Perkotaan

Sorotan terbaru dari Tag # Perkotaan

Tumbuh 26 Persen Januari 2026, Pengguna LRT Jabodebek Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan Default
Default
Minggu, 15 Februari 2026 | 15:30 WIB

Tumbuh 26 Persen Januari 2026, Pengguna LRT Jabodebek Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek mengalami peningkatan signifikan pengguna di Januari 2026, dengan rekor pengguna harian tertinggi pada 22 Januari 2026 lalu, berkat keandalan layanan dan integrasi antarmoda yang semakin matang. Transportasi publik berbasis rel semakin menjadi pilihan utama masyarakat perkotaan. Sepanjang Januari 2026, KAI mencatat 2.714.594 perjalanan pengguna LRT Jabodebek, meningkat 26 persen atau tumbuh 567.735 pengguna LRT Jabodebek dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 2.146.859 pengguna LRT Jabodebek. Lonjakan ini mencerminkan pergeseran nyata pola mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Peningkatan signifikan tersebut terlihat jelas pada hari kerja, dimana rekor pengguna harian tertinggi tercatat pada Kamis, 22 Januari 2026, dengan 123.276 pengguna LRT Jabodebek dalam satu hari bertepatan dengan aktivitas perkantoran yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek mulai menjadi bagian dari rutinitas harian pekerja perkotaan. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pertumbuhan ini sebagai sinyal penting bagi pengelolaan transportasi perkotaan ke depan. Hal lain yang turut mendukung pertumbuhan pengguna LRT Jabodebek juga berkorelasi dengan keandalan layanan dan integrasi antarmoda yang semakin matang. “Peningkatan pengguna menunjukkan adanya kepercayaan publik terhadap transportasi massal. Tantangan berikutnya adalah memastikan layanan tetap andal di jam sibuk agar peralihan dari kendaraan pribadi bersifat berkelanjutan, bukan sementara,” jelasnya. Ketersediaan eskalator, lift, akses ramah disabilitas, serta sistem informasi perjalanan waktu nyata memungkinkan masyarakat merencanakan perjalanan secara lebih pasti, terutama di jam sibuk. Radhitya menambahkan, penguatan operasional dan kesiapan rangkaian menjadi kunci agar lonjakan pengguna tidak berdampak pada kenyamanan perjalanan, terutama pada koridor dan jam dengan permintaan tinggi di hari kerja. Selain keandalan layanan, KAI juga mendukung dengan berbagai fasilitas penunjang di stasiun dan rangkaian untuk menjaga kenyamanan perjalanan pengguna LRT Jabodebek, terutama di tengah meningkatnya volume. Fasilitas tersebut meliputi eskalator dan lift untuk memudahkan mobilitas antarperon, charging station, serta water station yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Tidak hanya itu, KAI juga menyediakan fasilitas ramah disabilitas, seperti jalur pemandu (guiding block), akses lift prioritas, area khusus pengguna kursi roda, serta ruang dan tempat duduk prioritas bagi lansia, ibu hamil, dan orang tua yang bepergian bersama anak. “Keberadaan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas layanan agar tetap inklusif dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat, seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna,” terangnya. Dengan volume perjalanan yang mencapai 2,7 juta pengguna dalam satu bulan dan konsentrasi penggunaan yang kuat pada jam kerja, LRT Jabodebek menunjukkan tingkat keandalan yang semakin konsisten sebagai moda transportasi harian. Dukungan layanan yang terukur serta fasilitas yang memadai memberi masyarakat dasar yang jelas untuk beralih ke transportasi publik yang lebih efisien, terutama bagi perjalanan rutin di wilayah Jabodetabek.

Tegaskan Peran Transportasi Perkotaan, KAI Catat Kenaikan 10 Persen Pengguna LRT Jabodebek Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 06 Januari 2026 | 12:00 WIB

Tegaskan Peran Transportasi Perkotaan, KAI Catat Kenaikan 10 Persen Pengguna LRT Jabodebek

Bekasi, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan signifikan jumlah pengguna LRT Jabodebek selama Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025-2026) yang dilaksanakan selama 18 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 lalu. Di periode tersebut, LRT Jabodebek melayani 1.321.733 pengguna, meningkat dibandingkan Nataru 2024-2025 yang tercatat 1.198.315 pengguna, atau tumbuh 10 persen. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan capaian ini menegaskan peran LRT Jabodebek sebagai moda transportasi perkotaan yang tidak hanya berfungsi pada hari kerja, tetapi juga menjadi pilihan utama masyarakat pada masa libur panjang. Selama periode Nataru, layanan ini dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan perjalanan, termasuk menuju destinasi wisata, aktivitas keluarga, hingga akses ke pusat-pusat kegiatan perkotaan. “Selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pengguna LRT Jabodebek semakin merasakan manfaatnya. Integrasi antarmoda dan kemudahan akses ke berbagai pusat aktivitas membuat LRT Jabodebek menjadi solusi mobilitas perkotaan yang praktis, aman, dan terjadwal,” ujarnya. Berikut lima stasiun LRT Jabodebek paling favorit selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026: 1. Stasiun Dukuh Atas 443.925 pengguna, 2. Harjamukti 305.962 pengguna, 3. Cikoko 223.881 pengguna, 4. Kuningan 190.401 pengguna, dan 5. Bekasi Barat 181.509 pengguna. “Tingginya pergerakan di stasiun tersebut berkaitan dengan lokasinya yang melayani kawasan dengan aktivitas perjalanan yang beragam serta keterhubungannya dengan perjalanan lanjutan di wilayah Jabodebek,” jelasnya. Salah satu faktor pendorong meningkatnya penggunaan LRT Jabodebek adalah keunggulan integrasi antarmoda. Jaringan LRT Jabodebek terhubung dengan KRL Commuter Line, Kereta Cepat Whoosh, KA Bandara, MRT Jakarta, Transjakarta, serta berbagai moda transportasi lainnya. Konektivitas ini memudahkan masyarakat berpindah antarmoda secara efisien dan menjangkau kawasan hunian dengan pusat-pusat aktivitas perkotaan, kawasan perkantoran, serta area komersial dan ruang publik. Kehadiran LRT Jabodebek turut membantu masyarakat dalam mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, khususnya pada periode libur dengan tingkat pergerakan yang tinggi. “Dengan layanan yang terintegrasi dan berkelanjutan, LRT Jabodebek berkontribusi mendukung mobilitas perkotaan yang lebih tertib, efisien, dan ramah lingkungan,” sebut Radhitya.