Susun

Sorotan terbaru dari Tag # Susun

Akhir Tahun Tiba, Saatnya Susun Resolusi Keuangan 2026 Ekonomi
Ekonomi
Senin, 22 Desember 2025 | 11:39 WIB

Akhir Tahun Tiba, Saatnya Susun Resolusi Keuangan 2026

Jakarta, katakabar.com -Jelang akhir tahun, banyak orang mulai menoleh ke belakang. Target yang tercapai, rencana yang tertunda, dan kebiasaan finansial yang mungkin perlu diperbaiki. Di tengah kondisi ekonomi global yang masih bergerak dinamis, menyusun resolusi finansial terasa semakin relevan. Isu inflasi, suku bunga tinggi, dan ketidakpastian pasar membuat banyak orang lebih berhati hati. Resolusi finansial tidak lagi soal ambisi besar, tapi tentang menjaga stabilitas dan rasa aman. Pendekatan yang realistis membantu kamu tetap tenang menghadapi tahun baru. Mengapa Resolusi Finansial Perlu Lebih Membumi? Di masa ekonomi yang tidak sepenuhnya pasti, target keuangan yang terlalu agresif justru bisa menambah tekanan. Banyak orang mulai sadar bahwa resolusi finansial sebaiknya selaras dengan kondisi nyata, baik kondisi ekonomi global maupun kondisi pribadi. Resolusi yang realistis membuat kamu lebih konsisten. Alih alih menargetkan perubahan besar dalam waktu singkat, fokus pada langkah kecil yang bisa dijalani sepanjang tahun. Pola ini lebih berkelanjutan dan memberi dampak nyata. Evaluasi Tahun Berjalan dengan Jujur Sebelum menyusun resolusi baru, luangkan waktu untuk mengevaluasi keuangan tahun ini. Lihat bagaimana arus kas berjalan. Apakah pengeluaran meningkat. Apakah tabungan bertambah atau justru stagnan. Evaluasi ini bukan untuk menyalahkan diri sendiri. Tujuannya agar kamu tahu titik awal yang sebenarnya. Dengan memahami pola pengeluaran dan kebiasaan menabung, resolusi tahun depan bisa disusun dengan dasar yang lebih kuat. Menetapkan Tujuan Punya Batas Jelas Resolusi finansial yang baik memiliki tujuan yang jelas dan terukur. Bukan sekadar ingin lebih hemat atau ingin menabung lebih banyak. Tentukan angka dan jangka waktu yang masuk akal. Misalnya menambah dana darurat hingga enam bulan pengeluaran atau rutin menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulan. Tujuan yang jelas membuat kamu lebih mudah memantau progres dan menyesuaikan strategi saat kondisi berubah. Sesuaikan Strategi dengan Kondisi Ekonomi Global Kondisi ekonomi global memberi pengaruh nyata pada keuangan pribadi. Kenaikan suku bunga berdampak pada biaya pinjaman. Inflasi memengaruhi daya beli. Situasi ini membuat strategi keuangan perlu disesuaikan. Banyak orang mulai mengutamakan instrumen yang lebih stabil. Fokusnya pada menjaga nilai uang dan mengurangi risiko. Pendekatan ini membantu kamu tetap punya pegangan meski situasi eksternal bergerak cepat. Pentingnya Menjaga Likuiditas Resolusi finansial di masa penuh ketidakpastian sebaiknya memberi ruang pada likuiditas. Artinya, kamu punya akses mudah ke dana saat dibutuhkan. Likuiditas memberi fleksibilitas dan rasa aman. Menyiapkan dana yang mudah dicairkan membantu kamu menghadapi kebutuhan mendadak tanpa harus mengorbankan rencana jangka panjang. Banyak orang merasa lebih tenang saat tahu ada dana yang bisa diakses kapan saja. Menabung dengan Pendekatan yang Lebih Terstruktur Menabung sering jadi resolusi klasik. Namun agar tidak berhenti di tengah jalan, pendekatan yang terstruktur lebih efektif. Menentukan pos tabungan khusus dan jadwal rutin membantu membangun konsistensi. Menabung tidak harus menunggu sisa uang. Banyak orang memilih menyisihkan di awal bulan agar lebih disiplin. Kebiasaan kecil ini memberi dampak besar dalam jangka panjang. Deposito Bagian dari Resolusi Finansial Dalam kondisi ekonomi global yang menantang, deposito sering dilirik karena karakteristiknya yang lebih stabil. Instrumen ini cocok untuk kamu yang ingin menjaga dana tetap berkembang tanpa fluktuasi berlebihan. Deposito juga membantu membangun disiplin karena dananya disimpan dalam jangka waktu tertentu. Bagi banyak orang, ini menjadi cara sederhana untuk mengamankan dana sambil tetap mendapatkan imbal hasil yang jelas. Sebagai bagian dari resolusi finansial, deposito jangka pendek maupun panjang bisa berperan sebagai penyeimbang. Kamu tetap punya dana yang aman sambil menjalankan rencana keuangan lainnya. Kalau kamu ingin memulai resolusi finansial dengan langkah yang lebih terukur, deposito aman untuk pemula di neobank dari Bank Neo Commerce bisa menjadi salah satu pilihan. Proses yang praktis dan transparan memudahkan kamu menata keuangan tanpa ribet, sekaligus menjaga nilai dana tetap aman di tengah dinamika ekonomi. Kamu bisa membuka Deposito WOW di neobank dengan modal mulai dari Rp100.000 saja. Salah satu keuntungan deposito aman untuk pemula ini punya tenor yang beragam sesuai kebutuhan, mulai dari 7 hari hingga 12 bulan. Download neobank di PlayStore dan App Store dan buka Deposito WOW sekarang! Kunjungi link Deposito WOW untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan terbaru mengenai Deposito WOW.

