Barantum Optimalkan Komunikasi WhatsApp CRM Advertorial
Advertorial
Senin, 20 April 2026 | 20:00 WIB

Barantum Optimalkan Komunikasi WhatsApp CRM

Jakarta, katakabar.com - Barantum padukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API satu dashboard, guna memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningka...

Total 2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Dirut JM: Optimalkan RAA dan Manfaatkan ATT Nasional
Nasional
Minggu, 29 Maret 2026 | 17:07 WIB

Total 2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Dirut JM: Optimalkan RAA dan Manfaatkan ATT

Jakarta, katakabar.com - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menyampaikan volume lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek pada H-10 hingga H+5 libur Idulfitri 1447 Hijriah Tahun 2026 atau pada periode 11 hingga 26 Maret 2026 mencapai 2.357.203 kendaraan. Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yakni GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (dari arah Bandung), GT Cikupa (dari arah Merak), dan GT Ciawi (dari arah Puncak). Rivan mengatakan, sebanyak 2,3 juta kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek tersebut merupakan 69,45% dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan kembali ke wilayah Jabotabek selama periode 11 hingga 31 Maret 2026. Untuk distribusi lalu lintas kembali ke Jabotabek dari tiga arah yaitu dengan mayoritas sebanyak 1.071.678 kendaraan (45,5%) dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 715.045 kendaraan (30,3%) dari arah Barat (Merak), dan 570.480 kendaraan (24,2%) dari arah Selatan (Puncak). Adapun rincian distribusi lalin sebagai berikut: Arah Timur (Trans Jawa dan Bandung) * Lalin kembali ke Jabotabek dari arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 559.529 kendaraan, meningkat 26,6% dari lalin normal. * Lalin kembali ke Jabotabek dari arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang dengan jumlah 512.149 kendaraan, meningkat 2,3% dari lalin normal. Total lalin kembali ke Jabotabek dari arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 1.071.678 kendaraan, meningkat 13,7% dari lalin normal. Arah Barat (Merak) Lalin kembali ke Jabotabek dari arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebanyak 715.045 kendaraan, lebih rendah 2,8% dari lalin normal. Arah Selatan (Puncak) Sementara, jumlah kendaraan yang kembali ke Jabotabek dari arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 570.480 kendaraan, meningkat 1,9% dari lalin normal. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan volume lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek pada H+5 Idulfitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi (Kamis, 26 Maret 2026) mencapai 192.122 kendaraan atau meningkat 43,1% dibanding normal (134.273 kendaraan). Peningkatan jumlah kendaraan tertinggi tercatat terjadi di GT Cikampek Utama, yaitu sebesar 68.244 kendaraan, meningkat 162,7% dari lalin normal. Rivan menambahkan, potensi kepadatan tidak hanya dipengaruhi oleh volume lalu lintas yang meningkat dibanding kondisi normal, tetapi juga tingginya aktivitas pengguna di rest area. Kondisi ini memerlukan antisipasi melalui perencanaan perjalanan yang matang, termasuk pemanfaatan rest area alternatif di luar jalan tol serta penggunaan aplikasi Travoy untuk memperoleh informasi lalu lintas secara real time. “Jadi, kami mengimbau masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan rest area alternatif di sepanjang Ruas Tol Trans Jawa , mulai dari Jalan Tol Semarang-Solo KM 444 hingga Jalan Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 72, dan berada tidak jauh dari akses gerbang tol sehingga tetap mudah dijangkau oleh pengguna jalan, setelah beristirahat, pengguna jalan dapat Kembali melanjutkan perjalanan melalui gerbang tol yang sama tanpa dikenakan tarif tambahan,” terang Rivan. Rivan melanjutkan, untuk merencanakan perjalanan secara matang, pengguna jalan dapat menggunakan aplikasi Travoy untuk mengetahui kondisi lalu lintas terkini, dan manfaatkan program diskon tarif tol sebesar 30% di sembilan ruas strategis Jasa Marga Group guna membantu mengurai potensi kepadatan seiring peningkatan arus yang diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret 2026. Rivan kembali mengingatkan pengemudi dengan kendaraan sumbu tiga atau lebih dapat mematuhi ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2026 Masehi 1447 Hijriah terkait pembatasan operasional kendaraan barang, termasuk tidak melintas pada waktu yang telah ditetapkan, yakni pada periode 13 hingga 29 Maret 2026. Rivan juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan untuk silaturahmi maupun kembali ke wilayah Jabotabek melalui jalan tol untuk memastikan kesiapan perjalanan, di antaranya memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan, mempersiapkan perbekalan, memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik. Patuhi rambu dan arahan petugas di lapangan serta selalu disiplin dalam ketentuan berkendara di jalan tol. Gunakan waktu dengan bijak dengan tidak berlama-lama di rest area agar dapat bergantian dengan pengguna jalan yang lain.

