseran minat investor ke aset “safe haven” berbasis emas termasuk emas digital di tengah meningkatnya ketidakpastian sistem moneter global. Laporan tersebut dirilis saat harga emas melesat hingga melampaui US$5.100 per troy ounce. Sebagai aset yang bernilai 1:1 atau setara dengan satu troy ounce emas murni yang disimpan di brankas Swiss, $XAUT menjadi pilihan yang dapat dilirik di tengah gejolak pasar ekonomi global dan kenaikan harga emas. Kehadiran aset kripto $XAUT menawarkan opsi investasi emas yang likuid, dan efisien dengan dukungan teknologi blockchain. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor aset tradisional seperti emas, sebab $XAUT menggabungkan nilai emas murni yang bergerak lebih stabil dengan keunggulan teknologi blockchain. Di Indonesia sendiri, $XAUT termasuk dalam whitelist aset kripto yang dapat diperdagangkan berdasarkan daftar whitelist CFX. Lantaran itu kehadirannya dapat diakses melalui berbagai platform pertukaran aset kripto resmi dan berizin di Indonesia, seperti Bittime. Dengan menggunakan Bittime, investor dapat secara langsung memperdagangkan $XAUT dan memanfaatkan fitur fleksibel staking yang berarti investor juga bisa mendapatkan imbal hasil tahunan (APY) hingga 15 persen bagi pengguna baru tanpa batas locked periode tertentu. Hal ini memberi manfaat lebih bagi para investor yang mengutamakan strategi investasi jangka panjang, sekaligus memberi kemudahan dalam mengakses atau memperdagangkan aset nya kapan saja. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.
India dan Global South: Perkuat Kemitraan Demi Masa Depan Bersama
Jakarta, katakabar.com - India terus tegaskan komitmen sebagai mitra utama negara-negara Global South melalui pendekatan yang berlandaskan solidaritas historis, kerja sama konkret, serta visi bersama untuk pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Hubungan India dengan Global South berakar pada pengalaman sejarah yang sama, perjuangan kolektif melawan kolonialisme, serta aspirasi bersama untuk kemandirian dan keadilan global. Seiring waktu, peran India berkembang dari kepemimpinan dalam Gerakan Non-Blok menjadi salah satu penggerak utama kerja sama Selatan–Selatan di era kontemporer. Kemitraan India dengan Global South mencapai momentum baru di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi dengan diselenggarakannya Voice of the Global South Summit (VOGSS) pertama pada 12 hingga 13 Januari 2023 lalu, tidak lama setelah India mengambil alih Presidensi G20. Keberhasilan KTT ini mendorong penyelenggaraan dua KTT lanjutan pada tahun yang sama dan pada tahun 2024. Melalui VOGSS, India secara konsisten mengangkat kepentingan, prioritas, dan tantangan Global South ke dalam berbagai forum internasional. Komitmen ini tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diwujudkan melalui berbagai bentuk dukungan nyata yang berdampak langsung bagi negara-negara mitra. India memanfaatkan pertumbuhan ekonomi yang pesat, fondasi demokrasi yang kuat, serta posisi geopolitik strategisnya untuk memperjuangkan tata kelola global yang lebih adil dan representatif. Program Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC) menjadi salah satu pilar utama kontribusi India, dengan menyediakan pelatihan, pengembangan kapasitas, dan bantuan teknis kepada lebih dari 160 negara. Program ini mencakup sektor-sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, pertanian, dan teknologi informasi, yang berkontribusi langsung pada pembangunan sumber daya manusia di Global South. Filosofi Vasudhaiva Kutumbakam, Dunia adalah Satu Keluarga, telah menjadi landasan kebijakan luar negeri India selama lebih dari satu dekade. Prinsip ini mencapai perwujudan nyata selama Kepemimpinan India di G20 tahun 2023 melalui moto “One Earth, One Family, One Future.” India memastikan seluruh keputusan dan kesepakatan G20 mencerminkan semangat inklusivitas, keberlanjutan, serta kepentingan negara-negara berkembang. Salah satu pencapaian diplomatik utama India selama Presidensi G20 adalah diterimanya Uni Afrika sebagai anggota penuh