Holding PTPN Perkuat Tata Kelola Berbasis Data, Akurasi Produksi Sawit PTPN IV Regional III Tembus 96,77 Persen Sawit
Sawit
Minggu, 29 Maret 2026 | 16:06 WIB

Holding PTPN Perkuat Tata Kelola Berbasis Data, Akurasi Produksi Sawit PTPN IV Regional III Tembus 96,77 Persen

Pekanbaru, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara terus dorong penguatan tata kelola operasional berbasis data di seluruh entitasnya. Di antaranya Salah wujudkan melalui transformasi on-farm yang dijalankan oleh PTPN IV Regional III dengan mengedepankan implementasi trossen telling atau perhitungan bunga buah sebagai fondasi estimasi produksi. Kurun dua tahun terakhir, pendekatan tersebut menjadi instrumen utama dalam meningkatkan akurasi perencanaan dan realisasi produksi tandan buah segar (TBS). Sepanjang 2025, dari total produksi sebesar 1,6 juta ton TBS, tingkat akurasi perhitungan bunga buah tercatat mencapai 96,77 persen. Bahkan, dibandingkan dengan prognosa pada periode yang sama, realisasi produksi mencapai 100,46 persen dengan deviasi hanya 0,46 persen. Capaian ini mencerminkan selisih yang sangat tipis antara estimasi dan realisasi di lapangan, sekaligus menegaskan tingkat presisi yang tinggi dalam pengelolaan produksi. Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menegaskan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi dalam membangun budaya kerja berbasis presisi. “Di PTPN IV Regional III, kami memastikan bahwa produksi tidak berjalan berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan data yang terukur. Sepanjang 2025, akurasi trossen telling kami mencapai 96,77 persen. Bahkan realisasi terhadap prognosa menyentuh 100,46 persen dengan deviasi hanya 0,46 persen. Ini menunjukkan validitas data yang kami bangun benar-benar presisi,” katanya melalui keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Selasa (24/2) lalu. Menurut Bambang, trossen telling bukan sekadar metode penghitungan bunga buah, melainkan parameter utama dalam memproyeksikan produksi TBS selama satu tahun penuh. Data tersebut menjadi dasar penyusunan kebutuhan operasional dari hulu ke hilir, mencakup tenaga kerja, material, transportasi, hingga aspek pendukung lainnya atau labor, material, transport, and others (LMTO). “Dengan forecast yang akurat, kami dapat menghindari kehilangan momentum saat panen puncak terjadi. Tidak ada keterlambatan tenaga, tidak ada kekurangan armada, dan tidak ada keputusan yang diambil tanpa dasar,” ucapnya. Secara teknis, evaluasi akurasi dilakukan dalam dua periode, yakni Semester I dan Semester II 2025, dengan pembobotan mengacu pada kontribusi masing-masing kebun terhadap target RKAP. Tiga indikator utama menjadi dasar penghitungan, yakni jumlah tandan berbobot 80 persen, berat tandan rata-rata (BTR) sebesar 10 persen, serta volume TBS sebesar 10 persen. Data realisasi produksi diperoleh dari sistem SAP berdasarkan jumlah tandan dan volume TBS yang diterima di pabrik kelapa sawit. Pengukuran akurasi dilakukan menggunakan metode deviasi absolut antara hasil estimasi dan realisasi produksi, dengan patokan terbaik berada pada deviasi 0 persen. Sepanjang 2025, manajemen menetapkan tiga kebun dan 12 afdeling dengan tingkat akurasi terbaik. Sementara itu, unit dengan deviasi absolut di atas 10 persen menjadi perhatian khusus untuk perbaikan metode pada 2026. Menurut Bambang, capaian tersebut sejalan dengan arahan Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, yang menekankan pentingnya validitas data, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta integritas dalam setiap lini operasional. “Arahan beliau tentang validitas data, kepatuhan pada SOP, dan integritas seluruhnya tercermin dalam capaian ini. Inilah transformasi yang kami jalankan, presisi sebagai budaya kerja, data sebagai fondasi keputusan, dan produksi yang dikelola secara terukur, akuntabel, serta berkelanjutan,” jelasnya. Di tengah tantangan fluktuasi produksi dan tuntutan efisiensi, pendekatan berbasis data tersebut menjadi strategi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan potensi deviasi perencanaan. Dengan akurasi yang mendekati 97 persen dan deviasi yang nyaris nol terhadap prognosa, PTPN IV Regional III menegaskan langkah transformasi tata kelola on-farm yang semakin solid. Melalui penguatan ini, PTPN Group terus menempatkan data sebagai kompas utama dalam mengelola operasional perkebunan secara presisi, akuntabel, dan berkelanjutan di Bumi Lancang Kuning.

