OTC

Sorotan terbaru dari Tag # OTC

Tokocrypto Luncurkan Layanan OTC untuk Fasilitasi Transaksi Kripto Skala Besar Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 07 November 2025 | 18:51 WIB

Tokocrypto Luncurkan Layanan OTC untuk Fasilitasi Transaksi Kripto Skala Besar

Jakarta, katakabar.com - Tokocrypto, platform perdagangan aset kripto terdepan di Indonesia, resmi meluncurkan layanan Tokocrypto OTC (Over-the-Counter) sebagai langkah strategis untuk memperkuat layanan bagi investor institusional dan klien bernilai tinggi (high-net-worth individuals/HNWI). Layanan Tokocrypto OTC dirancang khusus untuk memfasilitasi transaksi aset kripto dalam jumlah besar di luar buku order bursa (exchange order book). Melalui akses langsung ke likuiditas mendalam, eksekusi personal, dan penyelesaian transaksi yang aman, layanan ini memungkinkan nasabah melakukan transaksi besar tanpa memengaruhi harga pasar (slippage) dan tetap menjaga kerahasiaan transaksi. “OTC adalah pilar penting dalam membangun ekosistem perdagangan aset digital yang matang. Melalui Tokocrypto OTC, kami ingin menghadirkan solusi aman, efisien, dan sesuai regulasi bagi investor institusional maupun individu bernilai tinggi yang ingin melakukan transaksi besar tanpa gangguan harga pasar,” ucap Calvin Kizana, CEO Tokocrypto. Layanan Tokocrypto OTC memfasilitasi transaksi kripto besar dengan minimum setara US$10.000, mencakup berbagai pasangan aset utama terhadap rupiah seperti USDT, USDC, BTC, ETH, SOL, dan lainnya. Didukung likuiditas global, layanan ini menawarkan eksekusi cepat, aman, dan rahasia, dengan kepatuhan penuh terhadap regulasi (AML, CFT, dan KYC). Klien juga memperoleh layanan personal one-on-one serta biaya transaksi yang kompetitif dan transparan untuk mendukung strategi investasi jangka panjang. “Tokocrypto OTC tidak hanya soal kemudahan transaksi besar, tapi juga soal pengalaman eksklusif yang berfokus pada kepercayaan, efisiensi, dan kepatuhan. Kami ingin menjadi mitra strategis bagi investor yang mencari stabilitas dan nilai tambah dalam perdagangan aset digital,” tambah Calvin. Peluncuran Tokocrypto OTC juga menjadi respons terhadap tren global dan nasional yang menunjukkan pergeseran dari dominasi ritel ke peningkatan partisipasi institusional di pasar kripto. Menurut Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025, Indonesia menempati peringkat ke 7 dunia dalam adopsi kripto dan peringkat ke-4 untuk aktivitas keuangan terdesentralisasi (DeFi). Namun, sub indeks baru yang mengukur aktivitas institusional, khususnya transaksi di atas US$1 juta, menunjukkan bahwa kontribusi Indonesia masih lebih kuat di segmen ritel dibanding institusi. Sementara, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor aset kripto nasional telah mencapai 18,08 juta pengguna, dengan nilai transaksi kumulatif sepanjang tahun ini sampai Oktober 2025 mencapai Rp360,30 triliun. Menanggapi perkembangan ini, Calvin menilai bahwa penurunan posisi Indonesia dalam indeks global bukanlah sinyal penurunan minat, melainkan indikasi meningkatnya kompetisi internasional. “Indonesia masih punya fondasi yang sangat kuat di adopsi ritel. Populasi besar, penetrasi digital tinggi, dan minat generasi muda terhadap aset digital menjadikan kita salah satu pasar paling potensial di dunia,” tutur Calvin. “Peringkat ini justru pengingat bahwa kita harus memperkuat sisi institusional agar mampu melengkapi kekuatan ritel yang sudah mapan," sebutnya. Tokocrypto sebelumnya telah menghadirkan Tokocrypto Prestige, layanan premium yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan investor institusional dan klien VIP. Seiring pertumbuhannya, program ini mencatat peningkatan signifikan, lebih dari 50 persen dari total volume perdagangan di Tokocrypto kini berasal dari segmen VIP dan institusional. Dengan peluncuran Tokocrypto OTC, perusahaan memperluas cakupan layanan Prestige ke level yang lebih profesional dan global, dengan menambahkan fitur-fitur eksekusi lintas pasar dan solusi manajemen risiko yang lebih efisien.

Kenapa Beli USDT Lewat OTC Itu Lebih Untung? Ini Lima Alasannya Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 08 April 2025 | 09:11 WIB

Kenapa Beli USDT Lewat OTC Itu Lebih Untung? Ini Lima Alasannya

Jakarta, katakabar.com - USDT atau Tether salah satu stablecoin paling populer di kalangan investor dan trader aset kripto. Karena nilainya yang stabil mengikuti dolar Amerika Serikat, USDT sering dijadikan pilihan utama untuk menyimpan nilai dan melakukan transaksi antar platform. Tapi, ketika kamu ingin membeli USDT dalam jumlah besar, proses pembelian di bursa publik tidak selalu ideal. Harga bisa tiba-tiba melonjak karena order besar yang masuk, likuiditas bisa terbatas, dan biaya transaksi pun bisa membengkak. Untuk mengatasi tantangan ini, banyak investor beralih ke metode Over-the-Counter (OTC) trading, sebuah solusi yang menawarkan efisiensi dan fleksibilitas lebih tinggi dalam transaksi kripto skala besar. Berikut ini lima alasan utama mengapa membeli USDT melalui OTC bisa menjadi pilihan yang lebih menguntungkan: 1. Harga Lebih Stabil dan Berpotensi Lebih Murah Salah satu masalah utama ketika beli USDT dalam jumlah besar di bursa adalah slippage, yaitu perubahan harga karena order besar yang masuk secara tiba-tiba. Di OTC, kamu akan bertransaksi secara langsung dengan penyedia layanan, sehingga harga yang disepakati biasanya sudah tetap sejak awal dan tidak berubah selama proses berlangsung.