Telkom AI
Sorotan terbaru dari Tag # Telkom AI
Gandeng Pemateri Global, Telkom AI Center Padang Kupas AI Tools Remote Income
Padang, katakabar.com - Telkom AI Center of Excellence Padang kembali menggelar AI Connect Offline Series bertajuk “Build Faster, Work Global: AI Tools for Remote Income” di Telkom AI Center Padang. Kegiatan ini angkat peran kecerdasan buatan (AI) sebagai alat untuk mempercepat proses kerja sekaligus membuka peluang kerja global melalui skema remote work yang semakin relevan di era digital. Menghadirkan Will Oak Wild, AI/ML Engineer dan instruktur dari Amerika Serikat, kegiatan ini memberikan wawasan praktis terkait pemanfaatan berbagai tools AI seperti ChatGPT, Claude, serta ekosistem GitHub dalam mendukung produktivitas dan kolaborasi kerja jarak jauh. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan demonstrasi langsung, sehingga peserta dapat memahami penerapannya secara nyata. Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari pekerja, mahasiswa, dan masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi, termasuk berbagai pertanyaan seputar peluang karier di bidang AI serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin cepat. Dalam pemaparannya, Will menekankan tantangan dalam memulai karier di bidang AI merupakan hal yang wajar, namun bukan menjadi penghalang untuk berkembang. “Masuk ke bidang ini memang tidak mudah. Tapi yang jadi pembeda bukan bakat, melainkan konsistensi. Terus mencoba sampai berhasil, dan jangan berhenti belajar,” ujarnya. Ia menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. “AI bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Justru ini adalah alat yang akan membantu kita bekerja lebih cepat dan lebih luas. Ke depan, kemampuan menggunakan AI akan menjadi kebutuhan. Tanpa itu, akan semakin sulit untuk bersaing di dunia kerja digital,” jelasnya. Selain sesi seminar, kegiatan ini dilengkapi dengan praktik langsung yang memberikan pengalaman belajar lebih komprehensif bagi peserta. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami tidak hanya konsep, tetapi juga penerapan AI dalam konteks pekerjaan nyata, termasuk dalam skema kerja remote yang membuka akses ke pasar global. Mizan Lazuardi, Program Lead Telkom AI Connect, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperluas akses literasi digital yang inklusif dan aplikatif. “Kami melihat potensi besar dari talenta lokal, termasuk di Padang, untuk bisa bersaing di tingkat global. Melalui AI Connect, kami ingin membuka akses pengetahuan dan praktik langsung agar masyarakat tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk menciptakan peluang, termasuk dalam skema kerja remote,” ucapnya. Melalui kegiatan ini, Telkom AI Center Padang menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital yang inklusif. Dengan menghadirkan narasumber internasional serta materi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, AI Connect diharapkan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, memperluas peluang kerja, dan beradaptasi dengan ekosistem kerja global yang terus berkembang.
Telkom AI Center Bali Dorong Penerapan AI Praktis dan Berdampak Bagi Dunia Usaha
Bali, katakabar.com - Telkom Indonesia tegaskan komitmennya dorong penerapan kecerdasan buatan (AI) yang praktis dan berdampak bagi dunia usaha lewat AI Clinic for Business bertajuk “Mastering the Art of Prompting”, Jumat (28/2) lalu, digelar secara luring di Telkom AI Center of Excellence Bali. Hal itu hasil kolaborasi dengan ADPList dan Buildclub AI. Di mana acara tersebut menjadi wadah edukasi bagi pelaku bisnis, praktisi teknologi, dan talenta digital untuk mengoptimalkan pemanfaatan AI melalui teknik prompting yang efektif dan terstruktur. Sesi pertama dibuka oleh I Gede Teguh Permana, Founder Doublehouse sekaligus Co-Founder RapiMedika. Teguh memperkenalkan framework YTTA (You, Task, Target, Action) sebagai kerangka dasar menyusun prompt yang efektif, mencakup elemen Persona, Goal, Context, Constraint, dan Example. Melalui demonstrasi langsung menggunakan studi kasus analisis prospek klinik di Padangsambian, Bali, ia memperlihatkan perbedaan hasil yang sangat signifikan antara lazy prompt dan smart prompt. Berdasarkan praktik nyata yang diterapkannya, Teguh menegaskan tiga aspek penting yang perlu dipahami pelaku bisnis dalam mengadopsi AI, yakni memahami keterbatasan teknologi seperti risiko AI hallucination, bias algoritmik, dan vendor lock-in yang berpotensi merugikan dalam jangka panjang, memperhatikan regulasi sesuai sektor, termasuk kewajiban integrasi dengan SATUSEHAT, perlindungan data pasien berdasarkan UU PDP, serta menempatkan AI sebatas Clinical Decision Support System, bukan pengambil keputusan medis, serta menyiapkan langkah awal yang tepat dengan melatih staf