Re-Earth

Sorotan terbaru dari Tag # Re-Earth

Re-Earth Generation dan Unjuk Aksi Artistik Komunitas Sambal Nusantara
Nusantara
Selasa, 17 Juni 2025 | 15:00 WIB

Re-Earth Generation dan Unjuk Aksi Artistik Komunitas Sambal

Oleh: Agung Marsudi katakabar.com - Lima gadis penari terlihat gemulai dan enerjik, gerakannya memancing para fotografer mengabadikan momen estetik itu dengan puluhan klik melalui lensa. Lalu seorang anak kecil dengan lincah melakukan atraksi silat, gerakannya seperti meditatik memukau para tamu dan pengunjung pada senarai pembukaan pameran seni "Re-Earth Generation" di 75 Gallery Jakarta, Minggu (15/6). Agenda seni bertajuk "Re-Earth Generation" tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Sambal, yang dipimpin oleh Rr Kori Soenarko, seorang social entrepreneur Jakarta. Beragam karya seni yang dipamerkan merupakan hasil karya dari beberapa seniman senior dan muda anggota Komunitas Sambal, dari Jakarta dan Bali seperti Mas Seno, Yasmin, Neisya, Dave, Oie, mbak Yuri, Eka, Neea, Michelle, Dedek Timot, Winda, dan dua fotografer asli Ngawi, yaitu Rivai Nugraha Saputra dan Malika Dwi Ana. Acara pembukaan pameran, berjalan lancar, dimulai jam 15.00 WIB, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ketua Penyelenggara sekaligus Founder Komunitas Sambal, Jakarta, Rr. Kori Soenarko, dalam sambutan singkatnya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga pameran bertajuk “Re-Earth Generation” dapat terselenggara dengan baik. Gayung bersambut, mewakili seniman Komunitas Sambal, ada Ambar Triadi, Ibu Dwi dari 75 Gallery, dan sambutan Komjen Pol. Chryshnanda Dwilaksana, melalui video. Terakhir sambutan dari Bapak Rusmantoro, mewakili Plt Kepala Dinas Kebudayaan DKI, Mochamad Miftahulloh Tamary, yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, dan tur melihat karya-karya seni yang dipamerkan. Kepada wartawan, Mas Seno 60 tahun, seniman yang juga pengusaha ini memasang 9 karya lukisan ikan koi-nya yang khas. Tiga buah lukisan Koi kecil tiga, serta 6 lukisan abstrak berukuran besar. "Filosofinya sederhana, kenapa saya mencintai koi, karena setiap lukisan koi, mengajarkan saya untuk selalu menjaga dan merawat kebersihan lingkungan, air, sungai, dan laut," ujar pemilik nama lengkap Yuwono Hadi Suseno. Sedang 6 lukisan abstraknya, justru bertema kontra harmoni. "Ini untuk mengingatkan kita betapa hidup kita tak bisa dipisahkan dengan bumi," imbuh pelukis ganteng ini. Sementara Ambar 29 tahun tampil dengan 15 karya, semuanya lukisan, temanya beragam dari lanskap, hingga nature. Menurut putri fotografer terkenal Darwis Triadi ini ia menyukai karyanya berjudul "blooming but feeling". "Pameran ini mengingatkan kita pada bumi, terkait bumi, memberikan rasa peduli pada bumi, memberi cinta pada bumi, bentuk representasinya adalah tampilnya genre berbeda tapi menyatu, membangun harmoni dan itu memberi semangat para seniman, untuk tetap berkarya, sebab sejatinya pameran bisa memberi berkah," ucap lulusan Tomato Art School, Jakarta ini. Lalu Kori akrab dipanggil Oie, menampilkan 20 karya terbaiknya, 8 lukisan, 8 foto dan 4 kriya. Dave 35 tahun dari Bali, menampilkan 6 karya fotografi tema harmoni alam. Dave adalah seniman muda berbakat lulusan dari ISI Denpasar, 2019. Dan beberapa tema karya perupa yang lain. Termasuk dua fotografer asal Ngawi, Rivai dan Ana yang menampilkan 10 fotografi makro yang eksotik.