BRI Finance Optimalkan Peluang Pembiayaan Dana Tunai Pasca Mudik Lebaran 2026 Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 26 Maret 2026 | 07:44 WIB

BRI Finance Optimalkan Peluang Pembiayaan Dana Tunai Pasca Mudik Lebaran 2026

Jakarta, katakabar.com - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) melihat adanya peningkatan kebutuhan dana tunai masyarakat pasca periode mudik dan libur panjang Lebaran 2026. Momentum ini umumnya diikuti dengan penyesuaian kondisi keuangan setelah meningkatnya aktivitas konsumsi selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi. Menangkap peluang tersebut, BRI Finance menghadirkan solusi pembiayaan melalui produk BRI Flash yang memberikan kemudahan akses dana tunai bagi masyarakat dengan skema yang kompetitif dan fleksibel. Melalui BRI Flash, nasabah dapat memperoleh dana tunai dengan suku bunga mulai dari 0,7 persen per bulan, tenor hingga 4 tahun, serta nilai pencairan pembiayaan mencapai 90 persen dari harga kendaraan yang dijaminkan. Produk ini dirancang untuk memberikan solusi likuiditas yang cepat dan aman, sekaligus mendukung kebutuhan finansial nasabah pasca Lebaran. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan periode pasca Lebaran momentum strategis bagi perusahaan dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan akses pembiayaan yang cepat dan terpercaya. “BRI Finance melihat tren peningkatan kebutuhan dana tunai setelah periode Lebaran sebagai peluang untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan. Melalui BRI Flash, kami menawarkan skema yang kompetitif dengan proses yang cepat dan mudah, sehingga dapat membantu masyarakat dalam menjaga stabilitas keuangan,” ujar Dhani. Kata Aditia, kemudahan akses dan fleksibilitas produk menjadi fokus utama BRI Finance dalam memperkuat layanan kepada nasabah. “Kami terus mendorong penguatan layanan, termasuk melalui kanal digital, agar proses pengajuan pembiayaan dapat dilakukan secara lebih praktis dan efisien. Hal ini sejalan dengan komitmen BRI Finance untuk memberikan solusi keuangan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” ucap Dhani..

KAI Logistik Catat 5.740 Ton Angkutan Selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H Default
Default
Rabu, 25 Maret 2026 | 21:10 WIB

