Pohon

Sorotan terbaru dari Tag # Pohon

Bibit Pohon Jadi Hadiah Ultah Kapolres Kepulauan Meranti Dorong Peduli lingkungan Hukrim
Hukrim
Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:29 WIB

Bibit Pohon Jadi Hadiah Ultah Kapolres Kepulauan Meranti Dorong Peduli lingkungan

Kepulauan Meranti, katakabar.com – Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti terus hadirkan inovasi membangun kedekatan internal sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Di antaranya melalui kegiatan pemberian bibit pohon secara simbolis kepada personel yang berulang tahun. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mako Polsek Merbau, Polres Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (28/3) pagi. Penyerahan bibit pohon dilakukan Kanit Reskrim Polsek Merbau, Ipda Efrianto, S.H., mewakili Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. Personel yang menerima penghargaan tersebut adalah Aipda Mardoni yang tengah merayakan ulang tahun ke 44. Di momen itu, ia menerima satu batang bibit pohon mangga sebagai simbol penghargaan sekaligus ajakan untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ipda Efrianto menyampaikan kegiatan ini tidak sekadar bentuk perhatian pimpinan kepada anggota, tetapi juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program penghijauan. “Pemberian bibit pohon ini memiliki makna mendalam. Selain sebagai bentuk apresiasi kepada anggota yang berulang tahun, juga sebagai upaya bersama menjaga alam agar tetap asri dan mengurangi polusi udara,” ujarnya. Lantas Ia mengutip filosofi Kapolda Riau tentang pentingnya pohon bagi kehidupan. Menurutnya, pohon tidak hanya memberi manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi simbol kekuatan, perlindungan, dan kehidupan. “Tunas pohon ini diharapkan dapat memberikan pencerahan bagi bumi dan menjadi sumber kehidupan. Ketika tumbuh besar, pohon tersebut akan menjadi kuat dengan batang yang kokoh, dahan yang menopang, daun yang rindang untuk berteduh, serta akar yang kuat sebagai penopang kehidupan,” jelasnya. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pimpinan dan anggota di lingkungan Polres Kepulauan Meranti. Dengan pendekatan yang humanis, diharapkan tercipta soliditas dan semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas. Melalui program sederhana namun penuh makna ini, Polres Kepulauan Meranti menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi merawat lingkungan dan membangun nilai kebersamaan di tubuh institusi.

Holding PTPN Perkuat Budaya ESG lewat Gerakan Penanaman Pohon IKBI PT RPN Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 01 Februari 2026 | 14:30 WIB

Holding PTPN Perkuat Budaya ESG lewat Gerakan Penanaman Pohon IKBI PT RPN

Bogor, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus dorong penguatan budaya keberlanjutan di seluruh entitas grup. Komitmen tersebut tercermin melalui kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) di halaman Kantor Direksi PT RPN, sebagai bagian dari upaya mendukung pelestarian lingkungan hidup. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi keluarga besar PTPN Group dalam menciptakan lingkungan yang hijau, sehat, bersih, lestari, dan berkelanjutan. Penanaman pohon juga sejalan dengan komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini usaha. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua IKBI PT RPN, Ira Iman Yani Harahap, beserta jajaran. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan penuh semangat sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan alam. Pada kesempatan tersebut, Ketua IKBI PT RPN menegaskan pohon memiliki peran vital dalam menopang kehidupan dan menjaga keseimbangan ekosistem. “Pentingnya fungsi pohon untuk kehidupan bukan hanya untuk manusia, tetapi juga untuk makhluk hidup lainnya,” ujar Ira Iman Yani Harahap. Selain itu, penanaman pohon dinilai memiliki manfaat jangka panjang dalam menjaga ketersediaan sumber daya air. “Pohon membantu penyerapan air ke dalam tanah sehingga dapat menjaga ketersediaan sumber air tanah di masa mendatang,” kata Ira. Ia menjelaskan pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan dan kualitas udara. Melalui proses fotosintesis, pohon menyerap karbondioksida yang dihasilkan dari aktivitas manusia dan makhluk hidup lainnya, serta menghasilkan oksigen yang dibutuhkan untuk bernapas. “Oksigen yang kita hirup setiap hari dihasilkan oleh pohon, sementara karbondioksida yang kita keluarkan diserap kembali oleh pohon melalui proses fotosintesis,” jelasnya. Melalui kegiatan penanaman pohon ini, IKBI PT RPN berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga dan merawat lingkungan hidup. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh insan PTPN Group dan masyarakat luas untuk terus melakukan aksi nyata dalam mendukung pelestarian alam. Holding Perkebunan Nusantara menilai peran organisasi istri karyawan seperti IKBI sebagai bagian penting dalam memperkuat budaya keberlanjutan perusahaan. Organisasi IKBI PT RPN pun menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan sebagai kontribusi nyata dalam mewujudkan keberlanjutan dan masa depan yang lebih hijau.

