Lidi Sawit Terbang ke Tiongkok! Sinergi BPDP dan Petani Sawit Kunci Perkuat Ekspor Produk Perkebunan
Jakarta, katakabar.com - Produk turunan kelapa sawit membuka peluang baru bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (uMKM) perkebunan Indonesia tembus pasar internasional. Di antaranya lewat pengembangan lidi sawit yang telah berhasil diekspor ke Tiongkok melalui kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Kisah tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Podcast Bincang UMKM Perkebunan di Roemah Episode II usung tema “Dari Roemah ke Dunia: Cerita UMKM Perkebunan Menembus Pasar Ekspor”, yang digelar di Roemah UMKM BPDP @ SMESCO Indonesia, Selasa (18/8) lalu. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan lidi sawit salah satu potensi produk turunan kelapa sawit yang dapat dikembangkan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan. “Lidi sawit ini merupakan salah satu potensi yang sangat besar ini low hanging fruit yang bisa menjadi potensi untuk menggerakkan masyarakat kita, khususnya di desa-desa, untuk menjadi penghasil dolar,” kata Helmi pada sesi diskusi. Peluang tersebut perlu diikuti dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta pendampingan agar pelaku UMKM memahami aspek teknis yang diperlukan untuk memasuki pasar ekspor. BPDP memfasilitasi proses tersebut melalui berbagai kegiatan workshop bersama ASPEKPIR, termasuk pembelajaran mengenai spesifikasi produk dan prosedur ekspor. Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono, menimpali pengembangan lidi sawit berangkat dari upaya asosiasi untuk mendorong petani agar tidak hanya bergantung pada penjualan tandan buah segar (TBS), tetapi juga mengembangkan produk lain yang dapat memberikan nilai tambah. Sebelum masuk ke pasar ekspor, lidi sawit yang dihasilkan petani dan pelaku UMKM masih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan lokal. Kolaborasi dengan BPDP kemudian membuka peluang untuk mengembangkan produk tersebut agar memenuhi kebutuhan pasar internasional. “Tidak ujug-ujug bisa ekspor. Memang perjalanannya panjang,” ucap Setiyono. Kolaborasi tersebut kemudian diwujudkan melalui pendampingan dan workshop yang dilakukan di sejumlah wilayah. Menurut Setiyono, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun kesiapan produsen lidi sawit sekaligus mempertemukan kebutuhan pasar dengan kemampuan produksi di tingkat petani dan UMKM. Untuk melakukan kegiatan ekspor ASPEKPIR didampingi Arra Setya Abadi (ASA) dan dengan dukungan BPDP melakukan pendampingan kepada sejumlah anggota agar mampu menghasilkan lidi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan eksportir.Hasil pendampingan tersebut telah memungkinkan pengiriman lidi sawit ke Tiongkok. Total produksi yang telah dibantu melalui kolaborasi tersebut mencapai dua kontainer berukuran 40 kaki, dengan kapasitas sekitar 30 ton per kontainer. Pada pengiriman yang dilakukan di Langkat, satu kontainer berisi sekitar 30.000 kilogram lidi sawit dikirim ke Tiongkok. Bagi BPDP, keberhasilan tersebut menjadi contoh kolaborasi multipihak dapat menghasilkan dampak langsung bagi masyarakat.Pengembangan produk tidak hanya berhenti pada lidi sawit namun terus dikembangkan untuk berbagai produk turunan sawit lainnya sehingga semakin banyak UMKM perkebunan yang mampu masuk ke pasar internasional. Sementara, ASPEKPIR berkomitmen untuk terus mendorong anggotanya mengembangkan produk samping kelapa sawit. Setiyono menyebut lidi sawit menjadi langkah awal, sementara asosiasi juga tengah mempelajari pengembangan produk lain seperti biochar untuk peluang ekspor ke depan. Melalui Podcast Bincang UMKM Perkebunan di Roemah Episode II UKMK Bisa Ekspor menunjukkan pengembangan produk berbasis komoditas perkebunan tidak hanya dapat menciptakan nilai tambah di dalam negeri, tetapi membuka peluang bagi UMKM untuk membawa produk Indonesia ke pasar dunia. Ke depan, kolaborasi dan pendampingan diharapkan dapat terus memperluas jumlah pelaku usaha serta wilayah yang mampu menghasilkan produk perkebunan berorientasi ekspor.
