Dari Limbah Jadi Nilai: Binus @Malang Transformasikan Plastik Jadi Peluang Ekonomi Berkelanjutan
Malang, katakabar.com - Perjalanan 45 tahun Binus University dan satu dekade Binus @Malang jadi momentum penting untuk mempertegas komitmen dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui program Binus Untuk Negeri (BUN), Binus @Malang menghadirkan inisiatif kolaboratif yang berfokus pada pemberdayaan komunitas serta penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan. Salah satu implementasi dari program ini diwujudkan melalui pengembangan Edu Eco-Furniture Village bersama masyarakat Klampokasri. Inisiatif ini mengintegrasikan edukasi, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan dalam satu ekosistem pemberdayaan. Dalam pelaksanaannya, Binus @Malang juga berkolaborasi dengan Program Studi Design Interior, yang berperan dalam proses perancangan dan pengembangan produk berbasis desain. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk mentransformasi limbah plastik menjadi produk bernilai seperti eco-cycle products dan eco-furniture. Hasil dari proses ini diwujudkan dalam karya bertajuk KARUPA (Karya Aksi Rupa Ulang Plastik) sebagai simbol kreativitas dan inovasi berbasis keberlanjutan. Upaya ini tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka potensi ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Pendekatan kolaboratif ini juga menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program, di mana berbagai pihak dilibatkan untuk menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan. Binus @Malang tidak berjalan sendiri, melainkan membangun sinergi antara akademisi, mahasiswa, komunitas, hingga mitra strategis. Hal ini turut ditegaskan oleh Deputy Campus Director Binus @Malang, Alvin Chandra, S.Kom., M.M.: “Melalui Binus Untuk Negeri, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Binus @Malang tidak hanya memberikan pendidikan berkualitas, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.” Keterlibatan mahasiswa dalam program ini juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pengalaman nyata di lapangan. Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami permasalahan sosial secara lebih mendalam sekaligus mengembangkan karakter. Hal ini dijelaskan oleh Dr. Yoseph Benny Kusuma, S.M., M.SM, selaku Student Development Associate Manager BINUS @Malang “ Di Binus, mahasiswa tidak hanya pintar untuk dirinya sendiri namun ikut meneruskan apa yang dipelajari di ruang-ruang perkuliahan untuk memberikan dampak nyata ke masyarakat” Kolaborasi dengan Program Studi Design Interior juga memberikan kontribusi penting dalam memastikan bahwa produk yang dihasilkan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai desain dan daya saing. Pendekatan ini memungkinkan limbah plastik diolah menjadi produk yang lebih bernilai dan menarik secara estetika. Sebagaimana disampaikan oleh Ira Audia Agustina, S.T., M.Ds., selaku Kepala Prodi Design Interior BINUS @Malang: “Melalui kolaborasi ini, kami mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk melihat limbah plastik sebagai material yang memiliki potensi desain. KARUPA menjadi representasi bagaimana proses kreatif dapat mengubah limbah menjadi karya yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika dan ekonomi.” Dampak dari program ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat Klampokasri, khususnya dalam peningkatan keterampilan dan terbukanya peluang ekonomi baru. Kehadiran Binus Untuk Negeri memberikan nilai tambah yang nyata bagi lingkungan sekitar. Sebagaimana disampaikan oleh perwakilan warga Klampok Kasri Tri Priyo Wahyudi: “Program ini memberikan kami pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah limbah plastik. Selain membantu menjaga lingkungan, kami juga melihat adanya peluang untuk meningkatkan pendapatan melalui produk yang dihasilkan.” Lebih dari sekadar kegiatan, program ini juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Koffie Heritage Malang (Kopi Tot Tot) sebagai partner strategis. Berlokasi di kawasan Kayutangan Heritage yang dikenal sebagai salah satu ikon Kota Malang, kolaborasi ini menghadirkan ruang yang tidak hanya strategis tetapi juga relevan dengan karakter generasi muda dan komunitas kreatif. Dengan posisi yang strategis dan dukungan komunitas yang kuat, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga menghadirkan sebuah experience yang mampu membangun awareness sekaligus mendorong aksi nyata. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari ruang yang tepat dan sinergi yang kuat antar berbagai pihak. Melalui Binus Untuk Negeri, Binus @Malang menghadirkan ruang interaksi yang melibatkan mahasiswa, komunitas lokal, pelaku UMKM, hingga generasi muda kreatif di Malang. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperluas perspektif, membangun jejaring, serta mendorong partisipasi aktif dalam menjawab berbagai isu sosial dan lingkungan secara bersama-sama. Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Binus @Malang berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas, sejalan dengan visi untuk membangun generasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Inkubator Bisnis Binus International Peluang Cuan Sejak Kuliah
Jakarta, katakabar.com - Siapa bilang dunia perkuliahan hanya berisi teori dan tumpukan tugas? Di era ekonomi digital saat ini, kampus telah bertransformasi menjadi laboratorium inovasi karena ide brilian bisa langsung menjadi sumber pendapatan. Bagi kamu yang memilih jurusan International Business di Binus International, kesempatan untuk menciptakan brand sebelum menyandang gelar sarjana bukan sekadar mimpi. Ada project hatchery yang bisa kamu manfaatkan untuk mengembangkan potensi diri. Apa Itu Project Hatchery? Dalam ekosistem kewirausahaan di Binus International, kamu akan mengenal istilah Project Hatchery. Secara sederhana, Project Hatchery adalah tahap awal dari proses inkubasi bisnis yang berfungsi sebagai wadah penetasan ide. Program ini bagian dari kurikulum program international di Indonesia yang menantang mahasiswa berpikir kritis dalam melihat masalah di masyarakat dan mengubahnya menjadi peluang bisnis yang solutif. Kamu juga tetap bisa merasakan pengalamannya selama kuliah program double degree di BINUS International. Di sini, ide-ide mentah digodok melalui proses riset, diskusi, dan pengujian konsep. Mahasiswa tidak dibiarkan berjalan sendiri. Mereka memberikan koridor yang jelas melalui metodologi pengembangan bisnis yang terstruktur. Sehingga, Project Hatchery menjadi jembatan penting yang menghubungkan teori manajemen internasional dengan praktik