Tahun

Sorotan terbaru dari Tag # Tahun

Produksi Sagu Kepulauan Meranti Terbesar di Dunia Riau
Riau
Senin, 22 Desember 2025 | 18:43 WIB

Produksi Sagu Kepulauan Meranti Terbesar di Dunia

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kabupaten Kepulauan Meranti dikenal sebagai sentra produksi sagu terbesar di dunia, kini dihadapkan pada ancaman serius krisis lingkungan. Limbah industri sagu di wilayah ini tercatat mencapai 80.426 ton per tahun, tetapi hingga kini penanganannya dinilai belum optimal dan berkelanjutan. Permasalahan limbah industri sagu telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa penyelesaian yang komprehensif, baik dari hulu hingga hilirisasi. Kondisi ini dinilai berpotensi memperluas pencemaran lingkungan apabila tidak segera ditangani secara serius oleh pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Berdasarkan data yang dihimpun, dari sekitar 95 kilang sagu yang beroperasi di Kepulauan Meranti, hanya sebagian kecil yang telah memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Situasi tersebut menjadi persoalan konkret di lapangan dan memperkuat indikasi bahwa industri sagu Meranti telah memasuki tahap darurat lingkungan. Dampak pencemaran limbah sagu tidak hanya mengancam kualitas badan sungai, tetapi berpotensi memusnahkan ekosistem biota air, merusak hutan mangrove yang berfungsi menahan abrasi pantai, serta menurunkan kualitas hidup masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam tersebut. Menanggapi kondisi itu, Apen Taruna, putra daerah Kabupaten Kepulauan Meranti sekaligus aktivis lingkungan dan mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan, menyatakan komitmennya untuk berkontribusi langsung melalui penelitian ilmiah. “Saya ingin berkontribusi nyata bagi kampung halaman dengan melakukan penelitian tesis mengenai limbah industri sagu. Persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena dampaknya sangat luas,” ujarnya. Apen menegaskan, penelitian tersebut bertujuan mencari solusi aplikatif dan berkelanjutan agar industri sagu dapat berkembang sejalan dengan prinsip green economy atau ekonomi hijau. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penyelesaian masalah limbah sagu. Rencana penelitian ini dijadwalkan mulai dilaksanakan awal tahun 2026, saat ini masih dalam tahap pengurusan administrasi penelitian di universitas. Proses penelitian diperkirakan akan memakan waktu yang cukup signifikan serta melibatkan berbagai pihak terkait. Tetapi, Apen juga menyoroti pentingnya dukungan dan jaminan keamanan dari pemerintah daerah agar penelitian dapat berjalan dengan lancar di lapangan. “Saya berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan penuh, termasuk jaminan keamanan, agar penelitian ini dapat berjalan tanpa hambatan dan memberikan manfaat nyata bagi Meranti,” tandasnya. Upaya akademik ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan kebijakan strategis pengelolaan limbah industri sagu yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Kepulauan Meranti.

LindungiHutan Taja GSS Bantu Perusahaan Bangun Program CSR Terukur dan Relevan Bisnis Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 14 Desember 2025 | 15:32 WIB

LindungiHutan Taja GSS Bantu Perusahaan Bangun Program CSR Terukur dan Relevan Bisnis

