PTPN IV Regional III

Sorotan terbaru dari Tag # PTPN IV Regional III

Holding PTPN Perkuat Tata Kelola Berbasis Data, Akurasi Produksi Sawit PTPN IV Regional III Tembus 96,77 Persen Sawit
Sawit
Minggu, 29 Maret 2026 | 16:06 WIB

Holding PTPN Perkuat Tata Kelola Berbasis Data, Akurasi Produksi Sawit PTPN IV Regional III Tembus 96,77 Persen

Pekanbaru, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara terus dorong penguatan tata kelola operasional berbasis data di seluruh entitasnya. Di antaranya Salah wujudkan melalui transformasi on-farm yang dijalankan oleh PTPN IV Regional III dengan mengedepankan implementasi trossen telling atau perhitungan bunga buah sebagai fondasi estimasi produksi. Kurun dua tahun terakhir, pendekatan tersebut menjadi instrumen utama dalam meningkatkan akurasi perencanaan dan realisasi produksi tandan buah segar (TBS). Sepanjang 2025, dari total produksi sebesar 1,6 juta ton TBS, tingkat akurasi perhitungan bunga buah tercatat mencapai 96,77 persen. Bahkan, dibandingkan dengan prognosa pada periode yang sama, realisasi produksi mencapai 100,46 persen dengan deviasi hanya 0,46 persen. Capaian ini mencerminkan selisih yang sangat tipis antara estimasi dan realisasi di lapangan, sekaligus menegaskan tingkat presisi yang tinggi dalam pengelolaan produksi. Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menegaskan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi dalam membangun budaya kerja berbasis presisi. “Di PTPN IV Regional III, kami memastikan bahwa produksi tidak berjalan berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan data yang terukur. Sepanjang 2025, akurasi trossen telling kami mencapai 96,77 persen. Bahkan realisasi terhadap prognosa menyentuh 100,46 persen dengan deviasi hanya 0,46 persen. Ini menunjukkan validitas data yang kami bangun benar-benar presisi,” katanya melalui keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Selasa (24/2) lalu. Menurut Bambang, trossen telling bukan sekadar metode penghitungan bunga buah, melainkan parameter utama dalam memproyeksikan produksi TBS selama satu tahun penuh. Data tersebut menjadi dasar penyusunan kebutuhan operasional dari hulu ke hilir, mencakup tenaga kerja, material, transportasi, hingga aspek pendukung lainnya atau labor, material, transport, and others (LMTO). “Dengan forecast yang akurat, kami dapat menghindari kehilangan momentum saat panen puncak terjadi. Tidak ada keterlambatan tenaga, tidak ada kekurangan armada, dan tidak ada keputusan yang diambil tanpa dasar,” ucapnya. Secara teknis, evaluasi akurasi dilakukan dalam dua periode, yakni Semester I dan Semester II 2025, dengan pembobotan mengacu pada kontribusi masing-masing kebun terhadap target RKAP. Tiga indikator utama menjadi dasar penghitungan, yakni jumlah tandan berbobot 80 persen, berat tandan rata-rata (BTR) sebesar 10 persen, serta volume TBS sebesar 10 persen. Data realisasi produksi diperoleh dari sistem SAP berdasarkan jumlah tandan dan volume TBS yang diterima di pabrik kelapa sawit. Pengukuran akurasi dilakukan menggunakan metode deviasi absolut antara hasil estimasi dan realisasi produksi, dengan patokan terbaik berada pada deviasi 0 persen. Sepanjang 2025, manajemen menetapkan tiga kebun dan 12 afdeling dengan tingkat akurasi terbaik. Sementara itu, unit dengan deviasi absolut di atas 10 persen menjadi perhatian khusus untuk perbaikan metode pada 2026. Menurut Bambang, capaian tersebut sejalan dengan arahan Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, yang menekankan pentingnya validitas data, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta integritas dalam setiap lini operasional. “Arahan beliau tentang validitas data, kepatuhan pada SOP, dan integritas seluruhnya tercermin dalam capaian ini. Inilah transformasi yang kami jalankan, presisi sebagai budaya kerja, data sebagai fondasi keputusan, dan produksi yang dikelola secara terukur, akuntabel, serta berkelanjutan,” jelasnya. Di tengah tantangan fluktuasi produksi dan tuntutan efisiensi, pendekatan berbasis data tersebut menjadi strategi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan potensi deviasi perencanaan. Dengan akurasi yang mendekati 97 persen dan deviasi yang nyaris nol terhadap prognosa, PTPN IV Regional III menegaskan langkah transformasi tata kelola on-farm yang semakin solid. Melalui penguatan ini, PTPN Group terus menempatkan data sebagai kompas utama dalam mengelola operasional perkebunan secara presisi, akuntabel, dan berkelanjutan di Bumi Lancang Kuning.

