Pembiayaan

Sorotan terbaru dari Tag # Pembiayaan

Ekspansi ke NTB, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan dan Perkuat Damsos Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 31 Maret 2026 | 13:49 WIB

Ekspansi ke NTB, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan dan Perkuat Damsos

Mataram, katakabar.com - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) tegaskan komitmen untuk menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat seiring dengan ekspansi jaringan dan penguatan layanan pembiayaan di berbagai wilayah. Komitmen itu diwujudkan melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang kali ini disalurkan kepada Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram, Nusa Tenggara Barat, di pekan pertama Maret 2026 lalu. Di kegiatan itu, BRI Finance salurkan bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada kesejahteraan anak-anak di lingkungan sekitar operasional perusahaan. Bantuan diserahkan perwakilan BRI Finance, Ari Prayuwana, kepada Ketua Yayasan Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram, Ir. H. Subandriyo. Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menuturkan perusahaan berkomitmen untuk tumbuh secara berkelanjutan bersama masyarakat. “Melalui program TJSL ini, kami ingin memberikan dukungan nyata kepada anak-anak di Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram agar tetap memiliki motivasi dalam menempuh pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. Kehadiran BRI Finance di Mataram diharapkan tidak hanya memperkuat layanan pembiayaan, tetapi juga memberikan kontribusi sosial yang berkelanjutan,” jelasnya. Pelaksanaan kegiatan TJSL ini bagian dari rangkaian peresmian Kantor Cabang (KC) Mataram yang berlokasi di Jalan Brawijaya Nomor 005A, Cakranegara Selatan, Kota Mataram. Pembukaan kantor cabang tersebut merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah Nusa Tenggara Barat. Dari sisi makro ekonomi, Kota Mataram menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif. Pada tahun 2024, kota ini mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,12% dan menargetkan peningkatan hingga 8% pada tahun 2030, dengan fokus pada pengembangan ekonomi hijau serta pengurangan kesenjangan. Selain itu, Mataram juga tercatat sebagai kota paling maju kedua di luar Pulau Jawa pada tahun 2024 dengan indeks daya saing mencapai 4,29 poin. Dinamika ekonomi daerah turut diperkuat oleh keberagaman sosial dan budaya masyarakat yang merupakan perpaduan suku Sasak, Bali, serta pengaruh Tionghoa dan Arab. Kondisi ini menciptakan ekosistem ekonomi yang adaptif dan resilien. Di sisi lain, potensi sektor kriya bernilai tambah seperti tenun ikat, songket Lombok, dan mutiara Lombok juga menjadi penggerak ekonomi lokal yang kompetitif. Melalui kehadiran Kantor Cabang Mataram dan implementasi berbagai program sosial, BRI Finance optimistis dapat memperluas perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat di Nusa Tenggara Barat.

BRI Finance Optimalkan Peluang Pembiayaan Dana Tunai Pasca Mudik Lebaran 2026 Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 26 Maret 2026 | 07:44 WIB

BRI Finance Optimalkan Peluang Pembiayaan Dana Tunai Pasca Mudik Lebaran 2026

Jakarta, katakabar.com - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) melihat adanya peningkatan kebutuhan dana tunai masyarakat pasca periode mudik dan libur panjang Lebaran 2026. Momentum ini umumnya diikuti dengan penyesuaian kondisi keuangan setelah meningkatnya aktivitas konsumsi selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi. Menangkap peluang tersebut, BRI Finance menghadirkan solusi pembiayaan melalui produk BRI Flash yang memberikan kemudahan akses dana tunai bagi masyarakat dengan skema yang kompetitif dan fleksibel. Melalui BRI Flash, nasabah dapat memperoleh dana tunai dengan suku bunga mulai dari 0,7 persen per bulan, tenor hingga 4 tahun, serta nilai pencairan pembiayaan mencapai 90 persen dari harga kendaraan yang dijaminkan. Produk ini dirancang untuk memberikan solusi likuiditas yang cepat dan aman, sekaligus mendukung kebutuhan finansial nasabah pasca Lebaran. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan periode pasca Lebaran momentum strategis bagi perusahaan dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan akses pembiayaan yang cepat dan terpercaya. “BRI Finance melihat tren peningkatan kebutuhan dana tunai setelah periode Lebaran sebagai peluang untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan. Melalui BRI Flash, kami menawarkan skema yang kompetitif dengan proses yang cepat dan mudah, sehingga dapat membantu masyarakat dalam menjaga stabilitas keuangan,” ujar Dhani. Kata Aditia, kemudahan akses dan fleksibilitas produk menjadi fokus utama BRI Finance dalam memperkuat layanan kepada nasabah. “Kami terus mendorong penguatan layanan, termasuk melalui kanal digital, agar proses pengajuan pembiayaan dapat dilakukan secara lebih praktis dan efisien. Hal ini sejalan dengan komitmen BRI Finance untuk memberikan solusi keuangan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” ucap Dhani..