BPDP Serahkan Katalog 100 Produk UMKM Sawit ke Kemenper di Momen Olahraga dan Budaya
Jakarta, katakabar.com - BLU Kementerian Keuangan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) manfaatkan momen ajang olahraga dan budaya tahunan Merdeka Run 2026, dengan menyerahkan Katalog 100 Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sawit Kepada Kementerian Perekonomian. Penyerahan katalog diwakili oleh Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah kepada Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di booth BPDP. Merdeka Run 2026 digelar di kawasan Monumen Reog Ponorogo Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (22/8) lalu berlangsung semarak dengan dihadiri sekitar 5.000 peserta dari berbagai daerah. Turut hadir jajaran pimpinan lintas kementerian, di antaranya Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Sudarto , Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I Badan Pemeriksa Keuangan, Nyoman Adhi Suryadnyana,Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Fery Irawan, serta Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Kikis Kampanye Negatif Lewat Inovasi Produk Turunan Sawit Kehadiran Booth BPDP bertujuan untuk promosi kebaikan sawit dalam melawan black campaign (kampanye negatif) yang selama ini kerap mendera industri kelapa sawit. Melalui kegiatan edukasi, masyarakat diajak untuk memahami bahwa komoditas sawit tidak hanya sebatas bahan baku minyak goreng. Di hadapan para peserta dan komunitas lari (runners), dijelaskan berbagai bentuk inovasi turunan sawit yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan gaya hidup harian, seperti minyak makan merah, suplemen bernutrisi tinggi yang dapat dikonsumsi untuk mendukung kesehatan dan stamina penggiat olahraga karena kaya akan tokoferol Vitamin E Booth BPDP juga dikunjungi oleh pimpinan lintas kementerian selain Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso hadir juga Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I Badan Pemeriksa Keuangan Nyoman Adhi Suryadnyana serta Sekjen Dewan Ekonomi Kawasan Ekonomi Khusus Rizal Edwin Manangsang. Dorong UMKM Perkebunan Ekosistem Sport Tourism BPDP mendorong adanya sinergi dan kolaborasi erat antara sektor pariwisata dengan pelaku Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) perkebunan. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UKMK BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan keindahan tempat dan konsep acara yang menarik serta keberadaan oleh-oleh atau buah tangan menjadi komponen penting dalam pengembangan pariwisata. "Sport tourism bagian dari ekosistem ekonomi kreatif daerah yang bisa di sinergikan dengan produk UMKM berbasis Perkebunan. Beragam produk dalam katalog 100 UMKM Sawit potensial sebagai oleh-oleh (buah tangan), dengan mendorong keterlibatan pelaku UMKM perkebunan dalam ekosistem industri kreatif sport tourism akan berkontribusi sebagai upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto," ucap Helmi.
Kepastian Produksi Tambang, Kontribusi Dividen dan Penerimaan Perkuat Kedaulatan
Jakarta, katakabar.com - Kepastian produksi di sektor pertambangan dinilai menjadi faktor krusial menjaga kontribusi industri mineral dan batu bara terhadap penerimaan negara. Di tengah upaya memperkuat hilirisasi dan kemandirian ekonomi nasional, keberlanjutan investasi serta kepastian operasional sektor pertambangan menjadi modal penting untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno, mengatakan peningkatan investasi dan keberlanjutan produksi dalam mendukung hilirisasi mineral masih perlu terus ditingkatkan. Terlebih kontribusi penerimaan negara melalui dividen, pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan royalti dari sektor pertambangan masih sangat dominan. Lantaran itu, ujar Eddy, untuk mendukung capaian tersebut kepastian hukum dan konsistensi kebijakan merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat daya saing Indonesia. "Kepastian hukum dan konsistensi kebijakan merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat daya saing Indonesia," jelas Eddy. Capaian kontribusi untuk negara tercermin dari kinerja perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Holding Industri Pertambangan MIND ID sepanjang tahun buku 2025. Sebagai induk holding, MIND ID menyetorkan dividen kepada negara sebesar Rp12,6 triliun yang ditopang oleh kinerja enam anggota holding, yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), PT Timah Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dan PT Freeport Indonesia. Presiden Direktur Freeport Indonesia, Tony Wenas, menjelaskan kontribusi perusahaan kepada negara berasal dari berbagai instrumen penerimaan, tidak hanya dari satu sumber. Pada tahun 2026, Freeport Indonesia perkirakan mampu berkontribusi sekitar US$2,6 miliar, yang utamnaya berasal dari dividen sekitar US$1,1 miliar, pajak sekitar US$1 miliar, dan royalti sekitar US$500 juta. "Struktur penerimaan tersebut menunjukkan bahwa keberlangsungan produksi dan investasi di sektor pertambangan memiliki dampak langsung terhadap besarnya kontribusi yang diterima negara, baik melalui dividen, pajak, maupun royalty," bebernya. Selain dividen, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam MIND ID juga merupakan kontributor utama penerimaan negara dari sektor mineral dan batu bara melalui pembayaran royalti dan PNBP sesuai ketentuan yang berlaku. PT Bukit Asam menjadi salah satu penyumbang utama royalti batu bara, sementara ANTAM, PT Timah, dan PT Freeport Indonesia memberikan kontribusi signifikan melalui royalti komoditas nikel, timah, tembaga, dan emas. Besarnya kontribusi fiskal tersebut menunjukkan peran strategis Grup MIND ID dalam menopang APBN sekaligus mendukung agenda hilirisasi nasional. Kontribusi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal, serta memastikan manfaat pengelolaan sumber daya alam dapat kembali dirasakan masyarakat melalui berbagai program pembangunan. Dalam semangat mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, kepastian produksi serta keberlanjutan investasi di sektor pertambangan menjadi fondasi penting agar kekayaan alam nasional terus memberikan nilai tambah dan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa Indonesia.
