Freeport Indonesia Tetap Jadi Penopang dan Fondasi Ekonomi Papua
Jakarta, katakabar.com - PT Freeport Indonesia (PTFI), sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MINDID, terus menjadi penopang utama perekonomian di Papua Tengah, khususnya Kabupaten Mimika. Menurut data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) daerah, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mimika pada 2025 tercatat tetap tinggi sebesar Rp131,07 triliun. Dari sisi struktur ekonomi, sektor pertambangan dan penggalian masih mendominasi. Pada 2025, kontribusi sektor ini tercatat sebesar Rp114,48 triliun. Porsi kontribusi dari sektor tambang terhadap total PDRB pun meningkat. Pada 2025, kontribusinya mencapai 14,51 persen, naik dari 12,35 persen pada 2024. Dari sisi kontribusi fiskal, pada 2025 PTFI mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar 4 persen atau senilai 112,4 juta dolar AS, serta kontribusi untuk pemerintah daerah sebesar 6 persen atau 168,6 juta dolar AS. Total kontribusi langsung tersebut mencapai 281 juta dolar AS atau sekitar Rp4,5 triliun (asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS). Selain itu, kontribusi royalti PTFI tercatat sebesar 345,8 juta dolar AS atau setara Rp5,9 triliun. Dari sisi ketenagakerjaan, pada 2025 total ekosistem tenaga kerja PTFI mencapai sekitar 34.000 orang, terdiri dari 6.630 karyawan langsung dan 27.707 tenaga kerja kontraktor. Sebagian besar tenaga kerja terserap di wilayah operasional Papua, serta fasilitas hilirisasi seperti smelter dan Precious Metals Refinery (PMR) di Gresik. Selain kontribusi langsung, aktivitas PTFI juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) melalui rantai pasok dan kegiatan ekonomi turunan lainnya. Di sisi sosial, belanja program pengembangan masyarakat pada 2025 mencapai 86,2 juta dolar AS, yang difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch, Ferdy Hasiman, menilai kontribusi PTFI dalam lima tahun terakhir semakin signifikan, terutama setelah proses divestasi yang membuat kepemilikan Indonesia mencapai 51 persen. “Kontribusi Freeport untuk negara itu besar sekali, baik dari dividen maupun pajak. Sekarang juga terus berekspansi hingga ke hilirisasi, sehingga tidak hanya kontribusi fiskalnya besar, tapi juga potensi serapan tenaga kerja,” ujar Ferdy. Menurutnya, keberadaan PTFI menjadikan Papua sebagai salah satu kontributor penting bagi perekonomian nasional, terutama melalui komoditas strategis seperti emas dan tembaga. “Tembaga itu penting untuk industri, termasuk ekosistem baterai kendaraan listrik. Ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” jelasnya. Ferdy menyoroti transformasi operasional PTFI di bawah MIND ID dari tambang terbuka (open pit) ke tambang bawah tanah (underground) sebagai capaian besar dengan standar internasional dan nilai investasi yang signifikan. “Investasinya sangat besar, bisa mencapai 15 miliar dolar AS sampai 20 miliar dolar AS. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia,” ucapnya. Dari sisi daerah, ia menambahkan kontribusi PTFI terhadap perekonomian Papua, khususnya Mimika, sangat dominan, termasuk melalui kepemilikan saham daerah sebesar 10 persen yang memberikan tambahan dividen bagi pemerintah daerah. Tetapu, Ferdy mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana tersebut. “Freeport sudah berkontribusi besar untuk negara dan daerah. Harapannya, dana itu benar-benar digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masyarakat Papua,” bebernya. Selain itu, ia menilai PTFI telah memberikan kontribusi sosial melalui pembangunan fasilitas seperti rumah sakit dan infrastruktur olahraga di Mimika, serta mendorong transfer pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat lokal. Ke depan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menargetkan pendapatan daerah dalam APBD 2026 sebesar Rp2,43 triliun. Dengan kontribusi yang besar terhadap struktur ekonomi dan fiskal daerah, PTFI diproyeksikan tetap menjadi kontributor utama dalam mendukung pencapaian target tersebut.