BRI Finance Jaga Stabilitas Pembiayaan Alat Berat di Tengah Dinamika RKAB Batubara Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 24 Maret 2026 | 14:09 WIB

BRI Finance Jaga Stabilitas Pembiayaan Alat Berat di Tengah Dinamika RKAB Batubara

Jakarta, katakabar.com - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) tegaskan komitmen untuk menjaga kinerja pembiayaan alat berat tetap stabil di tengah berkembangnya wacana penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara tahun 2026. Perseroan melihat dinamika tersebut merupakan bagian dari siklus perencanaan di industri pertambangan yang masih berada dalam koridor wajar. Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menjelaskan hingga saat ini belum terdapat indikasi signifikan yang mengarah pada penundaan maupun ekspansi pembiayaan alat berat. Permintaan dari sektor ini dinilai tetap menunjukkan tren yang positif, khususnya dari pelaku usaha dengan fundamental bisnis yang kuat dan berorientasi jangka panjang. “Permintaan pembiayaan alat berat masih berjalan dengan baik, terutama dari sektor-sektor produktif yang memiliki daya tahan bisnis yang solid. Hal ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pembiayaan di segmen ini,” cerita Wahyudi. Untuk menjaga kualitas pertumbuhan, sambungnya, BRI Finance tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential principle) dalam setiap penyaluran pembiayaan. Perseroan secara konsisten menerapkan manajemen risiko yang disiplin serta selektif dalam menentukan portofolio, dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan usaha debitur. Sejalan dengan itu, ucapnya, BRI Finance juga terus mencermati perkembangan kebijakan serta dinamika industri guna memastikan strategi bisnis tetap adaptif dan relevan. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas aset. Dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan arah kebijakan yang ada, BRI Finance memproyeksikan pembiayaan alat berat hingga akhir tahun 2026 akan tetap berada pada level yang stabil. Perseroan akan memfokuskan pembiayaan pada sektor-sektor dengan prospek positif guna mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Sebagai gambaran kinerja, hingga awal tahun 2026, penyaluran pembiayaan alat berat BRI Finance tercatat tumbuh signifikan sebesar 144,68% secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan kontribusi terhadap total portofolio mencapai 20,17%. Capaian ini mencerminkan kuatnya permintaan serta posisi strategis segmen alat berat dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.

Catat Permintaan Pembiayaan Hingga Rp150 Miliar! Restock Perkuat Peran Pembiayaan Alternatif UM Default
Default
Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:04 WIB

Catat Permintaan Pembiayaan Hingga Rp150 Miliar! Restock Perkuat Peran Pembiayaan Alternatif UM