Holding PTPN Dorong Pendidikan dan Ekonomi Rohul Lewat Program TJSL PTPN IV Regional III Riau
Riau
Kamis, 26 Maret 2026 | 17:20 WIB

Holding PTPN Dorong Pendidikan dan Ekonomi Rohul Lewat Program TJSL PTPN IV Regional III

Rokan Hulu, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional III salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PalmCo, secara konsisten perkuat kontribusi terhadap pembangunan masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan telah menyalurkan bantuan dengan total mencapai Rp2,4 miliar. Program tersebut difokuskan pada penguatan sektor ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, serta pembangunan infrastruktur sosial di wilayah sekitar operasional perusahaan. "Program TJSL kami dirancang untuk menyentuh kebutuhan mendasar dan mendukung potensi yang ada di masyarakat Rokan Hulu, khususnya di sekitar wilayah operasional kami. Fokusnya adalah pada pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan pembangunan infrastruktur sosial," ujar Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional III, Andiansyah Hamdani dalam keterangannya, di penghujung Januari 2026 lalu. Data realisasi penyaluran dana TJSL menunjukkan, total bantuan tersebut merupakan akumulasi dari ratusan program yang dijalankan secara berkelanjutan selama satu dekade terakhir. Pada 2025 saja, tercatat 66 jenis program bantuan telah direalisasikan di berbagai kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu. Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama, di antaranya melalui pembangunan dan renovasi sekolah, pengadaan perangkat komputer yang dilengkapi akses internet gratis selama satu tahun untuk sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama, serta dukungan bagi peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. "Kami melihat pendidikan sebagai fondasi utama. Bantuan pengadaan komputer dan Mifi gratis selama setahun untuk lima sekolah, seperti SMPN 1 Kunto Darussalam dan SDN 003 Pagaran Tapah, adalah upaya kami memutus mata rantai ketertinggalan dalam mengakses teknologi digital bagi pelajar di daerah," paparnya. Selain sektor pendidikan, ulasnya, penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi pilar penting dalam program TJSL perusahaan. Berbagai program pemberdayaan dilakukan melalui bantuan budidaya ternak, bantuan usaha berupa bibit dan pakan ikan, pengadaan armada angkutan sampah untuk desa, hingga penyaluran paket sembako dalam skala besar guna mendukung ketahanan ekonomi keluarga. PTPN IV Regional III juga memberikan perhatian pada pembangunan infrastruktur sosial, antara lain melalui pembangunan dan revitalisasi fasilitas umum seperti sekolah, masjid, mushalla, ruang guru, lapangan olahraga, hingga perbaikan akses jalan. "Infrastruktur yang memadai adalah tulang punggung bagi aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Kami berupaya berkontribusi sesuai dengan kebutuhan yang diusung oleh masyarakat dan pemerintah setempat," ceritanya. Secara keseluruhan, sejak dimulai pada tahun 2015, program CSR/TJSL PTPN IV Regional III di Kabupaten Rokan Hulu telah melalui berbagai fase pengembangan. Pada tahap awal, bantuan lebih banyak difokuskan pada dukungan langsung kepada lembaga pendidikan dan keagamaan. Seiring waktu, program tersebut berkembang menjadi lebih beragam dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Data menunjukkan pada 2018 menjadi salah satu puncak penyaluran bantuan dengan total Rp255 juta untuk 24 program, yang didominasi bantuan bagi rumah ibadah, PAUD, TK, serta posyandu. Hal ini menunjukkan perhatian perusahaan terhadap pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini dan penguatan layanan kesehatan dasar. Di periode berikutnya, seperti tahun 2022 dan 2023, program bantuan semakin berkembang dengan menjangkau aspek yang lebih luas, mulai dari bantuan bagi korban bencana, dukungan usaha masyarakat, penyaluran hewan kurban dalam jumlah besar, hingga penyelenggaraan pasar murah paket sembako dalam rangka peringatan HUT BUMN. Penyaluran bantuan pada tahun 2024 dan 2025 juga semakin masif dan terstruktur dengan total nilai mencapai miliaran rupiah. Selain jumlah program yang meningkat, bantuan juga diarahkan untuk menjawab berbagai isu strategis, seperti konservasi lingkungan melalui gerakan penanaman pohon, bantuan bagi korban banjir, serta revitalisasi infrastruktur publik yang memiliki fungsi vital bagi masyarakat. Andiansyah Hamdani menjelaskan seluruh program TJSL disalurkan melalui koordinasi yang erat dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai lembaga terkait. "Kami tidak bekerja sendiri. Semua program dirumuskan bersama para pemangku kepentingan untuk memastikan tepat sasaran, tepat guna, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku," terangnya. Ia menambahkan keberlanjutan program menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan TJSL perusahaan. Program-program seperti budidaya ikan dan kambing, penanaman pohon, serta bantuan peralatan usaha diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Dengan total akumulasi dana yang disalurkan sejak 2015 hingga 2025 mencapai miliaran rupiah, PTPN IV Regional III berharap kontribusi tersebut dapat menjadi katalisator bagi kemajuan Kabupaten Rokan Hulu serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan. "Masyarakat yang sejahtera dan lingkungan yang terjaga adalah mitra terbaik bagi perusahaan kami. Investasi sosial ini adalah bentuk tanggung jawab kami dan keyakinan akan masa depan Rokan Hulu yang lebih baik," sebut Andiansyah Hamdani.