KAI Logistik Catat 5.740 Ton Angkutan Selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) catat kinerja positif selama periode angkutan Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi dengan total volume mencapai 5.740 ton. Capaian ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan logistik yang andal, khususnya dalam mendukung mobilitas barang di momen Lebaran. Manager Marketing dan Sales Courier KAI Logistik, Ayi Suriyandi, mengungkapkan selama periode tersebut, layanan KAI Logistik didominasi oleh pengiriman paket yang tercatat lebih dari 275.412 paket, diikuti dengan 13.435 hewan peliharaan serta 9.110 unit sepeda motor. "Tingginya angka ini menunjukkan beragam kebutuhan masyarakat yang tidak hanya terbatas pada pengiriman barang, tetapi juga mencakup mobilitas personal dan layanan khusus seperti pengiriman hewan peliharaan," kata Ayi. Diceritakan Ayi, puncak pengiriman terjadi pada minggu ketiga Ramadan dengan total volume mencapai sekitar 1.600 ton atau setara dengan lebih dari 86.000 pengiriman. Lonjakan ini menjadi indikasi meningkatnya aktivitas distribusi dan persiapan masyarakat dalam mengelola kebutuhan logistik pada periode jelang hari raya. "Adapun kota-kota dengan tujuan pengiriman tertinggi meliputi Jakarta, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Semarang, dan Malang, yang menjadi pusat pergerakan logistik selama periode Lebaran, khususnya di wilayah Pulau Jawa," jelasnya. Selain itu, ulas Ayi, KAI Logistik juga mencatat tren pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada pekan terakhir Ramadan–Idul Fitri tahun ini, volume pengiriman mencapai 95.721 koli barang, meningkat sekitar 68 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 57.143 koli. Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan logistik KAI Logistik, khususnya dalam mendukung kebutuhan selama momen Lebaran. ”Seiring dengan berakhirnya arus mudik dan dimulainya arus balik, KAI Logistik memastikan kesiapan penuh untuk kembali mengoptimalkan layanan mulai hari ini, 25 Maret 2026. Momentum arus balik tetap menjadi periode penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang, baik untuk kebutuhan individu maupun pelaku usaha,” lanjut Ayi. Dalam menghadapi momentum strategis tersebut, terangnya, KAI Logistik telah memastikan kesiapan operasional secara menyeluruh, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana prasarana, maupun sistem layanan. Kesiapan tersebut diwujudkan melalui optimalisasi petugas operasional di titik-titik layanan utama, penguatan koordinasi antar wilayah, serta peningkatan pengawasan untuk memastikan keamanan dan ketepatan waktu pengiriman. Selain itu, ucapnya, KAI Logistik juga memastikan kesiapan armada dan kapasitas angkut guna mengantisipasi potensi lonjakan volume pada periode arus balik. ”Tren positif selama Ramadan dan Idul Fitri menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan logistik berbasis kereta api. KAI Logistik pun siap mengambil peran lebih besar pada arus balik dengan memastikan layanan yang aman, tepat waktu, dan andal,” sebut Ayi.

Geliat UMK Daerah Tambang, Optimalkan Momentum Lebaran Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 11 Maret 2026 | 10:12 WIB

