Mobilitas
Sorotan terbaru dari Tag # Mobilitas
LRT Jabodebek Perkuat Integrasi Antarmoda dan Akses ke Destinasi Wisata
Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek jadi pilihan transportasi masyarakat selama Lebaran 2026 dengan konektivitas antarmoda yang luas dan akses langsung ke destinasi wisata serta pusat aktivitas di Jabodebek. Stasiun Dukuh Atas menjadi yang paling ramai dengan 30.086 pengguna naik dan 32.599 pengguna turun. LRT Jabodebek memperkuat perannya sebagai penghubung mobilitas masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan menghadirkan konektivitas antarmoda yang luas serta akses langsung ke berbagai destinasi wisata dan pusat aktivitas di wilayah Jabodebek. Di tengah meningkatnya pergerakan masyarakat untuk bersilaturahmi dan berwisata, LRT Jabodebek menjadi pilihan transportasi yang menghubungkan berbagai kawasan strategis secara efisien tanpa ketergantungan pada kendaraan pribadi. Melalui integrasi langsung dengan berbagai moda transportasi utama seperti KRL Commuter Line, KA Bandara, Kereta Cepat Whoosh, MRT Jakarta, TransJakarta, hingga Terminal Kampung Rambutan. Selain itu, LRT Jabodebek juga memberikan kemudahan akses menuju beragam destinasi selama libur Lebaran, seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta kawasan bisnis dan gaya hidup di Kuningan, Rasuna Said, dan Setiabudi. Berbagai pusat perbelanjaan, area kuliner, dan ruang publik di sepanjang lintasan turut menjadi bagian dari ekosistem mobilitas yang dilayani LRT Jabodebek. Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menuturkan LRT Jabodebek tidak hanya melayani perjalanan harian, tetapi juga menjadi solusi mobilitas masyarakat untuk menikmati libur Lebaran. “Integrasi antarmoda dan kemudahan akses ke berbagai destinasi memungkinkan masyarakat bepergian dengan lebih efisien, nyaman, dan terhindar dari kemacetan,” ujarnya. Selama periode 21 hingga 23 Maret 2026, sejumlah stasiun mencatat volume pengguna yang signifikan, khususnya pada stasiun-stasiun yang memiliki konektivitas tinggi dan akses ke pusat aktivitas, dengan rincian: - Stasiun Dukuh Atas: 30.086 pengguna naik dan 32.599 pengguna turun - Stasiun Harjamukti: 19.237 pengguna naik dan 19.330 pengguna turun - Stasiun Cikoko: 14.693 pengguna naik dan 13.891 pengguna turun - Stasiun Bekasi Barat: 14.552 pengguna naik dan 15.366 pengguna turun - Stasiun Jatimulya: 11.132 pengguna naik dan 11.156 pengguna turun - Stasiun TMII: 8.679 pengguna naik dan 8.346 pengguna turun - Stasiun Cawang: 8.586 pengguna naik dan 7.256 pengguna turun - Stasiun Jatibening Baru: 6.395 pengguna naik dan 6.156 pengguna turun - Stasiun Rasuna Said: 4.306 pengguna naik dan 4.825 pengguna turun - Stasiun Kampung Rambutan: 3.402 pengguna naik dan 2.973 pengguna turun Data tersebut menunjukkan tingginya pemanfaatan LRT Jabodebek sebagai moda transportasi yang terintegrasi dan mampu menjangkau berbagai titik tujuan masyarakat selama periode libur Lebaran. Dengan dukungan konektivitas yang luas serta kemudahan akses menuju berbagai pusat aktivitas dan destinasi wisata, LRT Jabodebek terus memperkuat perannya sebagai bagian dari ekosistem transportasi publik modern di wilayah Jabodebek. Komitmen ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang lebih efisien, nyaman, dan berkelanjutan.
