Tankos
Sorotan terbaru dari Tag # Tankos
Polinela Ubah Tankos Sawit Jadi Briket
Bandarlampung, katakabar.com - Tim dosen Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri Politeknik Negeri Lampung atau Polinela saat ini tengah melakukan penelitian berjudul Optimasi Proses Produksi Briket dari Limbah Jamur Merang Bermedia Tanam Tandan Kosong Kelapa Sawit atau TKKS. Penelitian itu dikomandoi M. Perdiansyah Mulia Harahap, Prof. Dr. Ir. Sarono, dan Subandi. Tujuannya untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit atau Tankos selama ini dipandang sebagai limbah bermasalah. Tankos produk sampingan kelapa sawit, menyumbang sekitar 23 persen dari total Tandan Buah Segar atau TBS yang dihasilkan. Meski Tankos telah digunakan sebagai media tanam jamur merang, limbah bekas media tanam tersebut masih mengandung lignoselulosa cukup tinggi, dan belum dimanfaatkan secara maksimal. "Limbah tankos ini memiliki potensi besar untuk diubah menjadi briket, bahan bakar padat berenergi tinggi yang bermanfaat atasi masalah energi," kata Sarono, di Bandar Lampung, Kamis (18/9) lalu, dilansir dari laman rri.co.id, Sabtu sore. Proses pembuatan briket melibatkan pencampuran serbuk arang Tankos dengan perekat tapioka dan air, kemudian dicetak menggunakan tekanan tertentu untuk menghasilkan briket yang padat dan efisien. Proses penelitian dimulai dengan produksi arang Tankos melalui pengeringan, dan pengecilan ukuran menggunakan tungku pirolisis. Setelah itu, arang tankos digiling, dan diayak dengan ukuran 40 mesh sebelum dicampur dengan perekat tapioka dan air. Terua, adonan tersebut dicetak menjadi briket dengan memberikan tekanan yang tepat. "Penentuan tekanan yang tepat sangat penting untuk menghasilkan briket dengan kepadatan dan kualitas yang baik," ulas Subandi. Hasil uji pendahuluan menunjukkan briket yang dihasilkan memiliki nilai kalor antara 5115 hingga 5396 kal/g, yang menjadikannya bahan bakar alternatif dengan potensi energi yang tinggi.
Manfaatkan Potensi Tankos sawit Antarkan Tim Mahasiswa ITB Juara NEST 2024
Bandung, katakabar.com - Tim mahasiswa ITB meraih juara tiga Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) National Electric Summit (NEST) 2024. Mereka tergabung dalam tim The ThinkTank, meliputi Rosdiana Anjelina, Brigitta Gunawan, Helga Evangelina, dan Yohanes Adrian Biku Pia. Pergelaran NEST 2024 digelar oleh Ikatan Mahasiswa Elektro (IME) Universitas Indonesia kolaborasi dengan IEEE Student Branch UI sebagai tempat untuk para pejuang muda mengembangkan karya inovatif, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. NEST wadah bagi mahasiswa seluruh Indonesia untuk bertukar pikiran, berkompetisi, berkreasi, dan berkesempatan mengembangkan ide-ide kreatif. Pada 2024, NEST UI usung tema 'Sustainable Solutions: Electrical and Technology Innovations with Industrial Relevance'. Subtema yang dipilih tim ITB dalam membuat LKTI pada NEST 2024 ini adalah renewable energy. LKTI yang dibuat mampu membawakan tim ini meraih juara 3 dari 80 tim yang ada setelah melakukan pitching day secara daring pada 26 Oktober 2024. Awarding dilakukan pada 9 November 2024 lalu secara daring.
Ini Manfaat Tankos Sawit Bisa Jadi Bahan Bakar Hingga Ragi Kering Buat Roti
Bandung, katakabar.com - Tandan Kosong atau Tankos kelapa sawit dianggap limbah selama ini ternyata punya ragam manfaat, seperti dapat diolah jadi bahan bakar hingga ragi kering pengembang roti. Pemanfaatan Tankos itu sejalan dengan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil dan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan. Ini menjadi langkah penting menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK). Di mana salah satu contoh keberhasilan upaya ini program Proalcool di Brasil di mana 92 persen kendaraan sudah menggunakan bahan bakar etanol. Di Indonesia, penerapan biodiesel mulai berkembang seiring dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 yang mendukung penggunaan biodiesel pada kendaraan bermotor.
Tankos Sawit Dari PTPN V Jadi Pilihan Semen Padang Gantikan Batu Bara
Jakarta, katakabar.com - PT Semen Padang jajaki kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V untuk pemanfaatan biomassa Tandan Kosong (Tankos) sawit sebagai subtitusi batu bara untuk kebutuhan pabrik produsen semen tertua di Asia Tenggara ini. Kepala Bagian Perencanaan, Sustainability, dan Teknologi Informasi PTPN V, Ifri Handi Lubis sambut baik penjajakan kerja sama kedua perusahaan plat merah. PTPN V, dengan produksi rata-rata Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mencapai 2,6 juta ton per tahun, punya Tankos cukup besar. "Produksi Tankos PTPN V sekitar 21 persen dari total produksi TBS. Dari Januari hingga Agustus 2023 ini produksi Tankos PTPN V mencapai 420.324 ton. Potensinya sangat besar," ujarnya lewat keterangan tertulis, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (14/11). Selama ini pemanfaatan Tankos PTPN V sebagian besar dijadikan sebagai pupuk organik guna memperbaiki struktur hara di kebun inti dan plasma. Dari informasi yang didapatkan, perusahaan yang tergabung dalam Holding Semen Indonesia membutuhkan sebanyak 76.000 ton Tankos per tahun. Tankos dimanfaatkan sebagai pengganti batu bara yang selama ini menjadi bahan bakar utama dalam proses pembakaran di Kiln. "PTPN V Insya Allah siap untuk mendukung strategi PT Semen Padang," jelasnya. Kepala Departemen Perencanaan dan Pengendalian Produksi PT Semen Padang, Juke Asmara sambut baik dukungan positif PTPN V. Menurutnya, PT Semen Padang sebelumnya telah melakukan uji coba penggunaan Tankos yang telah dipress dan dipotong sebagai bahan bakar. "Hasilnya cukup baik," ucapnya. Phaknya, sebut Juke, segera tindaklanjuti hasil studi yang telah dilaksanakan ke PTPN V. Terlebih lagi, secara geografis, kedua perusahaan memiliki wilayah operasi yang berdekatan yakni Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau. "Kita segera menyusun MoU terkait pemanfaatan tankos. Dengan begitu, diharapkan kerja sama kedua belah pihak dapat segera terealisasi," bebernya. Kepala Sub Bagian Pengkajian, Perencanaan Korporasi, dan Manajemen Kinerja PTPN V, Yudig Suhendri menimpali, terdapat sejumlah catatan dalam penjajakan, seperti Tankos yang dibutuhkan PT Semen Padang telah dalam bentuk press dan dipotong. "Alhamdulillah, kami berupaya mengikuti standarisasi dan persyaratan kebutuhan tankos dan PT Semen Padang. Insya Allah, program ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," harapnya.