Geliat UMK Daerah Tambang, Optimalkan Momentum Lebaran

Jakarta, katakabar.com - Ramadhan hingga Lebaran selalu menjadi musim penuh harapan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) di berbagai daerah, termasuk wilayah sekitar tambang. Lonjakan permintaan pada periode ini membuat produk-produk dengan kearifan lokal semakin dicari, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan, memperluas pasar, dan naik kelas. Bagi sebagian pelaku UMK, momentum ini juga menjadi penanda perjalanan panjang dalam membangun usaha dari skala kecil hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Salah satunya dirasakan Hera 53 tahun dari Bangka Belitung, pemilik merek Mirrando, produsen sirup dan jelly candy jeruk kunci khas daerah. Usahanya berawal dari dapur rumah, memanfaatkan jeruk kunci yang banyak tumbuh di sekitar wilayah tempat tinggalnya. Dari percobaan sederhana itu, ia berhasil menciptakan produk bercita rasa asam segar yang kini menjadi ciri khasnya. Tetapi perjalanan awal usahanya tidak mudah. Modal terbatas, pemasaran yang minim, hingga keterbatasan akses pasar sempat menjadi tantangan besar. Situasi mulai berubah setelah Hera menjadi mitra binaan PT Timah (Persero) Tbk. Melalui program pembinaan, ia mendapatkan akses permodalan bergulir, pelatihan manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga kesempatan mengikuti berbagai pameran produk. Dengan dukungan tersebut, usaha Hera berkembang pesat. Kini ia mampu mempekerjakan lebih dari belasan pekerja yang terlibat dalam proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. “Dulu rasanya semua serba sendiri. Sekarang ketika pesanan naik menjelang Lebaran, kami jauh lebih siap,” ujarnya, Senin (9/3). Optimisme serupa datang dari Rosi Fitriani, pemilik UMK FnR Craft, mitra binaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Rosi mengolah wastra khas Sumatra Selatan seperti songket dan jumputan menjadi tas etnik dengan karakter desain yang bernilai seni tinggi. Di awal perjalanan usahanya, Rosi menjelaskan bisnisnya menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari desain produk yang belum matang hingga jaringan pemasaran yang terbatas. Melalui pendampingan PTBA, FnR Craft mendapatkan berbagai dukungan, mulai dari kurasi desain, peningkatan standar kualitas produk, hingga promosi dalam berbagai pameran. Seiring waktu, produk tas etniknya mulai dikenal lebih luas. Kini, karya FnR Craft telah menembus pasar internasional seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Rosi bahkan kerap diundang untuk berbagi pengalaman dan keterampilan kepada pelaku UMK lainnya. “Pendampingan dari PTBA membuat kami lebih percaya diri untuk masuk ke pasar korporasi hingga pasar luar negeri,” cerita Rosi. Bagi Grup MIND ID, perjalanan Hera dan Rosi mencerminkan bagaimana ekosistem ekonomi masyarakat dapat tumbuh di wilayah tambang seluruh Indonesia. Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, menegaskan pembinaan UMK merupakan bagian penting dari upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah. MIND ID menargetkan agar para mitra binaan dapat terus berkembang dan naik kelas setiap tahun, baik dari sisi kapasitas usaha maupun peningkatan omzet. “Kami ingin memastikan para mitra binaan tidak hanya menjalankan usaha, tetapi membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan. Ketika kearifan lokal diperkuat dengan kapasitas produksi, kualitas, dan akses pasar, maka produk daerah tidak lagi berhenti sebagai komoditas lokal. Ia bisa naik kelas menjadi bagian dari rantai nilai yang lebih luas, bahkan global. Di situlah pemberdayaan ekonomi lokal tidak sekadar program sosial, melainkan strategi memperdalam struktur ekonomi nasional," ucap Dany. Melalui berbagai program pembinaan, Grup MIND ID memberikan dukungan mulai dari akses permodalan, mentoring bisnis, kurasi kemasan dan desain, peningkatan standar mutu, hingga penguatan strategi pemasaran digital. Selain itu, Grup MIND ID juga membuka akses pasar melalui berbagai pameran, kanal pemasaran business-to-business (B2B), serta gerai kurasi produk. Dukungan tersebut membuat UMK binaan semakin siap menghadapi lonjakan permintaan, termasuk pada periode Bulan Suci Ramadan dan Lebaran, melalui perencanaan produksi hingga pengelolaan distribusi yang lebih optimal. Momentum ini juga dioptimalkan melalui partisipasi 31 UMK binaan Grup MIND ID dalam Bazar UMKM Kementerian ESDM yang diselenggarakan pada 9 hingga 11 Maret 2026. Beragam produk ditampilkan dalam kegiatan ini, mulai dari panganan khas daerah, kriya dan wastra, produk herbal, hingga cendera mata lokal. Bagi Hera dan Rosi, ajang ini menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring pasar sekaligus memperkenalkan produk daerah kepada lebih banyak pelanggan. “Kami belajar mengelola pesanan Lebaran dengan lebih rapi. Bangga rasanya ketika produk daerah kami menjadi buah tangan. Tas etnik ini bukan hanya cantik, tapi juga membawa cerita tentang Sumatra Selatan,” beber Rosi. Bagi MIND ID, geliat UMK di wilayah tambang pada momentum Lebaran menunjukkan ketika kapasitas pelaku usaha diperkuat dan akses pasar dibuka, nilai tambah tidak berhenti di sektor industri saja, tetapi juga hadir dalam kehidupan masyarakat, mulai dari dapur keluarga hingga menjadi buah tangan yang membawa kearifan lokal, kebanggaan nusantara, dan harum di kancah global.