Dukung Mobilitas di Kampung Halaman, Pengiriman Sepeda Motor Meningkat Jelang Mudik
Jakarta, katakabar.com - Menjelang periode puncak arus mudik yang diperkirakan akan terjadi di pekan ketiga Ramadhan, KAI Logistik mengimbau masyarakat untuk memperhatikan sejumlah prosedur khususnya aspek keamanan dalam proses pengiriman sepeda motor. Imbauan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kendaraan yang dikirim tetap dalam kondisi aman sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat saat tiba di kampung halaman atau kota tujuan. Dwi Wulandari, VP of Corporate Secretary KAI Logistik, mengungkapkan pengiriman sepeda motor kini menjadi salah satu solusi yang semakin diminati masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan mudik. "Dengan mengirimkan kendaraan lebih dulu, pemudik dapat melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi yang lebih aman dan nyaman seperti kereta api, tanpa harus menempuh perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor yang berisiko menimbulkan kelelahan. Selain itu, keberadaan sepeda motor di kota tujuan juga tetap mendukung mobilitas masyarakat selama berada di kampung halaman," kata Dwi. Memasuki pekan kedua Ramadhan, ulas Dwi, tren pengiriman sepeda motor melalui layanan KAI Logistik menunjukkan peningkatan. Tercatat sebanyak 2.300 unit sepeda motor telah didistribusikan, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan pekan pertama Ramadhan yang mencapai 2.217 unit sepeda motor. "Perseroan memprediksi jumlah tersebut masih akan terus meningkat seiring mendekatnya masa puncak arus mudik pada pekan ketiga Ramadhan," jelasnya. Menurut Dwi, tingginya minat masyarakat terhadap layanan ini juga tercermin pada periode mudik tahun lalu, di mana lebih dari 6.600 unit sepeda motor berhasil didistribusikan oleh KAI Logistik baik pada masa arus mudik maupun arus balik dengan tujuan favorit di kota besar Jawa Tengah seperti Yogyakarta, Solo dan diikuti kota lainnya seperti Surabaya, Jakarta dan Bandung. ”Seiring meningkatnya pengiriman sepeda motor, KAI Logistik juga mengingatkan pelanggan untuk memastikan kendaraan yang akan dikirim telah dipersiapkan dengan baik. Salah satu hal penting yang perlu dilakukan adalah mengosongkan tangki bahan bakar untuk meminimalkan potensi risiko selama proses pengiriman. Selain itu, pelanggan juga disarankan untuk melepas berbagai aksesori tambahan pada sepeda motor yang berpotensi rusak selama proses distribusi serta melakukan packing tambahan,” beber Dwi. Pelanggan diimbau untuk melakukan pengecekan kondisi sepeda motor sebelum proses pengiriman dan mencatat kondisi kendaraan sebagai bagian dari prosedur serah terima. Tidak hanya itu, pemanfaatan perlindungan asuransi dengan premi yang sangat terjangkau 0,12 persen juga menjadi langkah penting guna memberikan jaminan keamanan tambahan selama proses distribusi berlangsung. ”Untuk memastikan kenyamanan dan kemudahan, KAI Logistik juga mendorong pelanggan untuk melakukan pengiriman sepeda motornya melalui aplikasi KAI Logistik TRAX yang akan langsung datang menjemput sepeda motor di rumah untuk selanjutnya dikirimkan hingga alamat tujuan. Melalui aplikasi ini, pemudik dapat dengan mudah mengelola pengiriman mulai dari pick up, pembayaran digital hingga real time tracking,” sebut Dwi. KAI Logistik mengimbau masyarakat untuk merencanakan pengiriman sepeda motor lebih awal agar dapat menghindari dan mengantisipasi kepadatan menjelang puncak arus mudik. Melalui layanan ini, masyarakat diharapkan dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus tetap memiliki kendaraan pribadi yang dapat digunakan untuk beraktivitas di kampung halaman. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode mudik, pengiriman sepeda motor menjadi salah satu alternatif yang tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga membantu meningkatkan keselamatan perjalanan dengan mengurangi risiko kelelahan akibat perjalanan jarak juh menggunakan sepeda motor.