Apa yang Bisa Dilakukan di Masa Pensiun? Susun Rencana dari Sekarang Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 19 Desember 2025 | 10:00 WIB

Apa yang Bisa Dilakukan di Masa Pensiun? Susun Rencana dari Sekarang

Mulai investasi emas digital di neobank sekarang. Cara investasi emasi di neobank cukup mudah. Dapatkan keuntungan beli emas digital dengan modal mulai dari Rp10 ribu. Download aplikasi neobank di PlayStore atau App Store. Buka Neo Emas di neobank sekarang. Kunjungi link Neo Emas untuk info detail dan terbaru tentang Neo Emas.

Susun Arah Pembangunan, DPRD Kepulauan Meranti Matangkan RPJMD 2025–2029 Lewat Paripurna Riau
Riau
Rabu, 06 Agustus 2025 | 08:47 WIB

Susun Arah Pembangunan, DPRD Kepulauan Meranti Matangkan RPJMD 2025–2029 Lewat Paripurna

Selatpanjang, katakabar.com - Pagi yang hangat di Selatpanjang menjadi saksi bagaimana arah masa depan Kabupaten Kepulauan Meranti mulai dirumuskan. Lagi, Gedung DPRD jadi ruang diskusi formal sarat dengan kepentingan publik. Hari itu, Selasa (5/8) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kepulauan Meranti gelar Rapat Paripurna ke enam, masa persidangan ketiga, usung dua agenda penting, yakni Tanggapan Kepala Daerah terhadap Pandangan Umum Fraksi dan Penetapan Susunan Keanggotaan Panitia Khusus atau Pansus. Rapat digelar atas dasar Keputusan Badan Musyawarah Nomor: 12/Kpts-DPRD/Kbm/VIII/2025 ini dipimpin Wakil Ketua I DPRD, Ardiansyah, didampingi Wakil Ketua II Antoni Shidarta. Ketua DPRD, H. Khalid Ali, berhalangan hadir, tapi jalannya sidang tetap berlangsung dengan khidmat dan penuh perhatian. Agenda ini menjadi kelanjutan dari rapat paripurna malam sebelumnya, di mana seluruh fraksi telah menyampaikan pandangan umum terhadap pidato kepala daerah tentang Rancangan Peraturan Daerah atau Ranperda RPJMD Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2025–2029. Lewat juru bicara masing-masing, fraksi-fraksi menyoroti berbagai aspek strategis: mulai dari arah pembangunan infrastruktur, penguatan sektor unggulan daerah, pendidikan, kesehatan, hingga pemerataan ekonomi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Kini, giliran kepala daerah menanggapi. Jawaban-jawaban tersebut bukan hanya menjawab pandangan politis fraksi, tetapi juga menjadi komitmen awal dalam membentuk arah kebijakan lima tahun ke depan. RPJMD bukan sekadar dokumen, tapi peta jalan pembangunan yang akan menentukan seperti apa wajah Meranti di tahun 2029 nanti. Rapat ini juga menetapkan susunan keanggotaan Panitia Khusus atau Pansus yang akan membahas lebih mendalam isi dan substansi dari dokumen RPJMD sebelum disahkan menjadi Peraturan Daerah. Pansus akan menjadi garda teknis dan politis dalam memastikan aspirasi rakyat benar-benar masuk ke dalam dokumen perencanaan strategis daerah. Melalui forum ini, publik kembali diingatkan demokrasi berjalan dalam ruang-ruang formal yang kadang terasa jauh dari masyarakat, tapi justru menentukan hajat hidup banyak orang. Di balik meja rapat dan lembar-lembar dokumen, ada cita-cita besar: membangun Kepulauan Meranti yang lebih kuat, adil, dan berdaya saing. Rapat paripurna hari ini bukan akhir dari proses, tapi titik lanjut dari perjalanan panjang membangun daerah. Sebuah awal yang disusun lewat diskusi, pertimbangan, dan konsensus. Karena pembangunan bukan hanya kerja eksekutif, tapi juga panggilan kolektif yang melibatkan legislatif dan seluruh elemen masyarakat. Di balik podium paripurna, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin berdiri dengan suara yang mantap tapi bersahaja. Di hadapannya duduk para wakil rakyat yang telah menyampaikan pandangan tajam, kritik, dan harapan atas dokumen penting tengah dibahas, yakni Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD Kabupaten Kepulauan Meranti 2025–2029. Orang Nomor Dua di Kepulauan Meranti ini bukan hanya membacakan jawaban teknokratis. Ia menenun narasi kolaboratif sebuah pengakuan membangun Kepulauan Meranti tidak bisa dilakukan sepihak. “Kami merasa bangga karena penyampaian Ranperda ini mendapat perhatian mendalam dari semua fraksi. Ini menandakan RPJMD bukan sekadar lembaran dokumen, melainkan wujud nyata kepedulian kita terhadap masa depan Meranti,” ucapnya di tengah forum paripurna penuh perhatian. Satu per satu, ia menjawab pandangan fraksi yang mencerminkan denyut nadi masyarakat. Mulai dari ketimpangan infrastruktur, akses pendidikan dan kesehatan, ketergantungan fiskal, hingga pemberdayaan sektor ekonomi lokal. Semuanya dijawab tidak dengan defensif, tapi dengan semangat terbuka dan komitmen untuk memperbaiki.