kewirausahaan di dunia nyata. Manfaat Inkubator Bisnis Binus International bagi Mahasiswa Mengapa mengikuti program inkubasi di kampus sangat penting bagi calon founder muda? Berikut adalah empat manfaat utama yang akan kamu rasakan selama kuliah program international: 1. Mengumpulkan pengalaman membangun bisnis Belajar bisnis dari buku tentu jauh berbeda dengan mempraktikkannya langsung. Melalui inkubator bisnis, kamu mendapatkan simulasi nyata mengenai dinamika operasional, manajemen keuangan, hingga strategi pemasaran. Pengalaman berharga saat merintis brand tentu akan membentuk mentalmu menjadi lebih kuat. Sehingga, saat lulus nanti, kamu sudah memiliki portofolio sebagai praktisi bisnis, bukan sekadar lulusan baru. 2. Akses ke mentorship profesional Salah satu tantangan terbesar bagi pengusaha muda adalah minimnya arahan dari senior. Di Binus International, mahasiswa mendapatkan akses eksklusif untuk berkonsultasi dengan para mentor yang terdiri dari dosen praktisi dan profesional industri. Ya, bahkan selama kamu kuliah ke luar negeri di kampus mitra Binus International! Para mentor ini tentu siap membantu kamu melihat celah yang belum terlihat, memberikan sudut pandang kritis, dan membagikan best practice dalam industri. Dukungan ini sangat krusial agar langkah bisnismu lebih terukur dan tidak terjebak pada kesalahan-kesalahan pemula yang umum terjadi. 3. Mendorong validasi ide bisnis Ide yang bagus di atas kertas belum tentu laku di pasar. Inkubator bisnis memfasilitasi mahasiswa untuk mengetes ide melalui riset pasar dan pembuatan Minimum Viable Product (MVP). Kamu akan diajak untuk menguji apakah solusi yang kamu tawarkan benar-benar dibutuhkan oleh konsumen atau hanya sekadar asumsi pribadi. Proses validasi ini menghindarkan mahasiswa dari kerugian finansial karena produk yang diciptakan benar-benar teruji relevansinya di lapangan. 4. Membukakan peluang karier yang luas Setelah melalui proses inkubasi, jalur karier yang terbuka di depan mata pun sangat beragam. Kamu tidak hanya siap untuk menjadi seorang entrepreneur mandiri atau startup founder yang mencari pendanaan, tetapi juga memiliki nilai plus sebagai intrapreneur di perusahaan multinasional. Perusahaan besar saat ini sangat mengapresiasi kandidat yang memiliki ownership tinggi dan kemampuan dalam mengembangkan inovasi produk. Nah, selama berdinamika di inkubator bisnis, kamu akan otomatis mengasah keterampilan-keterampilan tersebut. Contoh Brand Besutan Inkubator Bisnis Binus International Keberhasilan inkubator bisnis BINUS International telah terbukti mendirikan banyak tenant atau brand yang berhasil menembus pasar. Bahkan, brand-brand yang berhasil didirikan pun tersebar ke berbagai industri, mulai dari fashion, kuliner, hingga toko hewan-hewan reptil. Beragam sekali, bukan? Berikut beberapa brand dari tangan mahasiswa yang mengikuti inkubator bisnis Binus International: Rustella, Toi et Moi, at Mauv, The Golden Batik, PopChick, Papito Ice Cream, La Perla, Queen's Park Reptiles, dan banyak lagi lainnya. Kamu bisa melihat daftar bisnis kreatif lain yang lahir dari ekosistem ini melalui link berikut. Perjalanan menjadi pengusaha sukses tidak perlu menunggu hingga kamu lulus kuliah. Dengan bergabung di inkubator bisnis Binus International, kamu bisa mendapatkan akses ke fasilitas, mentor, dan jaringan yang akan mempercepat langkahmu di dunia bisnis global. Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang program ini dengan bergabung bersama Binus International sekarang!
Harga Emas Masih Dibayangi Tren Turun, Peluang Koreksi ke Area 4.096 Terbuka
Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas dunia masih menunjukkan kecenderungan melemah i perdagangan pekan ini. Meski sesekali muncul upaya rebound, tekanan jual yang mendominasi pasar dalam beberapa waktu terakhir membuat prospek logam mulia tersebut masih cenderung negatif. Pelaku pasar pun terus mencermati perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat yang menjadi faktor utama penggerak harga emas. Menurut analisis Dupoin Futures, analis Geraldo Kofit, pergerakan pasangan XAU/USD pada timeframe mingguan masih berada dalam fase bearish yang cukup kuat. Struktur harga yang terbentuk hingga saat ini menunjukkan bahwa tren turun masih menjadi arah utama pasar, sementara peluang terjadinya pembalikan arah masih relatif terbatas. Secara teknikal, kata Kofit, tekanan jual kembali terlihat pada awal perdagangan pekan ini. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih lebih banyak melakukan aksi jual dibandingkan pembelian. Selama belum ada sinyal teknikal yang mampu mengindikasikan perubahan tren secara jelas, potensi pelemahan harga emas masih perlu menjadi perhatian. Dijelaskannya, tren penurunan yang terjadi saat ini bukan sekadar koreksi jangka pendek, melainkan bagian dari struktur bearish yang telah terbentuk sejak beberapa waktu lalu. Pada grafik mingguan maupun harian, harga masih bergerak dalam pola yang menunjukkan dominasi seller. Situasi ini menandakan bahwa pasar belum memiliki tenaga yang cukup untuk membangun momentum kenaikan yang lebih berkelanjutan. Dari sisi teknikal, ulasnya, area support di level 4.096 menjadi titik yang patut dicermati dalam waktu dekat. Level tersebut diperkirakan menjadi target penurunan berikutnya apabila tekanan jual masih berlanjut. Jika support tersebut gagal menahan laju penurunan harga, maka peluang emas bergerak menuju area yang lebih rendah di sekitar 3.884 akan semakin terbuka. Indikator stochastic juga masih memberikan gambaran yang sejalan dengan tren saat ini. Meskipun posisinya berada di area oversold atau jenuh jual, indikator tersebut belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat. Pada kondisi tertentu, area oversold memang sering menjadi awal munculnya rebound. Tetapi untuk saat ini, belum terlihat adanya sinyal yang cukup kuat untuk mengonfirmasi perubahan arah dari bearish menjadi bullish. Dengan demikian, pasar masih menilai bahwa risiko penurunan harga emas lebih besar dibandingkan peluang kenaikannya. Selama belum muncul faktor baru yang mampu mengubah sentimen pasar secara signifikan, tekanan jual diperkirakan tetap menjadi tema utama dalam perdagangan emas. Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga masih memberikan tekanan terhadap logam mulia tersebut. Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah penguatan dolar Amerika Serikat yang masih bertahan di level tinggi. Dolar yang kuat biasanya menjadi tantangan bagi harga emas karena membuat logam mulia tersebut lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Selain itu, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga turut mengurangi daya tarik emas. Dalam situasi seperti saat ini, investor cenderung mencari instrumen yang mampu memberikan pendapatan atau imbal hasil yang lebih jelas. Karena emas tidak memberikan bunga maupun dividen, sebagian investor memilih mengalihkan dana ke aset berbasis dolar yang menawarkan tingkat pengembalian lebih menarik. Pasar juga masih meyakini bahwa Federal Reserve belum akan terburu-buru mengubah kebijakan moneternya. Selama data ekonomi Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan yang baik, terutama dari sisi tenaga kerja dan inflasi, peluang suku bunga bertahan tinggi masih cukup besar. Ekspektasi tersebut menjadi faktor yang terus menopang penguatan dolar AS dan menjaga tekanan terhadap harga emas. Di sisi lain, berkurangnya minat terhadap aset safe haven juga ikut memengaruhi pergerakan pasar. Ketika kondisi ekonomi global dianggap relatif stabil dan investor memiliki optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, permintaan terhadap aset perlindungan seperti emas biasanya cenderung menurun. Aliran dana kemudian beralih ke instrumen yang dianggap memiliki potensi keuntungan lebih tinggi. Kombinasi antara kuatnya dolar AS, tingginya imbal hasil obligasi, serta berkurangnya permintaan safe haven membuat prospek emas dalam jangka menengah masih terlihat menantang. Kondisi tersebut sejalan dengan gambaran teknikal yang masih menunjukkan tren turun yang cukup solid. Secara keseluruhan, analisis Dupoin Futures memperkirakan harga emas masih berpotensi melanjutkan pelemahan selama belum ada perubahan signifikan pada sentimen pasar maupun struktur teknikal yang ada. Area 4.096 menjadi level yang perlu diperhatikan sebagai target penurunan terdekat, sementara area 3.884 berpotensi menjadi sasaran berikutnya apabila tekanan bearish terus berlanjut. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat dan arah kebijakan Federal Reserve yang akan menjadi penentu utama pergerakan emas dalam beberapa waktu mendatang.
Apa Itu Trading Futures? Pahami Cara Kerja dan Peluangnya di Pasar Global
Jakarta, katakabar.com - Perkembangan teknologi finansial telah membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat modern untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi dunia secara langsung. Di antara instrumen finansial yang semakin populer di kalangan pelaku pasar adalah futures trading atau perdagangan kontrak berjangka. Sayangnya, bagi sebagian besar masyarakat awam, istilah ini masih sering kali disalahpahami atau dicampuradukkan dengan investasi saham konvensional. Padahal, instrumen ini menawarkan karakteristik unik dan fleksibilitas tinggi yang menjadikannya sebagai salah satu pilar utama dalam perputaran likuiditas keuangan di tingkat internasional. Pengertian Dasar dan Cara Kerja Pasar Futures Secara mendasar, trading futures adalah aktivitas transaksi jual-beli kontrak standar yang berisi kesepakatan untuk membeli atau menjual suatu aset acuan pada tingkat harga tertentu di masa depan. Di dalam ekosistem perdagangan berjangka, Anda tidak membeli atau memiliki aset riil tersebut secara fisik, melainkan hanya memperdagangkan nilai kontrak atas pergerakan harga aset itu sendiri. Ragam pilihan produk yang tersedia di dalam pasar futures global sangatlah luas dan bervariasi, mulai dari komoditas berharga seperti emas, komoditas energi seperti minyak mentah, mata uang asing, hingga indeks saham utama dunia. Mekanisme yang paling membedakan instrumen ini dengan investasi konvensional adalah adanya peluang perdagangan dua arah (two-way opportunity). Dalam investasi saham atau reksa dana tradisional, Anda hanya bisa meraih keuntungan jika harga aset bergerak naik. Tetapi, dalam sistem kontrak berjangka, trader dapat mengambil posisi beli (buy) jika memproyeksikan harga akan bergerak naik, atau mengambil posisi jual (sell) lebih dulu jika memproyeksikan harga akan merosot turun. Fleksibilitas dua arah inilah yang membuat aktivitas trading online pada produk berjangka tetap sangat diminati oleh para profesional, baik dalam kondisi ekonomi dunia yang sedang tumbuh maupun di tengah ancaman krisis global. Sistem Leverage dan Pentingnya Manajemen Risiko Daya tarik luar biasa lainnya dari instrumen ini terletak pada pemanfaatan sistem pengungkit atau leverage. Sistem ini memungkinkan para pelaku pasar untuk melakukan transaksi dalam nilai kontrak yang jauh lebih besar dibandingkan dengan nominal modal awal yang dijaminkan ke dalam sistem. Penggunaan leverage ini bertindak seperti pengali yang ramah modal bagi para trader ritel, karena Anda dapat mengoptimalkan potensi imbal hasil tanpa harus mengunci dana tunai dalam jumlah raksasa. Namun, perlu dipahami secara mendalam sistem ini juga melipatgandakan potensi risiko kerugian jika arah pasar bergerak berlawanan dengan prediksi Anda. Mengingat fluktuasi harga harian yang sangat cepat di tingkat pasar global, kedisiplinan dalam menerapkan strategi manajemen risiko menjadi hukum yang absolut dan tidak bisa ditawar. Setiap transaksi yang dibuka harus selalu dilengkapi dengan penempatan batasan risiko (stop loss) yang objektif guna melindungi sisa modal di dalam akun dari volatilitas ekstrem. Keberhasilan dalam jangka panjang sangat ditentukan oleh kombinasi analisis teknikal yang matang dan dukungan platform perdagangan yang andal, sehingga setiap perintah eksekusi yang ditempatkan dapat diproses secara instan pada tingkat harga pasar yang sesungguhnya tanpa kendala teknis yang merugikan. Menangkap peluang yang dinamis di pasar keuangan internasional membutuhkan dukungan dari mitra penyedia layanan transaksi yang memiliki stabilitas teknologi tingkat tinggi dan transparansi penuh. KVB Futures hadir sebagai Broker Trading Futures yang andal dan terpercaya untuk menyediakan ekosistem perdagangan berjangka yang aman, transparan, serta sepenuhnya patuh terhadap regulasi hukum industri yang berlaku. Kami berkomitmen untuk mendampingi setiap langkah taktis Anda melalui penyediaan sistem eksekusi mutakhir tanpa penundaan di segala kondisi pasar. Seluruh fasilitas digital dan layanan profesional kami dirancang secara khusus untuk membantu para pelaku pasar mengelola portofolio global mereka secara efisien dan terarah. Anda dapat mengeksplorasi berbagai spesifikasi produk komoditas, mata uang, dan indeks saham dunia kami untuk mendukung pertumbuhan portofolio finansial Anda secara konsisten. Untuk segera mengambil langkah strategis Anda dan mulai menguasai peluang pasar keuangan internasional sekarang juga, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Register KVB Futures.
