Silver

Sorotan terbaru dari Tag # Silver

Investasi Emas Digital $XAUT dan Silver $SLVON Diberi Kemudahan, Bittime: Imbal Hasil Hingga 10 persen APY Internasional
Internasional
Jumat, 03 April 2026 | 20:06 WIB

Investasi Emas Digital $XAUT dan Silver $SLVON Diberi Kemudahan, Bittime: Imbal Hasil Hingga 10 persen APY

Jakarta, katakabar.com - Kondisi pasar logam mulia saat ini tengah berada dalam fase yang sangat dinamis, di mana harga emas dan perak menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam. Di saat bersamaan investasi aset kripto berbasis aset tradisional (TradFi) seperti Tether Gold ($XAUT) dan iShares Silver Trust Tokenized ETF (Ondo) ($SLVON) menjadi pilihan yang diminati saat ini. Menurut laporan dari Investor.id tren pergerakan harga emas justru menunjukkan lonjakan yang signifikan pada awal kuartal kedua tahun ini, diketahui harga emas Antam terpantau melejit sebesar Rp75.000 hingga mencapai level Rp2.902.000 per gram pada Rabu, 1 April 2026. Kenaikan ini sangat kontras jika dibandingkan dengan pergerakan hari-hari sebelumnya yang sempat mengalami pelemahan tipis. Secara akumulatif, emas Antam telah mencatatkan pertumbuhan sekitar 13% sejak awal Januari 2026, yang mempertegas bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap instrumen berbasis emas tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga di pasar internasional. Di saat bersamaan investasi aset kripto berbasis aset tradisional (TradFi) seperti Tether Gold ($XAUT) dan iShares Silver Trust Tokenized ETF (Ondo) ($SLVON) menjadi pilihan yang diminati saat ini. Di mana, $XAUT menggabungkan antara nilai aset fisik yang setara 1:1 dengan satu troy ounce emas murni yang disimpan di brankas Swiss, dan efisien melalui teknologi blockchain. Apalagi, aset-aset tersebut dapat secara langsung diperdagangkan dengan menggunakan mata uang Rupiah (IDR) pada platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia, seperti Bittime. Melalui kepemilikan aset digital ini, investor dapat dengan mudah melakukan transaksi jual-beli kapan saja dengan likuiditas yang tinggi, sekaligus melindungi nilai kekayaan mereka dari inflasi dengan cara yang jauh lebih praktis dan efisien melalui ekosistem blockchain. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi masyarakat yang ingin memulai diversifikasi aset digital, Bittime turut menghadirkan program promosi eksklusif yang menarik. Pelanggan cukup melakukan deposit Rupiah (IDR) dan melanjutkan pembelian aset kripto apa pun pada pasangan dagang (pairing) IDR, selain USDT/IDR, dengan nilai minimal Rp1.000.000 untuk berkesempatan mendapatkan cashback dalam bentuk aset emas digital Tether Gold ($XAUT) hingga senilai Rp1.000.000. Selain kemudahan akses $XAUT dan $SLVON Bittime juga menghadirkan fitur flexible staking dengan Annual Percentage Yield (APY) hingga 10% bagi pengguna baru. Fitur ini memungkinkan para investor untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset kripto yang mereka miliki tanpa harus mengunci dana dalam jangka waktu tertentu. Tetapj, perlu dipahami aset kripto mengandung risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga dan risiko likuiditas yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Untuk itu, sangat penting bagi setiap investor untuk terus melakukan riset mandiri dan berdiskusi dengan komunitas terpercaya sebelum mengambil keputusan investasi.

Emas dan Silver Dipandang Safe Haven di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Ini Tanggapan Investor Bititme Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 27 Maret 2026 | 20:38 WIB

Emas dan Silver Dipandang Safe Haven di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Ini Tanggapan Investor Bititme

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas di pasar domestik terus menjadi perhatian masyarakat Indonesia sebagai salah satu instrumen “safe haven” dalam menjaga nilai kekayaan. Berdasarkan data platform Bittime, tren ini turut berdampak pada aset kripto berbasis emas, yakni Tether Gold ($XAUT), yang mencatatkan kenaikan harga sebesar 4,23% pada 25 Maret 2026 lalu. Aset emas saat ini dipandang sebagai jangkar stabilitas di tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, serta dinamika geopolitik global yang tidak menentu. Kondisi ini menjadikan real world assets (RWA) sebagai opsi bagi investor ritel maupun institusi yang ingin memitigasi risiko penurunan daya beli akibat inflasi. Seiring dengan perkembangan teknologi finansial, minat terhadap komoditas fisik turut merambah ke sektor RWA dalam bentuk aset digital. Sejalan dengan ini, Bittime, platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada volume perdagangan harian di platformnya. Di mana, nilai volume perdagangan $XAUT dan $SLVON tercatat meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat dalam beberapa hari terakhir. Hal ini mengindikasikan sebagian investor kini memanfaatkan efisiensi aset digital untuk mendapatkan kemudahan, dan nilai nilai intrinsik aset itu sendiri. Fenomena ini juga mendapat perhatian di platform media sosial X (Twitter) milik Bittime. Para investor turut membagikan pendapat mereka mengenai stabilitas harga emas merespons keadaan geopolitik di Timur Tengah yang saat ini sedang memanas, pada salah satu unggahan mereka. Para investor memandang aset digital berbasis emas seperti $XAUT ini sebagai instrumen lindung nilai (hedging) yang populer karena menawarkan stabilitas fisik dengan fleksibilitas perdagangan aset kripto. Salah satu investor, EshanNFts, memberikan perspektifnya mengenai popularitas perdagangan $XAUT dan $SLVON saat ini. Ia menilai bahwa, aset digital seperti emas dan silver cenderung dipandang sebagai aset stabil di tengah gejolak geopolitik saat ini. Apalagi, aset-aset berbasis RWA tersebut dapat dengan mudah diakses dalam bentuk aset kripto yang fleksibel, dan dimanfaatkan para trader untuk mendapatkan profit cepat. Tetapi, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga dan risiko likuiditas yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap investor untuk terus melakukan riset mandiri dan berdiskusi dengan komunitas terpercaya sebelum mengambil keputusan investasi.