Mendag RI Seru Masyarakat Jangan Terpaku MinyaKita Tapi Lihat Berbagai Migor Lain Nasional
Nasional
Minggu, 08 Februari 2026 | 19:52 WIB

Mendag RI Seru Masyarakat Jangan Terpaku MinyaKita Tapi Lihat Berbagai Migor Lain

Jakarta, katakabar.com - Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, seru masyarskat jangan terpaku MinyakKita tetapi lihat berbagai minyak goreng lain. Mendag RI menyerukan hal itu saat pantau produksi minyak goreng di pabrik PT Mikie Oleo Nabati Industri (MONI) di Bekasi, Jawa Barat. Kunjungan kali ini untuk pastikan kecukupan pasokan minyak goreng sebelum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Mendag RI menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng dan memastikan pasokan selalu tersedia, dalam hal ini menjelang HBKN. “Kami telah cek langsung proses produksi dan ketersediaan minyak di PT MONI. Pada prinsipnya, pasokan minyak cukup untuk memenuhi kebutuhan jelang Ramadan dan Idulfitri. Kami juga pastikan harga terkendali untuk menyambut HBKN,” kata Budi Santoso, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Ahad (8/2). Ia mengatakan, berbagai jenis dan merek minyak goreng yang beredar di pasar telah memberikan banyak pilihan bagi konsumen untuk membeli. “Jenis dan merek minyak goreng di pasaran itu ada banyak, kualitas sama-sama baik dan harganya juga terjangkau. Konsumen tidak perlu terpaku dengan keberadaan MinyakKita. Kami sudah meminta agar produsen membuat minyak setipe MinyakKita, dan mendorong agar minyak goreng lain lebih banyak beredar dengan harga yang terjangkau,” jelasnya. MinyakKita instrumen intervensi pasar melalui skema Domestic Market Obligation (DMO). Strategi ini bertujuan untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga minyak goreng dalam negeri ketika harga minyak kelapa sawit global meningkat. MinyakKita bukan minyak subsidi karena pasokan dipenuhi dari DMO dan dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. “MinyakKita sering jadi indikator ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng. Kalau MinyakKita naik, kesannya harga minyak goreng naik semua. MinyakKita yang menggunakan skema DMO bergantung pada volume ekspor untuk mendapatkan pasokan bagi produksi minyak goreng kemasan rakyat. Tapi, kalau ekspor turun bukan berarti tidak ada minyak goreng karena di pasar masih ada banyak pilihannya,” tuturnya. Direktur Utama PT MONI, Vimala Putra, menimpali permintaan masyarakat terhadap produk minyak goreng premium yang diproduksi perusahaannya cukup tinggi, sebanding dengan MinyakKita. “Permintaan konsumen sama karena konsumen bisa merasa manfaatnya pakai minyak goreng ini,” ucap Vimala. PT Mikie Oleo Nabati Industri memproduksi berbagai jenis minyak goreng, di antaranya minyak goreng premium dengan merek Sunco, minyak goreng second brand dengan merek MG Jaya, dan MinyakKita.

Prospek Saham Nikel di Tengah Wacana Pemangkasan Produksi Jumbo Nasional
Nasional
Sabtu, 27 Desember 2025 | 09:00 WIB

