Percepatan

Sorotan terbaru dari Tag # Percepatan

Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Lewat Padat Karya Nusantara
Nusantara
Rabu, 04 Februari 2026 | 10:33 WIB

Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Lewat Padat Karya

Padang, katakabar.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo tinjau penanganan tanggap darurat bencana banjir di Sungai Air Dingin, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (29/1) lalu. Di kunjungan tersebut, Menteri PU menekankan dua hal utama, yakni percepatan normalisasi sungai untuk mengembalikan fungsi irigasi dan pentingnya pelibatan masyarakat terdampak melalui skema padat karya. Ditegaskannya, penanganan darurat ini krusial bagi aktivitas warga dan sektor pertanian. Oleh karena itu, ia menginstruksikan jajarannya untuk bekerja secara intensif. "Kita percepat penyelesaian ini. Normalisasi sungainya kita percepat. Saya sampaikan kepada Kepala BWS Sumatera V, kalau memang diperlukan, minta tolong ke penyedia jasa untuk bekerja 24 jam," tegas Dody di lokasi peninjauan. Selain aspek teknis, Dody menyoroti aspek sosial ekonomi masyarakat pascabencana. Mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PU juga berupaya memastikan mata pencaharian warga tidak terputus akibat bencana. "Arahan Presiden RI, H Prabowo Subianto, mata pencaharian masyarakat tidak boleh ikut putus. Makanya saya minta tim untuk memikirkan bagaimana supaya ada program padat karya. Sehingga masyarakat yang terdampak bencana, mata pencahariannya tidak berhenti dan tetap ada income," jelasnya. Ia menambahkan skema padat karya ini dapat segera diterapkan pada tahapan pekerjaan teknis yang memungkinkan, seperti pada pemasangan bronjong. Pada konteks ketahanan pangan, pemulihan suplai air ke lahan pertanian menjadi prioritas utama menjelang musim tanam. Di kawasan ini terdapat lahan sawah sekitar 700 hektare bergantung pada irigasi teknis dari aliran sungai. Kementerian PU berkewajiban menyediakannya. "Itu sudah menjadi kewajiban Kementerian PU untuk menyiapkan air irigasi. Saya tidak mau sawah yang masih produktif kekurangan air atau malah tidak ada air saat musim tanam," terang Dody. Saat ini air sungai telah dialirkan menggunakan pompa sementara guna memastikan pasokan masuk ke saluran irigasi serta memenuhi kebutuhan air bersih warga. "Air irigasi ini bukan hanya untuk sawah, tapi juga digunakan untuk masyarakat sebagai air bersih. Jadi, dua hal ini harus kita pastikan dengan cepat," ucapnya. Saat ini, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V telah melakukan perbaikan alur sungai sepanjang 2.439 meter dan perkuatan tebing sepanjang 1.916 meter. Langkah ini diambil untuk melindungi Bendung Koto Tuo serta mengendalikan sedimen dan puing (debris) kayu. Desain penanganan juga dilengkapi dengan sand pocket dan groundsill untuk menjaga stabilitas dasar sungai. Kepala BWS Sumatera V Padang, Naryo Widodo, mengutarakan seluruh penanganan tanggap darurat ini ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan. Naryo Widodo menyatakan BWS Sumatera V telah mengerahkan sejumlah alat berat berupa excavator, dump truck, dan telah menyediakan material yang dibutuhkan di lapangan antara lain berupa geobag, bronjong, dan jumbo bag. "Penanganan tanggap darurat ini diharapkan dapat segera memulihkan fungsi sungai, menjamin suplai air irigasi dan air bersih bagi masyarakat, serta mengurangi risiko banjir susulan di wilayah Sungai Air Dingin," kupas Naryo. Program kerja ini bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

PTPN Group dan Kementan Koordinasikan Percepatan Bongkar Ratoon di Jatim Nasional
Nasional
Minggu, 01 Februari 2026 | 11:00 WIB