menyusun prompt secara efektif, merapikan pencatatan data klinik, dan mempertimbangkan adopsi sistem AI seperti Arcanum untuk meningkatkan efisiensi operasional secara berkelanjutan. Melengkapi perspektif bisnis, Dana Putra, Product Designer Farmacare, hadir dengan materi “Genius Needs a Brief: Making AI Your Controlled Engineering Partner”. Dana membedah cara kerja AI sebagai pengendali pola berkecepatan tinggi yang belajar dari contoh dan memprediksi apa yang paling sesuai selanjutnya, bukan entitas yang “tahu” seperti manusia. Dana memperkenalkan konsep Source of Truth (SoT), menyematkan referensi resmi seperti brand guidelines, API schema, price list, atau temuan riset ke dalam prompt agar AI berhenti menebak-nebak dan hasilnya dapat diaudit. Konsep ini ia terapkan dalam dua konteks nyata: design generation (menghasilkan desain konsisten dengan design system yang ada) dan app building (membangun fitur sesuai data model dan business rules). Peserta juga diperkenalkan pada sticky-note trick sebagai mental model praktis menyusun prompt, mencakup lima elemen: Goal, User/Context, Steps/Method, Output Format dan Quality Checks. Dana menutup sesinya dengan memperkenalkan dua tools yang dapat langsung dipraktikkan: Prompt Cowboy untuk mengubah ide kasar menjadi prompt terstruktur, dan OpenAI Prompt Optimizer untuk menganalisis dan memperbaiki draft prompt secara otomatis. Keistimewaan utama acara ini terletak pada sesi klinik konsultasi yang dibuka setelah pemaparan materi. Para peserta, mulai dari pelaku usaha kecil, praktisi bisnis, hingga talenta digital, hadir membawa permasalahan konkret dari bisnis mereka dan mendapatkan arahan langsung dari narasumber. Salah satu sesi konsultasi yang menarik yaitu masalah seorang perempuan pengusaha Skyrenttoys, jasa sewa mainan anak. Beliau menceritakan tantangannya dalam menggunakan ChatGPT untuk mendukung operasional bisnisnya. Ia kerap menggunakan AI untuk menjawab pertanyaan seputar cara penggunaan mainan, mencari referensi jenis mainan baru untuk kelompok usia 3–5 tahun, hingga rekomendasi pengembangan produk. Tetapi ia selalu terganjal oleh jawaban AI yang terlalu panjang dan memakan waktu untuk dibaca di tengah kesibukan mengelola usaha. Setelah dianalisa dan dipahami, narasumber kemudian memberikan solusi melalui teknik prompting yang tepat yang dibantu dengan Prompt Cowboy dan OpenAI Prompt Optimizer. Selain itu, ia juga diajari untuk dapat menambahkan instruksi spesifik seperti format output, batasan jumlah poin, atau panjang pendek ke dalam prompt sehingga AI akan menghasilkan respons yang lebih ringkas, menarik dan langsung menjawab kebutuhan. Pertanyaannya sederhana tetapi mewakili banyak pengguna AI awam, yakni bagaimana cara mendapatkan output AI yang lebih ringkas dan langsung ke intinya? Narasumber langsung memberikan solusi praktis: masalah tersebut bukan terletak pada AI-nya, melainkan pada cara prompt disusun. Dengan menambahkan instruksi output yang spesifik ke dalam prompt, seperti jumlah poin maksimal, format jawaban (bullet atau paragraf), atau batas panjang respons, AI akan menghasilkan jawaban yang padat, ringkas, dan langsung menjawab kebutuhan tanpa perlu membaca paragraf panjang yang tidak relevan. Momen ini mempertegas esensi dari format klinik yang dipilih: bahwa pemahaman tentang prompting bukan hanya tentang teori, tetapi tentang kemampuan menerjemahkan kebutuhan bisnis yang nyata ke dalam instruksi AI yang tepat sasaran. Sesi diskusi berlangsung sangat hidup dengan peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dan mendapatkan arahan langsung dari para narasumber. Indria Trisni Puspita, Business dan Community Lead Telkom AI Connect Bali, menegaskan acara ini merupakan bagian dari upaya konsisten Telkom AI Center dalam membangun kapabilitas AI yang relevan dengan kebutuhan industri. “Kami ingin mendorong pemanfaatan AI yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga memiliki nilai nyata bagi operasional bisnis. Prompting adalah keterampilan strategis, dan siapapun bisa menguasainya dengan pendekatan yang tepat," terangnya. Senada dengan hal tersebut, Mizan Lazuardi, Program Lead Telkom AI Connect, menambahkan penguatan literasi AI di kalangan pelaku usaha menjadi kunci agar transformasi digital tidak berhenti pada wacana. “AI akan memberikan dampak optimal ketika dipahami sebagai alat bantu pengambilan keputusan yang terstruktur. Melalui forum seperti AI Clinic, kami ingin memastikan pelaku bisnis memiliki pemahaman yang benar sekaligus keterampilan praktis untuk mengintegrasikan AI secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” jelas Mizan. Kolaborasi antara Telkom AI Center Bali, ADPList, dan Buildclub AI dalam acara ini membuktikan bahwa ekosistem AI di Indonesia terus tumbuh dan semakin solid.
