Pemahaman

Sorotan terbaru dari Tag # Pemahaman

Lewat SWOT BPDP Beri Pemahaman Sawit Lebih Dekat ke Masysrakat Bekasi Sawit
Sawit
Kamis, 23 April 2026 | 19:04 WIB

Lewat SWOT BPDP Beri Pemahaman Sawit Lebih Dekat ke Masysrakat Bekasi

Bekasi, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan mendekatkan informasi seputar kelapa sawit kepada masyarakat,  dengan pendekatan lebih ringan dan relevan dengan keseharian. Lewat Sawit on Town (SWOT), bersama Olenka hadirkan ruang edukasi interaktif dan mudah dipahami berbagai kalangan, di Taman Plaza, Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat,  Minggu (19/4) akhir pekan lalu. Di kegiatan tersebut masyarakat diajak melihat kelapa sawit bukan sekadar komoditas industri, tetapi bagian dari aktivitas harian sering kali tidak disadari. "Produk turunan kelapa sawit telah hadir di berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari produk rumah tangga hingga personal care. Sabun, sampo, deterjen, hingga produk pangan seperti margarin, roti, dan krimer contoh nyata kontribusi sawit dalam kehidupan sehari-hari," ujar Founder Olenka Kreasi Festival, Edy Nurmansyah, dilansir dari laman resmi BPDP, Kamis (23/4). "Pemanfaatan sawit bahkan mencakup sektor energi. Penggunaan biodiesel berbasis sawit pada transportasi umum menjadi salah satu contoh bagaimana komoditas ini mendukung mobilitas masyarakat," timpal Perwakilan Divisi Kerja Sama Kelembagaan BPDP, Muhammad Farouq Rosyadi. Melalui kegiatan ini, kata Muhammad, BPDP menjalankan perannya dalam mempromosikan dan menyebarluaskan informasi terkait manfaat kelapa sawit kepada publik. Harapannya, masyarakat dapat melihat sawit sebagai bagian dari sistem penunjang kehidupan modern. Dari sisi kesehatan dan kecantikan, dokter spesialis estetika medis, Irdawati Novita, menjelaskan kandungan dalam kelapa sawit memiliki potensi sebagai bahan perawatan kulit. Kandungan vitamin E dan tocotrienol di dalamnya diketahui memiliki sifat antioksidan yang tinggi serta berperan dalam membantu proses pemulihan kulit. Selain itu, imbuhnya, masyarakat juga diingatkan untuk lebih cermat dalam menerima informasi. Sedang Brand Ambassador Zumba Indonesia, Liza Natalia, mengajak masyarakat untuk mengakses informasi dari sumber yang kredibel agar terhindar dari misinformasi terkait kelapa sawit. Rangkaian kegiatan SWOT dikemas secara variatif, mulai dari sesi olahraga bersama melalui Sawit Healthy Exercise, diskusi edukatif SWOT Talks, hingga aktivitas kreatif seperti Coloring Clay Competition untuk anak-anak. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan hiburan yang menarik antusiasme pengunjung. Melalui pendekatan yang lebih dekat dan interaktif, BPDP berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat akan peran strategis kelapa sawit, baik sebagai penggerak ekonomi maupun sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

KAI Divre III Palembang Bekali Frontliner Pemahaman P3K Jelang Angkutan Lebaran 2026 Nasional
Nasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:01 WIB

KAI Divre III Palembang Bekali Frontliner Pemahaman P3K Jelang Angkutan Lebaran 2026