Pemkab Solsel Susun Rencana Aksi Libatkan Pemangku Kepentingan Sawit Sawit
Sawit
Minggu, 17 November 2024 | 16:21 WIB

Pemkab Solsel Susun Rencana Aksi Libatkan Pemangku Kepentingan Sawit

Padang Aro, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) gelar Fokus Group Discusion (FGD) Identifikasi dan Pendataan Program Kegiatan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB). Penyusunan dokumen RAD-KSB melibatkan pemangku kepentingan kelapa sawit ini bertujuan meningkatkan produktifitas perkebunan sawit yang berkelanjutan.

Sederet Keinginan Petani Sawit Saat Pemkab Bangka Susun RAD-KSB Sawit
Sawit
Minggu, 20 Oktober 2024 | 21:45 WIB

Sederet Keinginan Petani Sawit Saat Pemkab Bangka Susun RAD-KSB

Sungailiat, katakabar.com - Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, mulai susun dokumen Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) Kabupaten Bangka tahun 2024-2029. Untuk menghimpun masukan demi kesempurnaan RAD-KSB, digelar Focus Group Discussion (FGD) yang dihadiri stakeholder sawit.

BPDPKS FGD Susun Kajian Program Pengembangan SDM Perkebunan Sawit Sawit
Sawit
Kamis, 17 Oktober 2024 | 11:37 WIB

BPDPKS FGD Susun Kajian Program Pengembangan SDM Perkebunan Sawit

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) taja Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kajian Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit. Kegiatan FGD ini dilakukan secara hybrid dibuka Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDPKS, Kabul Wijayanto. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk mengukur secara ilmiah terkait keberhasilan pelaksanaan program BPDPKS mencapai tujuan diperlukan adanya suatu kajian Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit.

Gandeng USAID SEGAR, Disbun Kaltim Susun SOP Perkebunan Berkelanjutan Sawit
Sawit
Senin, 11 Maret 2024 | 12:51 WIB

