NFP

Sorotan terbaru dari Tag # NFP

Emas Tertekan Usai NFP AS Melebihi Perkiraan, XAU/USD Turun ke $4.070 Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 22 November 2025 | 13:31 WIB

Emas Tertekan Usai NFP AS Melebihi Perkiraan, XAU/USD Turun ke $4.070

Jakarta, katakabar.com - Harga emas turun ke bawah $4.070 pada 21 November 2025, tertekan data tenaga kerja AS yang solid dan penguatan Dolar. Pasar menantikan rilis PMI dan Sentimen Konsumen AS. Harga emas (XAU/USD) kembali bergerak melemah pada perdagangan Asia Jumat pagi (21/11), berada di bawah level $4.070. Tekanan jual muncul setelah rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga mengurangi ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk September mencatat penambahan 119.000 pekerjaan, jauh di atas proyeksi pasar sebesar 50.000. Kenaikan ini turut memperbaiki laporan bulan sebelumnya yang sempat direvisi menurun. Meski tingkat pengangguran naik tipis ke 4,4 persen, data tersebut tetap menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS masih solid. Kekuatan data NFP membuat pelaku pasar menurunkan spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan 25 basis poin kini berada di sekitar 39 persen, lebih rendah dari pekan lalu. Menurut Analis Market HSB Investasi, melemahnya ekspektasi pemangkasan suku bunga menjadi salah satu faktor utama yang menahan penguatan emas dan mendorong investor kembali ke aset berbasis dolar. "Data NFP yang melampaui ekspektasi ini menjadi 'pil pahit' bagi emas. Pasar yang sebelumnya berharap pada pemangkasan suku bunga The Fed di Desember kini harus berpikir ulang. Dengan pasar tenaga kerja AS yang masih menunjukkan ketahanan, narasi hawkish The Fed mendapatkan angin segar, dan ini menekan harga emas hari ini untuk sulit menembus level psikologis $4.100,” ujarnya. Pasar kini menantikan rilis data ekonomi berikutnya, yaitu PMI S&P Global AS dan Indeks Sentimen Konsumen Michigan yang akan dirilis malam ini. Sinyal pelemahan pada aktivitas ekonomi dapat memberikan sentimen positif bagi emas sebagai aset safe haven. Dari sisi fundamental jangka panjang, permintaan emas global tetap solid. Bank Sentral Tiongkok (PBOC) kembali menambah cadangan emas selama 12 bulan berturut-turut hingga Oktober, mencerminkan permintaan institusional yang stabil dan menjadi faktor pendukung harga emas di periode mendatang. Pergerakan volatil XAU/USD yang tinggi belakangan ini membuka peluang perdagangan bagi pelaku pasar yang mengikuti dinamika harga emas harian. Beberapa platform trading, termasuk HSB Investasi, menyediakan akses ke instrumen seperti emas, forex, indeks, saham global, dan komoditi, serta akun demo untuk latihan strategi dalam kondisi pasar nyata tanpa risiko dana.

Data Ekonomi Paling Mempengaruhi Pergerakan Forex: Dari PMI Hingga NFP Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 08 Agustus 2025 | 10:08 WIB

Data Ekonomi Paling Mempengaruhi Pergerakan Forex: Dari PMI Hingga NFP

Jakarta, katakabar.com - NFP, PMI, CPI, suku bunga, dan GDP adalah lima data ekonomi yang paling memengaruhi pasar forex. Pemahaman terhadap data ini membantu trader memprediksi arah pasar dengan lebih akurat. Platform KVB Indonesia menyediakan semua tools yang dibutuhkan untuk menghadapi rilis data ekonomi dengan strategi yang tepat. Dalam dunia trading forex, pergerakan harga tidak hanya ditentukan oleh grafik dan indikator teknikal, tapi juga oleh berbagai data ekonomi yang dirilis secara berkala oleh pemerintah atau lembaga independen. Trader yang paham cara membaca dan mengantisipasi rilis data ini akan memiliki keunggulan dibandingkan yang hanya mengandalkan teknikal semata. Berikut ini beberapa indikator ekonomi utama yang sangat memengaruhi pasar forex. 1. Non-Farm Payrolls (NFP) NFP adalah salah satu data ekonomi paling berdampak dalam kalender ekonomi global. Dirilis setiap bulan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS, data ini mencerminkan jumlah pekerjaan baru (di luar sektor pertanian) yang tercipta. Jika data aktual jauh dari ekspektasi pasar, volatilitas bisa meningkat drastis terutama pada pasangan mata uang yang melibatkan USD seperti EUR/USD, GBP/USD, atau USD/JPY. Baca Juga: Mengenal Rilis Non-Farm Payroll dan Dampaknya terhadap Forex 2. PMI (Purchasing Managers' Index) PMI mencerminkan kondisi sektor manufaktur dan jasa berdasarkan survei terhadap para manajer pembelian. PMI di atas 50 menunjukkan ekspansi ekonomi, sedangkan di bawah 50 menandakan kontraksi. Indeks ini menjadi indikator awal kesehatan ekonomi dan sangat memengaruhi mata uang negara bersangkutan, terutama jika rilisnya mengejutkan pasar.