Sabun

Sorotan terbaru dari Tag # Sabun

Perjalanan Inspiratif Bijak Riyandi Ubah Limbah Minyak Jadi Sabun Ramah Lingkungan Sawit
Sawit
Senin, 08 September 2025 | 17:15 WIB

Perjalanan Inspiratif Bijak Riyandi Ubah Limbah Minyak Jadi Sabun Ramah Lingkungan

Jakarta, katakabar.com - Kala ilmu pengetahuan berjumpa kepedulian terhadap lingkungan, lahirlah inovasi sederhana tapi berdampak besar. Inilah kisah Bijak Riyandi Ahadito, akademisi lulusan program doktoral Jurusan Kimia, Osaka University, Jepang, yang berhasil ubah limbah minyak goreng bekas menjadi sabun ramah lingkungan. Selepas rampungkan studi S3 di Negeri Sakura, Bijak memilih kembali ke Indonesia untuk mengabdi sebagai dosen di Universitas Sriwijaya. Tapi, bagi Bijak, menjadi akademisi bukan hanya soal mengajar dan meneliti. Ia mulai memikirkan bagaimana ilmu yang diperolehnya bisa diterapkan untuk kebaikan masyarakat. “Ilmu yang saya dapatkan bisa diaplikasikan untuk apa?” pertanyaan sederhana ini menjadi awal perjalanan inovasi Bijak. Inspirasi muncul dari kebiasaan masyarakat yang gemar mengonsumsi gorengan. Minyak goreng bekas, atau dikenal sebagai minyak jelantah, sering dipakai berulang kali hingga berisiko membahayakan kesehatan. Selain itu, pembuangan minyak sembarangan merusak lingkungan. Dari keresahan itu, ide memanfaatkan limbah minyak goreng menjadi produk bermanfaat lahir. Pada 2020 lalu, saat masih di Jepang, sang istri mendirikan komunitas Zero Waste Palembang, sebuah gerakan edukasi online untuk warga Sumatera Selatan, khususnya kota Palembang. Komunitas ini mengajarkan masyarakat pentingnya menjaga lingkungan dengan mengurangi produksi sampah dari individu. Setelah kembali ke Indonesia, Bijak bersama istrinya memperluas kegiatan komunitas melalui workshop pembuatan sabun dari minyak jelantah. Program ini sering diundang dalam kegiatan pengabdian masyarakat, termasuk dari Universitas Sriwijaya dan Politeknik Negeri Sriwijaya. Lalu dua tahun kemudian, pada 2022, Zero Waste Palembang melakukan rebranding menjadi Nirsampah. Salah satu program unggulannya adalah produksi Samantha, akronim dari sabun minyak jelantah. Meski terdengar tidak biasa, secara kimia sabun dan minyak memang saling berkaitan. Proses pembuatan Samantha cukup sederhana: minyak jelantah dicampur dengan kalium hidroksida (KOH), aquades, dan air rebusan serai. Hasilnya, limbah minyak berubah menjadi sabun serbaguna yang bisa dipakai mencuci piring, mencuci tangan, hingga mandi. Sejauh ini, inovasi Bijak membawa perubahan nyata meski masih dalam lingkup lokal. Warga Palembang kini memiliki alternatif pengelolaan limbah: mereka bisa mengirimkan minyak jelantah ke komunitas Nirsampah untuk diolah kembali menjadi sabun. Langkah ini membantu mengurangi pencemaran lingkungan yang sering ditimbulkan minyak bekas.

Ciri-ciri Sabun Mandi Cocok untuk Kulit Gatal Kesehatan
Kesehatan
Sabtu, 21 Juni 2025 | 11:00 WIB

Ciri-ciri Sabun Mandi Cocok untuk Kulit Gatal

Jakarta, katakabar.com - Atasi kulit gatal dengan sabun alami bebas SLS. Pilih sabun mandi dari Flos Aurum untuk perlindungan lembut dan efektif setiap hari. Kulit gatal bukan sekadar masalah ringan. Sensasi tak nyaman ini bisa mengganggu aktivitas, mengganggu tidur, dan bahkan menyebabkan infeksi bila digaruk terus-menerus. Salah satu cara paling mudah dan efektif untuk mengatasinya adalah memilih sabun mandi untuk kulit gatal yang tepat. Tapi, apakah semua sabun benar-benar aman? Apa kandungan yang harus dihindari dan apa yang justru bisa membantu? Setiap harinya, kulit kita terpapar berbagai zat, baik dari lingkungan maupun produk perawatan. Jika sabun yang digunakan justru memperparah kondisi kulit, bukan merawat, maka saatnya beralih. Kulit gatal memerlukan perhatian ekstra, dan sabun mandi bukan hanya soal kebersihan, tapi soal kesehatan kulit secara menyeluruh. Artikel ini membahas rekomendasi sabun yang aman untuk kulit sensitif dan gatal berdasarkan riset dermatologis, serta mengenalkan pilihan sabun alami yang ramah lingkungan dan bebas bahan kimia keras. Menurut data dari American Academy of Dermatology (AAD), gatal-gatal pada kulit (pruritus) bisa disebabkan oleh banyak faktor. Beberapa yang paling umum meliputi: 1. Kulit kering (xerosis) akibat udara dingin atau sabun yang terlalu keras. 2. Eksim (dermatitis atopik) yang dipicu alergi atau faktor genetik. 3. Iritasi karena bahan kimia, seperti sulfat, paraben, dan pewangi sintetis dalam sabun atau produk mandi lainnya. 4. Infeksi jamur atau bakteri, yang sering muncul di area lembap. 5. Reaksi alergi terhadap detergen atau pakaian. Sayangnya, banyak sabun di pasaran justru memperparah kondisi ini karena mengandung Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang keras di kulit. Penelitian dari International Journal of Cosmetic Science (2020) mencatat bahwa SLS yang sering ditemukan dalam sabun komersial bisa merusak lapisan lipid alami kulit. Akibatnya, kelembapan kulit berkurang, dan potensi iritasi serta gatal meningkat. Begitu pula dengan sabun yang mengandung alkohol, pewangi buatan, dan zat pengawet tertentu.

Kelembaban dari Alam, Sabun Mandi Alami Buat Kulit Kering Kesehatan
Kesehatan
Minggu, 15 Juni 2025 | 22:00 WIB

Kelembaban dari Alam, Sabun Mandi Alami Buat Kulit Kering

katakabar.com - Sabun alami Flos Aurum bantu atasi kulit kering dengan 70 persen olive oil, bebas SLS dan paraben, vegan, ramah lingkungan, melembapkan, dan menenangkan kulit. Tahukah kamu lebih dari 35 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kulit kering, terutama yang tinggal di perkotaan dengan tingkat polusi tinggi dan rutinitas padat? Data ini menunjukkan perawatan kulit tidak bisa diabaikan, termasuk dalam hal yang sering dianggap sepele: memilih sabun mandi. Kulit kering tidak hanya terasa tidak nyaman, tapi lebih rentan terhadap iritasi, pecah-pecah, bahkan penuaan dini. Di sinilah pentingnya sabun mandi alami untuk kulit kering, solusi sederhana tapi berdampak besar bagi kesehatan kulit dan kualitas hidup. Kulit adalah organ terbesar tubuh, dan apapun yang kita aplikasikan di atasnya bisa terserap ke dalam sistem tubuh. Sabun mandi konvensional mungkin memang membuat kulit terasa bersih, tetapi sering kali menggunakan bahan kimia keras seperti SLS atau Sodium Lauryl Sulfate, paraben, pewarna buatan, dan pewangi sintetis. Bahan-bahan ini dapat mengikis kelembapan alami kulit, bahkan menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada kulit sensitif. Sebaliknya, sabun mandi alami dirancang dengan pendekatan yang jauh lebih lembut. Bahan utamanya berasal dari alam seperti minyak zaitun, minyak kelapa, castor oil, dan minyak esensial. Sabun ini tidak hanya membersihkan, tapi memberikan nutrisi tambahan yang dibutuhkan kulit agar tetap sehat dan lembap. Inilah yang menjadikannya sangat cocok untuk kulit kering dan sensitif. Sabun mandi alami menjadi pilihan terbaik karena memberikan manfaat yang lebih dari sekadar membersihkan tubuh. Bahan-bahan alami seperti minyak zaitun, kelapa, dan castor oil memiliki kemampuan untuk menutrisi dan menjaga kelembapan kulit secara alami. Selain itu, sabun alami tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti SLS atau paraben yang dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi. Dengan menggunakan sabun mandi alami, kulit tetap sehat, lembap, dan terlindungi tanpa kehilangan kelembapan alami yang sangat dibutuhkan, menjadikannya solusi ideal untuk kulit kering dan sensitif. Kulit kering membutuhkan perawatan khusus yang tidak hanya membersihkan, tetapi juga menjaga kelembapan alaminya. Sabun mandi alami menjadi solusi ideal karena diformulasikan dari bahan-bahan organik yang kaya nutrisi, bebas dari bahan kimia keras, dan ramah lingkungan. Dengan kandungan alaminya, sabun ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kulit, tapi bagi lingkungan. Berikut beberapa keunggulan sabun mandi alami untuk kulit kering: 1. Menjaga Kelembapan Kulit Sabun alami mempertahankan gliserin alami hasil proses saponifikasi, yang berperan sebagai humektan—menarik dan mengunci kelembapan di dalam kulit. Hal ini membantu mencegah kulit kering dan pecah-pecah, sehingga kulit tetap lembut dan terhidrasi sepanjang hari. 2. Menenangkan dan Meredakan Iritasi Diperkaya dengan bahan alami seperti chamomile, calendula, dan minyak esensial lavender, sabun alami memiliki sifat anti-inflamasi yang efektif meredakan iritasi dan kemerahan. Cocok untuk kulit sensitif yang mudah bereaksi terhadap produk berbahan kimia. 3. Mendukung Regenerasi Kulit Kandungan minyak zaitun dan castor oil dalam sabun alami kaya akan vitamin E dan antioksidan, yang membantu memperbaiki sel-sel kulit rusak akibat kekeringan. Dengan pemakaian rutin, kulit akan terlihat lebih sehat, cerah, dan kenyal. 4. Ramah Lingkungan Sabun alami dibuat dari bahan biodegradable yang mudah terurai, sehingga tidak mencemari air atau merusak ekosistem. Kemasannya juga sering didesain ramah lingkungan, mengurangi jejak plastik. 5. Aman untuk Semua Jenis Kulit Tanpa kandungan sulfat, paraben, atau pewangi sintetis, sabun alami sangat aman digunakan oleh semua kalangan—mulai dari kulit sensitif hingga kulit anak-anak. Teksturnya yang lembut tetap efektif membersihkan tanpa menyebabkan iritasi. Solusi Alami untuk Kulit Kering Flos Aurum hadir sebagai solusi nyata bagi kamu yang mencari sabun mandi alami untuk kulit kering. Dengan kandungan utama 70% olive oil, sabun cair Flos Aurum melembapkan secara alami, menjaga skin barrier, dan tetap ringan di kulit. Produk ini juga telah bersertifikat vegan dari UK, serta bebas dari SLS, paraben, dan detergen sintetis. Flos Aurum memahami bahwa kulit kering bukan hanya masalah permukaan, tetapi bisa berdampak pada kepercayaan diri dan kenyamanan harian. Karena itulah setiap botol sabun dibuat dengan proses yang hati-hati, memastikan manfaat optimal tanpa mengorbankan kenyamanan.

