Tak Peduli

Sorotan terbaru dari Tag # Tak Peduli

Warga Sekolaq Darat Stop Truk CPO dan Tanam Sawit di Jalan Rusak Picu Perusahaan Cuek Sawit
Sawit
Kamis, 23 Januari 2025 | 20:02 WIB

Warga Sekolaq Darat Stop Truk CPO dan Tanam Sawit di Jalan Rusak Picu Perusahaan Cuek

Sendawar, katakabar.com - Jalan Trans Kalimantan di Kampung Sekolaq Darat, Kecamatan Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, rusak parah disebabkan lalu lalang truk pengangkut minyak sawit mentah (CPO). Truk CPO lalu lalang dari dan ke terminal bongkar muat di Kampung Karangrejo, melebihi tonase daya dukung jalan kapasitas kelas III sehingga tidak sanggup menahan beban truk CPO bermuatan dua puluh ribu meter kubik lebih. Warga setempat menuntut segera diperbaiki agar tidak menelan korban, tapi perusahaan di daerah itu tidak menanggapi bahkan dinilai cuek dengan kondisi ruas jalan yang rusak parah sepanjang 1 kilometer yang tersebar di Kampung Sekolaq Joleq, Sekolaq Darat, Srimulyo, Sekolaq Muliaq, hingga ke Bundaran Kecamatan Melak. Camat Sekolaq Darat, Suwila Ervina, sudah melayangkan surat kepada 3 pimpinan perusahaan dari 8 Januari lalu, tapi tak kunjung mendapat respon. Di mana tiga perusahaan sawit yang menggunakan jalan tersebut, yakni PT Fangiono Grup, PT Kruing Lestari Jaya, dan PT Ketapang Agro Lestari.

Dewan Tuding Pemprov Tak Peduli Petani Sawit, Ini Penyebabnya Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 09 Juli 2023 | 19:22 WIB

Dewan Tuding Pemprov Tak Peduli Petani Sawit, Ini Penyebabnya

Bengkulu, katakabar.com - Anggota Banggar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, Jonaidi rada kecewa kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dinilai tidak peduli nasib petani kelapa sawit. Soalnya realisasi belanja modal terutama bidang infrastruktur, seperti jalan, jembatan, irigasi, dan jaringan, tahun lalu belum maksimal. Data Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Pemprov Bengkulu tahun 2022, menunjukkan realisasi belanja modal untuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi dan jaringan baru mencapai 90,87 persen. Saya prihatin besarnya SILPA itu. Ingat, pembangunan infrastruktur kebutuhan vital bagi masyarakat khususnya petani sawit. Hal ini menjadi catatan bagi pemerintah pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun ini. Apalagi, pembangunan infrastruktur sarat dengan kepentingan, dan salah satu kebutuhan vital bagi petani sawit. Kita harap ini dapat menjadi catatan eksekutif, tegasnya pada Sabtu (8/9). Tak dapat dipungkiri, fakta menunjukkan penurunan realisasi belanja modal di APBD tahun anggaran 2022 lalu, hanya sebesar Rp81,19 miliar setara 90,87 persen dari total anggaran yang dianggarkan yang berhasil terealisasi. Sehingga masih ada sisa sebesar Rp8,15 miliar dari alokasi APBD tahun lalu. "Jumlah tersebut bukan hal yang sepele. Kalau digunakan dengan bijak, sisa belanja modal dapat digunakan untuk memperbaiki ruas jalan provinsi yang rusak," kecamnya. Dijelaskannya, sudah berapa banyak titik kerusakan yang bisa diperbaiki dengan sisa belanja modal. Saya pikir itu bisa membantu petani sawit permudah mobilitas mengirimkan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Untuk itu, kegagalan ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu. Di mana tahun ini mesrti menghabiskan alokasi APBD untuk perbaikan jalan provinsi yang masih memprihatinkan. "Kami berharap penggunaan anggaran untuk pembangunan infrastruktur dilakukan demi kesejahteraan petani kelapa sawit dan masyarakat Bengkulu umumnya," seru Jonaidi.