Semarang, katakabar.com - Menyusun program ESG atau CSR yang benar-benar terukur dan selaras dengan strategi bisnis masih menjadi tantangan bagi banyak perusahaan di Indonesia. Di tengah meningkatnya tuntutan regulasi, ekspektasi investor, dan persaingan pasar, sebagian besar PIC perusahaan masih berada pada tahap awal pemahaman, kesulitan menetapkan prioritas, ragu menentukan skema kolaborasi yang tepat, dan tidak yakin bagaimana memastikan program keberlanjutan memiliki nilai pembeda di mata publik maupun pemangku kepentingan. Menjawab tantangan tersebut, LindungiHutan meluncurkan Green Skilling Series (GSS), rangkaian workshop akhir tahun bertema “From Strategy to Action: Building Measurable Green Impact for Business.” Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas perusahaan dalam memahami, merancang, dan mengimplementasikan program keberlanjutan yang terstruktur, praktis, dan relevan dengan konteks industri masing-masing. Green Skilling Series berlangsung selama satu bulan dalam tiga sesi berjenjang melalui Zoom Meeting. Sesi pertama membahas fondasi ESG dan CSR, memberikan pemahaman yang dibutuhkan oleh para newcomer mengenai landscape regulasi terbaru, perbedaan ESG–CSR–program karbon, risiko bisnis, serta kerangka praktis Materiality → Strategy → Implementation → Reporting. Sesi kedua Green Skilling series berfokus pada cara menerjemahkan rencana keberlanjutan menjadi implementasi yang terukur, termasuk materiality mapping, penyusunan KPI, desain program lingkungan yang sesuai profil perusahaan, hingga penyusunan impact roadmap satu tahun. Sesi ketiga menjadi ruang praktik bagi peserta untuk menyusun draft program CSR-ESG secara langsung, mengisi template perencanaan, sekaligus berkonsultasi terkait kebutuhan perusahaan mulai dari penentuan prioritas, penyelarasan dengan anggaran, hingga strategi diferensiasi terhadap kompetitor. Melalui pendekatan konsultatif ini, peserta diharapkan dapat “pulang” dengan satu rancangan program keberlanjutan yang dapat segera dikembangkan. Green Skilling series diharapkan juga meningkatkan pemahaman yang lebih kuat mengenai keputusan strategis yang perlu diambil, baik untuk pengelolaan anggaran, perencanaan kontribusi lingkungan, maupun pemilihan model kolaborasi yang paling relevan. “Transformasi keberlanjutan membutuhkan kompetensi, bukan hanya kesadaran. Melalui Green Skilling Series, kami ingin memastikan bahwa perusahaan tidak lagi berhenti pada awareness, tetapi mampu mengubah inisiatif lingkungan menjadi program dengan dampak yang terukur, dapat dipertanggungjawabkan, dan benar-benar bernilai bagi bisnis,” ujar Dara, Event Organizer LindungiHutan. Program ini ditujukan untuk profesional CSR, ESG, HR, Corporate Affairs, Business Development, Strategy, Risk, dan Compliance dari berbagai sektor industri. Dengan metode pembelajaran yang implementatif dan terstruktur, Green Skilling Series diharapkan membuka peluang kolaborasi strategis antara perusahaan dan LindungiHutan, sekaligus meningkatkan kualitas desain program keberlanjutan di Indonesia. Pendaftaran setiap sesi telah dibuka dan dapat diakses melalui tautan berikut: • Episode 1 — Foundations: tinyurl.com/greenskilling29 • Episode 2 — Implementation: tinyurl.com/greenskilling30 • Episode 3 — Workshop & Consultation: tinyurl.com/greenskilling31 Dengan semakin ketatnya ekspektasi publik dan regulator, inisiatif keberlanjutan bukan lagi sekadar tambahan, melainkan strategi inti perusahaan modern. Green Skilling Series menjadi ruang bagi perusahaan untuk memastikan bahwa langkah yang mereka ambil bukan hanya baik untuk lingkungan, tetapi juga tepat untuk bisnis, karena masa depan keberlanjutan akan dimenangkan oleh mereka yang punya kompetensi, bukan sekadar komitmen.

Polres Kepulauan Meranti Tegaskan Siap Hadapi Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi Riau
Riau
Rabu, 05 November 2025 | 20:00 WIB

Polres Kepulauan Meranti Tegaskan Siap Hadapi Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Polres Kepulauan Meranti, Polda Riau, tegaskan siap hadapi potensi bencana alam di wilayahnya, terutama menghadapi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di penghujung tahun. Hal ini ditegaskan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, saat kegiatan Apel Kesiapan Tanggap Darurat Cuaca Ekstrem serta Bencana Hidrometeorologi Provinsi Riau Tahun 2025 yang digelar di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (5/11). Kapolres hadir langsung di apel tersebut bersama unsur Forkopimda, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, Ketua DPRD Khalid Ali, serta perwakilan TNI, OPD, BPBD, perusahaan swasta, dan masyarakat peduli api. AKBP Aldi menegaskan Polres Kepulauan Meranti siap mendukung langkah pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana akibat curah hujan tinggi, angin kencang, dan gelombang pasang yang kerap terjadi di Kepulauan Meranti. "Polres Kepulauan Meranti berkomitmen menjaga keselamatan masyarakat melalui langkah-langkah tanggap darurat, patroli wilayah rawan, serta koordinasi lintas instansi. Kesiapsiagaan ini bukan hanya simbol, tetapi bentuk tanggung jawab kami untuk hadir melindungi masyarakat," terangnya. Ia menambahkan, seluruh personel telah diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan di titik-titik rawan banjir serta wilayah pesisir yang berisiko terdampak naiknya permukaan air laut. Sedang, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana Ia menekankan apel ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk kesiapan nyata seluruh unsur dalam mengantisipasi dan menanggulangi dampak bencana di wilayah Kepulauan Meranti. Kegiatan apel yang diikuti oleh personel Polres Kepulauan Meranti, TNI, Satpol PP, BPBD, serta perwakilan perusahaan dan masyarakat peduli api ini berlangsung dengan khidmat.