Harga Emas Peluang Rebound, Ini Level Perlu Dicermati Investor
Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia berpotensi melanjutkan penguatan perdagangan Selasa (9/6), setelah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dari tekanan yang membebani pasar dalam beberapa sesi terakhir. Meski secara umum tren yang lebih besar masih berada dalam fase bearish, pergerakan jangka pendek mulai mengindikasikan adanya peluang rebound yang cukup menarik untuk dicermati investor. Analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit menunjukkan pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 saat ini mengarah pada fase koreksi naik setelah sebelumnya mengalami penurunan yang cukup dalam. Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan jual yang mendominasi pasar mulai mereda, sementara minat beli perlahan kembali muncul. Beberapa hari terakhir, ujar Kofit, harga emas mengalami pelemahan yang cukup signifikan seiring kuatnya sentimen negatif dari pasar global. Tetapi, setelah mencapai area harga tertentu, aktivitas jual mulai berkurang dan membuka ruang bagi pembeli untuk kembali masuk ke pasar. Situasi ini sering terjadi ketika pelaku pasar menilai harga sudah berada pada level yang relatif menarik untuk melakukan akumulasi. Secara teknikal, ulasnya, peluang kenaikan harga masih cukup terbuka selama emas mampu bertahan di atas area support terdekat. Bertahannya harga di atas level tersebut menunjukkan bahwa pasar masih memiliki fondasi yang cukup kuat untuk melanjutkan pergerakan naik dalam jangka pendek. Menurut analisis Dupoin Futures ini, target kenaikan terdekat berada di area resistance 4.353. Level ini menjadi titik penting yang akan diuji oleh pasar dalam beberapa sesi mendatang. Jika harga mampu menembus area tersebut, peluang penguatan lanjutan menuju level 4.381 akan semakin besar. "Pergerakan indikator teknikal juga mendukung skenario tersebut. Indikator stochastic saat ini masih bergerak naik dan menunjukkan bahwa momentum beli masih cukup dominan. Kondisi ini menandakan bahwa pasar belum kehilangan tenaga untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek," jelasnya. Dipaparkan Kofit, kenaikan stochastic menuju area overbought memang sering menjadi tanda bahwa pasar mulai memasuki fase jenuh beli. Tetapi, selama belum muncul sinyal pembalikan yang jelas, pergerakan indikator tersebut justru menunjukkan bahwa minat beli masih mendominasi aktivitas perdagangan. "Kesesuaian antara arah pergerakan harga dan indikator stochastic menjadi salah satu faktor yang memperkuat peluang terjadinya rebound. Dengan kata lain, sinyal teknikal yang muncul saat ini tidak hanya berasal dari satu indikator, tetapi didukung oleh beberapa komponen analisis yang bergerak searah," bebernya. Meski demikian, sambungnya, investor tetap perlu memperhatikan bahwa penguatan yang terjadi saat ini masih berada dalam kategori koreksi naik di tengah tren bearish yang lebih besar. Lantaran itu, area resistance yang ada akan menjadi penentu penting apakah rebound ini dapat berkembang menjadi perubahan tren yang lebih kuat atau hanya bersifat sementara. Dari sisi fundamental, imbubnya, peluang kenaikan harga emas juga mendapat dukungan dari perubahan perilaku pasar setelah penurunan tajam yang terjadi sebelumnya. Ketika harga mengalami koreksi cukup dalam, sebagian investor biasanya mulai melihat peluang untuk masuk kembali ke pasar melalui strategi buy on weakness. "Strategi ini dilakukan dengan memanfaatkan harga yang dianggap lebih murah dibandingkan periode sebelumnya. Aktivitas pembelian tersebut dapat membantu meningkatkan permintaan dan mendorong harga bergerak naik dalam jangka pendek," kata Kofit. Selain faktor tersebut, kupas Kofit lagi, pergerakan dolar Amerika Serikat juga menjadi salah satu elemen penting yang memengaruhi arah harga emas. Jika dolar AS mengalami pelemahan sementara akibat aksi ambil untung setelah penguatan yang cukup panjang, maka emas berpotensi memperoleh dukungan tambahan. "Hubungan antara emas dan dolar selama ini cenderung berlawanan arah. Ketika dolar melemah, harga emas biasanya menjadi lebih menarik bagi investor global sehingga permintaannya meningkat. Kondisi inilah yang dapat membantu memperkuat momentum rebound yang sedang berlangsung saat ini," terangnya. Faktor lain yang turut mendukung adalah pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Apabila yield mulai bergerak turun atau setidaknya stabil, maka tekanan terhadap emas akan berkurang. Investor biasanya lebih tertarik memegang emas ketika imbal hasil obligasi tidak lagi menawarkan kenaikan yang signifikan. Selain itu, pasar juga masih memantau berbagai perkembangan ekonomi dan geopolitik global. Munculnya ketidakpastian baru terkait pertumbuhan ekonomi, inflasi, maupun dinamika geopolitik dapat meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Secara keseluruhan, kombinasi sinyal teknikal yang mulai membaik dan dukungan sentimen fundamental memberikan peluang bagi harga emas untuk melanjutkan pemulihan dalam jangka pendek. Selama harga tetap bertahan di atas area support yang telah terbentuk, potensi kenaikan menuju resistance 4.353 hingga 4.381 masih terbuka. "Tetapi, investor tetap perlu mencermati pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi, serta perkembangan sentimen global yang dapat memengaruhi arah pasar. Dengan kondisi yang ada saat ini, emas masih memiliki peluang untuk memperpanjang fase rebound setelah tekanan jual yang cukup besar dalam beberapa waktu terakhir," tandasnya.
