Era Baru Budidaya Udang: FisTx Terapkan Sistem Perlindungan Berlapis UV dan Elektrolisis di Banyuwangi Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 13 Maret 2026 | 12:00 WIB

Era Baru Budidaya Udang: FisTx Terapkan Sistem Perlindungan Berlapis UV dan Elektrolisis di Banyuwangi

Banyuwangi, katakabar.com - Integrasi teknologi Baskara UV dan Cakra Elektrolisis dari FisTx mulai diterapkan di tambak udang vaname intensif di kawasan Pantai Blimbingsari, Banyuwangi ,Jawa Timur guna perkuat biosekuriti dan stabilitas kualitas air dalam budidaya udang modern. Ini sinyal penguatan industri udang Indonesia setelah menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari tekanan harga global hingga risiko penyakit dalam budidaya. Momentum pemulihan ini dinilai perlu diikuti dengan penguatan teknologi budidaya serta peningkatan standar pengelolaan kualitas air tambak. Pengamat akuakultur nasional, Dr. Hasanuddin Atjo, menilai peningkatan daya saing industri udang Indonesia sangat bergantung pada konsistensi penerapan standar operasional budidaya serta penggunaan teknologi yang tepat. “Industri udang Indonesia memiliki peluang besar untuk kembali menguat. Hal itu harus didukung dengan kalibrasi SOP yang konsisten, monitoring yang baik, serta teknologi yang mampu menjaga kualitas air tambak,” ujar Hasanuddin Atjo. Pengelolaan kualitas air sendiri menjadi faktor kunci dalam budidaya udang intensif. Stabilitas parameter air seperti oksigen terlarut, pH, serta tingkat mikroorganisme sangat menentukan tingkat kelangsungan hidup dan produktivitas udang dalam satu siklus budidaya. Menjawab tantangan tersebut, perusahaan teknologi akuakultur nasional FisTx mengembangkan berbagai solusi pengolahan air tambak, salah satunya melalui teknologi elektrokimia Cakra Elektrolisis. Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan proses elektrolisis untuk menghasilkan senyawa oksidator aktif seperti asam hipoklorit (HOCl) dari ion klorida yang secara alami terdapat dalam air laut. Senyawa tersebut dikenal efektif menekan pertumbuhan bakteri patogen seperti Vibrio serta meningkatkan nilai oxidation-reduction potential (ORP) yang berperan penting dalam menjaga stabilitas kualitas air. CEO FisTx, Rico Wibisono, mengatakan penguatan sistem pengolahan air menjadi salah satu pendekatan penting dalam modernisasi tambak udang di Indonesia. “Kualitas air fondasi utama keberhasilan budidaya udang intensif. Melalui teknologi elektrolisis, kami ingin menghadirkan sistem pengolahan air yang tidak hanya membersihkan, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan tambak yang lebih stabil dan aman bagi pertumbuhan udang,” kata Rico. Sebagai implementasi teknologi di lapangan, pada Maret 2025 FisTx mulai melakukan pemasangan sistem sterilisasi air terintegrasi di salah satu tambak budidaya udang vaname intensif di kawasan Pantai Blimbingsari, Banyuwangi. Tambak ini memiliki sekitar 20 hingga 22 kolam budidaya, dengan luas kolam yang bervariasi mulai dari sekitar 2.500 meter persegi hingga 5.000 meter persegi per kolam. Skala tersebut memungkinkan penerapan sistem budidaya intensif dengan manajemen kualitas air yang lebih terkontrol. Di proyek ini, teknologi Cakra Elektrolisis digunakan bersamaan dengan sistem sterilisasi ultraviolet Baskara UV untuk menciptakan sistem perlindungan berlapis terhadap patogen dalam budidaya udang. Baskara UV memanfaatkan sinar ultraviolet untuk menonaktifkan mikroorganisme seperti bakteri dan virus pada air baku sebelum masuk ke dalam sistem tambak. Sementara, Cakra Elektrolisis menghasilkan senyawa oksidator aktif yang membantu menjaga kualitas air selama proses budidaya berlangsung. Integrasi kedua teknologi tersebut membentuk pendekatan multi-barrier biosecurity, yakni sistem perlindungan berlapis terhadap patogen yang semakin banyak diterapkan dalam budidaya udang modern. Menurut Rico, kombinasi teknologi sterilisasi fisik dan proses elektrokimia diharapkan dapat membantu petambak meningkatkan stabilitas produksi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia dalam pengelolaan kualitas air. Kabupaten Banyuwangi sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan penting pengembangan budidaya udang vaname di Indonesia. Penerapan teknologi pengolahan air modern di kawasan Pantai Blimbingsari ini diharapkan dapat menjadi contoh transformasi teknologi tambak menuju sistem budidaya yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Terapkan Program Kapolda Riau, Personel Polres Kepulauan Meranti Kenakan Tanjak dan Selempang Tiap Jumat Hukrim
Hukrim
Jumat, 20 Februari 2026 | 15:35 WIB