Mobilitas Ramadhan Meningkat, Pengguna LRT Jabodebek Tembus 126 Ribu Penumpang per Hari
Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek mencatat peningkatan jumlah pengguna selama Ramadhan 2026, dengan puncak 126.848 pengguna pada 9 Maret 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan jumlah pengguna LRT Jabodebek di bulan Ramadan 2026. Jumlah pengguna bahkan melampaui rekor tertinggi yang sebelumnya tercatat pada Januari 2026 yakni 123.276 pengguna LRT Jabodebek. Pada 4 Maret 2026, jumlah pengguna tercatat sebanyak 123.319 orang, sedikit lebih tinggi dibanding rekor Januari. Peningkatan kemudian terjadi pada 6 Maret 2026 dengan 126.626 pengguna, atau naik sekitar 2,72 persen dibanding capaian tertinggi sebelumnya. Tren mobilitas masyarakat terus meningkat pada 9 Maret 2026 dengan 126.848 pengguna yang menjadi angka tertinggi pada periode tersebut atau naik sekitar 2,9 persen dibanding rekor Januari 2026. Sementara, pada 10 Maret 2026, LRT Jabodebek melayani 125.901 pengguna, tetap berada di atas capaian rekor tertinggi pada Januari. Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan peningkatan jumlah pengguna tersebut menunjukkan bahwa transportasi publik semakin menjadi pilihan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari, termasuk selama bulan Ramadhan. “Mobilitas masyarakat pada bulan Ramadan tetap tinggi, baik untuk aktivitas bekerja maupun kegiatan sosial seperti berbuka puasa bersama. LRT Jabodebek hadir sebagai alternatif transportasi yang efisien di tengah kepadatan lalu lintas perkotaan,” ujarnya. Menurut Radhitya, tren peningkatan jumlah pengguna ini juga mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan LRT Jabodebek yang mengedepankan keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan perjalanan. KAI memastikan operasional LRT Jabodebek tetap berjalan optimal selama Ramadan melalui pengawasan operasional, kesiapan sarana dan prasarana, serta peningkatan pelayanan di stasiun maupun di dalam kereta. “Kami berkomitmen menjaga kualitas layanan agar masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman, terutama pada periode Ramadan hingga menjelang Angkutan Lebaran,” sebut Radhitya. KAI Divre III Palembang Bekali Frontliner Pemahaman P3K Jelang Angkutan Lebaran 2026 Palembang, katakabar.com - Menjelang penyelenggaraan Angkutan Lebaran 1447 Hijriah Tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang terus memperkuat kesiapan pelayanan kepada pelanggan. Salah satunya melalui kegiatan pembekalan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) tentang materi Bantuan Dasar Hidup (BDH) bagi para petugas frontliner yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan perjalanan kereta api. Kegiatan ini buah kolaborasi antara KAI Divre III Palembang dengan Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang yang menghadirkan pemateri dr. Aswir Vembrinaldi. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dasar petugas dalam menangani kondisi medis darurat yang mungkin terjadi di lingkungan stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api. Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan frontliner memiliki peran strategis dalam memastikan pelayanan kepada pelanggan berjalan dengan aman, nyaman, dan responsif. “Frontliner merupakan garda terdepan perusahaan yang bertanggung jawab menyapa pelanggan, melayani kebutuhan, serta menangani keluhan secara langsung. Oleh karena itu, mereka juga perlu memiliki pemahaman dasar mengenai pertolongan pertama agar dapat bertindak cepat apabila terjadi kondisi darurat terhadap pelanggan,” kata Aida. Peserta dalam kegiatan ini berasal dari berbagai unsur petugas operasional dan pelayanan, antara lain Kondektur, Masinis, Polsuska, Prama/Prami, petugas Security, Teknisi Kereta Api, petugas stasiun, hingga petugas kebersihan yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan pelanggan. Dalam sesi materi, dr. Aswir Vembrinaldi, menyampaikan berbagai pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat. Ia menjelaskan pertolongan pertama merupakan tindakan awal yang dilakukan sebelum bantuan medis profesional tiba, dengan tujuan menyelamatkan nyawa atau mencegah kondisi korban menjadi lebih buruk. “Dalam kondisi darurat, hal terpenting adalah tetap tenang dan sigap. Penanganan awal dilakukan melalui penilaian cepat mulai dari pengamanan lokasi kejadian, pengecekan respons korban menggunakan metode AVPU (Alert, Voice, Pain, Unresponsive), hingga pemeriksaan airway, breathing, dan circulation,” jelas dr. Aswir. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai penanganan luka, pendarahan, patah tulang, tersedak, serta teknik evakuasi korban secara aman. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta sesi diskusi dan tanya jawab yang bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus kepercayaan diri para petugas dalam menghadapi situasi darurat di lapangan. Aida menambahkan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan standar keselamatan dan kenyamanan perjalanan pelanggan, khususnya menjelang periode Angkutan Lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat. “Pelatihan P3K ini penting agar petugas kami memiliki kesiapan dalam memberikan pertolongan pertama apabila terjadi kejadian darurat di perjalanan, di area stasiun, maupun di dalam kereta api. Dengan pembekalan ini diharapkan para petugas mampu menangani cedera ringan hingga kondisi medis yang lebih serius seperti pingsan, serangan jantung, atau luka akibat kecelakaan,” jelasnya. Sebagai bentuk dukungan layanan kesehatan bagi pelanggan, KAI Divre III Palembang juga menyediakan pos kesehatan di sejumlah stasiun yang dilengkapi tenaga medis dan fasilitas dasar untuk memberikan pertolongan pertama kepada penumpang yang membutuhkan. Pos kesehatan tersebut berada di Stasiun Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, dan Lubuk Linggau. “Kehadiran pos kesehatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman, nyaman dan selamat bagi pelanggan selama menggunakan layanan kereta api, terutama pada masa Angkutan Lebaran dimana volume perjalanan masyarakat akan meningkat,” tandas Aida.