Holding PTPN Lewat PTPN IV Regional III Rayakan Hari Pahlawan Spirit Produktivitas dan Kolaborasi Nasional
Nasional
Rabu, 12 November 2025 | 11:55 WIB

Holding PTPN Lewat PTPN IV Regional III Rayakan Hari Pahlawan Spirit Produktivitas dan Kolaborasi

Pekanbaru, katakabar.com - Peringatan Hari Pahlawan 2025 jadi momentum bagi Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo teguhkan semangat perjuangan dalam dunia perkebunan. Region Head PTPN IV PalmCo Regional III, Ahmad Gusmar Harahap, mengajak seluruh insan perkebunan menjadikan nilai kepahlawanan sebagai energi dalam berkarya dan berprestasi. “Para pahlawan telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan bangsa ini. Kini tugas kita adalah melanjutkan perjuangan mereka melalui karya dan prestasi,” kata Gusmar melalui keterangannya di Pekanbaru, Senin, (10/11). Tahun ini, Hari Pahlawan mengusung tema “Pahlawanku, Teladanku: "Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”. Menurut Ahmad Gusmar, tema itu sejalan dengan semangat transformasi yang tengah dijalankan PTPN IV Regional III di bawah Sub Holding PTPN IV PalmCo, semangat untuk meneladani jiwa kepahlawanan melalui inovasi, efisiensi, dan tanggung jawab terhadap bangsa. “Di PTPN IV Regional III, perjuangan itu kita wujudkan dalam bentuk menjaga dan meningkatkan produktivitas, inovasi, dan tanggung jawab terhadap bangsa,” jelasnya. Gusmar menekankan setiap pekerja di lingkungan perusahaan adalah “pahlawan produksi”. Mulai para planters yang setiap hari turun ke lahan, teknisi pabrik yang menjaga mutu dan efisiensi, serta seluruh insan pendukung yang memastikan operasional secara berkelanjutan. "Semua berperan menjaga masa depan negeri lewat dunia perkebunan," ujarnya. Menjelang akhir tahun 2025, diakui Gusmar bahwa tantangan memang tak ringan. Tapi di tengah itu, peringatan Hari Pahlawan menjadi momen penting untuk meneguhkan komitmen bersama. “Mari kita jadikan momentum Hari Pahlawan ini untuk menyatu dalam semangat, memperkuat kolaborasi, dan menjaga komitmen terhadap target-target kinerja yang telah kita tetapkan,” ajak pria berkacamata itu. Di ruang praktis, PTPN IV Regional III terus menunjukkan beragam prestasi gemilang sepanjang 2025 ini dan turut mendukung capaian kinerja positif PalmCo yang berhasil mencatat kinerja keuangan solid hingga kuartal III-2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp3,48 triliun. Selain itu, entitas terus fokus dalam penguatan dan pemberdayaan petani mitra melalui program-program bertujuan meningkatkan manfaat sosial ekonomi. Mulai dari peningkatan pendapatan petani mitra, penguatan kelembagaan koperasi, dan aliran investasi ke ekonomi lokal di Riau.

Dukung Penguatan Pangan dan Energi Nasional PTPN IV Regional III Replanting Sawit Tua Seluas 949,6 Ha Sawit
Sawit
Minggu, 19 Oktober 2025 | 18:00 WIB

Dukung Penguatan Pangan dan Energi Nasional PTPN IV Regional III Replanting Sawit Tua Seluas 949,6 Ha

