Operasional

Sorotan terbaru dari Tag # Operasional

Penguatan Operasional Manufaktur Baja Kemandirian Industri Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 21 April 2026 | 18:10 WIB

Penguatan Operasional Manufaktur Baja Kemandirian Industri

Jakarta, katakabar.com - Melalui anak usahanya, PT Krakatau Baja Industri (PT KBI), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kembali menguatkan sector operasi manufaktur baja. Penguatan operasi ini menjadi bagian dari keberhasilan Krakatau Steel dalam mencatatkan kinerja positif di tahun 2025. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, sekaligus Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia atau Indonesian Logistics and Forwarders Association/ILFA), mengatakan 2025 jadi momentum kebangkitan operasional seiring dengan kembali beroperasinya fasilitas strategis pabrik Hot Strip Mill (HSM) sebagai tulang punggung produksi baja nasional. Selain itu, ujar Djohan, program ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk kemandirian industri. Krakatau Baja Industri (KBI) terus mengukuhkan posisinya sebagai pilar utama dalam mendukung kemandirian industri baja dalam negeri. "Melalui komitmen terhadap standar kualitas tinggi, KBI konsisten menghasilkan produk baja Hot Rolled Coil (HRC) dan Cold Rolled Coil (CRC) yang menjadi material fundamental bagi berbagai sektor pembangunan di Indonesia," jelas Djohan. Selain operasi, ulasnya, keunggulan KBI terletak pada penguasaan teknologi dan keahlian teknis. Direktur Utama Krakatau Baja Industri, Arief Purnomo menyoroti bahwa aset terbesar perusahaan adalah sumber daya manusia yang memiliki spesialisasi tinggi. "KBI memiliki sumber daya manusia yang sangat handal di bidang pengerolan baja (steel rolling). Sinergi antara teknologi mutakhir dan kompetensi SDM inilah yang menjadikan Krakatau Baja Industri memiliki keandalan tinggi dalam menghasilkan produk baja berkualitas premium," timpal Arief. Sebagai informasi selain pasar domestik, produk KBI juga diminati oleh mancanegara. Di tahun 2025, rekor ekspor terjadi sepanjang sejarah Krakatau Steel berdiri untuk produk Cold Rolled Coil (CRC) ke negara Spanyol sebanyak 54.247 ton. Sepanjang tahun 2025, KBI telah mencatat total ekspor CRC sekitar 62.000 ton ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Polandia dan Spanyol. Menjaga Devisa dan Ketahanan Ekonomi Dr. Akbar Djohan menerangkan PTKBI merupakan salah satu anak usaha yang memberikan kontribusi besar dalam peningkatan kinerja sektor manufaktur Krakatau Steel. "Produk baja Cold Rolled Coil dan Plate PT KBI merupakan pemimpin pasar di Indonesia dengan sebaran ekspor ke Amerika, Polandia, Belgia, dan Protugal," ucapnya. Langkah strategis KBI dalam menggenjot produksi nasional tidak hanya bertujuan pada pemenuhan kebutuhan pasar, tetapi juga memiliki misi besar dalam mendorong penghematan devisa negara. Dengan mengurangi ketergantungan pada produk impor, KBI berkontribusi langsung pada penguatan struktur ekonomi nasional. Sepanjang 2026 ini, tercatat 40.000 ton produk HRC dan CRC telah terkirim ke berbagai negara di ASEAN, Eropa, dan Australia sebagai bukti kelangsungan produktivitas operasi pabrik yang ada di Krakatau Steel. Menjelang berakhir bulan April terdapat tambahan ekspor CRC ke Spanyol.  “Industri besi dan baja yang termasuk dalam kategori industri manufaktur merupakan salah satu penopang ekonomi dan infrastruktur. Kami berkomitmen untuk terus mendukung aktivitas surplus perdagangan manufaktur melalui baja berkualitas kami yang semakin diakui di pasar global," sebut Arief.

Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital Operasional Terintegrasi Tekno
Tekno
Senin, 20 April 2026 | 19:30 WIB

Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital Operasional Terintegrasi

