Pendiri
Sorotan terbaru dari Tag # Pendiri
AI Bertemu Hukum: Pendiri Gani.ai Dorong Mahasiswa Manfaatkan Teknologi Sekutu Strategis
Jakarta, katakabar.com - Salah satu pendiri dan CEO platform teknologi hukum inovatif Gani.AI, Bintang Hidayanto, memikat para peserta dengan presentasi mendalam tentang kekuatan transformatif kecerdasan buatan (AI) dalam praktik hukum, di Kompetisi Hukum Bisnis ke 15 Piala Hafni Sjahruddin 2025 baru-baru ini, Berbekal pengalaman luasnya sebagai pengacara korporat komersial yang berpengalaman dan pendiri salah satu firma hukum terkemuka di Indonesia, Bintang menunjukkan bagaimana Gani.AI menggabungkan kecerdasan berbasis pengetahuan dengan wawasan strategis para profesional hukum. Ia menekankan, AI seharusnya menjadi bagian dari persenjataan seorang pengacara, bukan pengganti kecemerlangan mereka. Melalui demonstrasi langsung, para peserta menyaksikan kemampuan canggih Gani.AI dalam riset hukum, penyusunan dokumen, dan otomatisasi kepatuhan. Sesi ini menyoroti bagaimana AI dapat mempercepat pemikiran strategis dan menyederhanakan alur kerja, alih-alih menggantikan penilaian kritis manusia. Bintang menginspirasi para siswa untuk memandang teknologi sebagai pemungkin untuk analisis yang lebih tajam dan efisiensi operasional, menumbuhkan pola pikir yang diarahkan untuk masa depan inovasi hukum. Melihat ke luar Indonesia, ia berbagi visi Gani.AI untuk mendefinisikan ulang inovasi hukum di Asia-Pasifik (APAC), Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), dan kawasan lainnya. Dengan memadukan keahlian hukum yang mendalam dengan AI mutakhir, Gani.AI bertujuan untuk memberdayakan generasi profesional hukum berikutnya. Menutup pidatonya, Bintang mengajak para mahasiswa untuk melihat diri mereka sebagai “pengacara masa depan”, yang mampu memadukan wawasan manusia dengan perangkat berbasis AI untuk menghasilkan dampak yang lebih besar, baik dalam praktik maupun bisnis.
Pendiri WateryNation Juri Kompetisi Eco-Filter Inspirasi Generasi Muda Bidang Inovasi Air Bersih
Jakarta, katakabar.com - Pendiri WateryNation dan Mitra Muda UNICEF, Arfiana Maulina menunjukkan dedikasinya soal isu keberlanjutan dengan menjadi juri dalam Kompetisi Eco-Filter, sebuah ajang inovasi bagi anak muda dalam menciptakan filter air yang mendukung ketersediaan air bersih dalam situasi bencana. Kompetisi ini digelar sebagai bagian dari inisiatif Youth Act!ON yang didukung oleh berbagai organisasi seperti PLAN International, UNICEF, Australian Aid, dan Teens Go Green. Di ajang ini, Arfiana bergabung dengan para ahli WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) dan aktivis lingkungan untuk menilai solusi inovatif yang dikembangkan oleh peserta. Sebagai seorang aktivis yang telah berkecimpung dalam edukasi air bersih sejak usia 16 tahun, perannya dalam kompetisi ini memberikan perspektif unik tentang bagaimana anak muda dapat menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi krisis air global.
Pendiri CLAV Digital Ucapkan Belasungkawa Bagi Korban Kebakaran di Glodok dan Los Angeles
Jakarta, katakabar.com - Pendiri CLAV Digital, Andrea Wiwandhana ucapkan belasungkawa yang mendalam kepada para korban kebakaran yang baru-baru ini melanda kawasan Glodok, Jakarta, dan Los Angeles, Amerika Serikat. Kedua insiden ini sebabkan kerugian besar, baik secara materi maupun emosional, bagi banyak keluarga dan komunitas. “Hati saya bersama semua keluarga yang terdampak oleh kebakaran ini, baik di Glodok maupun Los Angeles. Disituasi seperti ini, penting bagi kita semua untuk bersatu dan mendukung mereka yang kehilangan rumah, pekerjaan, atau bahkan orang-orang terkasih mereka,” ujar Andrea. Ia sedikit kenang masa kecilnya saat sering berkunjung ke Glodok untuk membeli barang elektronik, termasuk handphone pertamanya, yang menjadi bagian dari kenangan tak terlupakan. Kebakaran di Glodok terjadi pada 15 Januari 2025, melahap 4 lantai pada Mall Glodok Plaza. Menurut laporan sembilan orang sempat terjebak di dalam kebakaran tersebut sebelum akhirnya berhasil diselamatkan melalui operasi dramatis oleh petugas pemadam kebakaran. Sedang, di Los Angeles, kebakaran yang menyebar dengan cepat pada 7 Januari 2025, diduga disebabkan oleh kombinasi faktor alam dan kondisi cuaca ekstrem. Artikel mencatat beberapa teori konspirasi muncul terkait penyebab kebakaran ini, tapi investigasi resmi masih berlangsung. Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah kebakaran di wilayah perkotaan Indonesia meningkat sebesar 12 persen dalam lima tahun terakhir. Lalu, di Amerika Serikat, laporan dari National Fire Protection Association (NFPA) mencatat bahwa kebakaran menyebabkan kerugian lebih dari $16 miliar pada tahun 2023 saja. Kedua data ini menunjukkan perlunya kesadaran yang lebih besar mengenai pencegahan kebakaran, termasuk pentingnya infrastruktur yang lebih baik dan pendidikan masyarakat mengenai keselamatan.