LindungiHutan Hadirkan Pohon Seduh, Merchandise Ramah Lingkungan Ajak Publik Tanam di Rumah Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 07 Desember 2025 | 11:50 WIB

LindungiHutan Hadirkan Pohon Seduh, Merchandise Ramah Lingkungan Ajak Publik Tanam di Rumah

Semarang, katakabar.com - LindungiHutan perkenalkan Pohon Seduh, sebuah inovasi merchandise ramah lingkungan yang gabungkan kemudahan, kreativitas, dan edukasi dalam satu pengalaman menanam yang dapat dilakukan siapa saja. Terinspirasi dari konsep sederhana “menyeduh mie instan”, Pohon Seduh dirancang untuk memberikan pengalaman menanam yang intuitif dan menyenangkan, sekaligus menghadirkan alternatif merchandise yang lebih berkelanjutan bagi berbagai acara dan kampanye. Pohon Seduh hadir dalam bentuk kemasan mangkuk kraft ramah lingkungan berisi media tanam rockwool, benih, dan pupuk organik cair yang sudah siap digunakan. Produk ini tidak hanya menawarkan estetika, tetapi juga nilai fungsional dan edukatif, sehingga cocok untuk kalangan umum, keluarga, anak-anak, hingga peserta kampanye lingkungan. Dua varian tanaman cepat tumbuh disediakan untuk pengguna, yakni Kangkung (Ipomea reptans) dan Tomat Cherry Rampai (Solanum pimpinellifolium), keduanya dipilih untuk memberikan pengalaman menanam yang mudah sekaligus memuaskan. Untuk mulai menanam, pengguna cukup membuka kemasan, merendam rockwool selama kurang lebih 30 menit hingga menyerupai proses “menyeduh”, membuat lubang-lubang kecil untuk benih, lalu menyiram tanaman secara rutin dua kali sehari. Setelah hari ketujuh, tanaman dapat diberikan nutrisi tambahan menggunakan pupuk organik cair (POC) yang telah disertakan. Pengujian internal LindungiHutan menunjukkan hasil pertumbuhan yang sangat baik. Kangkung menunjukkan tingkat tumbuh 14 dari 15 benih dan dapat dipanen dalam waktu sekitar 30 hari, sementara tomat cherry menunjukkan tingkat tumbuh 9 dari 9 benih dan memiliki masa panen sekitar dua hingga tiga bulan. Untuk mendukung keberhasilan ini, rockwool dipilih sebagai media tanam utama karena mampu mengikat kelembaban dengan optimal, menjaga stabilitas fase awal pertumbuhan, serta mempercepat proses perkecambahan. Karakteristik ini sekaligus menguatkan konsep unik “seduh dan tumbuhkan” yang diusung oleh Pohon Seduh. Lebih dari sekadar produk tanam, Pohon Seduh dirancang sebagai merchandise yang berdampak, menghubungkan pengalaman menanam dengan nilai keberlanjutan yang relevan bagi perusahaan, komunitas, dan publik. Produk ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti aktivasi kampanye lingkungan, acara internal dan eksternal, bundling produk perusahaan, kegiatan edukasi seperti EducaTree, hingga program penghijauan massal seperti CorporaTree. Kemasan Pohon Seduh juga dapat dikustomisasi dan diintegrasikan dengan kampanye tertentu, memungkinkan pengguna terhubung dengan informasi, program, atau gerakan lingkungan yang lebih luas. Fleksibilitas ini menjadikan Pohon Seduh bukan hanya souvenir, tetapi juga medium komunikasi dan edukasi yang dapat disesuaikan dengan tujuan kolaborasi. LindungiHutan sebagai platform kolaborasi lingkungan terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang mendekatkan masyarakat pada aksi penghijauan yang mudah dan relevan di kehidupan sehari-hari. Pohon Seduh menjadi salah satu upaya untuk mengajak publik merasakan bagaimana merawat tanaman dapat menjadi aktivitas sederhana namun bermakna, sekaligus berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, LindungiHutan berharap Pohon Seduh dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk mulai menanam, merawat, dan memahami pentingnya menjaga ekosistem sejak dari rumah. Pihak yang ingin menjajaki kolaborasi, kerja sama kampanye, atau mengintegrasikan Pohon Seduh dalam kegiatan publik, pendidikan, maupun korporasi, dipersilakan menghubungi tim LindungiHutan untuk informasi lebih lanjut. Bersama, kita dapat menghadirkan pengalaman menanam yang sederhana namun berdampak, dan menggerakkan lebih banyak langkah kecil menuju masa depan yang lebih hijau.

