Akhir Program Pelatihan Keamanan Siber Internasional Sesi Kedua Positive Hack Camp 2025
Moskow, katakabar.com - Di upacara penutupan, Positive Technologies tandatangani perjanjian kerja sama dengan salah satu universitas terbesar di Indonesia. Di Moskow, Positive Technologies dan Positive Education baru-baru ini gelar Positive Hack Camp, sebuah program pendidikan global untuk generasi profesional keamanan siber berikutnya. Lebih dari 90 profesional baru dari 25 negara di Asia, Afrika, dan Timur Tengah menerima pelatihan peretasan etis yang berharga dan langsung dari para ahli terkemuka. Acara ini digelar dengan dukungan Kementerian Pengembangan Digital, Komunikasi, dan Media Massa Rusia. Di hari terakhir Positive Hack Camp, Positive Technologies menandatangani perjanjian kerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat. Universitas tersebut diwakili oleh Rektor Dr. Baiq Mulianah dalam upacara penandatanganan. Kedua belah pihak bertujuan untuk mengembangkan program pendidikan bersama guna melatih spesialis keamanan siber yang berkualifikasi tinggi. Mohammad Nuh, Ketua Dewan Pembina Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia mengatakan, keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis. Ini adalah tantangan bersama yang membutuhkan kerja sama yang lebih baik dan pemanfaatan AI yang lebih cerdas. "Pelatihan langsung harus diintegrasikan ke dalam kurikulum, yang mencakup etika digital, hukum siber, dan perlindungan privasi. Integrasi ini memastikan mahasiswa tidak hanya menjadi pembela yang terampil, tapi juga menjadi warga digital yang bertanggung jawab. Itulah sebabnya program yang diselenggarakan oleh Positive Technologies ini sangat penting, tidak hanya saat ini, tapi untuk masa depan," ujarnya. Kurikulum Positive Hack Camp selama dua minggu mencakup topik-topik keamanan siber terpenting saat ini: mulai dari pemindaian infrastruktur jaringan dan teknik rekayasa sosial hingga pengujian aplikasi web dan etika profesional.