Pengendalian

Sorotan terbaru dari Tag # Pengendalian

Holding PTPN III Perkuat Pengendalian Persediaan CPO Lewat Stock Opname di KPBN Dumai Sawit
Sawit
Jumat, 30 Januari 2026 | 19:00 WIB

Holding PTPN III Perkuat Pengendalian Persediaan CPO Lewat Stock Opname di KPBN Dumai

Dumai, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui PT KPBN melaksanakan kegiatan stock opname (STO) CPO di Tangki Timbun KPBN Unit Dumai sebagai bagian dari Stock Opname di Penghujung 2025 lalu. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesesuaian antara data administrasi atau pencatatan buku dengan kondisi fisik stok CPO yang tersimpan di tangki timbun. Pelaksanaan stock opname di KPBN Unit Dumai dilakukan Tim PTPN IV Regional I, II, dan III sebagai bagian dari pengendalian internal perusahaan, serta upaya menjaga keakuratan dan keandalan data persediaan. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemeriksaan fisik volume CPO, pengecekan sistem pencatatan, serta verifikasi dokumen pendukung yang terkait. Kegiatan tersebut bagian dari Rencana Stock Opname Akhir Tahun 2025 (Objek STO 2026) di PT KPBN Unit Dumai yang dilaksanakan oleh Tim PTPN IV Regional I, II, dan III. Melalui kegiatan stock opname ini, Holding Perkebunan Nusantara menegaskan komitmen menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), khususnya dalam aspek transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan persediaan CPO yang akurat, andal, dan terukur.

Bram Hertasning Soroti Logistik dan Stabilitas Harga Saat Rapat Pengendalian Inflasi Jelang Nataru Nasional
Nasional
Rabu, 03 Desember 2025 | 12:35 WIB

Bram Hertasning Soroti Logistik dan Stabilitas Harga Saat Rapat Pengendalian Inflasi Jelang Nataru

Jakarta, katakabar.com - Praktisi transportasi dan tata kelola logistik nasional, Bram Hertasning, menjadi salah satu narasumber utama dalam Rapat Koordinasi Pemetaan Komoditas Unggulan Daerah yang digelar di Hotel Aston TB Simatupang, Senin (1/12). Rapat ini membahas strategi pemerintah dalam menjaga ketersediaan pasokan dan pengendalian inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Rapat dibuka Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III, Dr. TB Chaerul Dwi Sapta, dan dihadiri perwakilan dari berbagai kementerian, lembaga, serta biro perekonomian provinsi di seluruh Indonesia. Dalam forum tersebut, Bram Hertasning menekankan pentingnya kesiapan sistem logistik dan akurasi data harga sebagai fondasi pengendalian inflasi nasional. Menurut Bram Hertasning, tekanan inflasi biasanya meningkat pada periode Desember–Januari akibat lonjakan permintaan pangan dan tarif angkutan. Ia menilai beberapa wilayah seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat memerlukan atensi lebih karena pasokan terganggu akibat bencana. “Kestabilan harga dan pasokan adalah prioritas. Skema operasi pasar, dukungan distribusi, dan pemantauan data harga harus berjalan beriringan agar intervensi pemerintah tepat sasaran,” ujar Bram Hertasning dalam paparannya. Pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif berupa operasi pasar, bantuan sosial, dan pemantauan harga harian melalui SP2KP. Saat pemaparannya, Bram Hertasning kembali menekankan persoalan logistik sebagai salah satu akar penyebab disparitas harga antarwilayah. Ia menilai biaya angkut yang tinggi, infrastruktur jalan rusak, hingga distribusi yang tidak merata membuat harga barang tidak seragam. “Sistem logistik nasional masih belum efisien. Tanpa perbaikan akses, integrasi transportasi, dan konsistensi distribusi, harga komoditas akan tetap berfluktuasi,” kata Bram Hertasning. Selain logistik, ia menyoroti ketimpangan kapasitas fiskal daerah. Dari 546 Pemda, hanya sebagian kecil yang memiliki fiskal kuat, sementara mayoritas masih bergantung pada transfer pusat. APBD 2026: Daerah Diminta Siapkan Ruang Fiskal Menjelang penyusunan APBD 2026, pemerintah pusat meminta daerah menyiapkan ruang fiskal dan memanfaatkan dana idle untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi, potensi kelangkaan barang, dan kenaikan inflasi. Anggaran pengendalian inflasi juga diminta tidak dipangkas. Penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) diperkenankan untuk kondisi mendesak terkait ekonomi dan inflasi, dengan pendampingan dari Kemendagri dan APIP. Penguatan Perdagangan Antardaerah Kementerian Perdagangan menekankan pentingnya kredibilitas data harga melalui SP2KP serta peran daerah dalam pemantauan harian. Penguatan perdagangan antardaerah dinilai krusial untuk menyeimbangkan pasokan. Menanggapi hal tersebut, Bram Hertasning mendorong peningkatan kerja sama antarwilayah serta perbaikan tata kelola neraca pangan. “Pemetaan surplus dan defisit pangan harus menjadi dasar kerja sama antar daerah. Pelaku usaha perlu dilibatkan agar pasokan mengalir lebih cepat dan merata,” ujarnya. Di forum tersebut, sejumlah rekomendasi dibahas untuk memperkuat stabilitas harga menjelang Nataru, antara lain: - Percepatan subsidi angkutan kebutuhan pokok untuk wilayah 3TP dan daerah kepulauan. - Pengembangan moda distribusi alternatif seperti seaplane dan rute logistik baru. - Optimalisasi bantuan sosial termasuk BLT Kesra dan program diskon transportasi. - Perbaikan jalan daerah serta jalur distribusi menuju wilayah rawan pasokan. - Optimalisasi neraca pangan nasional dan daerah untuk intervensi yang lebih tepat. Komitmen Menjaga Stabilitas Jelang Nataru Menutup paparannya, Bram Hertasning menegaskan pentingnya kolaborasi lintas K/L dan pemerintah daerah untuk menghadapi puncak mobilitas dan konsumsi akhir tahun. “Ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi adalah kunci. Dengan koordinasi yang solid, kita bisa menjaga stabilitas harga dan mengurangi tekanan inflasi,” ucap Bram Hertasning.