PTPN Group dan Kementan Koordinasikan Percepatan Bongkar Ratoon di Jatim

Surabaya, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara komitmen dukung penguatan industri gula nasional, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) bersama Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, melakukan kunjungan koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (21/1) lalu. Pertemuan itu membahas percepatan program bongkar ratoon tanaman tebu di wilayah Jawa Timur sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mendukung target peningkatan produksi gula nasional. Di sesi diskusi, Direktur Jenderal Perkebunan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN sektor pergulaan guna mendorong peremajaan tanaman tebu. Program bongkar ratoon dinilai krusial untuk meningkatkan rendemen dan produktivitas lahan, khususnya di sentra-sentra produksi tebu di Jawa Timur. Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, menyampaikan komitmen perusahaan dukung percepatan bongkar ratoon melalui pendampingan teknis kepada petani, penguatan kolaborasi di tingkat lapangan, serta optimalisasi pengelolaan lahan tebu. “SGN siap mengambil peran aktif dalam percepatan bongkar ratoon di Jawa Timur sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas tebu dan memperkuat ketahanan industri gula nasional,” ucap Mahmudi. Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa sambut baik koordinasi tersebut dan menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap program strategis nasional di sektor pergulaan. Ia menekankan bahwa percepatan bongkar ratoon sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan petani tebu di daerah. “Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dukung percepatan bongkar ratoon melalui penguatan kebijakan daerah dan sinergi lintas sektor, agar produktivitas tebu meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani,” terangnya. Melalui koordinasi ini, Holding Perkebunan Nusantara bersama Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berharap percepatan bongkar ratoon di Jawa Timur dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan daya saing industri gula nasional sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani tebu.

AIIP Dorong Kolaborasi Ekosistem Percepatan Adopsi AI Nasional Tekno
Tekno
Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:01 WIB

AIIP Dorong Kolaborasi Ekosistem Percepatan Adopsi AI Nasional

Jakarta, katakabar.com - Artificial Intelligence Institute for Progress (AIIP) luncurkan whitepaper “Accelerating AI Adoption in Indonesia” sebagai dokumen strategis yang memetakan peluang, tantangan, dan langkah kolaboratif untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan di Indonesia. Whitepaper ini menegaskan percepatan adopsi AI merupakan isu strategis nasional yang menuntut kolaborasi lintas sektor demi memperkuat daya saing Indonesia di era digital. Peluncuran whitepaper ini menjadi momentum penting di tengah semakin ketatnya persaingan pengembangan AI di kawasan Asia Tenggara. Negara-negara seperti Singapura dan Malaysia telah berinvestasi besar pada strategi nasional dan infrastruktur AI, sementara Indonesia memiliki keunggulan utama pada modal manusia yang besar dan tingkat adopsi digital yang terus meningkat. Whitepaper ini menekankan percepatan adopsi AI tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dengan kepentingan nasional, daya saing global, serta ketahanan jangka panjang Indonesia di era digital. “Perlombaan AI saat ini bukan lagi bersifat konseptual. Ini adalah kompetisi nyata yang menuntut kesiapan ekosistem, kolaborasi lintas sektor, dan arah kebijakan yang jelas,” ujar Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, dalam peluncuran whitepaper AIIP tersebut. Kolaborasi sebagai Kunci AIIP menegaskan keberhasilan adopsi AI di Indonesia tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Whitepaper ini dirancang sebagai panduan bersama bagi: 1. Industri, untuk mengembangkan dan menerapkan solusi AI yang relevan dan siap pasar 2. Investor, dalam mendukung skalabilitas inovasi AI 3. Akademia, dalam menyiapkan talenta digital masa depan 4. Pemerintah, sebagai fasilitator yang menyeimbangkan inovasi, etika, akuntabilitas, dan kepercayaan publik “AIIP hadir sebagai platform kolaboratif. Whitepaper ini bukan hanya dokumen pemikiran, tetapi ajakan konkret untuk bergerak bersama,” ujar Ray Djajadinata, Program Director AIIP. Sebagai bagian dari kontribusi kebijakan, whitepaper AIIP merekomendasikan sejumlah langkah strategis, antara lain penyusunan kerangka adopsi AI nasional yang terintegrasi, penguatan ekosistem kolaboratif lintas sektor, peningkatan kapasitas talenta digital, serta fokus pada use case AI berdampak tinggi yang dapat direplikasi secara luas di sektor publik dan swasta. Dengan pendekatan yang terarah dan kolaboratif, AIIP meyakini AI dapat menjadi katalis transformasi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam lanskap AI regional dan global. Whitepaper “Accelerating AI Adoption in Indonesia” diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi pengambil kebijakan, pelaku industri, investor, dan akademisi dalam merancang langkah nyata percepatan adopsi AI nasional.