Tumbuh 26 Persen Januari 2026, Pengguna LRT Jabodebek Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan
Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek mengalami peningkatan signifikan pengguna di Januari 2026, dengan rekor pengguna harian tertinggi pada 22 Januari 2026 lalu, berkat keandalan layanan dan integrasi antarmoda yang semakin matang. Transportasi publik berbasis rel semakin menjadi pilihan utama masyarakat perkotaan. Sepanjang Januari 2026, KAI mencatat 2.714.594 perjalanan pengguna LRT Jabodebek, meningkat 26 persen atau tumbuh 567.735 pengguna LRT Jabodebek dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 2.146.859 pengguna LRT Jabodebek. Lonjakan ini mencerminkan pergeseran nyata pola mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Peningkatan signifikan tersebut terlihat jelas pada hari kerja, dimana rekor pengguna harian tertinggi tercatat pada Kamis, 22 Januari 2026, dengan 123.276 pengguna LRT Jabodebek dalam satu hari bertepatan dengan aktivitas perkantoran yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek mulai menjadi bagian dari rutinitas harian pekerja perkotaan. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pertumbuhan ini sebagai sinyal penting bagi pengelolaan transportasi perkotaan ke depan. Hal lain yang turut mendukung pertumbuhan pengguna LRT Jabodebek juga berkorelasi dengan keandalan layanan dan integrasi antarmoda yang semakin matang. “Peningkatan pengguna menunjukkan adanya kepercayaan publik terhadap transportasi massal. Tantangan berikutnya adalah memastikan layanan tetap andal di jam sibuk agar peralihan dari kendaraan pribadi bersifat berkelanjutan, bukan sementara,” jelasnya. Ketersediaan eskalator, lift, akses ramah disabilitas, serta sistem informasi perjalanan waktu nyata memungkinkan masyarakat merencanakan perjalanan secara lebih pasti, terutama di jam sibuk. Radhitya menambahkan, penguatan operasional dan kesiapan rangkaian menjadi kunci agar lonjakan pengguna tidak berdampak pada kenyamanan perjalanan, terutama pada koridor dan jam dengan permintaan tinggi di hari kerja. Selain keandalan layanan, KAI juga mendukung dengan berbagai fasilitas penunjang di stasiun dan rangkaian untuk menjaga kenyamanan perjalanan pengguna LRT Jabodebek, terutama di tengah meningkatnya volume. Fasilitas tersebut meliputi eskalator dan lift untuk memudahkan mobilitas antarperon, charging station, serta water station yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Tidak hanya itu, KAI juga menyediakan fasilitas ramah disabilitas, seperti jalur pemandu (guiding block), akses lift prioritas, area khusus pengguna kursi roda, serta ruang dan tempat duduk prioritas bagi lansia, ibu hamil, dan orang tua yang bepergian bersama anak. “Keberadaan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas layanan agar tetap inklusif dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat, seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna,” terangnya. Dengan volume perjalanan yang mencapai 2,7 juta pengguna dalam satu bulan dan konsentrasi penggunaan yang kuat pada jam kerja, LRT Jabodebek menunjukkan tingkat keandalan yang semakin konsisten sebagai moda transportasi harian. Dukungan layanan yang terukur serta fasilitas yang memadai memberi masyarakat dasar yang jelas untuk beralih ke transportasi publik yang lebih efisien, terutama bagi perjalanan rutin di wilayah Jabodetabek.