Perkuat Rantai Pasok Hilirisasi, Indonesia Semakin Gencar Optimalkan Bauksit Nusantara
Nusantara
Jumat, 09 Januari 2026 | 14:30 WIB

Perkuat Rantai Pasok Hilirisasi, Indonesia Semakin Gencar Optimalkan Bauksit

Jakarta, katakabar.com - Pemanfaatan dan hilirisasi bauksit semakin krusial guna perkuat rantai pasok industri dalam negeri. Bauksit yang diolah menjadi alumina dan aluminium merupakan bahan baku strategis bagi berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, konstruksi, transportasi, hingga energi terbarukan. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sumber daya bauksit Indonesia mencapai sekitar 7,4 miliar ton, dengan cadangan sekitar 2,7 miliar ton di antaranya berstatus siap ditambang. Besarnya cadangan tersebut menunjukkan Indonesia memiliki modal mineral yang sangat kuat untuk mendorong hilirisasi dan industrialisasi nasional. Tetapi, pemanfaatan cadangan bauksit tersebut selama ini belum optimal. Hal ini tercermin dari pola produksi yang masih sangat bergantung pada ekspor bijih mentah. Produksi bijih bauksit nasional sempat mencapai 31,8 juta ton pada 2022. Setelah penerapan larangan ekspor bahan mentah, produksi menurun menjadi sekitar 19 juta ton pada 2023 dan kembali menyusut menjadi 16,8 juta ton pada 2024. Kondisi tersebut menegaskan percepatan pengembangan fasilitas pengolahan bauksit di dalam negeri menjadi semakin mendesak. Hilirisasi dipandang sebagai langkah strategis agar cadangan mineral nasional mampu memberikan nilai tambah maksimal bagi perekonomian, sekaligus memperkuat struktur industri nasional secara berkelanjutan. Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Watch (ISEW), Ferdy Hasiman menilai program hilirisasi bauksit nasional memasuki fase krusial pada 2026. Menurutnya, Indonesia perlu terus mempercepat transformasi ekonomi dari pola pertambangan ekstraktif menuju ekosistem industri terintegrasi berbasis nilai tambah. “Indonesia mulai menunjukkan langkah progresif yang sangat berarti. Pola lama pertambangan ekstraktif mulai ditinggalkan, dan hilirisasi menjadi instrumen penting untuk menekan defisit neraca pembayaran melalui pengolahan berbagai komoditas mineral di dalam negeri,” ujar Ferdy. Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang semakin mengoptimalkan peran Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID integrasikan rantai hilirisasi bauksit, mulai dari pengolahan menjadi alumina hingga aluminium. Integrasi ini dinilai penting untuk menjamin ketersediaan bahan baku industri nasional tanpa ketergantungan pada pasokan luar negeri. Bahan baku aluminium yang dihasilkan dari pengolahan terintegrasi tersebut diharapkan menjadi fondasi terbentuknya rantai pasok industri yang kuat, mendukung sektor manufaktur, transportasi, hingga pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Pandangan serupa disampaikan Guru Besar Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwandi Arif. Ia menjelaskan kebutuhan aluminium bersifat lintas sektor dan terus meningkat seiring perkembangan ekonomi global. “Di negara berpendapatan tinggi, aluminium banyak digunakan untuk sektor transportasi. Sementara di negara berpendapatan rendah dan menengah, penggunaannya lebih dominan untuk sistem transmisi listrik, barang manufaktur, dan konstruksi,” kata Irwandi dalam bukunya Bauksit Indonesia. Kajian International Aluminium Institute juga menyebutkan bahwa kapasitas pemurnian alumina merupakan indikator utama dalam memperkuat daya saing industri suatu negara. Dengan terealisasinya pengolahan bauksit terintegrasi di Mempawah, Indonesia kini berada pada posisi strategis untuk memenuhi kebutuhan aluminium, baik bagi pasar domestik maupun global. Ke depan, penguatan proyek hilirisasi bauksit diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan cadangan nasional, memperkuat struktur industri dalam negeri, serta menjadikan aluminium sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi dan industrialisasi masa depan Indonesia.