Percepatan Perbaikan Infrastruktur di Aceh dan Sumut, Kementerian PU Terjunkan Mahasiswa Poltek PU Nasional
Nasional
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:30 WIB

Percepatan Perbaikan Infrastruktur di Aceh dan Sumut, Kementerian PU Terjunkan Mahasiswa Poltek PU

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengintensifkan upaya perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Sebagai langkah konkret penguatan tim teknis di lapangan, Kementerian PU menerjunkan 21 mahasiswa magang dari Politeknik PU untuk mendukung percepatan rekonstruksi di wilayah terdampak. Pelepasan tim mahasiswa ini dilaksanakan di Balai Pengembangan Kompetensi Wilayah III Jakarta, Kamis (22/1) lalu. Langkah ini wujud nyata kontribusi Kementerian PU dalam memulihkan layanan dasar infrastruktur bagi masyarakat dengan melibatkan sumber daya manusia (SDM) muda yang kompeten. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan pelibatan mahasiswa magang ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan tenaga teknis, melainkan cerminan kesiapsiagaan Kementerian PU dalam merespons bencana. “Ini wujud pengabdian Insan PU kepada ibu pertiwi, tidak hanya membangun, tetapi juga membangun kembali dengan lebih baik atau build back better pascabencana,” jelas Dody. Total 21 mahasiswa yang diterjunkan berasal dari tiga program studi (prodi) spesialis di Politeknik PU. Mereka ditempatkan di lokasi-lokasi yang sesuai dengan kompetensi teknis yang dibutuhkan untuk rehabilitasi infrastruktur. Lima mahasiswa Prodi Teknologi Konstruksi Bangunan Air ditugaskan di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II. Sepuluh mahasiswa Prodi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan ditempatkan di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara. Adapun enam mahasiswa Prodi Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung bertugas di Satuan Kerja (Satker) Prasarana Strategis Sumatera Utara. Selama masa penugasan enam bulan, para mahasiswa akan bersinergi dengan balai dan satuan kerja setempat. Lingkup tugas mereka meliputi inventarisasi dan pendataan kerusakan infrastruktur, pendampingan teknis lapangan, hingga mendukung proses perencanaan dan desain cepat (quick design) untuk rekonstruksi bangunan yang terdampak bencana. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Apri Artoto, mengungkapkan program ini dirancang untuk membentuk karakter SDM yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial tinggi. “Kehadiran mahasiswa magang diharapkan memberikan kontribusi positif bagi proses pemulihan di lapangan. Ini bukan hanya pembelajaran akademik, tetapi juga pembentukan integritas, kepekaan sosial, dan bakti kepada negara,” ujar Apri. Direktur Politeknik PU, Brawijaya, aminkan Apri. Ia menekankan pentingnya sikap profesionalisme selama bertugas. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta menjaga nama baik institusi dan Kementerian PU,” pesannya. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka, mahasiswa yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini akan mendapatkan pengakuan pembelajaran berupa 50 poin serta sertifikat kompetensi. Salah satu peserta magang, Annisa Naila dari Program Studi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan, menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung. “Kami siap ditugaskan untuk mendukung pemulihan pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara. Semoga kehadiran kami dapat membantu proses pembangunan kembali dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutur Annisa. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Swasembada Pangan Nasional Diumumkan, SGN Tegaskan Komitmen Percepatan Swasembada Gula Nusantara
Nusantara
Jumat, 23 Januari 2026 | 16:00 WIB

Swasembada Pangan Nasional Diumumkan, SGN Tegaskan Komitmen Percepatan Swasembada Gula