Harga Emas Masih Dibayangi Tekanan Jual, Peluang Pelemahan Japen Tetap Terbuka
Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas dunia masih menunjukkan kecenderungan melemah pada perdagangan Jumat (5/6). Meskipun sempat mengalami kenaikan dalam beberapa sesi sebelumnya, tren utama yang terbentuk di pasar masih mengarah ke bawah. Analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menunjukkan XAU/USD pada timeframe H4 masih berada dalam tekanan bearish, sehingga peluang penurunan lanjutan masih perlu diantisipasi oleh pelaku pasar. Dari sisi teknikal, harga emas saat ini belum mampu keluar dari tekanan yang muncul setelah fase koreksi naik atau secondary trend berakhir. Kondisi tersebut terlihat dari pergerakan harga yang kembali tertahan di area Moving Average (MA) 21 dan MA 50. Kedua indikator tersebut masih berfungsi sebagai resistance dinamis yang membatasi ruang kenaikan harga. Ketidakmampuan emas menembus area resistance tersebut menjadi sinyal bahwa kekuatan pembeli masih belum cukup besar untuk mengubah arah tren yang sedang berlangsung. Sebaliknya, tekanan dari pihak penjual masih terlihat dominan dan membuat harga kembali bergerak turun setelah sempat mencoba menguat. Menurut analisis Dupoin Futures, kondisi ini diperkuat oleh terbentuknya swing high baru pada grafik H4. Dalam analisis teknikal, terbentuknya swing high setelah fase kenaikan biasanya menjadi tanda bahwa pasar masih berada dalam tren turun. Artinya, setiap kenaikan yang terjadi sejauh ini masih lebih banyak dimanfaatkan sebagai momentum jual dibandingkan awal terbentuknya tren naik baru. Tekanan bearish tersebut terlihat semakin jelas pada sesi perdagangan pagi ketika harga bergerak turun dengan cukup cepat. Pergerakan ini menunjukkan bahwa minat jual masih mendominasi pasar dan belum ada sinyal kuat yang mengindikasikan perubahan tren dalam waktu dekat. Sementara, indikator stochastic juga masih memberikan sinyal yang sejalan dengan pergerakan harga. Indikator ini bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual. Walaupun area oversold sering dianggap sebagai wilayah yang berpotensi memicu rebound, kondisi saat ini menunjukkan bahwa momentum penurunan masih cukup kuat dan belum memberikan konfirmasi pembalikan arah yang signifikan. Selama harga tetap bergerak di bawah area resistance yang dibentuk oleh MA 21 dan MA 50, skenario pelemahan masih menjadi fokus utama pasar. Oleh karena itu, pelaku pasar cenderung akan tetap berhati-hati dan menunggu sinyal teknikal yang lebih kuat sebelum mempertimbangkan peluang pembalikan tren. Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga masih memberikan tekanan terhadap harga emas. Investor global saat ini masih mencermati berbagai perkembangan ekonomi yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter dan pergerakan pasar keuangan secara keseluruhan. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah ketidakpastian terkait prospek pertumbuhan ekonomi global. Meskipun sejumlah indikator ekonomi menunjukkan perbaikan, pasar masih menilai terdapat berbagai risiko yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi ini membuat investor cenderung bersikap selektif dalam mengambil keputusan investasi. Di sisi lain, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga juga masih menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga emas. Pasar masih memperkirakan bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneter yang relatif ketat untuk menjaga stabilitas inflasi. Harapan tersebut membuat instrumen berbasis imbal hasil tetap menarik di mata investor. Dalam kondisi suku bunga yang tinggi, emas sering kali menghadapi tantangan karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen pendapatan tetap lainnya. Akibatnya, sebagian investor memilih mengalihkan dana ke aset yang menawarkan potensi return lebih tinggi, sehingga permintaan terhadap emas menjadi lebih terbatas. Pelaku pasar juga menaruh perhatian besar terhadap berbagai data ekonomi yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data terkait inflasi, tenaga kerja, hingga pertumbuhan ekonomi akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan bank sentral selanjutnya. Jika data-data tersebut menunjukkan kondisi ekonomi yang masih kuat, maka peluang suku bunga bertahan di level tinggi akan semakin besar dan dapat memberikan tekanan tambahan bagi harga emas. Secara keseluruhan, kombinasi antara sinyal teknikal yang masih negatif dan sentimen fundamental yang belum sepenuhnya mendukung membuat prospek emas dalam jangka pendek masih cenderung bearish. Dominasi tekanan jual, posisi harga yang masih berada di bawah MA 21 dan MA 50, serta belum munculnya sinyal pembalikan arah yang kuat menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan investor. Dengan kondisi tersebut, pergerakan harga emas masih berisiko melanjutkan pelemahan dalam beberapa sesi mendatang. Pelaku pasar disarankan untuk tetap memantau perkembangan ekonomi global, arah kebijakan bank sentral, serta dinamika pasar keuangan yang dapat memengaruhi sentimen terhadap logam mulia. Selama belum ada katalis baru yang cukup kuat untuk mengubah arah pergerakan, tekanan bearish diperkirakan masih akan menjadi tema utama dalam perdagangan emas.