Terapkan Program Kapolda Riau, Personel Polres Kepulauan Meranti Kenakan Tanjak dan Selempang Tiap Jumat

Selatpanjang, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti resmi terapkan pemakaian tanjak dan selempang bagi seluruh personel setiap hari Jumat. Kebijakan ini merupakan program Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan yang dilaksanakan di seluruh jajaran Polda Riau, dan dilaunching serentak, Jumat (20/2). Di Polres Kepulauan Meranti, apel launching tersebut dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, didampingi Wakapolres, Kompol Detis Mayer Silitonga, serta diikuti para pejabat utama, perwira, dan seluruh personel. Turut hadir Ketua Umum DPH Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Sri Afrizal Cik, Sekretaris Umum Datuk Zaini Mahaddun, Ketua Umum Majelis Kekerabatan Adat LAMR Hj. Drs. Idham, serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Saiful Bakhri. Prosesi launching ditandai dengan pemasangan tanjak dan selempang secara simbolis oleh Kapolres bersama Ketua LAMR kepada perwakilan personel. Momen itu menjadi penegasan seragam kepolisian kini berpadu dengan identitas budaya Melayu. Dalam arahannya, Kapolres Kepulauan Meranti menegaskan pemakaian tanjak dan selempang bukan sekadar seremoni, melainkan momentum bersejarah yang sarat makna. "Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk merawat nilai-nilai adat serta menjaga marwah budaya Melayu di Bumi Lancang Kuning,” ujar AKBP Aldi. Menurutnya, tanjak dan selempang bukan sekadar atribut pelengkap. Di balik kain yang tersemat di kepala dan pundak itu, tersimpan simbol jati diri, kehormatan, serta harapan masyarakat terhadap polisi yang santun dan berintegritas. "Tanjak dan selempang bukan hanya atribut. Ini adalah simbol jati diri dan lambang kehormatan. Di pundak setiap anggota tersemat harapan masyarakat tentang kesantunan, tanggung jawab, dan integritas dalam bertugas,” tegasnya. AKBP Aldi menambahkan, budaya Melayu mengajarkan kekuatan tidak semata-mata lahir dari ketegasan, tetapi juga dari kelembutan budi, kehalusan tutur kata, serta kebijaksanaan dalam bertindak. "Polisi yang profesional adalah polisi yang mampu menghadirkan rasa aman sekaligus dicintai masyarakat,” tambahnya. Kapolres juga menekankan pendekatan humanis tidak cukup dibangun melalui tugas operasional semata, tetapi harus ditopang dengan sentuhan budaya dan penghormatan terhadap kearifan lokal. "Dengan mengenakan tanjak dan selempang, kami ingin menunjukkan bahwa Polri adalah bagian dari masyarakat Melayu, hadir di tengah-tengah mereka, menjaga serta menghormati nilai-nilai yang dijunjung tinggi,” ucap AKBP Aldi. Kapolres menyampaikan apresiasi kepada LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti dan Disporapar atas sinergi dalam upaya pelestarian budaya Melayu di Negeri Sagu. Selanjutnya, ia turut mengajak seluruh personel menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperkuat integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. "Ramadhan adalah bulan pengendalian diri, kesabaran, serta penguatan nilai spiritual dan sosial yang selaras dengan tugas kepolisian,” tandasnya.

