Percayakan

Sorotan terbaru dari Tag # Percayakan

Perkuat Pengawasan Koperasi, Kemenkop Percayakan Teknologi AVCC ke MLV Teknologi Nasional
Nasional
Senin, 16 Maret 2026 | 19:10 WIB

Perkuat Pengawasan Koperasi, Kemenkop Percayakan Teknologi AVCC ke MLV Teknologi

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Koperasi dan UKM resmi buka babak baru pengawasan koperasi nasional dengan meresmikan command center modern yang menghadirkan pemantauan real-time, visualisasi data komprehensif, dan kolaborasi lintas lembaga dalam satu ruangan. Berbagai media nasional menilai langkah ini sebagai lompatan besar menuju digitalisasi pengawasan koperasi di Indonesia, terutama terkait percepatan program strategis Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Di balik keberhasilan ini, MLV Teknologi menjadi aktor penting dalam memastikan command center tersebut bukan hanya indah secara visual, tetapi juga mampu bekerja 24/7 sebagai pusat kendali berbasis data. Perusahaan integrator Audio Visual (AV) dan IT ini dipercaya merancang infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung kinerja ruangan, termasuk integrasi AVoIP Chazy Turtle AV (turtleav.id), Camera PTZ Aver CAM570, dan DSP Extron (extron.com) sebagai fondasi utama sistem. Membawa Pengawasan Koperasi ke Era Data Real-Time Selama bertahun‑tahun, pengawasan koperasi di Indonesia bergantung pada laporan manual yang sering terlambat dan tidak lengkap. Laporan Panennews menyoroti kondisi ini membuat data koperasi “pasif”, sulit diverifikasi, dan tidak bisa digunakan untuk pengambilan keputusan cepat. Kini, command center Kemenkop mampu memantau ribuan koperasi secara simultan melalui dashboard digital dengan pembaruan real-time. Beberapa fungsi strategis command center yang kini berjalan optimal: • Monitoring status ribuan koperasi exitsting secara live. • Pelacakan progres pembangunan fasilitas Kopdes Merah Putih dari gudang hingga gerai UMKM. • Pelaporan aktivitas usaha koperasi desa secara lebih cepat dan akurat. • Integrasi dengan Kemendes, Kejaksaan Agung, dan BLU untuk pengawasan lintas lembaga yang lebih kuat. Transformasi dari data statis ke data real‑time ini menjadikan command center sebagai “mata dan telinga digital” Kemenkop dalam membangun koperasi yang lebih tangguh dan transparan. Teknologi AV Modern “Mesin Visual” Ruang Kendali Ruang kendali Kemenkop bukan hanya ruang kerja, tetapi ruang eksekusi strategis. Untuk itu, MLV Teknologi membangun ekosistem AV yang memungkinkan visualisasi multi-sumber, koordinasi hybrid, hingga analisis situasional cepat. Teknologi yang digunakan meliputi: 1. AVoIP Chazy Turtle AV Distribusi sinyal visual berbasis IP, memastikan data dapat ditampilkan fleksibel ke video wall dan berbagai display. 2. Camera PTZ Aver CAM570 Kamera konferensi dengan kemampuan tracking dan kualitas gambar tinggi untuk mendukung komunikasi hybrid ke seluruh Indonesia. 3. DSP Extron Digital sound processor yang menghadirkan audio rapat yang bersih, jernih, dan stabil. Semua perangkat ini dikendalikan melalui sistem kontrol terpusat sehingga operator dapat mengelola tampilan data dan sesi koordinasi tanpa hambatan. Hasilnya adalah ruang kendali yang responsif, intuitif, dan siap menghadapi dinamika pekerjaan kementerian. Melvin Halpito, Managing Director MLV Teknologi, menyampaikan proyek ini adalah representasi nyata bagaimana teknologi AV mampu mengubah cara pemerintah bekerja. “Command center ini lebih dari sekadar ruang penuh layar ini adalah ruang keputusan. Dengan AVoIP Chazy Turtle AV, AVoIP Turtle AV, Camera PTZ Aver CAM570, dan DSP Extron, kami memastikan Kemenkop memiliki ruang kendali yang future-ready dan mudah dioperasikan. Kami bangga menjadi bagian dari transformasi digital ekosistem koperasi Indonesia,” ujar Melvin.

Di luar pasar, Dia pilih Percayakan Masa Depan Kepada Anak-anak Pendidikan
Pendidikan
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:00 WIB