Prospek Saham Nikel di Tengah Wacana Pemangkasan Produksi Jumbo

Jakarta, katakabar.com - Saham nikel kompak naik dalam sepekan terakhir setelah pemerintah Indonesia mengumumkan rencana pemangkasan produksi bijih nikel yang cukup signifikan. Lalu, apakah ini berpotensi menjadi titik balik sektor nikel untuk terus melaju di 2026? CEO dan Founder Mikirduit Surya Rianto mengatakan, kenaikan harga saham nikel dalam jangka pendek didorong oleh kenaikan harga nikel di LME sebesar 10,64 persen sejak 17 Desember 2025 hingga menjadi 15.758 dolar AS per ton. Tetapi, kenaikan ini hanya sifat reaktif dari market atas rencana pemangkasan produksi nikel di Indonesia. “Realitanya, pasar nikel masih oversupply ratusan ribu ton. Kami menilai kenaikan jangka pendek karena Indonesia hanya baru berencana, tapi belum merealisasikan pemangkasan produksi. Lalu, setelah Indonesia pangkas produksi, sektor nikel baru memperbaiki kondisi supply, sedangkan demand-nya masih lemah,” ujarnya melalui keterangan resmi Rabu lalu. Kabar terakhir, pemerintah Indonesia berencana memangkas produksi hingga 35 persen menjadi 250 juta ton pada 2026. Tetapi, aksi dari Indonesia ini dinilai belum menjadi solusi atas oversupply nikel di dunia. Catatan dari BMO CapitalMarkets menilai pasar nikel masih surplus pasokan sekitar 240.000 ton (nikel tingkat kemurnian 99 persen bukan dalam bentuk bijih) pada 2026 (dengan mengecualikan rencana pemangkasan produksi Indonesia). Pemangkasan produksi di Indonesia dinilai belum bisa berdampak signifikan hingga benar-benar terealisasi. Sementara, Rusia Nornickel memperkirakan oversupply di sektor nikel masih sebesar 275.000 ton pada 2026. Angka itu meningkat dari surplus 240.000 ton pada tahun ini. Rencana Indonesia memangkas produksi nikel juga patut dipertanyakan, terutama terkait komitmennya. Pasalnya, pada akhir 2024, pemerintah berencana memangkas produksi hingga tersisa 150 juta ton di 2025. Realitasnya, produksi bijih nikel Indonesia masih tembus 300 juta ton di 2025. Prospek Saham Nikel Dalam jangka pendek, saham-saham nikel naik selaras dengan kenaikan harga nikel di LME dari 14.000 dolar AS per ton mendekati 16.000 dolar AS per ton. Jika harga nikel kembali konsolidasi dan mengalami koreksi bisa menjadi tekanan lagi bagi saham nikel. Surya menekankan ada normalisasi kinerja keuangan saham nikel di 2025 yang mencatatkan kenaikan signifikan dibandingkan 2024. Hal itu disebabkan adanya kendala persetujuan RKAB pada 2024 yang membuat hampir satu semester pertama di tahun tersebut para emiten nikel tidak mampu mencatatkan penjualan optimal. Sehingga, ketika aktivitas penjualan kembali normal di 2025, ada pertumbuhan anomali yang cukup signifikan di hampir seluruh saham nikel. “Untuk itu, kinerja keuangan emiten nikel di 2026 akan kembali ke mode normal yang menyesuaikan dengan harga nikel. Meski, kami mencatat ada beberapa saham nikel yang menyelesaikan pembangunan smelter di 2026 dan bisa jadi katalis pendorong kinerjanya lebih atraktif,” jelasnya. Menurut Surya, pesan terpenting untuk investor ritel bisa bersabar jika ingin masuk ke saham nikel yang baru saja mengalami kenaikan. Tren kenaikan saham nikel sepanjang 2025 didorong oleh tiga faktor utama, mulai dari anomali pertumbuhan karena hal teknis di 2024, kenaikan harga MHP (produk olahan nikel untuk baterai kendaraan listrik di Agustus-Oktober 2024), dan wacana pemangkasan produksi bijih nikel di Indonesia pada 2026. "Tetapi, secara fundamental, permintaan nikel masih lemah. Kecuali, tiba-tiba demand nikel di China untuk nickel pig iron yang digunakan di industri stainless steel kembali meningkat. Itu bisa menjadi pendorong booming yang lebih besar bagi saham nikel,” terangnya. Untuk mengantisipasi peluang saham sektor nikel, Mikirduit juga sudah merilis riset prospek 9 saham nikel di 2026 yang ringkasannya bisa dibaca di sini . Jika ingin laporan lebih lengkap beserta action-nya, kamu bisa join ke Mikirsaham pro dengan klik link di sini

Produksi Sagu Kepulauan Meranti Terbesar di Dunia Riau
Riau
Senin, 22 Desember 2025 | 18:43 WIB

Produksi Sagu Kepulauan Meranti Terbesar di Dunia

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kabupaten Kepulauan Meranti dikenal sebagai sentra produksi sagu terbesar di dunia, kini dihadapkan pada ancaman serius krisis lingkungan. Limbah industri sagu di wilayah ini tercatat mencapai 80.426 ton per tahun, tetapi hingga kini penanganannya dinilai belum optimal dan berkelanjutan. Permasalahan limbah industri sagu telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa penyelesaian yang komprehensif, baik dari hulu hingga hilirisasi. Kondisi ini dinilai berpotensi memperluas pencemaran lingkungan apabila tidak segera ditangani secara serius oleh pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Berdasarkan data yang dihimpun, dari sekitar 95 kilang sagu yang beroperasi di Kepulauan Meranti, hanya sebagian kecil yang telah memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Situasi tersebut menjadi persoalan konkret di lapangan dan memperkuat indikasi bahwa industri sagu Meranti telah memasuki tahap darurat lingkungan. Dampak pencemaran limbah sagu tidak hanya mengancam kualitas badan sungai, tetapi berpotensi memusnahkan ekosistem biota air, merusak hutan mangrove yang berfungsi menahan abrasi pantai, serta menurunkan kualitas hidup masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam tersebut. Menanggapi kondisi itu, Apen Taruna, putra daerah Kabupaten Kepulauan Meranti sekaligus aktivis lingkungan dan mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan, menyatakan komitmennya untuk berkontribusi langsung melalui penelitian ilmiah. “Saya ingin berkontribusi nyata bagi kampung halaman dengan melakukan penelitian tesis mengenai limbah industri sagu. Persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena dampaknya sangat luas,” ujarnya. Apen menegaskan, penelitian tersebut bertujuan mencari solusi aplikatif dan berkelanjutan agar industri sagu dapat berkembang sejalan dengan prinsip green economy atau ekonomi hijau. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penyelesaian masalah limbah sagu. Rencana penelitian ini dijadwalkan mulai dilaksanakan awal tahun 2026, saat ini masih dalam tahap pengurusan administrasi penelitian di universitas. Proses penelitian diperkirakan akan memakan waktu yang cukup signifikan serta melibatkan berbagai pihak terkait. Tetapi, Apen juga menyoroti pentingnya dukungan dan jaminan keamanan dari pemerintah daerah agar penelitian dapat berjalan dengan lancar di lapangan. “Saya berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan penuh, termasuk jaminan keamanan, agar penelitian ini dapat berjalan tanpa hambatan dan memberikan manfaat nyata bagi Meranti,” tandasnya. Upaya akademik ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan kebijakan strategis pengelolaan limbah industri sagu yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Kepulauan Meranti.