Pangkogabwilhan III Pastikan Bandara Perintis di Papua Aman dan Siap Beroperasi
Papua, katakabar.com - Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi pastikan 11 bandara perintis di Papua telah diamankan penuh oleh TNI setelah sebelumnya ditutup akibat gangguan keamanan oleh KKB. Dengan pengamanan tersebut, bandara-bandara yang menjadi jalur vital bagi distribusi logistik, layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman Papua segera kembali beroperasi. Langkah cepat ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan wilayah sekaligus menjamin keselamatan masyarakat di Bumi Cendrawasih. Bersama Panglima Komando Daerah Angkatan Udara III (Pangkodau III), Marsda TNI Azhar Aditama Djojosugito, serta personel TNI lainnya, Bambang terjun langsung tinjau sejumlah bandara perintis, salah satunya di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. “Alhamdulillah, Pasukan TNI telah berada di seluruh bandara perintis dan memulihkan kondusivitas di tiga wilayah Papua, yakni Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah, yang sebelumnya ditutup oleh Kemenhub pada 16 Februari lalu,” ujar Bambamg saat dihubungi wartawan, Senin, (1/3) lalu. Adapun bandara yang kini dijaga 24 jam oleh TNI, meliputi Lapter Iwur, Teiraplu, dan Aboy di Papua Pegunungan, Lapter Korowai Batu Bomakia, Yaniruma, dan Manggelum di Papua Selatan, serta Lapter Beoga, Dagai, Fawi, dan Kapiraya di Papua Tengah. Pengamanan dilakukan secara terpadu guna memastikan operasional penerbangan berjalan aman dan lancar. Menurut Bambang, bandara perintis di Papua bukan sekadar infrastruktur transportasi udara. Di tengah kondisi geografis yang didominasi hutan lebat, pegunungan, dan perbukitan, bandara merupakan urat nadi kehidupan masyarakat jalur vital distribusi logistik, pelayanan kesehatan, akses pendidikan, hingga mobilitas ekonomi warga pedalaman. “Insya Allah, urat nadi kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan saudara-saudara kita di pelosok Papua akan kembali berdenyut. Bandara yang kami jamin kondusivitasnya ini segera dibuka untuk masyarakat,” tegasnya. Dalam pelaksanaannya, Pasukan TNI tidak hanya melakukan pengamanan area, tetapi juga mendukung fungsi pelayanan lalu lintas udara melalui unsur Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU yang bertugas membantu pengaturan Air Traffic Controller (ATC). Sinergi matra darat dan udara ini menunjukkan kesiapsiagaan TNI dalam menjaga objek vital nasional di wilayah rawan. Kehadiran jenderal bintang tiga TNI di 11 bandara perintis tersebut menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak tinggal diam terhadap setiap ancaman yang mengganggu keselamatan rakyat dan stabilitas pembangunan di Papua. Negara hadir, negara melindungi, dan negara memastikan pembangunan tetap berjalan. Sambutan hangat tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemuka agama di sekitar Bandara Perintis Manggelum mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap pulihnya konektivitas udara. Bandara bukan hanya landasan pacu pesawat, tetapi jembatan harapan, rantai suplai ekonomi, dan simbol keberlanjutan pembangunan di wilayah terluar Indonesia. Dengan pengamanan penuh dari TNI dan dukungan seluruh elemen masyarakat, 11 bandara perintis tersebut diyakini segera kembali beroperasi normal. Konektivitas udara di Papua akan tetap terjaga demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat persatuan nasional, serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. “Insya Allah, bandara perintis akan kembali dibuka untuk melayani masyarakat Papua. Bersama seluruh elemen bangsa di Bumi Cendrawasih, mari kita jaga dan rawat bandara perintis sebagai simbol kedaulatan, kemajuan, dan kemakmuran Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” sebut Bambang.