WSD 2025: LindungiHutan Ajak Publik Pulihkan Tanah Lewat Aksi Penanaman Pohon Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 06 Desember 2025 | 12:33 WIB

WSD 2025: LindungiHutan Ajak Publik Pulihkan Tanah Lewat Aksi Penanaman Pohon

Semarang, katakabar.com - Setiap tahun pada 5 Desember, dunia memperingati World Soil Day, sebuah momentum global untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya tanah sebagai penopang kehidupan. Tanah fondasi dari 95 persen pangan dunia, rumah bagi seperempat keanekaragaman hayati, sekaligus penyerap karbon alami yang dapat membantu menahan laju perubahan iklim. Tetapi, kondisi tanah di berbagai wilayah Indonesia kini berada dalam titik kritis akibat erosi, abrasi pesisir, deforestasi, hingga pencemaran. Menanggapi tantangan tersebut, LindungiHutan, platform crowdfunding dan kolaborasi penghijauan berbasis teknologi, mendorong keterlibatan publik dan korporasi untuk berkontribusi pada upaya pemulihan kesehatan tanah melalui program penanaman pohon dan restorasi ekosistem. Melalui ribuan kampanye yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan, LindungiHutan telah memberdayakan masyarakat lokal untuk menanam dan merawat berbagai jenis pohon yang terbukti membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan mencegah erosi. “Tanah yang sehat adalah syarat utama bagi keberlanjutan pangan, air, dan kehidupan. Pemulihan tanah tidak bisa dilakukan tanpa tindakan kolektif. Melalui penanaman pohon, terutama mangrove di wilayah pesisir, kami melihat dampak nyata, termasuk abrasi berkurang, tanah kembali stabil, dan mata pencaharian warga membaik,” ujar Ben, CEO LindungiHutan. Isu kerusakan tanah memang bukan sekadar ancaman ekologis, namun juga sosial. FAO memperkirakan dunia kehilangan hingga 24 miliar ton tanah subur setiap tahun, sementara setengah dari lahan pertanian global mengalami degradasi. Di Indonesia, kawasan pesisir menjadi titik paling rentan akibat abrasi dan intrusi air laut. Akar mangrove berperan penting menahan sedimen, sehingga menjadi salah satu solusi restorasi tanah yang paling efektif. Melalui kemitraan dengan komunitas, relawan, dan perusahaan, LindungiHutan menyediakan layanan penanaman pohon, penilaian dampak lingkungan, monitoring berbasis foto, serta pendampingan jangka panjang kepada petani bibit dan warga setempat. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap pohon yang ditanam tidak hanya tumbuh, tetapi memberikan manfaat ekologis yang terukur, mulai dari peningkatan kualitas tanah hingga penyerapan karbon. Peringatan World Soil Day (WSD) 2025 menjadi ajakan terbuka bagi publik untuk kembali melihat tanah sebagai aset vital yang harus dijaga. Pemulihan tanah adalah investasi jangka panjang, dan setiap pohon yang ditanam hari ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi yang akan datang. Melalui kolaborasi dengan LindungiHutan, siapa pun dapat mengambil bagian dalam upaya memulihkan tanah Indonesia dari akar hingga kanopi.

Komitmen Hijau, PTPN IV Regional VII Tanam 2.200 Pohon di Hari Menanam Pohon Indonesia Default
Default
Rabu, 03 Desember 2025 | 15:00 WIB

Komitmen Hijau, PTPN IV Regional VII Tanam 2.200 Pohon di Hari Menanam Pohon Indonesia

Lampung, katakabar.com - PTPN IV Regional VII, entitas usaha di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), gelar gerakan penanaman pohon serentak sempena memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program “PalmCo Green Movement Tanam 10.000 Pohon: Menanam Hari Ini, Menumbuhkan Masa Depan”, sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan, pengurangan emisi karbon, dan peningkatan kualitas ekosistem di wilayah operasional. Penanaman pohon dilakukan secara serentak di seluruh unit kebun dan pabrik Regional VII, melibatkan ratusan insan perkebunan, jajaran manajemen, hingga perwakilan masyarakat. Kegiatan ini menciptakan kolaborasi yang kuat sebagai dukungan terhadap agenda keberlanjutan perusahaan. Pada gelaran tahun ini, PTPN IV Regional VII menanam 2.200 pohon yang terdiri atas tanaman buah produktif dan tanaman kayu bernilai ekologis tinggi. Jenis yang ditanam meliputi durian, mangga, alpukat, rambutan, nangkadak, matoa, jambu mente, jambu jamaica, jambu madu, kedondong, mahoni, dan jenis tanaman lainnya. Pemilihan tanaman tersebut mempertimbangkan daya adaptasi, manfaat ekologis, serta potensi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang. Inisiatif ini merupakan langkah penting perusahaan untuk meningkatkan tutupan hijau, menekan potensi erosi tanah, serta menjaga kualitas udara di kawasan perkebunan. Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional VII, M. Syafi'i Ritonga, menyampaikan kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. “Gerakan penanaman pohon ini adalah bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam menjaga kelestarian alam dan memperbaiki kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasional. TJSL bukan lagi sekadar kewajiban, tetapi komitmen moral perusahaan untuk berkontribusi bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah bisnis perusahaan selalu beriringan dengan keberlanjutan,” ujar Syafi'i Ritonga. Ia menambahkan kegiatan penanaman pohon akan terus dipantau secara berkelanjutan agar manfaat ekologisnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, menegaskan bahwa gerakan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan. “Menanam bukan hanya aktivitas simbolis, tetapi investasi jangka panjang bagi bumi dan generasi yang akan datang. Melalui PalmCo Green Movement, kami ingin memastikan bahwa seluruh aktivitas bisnis perusahaan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. Menanam hari ini berarti menumbuhkan masa depan,” ujar Denny. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh karyawan sebagai bukti bahwa nilai-nilai keberlanjutan telah menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan. Selain insan perkebunan, kegiatan ini turut melibatkan masyarakat sekitar sebagai upaya memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan lingkungan sosial. Partisipasi publik diharapkan mendorong kesadaran kolektif mengenai pentingnya penghijauan dan pelestarian alam. Gerakan ini juga selaras dengan kampanye perusahaan #TumbuhJuaraBangunNegeri, yang menekankan kontribusi berimbang terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan terselenggaranya PalmCo Green Movement di Regional VII, PTPN IV berharap kegiatan penanaman pohon ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun dan diperluas cakupannya. Perusahaan mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari industri, masyarakat, dan pemerintah, untuk bersama menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata.