Layanan Produksi Video: Apa Harus Anda Ketahui? Tekno
Tekno
Kamis, 27 November 2025 | 11:31 WIB

Layanan Produksi Video: Apa Harus Anda Ketahui?

Jakarta, katakabar.com - Layanan produksi video kini menjadi elemen penting dalam strategi komunikasi bisnis karena mampu menyampaikan pesan secara lebih menarik dan mudah diingat. High Angle hadir sebagai production house yang menawarkan solusi video kreatif berkualitas tinggi untuk berbagai kebutuhan perusahaan modern. Industri kreatif Indonesia terus berkembang, terutama di bidang layanan produksi video. Di era digital saat ini, video bukan lagi sekadar alat hiburan, melainkan menjadi bagian penting dari strategi komunikasi dan pemasaran bisnis. Melalui video, pesan dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik, emosional, dan mudah diingat oleh audiens. Salah satu perusahaan yang berperan besar dalam menghadirkan hasil produksi berkualitas adalah High Angle, sebuah production house di Jakarta yang berfokus pada pembuatan video kreatif untuk berbagai kebutuhan bisnis, iklan, maupun kampanye digital. Artikel ini akan membahas mengapa layanan produksi video menjadi kebutuhan utama di era modern, dan bagaimana High Angle mampu memberikan solusi terbaik bagi perusahaan dari berbagai industri. Di dunia pemasaran saat ini, visual memegang peran dominan dalam menarik perhatian pelanggan. Menurut berbagai riset, konten video terbukti meningkatkan interaksi audiens hingga 80 persen lebih tinggi dibandingkan konten berbasis teks. Tidak heran, permintaan terhadap layanan produksi video profesional terus meningkat dari tahun ke tahun. Video dapat membantu perusahaan dalam berbagai aspek: • Brand awareness: memperkenalkan identitas dan nilai perusahaan kepada audiens yang lebih luas. • Engagement: membuat pelanggan lebih terlibat melalui storytelling yang menarik. • Trust building: menampilkan testimoni atau proses produksi yang transparan menumbuhkan kepercayaan terhadap brand. Dengan kombinasi gambar bergerak, musik, dan narasi, pesan yang kompleks bisa disampaikan dengan cara yang sederhana dan emosional. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa layanan produksi video menjadi komponen penting dalam strategi pemasaran modern. Sebagai salah satu production house di Jakarta, High Angle hadir untuk membantu perusahaan, instansi, dan individu dalam menghasilkan video berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi mereka. Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, High Angle juga menempatkan kreativitas dan strategi sebagai inti dari setiap proyek. Beberapa keunggulan yang dimiliki High Angle antara lain: • Konsep kreatif dan orisinal: setiap video dikembangkan melalui riset dan pemahaman mendalam terhadap audiens target. • Tim profesional: terdiri dari sutradara, penulis naskah, kameramen, editor, dan desainer suara berpengalaman. • Teknologi terkini: menggunakan peralatan modern untuk memastikan hasil visual yang sinematik dan profesional. • Fleksibilitas produksi: melayani berbagai jenis video mulai dari iklan komersial, video korporat, video produk, hingga konten digital pendek. Pendekatan kolaboratif antara tim produksi dan klien menjadikan setiap proyek berjalan dengan efisien, tepat waktu, dan menghasilkan output yang maksimal. Jenis-Jenis Layanan Produksi Video yang Ditawarkan High Angle memahami bahwa setiap klien memiliki kebutuhan unik. Oleh karena itu, mereka menawarkan beragam layanan produksi video yang dapat disesuaikan dengan tujuan dan anggaran perusahaan. Berikut beberapa di antaranya: 1. Iklan Komersial Dirancang untuk memperkuat citra merek sekaligus meningkatkan penjualan. Konsepnya dikembangkan dengan mengutamakan storytelling dan daya tarik visual. 2. Video Profil Perusahaan Cocok bagi bisnis yang ingin memperkenalkan identitas, visi, misi, dan keunggulan mereka kepada calon klien maupun investor. 3. Video Produk dan Layanan Fokus pada fitur dan manfaat produk dengan tampilan yang estetik, sehingga menarik perhatian konsumen potensial. 4. Video Edukasi dan Internal Digunakan untuk pelatihan karyawan, penyampaian kebijakan internal, atau edukasi pelanggan. 5. Konten Digital untuk Media Sosial Didesain untuk platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube dengan gaya visual yang lebih dinamis dan adaptif terhadap tren. Dengan beragam pilihan tersebut, High Angle menjadi solusi lengkap untuk berbagai kebutuhan komunikasi visual perusahaan. Tren Terkini Layanan Produksi Video Perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam industri video. Beberapa tren yang kini banyak diterapkan oleh production house di Jakarta termasuk: • Video vertikal dan format pendek, disesuaikan dengan perilaku pengguna media sosial. • Animasi dan motion graphic untuk memperjelas informasi kompleks. • Drone shot untuk memperkaya visual dan memberikan sudut pandang yang menarik. • Video interaktif yang memungkinkan audiens berpartisipasi dalam pengalaman menonton. High Angle terus mengikuti perkembangan ini dengan menggabungkan teknologi mutakhir dan kreativitas tinggi, memastikan setiap hasil video tetap relevan dan efektif dalam menjangkau target audiens. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, layanan produksi video menjadi investasi penting untuk membangun citra profesional dan meningkatkan kepercayaan pelanggan. Dengan dukungan tim berpengalaman dan peralatan modern, High Angle mampu menghadirkan karya video yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kuat secara pesan.