Hadiri Rakornas 2026, H Asmar: Pemkab Kepulauan Meranti Siap Terapkan Program Prioritas Presiden Nasional
Nasional
Senin, 02 Februari 2026 | 19:08 WIB

Hadiri Rakornas 2026, H Asmar: Pemkab Kepulauan Meranti Siap Terapkan Program Prioritas Presiden

Bogor, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar hadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2). H Asmar hadir bersama Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzammil Baharudin, Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H Khalid Ali, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqhi, serta Kajari, Ricky Makado. Rakornas tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, serta diikuti oleh seluruh kepala daerah senIndonesia. Dalam pidatonya di hadapan kepala daerah, H Prabowo Subianto singgung soal sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. "Karena itu saya jalankan sebagai mandataris, meneruskan warisan pendiri-pendiri bangsa kita, saya menjalankan politik luar negeri yang menganut tetap garis kita bebas aktif tapi non-align, nonblok. Kita tidak akan ikut pakta militer mana pun,” ujarnya. Kepala Negara meminta pemerintah pusat hingga daerah harus memahami perannya dalam menjalani tugas. “Kita berada di sini adalah karena rakyat kita. Kita berada di sini untuk melayani rakyat kita. Kita harus mengerti nasib bangsa ada di pundak kita semua. Saudara-saudara sekalian, sebagai pemerintahan, sebagai pimpinan rakyat,” jelasnya. Dia mengingatkan jajaran pemerintah pusat hingga daerah agar memahami peran sebagai pelayan masyarakat. Ia menegaskan, keberadaan para pejabat publik semata-mata untuk kepentingan rakyat. "Kita berada di sini adalah karena rakyat kita. Kita berada di sini untuk melayani rakyat kita. Kita harus mengerti bahwa nasib bangsa ada di pundak kita semua, saudara-saudara sekalian, sebagai pemerintahan, sebagai pimpinan rakyat," ucapnya. Selesai kegiatan, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar menyatakan, Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat keselarasan kebijakan nasional dengan kebutuhan riil daerah. “Rakornas ini sangat strategis bagi daerah. Arahan Presiden menegaskan bahwa sinergi pusat dan daerah bukan sekadar slogan, tetapi keharusan agar program prioritas nasional benar-benar berdampak sampai ke masyarakat,” kupas H Asmar. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti siap mendukung dan mengimplementasikan program-program prioritas Presiden RI, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ekonomi daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pembangunan sumber daya manusia. “Kami di daerah, termasuk Kepulauan Meranti, membutuhkan kesinambungan kebijakan dan dukungan lintas sektor. Dengan komunikasi yang kuat antara pusat dan daerah, kami optimistis target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045 dapat dicapai,” tegasnya. Ia menilai pesan Presiden RI terkait kemandirian bangsa dan kesiapsiagaan nasional relevan dengan semangat membangun daerah. “Semangat berdikari yang disampaikan Presiden sejalan dengan upaya kami mendorong daerah agar lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan prinsip kebersamaan dan gotong royong,” tukasnya. Pada Rakornas tahun ini, Kemendagri usung tema "Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045". Tema tersebut bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan program-program prioritas Presiden melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Rakornas tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 4.487 peserta, yang terdiri dari pimpinan kementerian dan lembaga, gubernur, bupati, wali kota, pimpinan DPRD, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari seluruh Indonesia.

LindungiHutan: Panduan Lengkap Perusahaan Terapkan Keberlanjutan Nyata dan Terukur Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 16 November 2025 | 09:24 WIB

LindungiHutan: Panduan Lengkap Perusahaan Terapkan Keberlanjutan Nyata dan Terukur