Telkom AI Center Dorong Kreator Siap Monetisasi dan Masuk Era Gig Economy
Bandung, katakabar.com - Telkom AI Center membekali kreator dengan insight monetisasi, strategi positioning, serta pemanfaatan AI untuk bersaing di era gig economy. Sepanjang Februari 2026, Telkom AI Center of Excellence Bandung menghadirkan rangkaian kegiatan AI Connect: From Idea to Income. Program ini dirancang sebagai ruang belajar bagi content creator, talenta digital, dan pelaku industri kreatif untuk memahami bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat dimanfaatkan sebagai akselerator produktivitas sekaligus membuka peluang penghasilan berkelanjutan di era gig economy. Alih-alih berdiri sebagai sesi terpisah, rangkaian kegiatan ini menghadirkan pembelajaran yang saling terhubung, mulai dari pemahaman ekosistem gig economy, optimalisasi produksi konten berbasis AI, transformasi cara kerja kreatif, hingga strategi monetisasi dan kesiapan profesional. Bangun Fondasi Karier Kreatif di Era Gig Economy Perubahan lanskap kerja mendorong semakin banyak kreator beralih ke pola kerja berbasis proyek. Untuk menjawab kebutuhan ini, AI Connect Bandung menghadirkan Digital Talks: Gig Economy 101 for Creators – From Skill to Sustainable Income pada 7 Februari 2026. Sesi ini memberikan pemahaman menyeluruh mengenai ekosistem gig economy, alur kerja content creator, serta strategi mengelola penghasilan dan karier jangka panjang. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan AI sebagai partner kerja untuk ideasi konten, perencanaan workflow, hingga optimalisasi waktu produksi. Melalui diskusi interaktif bersama praktisi industri, peserta didorong membangun mindset adaptif dan kesiapan menghadapi dinamika industri kreatif digital. Tantangan umum kreator masa kini bukan kekurangan ide, melainkan menjaga konsistensi dan efisiensi produksi. Hal ini menjadi fokus workshop From Idea to Content: AI-Assisted Content Production yang diselenggarakan pada 8 Februari 2026. Workshop hands-on ini mengajak peserta mengeksplorasi bagaimana AI digital tools dapat diintegrasikan ke dalam alur produksi konten. Peserta belajar menerjemahkan ide menjadi konten siap pakai, membangun workflow yang efisien, serta meningkatkan kualitas dan relevansi konten dengan dukungan AI. Pendekatan aplikatif memastikan peserta tidak hanya memperoleh insight, tetapi juga membawa pulang workflow produksi berbasis AI yang dapat langsung diterapkan Perkembangan AI tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengubah cara kerja kreator secara fundamental. Perspektif ini dibahas dalam Digital Talks: AI & the Creator Economy: How AI Reshapes Creative Work yang berlangsung pada 14 Februari 2026. Sesi ini membahas bagaimana predictive, generative, dan assistive AI dapat diintegrasikan ke dalam workflow kreatif sehari-hari. Konsep Mega-Tasker Era diperkenalkan untuk menggambarkan bagaimana individu kini mampu menjalankan berbagai peran sekaligus dengan dukungan AI. Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya critical thinking, validasi output AI, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Pemanfaatan AI untuk market research, pengembangan buyer persona, serta optimalisasi produksi dan distribusi konten juga menjadi bagian penting dalam diskusi. Dari Konten Jadi Penghasilan: Strategi Monetisasi dan Gig Readiness Sebagai penutup rangkaian Februari, sesi AI Connect: From Content to Income – AI for Monetization & Gig Readiness diselenggarakan pada 21 Februari 2026. Sesi ini membahas strategi mengubah karya konten menjadi sumber pendapatan melalui berbagai model monetisasi seperti freelance, platform digital, kolaborasi brand, dan jasa berbasis keterampilan. Peserta juga mempelajari strategi pricing, positioning, serta penyusunan value proposition untuk memperkuat identitas profesional. Pemanfaatan AI turut dibahas sebagai faktor penting dalam meningkatkan efisiensi produksi, menjaga konsistensi output, serta memperluas jangkauan distribusi konten. Program Lead Telkom AI Connect, Mizan Lazuardi, menegaskan pentingnya kesiapan talenta digital dalam menghadapi perubahan lanskap kerja. “Melalui program AI Connect, peserta didorong memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, untuk meningkatkan produktivitas, membuka peluang penghasilan, dan memperkuat daya saing," ujarnya. Harapannya, ucap Mizan, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga perspektif baru, kepercayaan diri, dan keberanian untuk beradaptasi, karena keberhasilan di era gig economy ditentukan oleh kesiapan untuk terus belajar dan berkembang. Melalui rangkaian kegiatan sepanjang Februari 2026 ini, Telkom AI Center menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan pendekatan yang komprehensif, dari ide hingga monetisasi, program AI Connect diharapkan mampu membantu kreator dan talenta digital Indonesia menjadikan AI sebagai akselerator kreativitas, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Telkom AI Center Makassar Bekali Mahasiswa Bangun Web Portfolio AI Hadapi Gig Economy