Emas Masih Tertekan, Peluang Turun ke Area 4.306 Terbuka
Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas dunia masih menghadapi tekanan pada perdagangan awal Juni 2026. Sejumlah faktor teknikal dan fundamental menunjukkan tren penurunan belum sepenuhnya berakhir, sehingga pelaku pasar masih perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan dalam jangka pendek. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pasangan XAU/USD pada timeframe daily masih bergerak dalam tren bearish yang cukup kuat. Secara teknikal, ujarnya, harga emas belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah posisi harga yang masih berada di bawah Moving Average (MA) 21 dan MA 50. Sedang analisis pasar, ulasnya, kedua indikator tersebut sering digunakan untuk mengidentifikasi arah tren utama. Ketika harga bergerak di bawah area tersebut, kondisi itu umumnya mengindikasikan tekanan jual masih mendominasi dan pasar belum memiliki momentum yang cukup kuat untuk berbalik arah. Geraldo Kofit menjelaskan kegagalan harga emas untuk kembali menembus area MA 21 dan MA 50 menunjukkan bahwa sentimen bearish masih cukup dominan. Meskipun sempat terjadi pergerakan naik dalam beberapa sesi sebelumnya, penguatan tersebut belum mampu mengubah struktur tren yang masih cenderung turun. "Dengan kondisi tersebut, peluang pelemahan harga masih terbuka dalam waktu dekat. Area support terdekat yang menjadi perhatian berada di level 4.365. Jika tekanan jual terus berlanjut dan level tersebut berhasil ditembus, maka harga emas berpotensi bergerak menuju area support berikutnya di kisaran 4.306," imbuhnya. Level-level tersebut menjadi area penting yang akan dipantau pelaku pasar karena berpotensi menjadi titik reaksi harga. Selama belum ada sinyal teknikal yang menunjukkan pembalikan tren secara jelas, skenario penurunan masih dianggap lebih dominan dibandingkan potensi kenaikan. Selain faktor teknikal, kondisi fundamental global juga masih memberikan tekanan terhadap pergerakan emas. Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga saat ini adalah penguatan dolar Amerika Serikat yang masih relatif stabil. Dalam kondisi normal, pergerakan emas dan dolar AS cenderung memiliki hubungan yang berlawanan arah. Ketika dolar menguat, harga emas biasanya mengalami tekanan karena menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar. Kondisi tersebut membuat sebagian investor memilih untuk meningkatkan eksposur pada aset berbasis dolar AS dibandingkan emas. Apalagi saat ini instrumen keuangan berbasis dolar masih menawarkan tingkat imbal hasil yang cukup menarik. Faktor lain yang turut menekan harga emas adalah tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Ketika yield obligasi berada di level tinggi, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen tersebut karena dinilai mampu memberikan keuntungan yang lebih pasti. Sebaliknya, emas yang tidak menghasilkan bunga atau imbal hasil tetap menjadi kurang menarik dalam kondisi tersebut. Tekanan terhadap emas juga datang dari ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve. Hingga saat ini, pelaku pasar masih memperkirakan bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga pada level yang relatif tinggi selama data ekonomi belum menunjukkan pelemahan yang signifikan. Data ekonomi Amerika Serikat yang masih cukup solid, terutama dari sektor tenaga kerja dan inflasi, menjadi alasan mengapa pasar belum sepenuhnya yakin terhadap peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Situasi ini terus memberikan dukungan terhadap dolar AS dan secara tidak langsung membatasi ruang kenaikan harga emas. Di sisi lain, permintaan terhadap aset safe haven juga belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sentimen pasar global yang relatif stabil membuat investor lebih berani menempatkan dana pada aset berisiko seperti saham dan instrumen investasi lainnya. Akibatnya, minat terhadap emas sebagai aset pelindung nilai cenderung berkurang. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan ekonomi global yang dapat mengubah arah sentimen sewaktu-waktu. Ketidakpastian geopolitik, perubahan kebijakan bank sentral, maupun data ekonomi yang berada di luar ekspektasi dapat memicu pergerakan harga emas yang lebih volatil. Secara keseluruhan, prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung bearish. Selama harga belum mampu kembali bergerak di atas area MA 21 dan MA 50, tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi pasar. Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang ada saat ini, peluang penurunan menuju area support 4.365 hingga 4.306 masih terbuka dan menjadi level yang patut diperhatikan oleh para investor maupun trader emas.
Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi di Industri Kripto Asia Tenggara
Jakarta, katakabar.com - Industri aset kripto terus menunjukkan perkembangan signifikan di tingkat global maupun regional. Di tengah meningkatnya adopsi aset digital di berbagai negara, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk perkuat posisinya sebagai salah satu pasar kripto utama di Asia Tenggara. Laporan CoinGecko menunjukkan, kripto saat ini telah memiliki status legal di 119 negara dan empat British Overseas Territories. Dari jumlah tersebut, 62 negara telah memiliki kerangka regulasi yang lebih komprehensif. Kondisi ini menunjukkan aset kripto semakin mendapatkan pengakuan sebagai bagian dari ekosistem keuangan digital global. Di kawasan Asia Tenggara, minat terhadap kripto masih didominasi oleh Singapura dan Filipina. Tetapi, Indonesia tetap menjadi salah satu pasar penting di kawasan, seiring besarnya populasi, peningkatan literasi digital, serta bertumbuhnya minat masyarakat terhadap aset digital. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai perkembangan industri kripto Indonesia berada pada fase yang semakin matang. Menurutnya, pertumbuhan jumlah pengguna, peningkatan pengawasan, serta hadirnya ekosistem yang lebih tertata menjadi fondasi penting bagi masa depan industri aset kripto nasional. “Indonesia punya potensi yang sangat besar dalam industri kripto. Kita tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan jumlah investor, tetapi juga tentang bagaimana ekosistem ini berkembang menjadi lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan. Dengan populasi digital yang besar dan dukungan regulasi yang semakin jelas, Indonesia punya peluang untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan aset digital di Asia Tenggara,” ujar Calvin. Pertumbuhan Berimbang Perkembangan tersebut juga tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mencatat jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 21,37 juta akun per Maret 2026. Jumlah ini meningkat 1,43% dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 21,07 juta akun. Sementara itu, nilai transaksi aset kripto pada Maret 2026 mencapai Rp22,24 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap aset digital tetap kuat meskipun pasar kripto global masih bergerak dinamis. Calvin menambahkan, pertumbuhan industri kripto perlu diimbangi dengan peningkatan literasi dan perlindungan konsumen. Menurutnya, edukasi menjadi aspek penting agar masyarakat dapat memahami aset kripto secara lebih bijak, termasuk risiko, teknologi, serta manfaatnya dalam ekosistem keuangan digital. “Ke depan, tantangan utama industri bukan hanya mendorong adopsi, tetapi memastikan adopsi tersebut berjalan secara bertanggung jawab. Literasi, keamanan, dan kepatuhan regulasi harus menjadi prioritas bersama. Tokocrypto berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan industri kripto Indonesia melalui edukasi, inovasi produk, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” jelas Calvin. Secara global, CoinGecko mencatat bahwa sebagian besar negara yang telah melegalkan kripto berasal dari kelompok negara berkembang di Asia dan Afrika. Hal ini menunjukkan bahwa aset kripto semakin relevan di pasar negara berkembang, terutama sebagai bagian dari transformasi digital dan perluasan akses terhadap produk keuangan berbasis teknologi. Tata Kelola Kuat Meski demikian, perkembangan industri kripto tetap membutuhkan tata kelola yang kuat. Dengan regulasi yang semakin berkembang, pelaku industri diharapkan dapat membangun ekosistem yang lebih aman, transparan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Calvin menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk terus meningkatkan daya saing di industri aset digital. Kombinasi antara jumlah pengguna yang besar, regulasi yang terus diperkuat, inovasi teknologi, serta kolaborasi antara regulator dan pelaku industri menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan kripto nasional secara berkelanjutan. “Jika ekosistem ini dibangun dengan pendekatan yang tepat, kripto dapat menjadi bagian penting dari ekonomi digital Indonesia. Fokusnya bukan hanya pada transaksi, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi blockchain untuk menciptakan efisiensi, transparansi, dan peluang baru bagi masyarakat,” sebutCalvin.
