Perpustakaan

Sorotan terbaru dari Tag # Perpustakaan

Perpustakaan Terapung Polres Meranti, Ini Harapan Plt Bupati Meranti Riau
Riau
Jumat, 01 September 2023 | 14:05 WIB

Perpustakaan Terapung Polres Meranti, Ini Harapan Plt Bupati Meranti

Meranti, katakabar.com - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kabupaten Kepulauan, Meranti AKBP (Purn) H. Asmar mengaku senang dan bangga dengan diluncurkannya Perpustakaan Terapung Polres Kepulauan Meranti. Ia bangg bukan berarti lantaran pensiunan polisi tapi salut dengan program Polri peduli literasi. Boleh di zaman Plt Bupati Kepulauan Meranti masih aktif di Polri program seperti belum ada. "Saya senang dan bangga dengan distribusi buku hingga pelosok nusantara dan peluncuran Perpustakaan Terapung Polres Kepulauan Meranti, di Pos Satpolairud Selatpanjang," ujarnya saat menghadiri acara itu, pada Kamis (31/9) kemarin. Menurut H Asmar, program tersebut menunjukkan komitmen yang sungguh-sungguh dari Polres Meranti dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) anak-anak di pesisir, jelasnya. Plt Bupati Kepulauan Meranti berharap keberadaan perpustakaan keliling yang dioperasikan anggota kepolisian dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama para siswa yang jauh dari akses perpustakaan. "Saya berharap terus dikembangkan koleksi bukunya sesuai kebutuhan setempat. Sehingha memberikan wawasan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya," jelasnya. Sebelumnya, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul LTG mengatakan, rangkaian kegiatan Polri Peduli Budaya Literasi digelar serentak Mabes Polri. "Sekaligus kami rangkaikan dengan launching Perpustakaan Terapung Polres Kepulauan Kepulauan Meranti," ulasnya. Program perpustakaan terapung inovasi Polres Kepulauan Meranti. Tujuannya, untuk memotivasi dan mengajak anak-anak Kepulauan Meranti agar gemar membaca buku. "Saat patroli di perairan, saya beri tugas untuk singgah di dermaga-dermaga, mengajak masyarakat dan anak anak untuk membaca buku," tegasnya. Unsur Forkopimda, jajaran Polres Kepulauan meranti, pimpinan Ponpes, serta pejabat dan lainnya turut dipeluncuran Perpustakaan Terapung.

Peduli Budaya Literasi, Kapolres Meranti Resmikan Perpustakaan Apung Riau
Riau
Jumat, 01 September 2023 | 07:51 WIB

Peduli Budaya Literasi, Kapolres Meranti Resmikan Perpustakaan Apung

Meranti, katakabar.com - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul LTG resmikan Perpustakaan Apung sebagai upaya tumbuhkan minat baca dan cerdaskan warga yang berada di kawasan pesisir, persisnya di Pos Polairud Jalan Tebingtinggi Selatpanjang, pada Kamis (31/8/2023) pagi. Program itu bagian dari Polri peduli budaya literasi dengan mendistribusikan buku hingga ke pelosok nusantara. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul LTG mengatakan, layanan Perpustakaan Apung ini sebagai bentuk kepedulian Polri ikut berpartisipasi mencerdaskan anak bangsa. "Program ini bagian dari kegiatan yang dilakukan Mabes Polri dan dilaksanakan serentak di seluruh Polres di Indonesia. Kapal perpustakaan apung ini dioperasikan oleh personel Satpolairud Polres Kepulauan Meranti," jelasnya. Menurutnya, distribusi buku hingga pelosok ini peran serta kepolisian untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan program Polri peduli budaya literasi. "Pendistribusian buku ke seluruh pelosok nusantara ini intinya sebagai program Polri peduli budaya literasi. Ini inovasi kami untuk mengajak anak-anak kita agar gemar membaca buku. Nantinya masyarakat kita dapat menambah ilmu pengetahuan," harapnya. Kapal patroli yang biasa digunakan untuk bertugas Satpolairud ulas Kapolres Kepulauan Meranti, diubah menjadi lingkungan yang ramah bagi anak-anak dilengkapi buku bacaan yang menarik perhatian untuk menggugah anak-anak yang berada di pesisir agar gemar membaca. "Selain melakukan patroli, kapal ini saya tugaskan untuk singgah di berbagai dermaga mengajak masyarakat dan anak-anak untuk membaca buku berkoordinasi dengan para Bhabinkamtibmas yang bertugas di beberapa pulau," tuturnya. Sebelumnya sambung AKBP Andi Yul, para Bhabinkamtibmas telah membuat inovasi perpustakaan keliling menggunakan sepeda motor patroli yang mendistribusikan buku kepada masyarakat dan anak-anak yang ada di daerah yang terpencil, seperti dilakukan Brigadir Khairi dan Aiptu Andri Kurniawan. "Saya harapkan tidak hanya dua orang tapi ada 49 orang Bhabinkamtibmas nanti kita ajak untuk menciptakan hal-hal yang baru dan membuat inovasi-inovasi untuk kegiatan pendidikan," katanya. Untuk koleksi buku di Perpustakaan Apung sebanyak 550 buku dengan berbagai macam ilmu pengetahuan. Buku yang distribusikan mudah-mudahan dapat menambah minat baca dan ilmu pengetahuan bagi masyarakat, sebutnya. Peluncuran perpustakaan Apung oleh Polres Kepulauan Meranti diapresiasi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti, H Fauzi Hasan. "Kapolres sudah duluan membaca situasi di Kepulauan Meranti, sebelumnya penanganan stunting, dan sekarang inovasi bidang pendidikan. Jadi mengenai langkah politik, kami sudah tertinggal jauh apa yang dilakukan pihak Polres saat ini. Pokoknya kami salut dengan program ini, kami mudah-mudahan bisa kolaborasi program yang dilaksanakan Polri ini," timpalnya. Plt Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar turur apresiasi program yang dilaksanakan Polres Kepulauan Meranti. Menurutnya, inovasi tersebut untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan kecerdasaan serta budaya gemar membaca. "Kami sangat mengapresiasi inovasi ini. Kegiatan pendistribusian buku dengan membuat Perpustakaan Apung komitmen yang sungguh-sungguh dari Polres Kepulauan Meranti maupun dari pemerintah daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia mewujudkan masyarakat yang cerdas dan sejahtera," bebernya. Dijelaskan Asmar, perpustakaan ini upaya untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat sebagai sarana belajar sepanjang hayat. "Keberadaan perpustakaan memiliki ide strategis sebagai pusat kegiatan belajar yang akan mengantarkan masyarakat menjadi bangsa yang cerdas. Pentingnya perpustakaan sebagai wahana belajar telah disadari pemerintah sehingga program revitalisasi perpustakaan telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas rencana kerja pemerintah sampai dengan sekarang," ujarnya. Pemerintah daerah lanjut Asmar, siap mendukung dan bekerja sama dalam program Perpustakaan Apung yang digagas Polres Kepulauan Meranti. "Kami berharap perpustakaan apung ini berjalan dengan baik dan bisa memperkayakan literasi serta menambah minat baca bagi pelajar sejak usia dini. Langkah nyata yang kita lakukan bersama secara berkelanjutan dapat mewujudkan masyarakat Meranti menjadi lebih cerdas dan sejahtera kedepannya," tandasnya. Wakapolres Meranti, Kompol Robet Arizal SSos, Kasi Pidum Kejari Kepulauan Meranti, Acep Viki Rosdinar SH, perwakilan dari Koramil 02 Tebingtinggi, Serma Agus W Prabowo, perwakilan Pos AL Selatpanjang, Serda Muhammad Alghifary, pengurus pondok pesantren Darul Fikri Selatpanjang, Amrul Fahmi Hasibuan SPd MM, perwakilan SD Negeri 02 Tebingtinggi, Junizar SPd, para Pju Polres dan pengurus Bhayangkari Cabang Kepulauan Meranti hadir di sana.

BI Bengkulu: Petani Sawit Harus Melek Ekonomi dan Pahami Tantangan Pasar Nasional
Nasional
Kamis, 13 Juli 2023 | 23:09 WIB

BI Bengkulu: Petani Sawit Harus Melek Ekonomi dan Pahami Tantangan Pasar

Bengkulu, katakabar com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu pindahkan ruang perpustakaan ke lantai dasar. Ini untuk memudahkan akses bagi masyarakat khususnya petani sawit yang mau membaca dan mencari referensi buku di bidang ekonomi. Perpustakaan BI Bengkulu sumber pengetahuan yang berharga bagi para petani sawit. Soalnya, total keloksi capai 3.400 buku dan 500 judul buku bentuk elektronik. Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Dhita Aditya Nugraha mengatakan, perpustakaan sebelumnya berada di lantai 2 KPw BI Bengkulu. Akses sulit bagi banyak orang, dan diputuskan dipindahkan perpustakaan ke lantai dasar. Tujuannya, agar lebih mudah diakses semua orang termasuk petani sawit lebih leluasa mengakses dan memanfaatkan koleksi buku yang ada di perpustakaan BI Bengkulu," ujarnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (12/7). Kat Dhita, referensi buku-buku ekonomi yang tersedia dapat memberikan wawasan baru bagi para petani dalam mengelola keuangan dan meningkatkan hasil panen kelapa sawit. Inisiatif ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ekonomi para petani kelapa sawit di Bengkulu. Harapannya, melalui akses yang mudah ke perpustakaan BI, para petani dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas usaha mereka. "Bank Indonesia berharap inisiatif ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para petani sawit di Bengkulu. Dengan pengetahuan ekonomi yang lebih baik, diharapkan para petani dapat menghadapi tantangan pasar dengan lebih baik dan meningkatkan pendapatan mereka," jelasnya. Masih Dhita, Bank Indonesia berencana menggelar sesi pelatihan dan diskusi tentang keuangan dan manajemen bisnis bagi petani kelapa sawit di perpustakaan BI. Dengan bagitu, mereka dapat memanfaatkan sumber daya yang ada dengan lebih efektif Perpustakaan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu kini lebih mudah diakses petani kelapa sawit. Koleksi buku yang kaya dan bervariasi, perpustakaan ini memberikan kesempatan bagi para petani untuk terus belajar dan meningkatkan pengetahuan mereka di bidang ekonomi. "Upaya ini mudah-mudahan petani kelapa sawit dapat menjadi lebih mandiri dalam mengelola usaha untuk mencapai keberhasilan yang lebih besar," harapnya. Salah satu petani sawit di Bengkulu Tengah, Budi Santoso antusias dengan undangan dari BI Bengkulu. "Saya merasa senang dan terhormat dengan ajakan ini. Saya berharap bisa mengunjungi perpustakaan BI Bengkulu, dan optimis pengetahuan yang lebih baik dapat mencapai hasil panen yang lebih baik pula," tuturnya.