Kereta PSO Jadi Andalan Mobilitas Nataru, KAI Daop 1 Jakarta Angkut 119 Ribu Penumpang
Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya animo masyarakat terhadap layanan kereta api bersubsidi (Public Service Obligation/PSO) selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Sepanjang periode tersebut, KAI Daop 1 Jakarta melayani penumpang yang naik sebanyak 81.877 pelanggan kereta api jarak jauh PSO serta 37.224 pelanggan kereta api PSO lokal. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan Melalui skema PSO, pemerintah bersama KAI menjaga agar mobilitas masyarakat tetap berjalan aman, nyaman, dan inklusif di tengah tingginya pergerakan akhir tahun. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya animo masyarakat terhadap layanan kereta api bersubsidi (Public Service Obligation/PSO) selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Sepanjang periode tersebut, KAI Daop 1 Jakarta melayani penumpang yang naik sebanyak *81.877 pelanggan kereta api jarak jauh PSO* serta *37.224 pelanggan kereta api PSO lokal*. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan Melalui skema PSO, pemerintah bersama KAI menjaga agar mobilitas masyarakat tetap berjalan aman, nyaman, dan inklusif di tengah tingginya pergerakan akhir tahun. “Kereta api PSO hadir sebagai solusi mobilitas masyarakat dengan tarif ekonomis, namun tetap mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan kepastian layanan,” ujar Franoto. Layanan kereta api jarak jauh PSO yang berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta meliputi *KA Bengawan (Pasarsenen–Purwosari)* dengan tarif mulai sekitar *Rp74.000*, *KA Airlangga (Pasarsenen–Surabaya Pasarturi)* dengan tarif mulai *Rp104.000*, *KA Serayu (Pasarsenen–Purwokerto)* dengan tarif mulai *Rp67.000*, serta *KA Cikuray (Pasarsenen–Garut)* dengan tarif mulai *Rp45.000*. Sementara itu, layanan kereta api PSO lokal *KA Siliwangi* relasi *Sukabumi–Cipatat* melayani pelanggan dengan tarif mulai *Rp5.000*. Franoto menjelaskan, seluruh kereta api PSO dilengkapi dengan fasilitas standar layanan penumpang, antara lain pendingin udara (AC), toilet di dalam rangkaian, pencahayaan yang memadai, serta layanan kebersihan selama perjalanan. Selain itu, ucapnya, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas melalui pemeriksaan sarana secara berkala dan pengawalan operasional sesuai standar keselamatan perkeretaapian. Selama masa Angkutan Nataru, rata-rata tingkat keterisian (okupansi) kereta api PSO tercatat *di atas 100 persen*. Hal ini dimungkinkan karena adanya pola naik dan turun penumpang di stasiun antara, serta keberadaan penumpang balita di bawah usia tiga tahun yang tidak menempati tempat duduk sendiri. “KAI terus menjalankan penugasan PSO dari pemerintah sebagai bentuk kehadiran negara dalam menyediakan transportasi publik yang terjangkau dan berkeadilan. Kami berharap layanan ini dapat terus dimanfaatkan masyarakat secara optimal,” imbuh Franoto. Franoto menuturkan layanan PSO merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan transportasi publik yang terjangkau dan merata. Dengan skema PSO, pemerintah melalui KAI hadir memastikan masyarakat tetap dapat bepergian dengan aman, nyaman, dan terjangkau. Kehadiran layanan kereta api yang terjangkau melalui PSO menjadi penopang penting bagi sektor pariwisata, transportasi lanjutan, serta usaha masyarakat di sekitar stasiun, mulai dari UMKM hingga pelaku jasa lokal. Dari sisi operasional, kinerja perjalanan kereta api tetap terjaga dengan baik. Selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, On Time Performance (OTP) kereta api penumpang mencatat ketepatan waktu keberangkatan 99,7 persen, sementara ketepatan waktu kedatangan mencapai 96 persen. Ke depan, KAI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, untuk memastikan layanan kereta api PSO tetap berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di berbagai daerah. Ia menegaskan kereta api PSO bukan sekadar layanan transportasi, tetapi bagian dari kehadiran negara dalam menjaga konektivitas, pemerataan akses, dan pergerakan ekonomi masyarakat.