Pangkogabwilhan III: Pemulihan Kondusivitas Keamanan 11 Bandara Perintis di Papua Intensif
Papua, katakabar.com - Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, pastikan pemulihan kondusivitas keamanan di 11 bandara perintis Papua berlangsung intensif pascagangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Penguatan pengamanan dilakukan bersama unsur TNI-Polri dan didukung tokoh adat serta masyarakat guna menjamin kelancaran distribusi logistik dan aktivitas warga di wilayah pedalaman. Upaya pemulihan tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI mengayomi masyarakat Papua, serta memperkuat semangat bela negara melalui perlindungan terhadap objek vital transportasi udara yang menjadi urat nadi kehidupan warga. Didampingi Panglima Komando Daerah Udara (Kodau) III, Marsda TNI Azhar Aditama, Asops Kogabwilhan III Brigjen TNI Patar Mospa Natanael Sitorus, dan Asops Kodau III Kolonel Pnb Sri Raharjo, Bambamg menyambangi Bandara Korowai Batu di Papua Selatan, untuk mengecek kesiapan pasukan dalam mengamankan bandara. “Pertama, kita fokus pada pemulihan kondusivitas 11 bandara perintis yang sebelumnya ditutup oleh Kementerian Perhubungan. Insya Allah prosesnya cepat, karena kita dibantu tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat sekitar yang terdampak aksi kriminal KKB,” kata Bambang saat dihubungi waratawan, Kamis (19/2) lalu. Menurut Bambang, TNI telah memperkuat pengamanan di seluruh bandara perintis di Papua, khususnya Bandara Korowai Batu yang memiliki peran strategis sebagai penghubung wilayah Papua Pegunungan dan Papua Selatan. "Di wilayah pegunungan dan pelosok Papua, pesawat bukan sekadar moda transportasi, tetapi menjadi jalur utama distribusi bahan pokok, obat-obatan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pendidikan. Jadi, gangguan terhadap operasional bandara perintis berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," jelasnya. Lantaran itu, ucap Bambang, TNI mempertebal kekuatan pengamanan dengan melibatkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), Koops Habema, Pasukan Rajawali, serta unsur Brimob Polri untuk menjaga perimeter bandara dan kawasan keselamatan operasi penerbangan. “Kami pertebal pasukan untuk menjaga kawasan keselamatan operasi penerbangan di bandara perintis yang menjadi urat nadi distribusi logistik masyarakat pedalaman Papua,” tegasnya. Negara Hadir Bela Negara Papua Damai Kehadiran jenderal bintang tiga TNI di Papua Selatan menjadi sinyal kuat negara hadir dan tidak tinggal diam terhadap gangguan keamanan yang mengancam keselamatan masyarakat. “Pemerintah pusat melalui TNI, berkomitmen memastikan stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan Papua yang inklusif dan berkeadilan,” jelas Bambang. Langkah ini juga mencerminkan implementasi nyata semangat bela negara, di mana masyarakat bersama TNI menjaga objek vital nasional seperti bandara perintis merupakan bagian dari tanggung jawab bersama demi menjaga kedaulatan negara dan keselamatan rakyat. Dengan sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, serta dukungan tokoh adat dan agama dan masyarakat, pemulihan bandara perintis di Papua diharapkan segera tuntas, sehingga roda perekonomian, distribusi logistik, dan pelayanan publik kembali berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat Papua. “Secepatnya kita pulihkan kondusivitas 11 bandara perintis agar aktivitas saudara-saudara kita di Papua kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tandasnya.
Dorong Kesehatan Inklusif di Papua, Kogabwilhan III Serahkan Bantuan Alat Bantu Dengar dan Sembako
Jayapura, katakabar.com - Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III salurkan bantuan alat bantu dengar bagi penyandang tunarungu seiring peresmian Hearing Center perdana di Papua, persisnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura. Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah konkret dalam memperluas akses layanan kesehatan pendengaran yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Papua. Kegiatan tersebut menegaskan komitmen Kogabwilhan III dukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Papua. Peresmian Hearing Center tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Provinsi Papua, Matius D Fakhiri. Kehadiran fasilitas ini menandai dimulainya era baru pelayanan kesehatan pendengaran yang lebih modern dan inklusif di Tanah Papua. Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, menyampaikan pemberian alat bantu dengar tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi TNI dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur. “Syukur Alhamdulillah, di awal tahun 2026 ini masyarakat Papua sudah dapat menikmati layanan kesehatan pendengaran yang lengkap, mulai dari pemeriksaan audiometri, layanan THT, hingga pengobatan gangguan pendengaran, melalui Hearing Center pertama di Papua yang berada di RSUD Jayapura,” jelas Bambang kepada wartawan, Jumat (9/1) lalu. Selain itu, Kogabwilhan III salurkan bantuan berupa paket sembako kepada masyarakat, terutama bagi penyandang disabilitas yang tengah menjalani perawatan di RSUD Jayapura. Ia menekankan sinergi antara TNI dan Pemerintah Provinsi Papua menjadi faktor penting dalam menghadirkan sistem pelayanan kesehatan yang inklusif, merata, dan berkesinambungan di 'Bumi Cendrawasih'. “Bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan penyelenggra megara lainnya di Bumi Cendrawasih, TNI berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang menjamin kesempatan dan akses yang setara bagi semua warga negara, termasuk penyandang disabilitas,” jelasnya. Ia menambahkan, penyediaan sarana, prasarana, serta lingkungan layanan kesehatan yang ramah disabilitas merupakan langkah strategis untuk menghapus berbagai hambatan, baik fisik maupun nonfisik, sehingga masyarakat dapat memperoleh hak atas kesehatan secara optimal. “Pelayanan kesehatan yang inklusif memungkinkan setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, hidup sehat, mandiri, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa, sebagai bagian dari pemenuhan hak asasi manusia,” sebut Bambang.