Perluas Jejak Teh Indonesia, Produk PTPN I Masuk Gerai Legendaris Twinings London
Jakarta, katakabar.com - Komitmen Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) perkuat daya saing komoditas perkebunan Indonesia di pasar global kembali menunjukkan hasil positif. Salah satu produk teh premium yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) kini dipasarkan di gerai teh legendaris Twinings di London, Inggris. Twinings yang berdiri sejak tahun 1706 dikenal sebagai salah satu ikon industri teh dunia dengan proses kurasi yang ketat terhadap produk-produk yang dipasarkan. Kehadiran teh produksi PTPN I di salah satu etalase gerai tersebut menjadi pengakuan atas kualitas produk teh Indonesia yang mampu bersaing dengan berbagai teh premium dari negara-negara produsen utama dunia. Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, mengatakan perusahaan terus memperluas penetrasi pasar internasional sekaligus memperkuat posisi teh Indonesia pada segmen premium dunia. Menurutnya, kepercayaan Twinings serta berbagai jaringan hospitality kelas dunia yang menggunakan teh produksi PTPN I menjadi indikator kuat atas reputasi dan konsistensi kualitas produk yang dihasilkan perusahaan. "Mengandalkan konsistensi kualitas teh premium dari bentangan areal perkebunan teh terbesar di dunia dalam satu manajemen korporasi PTPN I optimistis bersaing dengan produsen negara lain. Negara Kenya, India, dan Sri Lanka yang selama ini memiliki reputasi tinggi, perlahan akan digeser oleh teh produk Indonesia yang ditopang oleh PTPN I," kata Aris. Ia menjelaskan, performa operasional komoditas teh PTPN I saat ini berada pada kondisi yang solid. Kinerja tersebut didukung oleh luas areal tanaman menghasilkan serta peningkatan produktivitas yang terus menunjukkan tren positif. "Saat ini, total areal tanaman menghasilkan teh yang dikelola oleh PTPN I mencapai 12,7 ribu hektare. Dari luasan tersebut, hingga Mei 2026, kami telah berhasil membukukan total produksi sebesar 11,6 juta kilogram, dengan tingkat produktivitas mencapai 912 kilogram per hektare," ujarnya. Secara historis, produksi teh kering PTPN I juga menunjukkan tren yang terus menguat. Pada 2022, produksi mencapai 29,05 juta kilogram dengan produktivitas sebesar 1.685 kilogram per hektare. Produksi sempat berada pada level 25,97 juta kilogram pada 2023 dengan produktivitas 1.499 kilogram per hektare, sebelum kembali meningkat pada 2024 menjadi 28,44 juta kilogram dengan produktivitas 1.651 kilogram per hektare. Peningkatan tersebut berlanjut pada 2025 dengan capaian produksi teh kering sebesar 29,28 juta kilogram dan produktivitas yang menembus 2.004 kilogram per hektare. Sejalan dengan itu, volume ekspor perusahaan sepanjang tahun lalu juga mencapai 8,9 juta kilogram. Perluas Pasar Ekspor Aris menjelaskan, produk teh PTPN I saat ini telah dipasarkan ke berbagai negara. Malaysia masih menjadi pasar ekspor terbesar, disusul Korea Selatan, Thailand, kawasan Timur Tengah seperti Dubai, hingga pasar Eropa dan Amerika Serikat, termasuk Jerman dan Inggris. "Keunggulan utama produk PTPN I terletak pada aspek mutu yang mampu bersaing ketat dengan teh asal Kenya, India, maupun Sri Lanka. Bahkan, komitmen kualitas ini dibuktikan dengan masuknya produk teh pilihan kebun PTPN I ke dalam gerai teh legendaris dunia, Twinings, yang berbasis di London, Inggris," ucap Aris. Perkuat Hilirisasi dan Pasar Domestik Selain mempertahankan pasar ekspor untuk produk teh curah (bulk tea), PTPN I juga terus memperkuat strategi hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah produk di pasar domestik. Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan berbagai produk ritel, seperti Teh Celup Walini, Goalpara, dan Gunung Mas, serta inovasi produk Ready to Drink (RTD) yang menyasar konsumen muda. Perusahaan juga memperkuat kampanye digital melalui berbagai platform media sosial untuk memperkenalkan manfaat kesehatan teh sekaligus membangun citra teh sebagai bagian dari gaya hidup modern. Tidak hanya melalui media digital, PTPN I juga memperluas penetrasi produk premium ke berbagai kafe modern sebagai bagian dari strategi mendekatkan teh Indonesia kepada generasi muda. Melihat prospek pasar teh premium yang terus berkembang, PTPN I telah menyiapkan strategi ekspansi berikutnya untuk memperkuat posisi di pasar internasional. "Ke depan, fokus kami adalah mengembangkan varian produk premium baru yang dikonsepkan secara khusus untuk dipajang di store kota London. Langkah ini akan kami jalankan melalui kolaborasi taktis dengan berbagai brand teh terkemuka dunia," sebut Aris Handoyo. Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN I terus memperkuat integrasi bisnis dari hulu hingga hilir melalui peningkatan produktivitas, pengembangan produk bernilai tambah, serta perluasan pasar ekspor.