Surabaya, katakabar.com - Shelter Indonesia perkenalkan arah baru perusahaan melalui agenda Corporate Branding, yakni Brand Positioning Launch Shelter Indonesia sebagai langkah strategis untuk menegaskan transformasi bisnis perusahaan. Shelter Indonesia kini perkuat posisinya sebagai penyedia solusi alih daya yang tidak hanya bertumpu pada tenaga kerja, tetapi juga didukung sistem dan teknologi terintegrasi. Transformasi ini didorong perubahan kebutuhan operasional dunia usaha. Saat ini, perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan layanan yang berjalan, tetapi juga visibilitas yang lebih jelas, kendali yang lebih kuat, serta pengambilan keputusan yang lebih akurat. Pada konteks ini, Shelter Indonesia melihat bahwa pola operasional yang masih terpisah dan manual tidak lagi cukup untuk menjawab kebutuhan bisnis yang semakin dinamis. Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Shelter Indonesia menghadirkan Shelter+, sebuah platform yang dirancang sebagai ekosistem digital untuk mendukung operasional secara menyeluruh. Melalui platform ini, berbagai aktivitas dapat dipantau dan dikelola dalam satu alur yang terintegrasi, mulai dari pemantauan keamanan melalui Shelter Guard, pengelolaan cleaning service melalui Shelter Cleaning, pelacakan aktivitas penjualan melalui Sellgo, hingga pengelolaan tenaga kerja fleksibel melalui Casual Work. Pendekatan ini memungkinkan proses operasional yang sebelumnya tersebar menjadi lebih terhubung, lebih terukur, dan lebih berbasis data. Chief Executive Officer (CEO) Shelter Indonesia, Hari Wahyudin, mengatakan, arah baru ini berangkat dari kebutuhan untuk membangun operasional yang lebih utuh dan terkendali. Menurutnya, tantangan operasional saat ini bukan lagi sekadar memastikan pekerjaan berjalan, tetapi juga memastikan setiap proses dapat dipantau, diukur, dan dikelola dengan lebih baik. “Arah Shelter Indonesia ke depan adalah menjadi mitra strategis operasional yang mengintegrasikan sumber daya manusia dan teknologi, agar operasional klien dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan terkendali,” ujar Hari. Kata Hari, transformasi ini membawa Shelter Indonesia ke posisi baru. Perusahaan tidak lagi hanya hadir sebagai penyedia tenaga kerja operasional, tetapi berkembang menjadi ekosistem tenaga kerja terintegrasi yang memadukan sumber daya manusia dan teknologi untuk menjawab kebutuhan klien secara lebih menyeluruh. Dari sisi pengembangan pasar dan solusi, Chief Marketing Officer (CMO) Shelter Indonesia, Nino Mayvi, menegaskan kebutuhan klien kini terus berkembang. Menurutnya, pasar tidak lagi hanya mencari dukungan tenaga kerja, tetapi juga menuntut visibilitas, kontrol, dan transparansi yang lebih kuat dalam operasional. “Pasar hari ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, tetapi juga membutuhkan visibilitas, kontrol, dan transparansi. Karena itu, kami membangun solusi yang relevan dengan kebutuhan klien modern,” ucap Nino. Ia menjelaskan, teknologi dalam konteks Shelter Indonesia bukan sekadar pelengkap, melainkan alat untuk menciptakan proses kerja yang lebih terlihat, dapat ditindaklanjuti, dan berbasis data. Dengan sistem yang terintegrasi, klien tidak hanya menerima hasil akhir, tetapi juga memperoleh gambaran proses operasional secara lebih terbuka dan terstruktur. Perspektif tersebut diperkuat oleh Business Consultant Shelter Indonesia, Gordon John Stevenson, yang hadir memberikan pandangan dari sisi pengembangan bisnis dan pertumbuhan strategis. Menurutnya, langkah yang dijalankan Shelter Indonesia bukan sekadar digitalisasi, melainkan respons strategis terhadap kebutuhan pasar yang terus berubah. “Apa yang sedang dibangun Shelter bukan sekadar digitalisasi. Ini adalah respons strategis terhadap kebutuhan pasar sekaligus penegasan yang jelas mengenai arah perusahaan ke depan,” ulas Gordon. Upaya Shelter Indonesia, kupas Gordon, menghubungkan berbagai elemen operasional ke dalam satu sistem terintegrasi menghadirkan tiga hal penting bagi dunia usaha saat ini, yaitu visibilitas, keterukuran, dan kendali. Jadi, imbuhnya, ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting bagi efisiensi operasional sekaligus keunggulan bersaing. Melalui positioning baru bertajuk “A New Shape of Shelter Indonesia,” perusahaan ingin menegaskan bahwa masa depan layanan alih daya tidak lagi cukup bertumpu pada tenaga kerja semata. Ke depan, keberhasilan operasional akan semakin ditentukan oleh kemampuan mengelola aktivitas secara terintegrasi, memantau proses secara real-time, serta membangun sistem kerja yang lebih transparan, terukur, dan berbasis data. Shelter Indonesia juga menegaskan bahwa teknologi tidak hadir untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk memperkuatnya. Sumber daya manusia tetap menjadi inti layanan, sementara teknologi berfungsi untuk mendukung akurasi, mempercepat koordinasi, memperkuat akuntabilitas, dan membantu klien memperoleh kendali yang lebih baik terhadap proses bisnis mereka. Melalui langkah ini, Shelter Indonesia berharap dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong perkembangan industri alih daya menuju model layanan yang lebih modern, lebih terintegrasi, dan lebih relevan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini. Tentang Shelter Indonesia Shelter Indonesia merupakan perusahaan penyedia solusi alih daya yang terus berkembang dengan mengintegrasikan sumber daya manusia dan teknologi dalam satu ekosistem operasional. Melalui arah baru sebagai ekosistem tenaga kerja terintegrasi, Shelter Indonesia menghadirkan layanan yang lebih terukur, transparan, dan terkendali guna menjawab kebutuhan operasional bisnis yang semakin dinamis.