Gandeng USAID SEGAR, Disbun Kaltim Susun SOP Perkebunan Berkelanjutan

Samarinda, katakabar.com - Dinas Perkebunan Provinsi (Disbu) Kalimantan Timur kerja sama dengan USAID Sustainable Environmental Governance Across Regions (SEGAR) taja lokakarya penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) sistem sertifikasi perkebunan kelapa sawit berkelanjutan atau Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). "SOP bagi 12 perusahaan perkebunan sawit di Kabupaten Kutai Timur dan Berau ini komponen penting sertifikasi ISPO, sebab memuat seluruh prinsip dan kriteria ISPO yang harus dipenuhi perusahaan perkebunan kelapa sawit," ujar Kepala Disbun Kaltim, Ahmad Muzakkir, di Samarinda, pada Sabtu kemarin, dilansir dari laman ANTARA, pada Senin (11/3). Lokakarya dari 8 hingga 9 Maret 2024 di Hotel IBIS Samarinda ini, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan perkebunan sawit yang belum dan akan melaksanakan sertifikasi ISPO. "ISPO adalah bentuk pengakuan atas komitmen perusahaan terhadap praktik yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, yang juga dapat membantu meningkatkan akses pasar global bagi produk kelapa sawit Indonesia," jelasnya. Menurutnya, sertifikasi ISPO sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 tentang Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia. "Lokakarya ini dipandu narasumber dari tenaga auditor ISPO Mutu Institute Jakarta," kata Muzakkir. Provinsi Kalimantan Timur, lanjutnya, saat ini menempati peringkat keenam dalam luas perkebunan sawit di Indonesia, masih mengalami kendala guna mencapai sertifikasi ISPO. Dari 304 perusahaan perkebunan sawit di daerah tersebut, hanya 111 yang berhasil memenuhi standar ISPO pada tahun 2023. Sedang, Disbun Kalimantan Timur saat ini mencatat 330 perusahaan perkebunan yang telah memiliki izin usaha perkebunan dan hak guna usaha dengan total luas lahan yang memiliki izin lokasi mencapai 2,7 juta hektar di provinsi tersebut. "Dari izin lokasi tersebut, terdapat 2,3 juta hektar telah beralih menjadi izin usaha perkebunan dan 1,2 juta hektar memiliki Hak Guna Usaha (HGU)," timpal Kepala Bidang Usaha Disbun Kalimantan Timur, Taufiq Kurrahman baru-baru ini. Dari total lahan yang telah memiliki izin, sekitar 1,4 juta hektar telah ditanami kelapa sawit, dengan satu juta hektar di antaranya dikelola delapan perusahaan besar dan sisanya kebun rakyat.

Susun RAD Kelapa Sawit Berkelanjutan, Ini Misi Pemkab Muba Nasional
Nasional
Kamis, 17 Agustus 2023 | 20:25 WIB

Susun RAD Kelapa Sawit Berkelanjutan, Ini Misi Pemkab Muba

Sekayu, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan lewat Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Musi Banyuasin gelar rapat penyusunan dan pembahasan RAD KSB, di Ruang Serasan Sekate Kantor Bupati Muba, pada Rabu (16/8). Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Musi Banyuasin, Andi Wijaya Busro MH yang pimpin rapat. Ia didampingi Kepala Disbun Kabupaten Musi Banyuasin, Akhmad Toyibir MM dan diikuti organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Musi Banyuasin. "Rapat ini digelar untuk menghimpun data guna penyusunan RAD KSB," ujar Andi Wijaya Busro saat memberikan arahan. Dijelaskannya, RAD KSB menjadi pedoman bagi pemangku kepentingan mengenai kelapa sawit untuk meningkatkan sinergi, koordinasi, dan komunikasi guna mencapai tujuan pembangunan kelapa sawit berkelanjutan. "Kepada tim penyusun sudah dibentuk berperan sebagai tim pelaksana sesuai dengan kewenangan tugas dan fungsi masing-masing untuk implementasikan RAD KSB ini," imbaunya. Menurutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) merujuk kepada beberapa prinsip dalam penyusunan dokumen RAD KSB. Soalnya kata Andi, RAD KSB dokumen berisi serangkaian program yang mengacu dan atau terintegrasi ke dalam RPJMD, dan Renstra OPD yang membidangi perkebunan dan OPD terkait. "Untuk itu, kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada maupun yang tidak punya data segera melapor. Sedang, OPD sudah ada data melaksanakan peran sebagai penyusun RAD KSB," tegasnya. Kepala Disbun Kabupaten Musi Banyuasin, Akhmad Toyibir menimpali, RAD KSB memiliki lima komponen utama, meliputi penguatan data, penguatan koordinasi, dan infrastruktur. Kedua, peningkatan kapasitas dan kapabilitas pekebun. Terus, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, tata kelola perkebunan dan penanganan sengketa. Paling buncit, dukungan percepatan pelaksanaan sertifikasi ISPO dan peningkatan akses pasar produk kelapa sawit," bebernya. Diketahui, perkebunan kelapa sawit salah satu penggerak utama perekonomian di Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Untuk menjaga kelangsungan sektor tersebut, Pemda setempat membuat rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB).