Perkenalkan
Sorotan terbaru dari Tag # Perkenalkan
Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital Operasional Terintegrasi
Surabaya, katakabar.com - Shelter Indonesia perkenalkan arah baru perusahaan melalui agenda Corporate Branding, yakni Brand Positioning Launch Shelter Indonesia sebagai langkah strategis untuk menegaskan transformasi bisnis perusahaan. Shelter Indonesia kini perkuat posisinya sebagai penyedia solusi alih daya yang tidak hanya bertumpu pada tenaga kerja, tetapi juga didukung sistem dan teknologi terintegrasi. Transformasi ini didorong perubahan kebutuhan operasional dunia usaha. Saat ini, perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan layanan yang berjalan, tetapi juga visibilitas yang lebih jelas, kendali yang lebih kuat, serta pengambilan keputusan yang lebih akurat. Pada konteks ini, Shelter Indonesia melihat bahwa pola operasional yang masih terpisah dan manual tidak lagi cukup untuk menjawab kebutuhan bisnis yang semakin dinamis. Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Shelter Indonesia menghadirkan Shelter+, sebuah platform yang dirancang sebagai ekosistem digital untuk mendukung operasional secara menyeluruh. Melalui platform ini, berbagai aktivitas dapat dipantau dan dikelola dalam satu alur yang terintegrasi, mulai dari pemantauan keamanan melalui Shelter Guard, pengelolaan cleaning service melalui Shelter Cleaning, pelacakan aktivitas penjualan melalui Sellgo, hingga pengelolaan tenaga kerja fleksibel melalui Casual Work. Pendekatan ini memungkinkan proses operasional yang sebelumnya tersebar menjadi lebih terhubung, lebih terukur, dan lebih berbasis data. Chief Executive Officer (CEO) Shelter Indonesia, Hari Wahyudin, mengatakan, arah baru ini berangkat dari kebutuhan untuk membangun operasional yang lebih utuh dan terkendali. Menurutnya, tantangan operasional saat ini bukan lagi sekadar memastikan pekerjaan berjalan, tetapi juga memastikan setiap proses dapat dipantau, diukur, dan dikelola dengan lebih baik. “Arah Shelter Indonesia ke depan adalah menjadi mitra strategis operasional yang mengintegrasikan sumber daya manusia dan teknologi, agar operasional klien dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan terkendali,” ujar Hari. Kata Hari, transformasi ini membawa Shelter Indonesia ke posisi baru. Perusahaan tidak lagi hanya hadir sebagai penyedia tenaga kerja operasional, tetapi berkembang menjadi ekosistem tenaga kerja terintegrasi yang memadukan sumber daya manusia dan teknologi untuk menjawab kebutuhan klien secara lebih menyeluruh. Dari sisi pengembangan pasar dan solusi, Chief Marketing Officer (CMO) Shelter Indonesia, Nino Mayvi, menegaskan kebutuhan klien kini terus berkembang. Menurutnya, pasar tidak lagi hanya mencari dukungan tenaga kerja, tetapi juga menuntut visibilitas, kontrol, dan transparansi yang lebih kuat dalam operasional. “Pasar hari ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, tetapi juga membutuhkan visibilitas, kontrol, dan transparansi. Karena itu, kami membangun solusi yang relevan dengan kebutuhan klien modern,” ucap Nino. Ia menjelaskan, teknologi dalam konteks Shelter Indonesia bukan sekadar pelengkap, melainkan alat untuk menciptakan proses kerja yang lebih terlihat, dapat ditindaklanjuti, dan berbasis data. Dengan sistem yang terintegrasi, klien tidak hanya menerima hasil akhir, tetapi juga memperoleh gambaran proses operasional secara lebih terbuka dan terstruktur. Perspektif tersebut diperkuat oleh Business Consultant Shelter Indonesia, Gordon John Stevenson, yang hadir memberikan pandangan dari sisi pengembangan bisnis dan pertumbuhan strategis. Menurutnya, langkah yang dijalankan Shelter Indonesia bukan sekadar digitalisasi, melainkan respons strategis terhadap kebutuhan pasar yang terus berubah. “Apa yang sedang dibangun Shelter bukan sekadar digitalisasi. Ini adalah respons strategis terhadap kebutuhan pasar sekaligus penegasan yang jelas mengenai arah perusahaan ke depan,” ulas Gordon. Upaya Shelter Indonesia, kupas Gordon, menghubungkan berbagai elemen operasional ke dalam satu sistem terintegrasi menghadirkan tiga hal penting bagi dunia usaha saat ini, yaitu visibilitas, keterukuran, dan kendali. Jadi, imbuhnya, ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting bagi efisiensi operasional sekaligus keunggulan bersaing. Melalui positioning baru bertajuk “A New Shape of Shelter Indonesia,” perusahaan ingin menegaskan bahwa masa depan layanan alih daya tidak lagi cukup bertumpu pada tenaga kerja semata. Ke depan, keberhasilan operasional akan semakin ditentukan oleh kemampuan mengelola aktivitas secara terintegrasi, memantau proses secara real-time, serta membangun sistem kerja yang lebih transparan, terukur, dan berbasis data. Shelter Indonesia juga menegaskan bahwa teknologi tidak hadir untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk memperkuatnya. Sumber daya manusia tetap menjadi inti layanan, sementara teknologi berfungsi untuk mendukung akurasi, mempercepat koordinasi, memperkuat akuntabilitas, dan membantu klien memperoleh kendali yang lebih baik terhadap proses bisnis mereka. Melalui langkah ini, Shelter Indonesia berharap dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong perkembangan industri alih daya menuju model layanan yang lebih modern, lebih terintegrasi, dan lebih relevan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini. Tentang Shelter Indonesia Shelter Indonesia merupakan perusahaan penyedia solusi alih daya yang terus berkembang dengan mengintegrasikan sumber daya manusia dan teknologi dalam satu ekosistem operasional. Melalui arah baru sebagai ekosistem tenaga kerja terintegrasi, Shelter Indonesia menghadirkan layanan yang lebih terukur, transparan, dan terkendali guna menjawab kebutuhan operasional bisnis yang semakin dinamis.
Perluas Kerja Sama Global, TechnoGIS Perkenalkan Platform iT Sensing di SCE Taiwan 2026
Taiwan, katakabar.com - TechnoGIS mengikuti Smart City Expo Taiwan 2026 di Taipei guna perkenalkan iT Sensing sebagai solusi geospasial. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk menjalin kerja sama internasional dan memperkuat ekspansi global berbasis teknologi. TechnoGIS turut berpartisipasi dalam ajang Smart City Expo Taiwan 2026 yang berlangsung pada 17 hingga 20 Maret 2026 lalu di Nangang Exhibition Center, Taipei, Taiwan. Di kegiatan tersebut, TechnoGIS memperkenalkan platform geospasial unggulannya, iT Sensing, yang dikembangkan untuk mengintegrasikan dan mengolah data satelit menjadi informasi yang aplikatif bagi kebutuhan industri. Platform ini juga ditampilkan sebagai solusi dalam mendukung perencanaan infrastruktur jaringan 5G, melalui pemanfaatan data geospasial, analitik, dan pemrosesan berbasis cloud guna meningkatkan efisiensi dan akurasi pengambilan keputusan. Di acara ini TechnoGIS di dukung oleh Indonesia Prima sebagai Accelerator dan juga KDII sebagai perwakilan pemerintah Indonesia di Taiwan. Guna memperkuat ekspansi internasional, TechnoGIS menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah mitra strategis dari berbagai negara, yaitu Hayani Maison (Afrika), Collexe (Malaysia), Statio (Thailand), dan Stellar Vision (Korea). Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan dan implementasi solusi geospasial di berbagai sektor, dengan mengedepankan kolaborasi teknologi dan pemanfaatan sumber daya lokal di masing-masing wilayah. Selain itu, TechnoGIS juga mengembangkan sejumlah inisiatif strategis di berbagai negara, antara lain pengembangan proyek percontohan di sektor pertanian dan kehutanan di Malaysia bersama Rymba dan Hittera, pengembangan solusi geospasial di Yunani bersama Neuralio, pengembangan platform pemodelan temperatur kota di Republik Ceko bersama Ecoten Urban Comfort, monitoring infrastruktur di kawasan Afrika, serta pengembangan sistem monitoring parkir cerdas di Thailand bersama Statio dan Riffai. TechnoGIS juga menjalin kolaborasi dengan SolarSDGs (Taiwan) dalam pengembangan solusi monitoring panel surya berbasis drone dan sistem pemeliharaan prediktif (predictive maintenance). Berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya TechnoGIS memperkuat ekosistem geospasial global serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data di berbagai sektor pembangunan. CEO TechnoGIS, Sarono, menyampaikan partisipasi dalam ajang ini menjadi momentum strategis bagi perusahaan dalam memperkuat ekspansi global. “Smart City Expo Taiwan merupakan platform yang sangat relevan bagi pengembangan iT Sensing sebagai cloud geospatial dan monitoring platform. Di kegiatan ini, kata Surono, TechnoGIS berhasil membuka kolaborasi di lebih dari 7 negara lintas 3 kawasan, yaitu Asia, Afrika, dan Eropa, yang akan menjadi hub strategis dalam ekspansi global kami. Kami melihat peran penting teknologi ini dalam mendukung perencanaan kota yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Ke depan, TechnoGIS berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan tata kota berbasis data dan teknologi,” jelasnya.
Deklarasikan Perang Industri Personal TA: BF Perkenalkan Standar Emas Elite 1 Persen Coaches
Tangerang, katakabar.com - Lelah dengan hasil nihil dan bertanya-tanya kenapa personal trainer saya tidak kompeten? Believe Fitness di Pacific Garden, Alam Sutera, menetapkan standar mutlak untuk elite fitness coaching di Indonesia. Kami tidak menyewakan ruang untuk amatir, kami memonopoli top 1 persen expert coaches dan pakar biomekanik fitness. Sebagai pusat program transformasi tubuh elit Tangerang, pelajari cara memilih personal trainer yang benar dengan berinvestasi pada data klinis (HRV, AI Nutrition) dan The 6-Week Program bergaransi kami, alih-alih membuang uang pada "PT" yang hanya peduli target sales. Industri kebugaran komersial saat ini sedang mengalami krisis integritas. Reputasi "Personal Trainer" telah dirusak oleh pusat-pusat kebugaran yang merekrut staf tanpa kualifikasi yang memadai, beroperasi dengan standar yang sangat rendah, dan hanya mempekerjakan tenaga penjual (sales) berkedok pelatih. Menjawab masalah fundamental ini, Believe Fitness hari ini mengukuhkan posisinya sebagai standar emas (Gold Standard) kepelatihan kebugaran di Indonesia. Di saat standar sertifikasi pelatih kebugaran Jakarta dan sekitarnya makin terdegradasi oleh pelatih amatir yang buta ilmu anatomi, Believe Fitness mengambil langkah radikal dengan menaikkan standar ke level tertinggi. Kami menolak merekrut staf yang hanya fokus pada target penjualan ketimbang hasil klien. Solusi Believe: Memonopoli Talenta 'Top 1 Persen' Believe Fitness tidak "menyewakan" pelatih; kami mempekerjakan Elite 1 persen Coaches. Kami memonopoli talenta terbaik di industri ini dengan menerapkan seleksi yang sangat ketat dan memberikan gaji pokok tertinggi di kelasnya. Dengan menyingkirkan tekanan penjualan dari pundak para pelatih kami, mereka kini dapat berfokus 100 persen pada apa yang benar-benar penting: data klinis, analisis Heart Rate Variability (HRV), dan transformasi nyata dari klien. Setiap Elite 1 persen Coach kami adalah seorang pakar biomekanik fitness yang mendedikasikan hidupnya pada sains kebugaran, bukan pada kuota penjualan sesi gym. Ini adalah manifestasi nyata dari elite fitness coaching sesungguhnya. Mewakili visi perusahaan, Manajemen Believe Fitness, menyatakan sebagian besar gym beroperasi seperti agen penyalur tenaga kerja murah. Di Believe Fitness, kami adalah institusi elit. Kami membayar Elite 1 persen Coaches kami dengan angka tertinggi di negara ini karena standar kami brutal. Jika Anda menginginkan hasil yang tidak bisa dibantah, Anda tidak bisa mempekerjakan pelatih amatir. Anda membutuhkan elit. Fokus Pada Hasil Klinis Tidak Terbantahkan Bagi mereka yang lelah membuang waktu dan uang untuk janji-janji kosong, Believe Fitness menyediakan program transformasi tubuh elit Tangerang yang didukung penuh oleh sains dan data. Pendekatan tanpa kompromi ini menjadikan kami destinasi utama bagi siapa saja yang mencari personal trainer terbaik Alam Sutera dan sekitarnya. Berhentilah mempertaruhkan kesehatan dan waktu Anda pada amatir. Bergabunglah dengan institusi yang menjamin hasil melalui sains, data, dan talenta terbaik yang ditawarkan oleh industri ini.
Kreyavox Perkenalkan Ekosistem "Infrastruktur Berdaulat" Atasi Krisis Hak Cipta dan Asal-Usul AI Generatif
Jakarta, katakabar.com - Membangun di atas tesis dasar whitepaper-nya, protokol Kreyavox memanfaatkan token KYVX operasionalkan jaringan "Sidik Jari Digital" terdesentralisasi. Kreyavox, protokol terdesentralisasi yang merancang infrastruktur untuk "Ekonomi Kreator 3.0," secara resmi memperkenalkan solusi "Infrastruktur Berdaulat" yang komprehensif. Berlandaskan pada tesis teknis dari whitepaper yang telah mapan, protokol ini menjawab "Terra Nullius" (tanah tak bertuan) dalam kepemilikan digital sebuah krisis di mana adopsi AI yang cepat telah melampaui kerangka kerja hak cipta, membuat para kreator kehilangan haknya. Tidak seperti platform Web2 yang bertindak sebagai perantara pencari rente (rent-seeking intermediaries), platform Kreyavox berfungsi sebagai infrastruktur netral yang mengutamakan utilitas. Platform ini mengoperasionalkan visi "Kedaulatan Kreator" dengan memanfaatkan provenance (asal-usul) berbasis blockchain dan alat AI Generatif tingkat institusional untuk memastikan bahwa seiring dengan skala model AI yang membesar, kepemilikan manusia tetap dapat diverifikasi, dilindungi, dan dimonetisasi. Bagaimana Protokol Kreyavox Merancang Solusinya Ekosistem Kreyavox direkayasa di sekitar "Infrastruktur Trinitas" yang dirancang untuk memecahkan mode kegagalan spesifik dari ekonomi digital saat ini: Melindungi (Standar KDF): Untuk mengatasi hilangnya asal-usul karya, Kreyavox menerapkan Kreyavox Digital Fingerprint (KDF). Mekanisme eksklusif ini bukan sekadar tanda air (watermark) permukaan, melainkan protokol steganografi kriptografis. Teknologi ini menyematkan Identitas Terdesentralisasi (DID) kreator dan stempel waktu pembuatan jauh di dalam domain frekuensi file pada saat penciptaan, mengubah setiap aset menjadi "jangkar kebenaran" yang tidak dapat diubah di blockchain. Memberdayakan (Akses AI yang Demokratis): Kreyavox Studio menggunakan mesin Modular Model Aggregation (MMA). Arsitektur ini mengabstraksi kompleksitas dalam mengakses model AI berketepatan tinggi, seperti Large Language Models (LLM) dan Diffusion Models. Yang terpenting, ini memperkenalkan "Culture-as-a-Service" melalui pelatihan Low-Rank Adaptation (LoRA) yang terdesentralisasi, memungkinkan komunitas untuk menyempurnakan model pada dataset budaya tertentu (misalnya, pola Batik) tanpa biaya mahal pelatihan model dasar. Memonetisasi (Pertukaran IP Likuid): Protokol ini menghadirkan Kreyavox Bazaar, sebuah bursa kekayaan intelektual yang canggih. Kontrak pintar (smart contracts) dalam jaringan Kreyavox memungkinkan manajemen hak yang mendetail, mengizinkan kreator untuk melisensikan gaya dan mendapatkan royalti abadi melalui logika yang dapat diprogram. Peran KYVX Primitif Nilai Ekonomi Sementara Kreyavox menyediakan jalur teknologinya, token KYVX berfungsi sebagai mekanisme koordinasi fundamental dan "primitif nilai" untuk ekosistem tersebut. KYVX direkayasa untuk menyelaraskan kepentingan kreator, pengembang, dan operator node melalui model utilitas yang berkelanjutan: Alat Tukar: KYVX adalah mata uang default untuk semua transaksi ekosistem, termasuk pembelian kredit komputasi AI di Studio dan penyelesaian biaya lisensi di Bazaar. Keamanan Jaringan: Operator node yang menyediakan daya komputasi GPU terdistribusi harus mempertaruhkan (stake) KYVX sebagai jaminan untuk memastikan perilaku jujur dan uptime, mengamankan lapisan inferensi yang terdesentralisasi. Hak Tata Kelola: Memiliki dan mempertaruhkan KYVX memberikan hak suara dalam Kreyavox DAO. Ini memberdayakan komunitas untuk mengatur parameter penting seperti alokasi perbendaharaan dan standar keamanan AI yang etis. Komitmen Pertumbuhan Berkelanjutan Tim Kreyavox telah menyusun tokenomics KYVX untuk memprioritaskan penyelarasan jangka panjang di atas spekulasi jangka pendek. Protokol ini menerapkan model distribusi yang menampilkan jadwal penguncian (vesting) yang diperpanjang untuk tim inti dan mitra ekosistem, memastikan komitmen terhadap peta jalan pengembangan multi-tahun. Selain itu, sistem ini mencakup mekanisme deflasi yang dirancang untuk mengurangi pasokan KYVX dari waktu ke waktu berdasarkan pemanfaatan platform. Tentang Kreyavox (KYVX) Kreyavox adalah Infrastruktur Kreator Berdaulat untuk era AI Generatif. Dengan menggabungkan provenance kriptografis dengan komputasi AI terdesentralisasi, Kreyavox memberdayakan kreator untuk memiliki, melindungi, dan mengambil keuntungan dari kerja digital mereka. Proyek ini dipimpin oleh tim veteran dari riset AI, arsitektur blockchain, dan ekonomi kreator Asia Tenggara.