Perkuat Peran Dua Stasiun, Integrasi KA Jarak Jauh dan Commuter Line Permudah Mobilitas Pelanggan
Jakarta, katakabar.com - Pola mobilitas masyarakat di masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menunjukkan kecenderungan meningkatnya pemanfaatan stasiun-stasiun terintegrasi di wilayah penyangga Jakarta. Stasiun Bekasi dan Stasiun Jatinegara semakin berperan sebagai simpul perjalanan utama karena menghadirkan integrasi langsung antara layanan kereta api jarak jauh dan Commuter Line, sehingga memberikan kemudahan, efisiensi waktu, dan kenyamanan bagi pelanggan selama periode libur akhir tahun. Di masa Angkutan Nataru ini dari tanggal 18 Desember hingga 26 Desember 2025 per pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 32.470 pelanggan membeli tiket kereta api jarak jauh dengan keberangkatan dari Stasiun Jatinegara, dengan jumlah pelanggan tiba mencapai 68.956 orang. Sementara, dari Stasiun Bekasi tercatat 82.355 pelanggan berangkat menggunakan kereta api jarak jauh dan 90.385 pelanggan tiba. Data tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap stasiun terintegrasi sebagai alternatif keberangkatan dan kedatangan yang mudah dijangkau melalui layanan komuter. Peran Stasiun Bekasi dan Jatinegara semakin strategis sebagai stasiun penyangga bagi Stasiun Gambir dan Pasarsenen. Integrasi antar layanan memungkinkan pelanggan memanfaatkan Commuter Line untuk menjangkau stasiun keberangkatan kereta api jarak jauh, sekaligus membantu pemerataan arus penumpang dan mengurangi kepadatan di stasiun utama Jakarta selama puncak Nataru. Kuatnya integrasi tersebut juga tercermin dari tingginya volume pergerakan pelanggan Commuter Line. Pada periode 18 hingga 25 Desember 2025, Stasiun Bekasi mencatat 249.845 pelanggan gate in dan 241.449 pelanggan gate out. Sementara di Stasiun Jatinegara, volume gate in mencapai 79.933 pelanggan dan gate out 74.461 pelanggan. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan kemudahan integrasi antarlayanan menjadi faktor utama dalam perubahan pola perjalanan masyarakat pada masa Nataru. “Integrasi antara kereta api jarak jauh dan Commuter Line di Stasiun Bekasi dan Jatinegara memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam merencanakan perjalanan, baik dari sisi akses, waktu tempuh, maupun kenyamanan. Skema ini turut mendukung kelancaran distribusi arus penumpang dari dan menuju Jakarta selama masa Angkutan Nataru,” ujar Franoto. KAI Daop 1 Jakarta terus mengoptimalkan pengelolaan stasiun-stasiun terintegrasi sebagai bagian dari upaya menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, tertib, dan mudah diakses oleh masyarakat. Penguatan integrasi antarlayanan dan pengaturan arus penumpang diharapkan dapat menjaga kelancaran mobilitas selama masa Angkutan Nataru, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi pelanggan kereta api.