Jakarta, katakabar.com - Program ACCES (Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises) yang digagas oleh Kementerian UMKM Republik Indonesia resmi menutup batch pelaksanaan terbarunya dengan capaian signifikan dalam memperluas akses pembiayaan bagi usaha menengah di Indonesia. Dalam program ini, Restock (PT Cerita Teknologi Indonesia) berperan sebagai salah satu mitra pembiayaan non-bank yang mendukung ekosistem pendanaan alternatif di luar perbankan. Sepanjang pelaksanaan program, 207 pengusaha menengah dari 12 provinsi di Indonesia tercatat mendaftar, dengan 56 peserta terkurasi dan berhasil di-onboard untuk mengikuti pendampingan intensif dan proses business matching. Peserta yang terpilih mencerminkan segmen usaha menengah yang siap tumbuh namun masih menghadapi tantangan dalam mengakses pembiayaan. Dari proses asesmen dan pendampingan tersebut, tercatat permintaan pembiayaan mencapai Rp120 hingga Rp150 miliar, dengan Rp20 hingga Rp30 miliar pembiayaan telah terproses pada batch ini melalui kolaborasi lembaga keuangan perbankan dan non-bank. Menariknya, sekitar 40 persen peserta ACCES merupakan pengusaha yang sebelumnya telah mengakses pembiayaan bank maupun lembaga keuangan lain, namun masih membutuhkan opsi pendanaan tambahan yang lebih fleksibel dan berbasis kebutuhan operasional. Program ACCES dirancang sebagai inisiatif strategis Kementerian UMKM untuk menjembatani kesenjangan pembiayaan usaha menengah melalui pendekatan business matching, kurasi berbasis kesiapan usaha, serta kolaborasi lintas lembaga keuangan. Dalam ekosistem ini, Restock berperan sebagai penyedia pembiayaan alternatif berbasis teknologi, khususnya melalui skema supply chain financing dan inventory financing, yang melengkapi peran perbankan dalam memenuhi kebutuhan modal kerja dan ekspansi usaha menengah. Dengan pendekatan berbasis data, analisis rantai pasok, serta evaluasi performa usaha, Restock membantu membuka akses pembiayaan bagi segmen yang belum sepenuhnya terlayani oleh skema pembiayaan tradisional. Direktur Restock, Rega Sardjono, menyampaikan bahwa capaian ACCES menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pembiayaan alternatif. “Data ACCES memperlihatkan banyak usaha menengah sebenarnya sudah bankable, namun tetap membutuhkan opsi pembiayaan tambahan yang lebih adaptif dengan siklus bisnis mereka. Di sinilah peran pembiayaan alternatif menjadi relevan, bukan untuk menggantikan bank, tetapi melengkapinya. Kolaborasi seperti ACCES adalah fondasi penting untuk memperkuat sektor produktif nasional,” ujar Rega. Apresiasi dari Kementerian UMKM RI Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Bagus Rachman, menyatakan Program ACCES bukan hanya tentang akses modal, tetapi tentang membangun ekosistem kolaboratif yang mendorong usaha menengah menjadi penggerak utama ekonomi nasional”. Ke depan, hasil pelaksanaan ACCES diharapkan dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, lembaga keuangan, dan penyedia pembiayaan alternatif dalam memperluas akses modal, meningkatkan kesiapan usaha menengah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif.

ASEAN Rumuskan Profil Pembiayaan Karbon Biru Perdana Langkah Strategis Ekonomi Biru Internasional
Internasional
Minggu, 30 November 2025 | 18:00 WIB

ASEAN Rumuskan Profil Pembiayaan Karbon Biru Perdana Langkah Strategis Ekonomi Biru