Palembang, katakabar.com - Menjelang penyelenggaraan Angkutan Lebaran 1447 Hijriah Tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang terus memperkuat kesiapan pelayanan kepada pelanggan. Salah satunya melalui kegiatan pembekalan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) tentang materi Bantuan Dasar Hidup (BDH) bagi para petugas frontliner yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan perjalanan kereta api. Kegiatan ini buah kolaborasi antara KAI Divre III Palembang dengan Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang yang menghadirkan pemateri dr. Aswir Vembrinaldi. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dasar petugas dalam menangani kondisi medis darurat yang mungkin terjadi di lingkungan stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api. Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan frontliner memiliki peran strategis dalam memastikan pelayanan kepada pelanggan berjalan dengan aman, nyaman, dan responsif. “Frontliner merupakan garda terdepan perusahaan yang bertanggung jawab menyapa pelanggan, melayani kebutuhan, serta menangani keluhan secara langsung. Oleh karena itu, mereka juga perlu memiliki pemahaman dasar mengenai pertolongan pertama agar dapat bertindak cepat apabila terjadi kondisi darurat terhadap pelanggan,” kata Aida. Peserta dalam kegiatan ini berasal dari berbagai unsur petugas operasional dan pelayanan, antara lain Kondektur, Masinis, Polsuska, Prama/Prami, petugas Security, Teknisi Kereta Api, petugas stasiun, hingga petugas kebersihan yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan pelanggan. Dalam sesi materi, dr. Aswir Vembrinaldi, menyampaikan berbagai pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat. Ia menjelaskan pertolongan pertama merupakan tindakan awal yang dilakukan sebelum bantuan medis profesional tiba, dengan tujuan menyelamatkan nyawa atau mencegah kondisi korban menjadi lebih buruk. “Dalam kondisi darurat, hal terpenting adalah tetap tenang dan sigap. Penanganan awal dilakukan melalui penilaian cepat mulai dari pengamanan lokasi kejadian, pengecekan respons korban menggunakan metode AVPU (Alert, Voice, Pain, Unresponsive), hingga pemeriksaan airway, breathing, dan circulation,” jelas dr. Aswir. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai penanganan luka, pendarahan, patah tulang, tersedak, serta teknik evakuasi korban secara aman. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta sesi diskusi dan tanya jawab yang bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus kepercayaan diri para petugas dalam menghadapi situasi darurat di lapangan. Aida menambahkan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan standar keselamatan dan kenyamanan perjalanan pelanggan, khususnya menjelang periode Angkutan Lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat. “Pelatihan P3K ini penting agar petugas kami memiliki kesiapan dalam memberikan pertolongan pertama apabila terjadi kejadian darurat di perjalanan, di area stasiun, maupun di dalam kereta api. Dengan pembekalan ini diharapkan para petugas mampu menangani cedera ringan hingga kondisi medis yang lebih serius seperti pingsan, serangan jantung, atau luka akibat kecelakaan,” jelasnya. Sebagai bentuk dukungan layanan kesehatan bagi pelanggan, KAI Divre III Palembang juga menyediakan pos kesehatan di sejumlah stasiun yang dilengkapi tenaga medis dan fasilitas dasar untuk memberikan pertolongan pertama kepada penumpang yang membutuhkan. Pos kesehatan tersebut berada di Stasiun Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, dan Lubuk Linggau. “Kehadiran pos kesehatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman, nyaman dan selamat bagi pelanggan selama menggunakan layanan kereta api, terutama pada masa Angkutan Lebaran dimana volume perjalanan masyarakat akan meningkat,” tandas Aida.

Sikapi Fase Transformasi Ethereum, Bittime Tekankan Pemahaman Teknis dan Literasi Digital Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:20 WIB

Sikapi Fase Transformasi Ethereum, Bittime Tekankan Pemahaman Teknis dan Literasi Digital

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga aset Ethereum ($ETH) saat ini memberikan gambaran yang cukup kompleks bagi ekosistem aset kripto secara global, termasuk dampaknya bagi investor Indonesia. Sejalan dengan ini Bittime kembali tekankan literasi investasi aset kripto, dan pengenalan profil risiko sebelum berinvestasi Sebelumnya, dinamika pergerakan harga $ETH yang terjadi belakangan ini dipicu oleh meningkatnya akumulasi aset oleh para investor besar atau whale yang memanfaatkan fase konsolidasi untuk menambah kepemilikan mereka. Selain itu, adanya harapan terkait peningkatan efisiensi jaringan melalui pembaruan teknis yang berkelanjutan memberikan kepercayaan diri bagi pasar, juga turut mendorong kenaikan nilai aset $ETH hingga sentuh $1,971 pada 20 Februari 2026, berdasarkan data Coinmarketcap. Kenaikan harga ini, dipandang sebagai sinyal penting adanya daya beli yang cukup solid guna menjaga harga agar tidak merosot. Bagi investor aset kripto Indonesia, kondisi $ETH yang sedang mencari pijakan baru ini dapat menjadi sinyal untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap strategi investasi yang selama ini diterapkan. Sejalan dengan ini, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) Berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. Sebab, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Lantaran itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya. Sehingga aktivitas investasi yang dilakukan berdasarkan pada pemahaman mendalam mengenai manajemen risiko dan fundamental aset. Di tengah situasi pasar yang penuh teka-teki ini, urgensi mengenai literasi keuangan menjadi hal yang paling utama bagi siapa pun yang ingin terjun ke dunia aset kripto. Memahami cara kerja pasar bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan agar investor tidak terjebak dalam arus spekulasi yang menyesatkan Dengan memperkuat wawasan sebelum bertransaksi, investor diharapkan dapat membedakan antara fluktuasi harga sementara dan nilai jangka panjang sebuah teknologi sehingga tidak mudah goyah oleh berita-berita yang kurang akurat. Kesabaran dan pemahaman yang baik akan menjadi kunci utama dalam meraih potensi maksimal dari perkembangan aset kripto yang terus bertransformasi menuju standar keuangan masa depan yang lebih inklusif dan modern.