PT Inecda Gembleng Poktan di Empat Desa Budidaya Holtikultura dan Pengendalian Hama Sawit
Sawit
Rabu, 22 Oktober 2025 | 08:26 WIB

PT Inecda Gembleng Poktan di Empat Desa Budidaya Holtikultura dan Pengendalian Hama

Indragiri Hulu, katakabar.com - Total tiga puluh petani asal empat desa di Kecamatan Seberida, Indragiri Hulu, Riau dikumpulkan satu tempat oleh korporasi perkebunan kelapa sawit, PT Inecda, Selasa (21/10) kemarin. Di desa Titian Resak misalnya, mereka semua digembleng berbudidaya tanaman holtikultura, dan pengendalian hama tanaman hingga diajari bagaimana pengolahan lahan ramah lingkungan. Pelatihan itu salah satu bagian dari sejumlah program Corporate Social Responsibility (CSR) lainnya yang selama ini terus direalisasikan. Arinda, Koordinator CSR PT Inecda, menuturkan kegiatan dihadiri beberapa perwakilan pemerintah desa. “Peserta sangat antusias dan semangat dalam mengikuti kegiatan ini,” ujarnya kepada katakabar.com. Ia menjelaskan sebagai bentuk apresiasi, PT. Inecda memberikan bantuan berupa bibit tanaman holtikultura seperti kangkung, bayam, cabai rawit, terong, jagung manis, pupuk, serta sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman. “Kami yakin program pemberdayaan masyarakat berkelanjutan ini mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat disekitar perusahaan,” jelasnya. Sementara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (membuka lahan tanpa membakar), sekaligus pembentukan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), dan DMPG di Desa Titian Resak, Petala Bumi, Sibabat, Tani Makmur.

