Peran Strategis
Sorotan terbaru dari Tag # Peran Strategis
Right System, Right Expert: Peran Strategis Sistem Informasi Bangun Proses Bisnis Berkelanjutan
Jakarta, katakabar.com - Di tengah percepatan transformasi digital, kebutuhan akan sistem yang terintegrasi dan talenta yang kompeten semakin menjadi prioritas bagi organisasi. Proses bisnis modern kini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kehadiran ahli Sistem Informasi yang mampu mengelola dan mengoptimalkan teknologi tersebut secara strategis. Sistem informasi memainkan peran penting memastikan proses bisnis berjalan secara efisien, akurat, dan adaptif. Dengan sistem yang tepat, organisasi dapat mengelola data secara real-time, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta mengintegrasikan berbagai fungsi bisnis dalam satu ekosistem yang terhubung. Tetapi, implementasi teknologi yang optimal membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang relevan. Ahli Sistem Informasi hadir sebagai penghubung antara kebutuhan bisnis dan solusi teknologi, mulai dari analisis proses bisnis hingga perancangan sistem yang sesuai dengan kebutuhan industri. Seiring dengan meningkatnya kompleksitas kebutuhan bisnis, sertifikasi profesional menjadi salah satu indikator penting dalam menjamin kualitas kompetensi. Sertifikasi seperti Business Analysis, IT Service Management, IT Governance, Enterprise Resource Planning (ERP), hingga Project Management menjadi nilai tambah yang menunjukkan kesiapan profesional dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Menjawab kebutuhan tersebut, Binu University melalui School of Information Systems menghadirkan program pendidikan yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kombinasi pengetahuan bisnis dan teknologi. Sebagai bagian dari School of Information Systems Binus University, mahasiswa mendapatkan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Kurikulum yang diterapkan mengintegrasikan berbagai bidang strategis, seperti: Business Intelligence Enterprise Resource Planning (ERP) Digital Automation Technology User Experience (UX) Cloud Computing IT Governance Selain itu, School of Information Systems juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata melalui Enrichment Program, yang mencakup magang, proyek industri, serta pembelajaran berbasis praktik. Pendekatan ini memastikan lulusan dari School of Information Systems BINUS University tidak hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga kesiapan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja. “Dalam era digital, keberhasilan bisnis ditentukan oleh kemampuan dalam mengintegrasikan sistem yang tepat dengan talenta yang kompeten. Oleh karena itu, peran institusi pendidikan seperti School of Information Systems menjadi sangat penting dalam mencetak profesional yang siap menghadapi tantangan industri,” ujar perwakilan Binus University. Dengan komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang inovatif dan adaptif, Binus University melalui School of Information Systems berperan dalam mempersiapkan generasi profesional yang mampu mendukung transformasi digital di berbagai sektor industri.
Hilirisasi Perkebunan Misi Nasional, PTPN I Ambil Peran Strategis di Bawah Holding PTPN
Bandar Lampung, katakabar.com - Pemerintah anggarkan sebesar Rp371 triliun untuk program hilirisasi bidang perkebunan. Dari angka ini, sebanyak Rp88,7 triliun bakal dilaksanakan oleh Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN Group dengan beberapa komoditas core business-nya. Sedang, PTPN I sebagai subholding PTPN Group mendapat alokasi Rp7 triliun untuk pengembangan komoditas kelapa, kakao, kopi, dan mete. Program hilirisasi di bidang perkebunan ini dinilai sangat kuat korelasinya dengan visi PTPN I. Soalnya, selain untuk mendongkrak kinerja dan produktivitas, program ini "mendayung" misi pengentasan kemiskinan, dan perluasan lapangan kerja. Pada konteks ini, PTPN I sebagai perusahaan padat karya, tersebar di pelosok negeri, dan berada di simpul-simpul kemiskinan sangat relevan menjalankan misi hilirisasi nasional. Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas usai mengikuti Rapat Kordinasi Dirjen Perkebunan yang membahas implementasi Program Hilirisasi yang menjadi domain PTPN Group di Bandar Lampung, Kamis (18/9) lalu. Kata Teddy, melalui keterangan resmi diterima katakabar.com, Kamis siang, PTPN I sebagai Subholding SupportingCo yang mendapat mandat pengelolaan karet, kakao, kopi, dan rupa-rupa komoditas pada PTPN Group memiliki kelebihan komparatif untuk menjalankan program hilirisasi. "Pemerintah menggulirkan Program Hilirisasi ini kan ibarat pepatah, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Pertama, industri dipacu untuk tumbuh, ekonomi kawasan bergulir lebih cepat, tenaga kerja terserap, kemiskinan berkurang. Ini sebangun dengan visi-misi didirikannya PTPN di masa lampau. Artinya, PTPN I sudah berada pada track tersebut," ujarnya. Rapat Kordinasi atau Rakor dipimpin Dirjen Perkebunan pada Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat. Ia didampingi Rizal H. Damanik, Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN Group (PTPN III Holding), Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, Direktur PTPN IV, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN I, Tio Handoko, Region Head PTPN I Regional 7, Tuhu Bangun, Region Head PTPN IV Regional 7, Denny Ramadhan, dan beberapa pejabat utama di lingkungan PTPN Group. Hadir pula dari PT Riset Perkebunan Nusantara, dari Badan Riset Nasional atau BRIN, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, dan Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Adi Sastriadi Sutisna, dan jajaran. Pada pengantarnya, Dirjenbun, Abdul Roni Angkat gelar roadmap program hilirisasi di sektor perkebunan, dan menunjukkan posisi atau progresnya saat ini. Roni, sapaan singkat Abdul Roni Angkat, mengatakan saat ini pemerintah sedang mengejar ketertinggalan dan bergerak secara progresif untuk menjawab banyak problem yang terjadi di masyarakat. Antara lain dengan memberi stimulus ekonomi supaya bergulir lebih cepat dan merancang program untuk percepatan pengentasan kemiskinan dan terbukanya lapangan kerja baru. "Program hilirisasi ini harus cepat direalisasikan. Dalam tiga tahun ke depan, target pemerintah bisa menurunkan angka kemiskinan dari sekarang 26 juta menjadi enam juta. Artinya, kita harus entaskan 20 juta rumah tangga dari garis kemiskinan. Demikian juga dengan lapangan kerja, ini harus segera terjawab. Pada domain Perkebunan, kita targetkan 8,6 juta tenaga kerja yang terserap. Ini harus dipastikan berjalan sesuai rencana," urai Dirjen yang pernah bertugas di Lampung sebagai Kepala Bapeltan selama empat tahun itu. Di sesi itu, Dirjen Perkebunan meminta tiga kluster pada PTPN Group untuk mempresentasikan progres yang telah disusun untuk segera diputuskan. Antara lain dari PTPN I Supporting Co yang dalam konteks Program Hilirisasi ini memiliki komoditas kelapa, kakao, kopi, dan mete. Lalu, PTPN IV Palm Co yang khusus menjalankan beberapa program hilirisasi sektor kelapa sawit dan produk-produk turunannya. Dilanjutkan PT Sinergi Gula Nusantara atau SGN yang mendapat mandat khusus dalam perluasan dan hilirisasi sektor gula.