Karawang, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) hadir di acara Pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, saatkegiatan Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, di penghujung pekam pertama Januari 2026 lalu. Kehadiran PT SGN di momentum nasional tersebut mencerminkan komitmen Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mendukung penuh program strategis pemerintah, khususnya swasembada pangan nasional serta upaya berkelanjutan menuju Swasembada Gula Nasional. Di kegiatan tersebut, Presiden Prabowo RI, H Subianto resmi umumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional tahun 2025. “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Rabu 7 Januari tahun 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Kepala Negara. Prabowo menegaskan swasembada pangan tonggak fundamental bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Menurutnya, kemandirian pangan menjadi syarat mutlak bagi sebuah negara untuk berdiri tegak dan berdaulat. “Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” tegasnya. Sementara, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan kepemimpinan Presiden RI, H Prabowo dalam memperkuat sektor pertanian nasional. Ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor, termasuk kontribusi BUMN pangan. Menteri Pertanian juga mengungkapkan rencana strategis tahun ini, di mana 50 persen produksi tebu nasional berasal dari Jawa Timur, serta menegaskan bahwa Indonesia tidak melakukan impor gula putih pada tahun ini, sebagai langkah nyata menuju kemandirian gula nasional. Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi menegaskan bahwa SGN terus memperkuat perannya dalam meningkatkan produktivitas tebu, efisiensi industri gula, serta kolaborasi dengan petani dan pemangku kepentingan lainnya. "Komitmen ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam mendukung visi besar pemerintah mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada gula yang berkelanjutan," ucapnya.

Banjir Surut, KAI Daop 4 Semarang Fokus Percepatan Normalisasi Jalur KA Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 22 Januari 2026 | 10:33 WIB

Banjir Surut, KAI Daop 4 Semarang Fokus Percepatan Normalisasi Jalur KA

Semarang, katakabar.com - Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (KAI Daop) 4 Semarang menyampaikan genangan air (banjir) sebelumnya terjadi pada jalur kereta api petak jalan Stasiun Pekalongan - Sragi saat ini telah surut dan ketinggian air sudah di bawah kepala rel. Saat ini jalur kereta api di lokasi terdampak sudah dapat dilewati perjalanan KA dengan pembatasan kecepatan maksimal 30 km/jam disertai pengawasan intensif oleh petugas prasarana di lapangan. Selanjutnya, KAI Daop 4 Semarang memfokuskan seluruh upaya pada percepatan normalisasi jalur KA guna memastikan kondisi lintasan kembali aman dan andal untuk dilalui perjalanan kereta api. Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan setelah genangan surut, petugas prasarana langsung melakukan berbagai langkah teknis untuk memperbaiki geometri rel atau mengembalikan posisi rel agar sesuai standar teknis baik dari sisi ketinggian, kelurusan, kemiringan, dan kestabilan. Dalam prosesnya, KAI Daop 4 juga mengerahkan alat Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR) untuk mengoreksi penurunan rel, memperbaiki elevasi jalur, dan menyesuaikan ketinggian rel. Selain itu juga dikerahkan excavator untuk membantu proses perbaikan lainnya. “Pasca surutnya genangan air, fokus kami saat ini adalah percepatan normalisasi jalur KA agar dapat kembali beroperasi secara optimal dan aman. Untuk saat ini, jalur sudah dapat dilalui kereta api dengan pembatasan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam. Kami berharap seluruh upaya ini dapat segera mengembalikan perjalanan KA seperti sedia kala,” ujar Luqman. Sementara, sejak terjadinya gangguan akibat genangan air, Jumat (16/1) hingga Senin (19/1), tercatat sebanyak 108 perjalanan KA terpaksa dibatalkan serta 31 perjalanan KA harus melakukan pengalihan rute (memutar) dan mengalami kelambatan. Selama periode tersebut KAI Daop 4 Semarang telah melayani total 10.985 pelanggan terdampak yang melakukan pembatalan tiket. “Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. KAI berkomitmen untuk terus mempercepat proses normalisasi dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan perjalanan kereta api,” tambah Luqman. KAI Daop 4 Semarang akan terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat seiring perkembangan penanganan di lapangan dan mengimbau pelanggan untuk senantiasa memantau informasi resmi melalui media sosial resmi KAI, serta Contact Center 121.