Pelindo Multi Terminal Optimalkan Kinerja dan Fasilitas di Pelabuhan Malahayati Nasional
Nasional
Selasa, 21 Oktober 2025 | 18:34 WIB

Pelindo Multi Terminal Optimalkan Kinerja dan Fasilitas di Pelabuhan Malahayati

Banda Aceh, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) selaku subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) berfokus pada pengelolaan dan operasional terminal nonpetikemas, terus mengoptimalkan kinerja layanan di Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar. Hingga September 2025, pelabuhan ini mencatat realisasi trafik yang terdiri dari berbagai jenis komoditas, mulai dari bag cargo, hingga curah cair dan curah kering. Berdasarkan data operasional, total bag cargo yang terealisasi hingga September 2025 mencapai 10.691 ton, sedangkan untuk kontainer mencapai 8.406 TEUs. Sementara, untuk komoditas curah cair tercatat sebanyak 62.953 ton, dan curah kering sebanyak 3.075 ton. "Kami berkomitmen untuk menjaga kelancaran arus logistik dan memperkuat peran Pelabuhan Malahayati sebagai simpul penting distribusi barang di wilayah Aceh dan sekitarnya," terang Branch Manager SPMT Malahayati Agust Deritanto. Pelabuhan Malahayati yang berlokasi di Krueng Raya, Aceh Besar, merupakan salah satu pelabuhan strategis di bawah pengelolaan Pelindo Multi Terminal. Pelabuhan ini didominasi oleh kegiatan bongkar muat komoditas semen curah, semen bag, aspal, pozolan, dan beras, yang sebagian besar merupakan produk ekspor asal Aceh. Dengan kedalaman alur -9 mLWS (mean low water springs) dan panjang dermaga mencapai 380 meter, yang didukung dengan fasilitas pelabuhan meliputi lapangan penumpukan seluas 13.980 m² dan area pergudangan tertutup 800 m² yang berfungsi untuk penyimpanan sementara berbagai jenis muatan. Untuk mendukung kelancaran kegiatan bongkar muat, Pelabuhan Malahayati juga dilengkapi dengan 1 unit reachstacker, 1 unit harbour mobile crane (HMC), 2 unit mobile crane, 3 unit forklift, dan 3 unit head truck. Peralatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya Pelindo Multi Terminal dalam menjaga produktivitas, keselamatan, dan keandalan layanan operasional pelabuhan. “Pelabuhan Malahayati memiliki potensi besar sebagai pintu gerbang logistik Aceh, terutama dalam mendukung ekspor komoditas unggulan daerah. Kami terus melakukan optimalisasi fasilitas dan pelayanan agar operasional di pelabuhan ini semakin efisien dan berdaya saing untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia bagian barat,” kata Agust Deritanto.

Saran Teknisi Bangunan Optimalkan PAD Inhu Lewat Izin PBG Tanpa Bebani Masyarakat Riau
Riau
Selasa, 21 Oktober 2025 | 15:16 WIB

Saran Teknisi Bangunan Optimalkan PAD Inhu Lewat Izin PBG Tanpa Bebani Masyarakat

Indragiri Hulu, katakabar.com - Seorang teknisi bangunan telah melalang-melintang, Syafari, sarankan Pemerintah Daerah (Pemda) Indragiri Hulu lebih inovatif optimalkan pendapatan asli daerah (PAD) tanpa menambah beban masyarakat. Menurut Syafari, misalnya optimalisasi PAD lewat izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) semestinya dilakukan pembenahan atau semacam perbantuan sumber daya manusia lokal tentang analisa struktur. Soalnya, kondisi saat ini pemohon yang ingin mengurus izin tersebut sering kelimpungan lantaran teknis persyaratan, seperti sondir, gambar, dan analisa struktur susah didapat. “Ini yang mengganjal PAD asal PBG. Alhasil, karena tantangan itu minat pemohon ngurus izin menurun, ditambah lagi keterbatasan masyarakat soal relasi tempat berkonsultasi,” ujarnya. Lelaki 42 tahun itu menyebut, pemohon mengeluarkan biaya cukup banyak karena ketidak tahuannya. Jadi, Pemda seyogyannya bentuk wadah di luar pemerintah yang fokus menuntaskan keluhan masyarakat luas tentang pengurusan izin. “Gebrakan ini diprediksi mampu membangkitkan animo masyarakat dan berlomba-lomba dalam pengurusan izin mendirikan bangunan, dan akhirnya mengarah pada PAD yang efektif dan efisien,” jelasnya kepada katakabar.com, Selasa (21/10). Selain potensi daerah diterima juga, ucapnya, dapat mengurangi angka pengangguran, yakni lewat pemberdayaan tenaga ahli lokal sesuai dibidang teknis itu sendiri. Tujuannya adalah agar dalam proses teknis permohonan izin cepat dan tidak memakan waktu yang lama. “Bila perlu di setiap 14 kecamatan se Indragiri Hulu ada tenaga ahli sondir misalnya yang standbay agar masyarakat tidak gagal paham dalam proses pelengkapan data untuk mendapatkan izin PBG,” tuturnya. Persoalan ini punya tantangan, lanjutnya, di mana kendala yang kerap terjadi soal analisa struktur bangunan yang belum jadi maupun yang sudah jadi akibat minimnya Sumber Daya Manusia (SDM).