LindungiHutan Ajak Publik Rayakan Hari Menanam Pohon dengan Aksi Nyata di Tengah Krisis Iklim Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 30 November 2025 | 17:14 WIB

LindungiHutan Ajak Publik Rayakan Hari Menanam Pohon dengan Aksi Nyata di Tengah Krisis Iklim

Jakarta, katakabar.com - Indonesia kembali memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) pada 28 November, momentum nasional yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008 sebagai ajakan kolektif untuk memulihkan lingkungan melalui aksi penghijauan. Tahun ini, peringatan tersebut hadir di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim, mulai dari kenaikan muka air laut, banjir rob, hingga kerusakan hutan yang terus menekan ruang hidup manusia dan keanekaragaman hayati. Di berbagai wilayah, deforestasi dan alih fungsi lahan mempercepat kerentanan ekosistem, sementara emisi karbon terus bertambah akibat aktivitas industri dan konsumsi modern. Kondisi tersebut menjadikan penanaman pohon bukan lagi sekadar simbol perayaan tahunan, melainkan solusi ekologis yang mudah diakses dan terbukti efektif dalam meredam dampak perubahan iklim. Setiap pohon mampu menyerap karbon, menurunkan suhu mikro, menahan erosi, hingga memulihkan habitat flora-fauna yang semakin terdesak. Hal ini menjadikan HMPI tahun ini sebagai pengingat bahwa tindakan paling sederhana sekalipun dapat memberi dampak jangka panjang bagi bumi. Sebagai platform crowdsourcing konservasi, LindungiHutan mengajak masyarakat luas untuk merayakan HMPI dengan berkontribusi dalam upaya pemulihan lingkungan melalui penanaman pohon maupun donasi. Masyarakat dapat terlibat langsung dalam kegiatan tanam bersama para petani lokal di berbagai lokasi konservasi yang dikelola LindungiHutan, mulai dari pesisir, hutan mangrove, daerah aliran sungai, hingga lahan kritis. Bagi mereka yang tidak dapat hadir secara fisik, kontribusi tetap dapat dilakukan dari mana saja melalui donasi pohon di https://lindungihutan.com/kampanyealam, di mana setiap sumbangan dicatat secara transparan dan dilaporkan secara berkala, termasuk perkembangan pertumbuhan pohon setelah penanaman. Hingga saat ini, LindungiHutan bersama mitra dan masyarakat telah menanam lebih dari satu juta pohon di 34 lokasi di Indonesia, menyerap puluhan ribu ton karbon, sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi melalui kerja sama dengan kelompok petani hutan dan masyarakat pesisir. Capaian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi publik memiliki kekuatan besar dalam mempercepat pemulihan ekosistem dan meningkatkan ketahanan lingkungan menghadapi gempuran krisis iklim. Menurut perwakilan LindungiHutan, HMPI bukan hanya soal menanam pohon, melainkan menanam harapan bagi masa depan. “Menanam pohon adalah investasi ekologis yang paling mudah dilakukan siapa saja. Setiap pohon adalah kehidupan baru yang kita hadiahkan untuk generasi mendatang. HMPI adalah momen terbaik untuk memulai, atau melanjutkan, kebiasaan baik ini,” ujarnya. Dengan kondisi bumi yang kian tertekan, HMPI menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menunjukkan keberpihakannya pada alam. Melalui aksi sederhana namun berdampak, seperti menanam satu pohon atau berdonasi satu bibit, setiap orang dapat berperan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata. LindungiHutan mengajak publik untuk merayakan HMPI tahun ini dengan langkah kecil yang membawa perubahan besar.

Green Policing, Reskrim Polres Bengkalis Sosialisasi Judol dan Tanam Pohon Bersama Karyawan ISA Lingkungan
Lingkungan
Senin, 17 November 2025 | 21:43 WIB

Green Policing, Reskrim Polres Bengkalis Sosialisasi Judol dan Tanam Pohon Bersama Karyawan ISA

Bathin Solapan, katakabar.com - Kepolisia Resor (Polres) Bengkalis melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) taja sosialisasi Judi Online (Judol), sekaligus melakukan penanaman pohon bersama karyawan PT Intan Andalan Sejati (ISA), Kecamatan Bathin Solapan, Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (17/11) sekitar pukul 08.00 WIB pagi. Kegiatan itu dipimpin Kasatreskrim Polres Bengkalis, Iptu Yohn Mabel diwakil Kanit Tipidter Satreskrim Polres Bengkalis, personel Satreskrim Polres Bengkis, serta karyawan PT ISA. Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan, diteruskan Kasat Reskrim Polres Bengkalis, Iptu Yohn Mabel kepada wartawan melalui keterangan resmi, Senin malam mengatakan, selain sosialisasi Judi Online dilakukan pengecekan handphone, dan penanaman pohon bersama karyawan PT ISA. Kegiatan ini, ujar Iptu Yohn Mabel, tujuannya guna pencegahan terjadinya tindak pidana Judi Online (Judol) pada karyawan. Sedang, penanaman bibit pohon sebagai upaya penghijauan lingkungan, sekaligus mendukung program Kapolda Riau guna kelestarian alam.