Inovasi Produk Podcast 'Bincang di Roemah UMKM Perkebunan' BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas
Jakarta, katakabar.com - Sebagai upaya memperkuat ekosistem usaha dan mewujudkan UMKM Perkebunan Naik Kelas, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai BLU Kemenkeu gelar kegiatan podcast bertajuk “Bincang UMKM Perkebunan di Roemah” di Roemah UMKM BPDP @ SMESCO Indonesia, Jakarta. Kegiatan ini usung tema “Strategi UMKM Naik Kelas melalui Inovasi Produk Berbasis Komoditas Perkebunan” sebagai sarana edukasi bagi pelaku usaha di sektor perkebunan nasional. Kegiatan yang berlangsung Kamis (18/6) lalu ini menghadirkan narasumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan pelaku usaha, meliputi Helmi Muhansah selaku Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, serta Afdhal Aliasar selaku Founder Minang Kakao. Diskusi edukatif ini dipandu oleh Brigita Agustina sebagai pembawa acara. Podcast ini menyoroti pentingnya peran UMKM berbasis komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, kelapa, dan kakao, dalam menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pada sesi diskusi, dipaparkan perjalanan inspiratif Minang Kakao dalam membangun usaha berbasis kakao, mulai dari tantangan dalam menjaga kualitas hingga strategi melakukan inovasi produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan kegiatan podcast ini diharapkan dapat menjadi media promosi sekaligus edukasi bagi masyarakat terkait potensi usaha berbasis perkebunan. “Podcast ini menjadi sarana promosi bagi UMKM perkebunan dan diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk berwirausaha berbasis perkebunan. Melalui berbagai cerita dan pengalaman yang dibagikan, kami berharap semakin banyak masyarakat yang melihat peluang besar pengembangan usaha dari komoditas perkebunan Indonesia,” ujar Helmi. Selain berbagi pengalaman bisnis, podcast ini memaparkan berbagai dukungan BPDP untuk membantu pelaku usaha naik kelas melalui penguatan ekosistem, sinergi pemerintah-pelaku usaha, peningkatan informasi pasar, serta perluasan promosi produk perkebunan melalui kanal digital. Melalui aktivasi Roemah UMKM BPDP di SMESCO Indonesia, pelaku usaha juga didorong untuk terus meningkatkan kapasitas dalam menghasilkan produk turunan yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi bagian penting dari upaya memastikan UMKM Perkebunan Naik Kelas dengan memanfaatkan potensi kekayaan perkebunan Indonesia. Seluruh rangkaian diskusi ini akan ditayangkan melalui kanal YouTube dan media sosial resmi BPDP untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan serta motivasi bagi para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk berkualitas yang memiliki nilai tambah tinggi agar mampu naik kelas secara konsisten
BPDP BLU Kemenkeu Dorong UKMK Kembangkan Produk Turunan Sawit
Magelang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dorong Usaha Kecil, Mikro, dan Koperasi (UKMK) untuk kembangkan berbagai produk turunan sawit di Magelang meski bukan daerah penghasil kelapa sawit. BLU Kemenkeu menekankan hal itu ketika Workshop Pemberdayaan UKMK Magelang dan Promosi Sawit Baik 2026 usung tema "Inovasi Produk Turunan Sawit untuk Pelaku UKMK" yang digelar Majalah Hortus Archipelago bersinergi dengan BPDP di Magelang, di pertengahan Juni 2026 lalu. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan industri sawit tawarkan banyak peluang usaha yang dapat dimanfaatkan pelaku UKMK. "Potensi-potensi kelapa sawit bisa diusahakan UKMK-UKMK, termasuk di Magelang. Meski Magelang tidak ada kelapa sawit, isu keberadaan bahan bakunya karena kita sudah terkoneksi menjadi tidak relevan," ucap Helmi melalui sambungan virtual. Pengembangan UKMK berbasis sawit sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sejalan ditargetkan Presiden RI, H Prabowo Subianto. "Salah satu yang bisa mendukung itu adalah ketika ekonomi rakyat kita bergerak. Lantaran itu, kami ingin menginspirasi UKMK di Magelang agar bisa berinovasi membangun ekonomi berbasis sawit," imbuhnya. Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menerangkan Kabupaten Magelang memiliki potensi UKMK yang luar biasa besar dan menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Ia menilai produk turunan sawit dapat menjadi salah satu peluang usaha yang dapat dikembangkan oleh pelaku UKMK setempat. "Ketika kita mendengar kata kelapa sawit, yang pertama kali terlintas di benak kita sebagian besar pasti minyak goreng. Tetapi, kita hadir di sini untuk membuka mata dan mendobrak batasan tersebut," ulas Grengseng dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang, Edi Wasono. Menurutnya, keunggulan usaha berbasis produk turunan sawit adalah dapat dijalankan dalam skala kecil dan menengah tanpa membutuhkan investasi besar. "Melalui sinergi dengan program Sawit Baik 2026, Grengseng berharap UKMK Magelang tidak hanya menjadi penonton dalam rantai industri sawit nasional, tetapi mampu menjadi pelaku usaha yang aktif, inovatif, dan berdaya saing," tuturnya. Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menimpali kelapa sawit menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif dan bernilai ekonomi tinggi. Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan melalui pengetahuan, keterampilan, dan keberanian untuk berinovasi. Damar menyampaikan apresiasi kepada Majalah Hortus Archipelago yang didukung BPDP atas inisiasinya menyelenggarakan Workshop Pemberdayaan UKMK Magelang dan Promosi Sawit Baik 2026. Workshop ini tidak hanya meningkatkan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya praktik sawit yang baik dan berkelanjutan.