Jakarta, katakabar.com - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Pemerintah Jepang, dan United Nations Development Programme (UNDP) menyelenggarakan ASEAN Regional Workshop on Blue Carbon and Finance Profiling pada 27 hingga 28 November 2025 lalu, di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koneksi antara sains dan kebijakan dalam upaya penanganan perubahan iklim di wilayah pesisir dan perairan tawar. Lokakarya yang berlangsung di kantor BAPPENAS ini merupakan bagian dari Proyek ASEAN Blue Carbon and Finance Profiling (ABCF), inisiatif regional yang didanai Pemerintah Jepang dan diimplementasikan oleh UNDP Indonesia bersama ASEAN Coordinating Task Force on Blue Economy (ACTF-BE). Proyek ini mendukung negara-negara ASEAN dalam memahami kondisi serta nilai ekonomi ekosistem pesisir dan e, sehingga dapat merancang kebijakan yang lebih efektif dan meningkatkan akses terhadap pembiayaan untuk perlindungan dan pemulihan ekosistem tersebut. Sebanyak 30 pakar teknis dari 11 Negara Anggota ASEAN hadir untuk membahas metode pengumpulan data, meninjau pendekatan ilmiah, dan memfinalisasi penyusunan 11 national Blue Carbon Profiles serta 11 national Blue Finance Profiles, lengkap dengan dua profil regional. Profil-profil tersebut dijadwalkan diluncurkan pada Maret 2026 dan akan memberikan panduan bagi pemerintah dalam memahami aset karbon biru, kebutuhan pembiayaan, serta peluang kebijakan untuk memperkuat perlindungan pesisir, strategi iklim, dan investasi di sektor ekonomi biru berkelanjutan. Ekosistem pesisir seperti mangrove, padang lamun, dan lahan gambut merupakan aset alam bernilai tinggi namun rentan. Ekosistem ini berperan penting dalam menyimpan karbon, mendukung perikanan, melindungi garis pantai dari erosi, serta menjadi sumber mata pencaharian masyarakat pesisir. Namun, tekanan dari alih fungsi lahan, polusi, dan dampak perubahan iklim terus mengancam keberlanjutan ekosistem tersebut. Melalui ABCFP, ASEAN berupaya mengatasi kesenjangan pengetahuan dan pendanaan dengan memetakan potensi ekosistem biru, mengidentifikasi kebijakan pendukung, dan merumuskan jalur pembiayaan publik, swasta, dan inovatif. Membuka lokakarya atas nama ASEAN sebagai Shepherd ACTF-BE, Dr. Eka Chandra Buana, Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan BAPPENAS, menegaskan pentingnya penguatan karbon biru dan pembiayaan biru dalam agenda ekonomi biru ASEAN. “Lokakarya ini menunjukkan bagaimana Negara-Negara Anggota ASEAN dapat bekerja bersama untuk memperkuat basis pengetahuan dan mengembangkan pendekatan yang mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan,” ujarnya. Sedang, Chujo Kazuo, Menteri/Wakil Kepala Misi, Kantor Misi Jepang untuk ASEAN, menegaskan kembali kemitraan strategis Jepang dengan ASEAN serta komitmennya dalam mendukung pembangunan ekonomi biru berkelanjutan. Ia menyampaikan, Jepang sangat menghargai kolaborasi dengan mitra regional dan para ahli lokal. Kami percaya bahwa keahlian harus berpijak pada pengetahuan lokal dan kebijakan harus dibangun melalui kepemilikan regional. Ia menambahkan, pekerjaan ke depan memang kompleks, namun dampaknya sangat transformatif. Melalui proyek ini, kita mengambil langkah penting untuk melindungi ekosistem vital, memperkuat ketahanan iklim, menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan, dan menjaga kemakmuran serta keamanan kawasan. Deputy Resident Representative UNDP Indonesia, Sujala Pant, menyoroti kuatnya kolaborasi regional dalam proses penyusunan profil tersebut. Menurutnya, inisiatif ini melibatkan 98 pakar dari 35 lembaga akademik dan penelitian di ASEAN dan Timor-Leste. Komunitas ilmiah sebesar ini sangat penting bagi kawasan, dan jejaring yang terbentuk melalui proses ini diharapkan dapat terus mendukung ACTF-BE dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Ia menekankan tujuan utama lokakarya, kegiatan ini dirancang sebagai ruang kerja untuk menyempurnakan draft, memperkuat asumsi, serta mengidentifikasi keterkaitan antara analisis karbon dan pembiayaan, sambil memahami pola dan tren di tingkat regional. Sepanjang lokakarya, peserta berdiskusi mengenai integrasi data, metode valuasi, dan kerangka pembiayaan untuk memastikan produk akhir menjadi alat praktis bagi pengambilan keputusan nasional dan regional.

Ventrue–Hijrah Resmikan JV Pembiayaan Dapur MBG Nasional
Nasional
Jumat, 29 Agustus 2025 | 08:12 WIB