Kampar, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara IV Regional III replanting perkebunan sawit inti memasuki usia tidak produktif atau tus seluas mencapai 949,6 hektare. Replanting sejalan dengan komitmen entitas di bawah Sub Holding PalmCo ini untuk menjaga keberlanjutan bisnis, dan produktivitas industri sawit nasional berlangsung di Kebun Terantam dan Berlian, Kabupaten Kampar, Riau. Region Head PTPN IV Regional III Ahmad Gusmar Harahap melalu keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Ahad (19/10), menyatakan program peremajaan sawit ini bukan sekadar mengganti tanaman tua dengan yang baru, melainkan langkah strategis untuk memastikan kesinambungan upaya PTPN IV Regional III guna memperkuat ketahanan pangan dan energi usaha sesuai asta cita serta daya saing PTPN IV di masa mendatang. “Permejaan ini bentuk komitmen perusahaan menjaga produktivitas dan efisiensi pengelolaan kebun. Dengen begitu, langkah ini selaras dengan Asta Cita untuk mendukung program penguatan pangan dan energi nasional dari sektor perkebunan sawit yang lestari," ujarnya, dilansir dari laman cakaplah.com, Minggu sore. Dari total lahan yang diremajakan, seluas 649,6 hektare berada di Kebun Terantam dan 300 hektare di Kebun Berlian. Kedua areal tersebut bagian dari core estate Regional III yang menjadi penopang utama produksi Crude Palm Oil (CPO) PTPN IV di wilayah Riau bagian barat. Di Terantam, program peremajaan berlangsung di Afdeling 7 dengan luas 187 hektare, Afdeling 8 dengan luas 138,5 hektare, dan Afdeling 9 dengan luas 324,1 hektare. Sedang, di Berlian, program peremajaan berlangsung di Afdeling 1 dengan total luas mencapai 300 hektare. Dijelaskan Gusmar, program peremajaan ini sebagai bentuk PTPN IV Regional III yang menargetkan peningkatan produktivitas sawit mencapai 7 ton CPO per hektare per tahun. "Target itu sekaligus menjadi pilot project bagi Regional III untuk menunjukkan perbaikan signifikan di tingkat teknis dan manajerial," imbuhnya. Menurutnya, peningkatan produktivitas bisa dicapai melalui pengelolaan agronomi presisi yang didukung dengan teknis budidaya yang baik serta inisiatif digitalisasi. "Fokus kami bukan hanya pada kuantitas, tetapi kualitas. Setiap hektare yang diremajakan harus dikelola dengan disiplin tinggi agar menghasilkan rendemen dan produktivitas maksimal,” terangnya. Langkah replanting ini, sambungnya, menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap Sustainable Palm Oil Management, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance dan sertifikasi RSPO/ISPO yang terus diperkuat PTPN Group. “Menanam kembali artinya kita menanam harapan baru. Bukan hanya untuk produktivitas, tapi juga untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar kebun,” tutur Gusmar. Pada 2025 ini, PTPN IV Regional III menargetkan untuk dapat melakukan peremajaan sawit renta dan konversi dengan total luas mencapai 2.396,45 hektare. Program peremajaan ini berlangsung di Kebun Lubuk Dalam dengan total luas mencapai 503,85 hektare, Terantam 649 hektare, dan Sei Berlian seluas 300 hektare. Selanjutnya, entitas juga ditarget melakukan konversi seluas 943 hektare di Kebun Air Molek I. “Program peremajaan ini harus menjadi momentum bagi kita semua untuk juga meremajakan semangat kita. Memperbarui cara kerja kita, pola kita, sebagai bagian dari semangat perbaikan yang kita usung tiga tahun terakhir ini,” harap Gusmar. Diketahui, PTPN IV Regional III saat ini menjadi pilot project mencapai produktivitas crude palm oil (CPO) sebesar 7 ton per hektare. Produktivitas CPO indikator untuk mengukur kemampuan produksi setiap hektare perkebunan sawit dalam menghasilkan minyak sawit dalam kurun waktu satu tahun.