Di luar pasar, Dia pilih Percayakan Masa Depan Kepada Anak-anak

Jakarta, katakabar.com - Sebuah acara tindakan peduli anak yang sederhana. Di Kecamatan Jaltinegara, sebuah pusat pembelajaran masyarakat di Jakarta Timur, baru-baru ini digelar kegiatan perawatan anak berskala kecil tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jumlah peserta sedikit, dengan bentuk yang sederhana, tapi berlangsung sepanjang sore. Acara ini diprakarsai Mike Wiprana dalam kapasitas pribadinya dan tidak dilakukan atas nama organisasi atau merek apa pun. Tidak ada spanduk atau tanda, juga tidak ada penggalangan dana atau sesi pameran; ini lebih merupakan tindakan persahabatan yang tenang dan terkendali. Menurut staf komunitas, tujuan awal acara tersebut bukanlah untuk menyumbangkan barang materi, tetapi untuk memberi anak-anak kesempatan untuk didengarkan dan diajak berkomunikasi. Di komunitas tersebut, banyak anak, meskipun memiliki jadwal sekolah reguler, tapi jarang memiliki kesempatan untuk dibimbing berpikir tentang topik abstrak namun penting seperti "masa depan" dan "pilihan". Mike Wiprana telah lama terlibat dalam pekerjaan yang berkaitan dengan pendidikan. Melalui interaksinya dengan berbagai kelompok usia, dia secara bertahap menyadari bahwa banyak anak tidak kekurangan keinginan untuk mengekspresikan diri, tetapi justru kekurangan kesempatan untuk didengarkan dengan penuh perhatian. “Bagi sebagian anak, yang benar-benar langka bukanlah sumber daya, melainkan diperlakukan sebagai orang yang sedang bertumbuh", demikian deskripsi seorang pemimpin komunitas yang mengetahui latar belakang acara tersebut. Berdasarkan gagasan ini, acara tersebut dirancang sesederhana mungkin, tanpa ceramah atau khotbah, melainkan berfokus pada komunikasi dan persahabatan. Mike jarang berbicara tentang "kesejahteraan masyarakat" di depan umum. Tetapi, ia memilih untuk hadir secara langsung di acara ini. Pada hari acara tersebut, dibimbing oleh Bella, anak-anak menggunakan gambar dan cerita untuk mengungkapkan visi mereka tentang masa depan, dengan mengatakan, "Saya ingin jadi orang seperti apa?" Anak-anak duduk bersama, berpartisipasi melalui mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan mengekspresikan diri. Mike tidak menceritakan riwayat hidupnya atau berbicara tentang "kesuksesan." Pertanyaan-pertanyaannya sederhana: Menurutmu apa yang akan berbeda antara besok dan hari ini? Jika kamu memiliki sesuatu sekarang, apakah kamu akan langsung menggunakannya atau menyimpannya untuk nanti? Menurutmu apa tujuan kita belajar? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak memiliki jawaban standar; pertanyaan-pertanyaan ini lebih tentang membimbing anak-anak untuk berpikir dan mengungkapkan ide-ide mereka sendiri. Sepanjang proses tersebut, kecepatan diskusi tidak dikendalikan secara sengaja, dan anak-anak juga tidak diharuskan memberikan "jawaban yang benar." Seorang guru komunitas mengatakan anak-anak tampak lebih rileks dan bersedia berbicara dalam suasana ini. Mike menuturkan jika seorang anak tidak pernah ditanya, 'Orang seperti apa yang ingin kamu jadi ketika dewasa?', maka mereka cenderung tidak akan mempersiapkan diri secara inisiatif untuk masa depan ketika mereka dewasa. Setelah acara selesai, anak-anak yang berpartisipasi menerima perlengkapan sekolah dan bahan bacaan, yang semuanya tidak diberi label informasi komersial. Tidak ada sesi foto bersama atau kata penutup. "Ini terasa lebih seperti kunjungan biasa daripada acara yang direncanakan sebelumnya", komentar seorang sukarelawan komunitas. Pada sore hari yang kurang mendapat sorotan ini, acara tersebut tidak meninggalkan banyak momen yang terekam. Tetapi bagi anak-anak, kenyataan ada seseorang yang bersedia duduk dan mendengarkan mereka adalah tindakan kebaikan yang langka. Seperti yang dikatakan seorang guru komunitas, mereka mungkin tidak mengingat detail spesifik dari apa yang dibahas, tetapi mereka akan mengingat bahwa pada suatu sore, orang dewasa benar-benar mendengarkan mereka.

Arfiana Maulina Percayakan WateryNation ke Generasi Baru, Siap Jadi Advisor! Nusantara
Nusantara
Sabtu, 29 Maret 2025 | 13:12 WIB

Arfiana Maulina Percayakan WateryNation ke Generasi Baru, Siap Jadi Advisor!

Jakarta, katakabar.com - Arfiana Maulina, pendiri WateryNation, resmi menyerahkan kepemimpinan komunitas yang ia rintis sejak umur 16 tahun kepada generasi muda. Transformasi ini mengubah WateryNation menjadi Yayasan Tirta Artha Asri, sebuah yayasan yang berfokus pada pelestarian air dan pemberdayaan anak muda sebagai pemimpin perubahan. Dari awal berdiri, WateryNation telah mencatatkan pencapaian signifikan, di antaranya melibatkan lebih dari 20.000 peserta, 1.195 relawan, dan partisipasi dari 20 negara, serta dukungan 64 mitra. Arfiana juga mewakili Indonesia di APFSD Youth Forum 2025 di Bangkok, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin muda di bidang keberlanjutan. Kini, Arfiana mengambil peran sebagai Board of Advisor di yayasan tersebut, membuka peluang bagi anak muda untuk mengambil alih kepemimpinan dan membawa visi baru. Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan operasional, Arfiana merintis Alira Alura, sebuah social enterprise yang menghadirkan produk ramah lingkungan berbasis konservasi air. Melalui transisi kepemimpinan ini, Arfiana menegaskan keberlanjutan sejati bukan hanya soal program, tapi menciptakan ekosistem yang terus melahirkan pemimpin-pemimpin baru di masa depan. Arfiana Maulina, sosok muda visioner yang dikenal sebagai pendiri gerakan kepemudaan WateryNation, kembali mencatatkan sejarah baru di usianya yang ke 21 tahun. Setelah lima tahun memimpin komunitas yang berfokus pada isu air bersih dan edukasi keberlanjutan, Arfiana resmi menyerahkan estafet kepemimpinan kepada generasi muda berikutnya. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar yang membawa WateryNation menjadi Yayasan Tirta Artha Asri, sebuah yayasan yang berkomitmen pada pelestarian air dan pemberdayaan generasi muda sebagai agen perubahan.