AI Connect dan Estha AI Intenskan Ekosistem Pembelajaran AI dari Adopsi hingga Pengembangan Produk
Bandung, katakabar.com - Lewat Digital Talks dan AI Challenge, Telkom AI Connect dan Estha AI bekali peserta dengan keterampilan AI mulai dari no-code AI hingga pengembangan produk siap digunakan. Sebagai upaya mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang semakin inklusif dan berdampak nyata, Telkom AI Connect Bandung bersama Estha AI menghadirkan rangkaian kegiatan Digital Talks dan AI Challenge yang dirancang untuk mendukung peserta di berbagai tahapan perjalanan inovasi AI. Mulai dari pengenalan teknologi yang mudah diakses melalui pendekatan no-code hingga pengembangan ide menjadi produk yang siap digunakan, rangkaian ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas talenta digital di Indonesia. Rangkaian pertama dilaksanakan melalui sesi Digital Talks: AI Adoption Challenges for Non-Technical Users pada 22 Mei 2026 lalu. Kegiatan ini berfokus bagaimana AI dapat diadopsi masyarakat yang tidak memiliki latar belakang teknis maupun kemampuan pemrograman. Melalui pendekatan no-code, peserta diperkenalkan pada konsep dasar AI serta berbagai penerapannya dalam bidang bisnis, pendidikan, dan produktivitas. Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti demonstrasi dan sesi praktik yang menunjukkan bagaimana sebuah ide dapat diwujudkan menjadi AI Experience sederhana tanpa perlu menulis kode. Pada sesi tersebut, Shanez selaku Strategic Marketing Manager Estha AI membagikan wawasan mengenai pentingnya pendekatan no-code dalam memperluas akses terhadap teknologi AI. Menurutnya, tantangan terbesar adopsi AI saat ini bukan terletak pada teknologinya, melainkan pada bagaimana teknologi tersebut dapat diakses dan digunakan oleh lebih banyak orang. "Tantangan terbesar adopsi AI bukan pada teknologinya, melainkan bagaimana membuat teknologi tersebut mudah diakses dan digunakan oleh semua orang," ujar Shanez. Ia lantas menekankan pendekatan no-code mampu membuka peluang bagi siapa saja untuk mulai bereksperimen dan berinovasi menggunakan AI tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman yang mendalam. Melanjutkan pembelajaran tersebut, rangkaian kedua digelar pada 30 Mei 2026 lalu melalui sesi AI for Builders: Turning Ideas into Real Products. Jika pada sesi pertama peserta diperkenalkan pada cara memulai pemanfaatan AI, maka sesi kedua berfokus pada bagaimana mengembangkan ide, prototipe, atau solusi awal menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan pasar dan mampu memberikan dampak nyata. Di sesi ini, Lusia Elsa Dika Damayanty selaku Business and Community Lead Telkom AI Connect membahas pentingnya membangun pola pikir builder dalam proses pengembangan produk berbasis AI. Materi yang disampaikan mencakup validasi ide, pemahaman kebutuhan pengguna, pengembangan prototipe menjadi produk yang siap digunakan, hingga strategi monetisasi yang berkelanjutan. Peserta juga diajak memahami keberhasilan solusi AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya dalam menyelesaikan permasalahan nyata dan memberikan nilai tambah bagi pengguna. Dalam paparannya, Elsa menyoroti pentingnya kesiapan individu untuk terus belajar dan beradaptasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. "AI hanya menggantikan kalian jika kalian tidak mau beradaptasi dengan teknologi. Mereka yang terus belajar, memahami perubahan, dan memanfaatkan AI sebagai alat bantu justru akan memiliki lebih banyak peluang untuk berkembang," ucap Elsa. Melalui sesi ini, Telkom AI Connect tidak hanya mendorong peserta untuk memahami teknologi AI, tetapi juga membantu mereka membangun pola pikir inovatif yang diperlukan untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut sejalan dengan visi Telkom dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui pengembangan talenta, pemberdayaan komunitas, serta penciptaan inovasi yang mampu memberikan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Sesi kedua juga menjadi momentum pengumuman pemenang AI Challenge yang telah diikuti peserta sebagai bagian dari rangkaian program pengembangan talenta AI. Kehadiran challenge tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus mengembangkan solusi AI yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Telkom AI Connect terus memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem pembelajaran AI yang aplikatif, relevan, dan berorientasi pada penciptaan dampak. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan perjalanan inovasi AI tidak berhenti pada tahap memahami teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan untuk mengembangkan solusi yang bernilai, berkelanjutan, dan siap menjawab kebutuhan masyarakat di era transformasi digital.