Polres Kepulauan Meranti Gelar Penanaman Pohon Serentak Sempena HPN 2025 Hukrim
Hukrim
Rabu, 12 November 2025 | 09:06 WIB

Polres Kepulauan Meranti Gelar Penanaman Pohon Serentak Sempena HPN 2025

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Sempena memperingati Hari Pohon Nasional (HPN) Tahun 2025, Polres Kepulauan Meranti, Riau, bersama jajaran Polsek gelar kegiatan penanaman pohon serentak di berbagai tempat, Selasa (11/11) kemarin. Kegiatan tersebut bagian dari program Green Policing yang diinisiasi oleh Polda Riau, sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, mengatakan kegiatan ini bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan hidup, sekaligus ajakan kepada seluruh masyarakat untuk turut berperan dalam menjaga bumi. "Penanaman pohon ini bukan sekadar seremonial, tetapi komitmen nyata Polres Kepulauan Meranti untuk ikut menjaga kelestarian alam. Pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi masa depan bagi anak cucu kita,” ujar AKBP Aldi. Penanaman pohon dilakukan secara serentak oleh seluruh jajaran Polres dan Polsek di wilayah Kepulauan Meranti, dengan total 150 batang bibit pohon berbagai jenis yang ditanam di sejumlah titik strategis seperti kantor pemerintahan, sekolah, dan area publik. Beberapa jenis pohon yang ditanam antara lain matoa, ketapang, palam putri, pinang, lengkeng, mangga, pucuk merah, jambu, petai, jengkol, sirsak, kopi, mahoni, jeruk, dan balam. Kapolres menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi mendukung upaya pemerintah dalam mengantisipasi dampak pemanasan global serta menjaga kualitas udara di daerah pesisir. "Kami ingin menggerakkan semangat kepedulian lingkungan di kalangan personel Polri dan masyarakat. Melalui gerakan ini, kita tumbuhkan kembali budaya menanam dan merawat alam,” tambahnya. Kegiatan penanaman pohon serentak ini turut dilaksanakan oleh seluruh Polsek jajaran, antara lain Polsek Tebing Tinggi, Polsek Tebing Tinggi Barat, Polsek Rangsang, Polsek Rangsang Barat, Polsek Merbau, dan Subsektor Rangsang Pesisir. Di tingkat Polres, kegiatan dipusatkan di Kelompok Belajar Yayasan Permata, Jalan Perumbi, Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi, dengan melibatkan personel Sat Intelkam Polres Kepulauan Meranti. Selain menanam pohon, personel Polres juga melakukan edukasi lingkungan kepada masyarakat sekitar agar ikut menjaga tanaman dan melanjutkan kegiatan penghijauan secara berkelanjutan.

International Day of Climate Action: Saatnya Bumi Butuh Tindakan Nyata Tanam Pohon Solusi Konkret Lingkungan
Lingkungan
Senin, 27 Oktober 2025 | 16:02 WIB

International Day of Climate Action: Saatnya Bumi Butuh Tindakan Nyata Tanam Pohon Solusi Konkret

