Narasi Perpetual DEX Menguat, Token Derivatif Mulai Jadi Incaran Trader Global Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 12 Oktober 2025 | 08:09 WIB

Narasi Perpetual DEX Menguat, Token Derivatif Mulai Jadi Incaran Trader Global

Jakarta, katakabar.com - Dunia kripto diramaikan narasi baru kian menguat, yakni Perpetual DEX. Setelah tren meme coin dan proyek AI sempat mendominasi, kini giliran sektor derivatif terdesentralisasi yang menjadi perhatian. Lonjakan volume, inovasi teknologi, hingga arus modal baru dari investor institusional memperlihatkan ekosistem Perpetual DEX bukan lagi sekadar eksperimen DeFi, melainkan fondasi baru dalam perdagangan aset digital. Menurut data yang dihimpun dari berbagai agregator DeFi, volume perdagangan perpetual DEX telah menembus US$1 triliun di September, meningkat hampir 50 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan ini dipicu oleh semakin tingginya minat trader global terhadap platform non-kustodial yang transparan dan efisien. Apa Itu Perpetual DEX dan Mengapa Mulai Ramai Dibicarakan? Perpetual DEX adalah bursa derivatif terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna memperdagangkan kontrak berjangka tanpa tanggal kedaluwarsa. Berbeda dari bursa terpusat (CEX), seluruh proses berlangsung di blockchain melalui smart contract, sehingga pengguna tetap memiliki kontrol penuh atas aset mereka. Model ini dinilai sebagai alternatif yang lebih aman dan terbuka dibandingkan bursa tradisional. Dengan sistem funding rate dan mekanisme leverage yang transparan, trader bisa membuka posisi long maupun short tanpa risiko penutupan otomatis akibat tanggal jatuh tempo. Tren ini pun didorong oleh berbagai inovasi. Mulai dari integrasi order book on-chain hingga penerapan zk-rollup yang membuat transaksi lebih cepat dan hemat gas fee. Token Perpetual DEX Sedang Jadi Sorotan Seiring meningkatnya adopsi, sejumlah token platform perpetual DEX kini menunjukkan performa mengesankan dan menjadi sorotan di komunitas kripto. Pemimpin pasar seperti Hyperliquid (HYPE) terus mempertahankan dominasinya dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$13 miliar, sementara MYX Finance (MYX) mencatat lonjakan hingga 66 persen dalam tujuh hari terakhir berkat peningkatan fitur dan pertumbuhan TVL yang pesat. Di sisi lain, Aster DEX (ASTER) menarik perhatian karena fokus pada interoperabilitas lintas-chain dengan valuasi mendekati US$3 miliar. Proyek lain seperti Jupiter Exchange (JUP) di ekosistem Solana dan dYdX Protocol (DYDX) yang terus berinovasi dalam mekanisme governance juga memperkuat posisi sektor ini sebagai pilar utama DeFi. Menariknya, proyek Lighter semakin mendapat sorotan meski token resminya belum diluncurkan. TVL yang meningkat hingga 2.000 kali lipat dalam enam bulan terakhir, serta potensi airdrop token perpetual DEX baru, menjadikannya proyek yang patut dipantau oleh para investor. Lonjakan minat terhadap Perpetual DEX tidak lepas dari perubahan preferensi trader global. Sejak munculnya berbagai kasus keamanan di bursa terpusat, komunitas kripto semakin menekankan pentingnya transparansi, kontrol mandiri, dan desentralisasi. Perpetual DEX hadir menjawab kebutuhan itu dengan memungkinkan transaksi langsung antar pengguna tanpa perantara, sekaligus menjaga privasi data on-chain. Meski peluangnya besar, sektor derivatif terdesentralisasi juga menyimpan risiko tinggi. Trader pemula disarankan untuk memahami cara kerja margin, leverage, dan funding rate sebelum terjun ke dalamnya. Platform Bittime menyediakan ekosistem yang lebih ramah bagi pengguna baru mulai dari panduan edukasi, fitur spot trading, hingga pembelajaran bertahap sebelum mencoba produk derivatif yang lebih kompleks. Dengan regulasi resmi dari Bappebti, Bittime menjadi salah satu pintu masuk aman untuk memahami dinamika pasar kripto Indonesia dan global.