Lewat KAI, Pemerintah Jaga Keterjangkauan Transportasi dan Kelancaran Mobilitas Nataru
Jakarta, katakabar.com - Total Diskon Kereta Api Ekonomi Komersial Terjual 1.139.481 Tiket dari 1.509.080. Ini bukti pemerintah terus menjaga keterjangkauan transportasi publik serta kelancaran mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 melalui kebijakan tarif yang berpihak kepada masyarakat. Dukungan tersebut dilaksanakan melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan menghadirkan berbagai program diskon tarif kereta api. Di periode Nataru ini, KAI memberikan diskon tarif sebesar 30 persen untuk layanan Kereta Api Ekonomi Komersial yang berlaku mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Dalam program tersebut, KAI menyiapkan total 1.509.080 tempat duduk. Hingga 27 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, tiket yang terjual mencapai 1.139.481 tiket atau 76 persen dari total kapasitas. Dengan demikian, masih tersedia 369.599 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan program tarif terjangkau ini menjadi bagian dari peran pemerintah dalam memastikan akses transportasi publik tetap terbuka luas selama libur akhir tahun. “Melalui KAI, pemerintah berupaya menjaga keterjangkauan transportasi selama Nataru agar masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman. Mobilitas yang terjaga ini juga mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” ujar Anne. Selain program penguatan layanan ekonomi, KAI juga menghadirkan diskon tarif sebesar 25 persen untuk kereta api jarak jauh berbagai kelas, mulai dari Eksekutif, Luxury, hingga Compartment. Program ini berlaku untuk pembelian tiket pada 25 hingga 31 Desember 2025, dengan jadwal keberangkatan 29 Desember 2025 sampai dengan 4 Januari 2026, mencakup 252 perjalanan kereta api jarak jauh selama periode Nataru. Seluruh program diskon tersebut dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi Access by KAI, sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan secara praktis dan efisien. Kemudahan akses ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menyusun rencana perjalanan libur akhir tahun dengan lebih tenang. Secara keseluruhan, penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 telah mencapai 3.251.764 tiket hingga 27 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, dari total 3.506.104 tempat duduk yang disediakan. Penjualan tiket kereta api jarak jauh tercatat 2.744.263 tiket atau 99,4 persen dari kapasitas, sementara kereta api lokal terjual 507.501 tiket atau 68,1 persen dari total kapasitas yang tersedia. Tingginya mobilitas masyarakat selama Nataru memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Pergerakan penumpang kereta api mendorong aktivitas UMKM, pedagang makanan dan minuman, pelaku usaha transportasi lokal, hingga pengelola penginapan skala kecil di sekitar stasiun dan destinasi wisata. Arus perjalanan yang terjaga turut memperkuat perputaran ekonomi dan mendukung keberlanjutan usaha masyarakat di berbagai wilayah. KAI mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan sisa kuota diskon yang masih tersedia serta melakukan pemesanan tiket melalui Access by KAI agar perjalanan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 dapat berlangsung dengan nyaman, aman, dan berdampak positif bagi perekonomian nasional.
Bram Hertasning: WFA Strategis Kendalikan Mobilitas Nasional Selama Nataru 2025-2026
Jakarta, katakabar.com - Bram Hertasning menilai kebijakan Work From Anywhere (WFA) jadi instrumen strategis kendalikan mobilitas nasional selama periode Natal dan Tahun Baru 2025-2026 yang memiliki tingkat pergerakan masyarakat tinggi dan kompleks. Penerapan WFA secara selektif dinilai mampu menekan kepadatan lalu lintas, meningkatkan keselamatan perjalanan, sekaligus menjaga distribusi aktivitas ekonomi tetap merata. Periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 diperkirakan kembali menjadi fase mobilitas nasional dengan tingkat intensitas dan kompleksitas yang tinggi. Pergerakan masyarakat tidak hanya terjadi dalam pola mudik dan arus balik, tetapi mencakup mobilitas wisata, aktivitas ekonomi daerah, hingga pergerakan perkotaan yang berlangsung secara bersamaan dan dalam rentang waktu yang relatif panjang. Kepala Bidang Kebijakan Lalu Lintas dan Angkutan Pelayaran serta Penerbangan di Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan, Bram Hertasning, menilai kondisi tersebut menuntut pendekatan pengelolaan transportasi yang lebih komprehensif dan adaptif. Menurutnya, pengendalian lalu lintas pada periode libur besar nasional tidak lagi bisa mengandalkan rekayasa teknis di lapangan semata. “Pada periode Nataru, mobilitas masyarakat bersifat masif, multi-arah, dan berlangsung cukup panjang. Oleh karena itu, kebijakan