Bittime Ajak Investor Perkuat Pemahaman Risiko dan Literasi Finansial Internasional
Internasional
Minggu, 25 Januari 2026 | 12:36 WIB

Bittime Ajak Investor Perkuat Pemahaman Risiko dan Literasi Finansial

Jakarta, katakabar.com - Kondisi ekonomi global saat ini tengah berada dalam fase penyesuaian yang cukup signifikan seiring dengan meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Bittime, platform pertukaran aset kripto yang resmi dan diawasi di Indonesia kembali tegaskan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. Penundaan pembahasan undang-undang pasar aset kripto oleh otoritas AS karena pergeseran fokus ke sektor perumahan telah menciptakan sejumlah efek yang langsung dirasakan oleh komunitas trader di Indonesia. Situasi ini menunjukkan betapa eratnya kaitan antara kebijakan ekonomi negara maju dengan sentimen investasi di dalam negeri, di mana fluktuasi harga seringkali dipicu oleh berita makro yang terjadi di luar perbatasan kita. Bagi para pelaku pasar domestik, fenomena ini merupakan pengingat bahwa aset digital bukan sekadar tren teknologi, melainkan instrumen keuangan kompleks yang sangat sensitif terhadap perubahan politik dan moneter global. Dalam menghadapi situasi pasar yang stagnan namun penuh risiko ini, Bittime terus menekankan pentingnya literasi keuangan bagi setiap nasabahnya. Edukasi menjadi instrumen perlindungan konsumen yang paling efektif agar para trader tidak terjebak dalam pengambilan keputusan emosional atau spekulasi tanpa dasar yang kuat. Tanpa pemahaman yang memadai mengenai korelasi antar aset dan fundamental ekonomi, investor rentan mengalami kerugian besar saat terjadi volatilitas mendadak akibat kebijakan suku bunga internasional yang tidak terduga. Efek dari ketidakpastian global ini bagi trader Indonesia sangat nyata, terutama dalam hal pengelolaan portofolio jangka menengah. Ketika likuiditas global tertahan, pergerakan harga aset digital cenderung lebih liar dan sulit diprediksi, sehingga kemampuan analisis mandiri menjadi sangat krusial. Selaras dengan ini, Bittime juga menghadirkan kampanye PayDay GainDay. Program ini bertujuan memanfaatkan periode gajian atau upah bulanan para pekerja untuk disisihkan pada investasi. Ini ditujukan guna mendorong minat para investor muda untuk secara disiplin mengalokasikan sebagian pendapatan bulanan pada alternatif investasi, seperti aset kripto. Melalui program ini, Bittime tidak hanya memfasilitasi adopsi aset kripto yang berkelanjutan tetapi juga secara efektif mengedukasi masyarakat mengenai disiplin investasi. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime

Kesadaran Kripto Indonesia Nomor Dua di Asia, Mengapa Pemahaman Masih Sulit? Ekonomi
Ekonomi
Senin, 16 Desember 2024 | 18:38 WIB

Kesadaran Kripto Indonesia Nomor Dua di Asia, Mengapa Pemahaman Masih Sulit?

Jakarta, katakabar.com - Survei terbaru yang dilakukan oleh Consensys bekerja sama dengan YouGov mengungkapkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap aset kripto. Angka ini naik sebesar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempatkan Indonesia sejajar dengan Korea Selatan sebagai negara dengan tingkat kesadaran kripto tertinggi kedua di Asia, setelah Turki. Meskipun demikian, peningkatan kesadaran ini tidak diiringi dengan peningkatan pemahaman yang signifikan. Sebanyak 63 persen responden mengaku masih kesulitan memahami konsep dasar kripto dan teknologi blockchain yang mendasarinya. Temuan ini menjadi sorotan bagi pelaku industri kripto, termasuk Tokocrypto, yang melihat potensi besar dalam pasar Indonesia namun dihadapkan pada tantangan edukasi. Edukasi Jadi Kunci Adopsi Massal VP PR & Marketing Tokocrypto, Rieka Handayani menekankan pentingnya edukasi mendorong adopsi kripto di Indonesia. "Meskipun minat masyarakat terhadap kripto semakin besar, rendahnya tingkat pemahaman menjadi hambatan utama," kata Rieka. Ia menambahkan generasi muda, khususnya yang berusia 18 hingga 35 tahun kelompok yang paling aktif dalam transaksi kripto.