Kementerian PU Telah Kerahkan 1.709 Unit Alat Berat ke Aceh, Sumut dan Sumbar Nasional
Nasional
Rabu, 07 Januari 2026 | 12:36 WIB

Kementerian PU Telah Kerahkan 1.709 Unit Alat Berat ke Aceh, Sumut dan Sumbar

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan upaya penanganan darurat pascabencana di Pulau Sumatera. Langkah ini direalisasikan melalui penambahan dukungan alat berat dan sarana prasarana infrastruktur guna mempercepat pembersihan material longsor, pemulihan akses jalan, serta mendukung kelancaran distribusi logistik. Hingga Minggu (4/1) sekitar pukul 20.00 WIB, Kementerian PU mencatat total alat berat yang telah dimobilisasi ke lokasi terdampak mencapai 1.709 unit, meningkat dari sebelumnya 1.670 unit. Penambahan 39 unit alat berat baru ini merupakan bentuk dukungan BUMN Karya membantu pemulihan dampak bencana. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan kementeriannya telah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk bergerak cepat menangani dampak bencana, dengan fokus utama pada sektor konektivitas (jalan dan jembatan), sumber daya air, serta penyediaan air bersih dan sanitasi. "Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi," ujar Dody. Penambahan alat berat difokuskan secara spesifik pada tiga provinsi prioritas. Di Provinsi Aceh, Kementerian PU menambah 13 unit ekskavator, 1 unit backhoe loader, 4 unit wheel loader, dan 5 unit dump truck. Seluruh unit tersebut ditempatkan di wilayah yang terdampak cukup parah, antara lain Kabupaten Gayo Lues, Pidie Jaya, serta Aceh Tamiang. Sementara, dukungan untuk Provinsi Sumatera Utara diperkuat dengan penambahan 15 unit ekskavator, 1 unit backhoe loader, 1 unit wheel loader, 2 unit dump truck, 1 unit buldoser, dan 1 unit pickup. Fokus utama penanganan di wilayah ini dilakukan pada ruas-ruas jalan utama guna membuka kembali akses, salah satunya pada ruas Tarutung–Sibolga. Berbeda dengan dua provinsi lainnya, penanganan di Provinsi Sumatera Barat telah dilakukan penyesuaian kebutuhan di lapangan. Tambahan 1 unit mini excavator ditempatkan di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Tetapi seiring perkembangan positif di lapangan dan demi efisiensi operasional, Kementerian PU melakukan pengurangan 6 unit ekskavator. Selain melakukan penambahan alat berat, Kementerian PU juga memperkuat dukungan infrastruktur darurat melalui penambahan Jembatan Bailey. Saat ini Jembatan Bailey yang disiagakan menjadi 16 unit yang tersebar di Aceh dari 11 unit menjadi 14 unit. Adapun di Sumatera Utara, tersedia 2 unit Jembatan Bailey yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Sedangkan di Sumatera Barat, seluruh jembatan darurat telah ditarik karena akses jalan utama telah pulih dan dapat dilalui kembali. Kementerian PU memastikan seluruh sumber daya yang dimobilisasi akan terus dioptimalkan demi mempercepat pemulihan infrastruktur, membuka kembali konektivitas wilayah, serta menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat terdampak bencana di Pulau Sumatera. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Holding PTPN Dukung Percepatan Pembangunan 600 Huntara Pascabanjir di Aceh Tamiang Nasional
Nasional
Jumat, 02 Januari 2026 | 11:22 WIB

