Pelonggaran

Sorotan terbaru dari Tag # Pelonggaran

Ekspektasi Pelonggaran The Fed Jaga Momentum Positif Harga Emas Internasional
Internasional
Selasa, 16 Desember 2025 | 11:35 WIB

Ekspektasi Pelonggaran The Fed Jaga Momentum Positif Harga Emas

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) dunia kembali bergerak stabil dengan kecenderungan menguat di awal pekan, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang tetap memposisikan emas sebagai aset lindung nilai utama. Setelah mencetak level tertinggi tujuh minggu di $4.353 pada akhir pekan lalu, harga emas memang sempat mengalami koreksi ringan akibat aksi ambil untung. Tetapi, koreksi tersebut dinilai wajar dan tidak mengubah struktur tren utama yang masih mengarah ke atas. Saat ini, emas bergerak di kisaran $4.300–$4.315, dengan fokus pasar tertuju pada perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat dan kondisi global. Berdasarkan analis dari Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha menilai pergerakan emas masih berada dalam fase bullish yang solid. Indikator teknikal, terutama kombinasi pola candlestick dan Moving Average, menunjukkan tekanan beli tetap dominan. "Koreksi yang terjadi lebih mencerminkan fase konsolidasi sehat setelah reli kuat, bukan sinyal pembalikan arah," ujarnya. Menurut Andy, struktur harga emas saat ini masih memberikan ruang bagi kelanjutan kenaikan selama area support utama mampu dipertahankan. Dari sisi proyeksi teknikal, Andy Nugraha, menyampaikan apabila tekanan bullish kembali menguat, emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju area $4.378. Level tersebut dipandang sebagai target kenaikan terdekat yang dapat diuji dalam jangka pendek, terutama jika sentimen pasar kembali didominasi oleh pelemahan Dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi. Sebaliknya, jika harga gagal mempertahankan momentum dan terjadi koreksi lanjutan, maka area $4.290 menjadi zona support penting yang berpotensi menahan tekanan jual awal. Secara fundamental, kata Andy, harga emas masih ditopang oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada tahun depan. Bank sentral AS pekan lalu telah memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,50%–3,75%, menandai pemangkasan terakhir tahun ini. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia tersebut di mata investor. "Fokus pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi AS, termasuk laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang tertunda, yang dapat menjadi petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya," jelasnya. Selain faktor kebijakan, sebut Andy, meningkatnya ketidakpastian global turut memperkuat peran emas sebagai aset safe haven. Ketegangan geopolitik dan insiden keamanan internasional mendorong investor mencari perlindungan nilai, sehingga aliran dana ke emas tetap terjaga. Meski demikian, pasar juga mencermati pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang masih menekankan pendekatan hati-hati dalam pelonggaran kebijakan. Nada hawkish dari pejabat bank sentral berpotensi memicu penguatan Dolar AS dan menekan harga emas dalam jangka pendek. Secara keseluruhan, Andy Nugraha menilai prospek harga emas hari ini masih condong positif, dengan tren naik tetap terjaga selama tidak terjadi tekanan fundamental yang signifikan. Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang mendukung, emas masih berpeluang melanjutkan penguatan, meskipun volatilitas jangka pendek tetap perlu diantisipasi oleh pelaku pasar.

Emas Bergerak Positif di Tengah Ekspektasi Pelonggaran Suku Bunga Internasional
Internasional
Kamis, 04 Desember 2025 | 10:35 WIB