Peluang Ekspor Indonesia ke Brazil: Belajar Perdagangan Global Hatchery Project Binus International
Jakarta, katakabar.com - Binus International dengan Hatchery Project buka peluang bagi para mahasiswa untuk mengenal dinamika bisnis dunia. Kegiatan ini dilakukan selama beberapa sesi untuk membedah kekhasan berbagai negara menjalankan bisnisnya. Dengan menghadirkan tiga keynote speakers, yakni Riley Millner (Desainer Instruksional di Thunderbird School of Global Management), Samanta Alvis, Ph.D. (Direktur Eksekutif Najafi 100 Million Learners Global Initiative), dan Simon Turner (Global Lead Partnership dari Thunderbird’s 100 Million Learners), kali ini BINUS International bedah ekonomi bisnis di Brazil. Brazil, Negara dengan Populasi Urban Terbesar di Dunia Brazil bukan hanya dikenal sebagai negara yang permainan sepak bolanya menawan. Ia adalah raksasa ekonomi yang menempati peringkat ke 5 sebagai negara terbesar di dunia. Dengan populasi yang sangat masif dan tingkat urbanisasi yang tinggi, Brazil menawarkan pasar konsumen yang sangat dinamis. Sebagian besar penduduk Brazil tinggal di area perkotaan. Hal ini berarti akses terhadap produk-produk gaya hidup dan tren global sangatlah cepat. Bagi pelaku bisnis, karakteristik populasi urban ini merupakan sinyal positif untuk ekspansi produk yang mengedepankan inovasi dan kemudahan akses. Pentingnya Penampilan dalam Budaya Brazil Salah satu temuan paling menarik dalam Hatchery Project kali ini adalah kedalaman analisis mengenai perilaku konsumen. Di Brazil, penampilan merupakan bagian penting dari identitas sosial. Hal ini berdampak langsung pada consumer spending yang sangat tinggi pada kategori beauty and personal care. Faktanya, angka penjualan parfum atau fragrance di Brazil merupakan yang terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Budaya yang sangat memperhatikan aspek estetika dan perawatan diri ini membuka peluang lebar bagi produk-produk perawatan tubuh dan kecantikan dari Indonesia untuk masuk dan bersaing, asalkan mampu memenuhi standar selera lokal yang cukup spesifik. Kesempatan Belajar Strategi Market Entry Brazil Melalui sesi Hatchery Project, kamu tidak hanya melihat potensi, tetapi juga belajar cara menaklukkan tantangan melalui strategi market entry yang tepat. 1. Jenis produk yang berpotensi laku Selain kategori kecantikan, produk-produk yang berhubungan dengan gaya hidup urban dan kesehatan memiliki potensi besar untuk dipasarkan di Brazil. Meski begitu, sebagai pemilik usaha, kamu tetap perlu melakukan kurasi produk agar sesuai dengan preferensi masyarakat Brazil. 2. Tantangan: Brazil lebih tahu Bali daripada Indonesia Salah satu hambatan nyata yang ditemukan adalah fakta bahwa masyarakat Brazil jauh lebih mengenal Bali daripada Indonesia itu sendiri. Tantangan branding ini mengharuskan pelaku ekspor untuk melakukan edukasi konsumen yang lebih agresif dan cerdas dalam memosisikan produk mereka. 3. Peluang market entry Mahasiswa diajak membandingkan dua opsi utama, yaitu membangun perusahaan lokal di Brazil atau bekerja sama dengan importir atau distributor lokal. Opsi kedua sering kali dianggap lebih efektif bagi pemain baru karena mitra lokal sudah memiliki jaringan distribusi yang kuat di apotek dan platform e-commerce. Real-world Exposure dan Networking Diplomatik Nilai jual utama dari Hatchery Project adalah kredibilitas informasinya. Materi yang dipelajari mahasiswa disusun dan disampaikan langsung oleh Marcelo Koiti Hasunuma, Head of the Trade Promotion and Economic Office dari Kedutaan Besar Brazil di Jakarta. Ini memberikan kamu kesempatan langka untuk belajar langsung dari narasumber diplomatik yang memahami seluk-beluk hubungan bilateral dan kebijakan perdagangan antarnegara. Bersama Marcelo Koiti Hasunuma, kamu pun dilatih untuk membangun kemampuan critical thinking dalam melihat risiko logistik, beban pajak impor yang bisa mencapai 60%, hingga cara membangun kepercayaan dengan mitra di Brazil. Hal-hal semacam ini tentunya penting untuk membuatmu semakin terlatih dalam mengembangkan ekonomi usaha yang lebih matang. Hatchery Project membuktikan komitmen BINUS International dalam memberikan eksposur global nyata bagi mahasiswanya. Dengan mengupas sektor perdagangan Brazil, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan jaringan untuk menjadi pelaku usaha di kancah internasional. Pengalaman mendalam seperti ini adalah langkah awal yang sempurna bagi kamu yang bercita-cita menjadi pengusaha atau profesional global. Ingin merasakan pengalaman belajar dengan standar internasional dan akses langsung ke pakar dunia? Yuk, bergabung dengan Binus International sekarang dan mulai langkahmu menuju karier global!