Semarang, katakabar.com - Seiring meningkatnya tuntutan global terhadap praktik bisnis berkelanjutan, LindungiHutan meluncurkan e-book terbaru berjudul “ESG Master Guide: Langkah Nyata, Regulasi, dan Standar Disclosure untuk Perusahaan”. Panduan ini ditujukan bagi perusahaan, profesional CSR, dan pengambil keputusan bisnis yang ingin memahami dan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara strategis, sesuai dengan regulasi dan standar yang berlaku di Indonesia maupun internasional. E-book ini menjelaskan ESG bukan sekadar tren korporasi, tetapi sebuah kerangka kerja menyeluruh yang membantu perusahaan menyeimbangkan keuntungan bisnis dengan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan lingkungan. Di mana tiga pilar ESG, yakni lingkungan, sosial, dan tata kelola, menjadi landasan bagi bisnis untuk menciptakan nilai jangka panjang, memperkuat reputasi, dan mengelola risiko secara berkelanjutan. Menurut panduan tersebut, penerapan ESG memberikan sejumlah manfaat strategis bagi perusahaan. Di antaranya adalah menjaga reputasi dan kepercayaan investor, mengidentifikasi peluang dan risiko jangka panjang, serta mempersiapkan diri terhadap perubahan regulasi yang semakin ketat. ESG juga terbukti mendorong efisiensi operasional, mengurangi biaya, serta meningkatkan inovasi dan loyalitas pemangku kepentingan. Secara hukum, e-book ini memuat berbagai regulasi nasional yang relevan dengan ESG, termasuk UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, PP Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), serta POJK Nomor 51/POJK.03/2017 mengenai Keuangan Berkelanjutan. Panduan ini juga menguraikan standar global yang digunakan dalam pelaporan keberlanjutan, seperti GRI (Global Reporting Initiative), SASB (Sustainability Accounting Standards Board), dan TCFD (Task Force on Climate-related Financial Disclosures), lengkap dengan langkah-langkah praktis dalam penyusunan laporan ESG yang kredibel dan terukur. Selain menyajikan kerangka dan regulasi, ESG Master Guide juga dilengkapi dengan ESG Audit Checklist dan Panduan Praktis Pelaporan ESG yang dapat langsung diimplementasikan oleh perusahaan. Melalui pendekatan ini, LindungiHutan ingin membantu pelaku usaha untuk tidak hanya memahami konsep keberlanjutan, tetapi juga menjalankannya dalam bentuk aksi nyata, seperti integrasi data ESG, pelaporan publik, dan kolaborasi dalam program keberlanjutan berbasis lingkungan. Peluncuran e-book ini sejalan dengan visi LindungiHutan untuk memperluas literasi keberlanjutan di Indonesia. Melalui berbagai program, seperti CorporaTree, CollaboraTree, SustainabiliTree, dan Imbangi, LindungiHutan terus mendorong keterlibatan perusahaan dalam aksi pelestarian lingkungan, mulai dari penanaman pohon, restorasi ekosistem, hingga pengukuran dampak karbon yang terverifikasi. “Kami melihat banyak perusahaan yang memiliki komitmen hijau, tetapi masih kesulitan menerjemahkannya ke dalam sistem yang terukur dan bisa dipertanggungjawabkan. E-book ini kami susun agar menjadi jembatan antara niat baik dan implementasi yang nyata,” ujar Gandhis, tim marketing LindungiHutan dalam keterangannya. Dengan panduan yang sistematis dan berbasis regulasi ini, ulas Gandhis, LindungiHutan berharap e-book ESG Master Guide dapat menjadi referensi utama bagi perusahaan yang ingin membangun bisnis berkelanjutan dan berintegritas, sekaligus mengambil peran aktif dalam mendukung transisi hijau Indonesia.

Asata Terapkan Biz-A MES Tahap 1 Nasional
Nasional
Senin, 13 Oktober 2025 | 23:30 WIB