Produksi Video untuk Komunikasi Bisnis Tingkatkan Kepercayaan Tekno
Tekno
Kamis, 27 November 2025 | 11:00 WIB

Produksi Video untuk Komunikasi Bisnis Tingkatkan Kepercayaan

Jakarta, katakabar.com - Produksi video kini menjadi sarana komunikasi paling efektif bagi perusahaan untuk membangun kepercayaan dan memperluas jangkauan. High Angle membantu bisnis menghadirkan visual profesional yang mampu menyampaikan pesan dengan kuat, menarik, dan mudah dipahami audiens. Dalam era digital yang serba cepat ini, produksi video telah menjadi alat komunikasi paling efektif bagi perusahaan untuk membangun kepercayaan, meningkatkan reputasi, serta memperluas jangkauan pasar. Visual yang kuat dan pesan yang emosional terbukti mampu menarik perhatian audiens lebih dalam dibandingkan bentuk komunikasi lainnya. Perusahaan modern kini tidak hanya mengandalkan tulisan atau gambar statis, melainkan beralih pada video untuk menjelaskan visi, menampilkan produk, hingga memperkenalkan budaya kerja. Inilah mengapa High Angle, sebagai production house Indonesia yang berpengalaman, terus menghadirkan layanan kreatif dan strategis untuk berbagai kebutuhan bisnis, dari iklan komersial hingga video korporat. Peran Penting Produksi Video Meningkatkan Kepercayaan Bisnis Dalam dunia bisnis yang kompetitif, kepercayaan menjadi faktor utama untuk memenangkan hati konsumen. Melalui produksi video, perusahaan dapat menyampaikan pesan secara transparan, menarik, dan mudah dipahami. Beberapa manfaat utama dari komunikasi video profesional antara lain: 1. Meningkatkan Kredibilitas Perusahaan Video yang menampilkan kegiatan nyata di lapangan, testimoni klien, atau proses kerja internal membantu audiens melihat komitmen dan profesionalisme bisnis Anda. 2. Memperkuat Identitas Brand Setiap elemen dalam video, mulai dari tone warna, musik, hingga gaya penyampaian, merepresentasikan nilai dan karakter merek Anda. Dengan pendekatan yang tepat, video menjadi alat branding yang sangat efektif. 3. Meningkatkan Engagement di Media Digital Konten video memiliki tingkat keterlibatan lebih tinggi dibandingkan teks. Platform seperti YouTube, Instagram, dan LinkedIn kini menjadi arena utama promosi bisnis yang mengandalkan video berdurasi pendek maupun panjang. 4. Meningkatkan Konversi Penjualan Studi menunjukkan bahwa pelanggan lebih cenderung melakukan pembelian setelah menonton video produk. Produksi yang menarik dan informatif membantu mengurangi keraguan calon konsumen. Sebagai production house Indonesia yang berfokus pada kualitas dan inovasi, High Angle telah membantu banyak brand dalam menghadirkan visual storytelling yang berdampak. Dengan tim berpengalaman di bidang kreatif, sinematografi, hingga pascaproduksi, High Angle memastikan setiap proyek mencerminkan pesan merek secara kuat dan autentik. Keunggulan High Angle dalam layanan produksi video mencakup: • Konsep dan Strategi Komunikasi: Setiap video diawali dengan riset mendalam terhadap kebutuhan brand dan target audiens. • Kualitas Visual Sinematik: Menggunakan teknologi kamera dan pencahayaan profesional untuk hasil maksimal. • Kreativitas Tanpa Batas: Ide-ide baru selalu dihadirkan agar video tampil berbeda dan berkesan. • Efisiensi Produksi: Proses kerja yang efektif tanpa mengurangi kualitas, memastikan waktu produksi sesuai jadwal. High Angle juga melayani berbagai kebutuhan produksi, mulai dari iklan komersial, company profile, dokumenter, hingga video edukasi internal perusahaan. Setiap proyek disusun dengan pendekatan strategis agar hasilnya tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai komunikasi yang tinggi. Sebuah video yang baik bukan hanya sekadar menampilkan gambar bergerak, melainkan menyampaikan cerita yang relevan dan membangun koneksi emosional. Melalui layanan produksi video, High Angle membantu perusahaan menonjol di tengah kompetisi, dengan menghadirkan narasi visual yang mendorong loyalitas audiens dan memperkuat citra merek. Video yang dikerjakan dengan pendekatan profesional dapat menjadi alat pemasaran serbaguna, digunakan di situs web, media sosial, presentasi bisnis, hingga acara perusahaan. Ini menjadikannya investasi strategis bagi perusahaan yang ingin terus berkembang di era digital. Kini saatnya bisnis Anda berkomunikasi dengan cara yang lebih kuat, menarik, dan penuh makna. High Angle siap membantu Anda menciptakan karya produksi video yang tidak hanya memperlihatkan keunggulan produk atau layanan, tetapi juga membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Aspek Keberlanjutan Produksi Minyak Sawit Utama Dukung Kelestarian Lingkungan Sawit
Sawit
Sabtu, 15 November 2025 | 16:00 WIB