Dukung Pembangunan Berkelanjutan di Inhu, PTPN IV Regional III Salurkan Rp3 Miliar Program CSR Sawit
Sawit
Selasa, 14 Oktober 2025 | 15:30 WIB

Dukung Pembangunan Berkelanjutan di Inhu, PTPN IV Regional III Salurkan Rp3 Miliar Program CSR

Pekanbaru, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara IV Regional III salurkan lebih dari Rp3 miliar program tanggung jawab sosial lingkungan atau corporate social responsibilty (CSR) dukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Insiatif berlangsung secara berkelanjutan sebagai bentuk penegasan komitmen entitas di bawah PalmCo untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Corporate Secretary dan Legal PTPN IV Regional III, Andiansyah Hamdani di Pekanbaru, mentatakan program TJSL yang dilaksanakan di Indragiri Hulu ini sentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi dan sosial. Ia menjelaskan kehadiran PTPN IV Regional III bukan hanya dalam bentuk aktivitas bisnis, tetapi kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. "PTPN IV Regional III tidak dapat tumbuh tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus hadir, mendengar, dan memberikan manfaat nyata melalui berbagai program sosial yang berkelanjutan,” ujarnya. Kata Andiansyah, program TJSL yang diusung PTPN IV Regional III diimplementasikan ke dalam ratusan program yang berlangsung selama beberapa waktu terakhir. Alokasi terbesar pada bidang pendidikan, keagamaan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bahkan, selama lima tahun terkahir, total bantuan TJSL kian diperkuat hingga mencapai Rp2,45 miliar untuk memperluas dampak program. Di sektor pendidikan, PTPN IV membantu pengadaan komputer dan jaringan internet bagi sekolah dasar hingga menengah, renovasi ruang belajar PAUD dan pesantren, serta pemberian bantuan operasional lembaga pendidikan. Program kesehatan dan sosial difokuskan pada peningkatan kualitas layanan masyarakat melalui pengadaan mobil ambulans, paket sembako untuk ribuan keluarga, bantuan korban banjir, serta dukungan pencegahan stunting melalui pemberian multivitamin dan edukasi gizi. Bahkan, saat ini PTPN IV Regional III menjadi bapak asuh anak stunting di wilayah tersebut. Sementara bidang kerohanian, bantuan disalurkan untuk pembangunan dan renovasi rumah ibadah lintas agama, termasuk masjid, mushalla, dan gereja, lengkap dengan penyediaan peralatan ibadah. Sedang, untuk pemberdayaan ekonomi, PTPN IV Regional III menyalurkan modal usaha bagi kelompok tani dan peternak, seperti pengembangan ayam petelur, kolam ikan, dan usaha berbasis komunitas lainnya. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Ditegaskan Andiansyah, program TJSL perusahaan kini diarahkan untuk lebih berdampak jangka panjang. Pendekatan yang dilakukan bukan lagi sekadar charity, tetapi berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dengan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG). “Kami ingin setiap program memiliki nilai tambah yang berkesinambungan. Karena itu, TJSL kami fokuskan pada upaya membangun kemandirian masyarakat, memperkuat kapasitas ekonomi lokal, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan,” tuturnya, dilansir dari laman EMG, Selasa (14/10). Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PalmCo), PTPN IV Regional III terapkan strategi sinergi antara kegiatan operasional dan pembangunan sosial di sekitar wilayah kerja. Langkah ini sejalan dengan arah transformasi BUMN yang menempatkan keberlanjutan (sustainability) sebagai fondasi bisnis modern. Kemitraan Bersama Pemda Keberadaan PTPN IV Regional III di Indragiri Hulu turut berkontribusi terhadap pencapaian target pembangunan daerah, terutama dalam memperkuat infrastruktur sosial dan ekonomi pedesaan. Sinergi dengan pemerintah daerah diwujudkan melalui kolaborasi berbagai program sosial yang mendorong ketahanan ekonomi masyarakat. “Kami ingin keberadaan perusahaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. PTPN IV hadir sebagai mitra yang mendorong kemajuan daerah, bukan hanya sebagai pelaku usaha,” ulas Andiansyah. Dari desa ke desa, program TJSL PTPN IV telah menghadirkan banyak perubahan nyata, sekolah-sekolah menjadi lebih layak, akses kesehatan meningkat, rumah ibadah kembali hidup, dan kelompok tani mulai tumbuh mandiri. Upaya ini menjadi cerminan semangat perusahaan untuk bertransformasi menjadi entitas yang inklusif dan berdaya saing global, tetapi tetap berakar kuat di tengah masyarakat. Komitmen ini sekaligus menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya diukur dari hasil produksi kebun, tetapi juga dari seberapa besar manfaat perusahaan dalam membangun masa depan bersama masyarakat dan lingkungan. “Kami percaya, perusahaan yang kuat adalah perusahaan yang tumbuh bersama masyarakatnya,” terang Andiansyah.

Terpesona Insiatif Energi Terbarukan Limbah Sawit PTPN IV Regional III, Ini Kata Mahasiswa Unilak Sawit
Sawit
Sabtu, 13 September 2025 | 14:45 WIB

Terpesona Insiatif Energi Terbarukan Limbah Sawit PTPN IV Regional III, Ini Kata Mahasiswa Unilak

berlanjut,” jelas Vonny. Mahasiswa pun menilai, inisiatif PTPN IV Regional III menunjukkan industri kelapa sawit tidak hanya berfokus pada keuntungan bisnis, melainkan juga pada keberlanjutan lingkungan. Hal ini sekaligus menepis anggapan miring tentang sawit yang kerap dikaitkan dengan isu lingkungan. Manajer Kebun Lubuk Dalam PTPN IV Regional III, Iskandar menuturkan, kunjungan mahasiswa ini sejalan dengan komitmen perusahaan membangun pemahaman generasi muda mengenai industri sawit berkelanjutan.