Ventrue–Hijrah Resmikan JV Pembiayaan Dapur MBG

Jakarta, katakabar.com - Kolaborasi strategis antara Garuda Ventrue Capital Indonesia, dan Hijrah Infra, serta Development Sdn Bhd Malaysia resmi ditegaskan di Jakarta melalui penandatanganan Joint Venture Agreement untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Dengan investasi awal Rp175 miliar untuk 100 unit dari target 1.000 dapur, inisiatif ini diproyeksikan mampu menyajikan hingga 4.000 porsi makanan sehat per dapur setiap hari, sekaligus menciptakan ribuan lapangan kerja baru di daerah. Langkah ini menjadi momentum penting lintas negara dalam memperkuat agenda nasional Indonesia melawan stunting, mendorong ketahanan pangan, dan menghadirkan model pembiayaan sosial yang dapat direplikasi secara nasional. Kesepakatan ini berfokus pada dukungan pembiayaan, tanpa melibatkan diri langsung dalam pengelolaan operasional dapur yang akan dijalankan oleh mitra lokal. Di tahap awal, investasi sebesar Rp175 miliar dialokasikan untuk pembangunan 100 unit dapur, dengan estimasi maximal Rp1,75 miliar per unit. Pendanaan dikombinasikan melalui ekuitas, pembiayaan perbankan, serta dukungan program pemerintah. Dalam jangka panjang, JVCO menargetkan pembangunan 1.000 dapur MBG atau Sentra Penyediaan Pangan Gizi atau SPPG di berbagai wilayah Indonesia. Setiap dapur diproyeksikan mampu menyediakan 3.000–4.000 porsi makanan bergizi per hari. Selain mencegah malnutrisi dan stunting, inisiatif ini juga akan membuka lapangan kerja lokal, memperkuat peran koperasi dan BUMDes, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Kerja sama ini difokuskan pada pembiayaan dan jaringan keuangan agar pembangunan dapur MBG dapat berlangsung cepat, transparan, dan berkelanjutan,” ujar Denia Yuniarti Abdussamad, CEO Ventrue Capital. Sementara, Nubly Ambotang, CEO Hijrah Infra & Development Sdn Bhd, menegaskan peran pihaknya sebagai mitra modal dan akses perbankan regional, serta menyebut langkah ini sebagai kontribusi nyata dalam mendukung agenda nasional Indonesia terkait gizi anak dan ketahanan pangan.

Hadir di BRI Consumer Expo, BRI Finance Tawarkan Solusi Pembiayaan Kredibel Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 16 Juli 2025 | 15:38 WIB

Hadir di BRI Consumer Expo, BRI Finance Tawarkan Solusi Pembiayaan Kredibel

Jakarta, katakabar.com - PT BRI Multifinance Indonesia atau 'BRI Finance, anak perusahaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang bergerak di sektor pembiayaan, turut ambil bagian di gelaran BRI Consumer Expo 2025 Goes to Podomoro Golf View, yang dilaksanakan pada 12 hingga 13 Juli 2025 lalu, di kawasan Podomoro Golf View, Cimanggis. Kegiatan ini bagian dari rangkaian property expo yang digagas BRI bekerja sama dengan pengembang properti ternama, Agung Podomoro Land, untuk memberikan akses lebih luas kepada masyarakat terhadap hunian berkualitas. Melalui BRI Consumer Expo, masyarakat tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk menemukan hunian impian dengan lingkungan yang terintegrasi, dan fasilitas yang lengkap, tapi memperluas wawasan investasi jangka panjang di sektor properti. Acara ini menghadirkan berbagai pilihan properti unggulan dari pengembang terpercaya, sekaligus menawarkan berbagai kemudahan melalui layanan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BRI yang kompetitif dan proses pengajuan yang efisien. Tak hanya berfokus pada sektor properti, BRI Consumer Expo 2025 juga menghadirkan berbagai aktivitas menarik yang memperkaya pengalaman pengunjung, seperti pameran otomotif, showcase properti eksklusif, dan jewelry booth. Di antara daya tarik utama adalah kesempatan untuk mencoba langsung mobil listrik terbaru dari BYD melalui sesi test drive gratis. Dengan berbagai pilihan kegiatan yang edukatif sekaligus menghibur, acara ini menjadi destinasi akhir pekan ideal bagi keluarga yang ingin menjelajahi berbagai solusi finansial dan gaya hidup dalam satu tempat. Direktur utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan mengutarakan, partisipasi BRI Finance dalam BRI Consumer Expo sejalan dengan komitmen BRI Finance untuk mendukung masyarakat mewujudkan rencana keuangan jangka panjang, termasuk memiliki kendaraan impian mereka. Selain itu, kata Darmawan, acara ini juga menjadi bentuk sinergi dengan induk perusahaan, BRI melalui penguatan captive market.