Aspek Keberlanjutan Produksi Minyak Sawit Utama Dukung Kelestarian Lingkungan

katakabar.com - Aspek keberlanjutan produksi dan pengelolaan minyak sawit jadi faktor utama mendukung kelestarian lingkungan. Pemanfaatan minyak sawit yang luas dalam industri pangan global dengan tingkat konsumsi yang mencakup hampir seluruh negara di dunia menjadikan masyarakat internasional semakin bergantung pada komoditas tersebut (Shigetomi et al., 2020). Itu sebabnya, aspek keberlanjutan (sustainability) dalam produksi dan pengelolaan minyak sawit jadi faktor yang sangat krusial untuk diperhatikan dalam mendukung kelestarian lingkungan. Perkembangan industri minyak sawit global yang sangat pesat sering dikaitkan dengan perubahan tata guna lahan (land use change), termasuk di dalamnya isu deforestasi (Vijay et al., 2016; European Union, 2013), serta hilangnya keanekaragaman hayati (biodiversity loss) sebagaimana dikemukakan oleh sejumlah penelitian (Koh & Wilcove, 2008; Fitzherbert et al., 2009; Foster et al., 2011; Savilaakso et al., 2014; Austin et al., 2019). Menurut PASPI Monitor (2022) lewat jurnal berjudul Ketahanan Pangan Minyak Nabati Global Berkelanjutan, permasalahan deforestasi, perubahan tata guna lahan, emisi, dan penurunan keanekaragaman hayati pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan industri minyak sawit melainkan relevan pada berbagai komoditas, sektor, dan negara, bahkan lintas peradaban. Pada konteks penyediaan minyak nabati dan lemak dunia, pertanyaan utama terkait keberlanjutan bukanlah sekadar apakah deforestasi atau emisi terjadi atau tidak, melainkan lebih pada komoditas tanaman penghasil minyak nabati mana yang paling efisien dalam penggunaan lahan, menghasilkan emisi dan polusi paling rendah, serta memiliki dampak biodiversity loss paling kecil? Berikut ini ulasan mengenai keunggulan minyak sawit dalam hal keberlanjutan apabila dibandingkan dengan berbagai minyak nabati utama lain. Ulasan mengenai aspek keberlanjutan ditinjau dari berbagai indikator yang meliputi indeks deforestasi, keanekaragaman hayati, emisi karbon, serta kebutuhan air. Indeks Deforestasi: data mengenai luas areal dan produktivitas berbagai jenis minyak nabati dunia maka dapat diidentifikasi secara implisit perbandingan intensitas deforestasi antar-komoditas minyak nabati utama dunia. Dengan asumsi bahwa semua ekspansi minyak nabati merupakan suatu deforestasi maka indeks deforestasi minyak kedelai mencapai 956 persen, minyak rapeseed 614 persen, minyak biji bunga matahari 827 persen, dan minyak sawit 150 persen. Temuan tersebut menunjukkan konteks produksi minyak nabati global maka tingkat deforestasi yang terkait dengan minyak sawit relatif paling rendah apabila dibandingkan dengan minyak nabati lain. Jadi, keberadaan minyak sawit dalam rantai pasok minyak nabati global berkontribusi terhadap penghematan lahan dan berpotensi mencegah deforestasi dalam skala yang lebih luas (PASPI Monitor, 2021e). Indeks Keanekaragaman Hayati: Studi yang dilakukan oleh Beyer et al. (2020) serta Beyer dan Rademacher (2021) membandingkan biodiversity loss secara global antar-berbagai jenis minyak nabati. Studi tersebut menilai perubahan biodiversitas berdasarkan perbandingan tutupan lahan sebelum dan sesudah dikonversi menjadi lahan perkebunan tanaman penghasil minyak nabati. Sebagai indikator, penelitian tersebut menggunakan ukuran footprint Species Richness Loss (SRL) per liter minyak yang dihasilkan untuk menggambarkan tingkat kehilangan keanekaragaman hayati. Dengan menggunakan SRL minyak sawit sebagai tolok ukur (benchmark), studi tersebut menunjukkan bahwa SRL minyak kedelai mencapai 184 persen lebih tinggi dibandingkan dengan SRL minyak sawit. Selanjutnya, SRL minyak rapeseed tercatat 179 persen lebih tinggi. Adapun, SRL minyak biji bunga matahari mencapai 144 persen lebih tinggi dibandingkan dengan minyak sawit. Hasil tersebut menunjukkan bila SRL dijadikan indikator untuk mengukur biodiversity loss maka minyak sawit merupakan jenis minyak nabati dengan tingkat kehilangan keanekaragaman hayati paling rendah (PASPI Monitor, 2021g). Sebaliknya, minyak kedelai tercatat sebagai minyak nabati dengan biodiversity loss tertinggi. Jadi, untuk setiap liter minyak yang dihasilkan maka minyak sawit memiliki dampak kehilangan keanekaragaman hayati paling kecil di dunia. Indeks Emisi Karbon: Studi yang dilakukan oleh Beyer et al. (2020) serta Beyer dan Rademacher (2021) menemukan bahwa pada tingkat ekosistem global, perkebunan kelapa sawit merupakan penghasil minyak nabati dengan tingkat emisi terendah apabila dibandingkan dengan sumber minyak nabati lain (PASPI Monitor, 2021h). Dibandingkan dengan emisi karbon yang dihasilkan perkebunan sawit untuk setiap liter minyak maka emisi minyak kedelai tercatat 425 persen lebih tinggi, emisi minyak rapeseed 242 persen lebih tinggi, dan emisi minyak biji bunga matahari 225 persen lebih tinggi. Indeks emisi berbagai jenis minyak nabati lain tercatat juga jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan minyak sawit. Indeks emisi minyak kacang tanah mencapai 424 persen, minyak kelapa 337 persen, dan minyak zaitun (olive oil) sebesar 342 persen (PASPI Monitor, 2021h). Bila diurutkan berdasarkan tingkat emisi terendah hingga tertinggi maka peringkat minyak nabati adalah sebagai berikut: (1) minyak sawit, (2) minyak biji bunga matahari, (3) minyak rapeseed, (4) minyak zaitun, (5) minyak kelapa, (6) minyak kedelai, dan (7) minyak kacang tanah. Indeks Kebutuhan Air: Gerbens-Leenes et al. (2009) serta Mekonnen & Hoekstra (2010) mengemukakan bahwa tanaman penghasil minyak nabati dengan kebutuhan air tertinggi adalah tanaman rapeseed, diikuti oleh kelapa, ubi kayu, jagung, kedelai, dan bunga matahari. Untuk menghasilkan setiap satu giga joule (GJ) bioenergi berupa minyak, tanaman rapeseed memerlukan sekitar 184 meter kubik air. Sementara, tanaman kelapa yang banyak dibudidayakan di Indonesia, Filipina, dan India memerlukan rata-rata sekitar 126 meter kubik air, sedangkan tanaman ubi kayu yang menjadi sumber etanol membutuhkan rata-rata sekitar 118 meter kubik air. Hasil penelitian tersebut menunjukkan kelapa sawit termasuk salah satu tanaman penghasil bioenergi yang paling efisien dalam penggunaan air, menempati posisi kedua setelah tebu. Tanaman kedelai membutuhkan rata-rata sekitar 100 meter kubik air untuk menghasilkan setiap satu GJ bioenergi. Sedang, kelapa sawit hanya memerlukan sekitar 75 meter kubik air untuk menghasilkan jumlah energi yang sama. Makanya, minyak sawit dapat dikategorikan sebagai minyak nabati paling efisien dalam penggunaan air (PASPI Monitor, 2021f). Dari data di atas bisa disimpulkan minyak sawit merupakan komoditas minyak nabati yang paling berkelanjutan apabila dibandingkan dengan berbagai jenis minyak nabati lain.