Asata Terapkan Biz-A MES Tahap 1

Jakarta, katakabar.com - Asata dan Imamatek resmi tandatangani serah terima Biz‑A Manufacturing Execution System (MES) Tahap I di pertengahan 2025 lalu. Sistem ini dikembangkan untuk menggantikan penggunaan FINA yang tidak dirancang untuk lantai produksi, sehingga dapat meng-capture data produksi secara lebih rinci. Imamatek mempelajari lebih dari 18 proses produksi Asata dan berhasil merancang MES yang mampu menangani kompleksitas dan dinamika produksi (absen operator, kerusakan mesin, penggantian bahan). Tahap awal telah diuji sebagai pilot dan mulai digulirkan, ditandai pemasangan monitor dashboard di lantai produksi untuk memantau hasil versus target. Proyek berlanjut ke fase berikutnya dengan target penerapan MES menyeluruh di seluruh alur produksi Asata. Penandatangan dilakukan Luke Tanu selaku Direktur PT Asata Utama Electrical Industries dan Mas Agung Sachli selaku CEO PT Integritas Makmur Mandiri (Imamatek). Prosesi ditandatangani dan disaksikan oleh Edy Mulia, Ferry Jufrizal, Arjuna, dan Riza dari pihak Asata serta Romadu Malau dan Umar dari pihak Imamatek. Sebelumnya Asata mengandalkan FINA, software akuntansi, untuk pencatatan data produksi. Meskipun laporan dapat dihasilkan, FINA bukanlah sistem yang dirancang khusus untuk lantai produksi sehingga pencatatan data rinci memerlukan usaha manual yang besar. Pada akhir 2024, Asata menyampaikan kebutuhan akan sistem produksi yang lebih mendalam untuk meng-capture data produksi secara rinci. Setelah diskusi panjang, Imamatek berkomitmen mengembangkan MES khusus yang sesuai dengan kebutuhan proses produksi Asata. Imamatek membutuhkan waktu untuk mempelajari proses produksi Asata secara menyeluruh. Dari kawat, koil tembaga, dan lembaran plat hingga menjadi trafo siap pasang melibatkan lebih dari 18 proses, dengan titik divergen dan konvergen yang memperumit perancangan. Asata juga menginginkan pelacakan nomor seri pada Work In Process (WIP) untuk keperluan audit trail dan penentuan tanggung jawab jika terjadi produk NG (No Good). Dengan pengalaman lebih dari dua dekade merancang sistem untuk berbagai jenis pabrik, Imamatek berhasil merancang dan mengembangkan Biz‑A MES khusus untuk Asata, pilot project berjalan sukses dan deployment tahap awal mulai dijalankan di lantai produksi. Selain kompleksitas proses, dinamika di lantai produksi yang sangat tinggi ketidakhadiran operator, gangguan mesin mendadak, atau penggantian bahan baku dengan model serupa, menambah tantangan operasional. Biz‑A MES dirancang untuk menyerap dan mengakomodasi dinamika tersebut sehingga data produksi tetap akurat dan dapat ditindaklanjuti. Tahap I diresmikan dengan pemasangan monitor besar di lantai produksi yang menampilkan dashboard perbandingan hasil produksi terhadap target. Dashboard ini dimaksudkan sebagai alat pemantauan dan kendali bagi manajemen serta operator produksi.

Terapkan AI dalam Data Kompleks pada Graph Machine Learning Tekno
Tekno
Minggu, 11 Mei 2025 | 19:30 WIB

Terapkan AI dalam Data Kompleks pada Graph Machine Learning

Jakarta, katakabar.com - Di era transformasi digital yang semakin berkembang pesat, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pembelajaran mesin (Machine Learning/ML) telah menjadi elemen krusial di berbagai aspek kehidupan. Di antara cabang pembelajaran mesin yang semakin relevan adalah Graph Machine Learning, sebuah metode yang mengintegrasikan struktur data berbentuk grafik untuk memecahkan masalah kompleks. Lantaran itu, Binus Book Review gelar acara Binus Book Review "Dasar-Dasar Graph Machine Learning", di penghujung April 2025 lalu. Acara ini digelar di Recreation Room LKC di Binus @Kemanggisan Kampus Anggrek, yang bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa, dosen, dan praktisi tentang esensi dan penerapan Graph Machine Learning. Pada sesi ini, peserta tidak hanya diajak untuk memahami konten utama dari buku, tapi untuk mendiskusikan penerapannya dalam konteks akademik maupun industri. Buku "Dasar-Dasar Graph Machine Learning" menjadi salah satu referensi penting yang mendalami topik ini secara mendalam dan sistematis. Acara ini berlangsung hybrid digelar secara online dan offline, berkat dari hasil kolaborasi antara Knowledge Management Innovation, Library Knowledge Center, Binus Publishing, dan Binus Research (Binus Press). Buku Dasar-Dasar Graph Machine Learning ini ditulis oleh Dr. Ir. Yaya Heryadi, M.Sc. CDS. dan Dr. Ir. Ilvico Sonata, S.T., Μ.Μ., M.T., IPM., ASEAN Eng. Tidak hanya menjadi ajang perkenalan buku, Binus Book Review ini menjadi wadah diskusi interaktif yang memperkaya pemahaman peserta. Selama sesi berlangsung, peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan mendiskusikan aplikasi praktis Graph Machine Learning.

Wacana Terapkan Iuran Wajib Bagi Perusahaan Sawit Bangun Jalan di Riau Sawit
Sawit
Sabtu, 28 Desember 2024 | 10:10 WIB

Wacana Terapkan Iuran Wajib Bagi Perusahaan Sawit Bangun Jalan di Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Riau diminta berpartisipasi bangun jalan. Soalnya, tidak sedikit jalan yang rusak disebabkan aktivitas pengangkutan kelapa sawit milik perusahaan. "Kita usulkan iuran wajib, kemudian diatur lewat peraturan daerah atau perda," ujar Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, dilansir dari laman EMG, Sabtu (28/12). Menurutnya, iuran wajib bagi perusahaan sawit diusulkan Rp80 ribu hingga Rp 100 ribu per hektar. Uangnya langsung disetorkan ke APBD Riau dan dianggarkan untuk pembangunan jalan.

Bea Cukai Terapkan Aplikasi CEISA 4.0 Mudahkan Eskportir Sawit Sawit
Sawit
Minggu, 01 Desember 2024 | 11:06 WIB

Bea Cukai Terapkan Aplikasi CEISA 4.0 Mudahkan Eskportir Sawit

Jakarta, katakabar.com - Industri kelapa sawit punya peran strategis bagi perekonomian Indonesia. Dari data yang dihimpun Bea Cukai melalui aplikasi CEISA 4.0 per 18 November 2024, tercatat realisasi penerimaan bea keluar dari sektor industri kelapa sawit mencapai Rp3,5 triliun atau 24,14 persen dari total penerimaan. Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo menjelaskan, kontribusi pungutan ekspor digunakan oleh pemerintah untuk melaksanakan berbagai program strategis guna mendukung asta cita hilirisasi produk kelapa sawit dan turunannya.

Mahasiswa Agribisnis Universitas Katolik Widya Karya Terapkan 'Laudato Si' Pendidikan
Pendidikan
Sabtu, 20 Januari 2024 | 21:02 WIB

Mahasiswa Agribisnis Universitas Katolik Widya Karya Terapkan 'Laudato Si'

Malang, katakabar.com - Universitas Katolik Widya Karya Malang komitmen menciptakan profesional agribisnis yang unggul, dan pembentukan karakter serta sikap tanggung jawab sosial mahasiswa. Disamping itu, Universitas Katolik Widya Karya berperan aktif membentuk mahasiswa agribisnis menjadi sosok yang memiliki dampak positif selain di bidang akademis, tapi menjaga keberlanjutan lingkungan. Sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang menyeluruh, universitas ini mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan ke dalam kurikulum agribisnis, memberikan landasan yang kokoh bagi mahasiswa untuk memahami dan merespons tantangan lingkungan global. Komitmen Universitas Katolik Widya Karya tidak hanya menciptakan profesional agribisnis yang unggul, tapi fokus pembentukan karakter dan sikap tanggung jawab sosial mahasiswa. Pendidikan mereka tidak hanya tentang peningkatan kapasitas individu, soal bagaimana kontribusi mereka dapat memberikan dampak positif pada lingkungan dan masyarakat. Pemahaman Mendalam akan Ajaran 'Laudato Si' Mahasiswa agribisnis Universitas Katolik Widya Karya dalami ajaran 'Laudato Si' yang diterbitkan Paus Fransiskus pada tahun 2015. Mahasiswa dalami ajaran ini bukan hanya menyuarakan keprihatinan terhadap isu-isu lingkungan, tapi menjadi panggilan moral untuk bertanggung jawab terhadap penciptaan Tuhan. Mereka menafsirkan 'Laudato Si' sebagai dokumen penyampaian keprihatinan terhadap tantangan ekologis, dan sebagai panggilan moral yang menggugah kesadaran akan peran manusia dalam menjaga harmoni antara alam dan penciptaan Tuhan. Pemahaman mereka mencakup konsep keberlanjutan sebagai nilai moral, dan tak sekadar sebagai strategi lingkungan yang dapat diterapkan. Melibatkan Diri Pada Aksi Nyata Mahasiswa agribisnis Universitas Katolik Widya Karya selain meningkatkan wawasan diri pada pemahaman teoritis. Mereka mengintegrasikan pengetahuan mereka ke dalam tindakan nyata. Sebagai langkah konkret menuju keberlanjutan, mereka terlibat aktif dalam pelestarian alam yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar kampus. Dengan menerapkan konsep-konsep yang mereka pelajari dari kurikulum studi, mahasiswa agribisnis ini berperan sebagai agen perubahan dalam melindungi lingkungan. Mereka menjadi pengamat, sekaligus pelaku yang proaktif dalam menciptakan solusi konkret yang dimulai dengan langkah kecil penghijauan area kampus. Sebarkan Kesadaran ke Mahasiswa Lain Mahasiswa agribisnis tak terbatas pada praktik-praktik langsung, tapi mesti mampu berperan sebagai agen perubahan sosial dengan menyebarkan kesadaran lingkungan kepada mahasiswa lainnya. Lewat kegiatan ini, mereka berusaha membentuk pola pikir yang peduli padabalam dan menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari gaya hidup. Serangkaian kegiatan edukasi lingkungan ini, mahasiswa agribisnis Universitas Katolik Widya Karya membuktikan pendidikan tidak hanya di dalam kelas, tapi melalui inisiatif yang mendorong perubahan sikap dan tindakan positif terhadap lingkungan di lingkungan kampus. Kesimpulan Dengan menerapkan ajaran 'Laudato Si', mahasiswa agribisnis Universitas Katolik Widya Karya menjadi pelaku perubahan dalam bidang agribisnis, dan pionir menjaga dan merawat lingkungan. Kesadaran mereka tentang tanggung jawab etika pada alam dan makhluk hidup tercermin lewat tindakan nyata yang membawa perubahan positif. Sebagai mahasiswa yang memahami pentingnya keberlanjutan, mereka menjadi teladan bagi generasi mendatang dalam menjaga kelestarian lingkungan. Contact: Universitas Katolik Widya Karya 0821 3980 8707 fp@widyakarya.ac.id