AI Ubah Cara Brand Terlihat, Avonetiq Perkenalkan Strategi Baru
Jakarta, katakabar.com - Cara konsumen mencari informasi kini mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya orang mengandalkan mesin pencari untuk menemukan informasi, kini semakin banyak pengguna yang langsung mendapatkan jawaban dari teknologi kecerdasan buatan (AI), seperti fitur AI Overviews di Google maupun asisten AI generatif seperti ChatGPT. Dalam laporan kinerja Google, Sundar Pichai, CEO Google, menyatakan bahwa “AI Overviews kini digunakan oleh sekitar dua miliar pengguna setiap bulan secara global,” menandai meningkatnya peran AI dalam cara konsumen mencari dan menerima informasi. Di era AI ini, brand tidak lagi cukup hanya berupaya untuk ditemukan, tetapi harus mampu dipilih dan disebut oleh AI sebagai sumber jawaban. Pergeseran dari search engine ke answer engine ini menciptakan risiko baru bagi brand, yaitu tidak terlihat dalam jawaban AI meskipun telah aktif secara digital. Kondisi ini berpotensi membuat brand kehilangan relevansi di momen paling krusial, yaitu saat audiens mencari jawaban atas kebutuhannya. Menjawab tantangan tersebut, muncul strategi baru bernama AI Visibility Optimization (AVO), sebuah pendekatan untuk membangun otoritas, kredibilitas, dan konteks digital agar brand dapat dikenali dan dipercaya oleh sistem AI sebagai sumber jawaban yang layak dikutip. Melalui AVO, brand tidak hanya dioptimalkan untuk mesin pencari, tetapi juga untuk AI search yang dihasilkan Chat GPT, Gemini, Perplexity, dan teknologi sejenis. Di Indonesia, pendekatan AVO pertama kali dikembangkan dan diperkenalkan oleh Alexandro Wibowo dan Ryan Gondokusumo, Co-Founder & Managing Partner dari Avonetiq, sebuah Digital Authority Firm yang berfokus pada penguatan otoritas digital brand di era AI. Avonetiq menjalankan strategi AI Visibility Optimization (AVO) melalui metode OMG (Optimize, Manifest, dan Generative) yang dicetuskan oleh Alexandro Wibowo. Metode ini dirancang untuk memastikan brand tidak hanya hadir secara digital, tetapi juga memiliki fondasi teknis, kejelasan narasi, serta validasi eksternal yang dapat dibaca dan dipercaya oleh sistem AI. “Di era answer engine, brand nggak cuma butuh konten atau eksistensi digital. Yang dibutuhkan sekarang sistem agar AI menganggapnya layak untuk dijadikan jawaban,” ujar Alex. Menurut Alexandro, AVO dirancang untuk memastikan brand tidak hanya hadir secara digital, tetapi juga memiliki struktur bukti, narasi, dan sinyal kepercayaan yang membuat AI memilih brand tersebut sebagai rujukan utama. “Ketika AI menjadi perantara utama antara brand dan audiens, membangun authority bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan,” jelasnya.
Binus@Medan dan KJ Tiongkok Perkenalkan Budaya Tiongkok Bekali Generasi Global DigitalPreneur
Medan, katakabar.com - Di era keterhubungan tanpa batas, generasi muda dituntut tidak hanya menguasai teknologi, tetapi memiliki keterampilan global untuk dapat bersaing di panggung dunia. Tantangan globalisasi saat ini bukan hanya soal digitalisasi, melainkan bagaimana anak muda dapat memahami lintas budaya, berjejaring internasional, serta menjadi generasi global yang berdaya saing. Menjawab kebutuhan itu, Binus @Medan berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan menghadirkan Asia Cultural Series: Discover China. Acara yang digelar pekan ketiga September 2025 lalu ini menghadirkan pengalaman langsung berupa cooking demonstration Zhajiangmian & Beijing Impression serta pertunjukan alat musik tradisional Guzheng bertajuk Echoes of the Strings: China's Culture in Past, Present, and Global Voice. Di