Masuk Daftar

Sorotan terbaru dari Tag # Masuk Daftar

Kimming Yap dari Singapura Masuk Daftar 40 Under 40 2025 Versi Campaign Asia Internasional
Internasional
Jumat, 14 November 2025 | 08:30 WIB

Kimming Yap dari Singapura Masuk Daftar 40 Under 40 2025 Versi Campaign Asia

Singapura, katakabar.com - Kimming Yap, Co-Founder dan Managing Director Creativeans, telah masuk dalam daftar bergengsi “40 Under 40” Campaign Asia-Pacific 2025, yang menyoroti para bintang baru yang mentransformasi lanskap pemasaran dan kreatif di kawasan. Diakui secara global sebagai designpreneur, perjalanan Kimming dimulai dari kegemarannya pada desain sejak SMA, yang membawanya ke Milan untuk meraih Master in Design dari Domus Academy dan Master of Arts dari University of Wales. Pengaruh Eropa tersebut membentuk cikal bakal Creativeans, salah satu konsultan branding paling inovatif dari Singapura, yang saat ini telah memiliki kantor di Singapura, Jakarta, dan Milan. Komitmennya menjadikan desain sebagai alat strategis bisnis menjadi jantung kesuksesan Kimming. Ia ikut mengembangkan metodologi BrandBuilder® (ISO-certified) dan memimpin peluncuran BrandsBuilder.ai, platform konsultan branding bertenaga AI pertama di Singapura. Platform ini memungkinkan para pebisnis dan perusahaan melakukan audit brand otomatis, perumusan Brand positioning, serta pembuatan brand identity secara lebih cerdas dan terukur. Kimming juga turut mendirikan HOVARLAY, solusi no-code yang mengubah kemasan fisik menjadi pengalaman digital imersif melalui AR (Augmented Reality) dan pembaruan konten secara real-time. Klien seperti Indonesia Game Expo dan Happy Harvest (Summarecon Group) telah memanfaatkan HOVARLAY untuk mendorong engagement sekaligus sustainability, yang merupakan dua value yang menjadi pondasi kepemimpinan Kimming. Dalam satu tahun terakhir, Creativeans mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan 150 persen di Indonesia, didorong pemahaman mendalam Kimming terhadap pasar lokal serta kemitraan lintas negara yang strategis. “Kepemimpinan Kimming tegas dan metodis,” ujar Khairul Hussin, Co-Founder Creativeans. Ia konsisten menembus batas tanpa kehilangan fokus pada hal yang paling penting: people, purpose, dan progress. Yulia Saksen, International Brand Consultant sekaligus Co-Founder, menambahkan perjalanan Kimming membuktikan kepemimpinan kreatif bisa berdampak komersial, sosial, dan nasional. Di luar pertumbuhan bisnis, Kimming aktif membentuk ekosistem desain di Asia Tenggara. Sebagai Vice President di Design Business Chamber Singapore dan Academic Advisor atau penasihat akademik untuk Nanyang Academy of Fine Arts serta Institute of Technical Education, ia berkontribusi pada strategi nasional sekaligus pengembangan kurikulum pendidikan desain. Dampak sosial Kimming mencakup bidang kesehatan dan pemuda, di antaranya bekerja sama dengan Brain Tumour Society (Singapore) dan berkolaborasi dengan komunitas seperti Strong Olive yang mendukung pasien kanker usia muda. Ia terus membimbing talenta muda melalui program Learning by Design dari DesignSingapore Council, serta memimpin kolaborasi desain perawatan demensia bersama Apex Harmony Lodge (AHL) dan NAFA yang melibatkan mahasiswa dalam proses empathy-led making untuk memecahkan masalah nyata. Advokasi lingkungannya bersama Jane Goodall Institute (Singapore) melahirkan kampanye seperti “Care For Each Otter” dan kontribusinya terhadap Tour of Hope, program empat hari yang merayakan ulang tahun Dr Jane Goodall yang ke 90, untuk menggalang dukungan publik dan korporasi bagi edukasi konservasi. Pengakuan Kimming dalam daftar 40 Under 40 Campaign Asia menandai momen penting dalam lanskap branding, desain, dan inovasi di Asia-Pasifik.