Holding PTPN Dukung Percepatan Pembangunan 600 Huntara Pascabanjir di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, katakabar.com – Penanganan pascabencana banjir di Aceh memasuki fase lanjutan melalui pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak. Di tahap awal, sebanyak 600 unit huntara telah direalisasikan sebagai bagian dari upaya pemulihan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan pembangunan Huntara bentuk partisipasi aktif negara melalui BUMN dalam membantu masyarakat terdampak bencana. “Pada prinsipnya kami ingin ikut berpartisipasi membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana. Kami berharap hunian yang dibangun dapat menjadi tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat, sekaligus mendukung proses pemulihan mereka,” ujar Dony saat tinjau lokasi, Selasa (30/12) lalu. Menurut Dony, pembangunan Huntara tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi memperhatikan kualitas lingkungan hunian. Kawasan huntara dirancang dilengkapi fasilitas pendukung kehidupan sehari-hari, seperti fasilitas umum, tempat ibadah, hingga ruang bermain anak. Aspek konektivitas juga menjadi perhatian agar masyarakat tetap dapat beraktivitas selama masa pemulihan. Ia menambahkan, 600 unit Huntara tersebut tahap awal dari program berskala lebih besar dengan target pembangunan hingga 15.000 unit di berbagai wilayah terdampak bencana. “Kami akan menunggu arahan dari pemerintah daerah terkait lokasi-lokasi lain yang memang membutuhkan dan siap untuk dibangunkan,” jelasnya. Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E., menyampaikan banjir berdampak luas di hampir seluruh wilayah provinsi. Dari 18 kabupaten dan kota terdampak, sedikitnya tujuh daerah mengalami dampak paling parah sehingga memerlukan penanganan cepat dan kolaboratif. “Kami menyampaikan ribuan terima kasih. Progresnya sangat cepat. Kami melihat pekerjaan pembangunan nonstop 24 jam. Kami berharap pembangunan hunian sementara ini berjalan paralel dengan pemulihan yang sedang berjalan,” jelas Fadhlullah. Ia menegaskan pentingnya penyediaan lahan oleh pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pihak lain agar pembangunan tahap berikutnya dapat segera dilanjutkan. Sementara, Bupati Aceh Tamiang Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, mengungkapkan skala kerusakan akibat banjir di wilayahnya tergolong sangat besar. “Untuk rumah yang rusak parah jumlahnya lebih kurang 8.000 unit. Total rumah terdampak bisa lebih dari 14.000. Karena itu, untuk rumah-rumah yang rusak berat kemungkinan besar akan dilakukan relokasi,” ucapnya. Pembangunan Huntara tahap awal ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas BUMN, melibatkan BUMN Karya, Himbara, PLN, Pertamina, dan Telkom, serta didukung oleh kesiapan dan percepatan penyediaan areal oleh Holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Dukungan kesiapan lahan dari PTPN Group memungkinkan proses pembangunan dilakukan secara lebih cepat dan terintegrasi. Program pembangunan Huntara ini menjadi bagian dari sinergi pemerintah pusat dan daerah bersama BUMN dalam memastikan hunian sementara yang aman, layak, dan mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Indigo Resmi Bertransformasi Menjadi AI Connect Percepatan Talenta AI Nasional Nasional
Nasional
Senin, 01 Desember 2025 | 08:20 WIB

Indigo Resmi Bertransformasi Menjadi AI Connect Percepatan Talenta AI Nasional

Yogyakarta, katakabar.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi perkenalkan Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) sebagai pusat pengembangan talenta, inovasi, dan ekosistem kecerdasan buatan di Indonesia. Peluncuran ini sekaligus menandai transformasi Indigo, yang sebelumnya berfokus pada inkubasi startup, menjadi AI Connect, pusat kolaborasi dan pengembangan talenta AI yang kini hadir di 9 kota di Indonesia, salah satunya Yogyakarta. Perubahan arah strategis tersebut disampaikan Direktur IT Digital Telkom Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi (FRD), bertepatan dengan penandatanganan MoU antara Telkom Indonesia dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Gedung GIK UGM, Yogyakarta. FRD menegaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional Telkom untuk memastikan ketersediaan talenta AI Indonesia yang kuat dan siap bersaing. “Transformasi Indigo menjadi Telkom AI Connect Jogja menjadi perubahan arah strategis, sehingga dapat berfokus pada penyiapan talenta Indonesia yang memiliki kecakapan dan kompetensi AI sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar FRD. AI Connect salah satu dari empat pilar utama AI CoE. Tiga pilar lainnya adalah AI Campus yang bekerja sama dengan kampus-kampus nasional dalam menyediakan program pembelajaran dan sertifikasi AI berbasis kurikulum industri. Selain itu, AI Playground hadir sebagai ruang eksperimen teknologi AI untuk mempercepat adopsi dan inovasi. Serta AI Hub sebagai pusat orkestrasi use case dan pengembangan solusi AI lintas sektor. Keempat pilar ini menjadi bagian dari roadmap Telkom Indonesia dalam memperkuat kedaulatan digital nasional, mempercepat adopsi AI di sektor publik maupun industri, serta memastikan talenta muda memiliki akses langsung terhadap teknologi dan praktik terbaik. Yogyakarta dipilih sebagai lokasi utama AI Connect karena ekosistem digitalnya yang telah berkembang pesat, memiliki jaringan komunitas yang solid, serta dukungan kuat dari perguruan tinggi seperti UGM. “Kami berharap kehadiran AI Connect Jogja dapat menjadi akselerator munculnya talenta, inovasi, dan pengembangan berbagai riset AI yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat nantinya,” tutup FRD.