Lagi, Produk Premium Eropa ke MIFB Malaysia
Kuala Lumpur, katakbar.com - Kampanye 'Produk Eropa Premium' ditampilkan di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur (KLCC). Pameran Perdagangan Makanan dan Minuman Antara bangsa Malaysia (MIFB) digelar pada 15 hingga 17 Juli 2026 nanti. Kampanye ini dibiayai Kesatuan Eropa merupakan kerja sama strategis antara Greece dan Latvia. Pameran produk ini bertujuan untuk memenuhi permintaan yang meningkat di pasaran makanan Malaysia. Alami Produk PDO Greek Menonjolkan ramuan Penetapan Asal Terlindung (PDO) Greece, pameran bakal menampilkan produk terikat sepenuhnya dengan wilayah mereka, termasuk zaitun meja PDO dari Konservolia Rovion dan Stylida, minyak zaitun Cretan premium PDO dari Kolymvari, Messara, Viannos, dan Vorios Mylopotamos, dan pelbagai minyak zaitun tambahan. Pengunjung bakal menemui produk Greek PDO terkenal yang lain, seperti keju Graviera of Crete, currant Corinthian "Vostitsa" yang terkenal, minyak Mastiha Chios dan Mastiha yang beraroma, dan Krokos Kozanis (safron Yunani) yang berharga bersama-sama menawarkan rasa asli warisan masakan Greece yang kaya. Pameran Latvia Premium Warisan tenusu negara yang kaya dengan koleksi tenusu premium, snek masin berkualiti tinggi, coklat halus dan kuih-muih serta koleksi buah-buahan kering yang dibina berdasarkan kepiawaian keselamatan makanan EU yang ketat dipamerkn. 'Produk Eropah Premium kepada MIFB Malaysia tiba saat tepat, sebab pasaran kini didorong populasi bandar semakin mengutamakan kesehatan. Permintaan untuk bahan-bahan asli dan berkualitas tinggi telah meningkat secara terus menerus di Malaysia. Diketahui, terdapat budaya kafe yang berkembang pesat, kedai roti artisanal, restoran santapan mewah, dan bar wain dan keju yang eksklusif; Pengguna Malaysia berminat untuk mencari menu kreatif, dan sesui selera mereka dengan bahan-bahan premium. Kesatuan Eropa berdiri sebagai rekan dagang utama bagi Malaysia. Industri pembuatan makanan dan perkumpulan makanan tempatan melihat secara khusus ke Eropa untuk bahan mentah mewah dan bahan istimewa yang tidak boleh diperoleh secara tempatan. Pengembalian 'Produk Eropa Premium' ke MIFB 2026 bukan hanya tentang memamerkan dalam pameran global. Tetapi langkah strategis dan kolaboratif ke arah menjalin kerj sama B2B yang mapan. Berusaha untuk mencapai misi kami menyampaikan keandalan warisan Eropa yang paling ketat dan keselamatan makanan tanpa kompromi kepada pengguna Malaysia. Acara: Makanan & Minuman Antarabangsa Malaysia (MIFB) 2026 Tarikh: 15 – 17 Juli 2026 Lokasi: Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC) Lokasi Gerai: Hall 1, Stand: 1501 Untuk menjadwalkan sesi mencari jodoh B2B atau menjamu selera, lawati gerai untuk maklumat lebih menarik di MIFB 2026. Mengenai Produk Eropah Premium Kempanye 'Produk Eropah Premium' adalah program promosi yang dibiayai bersama Kesatuan Eropa. Di mana kedepankan keselamatan, kebolehkesanan dan perisa asli produk agrimakanan Eropah, menyokong pengembangannya ke pasaran antara bangsa yang berkembang pesat seperti Malaysia. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kempen "Produk Eropah Premium", sila lawati https://premiumeuropeanproducts.eu/ atau email kami ke [email protected]. Halaman khusus untuk program ini boleh didapati di Instagram, Facebook dan YouTube, @premiumeuropeanproducts. About National Union of Agricultural Cooperatives of Greece (ETHEAS) Founded by Greece's leading cooperatives and established by Greek law, ETHEAS is the national coordinating body of Agricultural Cooperatives in Greece. With over 300 member cooperatives representing approximately 80% of Greece's total agricultural cooperative turnover, ETHEAS aims to foster rural and cooperative development, support and promote its members' activities domestically and internationally, provide expert opinions on cooperative movement agricultural production and sector development, supervise the dissemination and promotion of cooperative ideas, and serve and educate its members through studies, research projects, and assignments. About Latvian Dairy Committee The Latvian Dairy Committee (LDC) was established in 1995, representing Latvian dairy processing sector and aims to protect its interests. It consists of 17 members processing approximately 80% of industrially produced milk in Latvia.