Promosikan Pembiayaan Terjangkau, BRI Finance Ramaikan Prambanan Jazz 2025 Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 09 Juli 2025 | 13:43 WIB

Promosikan Pembiayaan Terjangkau, BRI Finance Ramaikan Prambanan Jazz 2025

Yogyakarta, katakabar.com - Memasuki tahun ke 11 pergelarannya, Prambanan Jazz Festival kembali memukau publik pada 4 hingga 6 Juli 2025 lalu. Festival ini secara konsisten menghadirkan perpaduan megah antara musik kelas dunia dan keindahan warisan budaya Indonesia. Bertempat di kompleks bersejarah Candi Prambanan, ajang tahunan ini tak sekadar menjadi panggung konser, tetapi juga pengalaman multisensori yang semakin imersif berkat sentuhan teknologi digital interaktif. Tahun ini, deretan musisi lintas generasi dan genre turut meramaikan panggung, mulai dari Kenny G, eaJ, Tulus, Maliq & D'Essentials, Dewa 19 feat. Marcello Tahitoe, Raisa, Kahitna, hingga sosok legendaris seperti Ebiet G. Ade dan Ari Lasso. Prambanan Jazz Festival menjadi simbol harmonis kolaborasi antara tradisi dan inovasi, sekaligus menegaskan posisi Indonesia dalam lanskap festival musik bertaraf internasional. Tahun ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi sponsor utama Prambanan Jazz Festival 2025. Langkah ini semakin menegaskan dukungan BRI terhadap kemajuan industri kreatif dan ekonomi budaya di Indonesia. Kehadiran BRI tidak hanya memperkaya pengalaman festival, tetapi juga memperkenalkan pengunjung pada berbagai layanan digital unggulan seperti BRImo dan QLola by BRI. Melalui promo eksklusif dan interaksi langsung di lokasi, BRI mendorong adopsi layanan keuangan digital yang mudah, cepat, dan aman di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Tak ketinggalan, PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance sebagai anak usaha BRI di sektor pembiayaan turut ambil bagian dalam kemeriahan festival. BRI Finance membuka booth khusus yang menawarkan beragam promo menarik untuk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), termasuk simulasi pembiayaan dan penawaran khusus selama acara berlangsung. Kolaborasi ini memperlihatkan sinergi BRI Group dalam memberikan nilai tambah bagi pengunjung sekaligus memperluas jangkauan layanan finansial secara inklusif di tengah atmosfer seni dan budaya. Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan menyatakan, kehadiran BRI Finance di Prambanan Jazz Festival 2025 merupakan bagian dari upaya kami untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat sinergi dengan BRI Group dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan dan terjangkau. Melalui strategi captive market yang kami jalankan, kami bersinergi bersama ekosistem BRI untuk menjangkau segmen pasar yang lebih tepat sasaran, termasuk nasabah eksisting maupun potensial yang hadir di acara ini.

Wujudkan Mobilitas Hijau, BRI Finance Hadirkan  Solusi Pembiayaan Mobil Listrik Ekonomi
Ekonomi
Senin, 16 Juni 2025 | 08:22 WIB

Wujudkan Mobilitas Hijau, BRI Finance Hadirkan Solusi Pembiayaan Mobil Listrik

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM perluas insentif bagi produsen kendaraan listrik guna mendorong percepatan ekosistem mobil listrik di Indonesia. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Nomor 1 Tahun 2024, yang memberikan dua jenis insentif utama: pertama, pembebasan bea masuk (0 persen) dan PPnBM Ditanggung Pemerintah atau DTP untuk impor mobil listrik berbasis baterai; kedua, insentif PPnBM DTP untuk penyerahan mobil listrik berbasis baterai yang diproduksi di dalam negeri. Langkah ini diharapkan dapat menarik investasi produsen otomotif global serta memperkuat industri kendaraan listrik nasional. Menanggapi kebijakan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance, anak usaha BRI Group, menyatakan dukungan penuh dan menyambut positif insentif yang diberikan. Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan mengutarakan, kebijakan tersebut diharapkan akan semakin meningkatkan minat pasar terhadap mobil listrik. Dengan demikian, kredit kendaraan listrik juga ikut terdongkrak. Kebijakan ini sejalan dengan komitmen BRI Finance untuk mendorong pembiayaan berkelanjutan dan mendukung transisi menuju kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. “Sebagai perusahaan pembiayaan multiguna, BRI Finance optimistis pembiayaan mobil listrik, khususnya untuk Battery Electric Vehicle (BEV), akan tumbuh signifikan pada 2025. Tentunya kebijakan Pemerintah memiliki berpengaruh besar terhadap pertumbuhan mobil listrik di Indonesia, mulai dari produksi, penjualan, sampai dengan pembiayaan,” kata Wahyudi. Tren penggunaan mobil listrik di Indonesia semakin meningkat, seiring dengan kesadaran masyarakat yang tumbuh terhadap kendaraan ramah lingkungan. Sejumlah keunggulan mobil listrik dibandingkan kendaraan konvensional diantaranya, yakni emisi nol yang membantu mengurangi polusi udara, suara mesin yang lebih senyap, dan biaya operasional yang lebih rendah karena tidak memerlukan bahan bakar fosil serta perawatan mesin yang lebih sederhana. Kata Wahyudi, BRI Finance terus mengembangkan strategi untuk meningkatkan pembiayaan kendaraan listrik, termasuk menawarkan skema pembiayaan yang menarik dengan bunga kompetitif. Sebagai bagian dari BRI Group, BRI Finance bersinergi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. untuk memperkuat upaya ini. Saat ini, BRI Finance menawarkan program Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dengan suku bunga yang kompetitif, antara lain promo bunga 0 persen per tahun untuk mobil baru, 0,66 persen per bulan untuk mobil bekas, dan 0,7 persen per bulan untuk motor, yang mulai berlaku sejak 1 Mei 2025. “BRI Finance akan terus memaksimalkan captive market yang memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan penyaluran pembiayaan berkualitas. Kami bakal terus berinovasi dalam strategi untuk meningkatkan pembiayaan kendaraan listrik yang semakin berkembang,” tandasnya.