pembukaan Asia Cultural Series, Tri Juniarty, S.Kom, M.M., Direktur Kampus Binus@Medan, menyampaikan sebagai salah satu keunikan yang ditawarkan Binus@Medan yakni pengenalan budaya Asia melalui kegiatan non akademik, agar menjadi fondasi kuat bagi Mahasiswa ketika akan menjalin hubungan kerja sama dengan partner kerja di kemudian hari, baik secara corporate maupun partner bisnis, maka acara ini menjadi langkah nyata kampus dalam memperkuat misi global. “Binus@Medan berkomitmen membekali mahasiswa dengan pengalaman global, baik melalui teknologi, kewirausahaan, maupun pemahaman lintas budaya. Asia Cultural Series ini adalah wujud nyata bagaimana kami menyiapkan generasi Global DigitalPreneur yang siap bersaing dan berkontribusi di tingkat dunia,” ujarnya. Hadir sebagai narasumber, Gu Yu dan Liu Wenyi, Konsular Attache dari Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan. Gu Yu menghadirkan Beijing Impression lewat demo kuliner, sementara Liu Wenyi membawakan pertunjukan Guzheng yang merefleksikan perjalanan budaya Tiongkok dari masa lalu hingga kini. Liu Wenyi menyampaikan pentingnya membangun jembatan budaya di era modern. “Musik dan kuliner adalah bahasa universal yang mampu menyatukan kita. Lewat pertukaran budaya, mahasiswa Indonesia bisa menjadi bagian dari generasi global yang lebih terbuka dan siap menghadapi dunia," jelasnya. Dan sebagai penyelenggara acara, Assoc. Prof. Dr. Yi Ying, Institutional Development and Collaboration Manager Binus@Medan sekaligus moderator acara, menambahkan melalui Asia Cultural Series, kami ingin menumbuhkan kesadaran global di kalangan Binusian. "Kegiatan ini bukan sekadar mengenalkan budaya Tiongkok, tetapi bekali mahasiswa dengan keterampilan global yang selaras dengan positioning Binus @Medan sebagai kampus Global DigitalPreneur," ucapnya. Melalui kegiatan ini, Binus@Medan mempertegas komitmennya mencetak Generasi Global DigitalPreneur, mahasiswa yang tidak hanya menguasai teknologi digital dan jiwa kewirausahaan, tetapi juga memiliki wawasan lintas budaya, koneksi global, serta keterampilan kelas dunia.
Longetiv Perkenalkan IDME Pertumbuhan Bisnis dan UMKM Berkelanjutan
memanfaatkan strategi jasa digital marketing profesional yang efektif tanpa membebani keuangan mereka. Visi Longetiv adalah menjadi mitra strategis yang membantu bisnis tidak hanya dikenal, tapi juga dipercaya. Dengan memadukan strategi berbasis data, kreativitas, dan teknologi terkini, Longetiv berkomitmen menciptakan pertumbuhan yang nyata, bukan sekadar angka di laporan.
Telkom Indonesia Perkenalkan Cara Baru Belajar AI Lewat Workflow Nyata
“Tantangan terbesar bukan lagi akses terhadap teknologi, tapi membentuk pola pikir yang mampu melihat relevansi AI dalam masalah nyata. Professional data perlu dilatih untuk tidak hanya menguasai alat, tapi memahami data sebagai bagian dari pengambilan keputusan strategis,” ucapnya. Patricia menimpali, melalui pendekatan berbasis studi kasus, peserta tidak hanya belajar teknologinya, tetapi juga cara berpikir yang dibutuhkan untuk mengintegrasikannya secara berkelanjutan dalam pekerjaan. Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan peserta, sebutnya, tapi memperkuat jejaring komunitas digital di wilayah Indonesia Timur. Kolaborasi dengan Universitas Bosowa, Digisaurus.id, dan sejumlah organisasi mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Statistika FMIPA Unhas memungkinkan penyebaran pengetahuan ke berbagai lapisan. Peserta mengapresiasi pendekatan praktis dalam sesi ini, yang tidak hanya memberikan inspirasi, tapi juga meningkatkan kepercayaan diri untuk menerapkan AI dalam proyek nyata.