Di Sumsel Harga TBS Tinggi Kontras dengan Produksi Sawit Stagnan Cenderung Merosot Sawit
Sawit
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 14:00 WIB

Di Sumsel Harga TBS Tinggi Kontras dengan Produksi Sawit Stagnan Cenderung Merosot

Pelambang, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) dibeli Rp3.613, 75 per kilogram tetapi produksi kelapa sawit hingga saat ini stagnan bahkam cenderung merosot di sentra-sentra kelapa sawit di Provinsi Sumatera Selatan. Sekretaris Apkasindo Sumatera Selatan, M Yunus menceritakan, produksi rata-rata kebun kelapa sawit merosot hingga 50 persen di 'Negeri Sriwijaya' nama lain dari Sumatera Selatan, ini terjadi beberapa periode belakangan ini. "Belum ada peningkatan, rata-rata turun hingga 50 persen," kata M Yunus, dilansir dari laman EMG, Sabtu (11/10). Bisa jadi, ucap M Yunus, produksi kebun kelapa sawit mulai meningkat di pertengahan, dan akhir Oktober 2025 atau awal November mendatang. Memang, penurunan biasa terjadi terlebih di musim kemarau berkepanjangan. Tetapi, tutur M Yunus, justru harga kelapa sawit yang ditetapkan Dinas Perkebunan (Disbun) Sumatera Selatan periode ini cukup tinggi. Di mana harganya sentuh angka Rp3.613,75 per kilogram untuk umur tanam 10-20 tahun. Harga TBS kelapa sawit dibandrol khusus untuk harga kelapa sawit kebun plasma itu, cenderung lebih tinggi ketimbang harga kelapa sawit swadaya. Harga sawit swadaya atau petani mandiri saat ini dibeli sekitar Rp2.200-2.700 per kilogram oleh para tengkulak di Sumatera Selatan. Ini rincian harga TBS periode ini di Sumatera Selatan, yakni umur 3 tahun Rp3.031,15 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.126,38 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.260,33 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.293,25 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.289,44 per kilogram.