Petani Sawit Diimbau Fungsikan Perpustakaan Sumber Ilmu dan Kunci Keberhasilan Nasional
Nasional
Rabu, 12 Juli 2023 | 21:08 WIB

Petani Sawit Diimbau Fungsikan Perpustakaan Sumber Ilmu dan Kunci Keberhasilan

Bengkulu, katakabar.com - Petani kelapa sawit mesti ditingkatkan literasinya di Provinsi Bengkulu. Untuk itu, petani kelapa sawit harus membudayakan membaca di perpustakaan yang sudah disediakan pemerintah. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, Meri Sasdi mengaku sedih melihat masih minim pemanfaatan perpustakaan di desa-desa yang ada di Bengkulu. "Banyak perpustakaan tidak dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, terutama para petani kelapa sawit," ujarnya. Menurut Meri, di perpustakaan terdapat beragam buku dapat memberikan inspirasi, dan pengetahuan baru bagi para petani kelapa sawit guna memperbaiki dan meningkatkan pengelolaan lahan agar produksi dan kesejahteraan meningkat, "Kami imbau kepada petani kelapa sawit agar memanfaatkan perpustakaan yang tersedia. Banyak buku-buku yang dapat memberikan wawasan baru dan strategi terkini dalam pengelolaan lahan perkebunan kelapa sawit," serunya, pada Selasa (11/7). Dari data yang dikumpulkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, hanya sekitar 30 persen dari total perpustakaan di daerah yang aktif dimanfaatkan masyarakat. Itu mencerminkan masih minim kesadaran dan pengetahuan mengenai potensi perpustakaan sebagai sumber informasi dan pengetahuan yang tak ternilai bagi para petani kelapa sawit. "Kami memiliki koleksi buku berisi beragam ilmu pengetahuan di perpustakaan yang dapat membantu petani kelapa sawit meningkatkan produktivitas dan kualitas lahan perkebunan. Itu tadi, masih banyak yang belum sadar akan hal itu," keluhnya. Buku-buku yang dimaksud lanjut Meri, mencakup berbagai aspek tentang pertanian, pengelolaan lahan, teknik bercocok tanam, pemupukan, pengendalian hama, dan strategi pengelolaan keuangan dalam sektor perkebunan. "Melalui pengetahuan yang terdapat di dalam buku tersebut, petani sawit dapat mengoptimalkan lahan dan meningkatkan efisiensi produksi sekaligus meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan," jelasnya. Kepada para petani kelapa sawit, Meri berharap dapat melihat perpustakaan sebagai sumber pengetahuan yang berharga. Buku-buku yang ada bisa memberikan ide baru dan solusi praktis untuk mengelola lahan perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan. Untuk meningkatkan pemanfaatan perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu berencana untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada petani kelapa sawit di desa-desa. Sosialisasi memberikan pemahaman mengenai manfaat perpustakaan dan bagaimana buku-buku yang ada dapat membantu dalam pengelolaan lahan perkebunan kelapa sawit. "Kami bekerja sama dengan pemerintah desa dan kelompok tani untuk melaksankan sosialisasi dan pelatihan. Dengan pemahaman yang lebih baik, petani sawit dapat memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber inspirasi dan pengetahuan yang berguna," bebernya. Adanya upaya ini, kesadaran dan partisipasi petani sawit memanfaatkan perpustakaan bisa meningkat. Para petani kelapa sawit dapat mengakses pengetahuan dan informasi terkini yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha pertanian. Ditegaskan Meri, untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan persaingan global, kolaborasi antara sektor pertanian dan perpustakaan sangat penting. "Pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber informasi dan pengetahuan bisa menjadi kunci keberhasilan para petani sawit mengelola lahan perkebunan kelapa sawit secara optimal dan lebih baik ke depan," tambahnya.