Perkuat Pengawasan Operasional, PTPN IV Regional VII Tingkatkan Produktivitas Kebun Sawit
Sawit
Sabtu, 11 April 2026 | 19:03 WIB

Perkuat Pengawasan Operasional, PTPN IV Regional VII Tingkatkan Produktivitas Kebun

Lampung, katakabar.com - PTPN IV Regional VII, salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus perkuat pengawasan operasional sebagai upaya menjaga kinerja dan produktivitas kebun secara berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Operation Head PTPN IV Regional VII, Budi Susilo, ke areal kebun wilayah Lampung, yakni Unit Padang Ratu dan Unit Bekri. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam memastikan optimalisasi kinerja operasional di lapangan. Kunjungan difokuskan pada peninjauan langsung kondisi tanaman, pelaksanaan kegiatan pemeliharaan, serta kesiapan tim operasional dalam mendukung pencapaian target produksi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi antara manajemen regional dan jajaran kebun dalam menyelaraskan langkah kerja secara terintegrasi. Menurut Budi Susilo, pengawalan produksi harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur karyawan kebun. Ia menegaskan keberhasilan produksi tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan memerlukan keterlibatan aktif dan sinergi dari seluruh lini kerja. “Pengawalan produksi harus dilakukan secara konsisten oleh seluruh unsur karyawan kebun. Setiap individu memiliki peran penting dalam memastikan setiap tahapan operasional berjalan optimal sehingga target produksi dapat tercapai dengan baik,” ujarnya. Lalu ia menyoroti pentingnya pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM), khususnya pada kegiatan tunasan. Ia menilai bahwa pengelolaan tunasan yang disiplin dan terstruktur akan berdampak langsung terhadap kelancaran proses panen di lapangan. “Pemeliharaan TM seperti tunasan harus dikawal dengan baik. Hal ini bertujuan untuk mempermudah kegiatan panen serta mengefektifkan penerapan premi progresif tunasan, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas,” tegasnya. Selain itu, perhatian juga diberikan pada pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) sebagai fondasi utama produksi di masa mendatang. Budi Susilo menekankan pentingnya pelaksanaan kastrasi serta pengendalian hama dan penyakit secara disiplin dan berkelanjutan. “Pemeliharaan TBM harus dikawal secara serius. Kegiatan kastrasi dan pengendalian hama penyakit harus dilaksanakan dengan disiplin agar pertumbuhan tanaman optimal dan periode menuju masa panen dapat berjalan dengan baik,” terangya. Kunjungan kerja ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap implementasi standar operasional di lapangan, sekaligus mengidentifikasi area perbaikan yang perlu ditingkatkan oleh masing-masing unit. Diskusi antara manajemen dan tim kebun diharapkan mampu memperkuat pemahaman serta meningkatkan kualitas pelaksanaan kerja. Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, penguatan disiplin operasional dan peningkatan kualitas pemeliharaan tanaman menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan. Melalui kunjungan ini, PTPN IV Regional VII menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proses produksi berjalan secara efektif dan efisien. Sinergi yang kuat antara manajemen dan seluruh karyawan kebun menjadi fondasi utama dalam mendorong pencapaian kinerja yang optimal. Dengan pengawalan yang konsisten serta implementasi arahan yang tepat, PTPN IV Regional VII optimistis dapat terus meningkatkan produktivitas kebun dan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target perusahaan secara keseluruhan.

KAI Logistik Perkuat Keselamatan Operasional Lewat Penerapan Dashcam Basis AI Armada Trucking Nusantara
Nusantara
Minggu, 05 April 2026 | 19:07 WIB

KAI Logistik Perkuat Keselamatan Operasional Lewat Penerapan Dashcam Basis AI Armada Trucking

Jakarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), resmi mengimplementasikan teknologi dashcam berbasis Artificial Intelligence (AI) pada armada trucking untuk operasional petikemas. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat komitmen perusahaan terhadap keselamatan operasional serta merespons kebutuhan pasar terhadap standar distribusi yang lebih tinggi. Implementasi teknologi ini menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan yang berfokus pada pendekatan preventif dalam operasional. Berbeda dengan kamera pengawas konvensional yang lebih berfungsi sebagai alat rekam, dashcam berbasis AI yang diterapkan KAI Logistik mampu mendeteksi potensi risiko secara otomatis dan real-time, sehingga berbagai kemungkinan insiden dapat diantisipasi dan dimitigasi sejak dini sebelum berkembang menjadi kejadian yang lebih serius. Direktur Operasi KAI Logistik, Broer Rizal, menegaskan keselamatan merupakan pondasi utama sekaligus prioritas strategis dalam seluruh layanan logistik perusahaan. “Penerapan teknologi ini tidak sekadar menjadi pembaruan perangkat, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam membangun budaya keselamatan yang lebih disiplin, adaptif, dan transparan. Melalui implementasi ini, KAI Logistik ingin memastikan bahwa setiap perjalanan armada tidak hanya berjalan efisien, tetapi juga memenuhi standar keamanan tinggi bagi pengemudi,” jelas Broer. Dalam implementasinya, KAI Logistik bekerja sama dengan mitra teknologi untuk mengintegrasikan sensor dan sistem analitik ke dalam armada, sehingga mampu mendeteksi berbagai perilaku berisiko seperti pengemudi mengantuk, terdistraksi, atau menggunakan ponsel saat berkendara, sekaligus melakukan pemantauan kecepatan secara real-time dan pelacakan posisi berbasis GPS. Ketika teridentifikasi kondisi berpotensi membahayakan, sistem secara otomatis mengirimkan peringatan dini ke Command Center guna memungkinkan respons cepat. “Seluruh data perjalanan yang terekam kemudian kelola oleh perseroan sebagai dasar evaluasi performa dan pengambilan keputusan berbasis data. Program ini telah dijalankan secara bertahap sejak Maret 2026 di wilayah operasional petikemas utama seperti Sungai Lagoa, Klari, Ronggowarsito, dan Kalimas, serta akan terus diperluas ke lebih banyak armada dan wilayah lainnya seiring optimalisasi pemanfaatan data dan pengembangan sistem monitoring yang semakin terintegrasi,” terang Broer. Melalui implementasi ini, KAI Logistik semakin menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan logistik yang aman, efisien, dan andal. Integrasi teknologi AI dalam operasional trucking diharapkan tidak hanya mampu menekan potensi kecelakaan, tetapi juga memperkuat kepercayaan pelanggan serta mendukung visi perusahaan untuk menjadi penyedia solusi logistik terpadu yang unggul dan tepercaya.

Dukung Transformasi PT RPN Perkuat Sinergi Riset dan Operasional Nasional
Nasional
Sabtu, 14 Maret 2026 | 12:10 WIB

Dukung Transformasi PT RPN Perkuat Sinergi Riset dan Operasional

Bogor, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), salah satu entitas usaha Holding Perkebunan Nusantara gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tahun 2026 usung tema “The Value Engine: Aligning Research, Operations, and Commercial Strategy” di Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini dihadiri Komisaris, jajaran manajemen kantor direksi (kandir) maupun lingkup pusat penelitian, serta jajaran pengurus mitra perusahaan SPBUN PT RPN. Rakor 2026 menjadi forum konsolidasi strategis perusahaan untuk selaraskan arah kebijakan, program, dan langkah operasional dalam satu orkestrasi yang sama. Dengan menempatkan riset sebagai penggerak utama penciptaan nilai perusahaan, PT RPN tidak hanya memperkuat fondasi inovasi, tetapi juga membuka ruang akselerasi investasi dan transformasi bisnis yang berkelanjutan. Ketua Panitia Rakor 2026, Yabani, melaporkan kehadiran seluruh peserta menjadi energi penting bagi perusahaan. “Kehadiran Bapak-Ibu suatu kehormatan dan energi bagi kami. Tema ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan arah dan komitmen bersama. Melalui rapat koordinasi ini, kita harapkan lahir keputusan-keputusan yang tajam serta aplikatif,” ujarnya. Komisaris PT RPN, Eman Siswanto, menekankan pentingnya adaptasi model bisnis di tengah dinamika industri serta penguatan tata kelola perusahaan. “Kita perlu mengembangkan model bisnis yang responsif terhadap perubahan, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan pemanfaatan infrastruktur dan teknologi agar pengambilan keputusan semakin akurat dan berbasis data,” jelasnya. Sementara, Direktur PT RPN menyampaikan bahwa Rakor merupakan wadah strategis untuk memastikan seluruh elemen organisasi bergerak dalam frekuensi yang sama. “Rakor ini menjadi ruang penting untuk mengomunikasikan strategi perusahaan, agar seluruh unit memahami target yang akan kita capai dan langkah yang akan kita laksanakan. Kita harus menyelaraskan frekuensi dan memperkuat sinergi,” ulasnya. Direktur juga menyoroti pentingnya penguatan three lines model bisnis sebagai pendekatan terintegrasi dalam pengelolaan perusahaan, serta optimalisasi riset sebagai instrumen peningkatan investasi. “Salah satu cara untuk menambah investasi adalah dengan memaksimalkan hasil riset. Kita harus mendorong para peneliti untuk menghasilkan riset yang unggul, aplikatif, dan memiliki nilai komersial tinggi di masa mendatang," ucapnya. Melalui Rakor 2026 ini, PT RPN menegaskan komitmen menjadikan riset sebagai value engine yang mengintegrasikan inovasi, efisiensi operasional, dan strategi komersial dalam satu kesatuan arah. Hasil forum tersebut diharapkan dapat segera diimplementasikan guna memperkuat kinerja dan daya saing perusahaan di tengah dinamika industri yang terus berkembang. Dengan semangat kolaborasi dan keselarasan strategi yang dibangun selama pelaksanaan Rakor, forum ini diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat segera dijalankan di seluruh lini organisasi. Komitmen bersama yang terbangun menjadi fondasi penting dalam memperkuat daya saing perusahaan serta mendukung transformasi berkelanjutan di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara.