Peris.ai Cybersecurity Masuk Daftar 100 Startup Global Terbaik di EWC 2025 Default
Default
Selasa, 04 November 2025 | 10:00 WIB

Peris.ai Cybersecurity Masuk Daftar 100 Startup Global Terbaik di EWC 2025

Jakarta, katakabar.com - Selama ini, inovasi di bidang keamanan siber kerap lahir dari negara-negara Barat. Kini, kekuatan baru tengah muncul dari kawasan ASEAN. Peris.ai Cybersecurity menjadi salah satu nama yang paling menjanjikan dalam inovasi keamanan siber, dengan pencapaian sebagai Startup Grand Winner di ajang ASEAN Business Awards 2025 serta terpilih sebagai bagian dari Top 100 Global Startups di Entrepreneurship World Cup (EWC) 2025. Dua penghargaan ini menandai perubahan lanskap inovasi global, menunjukkan bahwa masa depan kecerdasan keamanan siber tidak lagi ditentukan oleh lokasi geografis, melainkan oleh visi, teknologi, dan dampak yang dihasilkan. Di ajang ASEAN Business and Investment Summit 2025 di Kuala Lumpur pada Oktober 2025, Peris.ai Cybersecurity dinobatkan sebagai Startup Grand Winner di ASEAN Business Awards (ABA) yang diselenggarakan oleh ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC). ABA memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang mendorong inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan inklusif di kawasan ASEAN. Peris.ai Cybersecurity menonjol sebagai satu-satunya startup yang meraih penghargaan di kategori ini. Keunggulan Peris.ai terletak pada teknologi Agentic AI dan Hyperautomation, fondasi yang memungkinkan operasi keamanan siber berkembang dari reaktif menjadi prediktif. Alih-alih mengandalkan proses manual atau panduan statis, sistem ini beradaptasi secara real-time, menganalisis data, memvalidasi peringatan, dan menjalankan respons secara cerdas dan otomatis. Pendekatan ini mengurangi beban kerja manusia, mempercepat waktu respons, serta memastikan setiap keputusan keamanan diambil berdasarkan kecerdasan, bukan rutinitas. Dengan mengintegrasikan otomasi dan pengambilan keputusan ke dalam satu platform terpadu, Peris.ai mendefinisikan ulang cara organisasi mengelola operasi keamanan dalam skala besar. Kemampuan inilah yang menempatkan Peris.ai di posisi unggul di antara ratusan kandidat regional dan membawanya meraih penghargaan di ASEAN Business Awards 2025. “Pencapaian mereka tidak hanya mencerminkan kesuksesan komersial, tetapi juga komitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan, inovasi, dan kemajuan kawasan.” ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) Malaysia Baca selengkapnya: ASEAN Business Advisory Council | ASEAN Business Advisory Council Malaysia Masih di bulan Oktober 2025, Peris.ai Cybersecurity juga berhasil menembus daftar Top 100 Global Startups di ajang Entrepreneurship World Cup (EWC) 2025, yang diselenggarakan oleh Monsha'at, Global Entrepreneurship Network (GEN), dan Misk Foundation.Terpilih dari lebih dari 10.300 peserta dari 169 negara, Peris.ai akan bersaing di babak final global Biban Forum 2025 di Riyadh bersama inovator dari 46 negara dan 16 sektor industri utama. Pengakuan ini menegaskan peran ASEAN sebagai pusat inovasi deep-tech yang semakin berkembang, serta kontribusi Peris.ai dalam menghadirkan solusi keamanan siber berbasis AI dan hyperautomation di tingkat global. Rangkaian penghargaan ini bukan sekadar bentuk pencapaian, melainkan representasi dari gerakan baru dalam membangun dan mengelola keamanan siber di tingkat regional. Melalui arsitektur Agentic AI dan Hyperautomation, Peris.ai Cybersecurity menciptakan infrastruktur pertahanan yang adaptif, memungkinkan analisis real-time, pengambilan keputusan yang lebih cepat, dan ketahanan yang lebih kuat terhadap ancaman siber modern. Sejumlah pengamat industri menilai bahwa Peris.ai tengah membangun apa yang berpotensi menjadi platform intelijen siber terintegrasi untuk kawasan ASEAN, serupa dengan peran Palantir dalam dunia intelijen data di Barat yang membantu organisasi memahami dan merespons informasi dengan presisi dan kecepatan tinggi. Seiring dengan upaya memperluas kolaborasi dan kemitraan lintas kawasan, Peris.ai Cybersecurity tetap berpegang pada satu misi utama: melindungi fondasi masa depan digital. Tentang Peris.ai Cybersecurity Peris.ai Cybersecurity merupakan platform keamanan siber berbasis AI dengan sistem hyperautomation yang dirancang untuk menghadirkan deteksi ancaman proaktif, respons real-time, serta perlindungan kelas enterprise. Didukung oleh BrahmaFusion dan rangkaian modul keamanan canggih, Peris.ai mendefinisikan ulang cara organisasi menghadapi ancaman siber modern melalui kecerdasan, otomasi, dan adaptasi berkelanjutan.