Barantum: CRM Lokal Kalahkan Produk Global di Mata Pelanggan
Jakarta, katakabar.com - Barantum satukan CRM, AI Agent, Omnichannel, dan WhatsApp Business API satu dashboard, guna memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Di mana hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Kebutuhan akan Customer Relationship Management (CRM) di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring semakin masifnya transformasi digital di berbagai sektor industri. Jika sebelumnya CRM lebih banyak digunakan oleh perusahaan besar, kini teknologi ini juga mulai dimanfaatkan oleh UMKM untuk mengelola pelanggan, meningkatkan efektivitas penjualan, dan memberikan layanan yang lebih baik. Laporan kenresearch.com menunjukkan bahwa perubahan ekspektasi konsumen menjadi salah satu pendorong utama tren tersebut. Sebanyak 76 persen konsumen Indonesia menginginkan pengalaman yang lebih personal ketika berinteraksi dengan sebuah brand, sehingga perusahaan dituntut untuk memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam. Situasi ini mendorong bisnis untuk memanfaatkan data pelanggan, automation, dan teknologi digital guna meningkatkan customer engagement sekaligus menjaga kualitas layanan di tengah persaingan yang semakin ketat. Di tengah perkembangan tersebut, solusi CRM lokal mulai mendapat perhatian lebih besar dari kalangan bisnis. Salah satunya adalah Barantum, yang dinilai mampu menghadirkan sistem yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan di Indonesia dibandingkan banyak solusi global yang tersedia di pasar. Mengapa Banyak Perusahaan Pilih Barantum Dibanding CRM Lain? Lebih dari 1.000 bisnis dan badan usaha di Indonesia telah mempercayakan pengelolaan sales, customer service, dan komunikasi pelanggan mereka kepada Barantum. Solusi ini juga telah digunakan oleh berbagai perusahaan dari beragam industri, mulai dari BRI Insurance, Adira Finance, Total Bangun Persada, AnterAja, Sekolah.mu, Pusat Gadai Indonesia, Bakmi GM, Orang Tua, hingga Kimia Farma. Salah satu alasan banyak perusahaan memilih Barantum dibanding CRM lain adalah karena sistemnya dirancang agar mudah digunakan dan dapat menyesuaikan kebutuhan operasional bisnis di Indonesia. Selain menghadirkan platform yang terintegrasi, Barantum juga dikenal melalui layanan implementasi dan dukungan pelanggan yang responsif sehingga membantu proses adopsi sistem berjalan lebih lancar. Melalui ekosistem all-in-one solution, Barantum menghadirkan berbagai solusi bisnis terintegrasi mulai dari CRM, Omnichannel, WhatsApp API, hingga Call Center untuk membantu perusahaan meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan pelanggan. Sebagai partner resmi Meta untuk layanan WhatsApp Business API, Barantum membantu perusahaan mengelola komunikasi pelanggan secara lebih efektif sekaligus menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih konsisten di berbagai channel. Tingginya Rating Mencerminkan Kepercayaan Pelanggan Dengan rating 4,9/5 dari 1.221 ulasan di Google Business per 12 Juni 2026, Barantum menjadi CRM Indonesia dengan tingkat kepuasan pelanggan tertinggi. Penilaian tersebut mencerminkan pengalaman pengguna yang positif terhadap sistem, layanan, dan dukungan implementasi yang diberikan. Berikut beberapa ulasan pengguna mengenai pengalaman mereka menggunakan Barantum: "We love using Barantum! It really helps us with marketing and reservation broadcasts. Sending promotions and managing customer responses can be done easily in one place. The system makes our daily operations faster and more organized. Their support team is always helpful and quick to respond. Totally recommended!" Admin Jittlada Group "Saya sangat puas dengan pengalaman menggunakan aplikasi Barantum. Aplikasi ini memiliki fitur yang lengkap dan intuitif, sehingga sangat membantu meningkatkan efisiensi kerja serta memperlancar komunikasi, baik di dalam tim maupun dengan pelanggan," ujar Finance Accounting Tax Dearbutter Berbagai ulasan tersebut menunjukkan bahwa pelanggan tidak hanya merasakan manfaat dari sisi teknologi, tetapi juga dari kualitas layanan yang mereka terima selama menggunakan sistem Barantum. Itu sebabnya, Barantum menempatkan kualitas layanan dan customer support sebagai bagian penting dalam membantu perusahaan mengoptimalkan penggunaan CRM sesuai kebutuhan operasional bisnis mereka. Sebagai partner resmi Meta untuk WhatsApp Business API, Barantum memungkinkan bisnis menggunakan WhatsApp Business API resmi untuk mengelola komunikasi pelanggan secara lebih aman dan profesional. Selain itu, seluruh ekosistem platform telah terhubung secara terintegrasi sehingga memudahkan perusahaan memonitor aktivitas pelanggan, tim