Kementerian PU dan KemenkopUKM Teken MoU Percepatan Infrastruktur Bangunan Koperasi Merah Putih Nusantara
Nusantara
Minggu, 09 November 2025 | 21:00 WIB

Kementerian PU dan KemenkopUKM Teken MoU Percepatan Infrastruktur Bangunan Koperasi Merah Putih

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Kementerian Koperasi (Kemenkop) secara resmi teken Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, di Gedung Kementerian Koperasi, Jakarta, Jumat (7/11) lalu. Langkah kolaboratif ini tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan penguatan infrastruktur Koperasi Merah Putih. Program ini selaras dengan arahan Presiden RI, H Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan koperasi desa. Program penguatan infrastruktur ini juga sejalan dengan peluncuran 80.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang telah diresmikan di Peringatan Hari Koperasi Nasional, 12 Juli 2025 lalu. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan peran strategis Kementerian PU dalam mendukung pelaksanaan Inpres tersebut. “Ada peran Kementerian PU di Inpres Nomor 17 Tahun 2025 ini. Kita akan menyiapkan desain prototipe dan bekerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara karena Agrinas yang akan melakukan pembangunan fisiknya,” kata Dody. Menteri PU menjelaskan desain prototipe yang disusun oleh Kementerian PU akan mengacu pada standar kualitas bangunan yang aman dan tahan gempa. Aspek ini menjadi prioritas mengingat kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan ring of fire. “Prototipe ini mengacu pada kualitas bangunan, karena kita berbicara dengan puluhan ribu koperasi di Indonesia. Kami menyadari tidak semua daerah memiliki bahan bangunan yang tahan gempa, sehingga kami akan melakukan supervisi dan koordinasi harian melalui balai di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Bina Konstruksi di setiap daerah,” jelasnya. Ia menegaskan Kementerian PU siap mendukung penuh arahan Presiden dalam mempercepat penyediaan infrastruktur ekonomi kerakyatan. “Prinsipnya kami siap mensupport arahan Presiden Prabowo, sama seperti kami mendukung pembangunan Sekolah Rakyat atau Dapur BGN MBG, hanya kali ini untuk Kemenkop dan Agrinas,” terangnya. Sementara, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama strategis lintas kementerian ini. “Terima kasih, kami baru saja menandatangani nota kesepahaman antara Kementerian Koperasi dan Kementerian PU untuk menindaklanjuti Inpres Nomor 17 Tahun 2025, di mana masing-masing kementerian mendapatkan tanggung jawab untuk percepatan pembangunan fisik gudang, gerai, dan kelengkapan desa atau kelurahan koperasi Merah Putih yang sudah dan akan dilaksanakan proses pembangunannya tersebut,” timpal Ferry. Menurut Ferry, rapat penyempurnaan butir-butir kesepahaman juga dihadiri oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, yang bertindak selaku pelaksana pembangunan Gerai dan Kelengkapan Koperasi Desa. “Tadi kami mengadakan rapat untuk menyempurnakan butir-butir kesepahaman dan dihadiri oleh PT Agrinas Pangan Nusantara selaku penerima pekerjaan dari Kementerian Koperasi yang menjalankan konstruksi. Karena Kementerian Koperasi tidak memiliki kapasitas untuk melakukan supervisi, kami dibantu oleh Kementerian PU,” lanjut Ferry. Melalui nota kesepahaman ini, Kementerian PU dan Kementerian Koperasi sepakat untuk bersinergi dalam beberapa lingkup kerja sama. Lingkup tersebut meliputi edukasi dan sosialisasi pembangunan fisik koperasi, penyusunan standar gerai dan pergudangan, serta dukungan teknis perencanaan dan pendampingan pembangunan sarana-prasarana koperasi di seluruh Indonesia.