KAI Properti Perkenalkan Hotel Truntum Cihampelas, Akomodasi Premium di Pusat Kota Bandung
Bandung, katakabar.com - Kereta Api Indonesia atau KAI Properti, anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), resmi perkenalkan teaser Hotel Truntum Cihampelas, proyek akomodasi terbaru tengah dibangun di kawasan Jalan Cihampelas, Bandung. Hotel ini usung konsep hunian premium dengan desain mewah dan fasilitas lengkap, serta dirancang untuk menjadi salah satu ikon baru di sektor perhotelan Kota Kembang. Berlokasi di pusat keramaian kota, hotel ini dibangun di atas lahan seluas 1.805 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 5.081 meter persegi. Truntum Cihampelas hadir untuk menjawab kebutuhan akan akomodasi modern yang terintegrasi dengan aksesibilitas kota dan gaya hidup masyarakat urban. “Hotel ini bentuk optimalisasi aset milik PT KAI yang dikelola oleh KAI Properti. Kami tidak hanya membangun hunian, tetapi juga menciptakan pengalaman menginap yang memiliki karakter kuat dan nilai estetika tinggi,” ujar Plt Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Ramdhani Subagja, Jumat (11/7) lalu. Kata Ramdhani, Hotel Truntum Cihampelas dirancang dengan pendekatan arsitektur klasik modern dan mengadopsi sentuhan kemewahan khas Orient Express, sebuah ikon perjalanan kelas dunia yang dikenal dengan nuansa elegan dan eksklusif. Perhatian terhadap detail visual menjadi kekuatan utama desain bangunan ini mulai dari elemen warna, pemilihan material, hingga tata ruang interior. Secara keseluruhan, ulasnya, hotel ini dilengkapi dengan 101 kamar, yang terdiri dari 4 tipe kamar yaitu Deluxe, Deluxe Premiere, Suite, Presidential Suite. "Beragam fasilitas penunjang turut disiapkan untuk melengkapi kenyamanan para tamu, mulai dari ruang pertemuan, sky lounge, kolam renang, pusat kebugaran (gym), hingga layanan laundry dan room service 24 jam. Hotel ini diharapkan menjadi pilihan ideal baik bagi wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis," jelasnya. Lokasi strategis di kawasan Cihampelas, cerita Ramdhani, dekat pusat belanja, kuliner, serta berbagai fasilitas publik lainnya Truntum Cihampelas memiliki daya tarik tersendiri sebagai akomodasi modern yang mudah dijangkau dan berada di pusat aktivitas kota. “Kami melihat Bandung sebagai kota dengan potensi besar di sektor pariwisata. Kehadiran Truntum Cihampelas diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sektor tersebut sekaligus memperkuat lini bisnis hospitality KAI Properti secara berkelanjutan,” ucap Ramdhani. Hotel ini menjadi bagian dari strategi KAI Properti dalam memperluas portofolio bisnis berbasis pengelolaan aset, khususnya pada sektor akomodasi kelas menengah atas yang terus mengalami pertumbuhan.
KAI Daop 1 Jakarta Edukasi 560 Siswa TKK Penabur Jakarta tentang Perkeretaapian
Jalarta, katakabar.com - KAI Daop 1 Jakarta edukasi sebanyak 560 siswa Taman Kanak-Kanak Kristen atau TKK penabur Jakarta, perkenalkan tentang transportasi umum perkeretaapian sejak dini. Kegiatan edukatif ini bertajuk Edutrain bagi siswa digelar Sabtu (24/5) lalu di Stasiun Gambir ini gelombang ketiga dari total 4 sesi yang dijadwalkan. Di program ini, para siswa diperkenalkan dengan berbagai aspek dunia perkeretaapian, mulai dari pengenalan profesi seperti masinis dan kondektur, jenis-jenis kereta api, nama-nama stasiun, hingga manfaat menggunakan transportasi umum. “Pengenalan dunia transportasi sejak usia dini penting untuk membangun kesadaran akan pentingnya transportasi publik. Anak-anak diajak mengenal tidak hanya operasional kereta api, tetapi juga nilai-nilai seperti kedisiplinan, keselamatan, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Ixfan Hendriwintoko, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta. Selain sesi edukasi di stasiun, peserta diajak merasakan langsung pengalaman naik kereta melalui pengoperasian Kereta Luar Biasa atau KLB dengan relasi Gambir–Bogor. Di perjalanan ini, anak-anak belajar proses boarding, menaiki kereta sesuai nomor kursi, serta menikmati fasilitas dan pelayanan khas KAI. Kegiatan Edutrain bersama TKK Penabur Jakarta ini dirancang empat gelombang, dengan total peserta mencapai 2.400 murid.