Optimalkan Potensi Vitamin A dari Minyak Sawit Solusi Masalah Gizi Mikro Sawit
Sawit
Senin, 20 Oktober 2025 | 17:19 WIB

Optimalkan Potensi Vitamin A dari Minyak Sawit Solusi Masalah Gizi Mikro

katakabar.com - Minyak sawit di antara sumber daya yang memiliki potensi besar menyediakan vitamin A atau pro-vitamin A. Ini bisa atasi permasalahan gizi mikro yang masih banyak dialami oleh masyarakat Indonesia adalah kekurangan vitamin A (KVA). Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), jumlah penduduk Indonesia yang mengalami KVA mencapai sekitar 10 juta jiwa yang terdiri dari 37 persen anak balita, 17 persen wanita hamil, dan 13 persen ibu menyusui (Wahyuniardi et al., 2017). Kekurangan vitamin A khususnya pada kelompok balita dan anak-anak berpotensi untuk menimbulkan berbagai gangguan kesehatan seperti gangguan penglihatan hingga kebutaan serta hambatan pertumbuhan yang dapat berujung pada stunting, yakni kondisi tubuh pendek dan rendahnya fungsi kognitif. Dampak dari kondisi tersebut tidak hanya terbatas pada aspek kesehatan individu, tetapi juga dapat mengancam produktivitas dan daya saing generasi penerus bangsa. Dalam jangka panjang, risiko KVA berpotensi untuk menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan angka kemiskinan, serta memperlebar kesenjangan sosial di masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin A yang cukup besar, Indonesia masih bergantung pada impor dari dua perusahaan internasional, yaitu BASF (Jerman) dan Roche (Prancis). Berdasarkan data, volume impor produk vitamin A dan turunannya (HS 29362100) di Indonesia tercatat sebesar 227 ton pada tahun 2001 dan meningkat hampir dua kali lipat menjadi 603 ton pada tahun 2018. Sejalan dengan peningkatan volume tersebut, nilai impor produk vitamin A dan turunannya juga mengalami lonjakan signifikan yakni dari US$4,38 juta (sekitar Rp72,7 miliar) menjadi US$40,75 juta (Rp677,6 miliar) pada periode yang sama. Sebagai upaya memenuhi kebutuhan vitamin A dan pro-vitamin A yang terus meningkat, baik untuk keperluan farmasi maupun pangan, Indonesia perlu mengembangkan produksi vitamin A dan pro-vitamin A di dalam negeri dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Sumber daya tersebut harus memiliki ketersediaan melimpah dan berkelanjutan untuk menjamin kontinuitas suplai dan produksi. Menurut jurnal PASPI Monitor (2019) berjudul Potensi Penyediaan Pro-Vitamin A Berbasis Minyak Sawit mengatakan bahwa salah satu sumber daya lokal yang memiliki potensi besar dalam menyediakan vitamin A atau pro-vitamin A adalah minyak sawit. Selama ini minyak sawit dikenal sebagai sumber terkaya karotenoid alami (richest source of natural carotenoid) dengan kandungan beta-karoten yang tinggi (Nagendran et al., 2000; Dauqan et al., 2011). Secara ekuivalen, kandungan vitamin A dalam minyak sawit bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan sumber alami lain seperti jeruk, pisang, tomat, dan wortel. Selain itu, minyak sawit mengandung beta-karoten dalam jumlah melimpah yang berfungsi sebagai antioksidan sekaligus prekursor alami vitamin A (Krinsky, 1993). Sejumlah penelitian merekomendasikan virgin red palm oil (VRPO) atau minyak sawit merah sebagai sumber fortifikan yang kaya akan beta-karoten. Penelitian yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 1963–1965 menunjukkan penggunaan minyak sawit merah dapat meningkatkan status vitamin A yang ditunjukkan melalui peningkatan kadar vitamin A dalam serum anak-anak (Oey et al., 1967). Kandungan karoten (alfa dan beta) dalam VRPO mencapai 300–500 mg/kg. Berdasarkan hasil penelitian Yuliasari et al. (2017), metode mikroenkapsulasi dengan bahan pengapsul yang terbuat dari kombinasi maltodekstrin dan xanthum gum direkomendasikan untuk melindungi kandungan beta-karoten dalam VRPO sekaligus memperluas aplikasi fortifikan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa VRPO dapat dimanfaatkan sebagai sumber pro-vitamin A dan fortifikan pada minyak goreng sawit (MGS). Penelitian Hariyadi (2019) mengungkapkan, campuran 10 persen VRPO yang mengandung beta-karoten sebanyak 300 ppm dengan 90 persen MGS yang tidak mengandung beta-karoten akan menghasilkan MGS kaya karoten sebesar 30 ppm atau setara dengan kandungan vitamin A (pro-vitamin A) sebesar 50 IU. Kandungan tersebut melampaui standar yang ditetapkan dalam SNI MGS, yakni 45 IU. Penggunaan VRPO sebagai fortifikan MGS dalam rangka implementasi SNI MGS juga dinilai lebih aman bagi kesehatan mengingat VRPO merupakan fortifikan alami. Temuan ini sejalan dengan penelitian Kupan et al. (2016) yang menunjukkan bahwa ekstraksi beta-karoten dari minyak sawit merupakan langkah strategis dalam menghadapi perubahan preferensi pasar global terhadap produk vitamin dan pro-vitamin A alami yang sehat, aman untuk konsumsi jangka panjang, serta ramah lingkungan. Berdasarkan uraian tersebut diketahui bahwa minyak sawit memiliki potensi besar sebagai sumber pro-vitamin A yang dapat dimanfaatkan oleh industri di Indonesia, baik untuk produk kesehatan maupun fortifikasi pangan.