sales, dan layanan customer service dalam satu dashboard. Keunggulan lain yang banyak dipertimbangkan perusahaan adalah dukungan layanan lokal yang lebih mudah dijangkau. Sebagai produk asli Indonesia, Barantum menghadirkan proses implementasi, onboarding, serta layanan purna jual yang lebih cepat dan responsif sesuai kebutuhan bisnis di pasar Indonesia. Barantum CRM Hadir Mitra Dukung Pertumbuhan Bisnis Melalui Solusi All-in-One CRM, Barantum menghadirkan ekosistem terintegrasi yang membantu perusahaan mengelola penjualan, layanan pelanggan, dan komunikasi bisnis secara lebih efisien, sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data. “Penyedia CRM tidak cukup hanya menawarkan fitur lengkap. Yang terpenting adalah bagaimana pelanggan merasakan pelayanan dan pendampingan yang membantu bisnis mereka berkembang. Karena itu, Barantum hadir bukan hanya sebagai software, tetapi sebagai partner yang membantu perusahaan memaksimalkan penggunaan sistem sesuai kebutuhan operasional bisnis,” kata Handri Kosada, CEO Barantum. Seiring meningkatnya adopsi CRM di Indonesia, kebutuhan akan solusi yang mampu menggabungkan teknologi, layanan, dan pendampingan implementasi diperkirakan akan terus bertumbuh. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan untuk memanfaatkan CRM secara lebih optimal dalam mendukung produktivitas, layanan pelanggan, dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Di Karawang BPDP BLU Kemenkeu Seru Gen Z Gunakan Produk Hilirisasi Sawit Bangun Bisnis UMKM
Karawang, katakabar.com - Awal Juni 2026 lalu, Karawang, Jawa Barat jadi tempat Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit usung tema “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood”. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) BLU Kemenkeu dan majalah sawit, yang menggelar kegiatan selama dua hari. Hal ini selaras dengan potensi besar industri kelapa sawit sebagai sumber inovasi dan peluang usaha bagi generasi muda. Workshop diikuti pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, serta generasi muda yang ingin kembangkan usaha berbasis produk turunan sawit. Bupati Karawang yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, Dindin Rachmadhy, mengatakan pemerintah daerah sambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kewirausahaan dan UMKM. Meski bukan daerah penghasil sawit, Karawang memiliki keterkaitan erat dengan industri sawit melalui sektor pengolahan dan UMKM. Ia menyebut sekitar 70 persen pelaku usaha kuliner di Karawang menggunakan produk berbasis sawit dalam kegiatan usahanya. "Kami melihat banyak peluang yang bisa dikembangkan dari produk turunan sawit. Tadi kami juga mendapat informasi sawit dapat dimanfaatkan untuk kriya dan fesyen. Karawang memiliki batik khas daerah, sehingga tidak menutup kemungkinan ke depan bahan turunan sawit seperti parafin dapat dimanfaatkan dalam proses produksinya," jelasnya. Dindin mengusulkan agar program beasiswa sawit yang dikelola BPDP dapat diperluas untuk menjangkau anak-anak pelaku UMKM yang memanfaatkan produk berbasis sawit. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menimpali BPDP terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia di sektor sawit, salah satunya melalui program beasiswa pendidikan. Selain pendidikan, BPDP juga mendorong hilirisasi dan inovasi produk sawit. Berbagai hasil riset yang dikembangkan saat ini telah menghasilkan beragam produk bernilai tambah, mulai dari material industri hingga produk UMKM. "Kami memiliki banyak hasil penelitian berbasis sawit, mulai dari bahan untuk rompi antipeluru, helm, hingga berbagai produk konsumen. Sejumlah hasil riset tersebut telah dikomersialisasikan oleh UMKM. Di website BPDP juga terdapat katalog100 UMKM berbasis produk turunan sawit yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda," sebut Helmi. Helmi mencontohkan keberhasilan seorang mahasiswa yang pernah jadi peserta Inkubasi Bisnis BPDP dan Universitas Andalas yang terinspirasi mengembangkan usaha berbasis lidi sawit hingga berhasil menjadi eksportir ke pasar Asia Selatan. "Kami berharap peserta workshop ini dapat terinspirasi dan dalam beberapa tahun ke depan muncul wirausaha muda baru dari Gen Z yang mampu mengembangkan produk UMKM sawit hingga menembus pasar ekspor," imbuhnya. Pimpinan Majalah Sawit Indonesia, Qayuum Amri, menuturkan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai industri sawit kepada generasi muda. "Selama ini generasi Z lebih banyak menerima informasi negatif tentang sawit melalui media sosial. Padahal sawit memiliki banyak manfaat dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan oleh pelaku UMKM maupun wirausaha muda," terangnya.