Tarif Trump

Sorotan terbaru dari Tag # Tarif Trump

Soal Dampak Inflasi Amerika Serikat dan Kebijakan Tarif Trump, Ini Penjelasan Bittime Internasional
Internasional
Rabu, 14 Januari 2026 | 19:57 WIB

Soal Dampak Inflasi Amerika Serikat dan Kebijakan Tarif Trump, Ini Penjelasan Bittime

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi yang cukup menegangkan setelah sempat mengalami pemulihan singkat di awal tahun. Bersamaan dengan ini Bittime tegaskan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. Sebelumnya, mayoritas aset utama seperti Bitcoin ($BTC) dan Ethereum ($ETH) cenderung bergerak mendatar namun stabil di atas level $3.100 per hari ini. Meskipun pergerakan harga tercatat stabil, dominasi pelaku pasar sedang bersiap menghadapi serangkaian peristiwa penting di Amerika Serikat. Di mana, ketegangan pasar meningkat menjelang penjadwalan Mahkamah Agung Amerika Serikat untuk memberikan keputusan terkait legalitas kebijakan tarif yang diusulkan oleh Presiden Trump. Kebijakan perdagangan ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu sentimen penghindaran risiko secara luas jika keputusan tersebut memicu ketidakpastian ekonomi global. Isu tarif ini sering kali dianggap sebagai pemicu perubahan sentimen pasar dari optimis menjadi waspada, yang secara langsung dapat mempengaruhi aliran modal keluar dari aset digital seperti aset kripto menuju aset aman seperti dolar AS. Dalam situasi penuh ketidakpastian seperti ini, Bitcoin dan altcoin lainnya sering kali mengalami fluktuasi tajam yang dipicu oleh berita-berita mendadak sebelum akhirnya menemukan titik keseimbangan baru. Bersamaan dengan ini, Bittime menegaskan pentingnya meningkatkan literasi agar mampu memilah informasi secara bijak di tengah sinyal pasar yang beragam. Diharapkan dengan literasi yang baik, para investor aset kripto dapat mengelola portofolio mereka secara lebih strategis dan tetap tenang dalam menghadapi dinamika pasar yang sering kali tidak terduga. Salah satu solusi yang kini banyak dilirik oleh investor lokal adalah memanfaatkan fitur Flexible Staking. Fitur yang tersedia di platform Bittime ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan aset kripto mereka dan mendapatkan imbal hasil atau bunga harian secara otomatis, namun tetap memberikan kebebasan penuh untuk menarik aset tersebut kapan saja tanpa adanya periode penguncian. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.

IPOC 2025, GAPKI Bakal Bahas Roadmap, Kebijakan Tarif Trump dan Penerapan EUDR Sawit
Sawit
Rabu, 29 Oktober 2025 | 17:00 WIB

IPOC 2025, GAPKI Bakal Bahas Roadmap, Kebijakan Tarif Trump dan Penerapan EUDR

Jakarta, katakabar.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bakal hadirkan The 21th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 and 2026 Price Outlook, forum strategis tahunan bakal dorong kebijakan dan prospek industri kelapa sawit ke arah yang berkelanjutan. IPOC 2025 and 2026 Price Outlook bakal digelar pada 12 hingga 14 November 2025 di Bali International Convention Center, The Westin Resort Nusa Dua Bali usung tema “Navigating Complexity, Driving Growth: Governance, Biofuel Policy, and Global Trade”. Sawit dinilai menjadi pilar penting topang ekspor non migas sehingga membuka peluang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah perkebunan. Apalagi, Indonesia menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia sehingga harus terus beradaptasi terhadap perubahan kebijakan, lingkungan, serta energi hijau untuk menjaga keseimbangan pasokan minyak nabati global. Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, mengatakan pergelaran IPOC 2025 diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor menghadapi tantangan sampai pada menghasilkan gagasan strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global. “IPOC forum strategis untuk membahas arah industri kelapa sawit ke depan, khususnya upaya-upaya yang dapat dilakukan para pelaku industri sawit mendorong produktivitas di tengah beragam peluang dan tantangan domestik maupun global,” ujar Eddy, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Rabu (29/10). Ketua Panitia IPOC 2025, Mona Surya, menimpali, forum ini bakal menyajikan peta jalan industri sawit menuju Indonesia Emas 2045, dan apa dampak kebijakan tarif Trump, serta implementasi EUDR terhadap pasar . Hadir di conference pembicara-pembicara ahli di bidang minyak nabati seperti Executve Director Oil World, Thomas Mielke bakal menyampaikan analisis mengenai proyeksi harga dan tren pasar minyak nabati dunia. Kamudian pendiri Glenauk Economics, Julia McGill juga akan memberikan pandangan tentang dinamika makroekonomi yang mempengaruhi sektor komoditas. Hadir pula di forum, Ryan Chen dari Cargill dan Satia Varga dari FastMarkets bakal memaparkan outlook, prospek, sampai pada cara menghadapi tantangan pasar global. Analis dunia, Dorab Mistry dari Godrej International Ltd pun hadir memberikan Keynote Speakers dari kalangan pengambil kebijakan mulai dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Rachmad Pambudy, Wakil menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arif Havas Oegroseno, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartato. Selain conference, IPOC bakal hadirkan pameran teknologi, produk, dan inovasi terbaru industri sawit dari sektor hulu sampai hilir.

Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah $80.000, Tarif Trump Effect Bayangi Pasar Kripto Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 10 April 2025 | 17:51 WIB

Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah $80.000, Tarif Trump Effect Bayangi Pasar Kripto

Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin kembali melemah tajam, turun ke bawah level $80.000 Senin (7/4) lalu, di tengah gelombang tekanan makroekonomi dan kekhawatiran investor atas kebijakan tarif impor kontroversial dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Koreksi ini terjadi seiring arus keluar modal dari pasar aset berisiko, termasuk kripto, yang mencatat likuidasi lebih dari US$590 juta dalam satu hari. Kondisi pasar kripto saat ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap risiko inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Kebijakan Trump yang mengusulkan kenaikan tarif impor memicu reaksi negatif dari investor. Pasar menilai kebijakan tersebut berisiko memperparah tekanan harga dan menciptakan ketidakpastian dalam perdagangan global. Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menjelaskan, efek dari retorika politik Trump sudah terasa di pasar keuangan global, termasuk kripto. “Kebijakan tarif Trump memicu kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi dan potensi perlambatan ekonomi global. Hal ini diperkuat dengan peringatan dari Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menyebut bahwa tekanan inflasi dapat meningkat signifikan jika kebijakan tersebut diterapkan,” ujar Fyqieh.