Pastikan Operasional Angleb 2026 Maksimal, Direksi KAI Services Cek Kesiapan Operasional Nasional
Nasional
Selasa, 10 Maret 2026 | 19:10 WIB

Pastikan Operasional Angleb 2026 Maksimal, Direksi KAI Services Cek Kesiapan Operasional

Jakarta, katakabar.com - Sebagai bagian daripersiapan Angkutan Lebaran 2026, Jajaran Direksi KAI Services melakukan cek lintas ke sejumlah wilayah operasional, di antaranya di Regional Purwokerto dan Malang pada pertengahan febuari hingga awal Maret 2026. Menurut Direktur Utama KAI Services, Krisna Arianto, untuk memastikan seluruh lini kerja di KAI Services berjalan dengan optimal, kami melakukan cek lintas untuk melihat kesiapan layanan mulai dari keamanan hingga petugas kebersihan semuanya siap memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Penguatan kualitas pelayanan secara internal dipantau ketat untuk menjamin operasional berjalan sesuai dengan prosedur tetap milik perusahaan. “Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh aspek layanan di stasiun, seperti parkir, keamanan, kebersihan, hingga fasilitas operasional lainnya telah memenuhi standar pelayanan perusahaan guna mendukung kenyamanan penumpang," ujar Krisna dalam keterangan resminya, Selasa (10/3). Selain itu, Direksi juga melakukan pengecekan terhadap kereta makan, dapur produksi, gudang logistik, area parkir, stasiun, mess karyawan, serta fasilitas operasional lainnya untuk menginventarisasi kebutuhan dan memastikan kesiapan operasional selama periode Angleb. Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendri Wintoko, pengecekan juga mencakup kesiapan peralatan kereta makan, café, dapur, kebersihan, dan parkir agar seluruhnya berada dalam kondisi siap operasi, termasuk menyiapkan peralatan cadangan dan spare part pendukung. “Selain melakukan kesiapan operasional di lapangan, dari sisi sumber daya manusia, KAI Services juga memberikan pelatihan basic training serta recurrent training yang meliputi materi hospitality dan keselamatan bagi seluruh petugas frontliner.” ujar Ixfan. Kesempatan Emas, Binus University Beri Beasiswa EMAS Jakarta, katakabar.com - Di tengah dinamika ekonomi dan persaingan global yang semakin kompetitif, pendidikan menjadi salah satu investasi terpenting yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anaknya. Pendidikan yang tepat tidak hanya memberikan pengalaman belajar, tetapi juga membuka peluang karier yang lebih jelas dan masa depan yang lebih terarah. Lantaran itu, memilih institusi pendidikan yang mampu memberikan outcome nyata menjadi semakin penting bagi keluarga dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan. Menyadari hal tersebut, Binus University meluncurkan Beasiswa EMAS (Empowering Achievement of Student) sebagai bentuk apresiasi bagi calon mahasiswa berprestasi yang menunjukkan konsistensi dalam pengembangan diri serta kontribusi positif bagi lingkungan. Rektor Binus University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari proses belajar di kelas, tetapi juga dari bagaimana mahasiswa dipersiapkan untuk menghadapi dunia profesional setelah lulus. “Di BinusUniversity, kami percaya bahwa pendidikan harus memberikan dampak nyata bagi masa depan mahasiswa. Untuk itu, kami tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga menghadirkan berbagai pengalaman yang mempersiapkan mahasiswa untuk siap berkarier dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” kata Dr. Nelly, S.Kom., M.M. Melalui berbagai program pembelajaran yang dimiliki Binus University, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi lintas bidang melalui Minor Program, memperoleh global exposure, serta mengikuti Enrichment Program yang memberikan pengalaman industri sebelum lulus. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa Binus University dapat siap memasuki dunia profesional lebih awal, bahkan sebelum menyelesaikan masa studinya. Program Beasiswa EMAS (Empowering Achievement of Student) dihadirkan sebagai bentuk apresiasi bagi talenta muda yang menunjukkan konsistensi dalam pengembangan diri dan prestasi. Melalui program ini, BINUS University memberikan penghargaan berupa emas seberat 2 gram sebagai simbol apresiasi bagi mahasiswa berprestasi. Selain itu, penerima Beasiswa EMAS juga mendapatkan pembebasan biaya sumbangan pendidikan (DP3) sebesar 100 persen, sebagai bentuk dukungan Binus University dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda. Pemilihan emas sebagai bentuk apresiasi bukan tanpa alasan. Binus University ingin menghadirkan bentuk penghargaan yang memiliki nilai jangka panjang sekaligus memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya investasi sejak dini. Dengan mengonversi hadiah bagi mahasiswa berprestasi ke dalam bentuk emas, Binus University berharap mahasiswa tidak hanya mendapatkan apresiasi atas pencapaiannya, tetapi juga memiliki aset bernilai yang dapat menjadi simbol investasi masa depan. Melalui berbagai inisiatif pendidikan yang berfokus pada pengembangan kompetensi, pengalaman industri, serta kesiapan karier, Binus University terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masa depan mahasiswa. Dengan pendekatan tersebut, Binus University berharap pendidikan dapat menjadi investasi yang memberikan dampak nyata bagi generasi muda Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta yang mampu berkontribusi bagi masyarakat dan masa depan bangsa.