Makassar, katakabar.com - Telkom AI Center of Excellence Makassar (AI Center Makassar) terus perkuat perannya dorong pengembangan talenta digital di kawasan Indonesia Timur melalui penyelenggaraan workshop bertajuk “Build Your First Web Portfolio with AI”. Kegiatan ini dirancang sebagai pelatihan berbasis praktik untuk membekali mahasiswa dan komunitas teknologi dengan kemampuan membangun portofolio digital profesional dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Workshop yang dilaksanakan di AI Center Makassar tersebut diikuti oleh lebih dari 20 peserta dari berbagai perguruan tinggi serta komunitas developer. Program ini menjadi bagian dari upaya strategis Telkom dalam mempersiapkan talenta muda menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin fleksibel, adaptif, dan berbasis proyek, seiring berkembangnya model gig economy. Seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap talenta digital, keberadaan portofolio online dinilai semakin krusial sebagai representasi kompetensi, pengalaman, dan kredibilitas profesional. Tetapi, masih banyak talenta yang belum memiliki media terstruktur untuk menampilkan hasil karya mereka secara optimal. Melihat kebutuhan tersebut, AI Center Makassar menghadirkan pelatihan yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada penguatan personal branding dan aktivasi jejak digital profesional. Melalui pendekatan hands-on learning, peserta dibimbing secara komprehensif mulai dari perencanaan konten, pengembangan desain, hingga proses publikasi website portofolio berbasis AI. Peserta juga mendapatkan pendampingan dalam mengintegrasikan hasil karya mereka ke platform profesional seperti GitHub, LinkedIn serta Talent Marketplace Telkom AI Connect, guna meningkatkan visibilitas di hadapan recruiter maupun calon klien. Menurut Sunarti M.R., Business dan Community Lead Telkom AI Connect Makassar, transformasi pola kerja menuntut talenta untuk memiliki kesiapan yang lebih dari sekadar kemampuan teknis. “Saat ini peluang kerja tidak lagi terbatas pada jalur konvensional. Banyak kolaborasi dan proyek lahir dari platform digital. Oleh karena itu, talenta perlu memiliki identitas profesional yang kuat serta portofolio yang mudah diakses. AI Connect hadir untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut sekaligus membuka koneksi ke ekosistem industri,” jelasnya. Materi pelatihan turut mencakup pemanfaatan AI untuk mempercepat proses pengembangan website, ulas Sunarti, penyusunan narasi proyek, hingga optimalisasi tampilan konten agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas hasil karya peserta. Salah satu peserta, Rifky Ramadhana, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya portofolio profesional. “Melalui workshop ini saya memahami bahwa portofolio bukan hanya kumpulan proyek, tetapi juga cara kita mempresentasikan kompetensi secara strategis. Teknologi AI sangat membantu mempercepat proses pembuatan sehingga lebih efektif,” ucapnya. Sementara, Mizan Lazuardi, Program Lead Telkom AI Connect, menimpali penguatan portofolio digital merupakan langkah konkret dalam mempersiapkan talenta menghadapi persaingan global. “Gig economy membuka peluang yang luas, namun juga menuntut talenta untuk proaktif membangun reputasi profesionalnya. Portofolio digital menjadi representasi pertama yang dinilai oleh industri. Karena itu, kami berkomitmen menghadirkan program-program yang relevan dan aplikatif,” tuturnya. Melalui inisiatif ini, AI Center Makassar menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem talenta digital yang adaptif, kompetitif, dan berdaya saing global. Ke depan, AI Connect akan terus menghadirkan berbagai pelatihan, kolaborasi komunitas, serta program pengembangan kapasitas guna mempercepat pertumbuhan sumber daya manusia digital, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Program ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Telkom dalam mendukung transformasi ekonomi digital nasional melalui penguatan kompetensi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.