Telkom AI Center of Excellence Edukasi Lebih 50 Anak Muda Papua
Jayapura, katakabar.com - Telkom AI Center of Excellence Papua (AI Center Papua) kembali menunjukkan komitmennya dukung peningkatan literasi teknologi di kalangan generasi muda Papua dengan menggelar workshop bertajuk “Bijak Dalam Penggunaan AI di Masa Muda”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan berhasil menarik partisipasi lebih dari 50 anak muda Papua dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi. Workshop ini salah satu bentuk dukungan nyata dari AI Center Papua sebagai ruang belajar dan pengembangan kapasitas anak muda Papua dalam mengenal, memahami, serta memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diperkenalkan pada konsep AI, tetapi juga diajak untuk memahami peran penting manusia dalam mengendalikan dan memanfaatkan teknologi tersebut secara bertanggung jawab. Konsep workshop dirancang secara interaktif dan menarik, sehingga menciptakan ruang diskusi yang terbuka bagi peserta untuk saling belajar dan berbagi pengalaman terkait penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari. Peserta berasal dari berbagai wilayah, antara lain Provinsi Papua, Provinsi Papua Barat Daya, dan Provinsi Papua Tengah, yang menambah kekayaan perspektif dalam diskusi yang berlangsung selama kegiatan. Acara ini dipandu oleh Business and Community Lead (BCL) Telkom AI Connect Papua, Agustien Sanggenafa. Di sesi pembukaan, Agustien memperkenalkan Telkom AI Center of Excellence Papua serta peran pilar AI Connect dalam membangun ekosistem pembelajaran AI di Tanah Papua. Ia menyampaikan harapannya agar anak muda Papua dapat menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kreatif, dan beretika. Sesi utama workshop diisi Teguh Hidayat Iskandar Alam, S.Kom., M.MT, dosen IT Universitas Muhammadiyah Sorong sekaligus CEO Jasgo Academy. Dalam pemaparannya, Teguh menekankan pentingnya sikap bijak dalam menggunakan AI, khususnya di kalangan generasi muda. Ia menjelaskan AI tidak dapat menggantikan peran manusia sepenuhnya, karena teknologi tersebut bekerja berdasarkan perintah dan kendali manusia. Lantaran itu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan etika tetap menjadi hal yang tidak tergantikan. Selain itu, Teguh juga mengingatkan peserta agar tidak bergantung sepenuhnya pada AI, melainkan menjadikannya sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas diri. Penggunaan AI yang beretika dan bertanggung jawab dinilai sangat penting agar teknologi ini benar-benar memberikan dampak positif bagi individu maupun masyarakat luas. Kegiatan workshop ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung secara interaktif dan penuh antusiasme. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan serta berbagi pandangan terkait tantangan dan peluang penggunaan AI di Papua. Di bagian akhir acara, Agustien Sanggenafa menyampaikan rangkuman kegiatan, membagikan form evaluasi, mengajak peserta untuk foto bersama secara daring, serta mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak yang terlibat. Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal bagi anak muda Papua untuk lebih bijak, cerdas, dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.
Jelang Nataru, Pangkogabwilhan III Hadiri Tradisi Bakar Batu di Tanah Papua
Jakarta, katakabar.com - Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Bambang Trisnohadi pastikan kondisi keamanan di Papua berada situasi aman dan kondusif. Hal tersebut tercermin dari kehidupan sosial masyarakat yang berjalan harmonis, salah satunya melalui pelaksanaan tradisi bakar batu di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Letjen TNI Bambang Trisnohadi mengatakan, dirinya menghadiri undangan masyarakat Distrik Hitadipa sempena menyambut perayaan Natal 2025. Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat kebersamaan dan keharmonisan antara aparat negara dan masyarakat setempat. “Saya menghadiri undangan tradisi bakar batu dari saudara-saudara kita di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, sempena menyambut Natal 2025,” ujar Bambang di Jakarta, Rabu (17/12) lalu. Menurut Bambang, suasana hangat dan penuh kekeluargaan sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Kehadiran Kepala Distrik Hitadipa Sulaeman Bilambani, para tokoh agama dan adat, serta ratusan warga setempat semakin memperkuat nilai kebersamaan dalam acara tersebut. Ia menjelaskan, tradisi bakar batu memiliki filosofi luhur yang merefleksikan karakter masyarakat pegunungan Papua yang sederhana, tulus, dan menjunjung tinggi semangat persaudaraan. Batu yang dibakar melambangkan kehangatan hati dan semangat berbagi, sementara makanan yang dimasak dan disantap bersama menjadi simbol persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Setiap batu panas yang ditata, daun pisang yang disusun, hingga makanan yang dibagikan mengandung pesan kemanusiaan yang sangat kuat. Dalam kebersamaan dan saling berbagi, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Yang ada hanyalah persaudaraan, satu tanah, satu semangat, semangat persatuan dan cinta NKRI,” ulasnya. Setelah doa bersama yang dipimpin pemuka agama, Pendeta Yonathan Sani, Pangkogabwilhan III bersama jajaran pejabat utama Kogabwilhan III menyerahkan bantuan paket sembako kepada ratusan warga Distrik Hitadipa. Selain itu, juga digelar pelayanan kesehatan gratis serta pembagian bingkisan berupa camilan dan mainan bagi anak-anak. Di kegiatan tersebut, Bambang turut menyaksikan proses pembongkaran liang masak bakar batu sebelum makan bersama warga. Untuk kegiatan itu, masyarakat menyiapkan tujuh ekor babi, 200 ekor ayam, serta masing-masing delapan karung umbi-umbian dan sayuran. Bambang menegaskan, tradisi bakar batu bukan sekadar warisan budaya, melainkan pelajaran hidup tentang rasa syukur, saling menghargai, serta menjaga keharmonisan dengan sesama dan alam. “Tradisi ini adalah warisan yang tidak akan pernah pudar, sehangat batu yang menyinari cinta di setiap hati saudara-saudara kita di Papua,” tandasnya.
LK III Badko HMI Papua Barat-Papua Barat Daya : Strategi dan Tantangan Ekonomi Global di Indonesia
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia terus menghadapi tekanan ekonomi global yang dipicu oleh fluktuasi harga komoditas, konflik geopolitik, serta kompetisi investasi di kawasan Indo-Pasifik
Tokocrypto Bawa Edukasi Kripto ke Papua, Perkuat Literasi Keuangan Digital
Rieka. Rieka menambahkan bahwa era digital membuka peluang besar bagi masyarakat Papua untuk bisa setara dalam pemanfaatan teknologi finansial. “Melalui dukungan edukasi yang konsisten, kolaborasi dengan komunitas lokal, serta keterlibatan aktif di platform digital, kami percaya ekosistem kripto di Papua dan Indonesia Timur akan terus tumbuh sehat. Inklusi finansial digital tidak boleh hanya terkonsentrasi di Jawa atau kota besar, tetapi harus merata hingga ke ujung timur Indonesia,” ucapnya.
Kogabwilhan III Gelar Pengobatan Gratis di Kampung Batas Batu, Distrik Krepkuri, Papua
Papua, katakabar.com - Komando Gabungan Wilayah Pertahanan atau Kogabwilhan III tunjukkan lagi perannya, tidak hanya sebagai garda terdepan pertahanan negara, tapi juga sebagai pelayan masyarakat. Sempena memperingati Hari Anak Nasional 2025, Kogabwilhan III gelar kegiatan bakti sosial, berupa pengobatan gratis, makan bergizi, bantuan pengajaran dan kelengkapan sekolah di Kampung Batas Batu, Distrik Krepkuri, Kenyam, Papua. Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi menegaskan, tugas TNI tidak sebatas menjaga kedaulatan negara, melainkan hadir untuk memajukan kesejahteraan rakyat, terutama di wilayah terdepan dan tertinggal. “Kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak, khususnya anak-anak dan lansia,” ujar Letjen Bambang. Tim medis gabungan layani 202 pasien pada pengobatan massal ini, terdapat dua kelompok tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah Kampung Batas Batu, Distrik Krepkuri secara gratis. Antusiasme masyarakat dan peran tokoh lokal mendapat sambutan hangat, termasuk para tokoh adat, kepala suku, pastor, suster, serta guru-guru sekolah. Keterlibatan tokoh masyarakat dinilai penting untuk keberhasilan program sosial di wilayah ini. Penguatan Ketahanan Nasional melalui Kesehatan Langkah TNI ini bagian dari strategi pertahanan berbasis kesejahteraan (human security) yang memandang kesehatan masyarakat sebagai fondasi ketahanan bangsa.
Penugasan Satgas Pamtas RI-PNG, 450 Prajurit Yonif 100/PS Ditugaskan ke Papua
Belawan, Katakabar.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Langkat, Amril, S.Sos., M.AP, mewakili Pj. Bupati Langkat, H. M. Faisal Hasrimy, AP., M.AP, menghad...