Susah

Sorotan terbaru dari Tag # Susah

'Sia-sia' Petani Sawit Miliki RSPO Susah Jual Kredit, SPKS: Harus Dilakukan Perubahan Sistem Pasar Sawit
Sawit
Sabtu, 01 November 2025 | 14:33 WIB

'Sia-sia' Petani Sawit Miliki RSPO Susah Jual Kredit, SPKS: Harus Dilakukan Perubahan Sistem Pasar

Jakarta, katakabar.com - Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) prihatin atas kendala yang dialami petani mengakses manfaat ekonomi dari sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Meski petani kelapa sawit mandiri telah berhasil memperoleh sertifikat tersebut, tetapi kesusahan menjual kredit keberlanjutan, percuma! Ketua Umum SPKS, Sabarudin, mengatakan sulitnya penjualan kredit itu dinilai jadi penghambat realisasi insentif bagi petani itu sendiri. Masalah ini isu mendesak perlu perhatian serius dari para pemangku kepentingan RSPO. Contohnya, kata Sabarudin, Koperasi Produsen Perkebunan Persada Engkersik Lestari di Kalimantan Barat anggota SPKS telah bersertifikasi RSPO sejak 2024 lalu, tidak dapat pembeli kredit RSPO. Miris, ini terjadi hingga berakhir masa sertifikatnya. "Petani telah berinvestasi sumber daya dan biaya yang cukup besar untuk mencapai standar keberlanjutan RSPO. Kami merasa kecewa ketika upaya tersebut tidak dapat ditindaklanjuti dengan manfaat ekonomi yang dijanjikan melalui penjualan kredit," tegas Sabarudin, dilansir dari laman elaeis.co, Sabtu (1/11). Kontras ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas sistem kredit. Apalagi selama ini RSPO selalu menekankan bahwa skema kredit ini tidak bermasalah bagi petani. Kami melihat secretariat RSPO sangat lamban dalam menfasilitasi koperasi yang tersertifikasi pembeli-pembeli kredit petani. Dan terkesan hanya memprioritaskan kelompok - kelompok tertentu," jelasnya. Ia menekankan jika situasi ini berlanjut, petani sawit kecil berpotensi kehilangan dorongan untuk berkomitmen pada produksi Minyak Sawit Berkelanjutan melalui Bersertifikat RSPO. Bahkan Ia menilai kondisi saat ini berisiko membuat sistem sertifikasi RSPO terkesan lebih menguntungkan perusahaan besar yang memiliki jalur rantai pasok langsung. "Kendala ini dapat mengurangi manfaat ekonomi yang seharusnya diterima petani kecil atas komitmen mereka terhadap keberlanjutan. Dalam jangka panjang, ini dapat menghambat upaya kita bersama untuk menciptakan inklusivitas dalam sektor sawit berkelanjutan di Indonesia," ucapnya. Untuk itu, terang Sabarudin, SPKS minta agar Forum RSPO di Kuala Lumpur pada 3 hingga 5 November 2025 nanti dapat memberikan ruang khusus untuk membahas, dan meninjau ulang mekanisme penjualan kredit RSPO bagi petani sawit mandiri. "Kami mengimbau forum RSPO untuk segera meninjau kendala yang dialami petani sawit di lapangan. Kami berharap ada dialog konstruktif dan solusi yang dapat menjamin kredit petani sawit yang telah bersertifikasi dapat terserap secara efektif dan adil oleh pasar global," sebutnya Sabarudin, seraya menyerukan perubahan sistem demi dukungan yang lebih baik bagi petani kecil. RSPO adalah sistem sertifikasi global yang bertujuan menjamin produksi dan pasokan minyak sawit yang berkelanjutan. Sertifikasi ini memastikan praktik perkebunan yang bertanggung jawab, termasuk menghindari deforestasi dan melindungi hak-hak pekerja. Organisasi ini melibatkan produsen, pengolah, pedagang, hingga pengguna akhir minyak sawit.

Kenapa Credit Score Buruk Bisa Bikin Hidup Makin Susah? Nasional
Nasional
Jumat, 21 Juni 2024 | 22:15 WIB

Kenapa Credit Score Buruk Bisa Bikin Hidup Makin Susah?

Jakarta, katakabar.com - 'Nalar Bicara' adalah seri video podcast mengeksplorasi topik-topik penting dunia bisnis, startup, serta pengembangan diri. Tujuan utamanya untuk meningkatkan literasi keuangan dan mendorong semangat kewirausahaan, setiap episode dari 'Nalar Bicara' menghadirkan pengusaha-pengusaha yang telah berpengalaman di bidangnya masing-masing. Mereka berbagi cerita tentang bagaimana mereka memulai bisnis mereka, tantangan-tantangan yang dihadapi, serta visi mereka untuk masa depan, semua dalam upaya untuk memperkaya pengetahuan audiens. Tersedia di platform seperti YouTube dan Spotify, 'Nalar Bicara' menjadi sumber daya yang berharga bagi siapa saja yang ingin memperdalam pengetahuan bisnis dan mendapatkan inspirasi untuk memulai, mengembangkan, dan mempertahankan usaha mereka. Usaha terbarunya pada penyampaian cerita digital, 'Nalar Bicara' rilis, "Punya Credit Score Jelek Bisa Bikin Hidup Makin Susah? With Ongki". Video berdurasi 57 menit yang menceritakan perjalanan karir Ongki sebagai CEO dan Co-Founder dari Skorlife menempati posisi strategis di perusahaan besar, pertemuannya dengan co-founder nya, hingga tercetus ide untuk membangun startupnya sendiri. Video ini menceritakan tantangan dan pelajaran yang diperoleh saat membangun dan mengembangkan sebuah startup teknologi, memberikan gambaran detil tantangan yang dihadapi dalam mengedukasi pasar. Keinginan yang paling mendasar pada waktu memulai startup ini adalah untuk memberikan pengguna Skorlife transparansi dalam proses inklusi keuangan. “Berdiskusi dengan Ongki memberikan saya perspektif baru betapa penting nya inklusi keuangan dan literasi keuangan,” kata Rey Kamal, host dari 'Nalar Bicara'. "Misi untuk meningkatkan kedua aspek tersebut di Indonesia sangat relevan dan bisa memberikan dampak positif kepada Indonesia di masa-masa yang akan datang," jelssnya. Sorotan dari video ini: - Pentingnya credit score untuk dapat mengakses produk-produk finansial seperti KPR dan kredit kendaraan bermotor - Bukan hanya ability to pay yang di nilai oleh lembaga-lembaga keuangan, tapi juga willingness to pay. Hal ini hanya dapat terlihat dari data histori dalam rentan waktu tertentu. - Assertive communication menjadi hal yang sangat penting bagi founder-founder yang ingin memulai merintis perusahaan startup-nya Dibuat dengan bahasa yang mudah dicerna, video ini diharapkan dapat menginspirasi kalangan millenial dan GenZ yang bercita-cita untuk memiliki usahanya sendiri. Untuk menonton episode kali ini dan menjelajahi lebih dalam, silahkan untuk mengunjungi kanal YouTube kami: https://www.youtube.com/@nalar.bicara. “Kami mengundang semua orang untuk menyaksikan dan membagikan video ini, untuk mendukung pengusaha lokal dan memperluas pengetahuan tentang pentingnya entrepreneurship bagi ekonomi Indonesia,” sebut Rey. Kontak: Rey Kamal artinya.media@gmail.com