Selamatkan Uang Negara, Kemenko Marves Terapkan Jurus Anti Bocor di Industri CPO Nasional
Nasional
Jumat, 22 Desember 2023 | 10:52 WIB

Selamatkan Uang Negara, Kemenko Marves Terapkan Jurus Anti Bocor di Industri CPO

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah sukses mencegah terjadinya kebocoran kerugian negara di sektor batu bara lewat sistem digital. Rupanya, kesuksesan tersebut dilanjutkan di industri minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO). Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menerapkan jurus ini lantaran dinilai optimal cegah kerugian uang negara. Menurut Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, M. Firman Hidayat, pengawasan melalui sistem digital di CPO ini telah dikerjakan dari pertengahan tahun 2023. Kalau di batu bara, sistem pengawasan ini dikenal dengan Sistem Informasi Mineral dan Batu Bara (Simbara). "Selain di batu bara, kita kerjakan di kelapa sawit dan ini baru kita kerjakan di pertengahan tahun ini," ujar Firman saat konferensi pers secara online, dilansir dari laman CNBC Indonesia, pada Jumat (22/12). Dijelaskan Firman, sebelum self-reporting yang didorong bersama Satuan Tugas (Satgas) kelapa Sawit, perusahaan terdaftar hanya 959. "Kita dorong digitalisasi, akhirnya jumlah perusahaannya meningkat menjadi 2.139 perusahaan, dan ini semua digital," bebernya. Data-data ini, kata Firman, bisa digunakan semua K/L untuk memperbaiki tata kelola, dan efeknya kepada penerimaan negara. Contohnya, sebut Firman, perusahaan sudah terdaftar di Ditjen Pajak, tapi luas lahan yang dilaporkan lebih rendah dibanding dengan yang sudah terdaftar di Sistem Informasi Perizinan Perkebunan (Siperibun). Nah sekarang, Ditjen Pajak sudah punya kepastian datanya. "Ada pula ekstensifikasi, ini artinya data-datanya belum ada di Pajak, tapi ada di Siperibun, akhirnya Pajak bisa mengawasi wajib pajaknya. Jadi, ada potensi penerimaan negara," ucapnya. Selain itu, tutur Firman, kita bisa mempercepat penyelesaian sawit di kawasan hutan. Per Desember kemarin yang sudah masuk ke kas negara PNBP Rp475 miliar. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) negara pada 2022 lalu tinggi karena harga komoditas yang melejit. Di tahun ini, harga sejumlah komoditas turun, seperti CPO. "Tapi berkat digitalisasi Simbara, Siperibun, dan lain-lain, kebocoran bisa kita tangani, meski harga komoditas menurun, PNBP dari SDA relatif tinggi," ulasnya. Dengan digitalisasi, tegasnya, kita meningkatkan penerimaan negara, mengurangi kebocoran-kebocoran, mengurangi potensi korupsi, dan meningkatkan pelayanan.