transportasi perlu dilengkapi dengan instrumen pengendalian permintaan perjalanan yang bersifat strategis,” kata Bram melalui keterangan resmi. Ia menjelaskan, penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada periode Nataru 2025/2026 menjadi salah satu instrumen manajemen mobilitas yang relevan dan diperlukan. WFA bukan dimaksudkan untuk menurunkan produktivitas kerja, melainkan untuk menyebarkan waktu dan pola perjalanan masyarakat agar tidak terjadi lonjakan pergerakan secara serentak. “Dengan WFA, beban jaringan jalan, simpul transportasi, dan kawasan wisata dapat ditekan karena pola perjalanan menjadi lebih tersebar,” jelasnya. Bram menambahkan, penerapan WFA secara selektif dan adaptif, khususnya pada 22–24 Desember serta 29–31 Desember 2025, berpotensi menjadi langkah preventif yang efektif. Kebijakan tersebut dinilai mampu menurunkan kepadatan lalu lintas, meningkatkan keselamatan perjalanan, serta memberikan ruang pengelolaan yang lebih optimal bagi petugas di lapangan. Dari sisi ekonomi, Bram menegaskan bahwa WFA justru dapat berperan sebagai pengungkit aktivitas ekonomi selama Nataru. Mobilitas yang lebih merata membuat konsumsi masyarakat tidak terakumulasi pada hari-hari tertentu saja, tetapi terdistribusi di berbagai daerah dalam durasi yang lebih panjang. “Kondisi ini mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan, memperkuat peran UMKM dan ekonomi lokal, serta tetap menjaga kesinambungan produktivitas nasional, terutama di sektor-sektor yang memungkinkan fleksibilitas kerja,” ucapnya. Lebih lanjut, Bram menekankan kebijakan WFA pada Nataru 2025-2026 perlu diposisikan sebagai kebijakan negara yang strategis, terukur, dan terkoordinasi lintas kementerian serta pemerintah daerah. Koordinasi tersebut penting agar pelaksanaan WFA selaras dengan pengaturan transportasi, pariwisata, dan pelayanan publik lainnya. “Pada konteks ini, WFA bukan sekadar fleksibilitas kerja, tetapi merupakan instrumen tata kelola mobilitas modern yang adaptif terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan transportasi nasional,” beber Bram.
Apel Operasi LLK 2025, Kapolda Riau Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Mobilitas dan Potensi Bencana
Pekanbaru, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau Apel Pasukan Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 di halaman Mapolda Riau, Jumat (19/12). Apel ini digelar untuk memastikan kesiapan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, yang pimpin apel tersebut. Ia menekankan perayaan Natal dan Tahun Baru merupakan agenda nasional yang setiap tahun berdampak pada meningkatnya aktivitas masyarakat. "Perayaan Natal dan Tahun Baru adalah momentum bagi saudara-saudara kita untuk melaksanakan ibadah, berkumpul bersama keluarga, dan beraktivitas di berbagai tempat. Hal ini menyebabkan meningkatnya mobilitas di banyak daerah," ujar Kapolda Riau membacakan amanat Kapolri. Kenaikan mobilitas tersebut, berdasarkan survei nasional, diprediksi meningkat 7,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi, situasi ini bersamaan dengan adanya potensi cuaca ekstrem di Tanah Air. "Berdasarkan informasi BMKG, saat ini terdapat tiga sistem siklon di wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi ini dapat menimbulkan potensi bencana alam," lanjutnya. Dengan situasi demikian, Kapolri menegaskan perlunya kesiapsiagaan seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Momentum Nataru menuntut adanya upaya yang dilakukan secara ekstra dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini membutuhkan kesigapan seluruh jajaran dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," tegasnya. Selain itu, kata Kapolda Riau, jajaran kepolisian juga diminta terus melakukan monitoring ketahanan pangan dan ketersediaan BBM, serta memastikan harga dan distribusi tetap stabil selama periode libur panjang. Kapolri juga mengingatkan agar layanan 110 dimaksimalkan sebagai sarana utama masyarakat melaporkan kondisi darurat, gangguan keamanan, maupun peristiwa lain yang memerlukan respons cepat. Operasi Lilin Lancang Kuning (LLK) 2025 akan melibatkan ribuan personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga mitra keamanan lainnya. Operasi ini bertujuan menjamin keamanan tempat ibadah, pusat keramaian, jalur transportasi, objek wisata, hingga distribusi logistik masyarakat sepanjang libur Nataru.
Commuter Line Basoetta Terus Tumbuh, Andalan Mobilitas ke Bandara Soekarno-Hatta
ketepatan waktu. "Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, dalam rangka HUT KAI Commuter ke 17, KAI Group melalui KAI Commuter menghadirkan promo spesial. Mulai 15 hingga 30 September 2025, pelanggan dapat menikmati diskon tiket senilai Rp17.000 untuk perjalanan Commuter Line Basoetta," sebut Anne.