IHK Kabupaten Bengkalis Naik di Rakor Pengendalian Inflasi Minggu Kedua April 2025 Riau
Riau
Senin, 14 April 2025 | 18:19 WIB

IHK Kabupaten Bengkalis Naik di Rakor Pengendalian Inflasi Minggu Kedua April 2025

Kabupaten Bengkalis, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Bengkalis melalui Asisten I Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andris Wasono didampingi Pelaksana Tugas atau Plt Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, H. Khairi Fahrizal ikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi dari ruang rapat Hang Jebat kantor Bupati Bengkalis, Senin (14/4). Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri atau Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, yang pimpin rapat secara zoom meeting. Pada paparannya, penyumbang utama Indeks Perkembangan Harga atau IPH menurut wilayah, yakni Pulau Jawa cabe rawit, bawang merah, dan daging sedang di luar Pulau Jawa cabe merah, cabe rawit, dan beras. Lalu, ada 25 provinsi yang mengalami IPH tertinggi salah satunya Provinsi Riau, adapun penyumbang utama kenaikan IPH dimasing-masing daerah tersebut cabe merah, dan bawang merah. Selain itu, Ada tiga bahan pokok makanan yang mengalami harga tidak aman yang harus diwaspadai pada minggu kedua April 2025, yakni cabe rawit merah, daging sapi dan minyak goreng atau minyak kita.

Rakor Pengendalian Inflasi, Wabup Bengkalis: IPH Bengkalis Masih Diangka Stabil Riau
Riau
Selasa, 25 Maret 2025 | 09:04 WIB

Rakor Pengendalian Inflasi, Wabup Bengkalis: IPH Bengkalis Masih Diangka Stabil

Bengkalis, katakabar.com - Wakil Bupati Bengkalis, H. Bagus Santoso pantau dan ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama Mendagri, Tito Karnavian secara zoom zeeting, dari ruang rapat Hang Jebat Kantor Bupati Bengkalis, Senin (24/3) kemarin. Rakor tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai inflasi. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Wini menjabarkan, ada beberapa kota yang inflasinya relatif tinggi salah satunya yaitu kota Medan yang mengalami inflasi sebesar 0.73 persen dengan penyumbang utamanya ayam ras dan cabe padang. Untuk penyumbang utama Indeks Perkembangan Harga (IPH) menurut wilayah, kata Wini, di Pulau Sumatera yaitu ayam ras dan bawang merah sedangkan di Pulau Jawa yaitu cabe rawit dan bawang merah, sedang wilayah di luar Sumatera dan Jawa yakni cabe rawit dan telor ayam ras yang mengalami kenaikan inflasi sebesar 10.56 persen. Lalu, paparan Kementerian Pertanian menyampaikan ada 60 Kabupaten dengan luas panen padi tertinggi di bulan Maret dan April 2025 yang tempat penyimpanannya sudah overload. Menteri Pertanian menjelaskan, menjelang Idul Fitri diharapkan kepada pihak-pihak terkait untuk melakukan sidak pada beberapa bahan kebutuhan pokok, terutama pada takaran atau ukuran minyak goreng harus diperhatikan, sehingga tidak ada lagi minyak goreng yang oplosan. Begitu pula, untuk kadaluarsa (expired) harus diperhatikan. Sementara data Tim Andil Inflasi Kabupaten Bengkalis menunjukkan, Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Minggu ketiga Maret 2025 masih sama dengan Minggu pertama Maret 2025, ini artinya masih diangka stabil.

Mahasiswa ITB Kenalkan Metode Pengendalian Gulma dan Peningkatan Produktivitas Sawit Sawit
Sawit
Sabtu, 28 Desember 2024 | 18:51 WIB

Mahasiswa ITB Kenalkan Metode Pengendalian Gulma dan Peningkatan Produktivitas Sawit

Bandung, katakabar.com - Mahasiswa dari jurusan Rekayasa Pertanian, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung atau SITH ITB berhasil publikasikan artikel ilmiah mereka di International Journal of Oil Palm (IJOP), sebuah jurnal bergengsi yang diterbitkan oleh Masyarakat Perkelapa-sawitan Indonesia atau MAKSI. Artikel yang berjudul Utilization of Pseudomonas fluorescens Bacteria in Weed Control and Phosphate Supply in Oil Palm ini bahas penggunaan bakteri Pseudomonas fluorescens sebagai metode inovatif untuk pengendalian gulma dan peningkatan produktivitas budidaya kelapa sawit. Penelitian ini dimulai dari tugas Research-Based Learning dalam mata kuliah Mikrobiologi Pertanian yang diampu oleh Dosen dari Kelompok Keahlian atau KK Bioteknologi Mikroba Anriansyah Renggaman PhD.