Bantu Optimalkan Penggunaan WordPress Bisnis, Doxadigital Jadi Mitra WordPress di Indonesia Tekno
Tekno
Minggu, 05 Oktober 2025 | 12:30 WIB

Bantu Optimalkan Penggunaan WordPress Bisnis, Doxadigital Jadi Mitra WordPress di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Doxadigital, agensi digital marketing Indonesia selama ini dikenal sebagai mitra resmi dari Google, Meta, dan TikTok, kini perluas pilar bisnisnya hadirkan layanan WordPress Development untuk bisnis di Indonesia. Melalui kemitraan strategis sebagai Automattic Agency Partner di Indonesia, Doxadigital berkomitmen membawa standar baru dalam pengembangan dan performa website berbasis WordPress untuk kebutuhan bisnis dan institusi pemerintahan. WordPress telah menjadi salah satu platform utama yang digunakan mayoritas pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia karena kemudahan penggunaan dan fleksibilitasnya. Selain itu, banyak instansi pemerintahan juga mengandalkan WordPress untuk membangun situs resmi mereka karena sifatnya yang open-source, terstandarisasi, dan mudah diintegrasikan dengan sistem informasi publik. Tapi, pada prakteknya banyak situs WordPress tidak berjalan optimal karena keterbatasan pemahaman teknis, penggunaan plugin berlebihan, hingga pemilihan infrastruktur yang memperburuk performa, belum lagi ditambah ketidakwaspadaan celah yang dihasilkan dari pemakaian yang tidak tepat. Melihat permasalahan tersebut, Doxadigital dan Automattic (sebagai pengembang aplikasi WordPress) sepakat untuk bekerja sama menghadirkan infrastruktur dan dukungan teknis kelas enterprise bagi seluruh jenis bisnis yang sebelumnya hanya tersedia untuk pasar global.