GAPKI Kalbar: Penting Pemahaman Penerapan Prinsip Standar Ketenagakerjaan Internasional Nasional
Nasional
Selasa, 06 Februari 2024 | 19:35 WIB

GAPKI Kalbar: Penting Pemahaman Penerapan Prinsip Standar Ketenagakerjaan Internasional

Pontianak, katakabar.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Provinsi Kalimantan Barat taja dialog sosial hubungan industrial efektif dan produktif di sektor sawit berkelanjutan di Pontianak, dari 6 hingga 7 Februari 2024. "Kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman perusahaan-perusahaan di bawah naungan GAPKI, terkait penerapan prinsip-prinsip standar ketenagakerjaan internasional mengenai dialog sosial dan kerja sama di tempat kerja untuk hubungan industrial efektif dan lingkungan kerja produktif," kata Ketua Gapki Cabang Provinsi Kalimantan Barat, Purwati Munawir di Pontianak, dilansir dari laman ANTARA, pada Selasa (6/2). Dijelaskan Purwati, meskipun Undang Undang Cipta Kerja telah diberlakukan, tapi Undang Undang Nomor 2 Tahun 2004 tetap menjadi dasar hukum utama untuk penyelesaian perselisihan hubungan industrial, termasuk penyelesaian di luar pengadilan dan di dalam pengadilan hubungan industrial. Undang Undang Nomor 2 Tahun 2004 memberikan keutamaan perundingan bipartit untuk penyelesaian perselisihan hubungan industrial diikuti dengan proses penyelesaian di luar pengadilan yaitu mediasi, konsiliasi dan arbitrasi dimungkinkan berlanjut melalui proses Pengadilan Hubungan Industrial maupun Mahkamah Agung. "Dapat di catat mediasi, konsiliasi dan arbitrasi bagian penting dan sistem penyelesaian perselisihan dan merupakan langkah pertama yang dianjurkan bagi para pihak yang berselisih untuk duduk jika perundingan gagal," terangnya. Proses di luar pengadilan, tutur Purwati, tidak hanya menggunakan pendekatan sukarela dalam penyelesaian perselisihan tapi melakukan upaya pencegahan agar masalah lama dan kasus-kasus terdahulu dan penundaan yang berlarut-larut menyelesaikan perselisihan dapat dihindarkan dan biaya yang dikeluarkan lebih murah. Konvensi dan Rekomendasi ILO menekankan, ucap Purwati, perlunya suatu sistem penyelesaian perselisihan dan bagaimana sistem tersebut berfungsi. Konvensi dan Rekomendasi ILO, yakni Rekomendasi Nomor 92 mengenai Konsiliasi dan Arbitrasi Sukarela, 1951, yang mengatur kelengkapan konsilidasi sukarela harus tersedia untuk membantu pencegahan dan penyelesaian perselisihan industrial. Begitu pula berdasarkan Konvensi Nomor 151 mengenai Hubungan Ketenagakerjaan (Layanan Publik), 1978, penyelesaian perselisihan yang terkait dengan syarat dan ketentuan kerja harus diselesaikan melalui perundingan antara para pihak atau melalui sarana yang independen dan mandiri, seperti mediasi, konsiliasi dan arbitrasi, yang dibentuk untuk memastikan adanya kepercayaan dari para pihak yang terlibat. Adanya situasi perubahan pasar yang dinamis dan perubahan peraturan perundang-undangan sangat mempengaruhi hubungan kerja dan seringkali menimbulkan perselisihan hubungan industrial di tempat kerja maka efektifitas penyelesaian dan mediasi menjadi tantangan. Mencermati situasi ini GAPKI bersama Kantor ILO Jakarta dan didukung Kementerian Ketenagakerjaan melaksanakan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan keefektifan system penyelesaian perselisihan hubungan industrial (khususnya bipartit dan mediasi) serta meningkatkan kemampuan dan ketrampilan para manajemen, pekerja dan serikat pekerja dan manajemen ataupun pengusaha meningkatkan dialog sosial di tempat kerja untuk meningkatkan produktifitas dan mencegah perselisihan di tempat kerja.