Summit 2026

Sorotan terbaru dari Tag # Summit 2026

Di Asian Telecom Summit 2026, MyRepublic Air Jadi Benchmark Asteng Implementasi FWA Internasional
Internasional
Minggu, 01 Maret 2026 | 13:20 WIB

Di Asian Telecom Summit 2026, MyRepublic Air Jadi Benchmark Asteng Implementasi FWA

Jakarta, katakabar.com - MyRepublic Air, tekonologi Fixed Wireless Access (FWA) dari MyRepublic Indonesia akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri telekomunikasi Asia Tenggara. Chief Executive Officer MyRepublic Indonesia, Timotius Max Sulaiman, menegaskan Fixed Wireless Access (FWA) akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri telekomunikasi Asia Tenggara dalam forum Asian Telecom Summit 2026, Singapura. Pada sesi panel bertajuk “From FWA to APIs: What Will Actually Drive Revenue Growth in South East Asia”, Timotius menekankan FWA bukan sekadar momentum jangka pendek yang didorong oleh tren 5G, melainkan solusi strategis untuk memperluas penetrasi broadband di pasar yang masih underpenetrated seperti Indonesia. Menurutnya, di negara berkembang seperti Indonesia, peluang terbesar masih berada pada peningkatan penetrasi broadband. “Di Indonesia dan banyak negara Asia Tenggara, ruang pertumbuhannya masih sangat besar. Fiber tetap menjadi fondasi jangka panjang, namun implementasinya membutuhkan waktu dan investasi lebih besar. FWA memungkinkan operator bergerak lebih cepat dan efisien untuk menjangkau wilayah suburban, kota tier dua, hingga area yang belum optimal untuk fiber,” ulas Timotius. Ia menekankan FWA bukan sekadar pergeseran Average Revenue Per User (ARPU), melainkan strategi ekspansi pasar yang nyata. “Melalui FWA, kami tidak hanya memperluas akses, tetapi juga memperbesar skala pasar yang bisa kami layani. Ketika basis pelanggan tumbuh, ruang untuk inovasi layanan dan kolaborasi digital menjadi semakin terbuka. Di situlah fase pertumbuhan berikutnya dimulai,” ucapnya. Langkah tersebut diperkuat dengan kemenangan MyRepublic Indonesia dalam lelang spektrum 1,4 GHz yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk Regional 2 dan Regional 3, mencakup wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. Berbekal spektrum tersebut, MyRepublic Indonesia menghadirkan MyRepublic Air sebagai solusi Fixed Wireless Access (FWA) dengan teknologi True 5G–Fiber Quality dan paket Truly Unlimited yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman internet rumah dengan fleksibilitas jaringan nirkabel. Saat ini, MyRepublic Air tengah menjalani proses Uji Laik Operasi (ULO) secara bertahap di sejumlah lokasi di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara. MyRepublic Air dipersiapkan segera untuk melayani masyarakat sebagai solusi akses internet rakyat, khususnya di wilayah yang membutuhkan percepatan penetrasi broadband berkualitas. Dengan penguasaan spektrum tersebut, MyRepublic Indonesia mempercepat perluasan akses internet berkualitas di luar Pulau Jawa dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain yang aktif mendorong pemerataan konektivitas nasional. Partisipasi Timotius dalam Asian Telecom Summit 2026 menegaskan peran MyRepublic Indonesia bukan hanya sebagai operator, tetapi juga sebagai bagian dari para pemimpin industri yang turut membentuk arah diskusi dan strategi pertumbuhan telekomunikasi di kawasan Asia Tenggara.

PT Industri Karet Nusantara Ambil Peran dalam HC dan GA Summit 2026 Holding PTPN Nusantara
Nusantara
Jumat, 27 Februari 2026 | 15:00 WIB

PT Industri Karet Nusantara Ambil Peran dalam HC dan GA Summit 2026 Holding PTPN

Medan, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III Persero) gelar Human Capital dan General Affair Summit 2026 pada Senin, 09 hingga Selasa,10 Februari 2026 lalu, di Gedung Serbaguna PT LPP Agro Nusantara, Medan. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyelaraskan kebijakan, strategi, serta praktik pengelolaan Human Capital (HC) dan General Affair (GA) guna mendukung transformasi dan peningkatan kinerja di seluruh entitas Perkebunan Nusantara Group. PT Industri Karet Nusantara (IKN) sebagai bagian dari ekosistem Holding Perkebunan Nusantara turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Summit ini dihadiri oleh Direktur SDM dan Teknologi Informasi Holding dan Subholding, Direktur dan SEVP Business Support Anak Perusahaan Non PTPN, BOD-1 HC & GA Holding, Subholding, dan Anak Perusahaan Non PTPN, BOD-2 HC & GA Holding, Subholding, dan Anak Perusahaan Non PTPN, serta BOD-3 Bidang HC & GA Holding, Subholding, dan Anak Perusahaan Non PTPN. Melalui forum ini, Holding Perkebunan Nusantara menegaskan peran Human Capital tidak lagi sebatas fungsi administratif, melainkan harus berkembang sebagai strategic business partner yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian target dan strategi perusahaan. Sementara, fungsi General Affair dituntut semakin adaptif, efisien, serta mampu mendukung terciptanya lingkungan kerja yang produktif dan berintegritas. Bagi PT Industri Karet Nusantara, partisipasi dalam Human Capital dan General Affair Summit 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat transformasi internal yang berkelanjutan. Penguatan aspek Human Capital dan General Affair diyakini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan perusahaan yang adaptif, tangguh, dan berdaya saing. Kegiatan ditutup dengan sesi makan siang bersama serta penyampaian rangkuman hasil pelaksanaan kegiatan di Waroeng De Tafika PT Industri Karet Nusantara. Melalui penyelenggaraan summit ini, Holding Perkebunan Nusantara terus mendorong penguatan tata kelola SDM dan dukungan operasional yang terintegrasi di seluruh entitas, sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun organisasi yang unggul dan berkelanjutan.