Jakarta, katakabar.com - Momentum International Day of Climate Action menjadi pengingat pentingnya langkah nyata untuk menghadapi krisis iklim global. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar, menghadapi tantangan serius. Kurun dua dekade terakhir, laju deforestasi dan degradasi hutan Indonesia telah menyebabkan hilangnya jutaan hektar hutan, berdampak pada karbon yang terserap, keanekaragaman hayati, serta kehidupan masyarakat lokal yang bergantung pada hutan. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), deforestasi netto Indonesia pada tahun 2021–2022 tercatat sebesar 104.000 hektar, yang merupakan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi, data dari Global Forest Watch menunjukkan bahwa pada tahun 2023, Indonesia mengalami kehilangan tutupan pohon primer sebesar 1,18 juta hektar, yang merupakan 65 persen dari total deforestasi di kawasan Asia Tropis. Di tengah tantangan tersebut, LindungiHutan mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam solusi nyata melalui kampanye penanaman pohon. Dengan satu pohon yang ditanam, kita berkontribusi langsung terhadap penyerapan karbon, peningkatan keanekaragaman hayati, dan perlindungan ekosistem pesisir dan daratan kritis. Program ini memberdayakan masyarakat lokal melalui pelibatan mereka dalam proses penanaman, pemeliharaan, hingga pengelolaan hasil produktif hutan, seperti buah mangrove, madu hutan, dan produk non-kayu lainnya. “Momentum ini bukan sekadar peringatan, tapi panggilan untuk bertindak. Kami mengajak seluruh individu dan perusahaan untuk ikut berpartisipasi, karena hutan yang lestari membutuhkan kita semua,” ujar Siktiyana, Head of Content and Marketing LindungiHutan.

Sedekah Pohon LindungiHutan Dorong Aksi Nyata Pulihkan Ekosistem Pesisir Surabaya Default
Default
Senin, 06 Oktober 2025 | 12:00 WIB

Sedekah Pohon LindungiHutan Dorong Aksi Nyata Pulihkan Ekosistem Pesisir Surabaya

Surabaya, katakabar.com - Sejak diluncurkan pada 2019 lalu, program Sedekah Pohon yang digagas LindungiHutan terus berjalan sebagai salah satu inisiatif nyata menjaga ekosistem, dan memberdayakan masyarakat. Tahun ini, program tersebut melanjutkan komitmennya mendukung rehabilitasi Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya. Kawasan ini dikenal salah satu benteng terakhir pesisir timur Surabaya, tetapi kondisinya terus terancam abrasi dan kerusakan lingkungan. Hasil kajian menunjukkan, dari total 70,4 hektare kawasan mangrove di Wonorejo, sekitar 27,26 persen telah mengalami kerusakan. Garis pantai di kawasan ini tercatat mengalami erosi dengan laju rata-rata −3,4 meter per tahun (Safitri et. al., 2021). Selain itu, penyempitan sungai akibat pendangkalan, lumpur, dan sampah memperparah degradasi ekosistem yang seharusnya menjadi pelindung alami bagi warga pesisir. Melalui Sedekah Pohon, masyarakat diajak untuk ikut serta menanam pohon mangrove jenis Rhizophora yang berfungsi menahan abrasi, memperbaiki kualitas air, serta menjadi habitat penting bagi keanekaragaman hayati. Hingga saat ini, sebanyak 66 donatur telah berpartisipasi untuk mendukung pengumpulan 179 pohon dari target 500 pohon. “Sedekah Pohon bukan sekadar donasi, tapi cara nyata masyarakat dan brand berkolaborasi untuk menjaga Bumi. Transparansi, fleksibilitas, dan dampak berkelanjutan yang kami hadirkan membuat siapa pun bisa ikut terlibat tanpa batasan lokasi. Wonorejo contoh bagaimana pohon bisa menjadi pelindung hidup bagi masyarakat sekaligus investasi jangka panjang bagi lingkungan,” kata Siktiyana, Head of Content and Marketing LindungiHutan. Setiap pohon yang ditanam bukan hanya berfungsi ekologis, tetapi membawa dampak sosial dan ekonomi. Masyarakat lokal terlibat langsung dalam penanaman dan pemeliharaan, sehingga tercipta sumber penghidupan baru sekaligus kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga pesisir Surabaya. Donasi pohon untuk lokasi ini terbuka hingga 31 Desember 2025, dengan rencana penanaman pada 30 September 2025. Partisipasi publik diharapkan dapat mempercepat pemulihan kawasan Wonorejo, memastikan perlindungan bagi generasi mendatang, dan mewujudkan kota Surabaya yang lebih tangguh menghadapi krisis iklim.