Disbun Aceh Singkil Beberkan Alasan Produksi Kelapa Sawit Petani Rendah Sawit
Sawit
Jumat, 10 Oktober 2025 | 15:00 WIB

Disbun Aceh Singkil Beberkan Alasan Produksi Kelapa Sawit Petani Rendah

Aceh Singkir, katakabar.com - Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Aceh Singkil, Junaidi menyatakan ada beberapa penyebab produksi kelapa sawit petani masih rendah. Menurut Junaidi, faktor utamanya adalah bibit yang ditanam masih sembarangan. "Ini jadi perhatian dan upaya bersama, bagaimana hasil produksi sawit petani bisa seimbang dengan perusahaan," jelasnya, dilansir dari laman serambinews.com, Jumat (10/10). Diketahui petani sering mengambil bibit kelapa sawit yang tumbuh liar dekat kebun kelapa sawit perusahaan untuk ditanam di kebunnya. Ada pula yang mencari biji kelapa sawit sendiri untuk dijadikan kecambah lalu ditanam. "Memang awalnya produksi bagus, tapi selama 25 tahun ke depan hasilnya tidak produktif," sebutnya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, ujar Junaidi, bukan pekerjaan ringan. Tetapi perlu kerja sama semua pihak. Dinas Perkebunan Aceh Singkil telah berupaya untuk menyediakan bibit kelapa sawit unggul. "Dengan membuat program pembibitan sawit. Setelah 12 bulan bibit sawit tersebut dibagikan kepada petani. Langkah lain dalam mengatasi persoalan bibit melalui program replanting," ucapnya. Program replanting, tutur Juanidi, proses penggantian tanaman yang sudah tua dan tidak produktif lagi dengan bibit tanaman baru yang lebih unggul. Sisi lain, Junaidi menyampaikan apresiasi bila di daerahnya hadir investor pabrik pupuk organik hayati. Selain masalah bibit, petani dihadapkan persoalan tanah mulai tak produktif disebabkan penggunaan pupuk kimia. "Sejauh ini pihak Dinas Perkebunan menggencarkan sosialisasi penggunaan pupuk organik. Hasilnya cukup bagus dalam memulihkan kesuburan tanah dan meningkatkan produksi sawit," terangnya. "Kalau ada investor bangun pupuk organik kami menyambut baik," imbuh Junaidi saat menghadiri sosialisasi penggunaan pupul organik oleh PT Bio Konversi Indonesia terhadap mitra PT RKMA di Gunung Lagan, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil. Sedang, pihak PT Bio Konversi Indonesia, menyatakan komitmennya membangun pabrik pupuk organik bekerja sama dengan PT RKMA. PT RKMA perusahaan pabrik kelapa sawit milik putra putri Aceh Singkil yang berlokasi di Kecamatan Simpang Kanan. Dari informasi resmi menyebutkan produksi kelapa sawit petani Aceh Singkil, masih rendah. Bahkan kalah jauh bila dibandingkan dengan produksi perusahaan perkebunan kelapa sawit di Aceh Singkil.

KS Produksi Food Tray dari Bahan Minyak Nabati Dukung Program MBG Nusantara
Nusantara
Sabtu, 27 September 2025 | 17:32 WIB

KS Produksi Food Tray dari Bahan Minyak Nabati Dukung Program MBG

Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group menegaskan komitmennya mendukung program Makan Bergizi Gratis atau MBG dengan meluncurkan produksi food tray yang memiliki bahan berkualitas. Produk hilir berbasis baja ini diharapkan menjadi solusi nasional sekaligus unggulan global dalam penyediaan peralatan makan berkualitas. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menjelaskan produksi food tray telah dimulai sejak awal Juni 2025 dengan hasil 400.000 unit. Jumlah ini meningkat menjadi 600.000 unit pada Juli 2025, dan diproyeksikan mencapai 1 juta unit per bulan mulai Oktober 2025. Peningkatan kapasitas produksi ini dilakukan melalui investasi sistem produksi robotic. “Krakatau Steel selanjutnya menugaskan PT Krakatau Baja Industri untuk untuk memasok food tray dengan skema kerja sama strategis, guna menghasilkan food tray yang lebih aman terhadap makanan. Produksi ini juga berkontribusi terhadap penyerapan baja domestik sesuai kebijakan hilirisasi industri dalam Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto,” ujar Akbar. Adapun kelebihan dari food tray produksi Krakatau Steel Group ini memiliki plat yang lebih tebal dengan menggunakan material yang aman (minyak nabati) dan kualitas bahan baku SUS 304. Selain itu, konstruksi food tray didesain sedemikian rupa sehingga memiliki kekakuan yang baik dan mampu menahan beban, dan dalam proses poduksi dari hulu ke hilir dijamin halal. Kolaborasi Industri untuk Hilirisasi Baja Produksi food tray dilakukan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Krakatau Baja Konstruksi, PT Welindo Mathotech Sukses, PT Sumber Karya Baja Utama dan PT Pakis Logam Perkasa yang bergerak di bidang manufaktur komponen logam, dies & jig fabrication, serta product engineering solution. Sementara itu, distribusi penjualan dikelola oleh PT Krakatau Niaga Indonesia.