Membara

Sorotan terbaru dari Tag # Membara

Rimbo Panjang Membara, Wakapolda Riau dan Kapolres Kampar Pimpin Pemadaman Karhutla Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 11 November 2025 | 19:30 WIB

Rimbo Panjang Membara, Wakapolda Riau dan Kapolres Kampar Pimpin Pemadaman Karhutla

Kampar, katakabar.com - Kobaran api yang melahap lahan di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, semakin mengkhawatirkan. Asap pekat menyelimuti kawasan permukiman, sementara bara di lahan gambut terus menyala. Melihat kondisi tersebut, Wakapolda Riau, Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo bersama Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang turun langsung ke lokasi, Selasa (11/11), pimpin operasi pemadaman, dan pendinginan lokasi bekas terbakar. Kebakaran di sekitar Perumahan Zaira Permai dan Perumahan Marwah itu telah berlangsung selama empat hari berturut-turut. Di mana upaya pemadaman dilakukan siang dan malam. Untuk mempercepat penanganan, Polres Kampar mengerahkan 60 personel tambahan dari Polres Kampar, Samapta Polda Riau, Brimob Polda Riau, dan Polsek Tambang. Mereka bergabung dengan tim Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, sehingga total petugas di lapangan kini mencapai sekitar 100 orang. “Seluruh personel bekerja tanpa lelah memadamkan api yang terus merambat di lahan gambut. Semangat mereka luar biasa,” ujar Kapolres Kampar? AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang di lokasi kejadian. AKBP Boby menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh tim gabungan yang berjibaku di tengah panas dan kabut asap tebal. “Kami sangat menghargai dedikasi dan pengorbanan para petugas. Mereka tidak hanya berjuang melawan api, tetapi menjaga keselamatan warga,” jelasnya. Meski api di permukaan telah berhasil dikendalikan, bara di bawah tanah masih menjadi ancaman serius. Petugas kini fokus melakukan pendinginan intensif agar tidak muncul titik api baru. Selain memadamkan kebakaran, kepolisian juga mulai melakukan penyelidikan terkait penyebab munculnya api. “Kami akan memanggil saksi-saksi dan menyelidiki kemungkinan adanya unsur kesengajaan. Jika terbukti ada pihak yang membakar lahan, akan kami tindak tegas,” tegas Boby. Pihak kepolisian juga memasang plang larangan dan imbauan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah ini diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang. Kata Boby, saat ini api sudah berhasil dipadamkan. Tetapi, kepulan asap masih keluar lantaran adanya bara dari dasar tanah yang merupakan lahan gambut.

Nasionalisme Pekerja Pengeboran Minyak di Duri Riau Tetap Membara Opini
Opini
Minggu, 17 Agustus 2025 | 21:00 WIB

Nasionalisme Pekerja Pengeboran Minyak di Duri Riau Tetap Membara

Oleh: Agung Marsudi Duri, katakabar.com - Siapa yang tidak bergetar hatinya ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan. Hati dan dada 24 orang crew Rig Gwdc#366, bergetar ketika mereka bersama-sama dalam upacara bendera sederhana di areal pengeboran, dilakukan upacara peringatan HUT RI ke-80, Minggu, 17 Agustus 2025. Bendera Merah Putih mereka kibarkan. Penghormatan kepada sang merah putih mereka lakukan. Nasionalisme mereka tidak diragukan, meski mereka bekerja di bawah perusahaan asing. Semangat mereka membara. Mereka adalah pekerja PT GWDC, sebuah perusahaan Rig asing mitra bisnis PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di areal proyek HOOU DSF, Duri, Riau. Mereka mengatur sendiri, crew yang stand by di bawah ikut upacara, sedang yang lain tetap melanjutkan kerja. Sehingga kegiatan upacara tidak mengganggu produksi. "Silakan perusahaan asing dari manapun datang, yang namanya nasionalisme wajib kami jalani, peringatan 17 Agustus kita lakukan. Kita tak pernah berhenti mencintai Indonesia. Merdeka!" ujar Fitrion alias Gaek inisiator upacara kecil di areal kerja. "Walaupun kita kerja dengan perusahaan asing, yang namanya kemerdekaan wajib kita peringati. NKRI harga mati," tegas Gaek berapi-api, diamini anggota crew rig yang lain. Seperti diketahui, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) adalah anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang usaha hulu minyak dan gas bumi (migas). PHR bertanggung jawab atas pengelolaan Wilayah Kerja Rokan, yang merupakan blok minyak terbesar di Indonesia, menggantikan perusahaan raksasa migas PT Chevron yang habis kontraknya pada 9 Agustus 2021.