G20, yang mewakili 54 negara Afrika. Langkah bersejarah ini mencerminkan komitmen nyata India dalam memperkuat suara Global South dalam tata kelola global. Seiring meningkatnya kapasitas ekonominya, India juga memainkan peran penting sebagai mitra yang andal dalam situasi krisis. Selama pandemi Covid 19, India menyalurkan obat-obatan ke lebih dari 150 negara serta menyediakan lebih dari 300 juta dosis vaksin kepada lebih dari 100 negara melalui inisiatif Vaccine Maitri. India juga memberikan bantuan keuangan dan kemanusiaan kepada Sri Lanka, Afghanistan, Maladewa, dan negara-negara lainnya, serta secara konsisten bertindak sebagai first responder dalam situasi bencana alam. Empat Pilar Utama Keterlibatan India dengan Global South 1. Infrastruktur Publik Digital India mendorong perluasan solusi digital seperti Unified Payments Interface (UPI) ke berbagai negara Global South serta mendukung pembangunan sistem identitas dan pembayaran digital melalui Dana Dampak Sosial. 2. Kepemimpinan Kesehatan dan Farmasi Sebagai “Apotek Dunia”, India menyediakan obat generik berkualitas tinggi dan terjangkau, sekaligus membangun kapasitas regulasi farmasi di negara-negara mitra. 3. Global Development Compact Diusulkan pada akhir 2024, inisiatif ini menekankan perdagangan untuk pembangunan dan pembiayaan konsesional berbasis hibah, sebagai alternatif pembiayaan yang berkelanjutan. 4. Keadilan Iklim dan Transisi Energi India mempromosikan prinsip tanggung jawab bersama namun dibedakan, memperkuat International Solar Alliance, serta mendorong Mission LiFE untuk gaya hidup berkelanjutan. Keterlibatan proaktif India dengan Global South menegaskan komitmennya terhadap tatanan dunia multipolar yang lebih adil dan inklusif. Sebagai pemimpin sekaligus mitra, India akan terus bekerja bersama negara-negara Global South untuk menghadapi tantangan global dan memanfaatkan peluang abad ke 21.
Di luar pasar, Dia pilih Percayakan Masa Depan Kepada Anak-anak
Jakarta, katakabar.com - Sebuah acara tindakan peduli anak yang sederhana. Di Kecamatan Jaltinegara, sebuah pusat pembelajaran masyarakat di Jakarta Timur, baru-baru ini digelar kegiatan perawatan anak berskala kecil tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jumlah peserta sedikit, dengan bentuk yang sederhana, tapi berlangsung sepanjang sore. Acara ini diprakarsai Mike Wiprana dalam kapasitas pribadinya dan tidak dilakukan atas nama organisasi atau merek apa pun. Tidak ada spanduk atau tanda, juga tidak ada penggalangan dana atau sesi pameran; ini lebih merupakan tindakan persahabatan yang tenang dan terkendali. Menurut staf komunitas, tujuan awal acara tersebut bukanlah untuk menyumbangkan barang materi, tetapi untuk memberi anak-anak kesempatan untuk didengarkan dan diajak berkomunikasi. Di komunitas tersebut, banyak anak, meskipun memiliki jadwal sekolah reguler, tapi jarang memiliki kesempatan untuk dibimbing berpikir tentang topik abstrak namun penting seperti "masa depan" dan "pilihan". Mike Wiprana telah lama terlibat dalam pekerjaan yang berkaitan dengan pendidikan. Melalui interaksinya dengan berbagai kelompok usia, dia secara bertahap menyadari bahwa banyak anak tidak kekurangan keinginan untuk mengekspresikan diri, tetapi justru kekurangan kesempatan untuk didengarkan dengan penuh perhatian. “Bagi sebagian anak, yang benar-benar langka bukanlah sumber daya, melainkan diperlakukan sebagai orang yang sedang bertumbuh", demikian deskripsi seorang pemimpin komunitas yang mengetahui latar belakang acara tersebut. Berdasarkan gagasan ini, acara tersebut dirancang sesederhana mungkin, tanpa ceramah atau khotbah, melainkan berfokus pada komunikasi dan persahabatan. Mike jarang berbicara tentang "kesejahteraan masyarakat" di depan umum. Tetapi, ia memilih untuk hadir secara langsung di acara ini. Pada hari acara tersebut, dibimbing oleh Bella, anak-anak menggunakan gambar dan cerita untuk mengungkapkan visi mereka tentang masa depan, dengan mengatakan, "Saya ingin jadi orang seperti apa?" Anak-anak duduk bersama, berpartisipasi melalui mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan mengekspresikan diri. Mike tidak menceritakan riwayat hidupnya atau berbicara tentang "kesuksesan." Pertanyaan-pertanyaannya sederhana: Menurutmu apa yang akan berbeda antara besok dan hari ini? Jika kamu memiliki sesuatu sekarang, apakah kamu akan langsung menggunakannya atau menyimpannya untuk nanti? Menurutmu apa tujuan kita belajar? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak memiliki jawaban standar; pertanyaan-pertanyaan ini lebih tentang membimbing anak-anak untuk berpikir dan mengungkapkan ide-ide mereka sendiri. Sepanjang proses tersebut, kecepatan diskusi tidak dikendalikan secara sengaja, dan anak-anak juga tidak diharuskan memberikan "jawaban yang benar." Seorang guru komunitas mengatakan anak-anak tampak lebih rileks dan bersedia berbicara dalam suasana ini. Mike menuturkan jika seorang anak tidak pernah ditanya, 'Orang seperti apa yang ingin kamu jadi ketika dewasa?', maka mereka cenderung tidak akan mempersiapkan diri secara inisiatif untuk masa depan ketika mereka dewasa. Setelah acara selesai, anak-anak yang berpartisipasi menerima perlengkapan sekolah dan bahan bacaan, yang semuanya tidak diberi label informasi komersial. Tidak ada sesi foto bersama atau kata penutup. "Ini terasa lebih seperti kunjungan biasa daripada acara yang direncanakan sebelumnya", komentar seorang sukarelawan komunitas. Pada sore hari yang kurang mendapat sorotan ini, acara tersebut tidak meninggalkan banyak momen yang terekam. Tetapi bagi anak-anak, kenyataan ada seseorang yang bersedia duduk dan mendengarkan mereka adalah tindakan kebaikan yang langka. Seperti yang dikatakan seorang guru komunitas, mereka mungkin tidak mengingat detail spesifik dari apa yang dibahas, tetapi mereka akan mengingat bahwa pada suatu sore, orang dewasa benar-benar mendengarkan mereka.
Kolaborasi ITB Indragiri Sejumlah Organisasi dan Perusahaan Plat Merah Demi Masa Depan Sawit
Indrgiri Hulu, katakabar.com - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indragiri bangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk masa depan industri kelapa sawit di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Asosiasi Petani Sawit Swadaya Indragiri (APSSI), Asosiasi Petani Kelapa Sawit Inti Rakyat (Aspek-PIR) Riau, APKASINDO Kabupaten Indragiri Hulu, serta PTPN V, Kamis (8/1) lalu di Ruang Rapat Rektorat, Lantai 2 ITB Indragiri, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Kegiatan mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini dihadiri jajaran rektorat, akademisi, serta pimpinan asosiasi dan perwakilan perusahaan. Kerja sama ini digagas sebagai upaya konkret untuk menyelaraskan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Melalui MoU ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan akses untuk melakukan praktik langsung di lapangan, sementara pihak kampus mendapatkan masukan terkait perkembangan regulasi dan teknologi terkini guna merumuskan kurikulum yang relevan. Kepala Program Studi Agribisnis ITB Indragiri, Khairudin, S.P., M.MA, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra industri sawit yang hadir. "Saya berharap dengan adanya kerja sama ini, ITB Indragiri dapat mengirimkan mahasiswa untuk magang di dunia industri," ujar Khairudin. Ia menekankan pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa. "Tujuannya agar mereka mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan menyerap pengalaman teknis yang mungkin tidak didapatkan di bangku kuliah," jelasnya. Ia menyoroti peluang beasiswa bagi mahasiswa. "Saya berharap dukungan dari banyak pihak agar dapat menyukseskan program beasiswa BPDP di Kampus ITB Indragiri," ucapnya. Direktur APSSI, Yazid Fauzi, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kolaborasi antara praktisi dan akademisi sangat dibutuhkan untuk kemajuan petani sawit swadaya. "Saya berharap kerja sama ini dapat memberi dampak luas kepada petani sawit, khususnya terkait penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh para akademisi dari ITB Indragiri," tutur Yazid.