Pelaku UMKM

Sorotan terbaru dari Tag # Pelaku UMKM

Dorong Penguatan Pelaku UMKM, Bupati Zukri Resmikan KURDA Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 05 Desember 2023 | 22:08 WIB

Dorong Penguatan Pelaku UMKM, Bupati Zukri Resmikan KURDA

Pelalawan, katakabar.com - Bupati Kabupaten Pelalawan, H Zukri resmikan salah satu program subsidi bernama Koperasi Usaha Rakyat Daerah (KURDA) buat para pedagang yang bernaung di bawah Dinas Perindustrian Perdagangan dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah, pafa Selasa (5/12). Persemian KURDA di Pasar Baru Pangkalan Kerinci, tampak Bupati Kabupaten Pelalawan,H. Zukri didampingi istri, disambut senyum bahagia para pedagang yang dibantu melalui Koperasi Usaha Rakyat Daerah (KURDA). Bupati Kabupaten Pelalawan, H. Zukri mengatakan, dasar dari pelaksanaan program ini adalah untuk membantu pedagang agar terhindar rentenir atau lintah darat. “Bapak ibu jangan ragu, nanti didampingi BPR Dana amanah untuk proses peminjamannya, sehingga tidak perlu lagi mencari ke tempat lain yang bisa membuat susah,” jelas Zukri. Diceritakan H. Zukri, sangat menyayangkan pedagang yang masih meminjam dengan lintah darat atau rentenir. Padahal syarat sangat mudah tapi bunganya sangat susahkan masyarakat. "Jadi, melalui Program Pemerintah Daerah (Pemda), masyarakat tidak boleh lagi meminjam kepada rentenir," imbaunya. Dengan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan ini, harap H. Zukri, dapat dipergunakan pedagang dengan baik agar dapat membantu masyarakat lain yang membutuhkan bantuan. “Tidak ada lagi masyarakat saya yang meminjam kepada rentenir. Jadi, bapak ibu dengan meminjam di KURDA kita masyarakat dapat terbantu. Kalau pedagang sudah merasakannya nanti dapat membantu masyarakat lain yang membutuhkan” kata Zukri lagi. Di penghujung sambutan, Bupati Kabupaten Pelalawan, H. Zukri yang didampingi istri minta doa dari masyarakat agar selalu diberikan kesehatan menjalankan aktivitas, dan mengingatkan masyarakat agar selalu membantu sosialisasikan program pemerintah yang baik. “Doakan saya dan istri selalu sehat, agar kami dapat selalu melaksanakan amanah yang diemban,” sebutnya. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah Kabupaten Pelalawan, H. Hanafi sampaikan laporan mengenai peresmian subsidi bunga pinjaman bagi UMKM yang memiliki tujuan peningkatan pemberdayaan UMKM agar lebih kuat. “Maksud pemberian subsidi bunga pinjaman ini untuk meningkatkan pemberdayaan UMKM agar tumbuh kuat,berkembang serta naik kelas," terang Hanafi. Selain itu, lanjut Hanafi, tujuan pemberian subsidi bunga pinjaman untuk meringankan beban pelaku usaha UMKM dalam pengembalian pinjaman atau debitur hanya mengembalikan pokok pinjaman. Di mana yang menerima subsidi bunga pinjaman pelaku UMKM yang memiliki KTP Kabupaten Pelalawan dan memiliki usaha. "Bank penyalur kredit bagi pelaku UMKM yang menerima subsidi bunga adalah Bank BPR Dana Amanah dengan besaran subsidi bunga pinjaman paling tinggi 12 persen dan besaran pinjaman maksimal Rp50 Juta serta jangka waktu paling lama tiga tahun," bebernya. Adanya program ini, harap Hanafi, masyarakat dapat merasakan manfaat bantuan dari pemerintah. “Melalui program subsidi ini nanti masyarakat, khusus pedagang, dan oelaku UMKM bisa merasakan manfaat bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pelalawan," timpalnya.

Workshop, Politeknik LPP Yogyakarta Ajari Pelaku UMKM Olah Produk Turunan Sawit Nasional
Nasional
Kamis, 19 Oktober 2023 | 16:07 WIB

Workshop, Politeknik LPP Yogyakarta Ajari Pelaku UMKM Olah Produk Turunan Sawit

Yogyakarta, katakabar.com - Politeknik LPP Yogyakarta taja workshop pengembangan produk UMKM berbahan kelapa sawit pada 18 hingga 19 Oktober 2023 di La Lucia Hotel Belitung. Wakil Direktur Bidang Keuangan, SDM dan Umum Politeknik LPP Yogyakarta, Galuh Banowati menjelaskan, kegiatan ini selama dua hari, para peserta bakal mempraktikkan cara mengolah produk turunan dari kelapa sawit. Selain nanti diharapkan muncul ide-ide kreatif baru dari para pelaku UMKM Belitung. Dengan harapan dapat menimbulkan zero waste dari aktivitas perkebunan kelapa sawit lantaran mampu diolah menjadi produk-produk bernilai ekonomi dari tangan-tangan kreatif. "Politeknik LPP Yogyakarta melihat potensi Belitung sebagai daerah yang memiliki potensi sawit yang besar," jelasnya, dilansir dari laman posbelitung.co, pada Kamis (19/10). Sebelumnya, kata Bonawati, kegiatan serupa digelar di Palangkaraya, lantaram Kalimantan Tengah punya potensi kelapa sawit besar. "Harapan besar kami Belitung menjadi sentra UMKM bisa mengembangkan produk-produk hilirisasi sawit," tegasnya. Kegiatan ini, ulasnya, salah satu peran dari Politeknik LPP Yogyakarta dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, apresiasi dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) atas terlaksananya kegiatan. "Mudah-mudahan bisa berkelanjutan, sebab agenda terakhir di tahun ini bisa meningkatkan peran UMKM," bebernya. Sebelumnya, Kepala Divisi UKM dan Koperasi BPDPKS, Helmi Muhansyah dalam sambutannya secara daring menjabarkan, kelapa sawit salah satu sumber devisa negara. Di kehidupan sehari-hari pun, beragam produk hilirisasi kelapa sawit tak terpisahkan, baik berupa makanan, energi, tinta, maupun produk-produk olahan lainnya. "Melalui langkah ini, bisa mengantarkan kebaikan sawit, serta mempromosikan kebaikan-kebaikan sawit. Kami siap berkolaborasi dengan semua stakeholder dalam mendorong agar sawit bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat," ucapnya. Bupati Belitung diwakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Destika Efenly mengapresiasi acara sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Harapannya pengembangan produk dari limbah sawit dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," terangnya. Diketahui, Bupati Belitung diwakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Destika Efenly. Dilanjutkan pula penyerahan cinderamata oleh Wakil Direktur Bidang Keuangan, SDM, dan Umum Politeknik LPP Yogyakarta, Galuh Banowati kepada Kepala Dinas KUMKM, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung, Syamsudin. Acara workshop diikuti sebanyak 50 peserta, rinciannya dari 39 pelaku UMKM dan 11 pegiat koperasi di Belitung.