Emas Bergerak Positif di Tengah Ekspektasi Pelonggaran Suku Bunga

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) kembali jadi pusat perhatian pasar di awal pekan setelah mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Jumat lalu. Logam mulia ini menembus area psikologis $4.200 dan kini bergerak stabil mendekati level $4.230 per troy ounce pada sesi Asia Senin (1/12). Kenaikan ini terjadi dalam kondisi minim katalis ekonomi, namun ekspektasi pelonggaran kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve menjadi faktor dominan yang menjaga momentum bullish di pasar emas. Menurut analisis dari Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, kondisi teknikal XAU/USD menunjukkan sinyal penguatan yang semakin solid. Harga emas kini bergerak di atas beberapa indikator Moving Average utama, dan pola candlestick bullish harian mulai membentuk struktur tren berlanjut. “Selama harga emas bertahan di atas area penting $4.200, peluang untuk melanjutkan kenaikan tetap besar. Potensi kenaikan berikutnya mengarah ke resistance kunci di $4.324,” ujar Andy. Tetapi, Andy mengingatkan adanya peluang koreksi teknikal dalam jangka pendek. Jika pasar merespons data ekonomi AS dengan sentimen risk-off, emas berpotensi kembali terkoreksi menuju area support $4.208 sebelum melanjutkan arah berikutnya. Level tersebut kini menjadi acuan harga terdekat untuk mengukur apakah momentum bullish masih terjaga. Dari sentimen fundamental, pelaku pasar masih fokus pada prospek kebijakan suku bunga The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang penurunan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan Desember melonjak ke 87 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan pekan lalu yang berada di 71 persen. Ekspektasi ini menekan dolar AS yang bergerak melemah di 99,49, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun naik tipis ke 4,023 persen. Meski kenaikan yield biasanya menekan emas, pasar tampaknya lebih fokus pada prospek pelonggaran kebijakan jangka panjang. Selain faktor moneter, dinamika geopolitik turut memberikan warna pada sentimen pasar. Optimisme awal terkait upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Ukraina dapat menurunkan permintaan terhadap aset safe haven, meskipun diskusi masih berada pada tahap negosiasi intensif. Di sisi lain, rilis data PMI Manufaktur ISM AS untuk bulan November yang dijadwalkan hari ini akan menjadi fokus utama pasar. Jika data menunjukkan ekonomi AS masih dalam tekanan, harga emas berpeluang melanjutkan reli. Sebaliknya, hasil yang lebih kuat dari perkiraan dapat memicu penguatan dolar AS dan memicu pullback jangka pendek pada emas. Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang mendukung, tren emas saat ini masih cenderung bullish. Tetapi, pelaku pasar disarankan tetap memperhatikan volatilitas menjelang rilis data AS dan perkembangan kebijakan The Fed.

Investor Dorong Reli Emas Ditengah Prospek Pelonggaran Kebijakan Moneter Fed Internasional
Internasional
Selasa, 11 November 2025 | 18:31 WIB

Investor Dorong Reli Emas Ditengah Prospek Pelonggaran Kebijakan Moneter Fed

Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) lanjutkan penguatan tajam di awal pekan ini, mencerminkan respons pasar terhadap meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. Kenaikan yang mencapai lebih dari 2 persen Senin (10/11) kemarin, menunjukkan para pelaku pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve dapat menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember. Pandangan ini turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai, terutama ketika data ekonomi AS mulai menunjukkan tanda perlambatan. Selama sesi Asia Selasa (11/11), harga emas bergerak stabil di dekat $4.120, tetap berada di zona positif setelah mencetak level tertinggi dua minggu pada sesi sebelumnya. Menurut analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, pola teknikal yang terbentuk saat ini memperlihatkan bahwa dorongan bullish pada emas masih cukup kuat. “Melihat struktur candlestick serta posisi harga terhadap garis Moving Average, momentum kenaikan masih terjaga. Pasar sedang berada dalam fase risk-on terhadap emas,” jelas Andy. Lonjakan harga emas tersebut tidak terlepas dari prospek penurunan suku bunga oleh The Fed. Pasar saat ini memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mencapai sekitar 67 persen, dan peluang tersebut diperkirakan meningkat menjadi 80 persen pada Januari mendatang, mengacu pada perangkat CME FedWatch. Ekspektasi ini muncul setelah rilis data ketenagakerjaan swasta dan indikator konsumsi pekan lalu menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi, yang membuka ruang bagi The Fed untuk mengambil langkah stimulus. “Dalam kondisi suku bunga yang berpotensi lebih rendah, daya tarik emas akan semakin menguat karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih kecil,” tambah Andy. Bila tekanan beli berlanjut, emas memiliki peluang untuk menguji level resistance di sekitar $4.158. Namun, jika tekanan koreksi muncul, maka area $4.104 menjadi level penopang penting yang perlu dicermati. Faktor fundamental lainnya juga memberikan dinamika tambahan. Kabar mengenai kemungkinan berakhirnya penutupan pemerintahan AS memberi sedikit tekanan bagi emas sebagai aset safe haven. Reuters melaporkan bahwa Senat AS telah melanjutkan pembahasan langkah pembukaan kembali pemerintahan federal. Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan dukungan terhadap kesepakatan bipartisan yang memungkinkan aktivitas pemerintah kembali berjalan normal dalam waktu dekat. Jika proses ini berjalan lancar, permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas dapat mengalami penyesuaian jangka pendek. Dari sisi pasar mata uang dan obligasi, Indeks Dolar AS (DXY) menguat tipis ke level 99,67, sedangkan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun stabil di sekitar 4,115 persen. Imbal hasil riil AS yang naik ringan juga menjadi variabel yang perlu diperhatikan karena memiliki korelasi terbalik dengan pergerakan harga emas. Andy Nugraha menekankan pergerakan emas dalam jangka pendek masih akan sensitif terhadap data ekonomi AS berikutnya, khususnya laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP yang akan dirilis hari ini.