Dukung Hobi Touring Motor, BRI Finance Tawarkan Solusi Pembiayaan Ramah Kantong Para Bikers Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 04 Mei 2025 | 22:46 WIB

Dukung Hobi Touring Motor, BRI Finance Tawarkan Solusi Pembiayaan Ramah Kantong Para Bikers

Jakarta, katakabar.com - Aktivitas touring motor semakin digemari di Indonesia, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan berkendara jarak jauh. Tidak hanya sebagai sarana rekreasi, touring menawarkan pengalaman menikmati keindahan alam dan budaya setempat, serta membangun ikatan sosial antar sesama pengendara. Fenomena ini semakin berkembang sebagai bagian dari gaya hidup, baik di kota besar maupun daerah kecil, yang turut mendorong pertumbuhan komunitas touring motor dan menciptakan peluang baru di sektor otomotif serta pembiayaan kendaraan. Sebagai anak perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bergerak dibidang pembiayaan multiguna, PT BRI Multifinance Indonesia atau 'BRI Finance' melihat kegiatan touring sebagai peluang strategis untuk memperluas jangkauan pasar. Hal itu sejalan pula dengan misi BRI Finance dalam strategi captive market yang dijalankan. Data menunjukkan pada 2024, penjualan sepeda motor di Indonesia mencapai 6,33 juta unit, meningkat dari 6,23 juta unit pada tahun sebelumnya, dengan skuter matik (skutik) mendominasi 90,39 persen dari total penjualan. Rupanya Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, turut memperhatikan fenomena ini . Ia menyatakan, touring kini lebih dari sekadar berkendara, tapi menjadi ajang untuk mempererat hubungan antar sesama bikers dan meningkatkan kesadaran akan keselamatan berkendara. "Antusiasme yang tinggi terhadap budaya touring terlihat dari terus bermunculannya komunitas-komunitas motor baru," ujar Wahyudi. Menyikapi hal itu, BRI Finance menawarkan program pembiayaan motor dengan bunga kompetitif mulai dari 0,75 persen per bulan dan tenor hingga 4 tahun. Penawaran ini bertujuan memperluas jangkauan BRI Finance di segmen pecinta otomotif, khususnya komunitas touring. Dengan strategi ini, BRI Finance tidak hanya fokus pada penetrasi pasar otomotif, tapi pada penguatan keterlibatan dengan komunitas motor yang terus berkembang. Sinergi ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan pembiayaan kendaraan sekaligus memperkuat gaya hidup positif di kalangan bikers. Proses pengajuan yang praktis dan jaringan luas BRI semakin memudahkan masyarakat untuk memiliki kendaraan impian. "Komitmen kami adalah terus mendukung dan memberikan kemudahan kepada pecinta otomotif dalam setiap perjalanan mereka. BRI Finance siap mengoptimalkan potensi pasar yang terus berkembang, sekaligus memperkokoh posisi kami di industri otomotif nasional," jelas Wahyudi Darmawan.