Jenis Surfaktan pada Sabun dan Perannya dalam Formula Pembersih Kesehatan
Kesehatan
Selasa, 01 April 2025 | 13:42 WIB

Jenis Surfaktan pada Sabun dan Perannya dalam Formula Pembersih

Jakarta, katakabar.com - Surfaktan adalah komponen kunci formulasi sabun yang menentukan efektivitas pembersihan, kelembutan, dan kestabilan busa. Berdasarkan sifat kimianya, surfaktan terbagi menjadi anionik, kationik, nonionik, dan amfoteri, di mana masing-masing dengan karakteristik dan aplikasi khusus. Pemilihan kombinasi surfaktan yang tepat menjadi faktor penting dalam menghasilkan produk sabun yang optimal. Di industri pembersih, surfaktan komponen utama yang menentukan efektivitas produk sabun. Surfaktan bertanggung jawab dalam menurunkan tegangan permukaan air, memungkinkan minyak dan kotoran terangkat serta terdispersi dalam air. Pemilihan jenis surfaktan yang tepat sangat penting untuk menciptakan sabun dengan performa optimal, baik dari segi daya pembersih, kelembutan, maupun stabilitas busa.

Alternatif Surfaktan Lebih Ramah Lingkungan Untuk Sabun Kesehatan
Kesehatan
Selasa, 01 April 2025 | 06:41 WIB

Alternatif Surfaktan Lebih Ramah Lingkungan Untuk Sabun

Jakarta, katakabar.com - Surfaktan ramah lingkungan menjadi pilihan utama formulasi sabun modern, lantaran menawarkan manfaat ganda yakni, efektif membersihkan sekaligus aman bagi kulit dan lingkungan. Komponen alternatif berbasis nabati seperti Lauryl Glucoside, Decyl Glucoside, dan Disodium Cocoyl Glutamate terbukti biodegradable, lembut di kulit, dan berasal dari sumber alami. Surfaktan komponen utama dalam sabun yang berfungsi untuk mengangkat kotoran dan minyak. Namun, beberapa jenis surfaktan konvensional, seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS), dapat menimbulkan dampak lingkungan dan berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit sensitif. Untuk itu, banyak produsen kini beralih ke surfaktan berbasis nabati yang lebih aman dan biodegradable. Kriteria Surfaktan Ramah Lingkungan Surfaktan yang lebih ramah lingkungan umumnya memiliki karakteristik berikut: · Biodegradable–Mudah terurai di lingkungan tanpa mencemari air dan tanah. · Berasal dari sumber alami-Menggunakan bahan baku seperti minyak kelapa, jagung, atau gula. · Lembut di kulit–Mengurangi risiko iritasi, cocok untuk kulit sensitif. · Efektif dalam pembersihan–Tetap memiliki daya pembersih yang baik tanpa bahan keras. Pilihan Surfaktan Ramah Lingkungan Berikut beberapa surfaktan berbasis nabati yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam formulasi sabun: 1. Lauryl Glucoside · Jenis: Nonionik · Sumber: Glukosa dari jagung dan minyak kelapa · Keunggulan: Lembut di kulit, biodegradable, dan aman untuk kulit sensitif · Aplikasi: Sabun mandi, pembersih wajah, sampo organik 2. Decyl Glucoside · Jenis: Nonionik · Sumber: Gula alami dan minyak kelapa · Keunggulan: Tidak menyebabkan iritasi dan cocok untuk kulit sensitif