Narasi Kripto Januari 2025: Token dan Proyek Wajib Diikuti Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 26 Januari 2025 | 22:16 WIB

Narasi Kripto Januari 2025: Token dan Proyek Wajib Diikuti

Jakarta, katakabar.com - Memasuki awal tahun 2025, dunia kripto kembali memanas dengan berbagai inovasi dan tren baru yang menjanjikan peluang besar bagi para investor. Januari menjadi bulan yang menarik, di mana teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI), integrasi DeFi dengan AI (DeFAI), dan kebangkitan koin meme mulai mendominasi percakapan di komunitas kripto. Dengan dinamika pasar yang terus berkembang, inilah saat yang tepat untuk menggali lebih dalam tentang narasi utama yang akan membentuk arah dunia blockchain di tahun baru ini. Apa saja yang perlu kamu ketahui? Temukan jawabannya di sini! Dominasi Kecerdasan Buatan (AI) di Sektor Kripto Crypto Sectors Mindshare. Source: Kaito Teknologi kecerdasan buatan (AI) terus menjadi salah satu sorotan utama dalam ekosistem blockchain. AI digunakan untuk meningkatkan efisiensi, analisis data, dan pengelolaan portofolio. Meski terjadi penurunan perhatian pasar pada akhir tahun lalu, teknologi ini tetap relevan berkat inovasi seperti agen AI yang mampu beroperasi secara otonom. Beberapa token AI, seperti RENDER dan TAO, mengalami koreksi harga yang cukup signifikan baru-baru ini. Namun, koreksi ini justru membuka peluang bagi investor baru untuk masuk ke sektor ini dengan harga yang lebih terjangkau. Mengapa AI Penting? Efisiensi Operasional: Membantu pengelolaan blockchain lebih efektif. Prediksi Pasar: AI digunakan untuk analisis prediktif yang membantu investor memahami tren. Manajemen Portofolio: Agen otonom membantu pengelolaan aset secara real-time. Jika kamu belum mempertimbangkan AI dalam strategi investasi kamu, sekarang adalah saat yang tepat untuk melakukannya. 2. DeFAI: Perpaduan DeFi dan Kecerdasan Buatan DeFAI, kombinasi antara decentralized finance (DeFi) dan artificial intelligence (AI), muncul sebagai inovasi baru yang menarik perhatian. Teknologi ini memungkinkan agen otonom untuk mengelola likuiditas, staking, dan transaksi tanpa campur tangan manusia, menjadikannya solusi yang efisien dan kamul untuk ekosistem DeFi. Token seperti GRIFFAIN dan MOVE mulai menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Dengan kapitalisasi pasar yang masih relatif kecil, DeFAI dipkamung sebagai salah satu sektor dengan potensi pertumbuhan besar di tahun 2025.

Pakar Ekonomi Ini Minta RI Ubah Narasi Global Minyak Sawit Pasca Menang Sengketa di WTO Sawit
Sawit
Jumat, 24 Januari 2025 | 16:23 WIB

Pakar Ekonomi Ini Minta RI Ubah Narasi Global Minyak Sawit Pasca Menang Sengketa di WTO

Jakarta, katakabar.com - Pakar ekonomi dari Universitas Airlangga Surabaya, Gigih Prihantono menilai kemenangan gugatan sengketa dagang mengenai diskriminasi UE membuka keran ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia terutama terkait ekspor minyak sawit dan produk turunannya. “Ini momentum penting bagi Indonesia sudah lama berjuang melawan berbagai kebijakan yang tidak adil dari UE. Ini sebuah kemenangan yang luar biasa. Di mana Indonesia menunjukkan pengaruhnya di dunia internasional. Kemenangan dalam sengketa kelapa sawit menjadi simbol penting negara berkembang bisa melawan diskriminasi dagang negara-negara besar," ujar Gigih lewat keterangan pers, dilansir dari laman EMG, Jumat (24/1).