OJK Nilai Pelemahan Kripto Wajar, Tokocrypto Soroti Peluang Bangkit
Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto di Indonesia masih menghadapi tekanan seiring melemahnya harga aset digital secara global. Tetapi, minat investor terhadap industri kripto dinilai belum surut. Kondisi ini terlihat dari jumlah konsumen kripto yang masih bertambah serta sikap investor institusi mulai lebih selektif dalam mengambil posisi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penurunan harga aset kripto saat ini bagian dari siklus pasar yang wajar. Saat rapat Dewan Komisioner Bulanan April 2026 yang digelar di pekan peratama Mei 2026 lalu, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyampaikan penurunan transaksi lebih disebabkan oleh proses normalisasi pasar setelah lonjakan harga pasca-halving Bitcoin pada 2024. "Ini menjadi high base effect, bukan pelemahan fundamental, tetapi ini sejalan dengan kondisi global, market cap kripto turun sekitar 45 persen dari all time high dari US$4,2 triliun pada Oktober 2025 menjadi sekitar US$2,3 triliun pada Maret 2026," ujar Adi. Data OJK menunjukkan transaksi kripto Indonesia pada Maret 2026 mencapai Rp28,04 triliun, terdiri dari Rp22,24 triliun di pasar spot dan Rp5,8 triliun di derivatif. Nilai perdagangan aset kripto domestik pada Maret 2026 juga tercatat turun 4,7 persen secara bulanan dari Rp24,33 triliun pada Februari 2026 menjadi Rp22,24 triliun, sementara total nilai transaksi perdagangan aset kripto sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp75,83 triliun. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan penurunan aktivitas transaksi kripto di dalam negeri tidak bisa dilepaskan dari tekanan global yang masih membayangi pasar aset berisiko. “Kami melihat perlambatan transaksi kripto pada Maret 2026 lebih dipengaruhi oleh meningkatnya sentimen risk-off global. Investor saat ini cenderung lebih berhati-hati karena volatilitas masih tinggi, ketidakpastian geopolitik meningkat, dan arah kebijakan suku bunga The Fed masih menjadi perhatian utama pasar,” kata Calvin. Menurut Calvin, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan hilangnya minat investor terhadap aset kripto. Sebaliknya, banyak pelaku pasar yang masih berada di ekosistem kripto, namun memilih strategi yang lebih defensif. “Investor tidak sepenuhnya keluar dari pasar kripto. Yang terjadi adalah pergeseran strategi. Sebagian investor mulai mengurangi eksposur pada aset yang lebih spekulatif dan memilih aset yang lebih likuid atau stabil, seperti Bitcoin, Ethereum, stablecoin, hingga aset berbasis emas. Ini lebih tepat dibaca sebagai fase wait and see,” jelasnya. Investor Kripto Terus Tumbuh OJK mencatat jumlah konsumen kripto Indonesia per Maret 2026 telah mencapai 21,37 juta akun, naik tipis dari bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan kepercayaan terhadap industri aset digital masih tetap terjaga meski pasar sedang berada dalam fase konsolidasi. “Masih ada kepercayaan dari masyarakat bahwa pasar kripto bisa memberikan dampak positif bagi portofolio investasi mereka. Kenaikan jumlah investor di tengah fase konsolidasi menunjukkan bahwa banyak masyarakat masih melihat kripto sebagai peluang untuk mendapatkan hasil positif dari aktivitas trading, yang pada akhirnya diharapkan dapat membantu meningkatkan kondisi ekonomi dan kualitas hidup mereka,” ulas Calvin. Calvin menilai prospek perdagangan aset kripto pada kuartal II-2026 berpotensi membaik secara bertahap, terutama setelah Bitcoin kembali menembus level psikologis US$80.000 pada awal Mei 2026. “Bitcoin masih menjadi barometer utama sentimen pasar kripto. Ketika BTC mampu bertahan di atas level penting seperti kisaran US$78.000-US$80.000, kepercayaan investor biasanya mulai membaik. Namun, pemulihan ini kemungkinan masih selektif karena pasar tetap mencermati faktor makro, inflasi, geopolitik, dan kebijakan moneter global,” ucapnya. Selain pemulihan harga aset utama, Tokocrypto melihat ada beberapa katalis yang dapat mendorong kembali aktivitas perdagangan kripto di Indonesia. Di antaranya adalah kejelasan arah suku bunga The Fed, meredanya ketegangan geopolitik, meningkatnya likuiditas global, serta kebijakan pajak kripto yang lebih kompetitif. Calvin menegaskan penyesuaian kebijakan pajak dapat menjadi faktor penting untuk memperkuat ekosistem kripto nasional. “Pajak yang lebih kompetitif akan membantu meningkatkan daya tarik transaksi melalui exchange resmi di dalam negeri. Ini penting agar aktivitas perdagangan tetap berada di platform yang diawasi regulator, sehingga perlindungan investor dan transparansi pasar tetap terjaga,” terang Calvin. Dari sisi regulasi, OJK juga terus memperkuat pengawasan terhadap industri aset kripto. Standar seperti Know Your Customer (KYC), Know Your Transaction (KYT), Customer Due Diligence (CDD), dan Enhanced Due Diligence (EDD) diterapkan untuk menjaga keamanan ekosistem. Selain itu, sistem whitelist aset kripto juga membatasi aset yang dapat diperdagangkan di Indonesia guna meminimalkan risiko bagi investor. Calvin mengimbau investor ritel untuk tetap disiplin dalam menghadapi kondisi pasar yang masih fluktuatif. “Dalam kondisi pasar yang menurun, fokus utama investor sebaiknya bukan mengejar keuntungan cepat, tetapi menjaga modal dan mengelola risiko. Hindari keputusan emosional, batasi penggunaan leverage, pahami aset sebelum bertransaksi, dan gunakan platform resmi yang diawasi regulator,” sebut Calvin.