Terminal Gilimas Siapkan Perencanaan Operasional Cegah Lonjakan Distribusi Ternak Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 08 Maret 2026 | 12:08 WIB

Terminal Gilimas Siapkan Perencanaan Operasional Cegah Lonjakan Distribusi Ternak

Lombok Barat, katakabar.com - Kesiapan layanan pelabuhan mendukung kelancaran distribusi hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 mendatang terus menjadi perhatian berbagai pihak. Sejumlah langkah antisipatif dilakukan untuk memastikan operasional pelabuhan tetap berjalan tertib dan mampu mengakomodasi potensi peningkatan arus kendaraan pengangkut ternak, khususnya di Terminal Gilimas, Nusa Tenggara Barat. Sebagai bagian dari upaya tersebut, tim dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan melakukan kunjungan kerja ke Terminal Gilimas, Selasa (3/3) lalu. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antar Wilayah, Djoko Hartoyo bersama Asisten Deputi Logistik Pangan Dalam Negeri, Ridky Irfan guna memastikan kesiapan layanan pelabuhan menjelang Idul Adha. Pada peninjauan lapangan, tim melihat langsung kesiapan fasilitas sandar kapal, pola bongkar muat kendaraan, serta pengaturan arus kendaraan pengangkut ternak di atas kapal. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi dini untuk mengantisipasi potensi lonjakan distribusi hewan kurban yang diperkirakan meningkat pada periode puncak menjelang hari raya. Rangkaian kunjungan juga diisi dengan diskusi bersama para pemangku kepentingan, antara lain operator pelabuhan, Balai Karantina, Dinas Peternakan Provinsi NTB, Dinas Perhubungan Provinsi NTB, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Di forum tersebut dibahas proyeksi pergerakan ternak, kapasitas layanan pelabuhan, serta strategi pengendalian kepadatan berbasis kondisi riil di lapangan. Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Lembar, Kunto Wibisono, menyampaikan kapasitas ruang tunggu kendaraan di Terminal Gilimas saat ini mampu menampung sekitar 100 truk. Tetapi kapasitas tersebut tidak secara khusus diperuntukkan bagi kendaraan pengangkut ternak, melainkan digunakan bersama dengan truk logistik lainnya. “Perlu dilakukan penyiapan area buffer oleh dinas terkait di luar kawasan Terminal Gilimas yang dapat difungsikan sebagai lokasi feeding dan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum memasuki area pelabuhan,” jelasnya. Menurut Kunto, pengaturan jadwal keberangkatan kendaraan dari daerah asal juga perlu disesuaikan dengan jadwal kedatangan kapal di Gilimas guna menurunkan waktu tunggu di pelabuhan. “Sebagai langkah alternatif, perlu dipertimbangkan pula layanan pengangkutan dari pelabuhan asal lainnya seperti Bima dan Dompu yang langsung menuju Pulau Jawa,” ucapnya. Usulan tersebut dinilai sebagai langkah antisipatif guna menjaga kelancaran operasional serta memastikan distribusi hewan kurban di wilayah NTB tetap terkendali. Pelindo Multi Terminal Branch Lembar berkomitmen untuk memastikan pelayanan kendaraan pengangkut ternak di area pelabuhan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku, sekaligus tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kesejahteraan hewan. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk instansi teknis dan aparat pengawasan, guna menjamin kelancaran arus kendaraan serta meminimalkan potensi kepadatan selama periode puncak menjelang Idul Adha 2026 mendatang.

Sucofindo Pastikan Kualitas dan Kuantitas Pasokan BBM Subsidi BPH Migas Untuk Pelni Nasional
Nasional
Selasa, 03 Maret 2026 | 07:05 WIB

Sucofindo Pastikan Kualitas dan Kuantitas Pasokan BBM Subsidi BPH Migas Untuk Pelni

Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang Testing, Inspection, dan Certification (TIC) terus perkuat komitmennya dalam menjaga kualitas dan kuantitas pasokan BBM (Bahan Bakar Minyak) bagi sektor kemaritiman melalui layanan jasa bunker survey. Kepala Strategic Business Unit (SBU) PT Sucofindo (Persero) Hulu Migas dan Produk Migas (HMPM), Zakir Mursalin, menyatakan layanan tersebut merupakan bentuk pemastian independen atas proses penyaluran BBM subsidi guna keandalan dan kelancaran operasional kapal. "Layanan ini wujud komitmen PT Sucofindo (Persero) mendukung lancarnya operasional kapal. Proses pengisian BBM memiliki potensi risiko kerugian jangka panjang apabila tidak diawasi secara optimal,” jelas Zakir Mursalin. Ia menegaskan bunker survey dilakukan untuk memperoleh data pengukuran kuantitas BBM yang akurat sebagai dasar keandalan operasional kapal. “Untuk memastikan transparansi dan akurasi, diperlukan pengawasan oleh surveyor independen dalam hal ini PT Sucofindo memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk melaksanakan pengawasan bunker survey secara profesional,” ucap Zakir. Pelaksanaan bunker survey ini mengacu pada American Petroleum Institute (API) Manual of Petroleum Measurements Standards (MPMS), American Society for Testing and Materials (ASTM) Standards terkait pengukuran, density dan sampling, Petroleum Measurement Tables (ASTM/API), SOP internal dan ketentuan keselamatan kerja. “Sehingga seluruh kegiatan bunker survey sudah sesuai dengan prinsip kepatuhan terhadap standar, ketelusuran data dan akuntabilitas hasil pengukuran,“ sebutnya. Sebelumnya, PT Sucofindo, turut mendukung kelancaran pasokan BBM pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk KM Sangiang (6/1), khususnya pada momentum dengan intensitas pelayaran yang meningkat. Dalam lingkup perdagangan internasional, transportasi laut memiliki peranan vital dan berbagai potensi risiko yang perlu dimitigasi melalui inspeksi terkait alat angkut dan perlengkapannya, kelayakannya dalam mengangkut muatan yang bersangkutan serta kelayakan penempatannya di atas alat angkut. Sejalan dengan hal tersebut PT Sucofindo tidak hanya berperan dalam layanan bunker survey tetapi juga menyediakan berbagai layanan survey kemaritiman lainnya, antara lain yaitu towing and lashing survey, cargo stowage survey, cleanliness survey, hose test, damage survey serta layanan survey maritim lainnya.

Program Hotel Management BU Beri Pengalaman Table Manner dan Operasional Hotel di Le Meridien Hotel
Hotel
Minggu, 22 Februari 2026 | 09:38 WIB

Program Hotel Management BU Beri Pengalaman Table Manner dan Operasional Hotel di Le Meridien

Jakarta, katakabar.com - Program Hotel Management Binus University kembali egaskan komitmen mencetak lulusan siap industri sekaligus memperkuat jejaring dengan industri perhotelan bintang lima melalui kegiatan industry visit ke Le Méridien, Jumat (13/2) lalu. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran berbasis praktik yang mencakup sesi table manner, hotel tour, serta workshop operasional perhotelan bersama para praktisi profesional. Melalui sesi table manner, mahasiswa mempelajari standar etika jamuan formal internasional, mulai dari penataan meja (table setting), penggunaan peralatan makan sesuai standar global, hingga sikap dan komunikasi profesional dalam pelayanan. Pembekalan ini menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa untuk memahami standar layanan di hotel bintang lima yang menuntut presisi, etika, dan kualitas pelayanan kelas dunia. Selain itu, mahasiswa mengikuti hotel tour untuk memahami alur kerja dan koordinasi antar departemen, termasuk front office, housekeeping, food & beverage, serta kitchen operations. Observasi langsung ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana hotel bintang lima mengelola operasional secara terpadu demi menjaga kualitas layanan dan kepuasan tamu. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop interaktif bersama tim profesional Le Méridien yang membahas praktik terbaik di industri, standar kerja di hotel internasional, serta ekspektasi dunia kerja terhadap lulusan hospitality. Momentum ini sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara Binus University dengan industri perhotelan bintang lima sebagai mitra strategis dalam pengembangan kompetensi mahasiswa. Head of Program Hotel Management Binus University, Dianka Wahyuningtias, S.ST.Par., M.M., CHE, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan industri dalam proses pembelajaran. “Kami tidak hanya ingin mahasiswa belajar tentang industri, tetapi belajar langsung dari industri. Kolaborasi dengan hotel bintang lima seperti Le Méridien sangat penting untuk memastikan kurikulum kami tetap relevan dan mahasiswa memiliki pemahaman nyata tentang standar profesional global. Ini juga menjadi bagian dari upaya kami membangun relasi jangka panjang dengan industri hospitality,” ujar Dianka. Melalui pendekatan Industry learning dan penguatan kemitraan dengan industri hotel bintang lima, Hotel Management Binus University terus mendorong mahasiswanya untuk menjadi lulusan yang adaptif, profesional, dan benar-benar industry-ready, serta siap bersaing di dunia kerja hospitality yang semakin kompetitif dan global.

Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan Nasional
Nasional
Rabu, 04 Februari 2026 | 16:35 WIB

Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan

Jakarta, katakabar.com - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) terus perkuat kinerja operasional terminal kendaraan melalui transformasi digital dan penerapan sistem terintegrasi. Upaya ini tercermin dari capaian kinerja operasional yang meningkat 15,09 persen secara konsolidasi (CBU, Alat Berat dan Truck/Bus), didukung implementasi PTOS-C sebagai platform digital operasional pada terminal internasional dan domestik. Hal ini mendorong peningkatan efektivitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna jasa. Konsistensi tersebut juga mendapat apresiasi dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan melalui penghargaan yang diraih sebagai bagian dari komitmen IPCC dalam menghadirkan layanan yang andal dan berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global dan domestik, IPCC menunjukkan komitmen kepada pemegang saham dan pengguna jasa melalui kinerja operasional yang terus bertumbuh secara berkelanjutan. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan paling signifikan pada segmen kargo Truck/Bus yang meningkat 46,32 persen secara tahunan (YoY) atau bertambah 80.893 unit, serta kinerja kunjungan kapal konsolidasi yang mencatatkan 3.604 kunjungan, meningkat 685 kunjungan YoY atau tumbuh 23,46 persen. Sebagai entitas bisnis Pelindo Group di bawah pengelolaan Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) yang berfokus pada core bisnis pelabuhan di bidang kargo nonpetikemas, kinerja operasi IPCC selama satu tahun penuh di 2025 berhasil melayani kargo konsolidasi yang terdiri dari CBU, truck/bus, dan alat berat secara total sebanyak 1.245.840 unit dan meningkat sebesar 188.009 unit dibandingkan periode yang sama tahun 2024. “Peningkatan kinerja operasional ini bukan sekadar pencapaian angka, melainkan cerminan dari upaya kami membangun sistem kerja yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa. Melalui penerapan PTOS-C, kami ingin memastikan setiap proses operasional berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bagus Dwipoyono, Direktur Operasi dan Teknik IPCC. Seiring berkembangnya tren kendaraan ramah lingkungan, terminal Branch Jakarta IPCC mencatat masuknya kendaraan berbasis BEV (Battery Electric Vehicle), HEV (Hybrid Electric Vehicle), dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dengan total 101.713 unit, atau sekitar 10,62 persen dari total CBU yang dilayani pada tahun 2025. Capaian ini mencerminkan tingginya minat pasar domestik terhadap kendaraan rendah emisi, dengan dominasi merek asal Benua Asia seperti BYD, VinFast, AION, serta berbagai merek lainnya, sekaligus menegaskan peran IPCC dalam mendukung transisi industri otomotif yang lebih berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut, peningkatan aktivitas ekspor kendaraan turut memperkuat kinerja operasional IPCC dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya pada segmen kargo CBU. Hingga Desember 2025, IPCC berhasil menangani 390.803 unit CBU, meningkat 9% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu basis industri otomotif yang semakin dipercaya pasar global, dengan Vietnam tercatat sebagai negara tujuan ekspor terbesar, mencapai 77.181 unit kendaraan hingga Desember 2025. Adapun kinerja operasional pada segmen kargo CBU mengalami peningkatkan yang solid, secara konsolidasi berhasil melayani 957.661 unit, tumbuh 100.791 unit atau meningkat 11,76 persen YoY. Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi, menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan Perseroan dalam memperkuat peran strategis terminal kendaraan di tengah transformasi industri otomotif nasional. “Kami melihat pertumbuhan ini tidak semata sebagai peningkatan volume, tetapi sebagai bagian dari proses membangun ekosistem logistik kendaraan yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan. IPCC berkomitmen untuk terus mendukung daya saing industri otomotif nasional, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun memperluas kontribusi Indonesia di pasar global,” kata Sugeng. Sejalan dengan penguatan peran IPCC dalam mendukung rantai pasok industri nasional yang berkelanjutan serta ekosistem hilirisasi pertambangan yang dicanangkan Pemerintah, Perseroan mencatat kinerja positif pada layanan kargo alat berat yang menempati posisi kedua terbesar, dengan pertumbuhan 24 persen YoY atau bertambah 6.325 unit, sehingga total penanganan alat berat secara konsolidasi mencapai 32.677 unit pada tahun 2025. Sementara itu, peningkatan paling signifikan terjadi pada layanan kargo truk/bus yang tumbuh 46,32 persen YoY, 80.893 unit lebih banyak atau secara konsolidasi menjadi 255.502 unit. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas pertambangan domestik seiring implementasi program hilirisasi industri sumber daya mineral, yang mendorong kebutuhan sarana angkut dalam jumlah besar. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, IPCC secara berkelanjutan memperluas cakupan layanannya dengan mengoperasikan lima terminal satelit, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang lebih merata, adaptif, dan efisien yang dilengkapi oleh sistem operasi terintegrasi dan berbasis digitalisasi. “Kami menjalankan setiap inisiatif dengan semangat melayani sepenuh hati. Transformasi digital melalui PTOS-C, inovasi layanan berupa PDC, layanan terintegrasi dan end to end service, serta penguatan kolaborasi kami yakini bukan hanya mendorong kinerja, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang. Melalui tagline baru Integrated Auto Solutions, IPCC berkomitmen untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengguna jasa, pemangku kepentingan, dan ekosistem logistik nasional,” sebut Sugeng.